Trolley Supermarket: Permudah Orang Berbelanja. Permudah Hasilkan Uang

Trolley Supermarket: Permudah Orang Berbelanja. Permudah Hasilkan Uang

Terkadang seseorang suka menganggap hal sehari-hari sebagai hal sepele… Padahal kadang suka ada kisah lucu di balik si barang sehari-hari ini. And for that, ada artikel rada lucu hari ini, menceritakan tentang trolley supermarket. Dan sejujurnya, ketika aku baca sejarah dari trolley ini untuk keberapa kalinya kadang, aku suka bingung sendiri … Jadi dalam semangat membuat orang lain bingung, mari kita bahas hal “sehari-hari” ini…

Background Terciptanya Trolley

Pagi itu, Sylvan Goldman, pemilik dari sebuah supermarket chain mengecek penjualan bulanannya. Dan ia sedikit terkejut ketika penghasilan bulanan toko-nya turun. Ia merasa sedikit bingung, karena sepanjang bulan kemarin, toko-nya tampak penuh-penuh saja. “Lah, napa ini untungnya toko gua turun” teriaknya. “Coba lah, tanyain aja pelanggannya”.

FYI, line di Bahasa indonesia itu bercanda ya…

Keesokan harinya, ia memutuskan untuk membuat sebuah survey, menanyakan pada orang-orang, apa yang menahan mereka dari belanja lebih banyak.

Sesudah observasi dan mengecek jawaban dari surveynya, ia tahu pasti mengapa penjualan bulan itu berkurang. Dari situlah, ia membuat belanja lebih mudah, dan memberikan sebuah solusi sederhana untuk toko miliknya…

Kurang lebih di tahun 1936, terciptalah sebuah trolley supermarket… dan dia dimulai dari toko kelontong besar ciptaannya. Supermarket chain punya Goldman itu punya nama Humpty Dumpty (misal di Bandung ada Borma, atau Yogya). Humpty Dumpty ini berpusat di Oklahoma… Dan di suatu malam, Sylvan Goldman, si pemilik supermarket chain sempat bingung mengapa toko-nya yang penuh itu tidak menghasilkan duit sebanyak biasanya.

Jadi, atas survey dan pengamatannya, ia menarik kesimpulan bahwa proses belanja yang pelanggan lakukan itu kurang efisien, sehingga dia menciptakan trolley supermarket pertama… Yang dia buat dengan keranjang toko, dan kursi lipat. Kursi lipat itu juga dia berikan roda di bawahnya, dan akhirnya… dia menciptakan sesuatu yang terbilang revolusioner…

Hasil dari Ciptaan Goldman…

Ya, err… aku yakin reader berpikir bahwa! WAW PASTI DIA KAYA DARI JUALAN PATEN, atau apa lah… tapi nope, sedikit mengecewakan sebenarnya hasilnya. Ketika dia membuat sekitar 20 buah trolley, para laki-laki gak mau make, karena mereka bilang, itu memberikan image seolah-olah mereka itu gak kuat ngangkat keranjang. Para perempuan justru bilang itu kurang estetik dan membuat mereka tampak gak secantik biasa.

Yah, kurang lebih bayangan orang dari si trolley ini bukan hal yang baik, tapi justru hal yang negatif, jadinya, ya gimana deh… Well, untungnya dia mempelajari banyak hal dari ciptaan berguna dan benda sehari-hari lainnya. Pada zamannya, banyak sekali keuntungan dari es stik, microwave, dan beberapa benda lain…

Tapi mereka semua rely ke… marketing. Dan harus diakui… metode marketing Goldman itu rada… umm… bisa dibilang ada potensi untuk menjadi kontroversial sih, tapi yah, setidaknya image-nya membaik… akan dibahas lagi sedikit di bawah.

Trolley Dollies!

Sylvan Goldman menyewa beberapa model, dan… umm, ini gak bisa aku pastiin, tapi ada rumor… bahwa, dia menyewa prostitusi juga untuk memasarkan si trolley ini di toko miliknya. Hopefully gak, karena hal ini sangat-sangat terpakai, dan kalau tahu ada hal gak bener involve di marketing-nya asa… gimana gitu.

Nah, trolley dollies ini play pretty dan cute kaya cewe pada umumnya dan dorongin trolley. Sylvan Goldman ini merubah image si trolley ini dengan memasang 4-5 cewe cantik berkeliaran di tiap toko Humpty Dumpty, dan meminta mereka untuk berpura-pura belanja.

Dan, dari hasil marketing genius-nya… eh, gak jenius sih, dia cuman melakukan marketing normal. Sesudah marketing-nya sukses dan tersebar… baru dia bisa jualan itu trolley. Jadi, sepertinya, untuk menciptakan sesuatu yang laku, yang paling penting adalah punya image yang bagus. Karena pas terciptanya si trolley ini, image-nya itu buruk, dan sesudah dia memberikan image yang rada bagus… Baru dia bisa menjual si trolley ini.

Well, dari situ, dia membuat prototype yang lebih mirip dengan trolley supermarket sekarang… sesudah prototype miliknya jadi, dia lebih kaya dari penjualan paten untuk si Supermarket Trolley ini, daripada Humpty Dumpty supermarket chain ini.

Mungkin aja sih sebenernya supermarket trolley ini pas awalnya diciptain dilihatin kaya orang jaman sekarang ngeliatin drone dan kepikirannya rada wah… Mungkin logikanya gini…

Belanja itu wajib, juga udah jadi everyday activity –> Ketemu trolley yang mempermudah belanja!

Foto-foto itu keren, dan udah jadi everyday activity –> Ketemu Drone yang mempermudah fotografi!

Kurang lebih gitu kali ekuivalen zaman sekarangnya, dan sebenernya seberapa penting si trolley supermarket itu…

Perubahan ke Dunia Supermarket

Pertama-tama, yang namanya naik keuntungan itu udah jelas. Mungkin gak bakalan ada belanja bulanan kalau gak ada yang namanya trolley ini… Dan sejujurnya aku kayanya bisa ngebayangin scene sepasang couple lagi belanja ke supermarket kaya gini… Ini tentunya kalau gak ada trolley ya…

  • Perempuan: Sayang, beli (Nama barang) lagi ya…
  • Laki-Laki: Hah? Sayang, itu teh berat, lain kali aja ya…
  • Perempuan: Oh, oke deh, maaf ya sayang…

Sekarang ada trolley para laki-laki nasibnya jadi gini…

  • Perempuan: Aduh, kita tuh butuh (nama barang) lho!
  • Laki-Laki: Apaan, sebenernya kita ga butuh kok…
  • Perempuan: Beli mah beli aja, siapa tahu perlu, lagian masih ada tempat buat naro-nya kan…
  • Laki-Laki: Tapi sayang, kalau gak kepake kan jadi mubazir…
  • Perempuan: Kepake kok, kan aku butuh…
  • Laki-Laki: Ya udah deh…

3 bulan kemudian… πŸ™

  • Laki-Laki: Sayang, ini kok lemari kita penuh dengan barang yang gak kepake?

Well, intinya, dengan mempermudah proses belanja, orang-orang akan belanja lebih banyak… Keuntungan supermarket naik lumayan banyak terutama mengingat masih aja ada orang yang belanja bulanan terus diantara itu, setiap minggunya belanja ini itu, dan ini itu, dan ini itu… Dengan kepraktisan yang disediakan oleh si trolley ini, orang-orang jadi lebih less care dengan barang yang dibeli, dan kadang liat barang lucu, atau snack yang mungkin aja enak, comot, masukkin…

Jadi, ini bisa menaikkan profit si Supermarket dengan mudah, apalagi untuk orang yang belanja bulanan, terus tiap minggunya ke supermarket juga… Wah, itu mah udah… πŸ˜€ buat si supermarket.

Selain itu, harga satu trolley dari besi itu, yang rodanya biasanya gak nyaman dan ngeluarin suara cicit-cicit itu, berkisar dari 5-30 ribu rupiah… which is cheap… kaya… si trolley itu udah membayar dirinya sendiri ketika ada satu orang yang belanja bulanan. Dan iya… ada trolley seharga goceng di UK. Murahan trolley gocengan daripada Oreo yang gede… :V

In Conclusion

Kesimpulan hari ini… simpel aja kok, seperti biasa, jangan lah take things for granted… Terkadang aku suka seneng sama serial macam Stranger Things karena dia membantu kami, para millennial atau Gen Z untuk lebih menghargai hal-hal sederhana.

Bukan berarti karena ada teknologi rese dan, apa lah, Artificial Intelligence gitu… kita jadi mengabaikan hal yang sederhana tapi sama saja pentingnya dengan kenyamanan yang ada di HP kita…

Sekian artikel hari ini, semoga bisa dinikmati, dan sampai… artikel berikutnya πŸ™‚

Btw kayanya kalau dah nulis ulang gini terkesan gak terlalu membingungkan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *