The Energy Burst

The Energy Burst

Energi. Seberapa pentingkah itu?

Tentunya, energi merupakan hal terpenting di dunia kita ini. Mau dilihat dari sudut pandang apapun, tanpa adanya energi, tidak ada satu pun hal yang bisa dicapai jika tidak ada energi.

Energi bisa berarti bahan bakar, bisa berarti listrik, bisa berarti energi yang kita gunakan untuk bergerak, berpikir, dan bekerja.

Energi itu amat penting.

Namun, ketika kita kembali ke statistika, sepertinya manusia sedang melakukan lompatan ke sebuah jurang, dan mereka takkan mungkin kembali. One small step for a man? NO! One message for every man, Mankind is jumping to one big cliff that you’re never climbing back.

Inspirasi dan Sumber

  • Sapiens: A Brief History of Mankind by Yuval Noah Harari
  • A Brief History of Nearly Everything by Peabo Bryson. Wait no. Bill Bryson
  • Our Last Invention by James Barrat
  • A Bunch of Documentaries, whose names I have certainly forgotten. From National Geographic Channel.

The Energy Pitfall

Jadi, begini…

Masih ingat tahun 1890? Kuatnya kolonialisme di Bumi berarti secara teknis, manusia yang paling maju, yaitu bangsa eropa, sedang mendapatkan energi dan sumber daya dengan cara menggunakan energi manusia lainnya. Mereka memperbudak manusia yang mereka anggap Inferior demi mendapatkan suatu sumber daya.

Ironisnya, meski jumlah budak pada akhir abad ke 19 ada ratus ribuan (atau lebih), tetap saja dibutuhkan manusia yang sama-sama dari ras sok “superior” tersebut yang tetap melakukan pekerjaan menial, atau pekerjaan yang dibilang hina.

Pada sisi lain, estimasi energi sekali pakai, (atau terbatas) pada tahun 1890 tidak mencapai lebih dari konsumsi dua manusia rata-rata pada abad ke 21.

Lebih dari 100 tahun yang lalu, seluruh umat manusia hanya mengonsumsi energi (pada basis tahunan) setara dengan satu seperempat manusia pada abad ke 21.

Angka estimasi yang dapat dihitung dengan matematika didapat dari zmescience.com.

18.0 Terra watt-hour, atau TWh.

Seorang manusia menggunakan 5.67 X 10 pangkat 20 (0 nya ada 21, berarti sekitar 567000000000000000000000) Joule, tiap tahunnya.

That’s like. . . a lot.

Sebenarnya, kita menggunakan energi sebanyak itu untuk apa? Eits, tunggu dulu. Ada topik lain yang ingin kubahas.

Modern Day Slavery?

Perbudakan di zaman modern mungkin terkesan tidak nyata. Meski ada beberapa pekerja yang dibayar amat-amat-sangat murah pada era teknologi ini, dan ada banyak laporan mengenai itu, tapi, itu bukan topik kita hari ini.

Jika memang tujuan dari umat manusia adalah untuk “menghemat” energi, janganlah lupa bahwa bisa ada energi sendiri yang kita produksi dari makanan yang kita makan.

(Intermezzo: Industri makanan modern memakan sekitar 3% total energi dari seluruh energi konsumi kita)

Untuk melakukan transportasi, kita bisa saja berjalan. Untuk melakukan produksi barang, bisa saja kita lakukan manual. Selain itu, manusia juga bisa berlari dan memutar sebuah mesin yang menghasilkan listrik, layaknya hamster di iklan dan di serial kartun.

Mungkin tidak bisa dihitung perbudakan juga sih…

Oke, nama bagian ini diganti saja…

Man-chine thing.

Man machine 🙂

Anyways. Maksudku dari perbudakan adalah… Bagaimana, dan seberapa efisienkah jika seorang manusia, atau mungkin, sejumlah manusia dibayar untuk menghasilkan listrik?

Beberapa orang suka berlari, jadi kenapa tidak jika mereka mendapat uang dan menghasilkan listrik dari berlari?

Masalahnya sebenarnya bukan hanya di kecepatan dan lain-lain… Tetapi lebih ke, kurangnya produk yang mampu dihasilkan oleh sebuah man-generated electricity.

Seorang manusia bisa berlari dan menghasilkan sekitar 40 watts (give or take) jika ia memutar roda, baik dengan berlari, atau mungkin, dengan bersepeda selama sekitar 1 jam… Ada sebuah teknologi yang relatif efisien sedang mendukung perubahan itu, dan sudah ada sepeda statis yang mampu menghasilkan energi.

Namun, itu berarti, untuk mendapatkan KWh yang cukup dengan kebutuhan dunia sekarang, jika kita menggunakan sepeda, (dengan hitungan 10W = 0,001 KWh) akan dibutuhkan…

Hitungan:

  • Satu Tahun, dibutuhkan 567 X 10 pangkat 20 Joule
  • Satu Hari, dibutuhkan 567 X 10 pangkat 20 / 365.
    • Hasil: 1,5534247 X 10 pangkat 20 Joule
  • 1 Joule = 2,27 KwH
    • Kebutuhan energi seluruh umat manusia per hari dalam KwH, 3,523 X 10 pangkat 7.
  • Jika 1 jam bersepeda menghasilkan 0,004 KwH, maka dibutuhkkan setidaknya…
    • 3,523 / 0,004 = 880. X 10 Pangkat 7…
  • Secara total, berarti dibutuhkan 880 X 10 pangkat 7 jam untuk menghasilkan energi yang cukup tiap harinya.
  • 880 triliun, atau quadriliun, atau apapun itu mampu dicapai dengan tentunya, ratus ribuan manusia juga…
    • Jika setiap manusia bersepeda selama 4 jam tiap harinya, dengan populasi berusia 15-40 (masih fit) yang mencapai angka 1,5 milyar -an maka kebutuhan energi itu…
      • 0,004 per jam, 4 jam kerja = 0,016 KwH per manusia.
      • 0,016 X 1,5 milyar = 24000000 Kwh
      • Angka 24 X 100000 tersebut… hanya mampu mempenuhi 8-12 persen-an dari kebutuhan total tiap harinya.
        • Catat bahwa ini adalah hasil pekerjaan seluruh manusia dengan usia 15-40 tahun.

Tentunya angka itu hanya gambaran kasar. 🙂 Namun, hmm, coba ingat lagi sedikit, mengapa kita perlu berpikir mengenai solusi seperti ini?

Karena kita mengonsumsi energi begitu banyak.

Untuk apakah energi itu kita pakai?

Our Energy Usage

Baiklah, ini ada sedikit statistik kasar ke persentase dan perbandingan energi apa saja yang kita gunakan tiap harinya…

  • Dari seluruh TwH yang kita konsumsi tiap harinya, listrik, dan alat elektronik mencapai 39.3% dari konsumsi seluruh dunia.
  • Elektronik disusul oleh transportasi. Dimana mencapai 29.2 persen dari “stok” energi dunia.
  • Turun ke, Industri… Pabrik-pabrik dan perindustrian skala besar memakan 22.8% dari banyaknya energi di atas.
  • 91.3% energi dunia sudah tercatat, berikutnya kita hanya perlu turun ke hal-hal yang lebih minor. Kebutuhan Rumah hanya mengambil 6.4% energi dunia.
  • 2.3% terakhir berada di kategori lain-lain

Ketahui bahwa tentunya, rumah, industri, dan yang lain-lain ini juga menggunakan listrik. Namun catatan di atas hanya menunjukkan benda-benda non elektronik, seperti gas, bahan bakar fosil, dan lain-lain.

Nah, tentunya, kita perlu pikirkan, mengapa kita menggunakan begitu banyak listrik? Mengapa kita perlu memanfaatkan transportasi, alih-alih berjalan saja misalnya, dan memakan begitu banyak stok energi di dunia?

Time’s Ticking

Sayangnya, banyak orang merasa, aku tidak terkecuali, bahwa sumber daya terpenting seorang manusia bukanlah apa yang telah diberikan bumi ini, melainkan, waktu!

Dengan menggunakan Bahan Bakar Fosil, kita bisa menghemat begitu banyak waktu dan melewati perjalanan 60 kilometer misalnya, hanya dalam 90 menit, atau lebih cepat malah.

Pesawat terbang telah membuat kita bisa pindah ke suatu daerah lain dalam hitungan hari, jika zaman dahulu kapal membutuhkan hitungan tahun.

Tetapi, jika masalahnya memang waktu, tentunya manusia sedang berpikir dan menimbang-nimbang untuk memotong kebutuhan energi bukan? Ya… Sebenarnya sih, waktu itu bukan masalah besar, yang jadi masalah besar adalah, apa yang orang-orang menggunakan waktu ini.

The Other Pitfall: Procrastination

Siapa yang tidak melakukan ini? Semua orang tentunya telah membuang cukup lama dari hidupnya untuk browsing hal-hal tidak masuk akal, atau hal selewat saja di Google, dan juga hal-hal tidak penting di sosmed… Who doesn’t do that?

Masalahnya, sekarang begitu banyak orang yang bisa melewati begitu lama dan begitu banyak jam di harinya untuk hal tidak produktif ini. I don’t really mind that. Ya, sebenarnya sih betul, aku tidak keberatan, tetapi, energi yang dikonsumsi dari hal tidak produktif ini amat sangat banyak. Manfaatnya juga biasanya sedikit.

Sebagai contoh, jika seseorang follow sebuah akun yang bertemakan… I don’t know hmm… Yang produktif we lah ya? Misalnya akun bertemakan fakta unik atau fakta seru, dan anda mendapat sebuah fakta menarik tiap harinya…

Apakah anda betul mengingatnya? 🙁

Bisa dibilang ingatanku cukup baik, aku tidak ingin menyombongkan diri, tetapi aku punya ingatan yang lebih baik dari rata-rata, dan aku bisa mengingat beberapa hal tidak penting yang aku google. (seperti misalnya, di daerah mana Axolotl tinggal, mitos-mitos mengenai media, kasus-kasus tuduhan atas berita palsu) Orang-orang pada umumnya, belum tentu mengingat hal tersebut, atau bahkan, semua hal yang mereka lihat.

Percaya padaku, mereka melihat banyak hal di internet.

The Energy Spent By Procrastination

HP rata-rata, mengonsumsi sekitar 4 KwH jika ingin di charge sampai penuh tiap hari, pada Tiap tahunnya.

Seberapa banyak kah itu? Sedikit. Mungkin isi ulang saldo tiap tahunnya hanya bertambah 50 sen, atau sekitar 7,000 rupiah. Oke sedikit, cukup sedikit.

Tapi, sekarang, ada orang yang charge HP sampai 3 kali satu hari, biasanya orang yang main game dengan konsumsi batre berat. Selain itu, juga ada rumah dengan 3-4 HP. Jika tiap rumah memiliki 3 HP, misalnya, masing-masing di charge 2 kali satu hari, rumah itu akan mengkonsumsi 16 KwH tiap tahunnya.

Bahkan jika dikali dengan semua rumah di satu negara, atau satu planet ini, angka itu masih relatif kecil. Hanya sekitar 3-5%

Tetapi, sekarang ada juga yang bernama internet! (belum lagi komputer, tapi karena ini lebih targeted, maka aku akan menyindir HP secara spesifik)

Pada tahun 2018, semua layanan internet, termasuk internet di rumah, internet di luar rumah, dan juga Port WiFi milikmu… Sudah mengkonsumsi 17% dari semua listrik di dunia.

That’s quite a lot. Belum lagi masih ada estimasi naiknya 17% tersebut sampai 25 atau 30% pada tahun 2025.

Jadi, 22% dari hampir 40% listrik di dunia ini dimakan oleh HP-HP dan layanan internet milik kita.

Sebenarnya juga tidak terlalu banyak, hanya sekitar 9% dari listrik dunia.

Hmm…

Baiklah.

Awalnya aku ingin memberikan sugesti topik ini ke komunitas debatku jika aku menemukan statistik menarik, namun ternyata tidak.

Kurasa tidak ada salahnya sedikit bereksperimen dan menilai satu dan lain hal dari beberapa sudut pandang.

Kesimpulan

Jadi, intinya, semua energi di sini dapat ditujukan untuk hal lain, dan juga banyak hal yang lebih efektif.

Kurasa semua hal punya tujuannya, dan meski aku tidak ingin melakukan judging, atau tindakan yang cukup offensive… Akan lebih baik jika kita bisa menghemat energi.

Ingat bahwa kita sebagai manusia membutuhkan aset yang amat penting, dan tidak bisa dikembalikan lagi, layaknya semua hal di dunia ini.

Waktu.

Spend your days, but make sure that they add up.

Sayangnya dalam Bahasa Indonesia quote itu tidak begitu catchy.

Habiskan hari-harimu, tapi pastikan bahwa hasilnya bertambah.

Bagaimanapun juga, tetaplah produktif, dan sampai lain waktu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *