Ulasan Spider-Man Homecoming

Ulasan Spider-Man Homecoming

Hi, ulasan ini mungkin mengandung spoiler, jadi buat yang belum nonton, awas ranjau ya….

Yang belum nonton tapi emang kepo, silakan dilanjut, hehehe

Ulasan diisi oleh 3 kontributor kami, Babah, Bubi dan Jaja, jadi semoga bisa mewakili pandangan tentang film ini dari 3 sudut pandang yang berbeda, enjoy!

Bubi

Kalau Bubi sih mengingatnya cuma dengan 3 kata aja, Geek, T-shirt and Patient. 

Faktanya film ini anak-anak banget ya.. Jadi kayanya dikasih rating PG juga ga masalah deh. Meski memang film yg ada adegan kekerasannya biarpun cuma seulas mah bagusnya tetep PG-13 ya..

Dan senengnya karakter Peter Park digambarin masih anak-anak banget plus super geek-ish yang kemudian di deskripsikan sama Babah sbg “… a way to gain more money from their geeky rich fans..” or something like that lah ya.. Intinya karakter PP dibikin geek supaya para geek merasa lebih mudah relate dan mau menghabiskan lebih banyak uang utk belanja merchandise-nya.

Well, that maybe true in a way but it also work on the movie. It’s nice to see all the weakness and the ‘babysitting theme’ running around here and there through out the movie plus the I’m a geek and its cool swag. 😅😅

Segitu aja kayanya yak

Soalnya Neneng udh manggil-manggil minta puding.

Jaja

For the record, ini film Spider-Man pertamaku yang aku tonton dengan mengikuti ratingnya yang PG-13 dengan benar. Aku belum lebih dari 2 tahun sejak boleh nonton film superhero. Kenapa? Karena sebagian besar film superhero ratingnya PG-13, bukan untuk anak-anak lho…

Oke sekarang ke filmnya… Aku ga nonton sama Babah Bubi, tapi aku nonton sama 2 sepupuku. Sebelum film, Bubi suruh aku cari T-Shirt. Awalnya aku bingung, tapi ternyata tidak sampai 15 menit filmnya mulai, aku langsung tau T-Shirt yang Bubi maksud. Di T-Shirt itu ada slogan “The Physics Is Theoretical, But The Fun Is Real“. Begitu lihat, aku yang memang geek juga, seperti Peter Parker, langsung “WOW!!! I want that shirt

Komentarku ke Peter Parker portrayal Tom Holland sama kaya Bubi. Peter Parker di komik, dari dulu memang selalu punya Geek Persona. Tapi, baru pertama kali portrayal Peter Parker sukses pull off  geek-nya.

Plot-wise juga menarik, awalnya kukira alur ceritanya akan cenderung simpel, tapi writer ini sukses pull off plot twist yang mengagetkan. Spoiler? Jangan deh, nonton aja

Oh iya, satu hal lagi yang membuatku lebih suka Spiderman Homecoming dibandingkan yang sebelumnya. Di semua comic book, dan Marvel Cinematic Universe, meski sudah di reboot berkali-kali. Selalu ada scene atau strip komik yang sama. Scene yang kumaksud itu pas Uncle Ben, meninggal. Ini sudah jadi running joke sejak pertama kali Uncle Ben meninggal sampai sekarang. Untungnya di versi ini, Uncle Ben belum dipastikan identitas atau keberadaannya. Thumbs Up For Not Making These Memes Worse! Untungnya, Father Figure yang Peter Parker butuhkan, diwakili oleh Tony Stark, atau Iron Man.

Jaja Out 😀

Babah

Apaaaa? Reboot lagi? Itu tanggapan pertama saya saat mendengar kabar tentang akan bergantinya pemeran Spider-Man (ini sebelum kemunculan Spidey di Civil War). Tom Holland adalah pemeran Spidey ketiga di layar lebar setelah Tobey Maguire dan Andrew Garfield. Bahkan meme yang beredar pun berkelakar bahwa makin kesini, Spider-Man makin muda (pun dengan Bibi May).

Tapi mungkin reboot kali ini karena akhirnya Sony Pictures (sebagai pemegang lisensi film Spider-Man) paham juga bahwa kalo mau untung lebih gede dan filmnya ga dikutuk fenboi terus, ya harus kerja bareng Marvel Studios, bonusnya jadi bisa masuk ke Marvel Cinematic Universe juga deh….

Langsung bahas ke filmnya, di awal film langsung muncul Michael Keaton, yang udah nonton The Founder, pasti langsung sebel gitu liat dia nongol, tapi langsung waspada sambil mikir “Kan ga mungkin nanggap Michael Keaton buat jadi figuran doang, pasti nanti jadi penjahatnya… ngahahaha”. Jadi, Adrian ini awalnya dapet kontrak dari Pemkot New York buat beres-beres limbah alien, udah sengaja invest mobil dan lain-lain, tapi malah terus digusur sama Pemerintah Federal, inilah yang bikin dia sebel dan mulai mencari peluang baru 😀

Lanjut ke Peter, setelah selesai membantu #TeamIronMan di Civil War, Peter dipulangkan oleh Tony, dan Happy menjadi LO antara Peter dengan Tony. Peter pun mencoba peran baru menjadi pahlawan akamsi di Queens, dengan segala suka dukanya.

Dan ketika Peter bertemu dengan perampok ATM yang menggunakan senjata ajaib dengan teknologi alien, Peter mulai melacak asal muasal senjata tersebut, dan dari situlah filmnya berkembang.

All in all, film ini sangat menghibur, filmnya sih ringan, jadi cocok ditonton bareng anak-anak, dan untuk para moviebuff, sama halnya dengan Deadpool, film ini juga memiliki referensi ke film Ferris Bueller’s Day Out (seriously, yang belum nonton Ferris Bueller, segerakan).

Babah over and out.

Jadi begitulah ulasan Spider-Man Homecoming ala-ala kami, hatur nuhun 🙂

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *