Tyrant’s Tomb by Rick Riordan. Rekap dengan Spoiler

Tyrant’s Tomb by Rick Riordan. Rekap dengan Spoiler

Akhirnya.

Para pembaca Riordan telah menunggu selama 16 bulan untuk buku ini. Sesudah “kejadian” tragis yang terjadi di Burning Maze, kisah Apollo nyangkut, dan berhenti di sebuah cliff-hanger.

Jadi anda datang ke sini ya. HAHAHA!

Ingat ini versi dengan spoiler, dan tulisannya hanya sedikit sama dengan versi bebas spoiler karena aku bisa mereferensikan kejadian tanpa khawatir merusak pengalaman membacamu.

Baca dengan peringatan bahwa ini mengandung sangat banyak spoiler.

HAPPY ENDING

Aku melakukan kesalahan.

Aku sudah menyiapkan diri untuk ending tragis sekali lagi, padahal di Percy Jackson, dan di Heroes of Olympus, Riordan selalu membuat buku ketiga buku yang paling tragis, dan buku keempat dengan ending yang happy, tetapi masih menggantung.

Hore! CALIGULA MATI! RASAIN! Commodus juga, tapi… yeah…

Lubang-Lubang Cerita?

Riordan meminta 6 bulan untuk menutupi lubang yang ia ciptakan.

Frank Zhang membakar kayu yang katanya mengikat hidupnya. Kayu itu habis terbakar, hidupnya juga habis, dan ia akan terbakar juga.

Reyna yang katanya tidak akan pernah sembuh hatinya, menjadi sembuh, dan mengikuti Hunters of Artemis.

Rick Riordan melakukan hal yang sangat nekat dengan menggali satu lubang besar di Tyrant’s Tomb. Untungnya, lubang ini adalah lubang yang positif. Ini sebuah lubang yang Riordan khusus ciptakan untuk menghapus fakta bahwa ramalan dan takdir bisa ditulis ulang.

Selama 13 buku lainnya yang Riordan tulis. 19 jika menghitung Magnus Chase dan Kane Chronicles… Riordan memastikan hanya ada satu hal yang pasti, ramalan dan takdir tidak bisa ditulis ulang.

Frank Zhang

Frank menerima ramalan bahwa ia akan meninggal begitu sepotong kayu dari perapian rumah keluarganya (yang ia ambil tentunya) terbakar. Namun, ia membakar kayu tersebut dan mengakhiri habis ramalan bahwa ia akan terbakar bersama kayu tersebut, ketika akhirnya, Frank masih hidup.

Pada akhirnya, aku harus membayarkan Oreo ke temanku karena kita sudah bertaruh bahwa Frank akan mati, ternyata ia masih hidup.

Ya sudah. Sejujurnya Frank merupakan salah satu karakter kesukaanku di Riordanverse jadi kalau aku perlu membayar 3 buah Oreo tetapi ia masih hidup, aku rasa itu harga yang patut.

Tips: Ketika ingin bertaruh seorang karakter akan mati, pilih karakter favorit anda. Jika dia tidak mati, anggap saja itu kompensasi kehidupan karakter tersebut, jika dia mati, anggap saja itu kompensasi kesedihan untuk kematian karakter tersebut. Itu win-win.

Riordan melakukan hal yang nekat dengan ini, karena ini memberikan sebuah kemungkinan untuk penulisan ulang ramalan, hal yang seharusnya tidak mungkin di mitologi secara umum. Kurasa ini hal yang bagus sih, semakin sering membaca buku Rick Riordan, semakin sadar aku bahwa banyak karakter yang hidupnya bergantung pada ramalan yang diutarakan beberapa buku sebelumnya, dan itu menjadi hal menyebalkan kadang.

Aku sempat berpikir bahwa Frank akan benar-benar mati ketika ia sudah membakar dirinya dan Caligula di Caldecott Tunnel. Aku tahu bahwa Riordan sudah serius ketika ia membunuh Jason di Burning Maze, itu berarti bahwa tidak ada tokoh utama yang selamat dari kematian.

Maksudku, jika Riordan benar-benar membunuh Frank, aku merasa ia sudah mengambil satu langkah terlalu jauh. Begini ya…

Jason Grace adalah Captain America. Ia bertanggung jawab, ia “sempurna” dan ia adalah pahlawan yang kematiannya membangunkan dan membuat orang-orang menyadari mereka membuat kesalahan. Di komik Civil War, Civil War sendiri berhenti begitu Captain America mati. Para pahlawan menyadari bahwa ada kesalahan yang terjadi. Kamu ingin membuat seseorang dewasa, bunuh Jason, atau bunuh Captain America.

Frank Zhang, pada sisi lain… seperti Spider-Man. Ia kuat, ia bertanggung jawab, ia mulia juga. Tetapi ia lebih kekanak-kanakan. Ia karakter yang dicintai semua orang, ia memang sering dijelaskan sebagai orang yang imut sejak ia dimunculkan di Son of Neptune, dan Frank memang menggemaskan kadang.

Frank memang pahlawan juga, sama seperti Jason, tetapi membunuh Spider-Man tidak akan menciptakan efek yang sama seperti membunuh Captain America. Keduanya akan disambut dengan sedih, tetapi kesedihan yang terjadi jika Spider-Man mati, adalah kesedihan murni, tanpa perasaan penebusan diri yang didapat jika Captain America mati.

Jadi sejujurnya, aku tidak bisa membayangkan Frank Zhang mati.

Tower of Nero?

September 2020 akan menutup Trials of Apollo, dan 2021 akan membuka cerita baru lagi, dan Riordan tidak akan menggunakan Greek/Roman mythology sebagai cerita utama, tidak lagi. Ia akan beralih ke Norse/Egyptian.

Tetapi, sementara itu, apa yang akan terjadi di Tower of Nero?

Ramalannya berbunyi…

O Son Of Zeus the final challenge face

The To’er of Nero two alone ascend

Defeat the beast that has usurped thy place

Dan hanya itu.

Sebuah ramalan yang sangat sederhana. Riordan tidak ingin orang-orang banyak berasumsi hal akan terjadi seperti yang tampak sesudah prophecy 14 baris di Dark Prophecy, dan prophecy cryptic di Burning Maze.

Ketiga baris itu sangat obvious (pertama hanya penjelasan singkat, kedua tentang tower of nero, dan ketiga tentang Python yang dibangkitkan Gaia di Blood of Olympus), mengingat judul buku kelima sudah keluar dan judulnya memang Tower of Nero. Untungnya, walau barisnya sangat obvious, Riordan memberikan kesempatan untuk orang-orang berasumsi ada baris lain.

Terza Rima yang Dante ciptakan di The Inferno menjadi skema ramalan kali ini.

Berarti, tiga baris berikutnya akan berhubungan dengan baris ini, dan baris satu dan tiga akan berirama dengan Ascend. Apa yang mungkin terjadi ya? (Aku menyesal bacanya terlalu cepat eh…)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *