Umurnya Jaja Azriel… (Sedikit Curhat)

Umurnya Jaja Azriel… (Sedikit Curhat)

Oke, jadi sebenarnya sih, artikel ini ada karena beberapa kejadian dalam bulan terakhir yang membuat aku antara bingung dan sedikit sebel. Jadi, kalau sudah sering ketemu aku, atau mungkin sudah cukup sering baca website ini kebayang tidak umurku berapa? Aku 14 tahun… Memang aku tinggi, dan kalau lihat aku sebelahan sama Bubi, aku sudah melebihi tingginya Bubi. Tapi tetep, aku 14 tahun, menuju 15… (ketika artikel ini dibuat tentunya)

Aku tahu bahwa sebenarnya curhat ke web sedikit aneh, tapi tujuannya bukan curhat, melainkan lebih ke memastikan orang tidak menebak-nebak umurku, dan memang kalau ketemu orang di beberapa tempat, tidak mungkin ada yang mengira umurku masih 14, apalagi kalau aku pakai setelan kemeja dan celana panjang, makin gak mungkin. Jadi, kalau ada yang salah menebak umurku, aku bisa tunjukkan saja web ini, karena sekarang satu-satunya bukti yang aku punya untuk menunjukkan umurku itu kartu pelajarku yang sudah invalid, dan kalau ditunjukkan kartu pelajarku, jadi gak ada bukti dong aku homeschool… Serba salah deh, jadi aku buat post ini saja.

Anyways, tanggal lahirku 19 Oktober 2002. Jadi kalau kebetulan pengunjung ini adalah salah satu yang kena promosi web-ku, itu tanggal lahirku, tolong dipercaya saja ya hehehe.

Okay, jadi on topic lagi dikit… Aku sedikit bingung (dan kesal) ketika ada yang memanggil aku: Pak, Om, dan Kak kalau sama kakak-kakak SMA yang lebih tua dari aku. Aku masih muda lho…

Jadi, demi mengasah kemampuanku bercerita via tulisan juga, di bawah ini ada beberapa cerita orang salah mengira umurku… Mungkin memang aku sudah tampak lebih dewasa juga sih, tapi terkadang tetap aja aku kesal, cuma karena ga pake seragam aku dianggap udah mahasiswa… Sebenarnya juga banyak Kakak SMA yang mukanya tidak kelihatan terlalu muda, tapi karena pakai seragam kan ketahuan umurnya…

Masjid Salman…

Seperti biasa setiap hari Selasa aku ada kuliah, dan aku setiap lunch break, aku berjalan ke masjid salman, dan sholat dzuhur, dilanjut makan siang di salman. Ada beberapa Murid SMA 1 yang juga sholat di situ. Sesudah sholat, aku duduk sambil memakai sepatu dan kaos kakiku, ada bapak-bapak yang kebetulan tadi sholat di sebelahku, juga ikut duduk, di kursi kayu yang sama, dan langsung menyapa, which berujung ke ngobrol… kaya gini kurang lebih

  • Bapak Tadi: Punten, A
  • Jaja: Oh iya, pak, sebentar aku geser dulu
  • Bapak Tadi: Fakultas mana A
  • Jaja: Err… pak, saya belum kuliah, saya masih SMA
  • Bapak Tadi: Ah, masa ah
  • Jaja: Iya pak, ini ada kartu pelajar SD-ku, itu ada tanggal lahir saya.
  • Bapak Tadi: Oh, alah, kenapa atuh ga sekolah?
  • Jaja: Aku homeschooling pak, kebetulan setiap hari selasa, kadang ada kuliah umum (aku kayanya pusing kalau jelasin panjang lebar) di ITB, dan aku suka ikutan.
  • Bapak Tadi: Oh, hebat de, bagus berarti ade beda sendiri, kirain udah mahasiswa, soalnya ade ga pake seragam.
  • Jaja: Makasih Pak

Well, that happened… Anyways, aku juga bingung yang awalnya dipanggil A (as in Aa) soalnya dikira udah mahasiswa, langsung dipanggil ade abis ketahuan umurnya.

Kakak-Kakak SMA…

Kakak SMA, ahaha… Kira-kira, aku seharusnya panggil mereka apa… kalau kejadian di bawah ini terjadi…

Jadi, seperti tadi aku sebut di atas, ada beberapa anak-anak SMANSA yang sholat juga. Ketika percakapan tadi selesai, aku makan siang di masjid Salman, dan sesudah itu, aku duduk minum teh jika ada spare waktu. Which memang ada spare waktu.

Sambil minum teh, ada sekelompok Kakak-Kakak SMA yang, memanggil aku, “Kak, punten ya, kita duduk sini”, aku menjawab “santai aja kok”, “makasih kak”… (Jika pembaca sekarang sedang berpikir akan lebih baik… itu tidak terjadi, silahkan lanjut di bawah)

  • Jaja: Kelas berapa nih?
  • “Kakak” SMA: Oh iya, kelas 12 Kak
  • Jaja: Oh… (Pasti lebih tua dari aku kan…), udah tau belum nanti mau kuliah di mana?
  • “Kakak” SMA: Aduh, jurusannya ga yakin sih, tapi kayanya kalo ga Unpad mau-nya ITB, kalau Kakak jurusan apa?
  • Jaja: (Yay, kena jebakan). Aku belum kuliah lho… Aku malah kayanya lebih muda dari Kakak… Aku masih 14 tahun…
  • “Kakak” SMA: Hah? Beneran?
  • Jaja: Kalian lebih tinggi dari aku, gara-gara ga make seragam jadi ngira udah kuliah ya?
  • “Kakak” SMA: Iya, maaf ya… (malu nih yaaaa(
  • Jaja: Gapapa kok, santai…

Oke, ini rada parah, tapi tau apa lagi yang lebih parah? Dipanggil Om!

OM? Aku Dipanggil OM!?

Oke, cerita ini sedikit panjang… Anyways, kalau dipotong sedikit, Bubi ada acara AIMI (Bubi udah pernah cerita ini belum ya? well kalau pun belum banyak di IG-nya kok) dimana salah satu tante disitu memintaku mengantar anaknya Inline Skate di Saparua. Untungnya karena acara di perpus kota, jadi jaraknya cukup dekat dan aku mengantar sambil berjalan kaki.

Sesampai disana, aku minta izin untuk meninggalkan anak itu, tapi katanya, biasanya ditungguin oleh Ibu, jadi ya sudahlah, aku tunggu saja. Ketika aktivitas dimulai dengan pemanasan, aku awalnya ingin minta izin untuk pergi sebentar ke toilet, tapi karena takut mengganggu, aku pergi tanpa minta izin.

Ketika kembali lagi dari toilet, anak titipanku yang namanya ku rahasiakan karena alasan tertentu :D, langsung teriak… OM tadi abis dari mana? Om? kenapa aku dipanggil Om sama anak 6 tahun… Sambil membantu dia memakai sepatu, dan pelindung sikut, aku langusung tanyakan kenapa aku dipanggil Om… Jawabannya adalah, kirain emang udah Om… Hehehe, aku udah tua ya… Sedih… Anyways, aku minta aku dipanggil Kakak saja, aku kan masih SMA. Tapi berikutnya aku dipanggil lagi, tetap saja dipanggil… OM

Aku mulai bingung pada tahap ini, tetapi ya… cerita terakhir ini mungkin yang paling membingungkan…

Ini Adikku, Bukan Anakku…

Jadi, Minggu kemarin, aku mengantar Alice PAS di Salman… Sesudah selesai, aku naik Gocar, kita berencana berenang di Hotel Best Western sebrang BIP (yang akan ada review-nya), karena Babah Bubi sedang menginap disitu. Pulangnya, langsung naik Gocar, dan semua berjalan mulus, sampai aku diajak mengobrol di Gocar.

Mas Gocar menanyakan, dari luar kota Pak? Kujawab Bukan sih, tapi orang tua-ku lagi menginap di hotel itu. (Mungkin mas Gocar-nya kepikiran bahwa orangtua disini adalah orangtuaku saja, bukan Alice). Seperti biasa, Alice juga ngoceh selama perjalanan, dan aku sebenarnya lupa kita udah ngobrol apa saja… sampai, supir Gocar-nya bertanya, Anak-nya berapa tahun mas? Aku ketawa… Ini adikku Pak, aku masih 14 tahun… mas-mas gocar-nya tersenyum malu, “maaf ya A…” “santai mas, gapapa, bedanya emang jauh…” (aku mikir… emang aku setua itu gitu mukanya)

 

Well there you have it… cerita-cerita lucu yang membuat aku tertawa dan “menangis” karena sepertinya aku tua banget… :/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *