Transisi Berita Padat

Transisi Berita Padat

Karena aku sedang mengikuti klub jurnalistik di Museum Konferensi Asia Afrika, aku memutuskan untuk menulis suatu artikel karena ini ditugaskan untuk menulis suatu artikel dengan gaya seperti Hard News (berita padat), berarti memiliki batas maksimal 8 paragraf (meski aku pembaca Tirto.id) dan 300 kata,

Semoga ilmuku menulis berita singkat seperti ini menjadi lebih baik, karena aku kesusahan menulis artikel pendek… Maklum, aku membaca portal berita dimana Hard news-nya saja setidaknya 12 paragraf.

Oh, dan iya, aku menulis berita padat mengenai berita padat, dan tolong jangan hitung paragraf sampai bagian “Selamat menikmati” di bawah ini.

Selamat menikmati.

Transisi Berita Padat

Warga-warga pada abad ke 21 memiliki kesulitan untuk melepaskan diri dari arus media yang begitu cepat, dan juga adanya banyak jenis berita. Tiap jenis memiliki target dan keuntungannya masing-masing.

Arus informasi yang begitu cepat ini membuat minat dan keinginan untuk membaca berita singkat yang dapat menjelaskan intinya dalam 3-4 paragraf pertama, beserta informasi suplemen dalam paragraf-paragraf berikutnya.

Wartawan serta penulis berita sudah membiasakan diri untuk mempercepat perpindahan informasi, dan bisa memberikan berita 10 menit sesudah kejadian. Dalam 10 menit itu, seorang wartawan handal sudah bisa memberikan informasi dengan gaya penulisan yang padat, singkat, dan tepat, serta memberikan informasi yang dicari oleh para konsumen berita.

Untuk mencapai informasi yang ditujukan oleh pembaca, wartawan biasanya memasukkan rumus penulisan sederhana yaitu 5W1H dalam 4 paragraf pertama. Efisiennya penulisan dan alokasi informasi ini membuat pembaca dapat menghemat banyak waktu untuk menyerap informasi.

Berita padat biasanya ditulis dengan tujuan memberikan informasi tanpa banyak membuang waktu pembaca. Tentunya, berita seperti ini paling cocok untuk diteripkan pada media internet yang memanfaatkan keterhubungan antar gawai atau benda elektronik sebagai portal menyampaikan informasi.

Dalam cepatnya arus informasi pada abad ke 21 ini, berita padat makin sering ditulis untuk mengisi dan memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai suatu kejadian atau informasi.

Selain efisiensi waktu dan mudahnnya menyerap informasi, berita padat menjadi jenis berita yang paling diminati oleh pembaca karena cepatnya berita mengenai suatu kejadian dapat sampai pada pembaca, yang sekali lagi, sesuai dengan tema efisiensi dan cepatnya arus informasi mengalir.

Meski banyak dicari serta dibaca pada pagi hari, berita padat memiliki satu kelemahan krusial karena tidak dapat menyampaikan seluruh informasi yang ada, dan bagi pembaca yang kurang cermat, membaca berita padat yang salah bisa berarti anda telah ditangkap gaya penulisan wartawan untuk berpikir dalam sudut pandang yang sama dengannya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita membaca berita padat dengan lebih hati-hati serta teliti, terutama dengan derasnya aliran informasi yang sedang kita alami.

Kesimpulan

Menulis dengan batasan kata sedikit lebih susah tanpa adanya batasan kata.

Aku salut dengan wartawan yang bisa menangkap informasi dalam jumlah paragraf yang sedikit, biasanya di bawah 6 malah…

Ku sepertinya perlu belajar banyak dalam menulis berita padat, karena memang perlu latihan untuk menghemat kata dan membuat tulisan kita makin efisien…

Sekian hari ini, sampai lain waktu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *