Trip Pramuka Homeschool Bandung – Hiking Tahura

Trip Pramuka Homeschool Bandung – Hiking Tahura

Pre-Event

Satu minggu sebelum event, ada Briefing dan pembagian anggota. Aku untuk pertama kalinya, ditunjuk jadi ketua. Sebenarnya aku sendiri masih kurang pede disuruh menjadi ketua, apalagi disuruh memimpin adik-adik siaga, tapi ya sebenarnya, kalo bukan aku jadi ketua overall bakalan kurang sih jumlah kelompoknya.

Sesampai rumah, aku langsung mengabari kelompokku atau orangtuanya untuk daftar barang-barang via Line, atau Whatsapp-nya Bubi.

2 hari sebelum Hiking, aku langsung menyiapkan tas, dan memulai packing esok harinya.

Saat Briefing, aku diberitahu akan ada sekitar 4 orang yang akan datang, tapi karena aku mengantisipasi penambahan anggota On The Spot, karena terkadang suka ada anak-anak yang datang eksklusif pas acara, jadi aku menambah porsi nasi yang dibawa pagi sebelum berangkat. F.Y.I. Gara-gara aku lupa bilang, Bubi jadi masak nasi dadakan, yang kering untuk makan siang. Kacau deh aku :/ Maafkan ya Bubi <3.

Event Day

Rabu kemarin, tanggal 19 Juli 2017, aku berangkat ke Taman Hutan Raya Bandung di Dago, karena ada acara Hiking Pramuka.

Sesampai di sana, aku langsung kumpul bersama reguku, dan kita adalah kelompok pertama yang disuruh berangkat, sesudah upacara pembukaan.

Kelompok Orange, Dari Kiri ke Kanan.
Aku, Jojo, Ali, Nail, Rasya, dan Oris. P.S. Ceritanya belum sampe Pos Ini, ini pos 3.

Oke sebentar, mundur dikit, Format Hiking kali ini mirip dengan beberapa kali aku hiking (tidak sama Pramuka HS tapi) dalam acara lain. Kita berjalan dari Pos 1 ke 2 dan seterusnya sampai selesai. Disetiap pos ada tantangan masing-masing, dan ada 10 pos total, setidaknya untuk hiking kali ini. Pos-pos dijaga Kakak Penegak, Pembimbing, Atau Orang Tua Murid.

Sesudah keberangkatan kita langsung sikat, dan jalan ke pos 1, clue rutenya simple, Jalan Raya, belok kanan. Tidak sampai 3 menit kemudian, sesuai time limit dari Kak Ato, kelompokku tiba di pos 1

Pos 1, Ehh.. Apa Ini?

Oke, jadi di Pos 1, penjaga posnya Kak Fauzi, dan langsung memberi kita amplop, dan setiap pertanyaan, kita harus bayar 1 seri Jongki, jadi kita tidak bertanya. Sebelum membaca tugas di amplop, kita disuruh yell-yell dulu, dan kelompokku mungkin masih belum hapal (aku ga bilang aku udah hapal ya) jadi kita ulangi ini 5-6 kali.

Sesudah yell-yell, tugasnya adalah menyiapkan peta pita, dan mengisinya dengan data di setiap pos (aku baru tahu ini sekarang). Aku dan kelompokku tidak ada yang tahu Peta Pita itu apa, dan kita juga tidak mau jongki (Aku sedikit menyesali ini), jadi sesudah membuat format sesuai dengan yang ada di amplop, kita pergi.

Jalan ke Pos berikutnya simple, hanya turun sekitar seratus anak tangga, tapi aku kepikiran, nanti balik capek ga ya? Tidak lama kita sampai

Istirahat

Pos 2, Sandi? Kode? Password?

Di Pos 2, kakak penjaganya adalah Kakak Jeremy, dan kita baca amplop lagi, tulisannya dimulai dengan format yell-yell yang sama, kemungkinan di copas, karena tulisan “Sebelum Melanjutkan Ke Tantangan Di Pos X, Yell-Yell dulu” atau semacamnya, dan Pos X,dari tantangan pertama sampai akhir, selalu Pos 1 di printnya. Kali ini kita hanya mengulang 4 kali. ada kemajuan.

Tugas ini. . . Ada selembar kertas, berisi 5 set kode, yang sejujurnya aku tidak ingat apa saja kodenya. Kita diberi 3 menit untuk mengerjakannya, berarti kurang lebih 36 detik per soal. Ya, kita mendapat nilai 0, karena tidak ada yang bisa mengerjakan, atau hapal Morse, dan jenis kode lain. Jangankan kode, passwordku saja kadang aku lupa, gimana mau inget Morse, Sandi, atau kode pramuka-pramuka-an lain? Aku bilang bahwa kita semua butuh Improvement, dalam bidang ini.

Dari pos ini kita langsung ke Gua Belanda, dan jalanannya rata, tetapi sampai disana, foto yang tadi ada di paragraf atas? itu pos 3. Alias pos ini.

Pos 3, Semakin Kecil, Semakin Mudah Masuk

Oke, seperti biasa dimulai dengan yell-yell, dan kali ini kita hanya mengulang 1 kali! Mungkin karena Tante yang jaganya baik, soalnya kita sebenarnya sangat tidak kompak kali ini.

Kali ini tugasnya simple, telusuri Gua Belanda, ikuti kode yang ditempel di tembok. Kodenya tidak membingungkan, karena hanya, Merah = Belok Kanan. Kuning = Lurus. Hijau = Belok Kiri, jadi kita bisa ingat. Tidak lama kemudian, kita berbelok-belok beberapa kali, namun… Di dalam kita ketemu Kak Elroi, dan kita dituntun ke pintu keluar. Yaitu, khusus untuk kita . . . Ventilasi.

Di Dalam Gua Belanda

Oke, Ventilasi ini sebenarnya kecil, dan sedikit tinggi, bahkan untukku. Oris naik duluan, dia naik sendiri, dan kita naikkan semua barang kelompok sisanya. Semua anggotaku, yang berbadan kecil langsung masuk, dan ditopang dari bawah sama aku. Masalahnya, aku di bawah sendiri, dan, percaya sama aku, masuk ke ventilasi itu, tidak mudah, terutama karena ruang gerak sangat sedikit, jadi aku mencoba naik turun sekitar 6 kali, dan akhirnya bisa, ketika aku minta ruang gerak ekstra ke anggotaku yang sedikit terlalu kagok posisinya.

Dari ventilasi, sesudah turun, jalan ke Pos 4 masih rata  dan tidak terlalu jauh.

Pos 4, Perbudakan Modern . . .

Aku mulai bosan dengan yell-yell pada titik ini. . . Kita mengulangi 5 kali karena Kak Fia sepertinya punya standar extra tinggi, meski menurutku yang ke 3 atau 4 sudah cukup kompak.

Kita disuruh menyanyi. Oh, sebentar, kita tidak boleh memilih lagu tanpa diacak, jika ingin memilih lagi secara acak, kita harus bayar 1 seri. Sepertinya kita kurang beruntung, tidak ada anggota ku yang hapal 4/5 pilihan lagu tersebut. Dan kita sudah membuka semua amplop. Tebak. . . Berapa kali kita mengocok ulang? 4. Kita jongki 40 kali. Pada akhirnya kita dapat Indonesia Raya, siapa sih orang Indonesia yang ga bisa nyanyi lagu kebangsaan kita?

Sepertinya Kak Fia sedikit baik. Kita ditawarkan makanan! Bayar pakai apa? 1 seri Jongki untuk 1 cheetos, atau 1 trenz, 1 1/2 Seri untuk permen. Dan aku jongki 40 kali dan memakan 4 trenz. Jojo jongki 100 kali sepertinya, aku tidak ingat dia mengambil berapa Cheetos. Disini saya merasa seperti budak, tapi karena belum lama kita baru keluar Gua Belanda, sepertinya tidak aneh jika kita tidak sengaja Time Travel ke zaman dimana Perbudakkan masih sering.

Bercanda kok, aku ga serius, tapi kayanya lucu itu dijadikan judul.

Jalanan masih rata, dan kita sampai ke Gua Jepang, dimana kita berjalan lurus, karena Guanya hanya satu jalur lurus.

Pos 5, Semua Orang Jadi Artis

Seperti biasa Yell-yell, kali ini hanya mengulang dua kali, karena sepertinya mulai hapal! Bukan berarti aku tidak bosan 😀

Tantangan dari Om, eh Kak Alle simpel, dan bisa dijelaskan pake rumus:

Carilah X Jumlah Tanda Tangan pengunjung Tahura sesuai dengan jumlah anggota. Dimana X adalah 5.Y, dan Y adalah jumlah anggota.

Kalau pusing yang atas, baca yang simpelnya: Carilah 30 Tanda Tangan pengunjung Tahura, 30 = 5 x 6

Kita mendapat 29, dan semua diminta Jojo, dan Ali, karena mereka masih anak-anak, jadi tidak akan terlalu canggung pas minta. Percaya sama aku, kalau itu aku yang minta, mungkin orangnya dikira Artis, terutama tourist-tourist yang kebetulan lagi berkunjung.

Jalanan ke Pos 6 mulai lebih menantang, karena sudah mulai menanjak, ada pohon rubuh, dan banyak genangan untuk diloncati.

Pos 6, Biologi!

Aku dipuji sebagai ketua yang baik sama Kak Dea! Hore… Padahal aku cuma suruh anggotaku ingat-ingat dengan menarik nafas yang dalam.

Disuruh mengumpulkan nama pohon, nama latinnya, dan daun, dan kita mendapat 6 dari 10, oke ini sedikit menarik sebenarnya, tapi sayangnya, Daunnya terbuang di pos 10 sama Rasya :/ Jadi kita ga ada hasil. Tapi untungnya aku masih dapet 80 nilainya! Horeeee.

Jalan ke Pos 7 sangat jauh dari Pos 6, dan kalau aku benar, kita hampir sampai Curug di Taman Hutan Raya.

Pos 7, Pura-pura sakit

Ritual tetap dijalankan seperti biasa, meski sudah pos 7, kita tetap yell-yell lagi. Kali ini Kak Idwar minta untuk tidak yell-yell didepannya biar beneran kedengeran keras.

Ini pos menarik, salah satu dari anggota ceritanya terluka, dan kita harus merawat, dan mengangkat dengan Tandu Low Budget, yang dibuat dari 3 tongkat, dan 3 kaos size S.

Kita melakukan tugas masing-masing secara optimal. Ali ceritanya menjadi korban, aku merawat Ali, dan mengajarkan pembuatan Tandu, Rasya dan Oris membantuku merawat Ali, dan Jojo membantu membuat Tandu. Nail hanya melihat saja tapi, ya sudahlah tak apa-apa.

Angkat! P.S. ini pose abis dinilai, jadi bukan Rasya yang ngangkat

Sesudah perawatan dan tandu selesai dalam 7 menit plus minus, aku dan Rasya mengangkat Ali, kebawah, dan kita diberi nilai 65, karena seharusnya tandu diangkat 4 orang.

Pos 8 lokasinya dekat Gua Jepang, dan sebrang pos 5, jadi kita menelusuri jalur balik, dan menggunakan tandu untuk mengangkat tas.

Pos 8, Botol dan Pencil Vs Batu!

Judulnya serius.

Sesampai di Gua Jepang, kita yell-yell sekali lagi, untungnyakarena Tante penjaga pos baik, meski kita kurang keras, cukup satu kali, fiuh. Perbedannya kali ini, di pos ini, tulisan “Sebelum Melanjutkan Ke Tantangan Di Pos X, Yell-Yell dulu” ada coretan di angka 1-nya, menjadi 8. berarti ada perbedaan dikit.

Tantangannya simpel, keluarkan Pencil di dalam botol, dan botolnya di dalam lingkaran batu, satu pertanyaan bayar 10 jongki, seperti biasa, oh kali ini, ada Terms and Conditions, berlaku kelipatan.

Kita bertanya, apakah boleh menambahkan apapun ke botol itu asal tangan kita tidak menyentuh? Jawabannya boleh. Jadi kita menambahkan lingkaran batu, dan menjatuhkan botol itu, dan pencilnya keluar dari botol. Selesai dalam hitungan detik :D.

Pos 9 di skip, tapi perjalanan kesana sangat menarik.

Pos 9, Tapi Ga Jadi!

Oke, ingat bahwa Ali pura-pura sakit?

Dari Pos 8-8 1/2 (bukan 9, 8 1/2), kita harus mengangkut Ali dengan Tandu, agar kita siap jika hal sebenernya terjadi. Kabar baiknya, kita memilih Ali, soalnya dia paling kecil, bukan berarti jadi hal yang gampang.

Kita tetap harus bawa tas, jadi, Jojo dan Oris, tasnya dititip ke Nail. Tapi kasiannya, Nail mengeluh bahwa tasnya berat, jadi kita mengangkut dengan 3 orang, dan 2 orang yang tidak mengangkut bawa 2 tas. Kita maju 10 langkah, dan istirahat, lalu berganti posisi, dan kita ganti posisi, sekitar 7 kali. Sampai kita sukses sampai 1/2 jalan, dan Kak Ato mendeklarasikan kita sudah sukses, dan satu-satunya tim yang mengangkat anggota dengan tandu.

Oh By The Way, banyak orang kira Ali benar-benar sakit, dan menawarkan makanan atau bantuan gratis. Kutolak.

Pos 10, Masterchef, Pramuka Edition

Kita berlari ke pos 10, alias starting point, tanpa tandu, dan sampai duluan, ya pasti, karena kita berangkat duluan.

Kita langsung memasak Nasi Goreng, pake Kecap, Sosis, Kornet, dan Kacang Polong. Enak lho.

Chef Jaja!

Kita sisakan satu porsi untuk panitia, alias orang tua, tapi aku tidak tau itu, jadi pas Kak Idwar minta aku kira itu cukup, dan ku berikan semua sisa porsiku.

Kak Ato suruh kita masak lagi, tapi kita semacam gagal karena kurang kecap dan bahan, dan sedikit gosong. Kita diberi nilai 70. Ya sudahlah.

Sesudah itu kita upacara penutupan, mengumpulkan tantangan pos, dan pulang.

Aku pulang bareng Oris, dengan mobil Land Rover yang waktu itu kulihat di rumah Oris pas aku berkunjung sebelumnya.

 

My Ride Home!

Sesudah sampai drop point aku ngangkot dan pulang!

 

Sudah sampai situ acaranya, see you soon

-Jaja Out

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *