World Ozone Day. Jaja’s Report

World Ozone Day. Jaja’s Report

Prologue

Jadi, kemarin lusa, tepatnya tanggal 19 September kemarin, aku datang ke ITB untuk seminar memperingati hari Ozone sedunia. Sebenarnya sih, hari Ozone sedunia itu tepatnya tanggal 16 September, tapi seminarnya diadakan hari ini karena beberapa alasan yang tidak disebutkan (Which aku yakin salah satu alasannnya karena tanggal 16-nya hari Sabtu :D)

Sambil Menunggu, Foto Dulu

Aku datang pukul 8.45 sudah daftar dan masuk barisan paling depan, tepat sebelah pembicara (aku awalnya ga tau sih yang sudah duduk dari jam 8.45 itu pembicara juga). Lalu foto dulu sekali deh.

Anyways, seminar ini ada 2 pembicara, yaitu, Dr.Eng. Yuli Setyo Indratono yang merupakan direktur bidang pendidikan ITB, dan Ibu Ir. Emma Rachmaty M.Sc yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pak Yuli membahas hal-hal scientific dari Ozone, mulai dari apa itu ozone, sampai ke bahan-bahan kimia yang membahayakan Ozone. Ibu Emma bahasannya lebih condong ke hukum-hukum yang meregulasi Ozone, dan progress Indonesia dalam menyelamatkannya.

Pak Yuli mulai menjelaskan duluan, baru disusul oleh Ibu Emma…

Apa Itu Ozone?

Ozone itu sebenarnya istilah dari rumus kimia O3, yang sebenarnya hanya 3 molekul oksigen. Oh, tapi Ozone ini beracun, jadi jangan menghirup tabung berisi Ozone. Off-topic dulu… molekul oksigen memang bisa kita hirup, tapi kita tidak bisa menghirup lebih banyak dari 2 Molekul, jadi kita hanya bisa menghirup O2, karena satu molekul oksigen itu tidak stabil dan sangat flammable. Alhasil kita benar-benar hanya bisa menghirup O2 saja, jika tidak ingin keracunan, atau terbakar tubuhnya, untungnya itu jenis oksigen yang kita punya di bumi.

Mundur lagi dikit sebelum kita masuk ke topic utama… Ozone itu hampir tidak ada hubungannya dengan Global Warning. Ada miskonsepsi bahwa lapisan Ozone gunanya untuk mencegah Global Warning, dan, sesuai istilah miskonsepsi, itu tidak benar.

Ozone berfungsi untuk memfilter sinar UV-A, UV-B, dan UV-C. Sinar Ultraviolet yang masuk ke bumi bisa merusak sel kulit dan menyebabkan Melanoma/Kanker kulit, dan juga Katarak. Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Global Warming, meski ada beberapa gas perusak Ozone, yang juga merupakan gas rumah kaca, tetapi itu nanti dulu deh.

Proses pembuatan dan pemecahan Ozone

Ketika partikel Ozone terpecah oleh sinar UV, Ozone-nya akan membentuk O2 (yang kita bisa hirup, yeay!), sebelum bisa terbentuk lagi Ozone-nya. Ozone terbentuk di daerah tropis, dan terbentuk dari sisa-sisa partikel O2 dan O dari pemecahan sebelumnya. Kenapa hanya bisa di daerah tropis? Ozone bisa terpecah jika terkena sinar UV, dan juga akan “menempel” kembali jika terkena sinar UV. Karena itu, daerah Tropis bisa memproduksi Ozone sepanjang tahun, tidak seperti negara 4 musim yang hanya bisa memproduksi Ozone ketika matahari kuat.

Anyways, Ozone ini punya “alergi” dengan Chlorine, dan Bromine, dan jika terkena kontak dengan salah satu dari kedua zat tersebut, lapisan Ozone bisa rusak karena molekul Oksigen yang terpecah tersebut akan menempel dengan Chlorine, alhasil, ya karena Ozone perlu 3 molekul, tapi jika salah satu molekul saja terpecah, maka akan kurang satu molekul untuk membuat Ozone. Jadi, buat setiap molekul Chlorine atau Bromine yang naik ke lapisan Ozone, satu molekul Ozone akan menghilang.

How Chlorine Allergy Ruins Ozone

Terus kalau udah hilang gimana? Silahkan lanjutkan bacanya πŸ˜€

Penipisan Ozone

Bagian Biru Adalah Lapisan Ozone Yang Menipis… Banyak Kan?

Jadi, pertama-tama, ada istilah Ozone holes, dimana jika ketebalan lapisan Ozone di suatu daerah sudah dibawah 220 Dobson Unit (satuan untuk mengukur Ozone), atau 2.2 mm, warna di model tersebut akan menjadi biru. Alias, sudah terbuat lubang Ozone. Foto diatas adalah foto Kutub Selatan dan Ozone-nya yang menipis di tahun 2008.

Jika Ozone sudah tipis, maka penyerapan sinar UV oleh Ozone akan kurang, dan jika sinar UV tembus, maka resiko untuk terjadinya penyakit-penyakit seperti Melanoma dan Katarak akan naik. Untuk sedikit info…

  • 100 % Sinar UV-A Memang menembus lapisan Ozone
  • Hanya 5% Sinar UV-B yang menembus lapisan Ozone, dan jika lebih dari itu, bisa berbahaya
  • Seluruh Sinar UV-C Terserap oleh Lapisan Ozone.

Jika sudah sangat banyak sinar UV yang menembus lapisan Ozone, kita harus memakai banyak sekali perlindungan agar aman dari eksposur sinar UV. Aku sebenarnya kurang ingat level perlindungan berdasarkan intensitas sinar UV, tapi untuk itu bisa dicari saja, dan untuk yang simple-simple bisa dimulai dari memakai kacamata hitam dan menutupi kulit dengan jaket misalnya ketika berjalan di terik matahari ketika diatas jam 10.00

Jadi, Apa Saja Yang Merusak Ozone?

Peralatan Ruman Tangga Yang Biasa Mengandung Substansi Perusak Ozone

Berhati-hatilah jika membeli beberapa barang diatas, karena masih banyak yang menggunakan bahan yang dapat merusak lapisan Ozone kita. Anyways, sebenarnya sudah banyak yang dilarang penggunaannya sih, tetapi jika mengecek ulang isi Freon untuk AC dan hal-hal lain, mungkin bisa dicek dulu. Karena jangan sampai bahan-bahan yang kita beli adalah barang ilegal… πŸ˜€

Ini daftar barang-barang ilegal yang sudah di-ban oleh PBB karena substansi ini merusak Ozone, ketika memilih barang, cobalah cari yang tidak mengandung satupun bahan ini, karena sudah dilarang secara internasional:

  • CFC-11, CFC-12, CFC-13 juga dikenal dengan nama Chlorofluorocarbon
  • Methyl Bromida
  • Methyl Chloride
  • Methyl Tetrachloride
  • Halon (H-1301, H-1302)
  • Methyl Chloroform

Dibawah ini akan ada detail ke protokol, program, dan perjanjian yang membuat PBB melarang bahan-bahan ini, dijelaskan oleh Bu Emma, yang meskipun terburu-buru karena perlu kembali ke Jakarta, sudah cukup mengcover tentang ini.

Comic Break!

Sebentar dulu… sebelum kita masuk ke Montreal Protocol, untuk merayakan 30 tahun anniversary protokol tersebut, ada kampanye dari PBB yang bekerja sama dengan Marvel… bisa di cek di ozoneheroes.org

Oh, dan juga ada komiknya, bisa di cek di http://read.marvel.com/#/labelbook/46539 dan dia gratis! Jadi untuk comic book geek kaya aku, bisa punya satu komik gratis, dan dengan gaya art yang sama seperti komik Marvel pada umumnya.

Hasil Kolaborasi PBB dan Marvel

Anyways, di komik itu dijelaskan (in a nutshell) apa itu Montreal Protocol, apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Ozone, dan kenapa Ozone perlu diselamatkan. Jadi, silahkan di cek.

Oke, karena aku memang mengikuti alur presentasi, dan campaign PBB plus komiknya dijelaskan duluan, aku juga mau cerita dikit suasana di sana. Pas Ibu Emma mulai presentasi, Ibu Emma memulai dari menanyakan disini ada yang suka baca Komik Marvel? Aku tunjuk tangan… (dasar Jaja… :D) Lalu, Ibu Emma bilang bahwa sebenarnya beliau tidak mengerti karakter-karakter di komik ini kecuali si Musang dan Iron Man. Aku dengan sopan, menjawab, “Bu, itu bukan musang… itu rakun…” Ibu Emma langsung tertawa dan bilang “Hahaha, untung ada mas, Ibu mah gak ngerti ginian…”. Sesudah itu, baru Ibu Emma menjelaskan isi komik tersebut… which silahkan dibaca sendiri… (Tidak ada spoiler dariku, sorry)

Regulasi Bahan Perusak Ozone

Vienna Convention

Oke, jadi, sebenarnya konvensi pertama yang membahas bahan-bahan perusak Ozone ada di Konvensi Wina (atau Vienna Convention), pada tahun 1985. Di konvensi tersebut, PBB mengadakan meeting untuk membahas apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi penipisan ozone. Mereka memulai dengan meneliti bahan-bahan yang merusak ozone, dan juga bertukar informasi tentang Ozone yang sudah diketahui. Pada tahun ini, belum ada satupun Bahan Perusak Ozone (BPO) yang diregulasi, dan masih hanya tentang riset dan plannning

Montreal Protocol

30 tahun yang lalu, di tanggal 16 september, Montreal Protocol resmi ditetapkan. Pada awalnya, protokol Montreal sudah mulai mengatur dan membatasi produksi dan konsumsi Bahan Perusak Ozone. Pada saat itu, BPO yang di restriksi hanyalah 5 jenis Chlorofluorocarbon (biasa ada di AC, Pelarut, dan Busa), dan 3 jenis Halon (Biasa ada di Fire Extinguisher). Seiring makin berkembangnya teknologi, semakin banyak bahan yang diketahui merusak Ozone, kurang lebih progressnya ada dibawah sini…

  • London Amendment (1990): Jenis Chlorofluorocarbon yang dilarang ditambahkan, Carbon Tetrachlorida juga ditambahkan dalam daftar, dan juga Methyl Chloroform, keduanya banyak ditemukan di pelarut.
  • Copenhagen Amendment (1992): Hydrochlorofluorocarbon, dan Hydrobromofluorocarbon (Bacanya susah? *angguk*) ditambahkan dalam daftar BPO. Kedua bahan tersebut biasa ditemukan di Busa untuk sofa, atau bantal. Juga ada tambahan Methyl Bromida yang biasa ditemukan di Pestisida.
  • Montreal Amendment (1997): Penambahan licensing system untuk mengontrol dan memonitor produksi, dan export import BPO.
  • Beijing Amendment (1999): Bromochloromethane ditambahkan dalam daftar.
  • Kigali Amendment (2016): Karena ada sedikit “bentrok” dengan Global Warming, salah satu BPO pengganti yang lebih aman, di pertimbangkan ulang. Karena ada BPO yang juga merupakan Greenhouse Gases juga. Hydroflurocarbon adalah salah satu BPO yang cenderung aman untuk Ozone kita, tetapi dapat memicu Global Warming jika di overuse.

Oh, Iya, Ibu Emma juga bilang bahwa Indonesia tidak memproduksi BPO, tapi mengimpor beberapa yang Legal. Karena itu, di Indonesia kemungkinan lebih mudah untuk mencari BPO yang aman, tetapi, untuk precaution, disarankan untuk cek ulang daftar diatas sebelum membeli barang yang ada potensi merusak Ozone.

Sesudah ini, sesi pertanyaan, tapi Ibu Emma perlu segera kembali ke Jakarta, jadi untuk sesi pertanyaan dilaksanakan oleh Pak Yuli.

Questions…

Sebenarnya banyak yang bertanya, tetapi aku kurang ingat secara pasti pertanyaan Kakak-kakak mahasiswa, atau Siswa/i SMA lainnya, tetapi aku menanyakan, “Dari beberapa gas yang merupakan gas rumah kaca, dan juga BPO, mana saja yang termasuk dalam keduanya, dan menurut Bapak, seberapa jauh Bumi kita sampai kita terbebas dari konsumsi BPO?”

Tetapi, karena format pertanyaannya 3 orang bertanya baru semuanya dijawab di saat yang sama, pertanyaanku tidak seutuhnya terjawab, karena ada anak seumuranku dari SMA 3 yang menanyakan pertanyaan yang menurut Pak Yuli bagus karena hebat anak SMA sudah tahu itu…

Padahal, pertanyaan yang ditanyakan jawabannya sudah ada di booklet yang diberikan saat pendaftaran, dan memang, anak tersebut, sebelum bertanya melihat dulu ke booklet itu, dan menggunakan kata-kata yang lebih kompleks. Oh, iya, pertanyaan yang ditanyakan tersebut adalah tentang Polar Stratospheric Clouds jika penasaran. Memang sih, kalau kita melupakan fakta bahwa jawabannya sudah ada di booklet yang dia lihat dulu, pertanyaannya memang hal yang menarik. Tapi sayangnya Pak Yuli melupakan pertanyaanku, karena ada pertanyaan yang lebih menarik.

Alhasil, karena pertanyaanku hanya satu bagian yang terjawab (yaitu bagian depan, yang sebenarnya bisa dicari di Google), aku merasa sedikit kesal, dan jadi kurang fokus. Aku sih mengakui, pertanyaanku itu kualitasnya kurang bagus jika sudah baca report eventku kemarin-kemarin, tapi aku masih merasa kesal saja sih… (Jaja kadang mudah kesal kalau gagal leave impression ke orang… sekarang bukan cuma gagal itu, tapi pertanyaanku juga tidak dijawab)

Anyways, back on track…

Seed Sharing Library

Jadi, World Ozone Day ini disertai dengan launching Seed Sharing Library di ITB. Dibawakan oleh Kak Yoka Adam Nugraha, ini adalah sistem menarik dan bagus. Bentar, deh foto dulu sebelum aku masuk ke sini…

Seed Sharing Library, penasaran kah?

Nah, Seed Sharing Library ini sebenarnya sistem yang diterapkan di luar negeri, dimana sejak jamannya Internet ada katalog yang tidak terpakai. Katalog simpanan tersebut, dijadikan penyimpanan bibit, dimana orang-orang bisa meminjam biji untuk ditanam, dan sesudah selesai ditanam, dan dipanen, hasil bibit dari panen tersebut dikembalikan ke perpustakaan.

Ini sebenarnya sangat menarik untuk orang-orang yang punya lahan besar di rumahnya. Jika ingin koleksi tanaman kan, tinggal daftar, pinjem biji, tanam, panen, kembalikan biji. Bukan hanya itu, ini cocok untuk orang yang suka bercocok tanam, tetapi bingung mendapatkan bijinya dari mana.

Tapi, di ITB menggunakan Jar berisi benih sebagai pengganti katalog, dan sebagai catatan bonus… Jar-nya bentuknya lucu-lucu.

Sesudah tanya jawab, kita langsung loncat ke penutupan, dan bagi-bagi goodybag tambahan…

Spoils of Seminar

Jadi, tadi sesudah bertanya aku diberikan tas American Corner, dan juga aku langsung menjawab pertanyaan pertama yang diberikan… Pertanyaannya untungnya mudah, “Apa penyakit yang disebabkan sinar UV?” Kalau tadi pay attention ke artikel ini, pasti ngeh… Apa ayo? (kukasih 10 detik)

10 detik kemudian… (lengkap dengan suara Narrator Spongebob)

Anyways, aku jawab Melanoma atau Kanker Kulit, dan Katarak… Awalnya aku mau diberikan tas American Corner Perpustakaan lagi, tapi aku menunjukkan tadi sudah punya, dan diberikanlah Block Note…

Aku pulang dengan banyak booklet, kaos, 2 tas, dan banyak brosur…

Spoil-Spoil Seminarku.. Banyak πŸ˜€ Terima Kasih ITB

Oh, dan tadi kan aku sebut dapet booklet ya… silahkan dilihat disini contoh isinya sedikit

Lucu kan?

Salut untuk yang membuat booklet itu. Booklet seperti itu adalah model yang orang akan mau lihat karena formatnya infografis, dan menarik. Mungkin anak-anak juga mau baca kalau dibuatnya cartoon-y seperti itu.

 

Sekian laporan Jaja hari ini, dan terima kasih sudah mau membaca! Stay Tuned for my next few articles!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *