Writing Style

Writing Style

Dearest Readers… Page pendek ini ingin membahas gaya menulisku yang terkadang aku takuti (karena diingetin Babah Bubi 😀 ), kalau aku menyinggung beberapa hal, jadi pretty much, ini permintaan maaf dan semacam post kenalan dan disclaimer pada gaya menulisku.

Ingin meminta maaf bagi para reader (yang aku harap akan bertambah), jika aku terkesan… gimana gitu ya. Also, thanks for reading this family blog…

Arrogance

Apakah aku terdengar arogan? Aku mungkin emang, kalau ketemu in person, selain… mendapat first impression (whatever that first impresssion may be), I might seem like an… overconfident person. Iya, overconfident, alias kepedean. Untuk menambahkan “sesuatu” ke aku yang udah rada kepedean, aku juga orang yang rada straightforward.

Mungkin kepedean ini ga sengaja keconvert jadi arrogance di tulisanku. Jadi, kalau terkesan arogan, atau braggy, atau… annoying, please know I’m really trying to fix this.

Aku sebenernya ga sombong in any way sih, tapi karena tadi, aku rada kepedean tadi lho, terus aku orang yang chances ga bakalan hold back kalau mau ngomong sesuatu, kadang aku ga think back kalau ga face to face sama orang lain. Jadinya deh, kadang suka ada yang… rada ga spot on dari maksudku mau ngomong sesuatu.

Concluding this flaw in my writing, kalau sebenernya mau kepo banget tentang gimana aku sebagai orang di real life… Aku tuh gitu sih… Ya gitu laaaahh :P. Kadang fun, kadang rada nyebelin, kadang nyeleneh, kadang fun gara-gara nyebelin… Kadang cerewet, kadang suka… koreksi orang lain.

Ya intinya sih, aku menuliskan hal-hal yang aku picture di kepalaku. Kadang suka ga kefilter… Jadi suka memberikan mild rant, atau rada sensitif. Tapi nyeleneh… Gitu laaah.

Santai

Sebenernya ini hal bagus. Kalau orang bisa present sesuatu yang seserius filsafat metafisika dengan gaya serba nyantai, sebenernya bagus. Santai itu perlu, kalau ga nyantai, kadang suka ga masuk kontennya untuk beberapa orang.

Santai ini juga bagus kok sebenernya, tapi, bukan berarti kalau santai jadi ga dianggap serius. Just as a disclaimer, aku nulis santai tuh biar enak dibaca sebenernya. Jadi ngikutin gaya ngomong sehari-hari. Alhasil tulisannya juga suka rada ngejelimet (Bukti aku ngikutin gaya ngomong, aku ga tahu cara ngeja ngejelimet).

Iya, kalau ngomong sama aku juga siap pusing tujuh keliling. Siap ketemu dengan istilah kaya “paradoks”, “endless loop”, “loophole”, dan beragam istilah membingungkan lainnya.

Well, aku juga berusaha ngurangin istilah ngejelimet itu, karena kepengen nyantai. Tapi sebenernya, kepengen nulis nyantai sih emang mau nulis nyantai… Tapi kan, ada hal yang emang harus dibawa dengan gaya yang serius. Like, seriously though, ngebahas Zeno’s Paradox, atau Pythagorean Mathematics, tapi nyantai dan ga pake istilah ngejelimet tadi kayanya rada susah.

Jadi sebenernya, tulisan ku emang rada nyantai, tapi nyantai itu dibuat supaya menarik. Or kadang terlalu nyantai sampai-sampai orang-orang lupa bahwa itu teh sebenernya ada “Nasi”-nya di situ.

FYI kedepannya, Nasi = Konten berbobot, Kuah Soto = fun parts of it. {Baru tadi pagi ikut ngobrol santai yang berhubungan dengan ini}

Nyampurin Bahasa

Nah, aku mungkin dah bahas yang namanya post colonialism things disini cukup sering.

Even abis ke Museum Asia Afrika yang highlight (Kan…) hal-hal kaya gini setiap minggunya, tetep weeeeee… Masih nyampur-nyampur Bahasa Inggris dan Indonesia.

Kenapa sih ini sebenernya? Asalkan reader tahu aja, aku sebenernya nyampur bahasa bukan biar keren atau apa. Aku campur-campur bahasa karena aku ga tahu istilah yang tepat untuk hal-hal macam itu. Banyak istilah yang aku hampir pasti pake bahasa Inggris, karena bahasa Indonesia belum nyediain istilah yang enak didenger dan tetep kece (ato Catchy).

Alhasil, masih campur bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dehhhh… Reader kalau mau comment tentang ini, dimohon berikan masukan yaaaa, aku bisa kayanya make beberapa info untuk pertahankan gaya nyantai tanpa nyampurin bahasa.

Berbobot ga sih?

Ini yes or no question. Apakah topik yang kutulis, berbobot? Well, aku harus ngaku sih, kayanya setengah tulisanku ada yang ga berbobot-bobot amat. Kalaupun ga berbobot, semoga bisa minimal bikin ngakak.

Tulisan kaya curhatan ku pada Gojek dan Orang-orang yang… ngira aku tua itu emang dimasak supaya isinya kuah soto ajaaaa… Nasinya ga penting-penting amat.

Kalau tulisan macam ke filsafat-an ku, itu, tulisannya emang sengaja dibanyakin Nasi-nya, dan alhamdulilah, dapet juga tuh viewer yang rada banyak disitu. Meskipun begitu, kalau isinya nasi doang, mana mau ada yang makan. Jadi, dikasih kuah dikit biar masih kerasa enak dibaca gituu.

Nah, kalau tulisanku yang… very superhero related. (Yeah, like the Infinity Stones one), aku sih sebenernya emang sengaja balance out kuah dan nasinya, biar meskipun rasanya enak, masih ada bobot karbohidrat yang rada masuk gitu. Like, ngebahas Vibranium dan tiba-tiba nongol weeee kimia and stuff.

Semoga gaya menulisku yang apply bobot yang sesuai pada tulisannya bisa dinikmati yaaaa…

In Conclusion

Captain Obvious dulu!

No human is perfect.

Okay, udah puas dengerin Sound Effect Jangkrik… Kadang banyak hal obvious yang ga kepikiran orang lho… Kadang kita browsing, mencari apa lah… post kolonialisme, atau, cuman penasaran sebenernya INFINITY STONE ORANYE DIMANAAAAAAAAAAAAAAAA… Terus tiba-tiba stumble upon this website.

Mungkin yang dibaca dibawah harapan… In that case, I apologize. Tapi kadang, kita sebagai konsumen harus punya ekspektasi yang masuk akal dulu sih. Aku sebagai “bocah” 15 tahun dah sering pisan complain sama yang namanya… “AHHH Musik Taylor Swift yang baru kok gini”.

Padahal kan sebenernya dia ga salah kalau mau nyiptain itu.

Kadang aku kepikiran aku complain kebanyakan ke orang lain, atau remaja pada umumnya tentang hal yang sebenernya aku masih lakuin indirectly.

Terima kasih banget ya udah dateng ke page ini, ke website ini… I really am liking the fact that the statistics of this site are increasing daily.

Nah, sekali lagi, sebelum ditutup semoga aku ga pernah nyinggung siapa-siapa, atau terdengar nyebelin di tulisan-tulisanku yang lain, andaikan aku sudah melakukan kesalahan, or sound… annoying, I truly apologize…  aku juga masih belajar menulis kok.

I hope you enjoyed this short article and/or page… Terima kasih yaaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *