The American Way of Life

The American Way of Life

Minggu kemarin, aku mengulangi sebuah topik di klub debatku, membahas mengenai Gaya Hidup Amerika. Sejujurnya, aku tidak tahu apa itu gaya hidup amerika, jadi aku melakukan googling beberapa kali, dan beberapa kali lagi, masih belum ada hasil, setidaknya hari minggu kemarin.

Topik ini sudah pernah dilakukan 3 kali, namun, definisi tiap kali pengulangan topiknya selalu berbeda. Jadi, kali ini, sesudah melakukan riset yang cukup ekstensif, akan aku bahas, dan berikan definisi utuh ke apa itu gaya hidup amerika…

(Dan juga tentunya, untuk membuktikan orang-orang yang (sekali lagi) merusak rekor hampir sempurnaku dalam debat… salah…)

Inspirasi:

  • Jadi, ehh, ini mungkin tidak akan dikira, namun… Serial Last Man Standing
  • Tentunya, Komunitas Debatku, LEDS. Silahkan kunjungi kami tiap Minggu, pukul 16.00 sore di Balubur Town Square, lantai 3.

Selamat menikmati! (dan, ehh, dibuktikan salah)

Definisi…

Nomor satu dari american way of life ini, yang membuat topik dan pembahasannya selalu berbeda tiap waktu, adalah definisinya.

Sebenarnya… APA SIH DEFINISI American Way of Life.

Pada percobaan pertama topik ini, sekitar 1 setengah tahun yang lalu, kami berasumsi bahwa american way of life adalah gaya hidup yang ala luxury seperti dilakukan seleb di Hollywood, dan mengingat bahwa topiknya cukup kentara, kakak yang membawakan topik itu terbilang kalah.

Kita memutuskan untuk memberikan definisi lebih padat pada american way of life ini, bahkan menjadi satu halaman sendiri dari “kamus” topik debat dalam buku tebal milik juri debat kami.

Pada percobaan kedua topik ini, sekitar 10-12 bulan yang lalu, kelompokku kala itu berusaha melihat gaya hidup orang amerika sebagai negara yang terlalu liberalis, terlalu suportif akan LGBT, terlalu suportif akan kebebasan, dan tidak punya batasan norma, atau batasan kesopanan.

Topiknya cukup mulus, hanya saja, aku merasa ada yang tidak srek dengan pembawaan dan definisi milikku.

Untungnya, aku bercerita kepada Babah dan Bubi mengenai percobaan kedua ini, dan ternyata, justru sebaliknya. American Way of Life tuh kaya yang di Last Man Standing Zriel. Katanya.

Percakapan berakhir dengan menggantung, tapi aku berusaha mengambil kesimpulan singkat.

Tema diumumkan dan dua hari yang lalu… Topik ini keluar, dan aku diminta untuk mengambilnya. Sendiri. kelima orang yang datang dipecah menjadi 3 kelompok, dan aku diminta untuk melakukan ini sendiri. (Hatiku mengatakan bahwa! OOH! Ini tantangan! 4 vs 1 alih-alih 3 vs 2, hmm… Menarik!) Aku menyetujui permintaan tersebut.

Menghela nafas dalam, aku membuka google… Cek, cek, cek dan cek, aku melakukan cukup banyak riset mengenai ideologi negara, statistik, dan bla, dan bla. Toh, aku sudah sedikit mengingat apa itu American Way of Life, dan dikarenakan definisi kasarnya sudah tergambar, aku tidak mencari lebih lanjut.

Sesudah rekor 1 tahun+ tidak pernah kalah debatku rusak 1 bulan yang lalu, aku kembali lagi mengalami kekalahan, karena aku sedikit gagal melakukan definisi, dan garis besar topikku salah.

Aku menggambarkan American Way of Life sebagai rasisme, dan, kurasa itu kurang lengkap, kurang tepat, serta cukup bodoh.

Jadi, layaknya tiap murid SMA yang ingin melakukan pekerjaan dengan mudah, aku ke Wikipedia. Untungnya, aku ke Wikipedia untuk mengambil dua hal, dan bukan melakukan copy paste ke seluruh halaman wikipedia tersebut… Aku mengambil definisi, serta sumber. (WIkipedia adalah salah satu tempat terbaik, -jika bukan yang terbaik- tempat terbaik untuk mencari sumber)

Dan, ini yang kudapatkan…

Gaya hidup Amerika, atau dalam bentuk lebih sederhana, Gaya Amerika, adalah gaya hidup yang sangat nasionalis yang mampu membentuk cara berpikir, mendefinisikan kebahagiaan, serta memberikan rasa kebebasan.

Terdengar cukup, kasar… Tentu saja, ini Wikipedia, tapi, mari kita berikan Bold untuk kata-kata kunci yang bisa digunakan untuk riset lebih dalam.

Gaya hidup Amerika, atau dalam bentuk lebih sederhana, Gaya Amerika, adalah gaya hidup yang sangat nasionalis yang mampu membentuk cara berpikir, mendefinisikan kebahagiaan, serta memberikan rasa kebebasan.

Kurasa cukup jelas. Rasa Nasionalisme seorang warga negara Amerika Serikat yang bisa merubah cara orang berpikir. Dari sini, muncul banyak hal lain, seperti kenaifan American Dream, dan juga satu hal yang merujuk ke sisi negatif American Way of Life dalam negara multi etnisitas (tanpa imigran. Amerika memiliki banyak imigran yang menjadi legenda) seperti Indonesia sendiri… Yaitu, American Exceptionalism.

Exception for the Americans…

Jadi, uhh… Mari kita ingat beberapa orang yang begitu Narsis (meski dalam banyak sisi, orang itu bisa dibilang baik)… Alexander The Great (ada lebih dari 30 kota di Mesir dengan nama Alexandria, dia menjuluki dirinya sendiri Alexander The Great), Adolf Hitler (DUH), Kanye West (err, banyak sekali website psikologi menyatakan bahwa Kanye itu emang Narsis, dan emang sih, orangnya rada pikasebeleun)

Tidak ada kesalahan fakta dimana mereka memang orang yang hebat, tapi kenarsisan mereka tidak bisa dipungkiri.

Banyak sisa dari kenarsisan ini, dan juga banyak bukti dimana Amerika memang penuh dengan rasa bahwa mereka negara yang amat kaya. Itu mungkin tidak salah…

Tapi, coba catat ini…

American Exceptionalism muncul dari seorang Politikus Prancis pada tahun 1937. Seymour Martin Linset namanya. Ia menyatakan bahwa orang Amerika merasa bahwa dirinya perlu diberikan sebuah pengecualian khusus, hanya karena ia berasal dari negara yang merasa hebat ini. Sebenarnya, aku yakin, 100, tidak… 1000% bahwa Seymour Martin Linset ini menyindir habis-habisan Amerika…

Apa reaksi para jendral dan presiden Amerika pada saat itu?

Mereka menyetujui pernyataan Linset, bahwa orang Amerika boleh merasa berhak ketika ingin diberikan suatu pengecualian pada tindakannya.

Oke… Pada satu sisi, kita melihat bahwa mungkin Amerika ingin menyindir Linset balik dengan menyindir sindirannya. Tapi, kita juga bisa melihat kalau Amerika mungkin merasa bahwa itu bukan sindiran… dan menerimanya penuh-penuh sebagai cap dari ahli politik negara luar bahwa orang Amerika memang pantas diberikan pengecualian.

Aku tidak mau menyalahkan error dari belah pihak manapun. Namun umm, apakah betul American Exceptionalism ini telah masuk ke beberapa belah pihak Warga Negara Amerika?

Jadi, jika kita melihat bahwa ada suatu tanda eksepsionalis dari warga negara amerika, maka kurasa tidak ada kesalahan dari pihakku jika aku menyatakan fakta seperti ini bukan? “Gaya hidup amerika menyebabkan rasisme karena sifat terlalu nasionalistik dari beberapa orang yang tinggal di daerah pedalaman Amerika.”

Mereka merasa bahwa ras lain lebih rendah, mengapa? American Exceptionalism! Mereka merasa berhak diberikan pengecualian atas tiap tindakan yang mereka lakukan, dan mereka merasa spesial, murni karena mereka berasal dari… Amerika!

Definisi Terakhir.

Baca sini, baca sana, baca sini, baca sana.

Jadi, untuk menyimpulkan dari sekitar 3 tulisan Scholar, Tulisan William Herberg (seorang Sastrawan nasionalis berasal dari Amerika), beberapa blog post untuk foreign students yang ingin pergi ke Amerika, dan juga tentunya, definisi-definisi dari Wikipedia…

Aku dapat menyimpulkan bahwa…

Definisi akhir, paling mentah dari American Way of Life adalah…

Gaya hidup seseorang yang tinggal di Amerika… *Cue the facepalms*

Bercanda kok, santai…

Gaya hidup Amerika disebabkan individualitas negara (atau umm, Nasionalisme) yang begitu kuatnya sampai bisa merendahkan hal lain, atau berpikir bahwa sesuatu yang tidak sesuai dengan gambarannya pada Amerika Serikat yang sempurna ini sebagai lebih rendah. Berarti, kalau kita ingin memasukkan sesuatu sebagai American Way of Life, kita hanya bisa memasukkan hal-hal yang telah terjadi sejak zaman dahulu kala, mungkin 2-3 abad yang lalu, ketika Amerika masih dalam perkembangan.

Jadi, apa saja hal-hal yang dapat dimasukkan dalam bias ini?

  • Rasisme
  • Seksisme
  • Perasaan bahwa seseorang mampu dibebaskan
  • Kesenjangan Sosial yang tinggi
  • Fakta bahwa pemimpin akan, seringkali dianggap benar
  • Impian palsu dari American Dream
    • Fun Fact, Amerika Serikat menghabiskan banyak sekali uang untuk mengiklankan American Dream ini ke negara-negara di Eropa.
  • Kebebasan dari Warga Negara Amerika
  • Dan seterusnya

Sejujurnya, kita bisa melihat kuatnya bias warga Amerika yang hidup dengan cara Amerika sebagai suatu kabar baik. Setidaknya mereka punya individualitas amat kuat. Meski terbilang, terlalu kuat juga, sehingga menyalah-nyalahkan sesuatu yang kasarnya… benar.

Kesimpulan

Banyak orang merasa superior pada orang lain karena ia berbeda, dan hanya orang-orang yang sejenis ini bisa dianggap setara, karena menurutnya, perbedaan berarti inferioritas.

Meski terkadang beberapa orang yang menyatakan superioritas akan perbedaan ini sebagai orang yang suka melupakan satu dua fakta… Penindasan atas perbedaan terjadi.

Ketika ada seseorang merasa bahwa ia lebih benar dari orang lain, ia mengoreksi habis-habisan agama lain, dan dari hasil koreksi itu, ia melakukan hal yang amat mirip dengan orang-orang yang menerapkan Gaya hidup Amerika…

Nah, intiku sebenarnya, sebelum aku terlalu berbelit-belit…

Perbedaan memberikan warna dan kekuatan. Tanaman yang hidup di daerah Homogen mudah terkena parasit, serta wabah, tetapi, tanaman yang hidup di daerah heterogen? Tidak, tentu saja tidak. Oleh karena itu, perbedaan memang ada, dan perbedaan hanya ada untuk di hargai. Mohon hargai perbedaan orang-orang disekitarmu, warna berbeda, kepercayaan berbeda, dan juga kebahagiaan berbeda… Bukan menandakan bahwa kita lebih rendah.

Sampai lain waktu!

Epilog Selipan

(Uniknya, aku punya kenalan yang kurang suka dengan orang yang memiliki perbedaan agama dengannya. Ia juga tidak suka akan komunisme… Namun, dengan gaya mereka menyatakan ketidaksukaan antar perbedaan ini… Err, sangat erat dengan rasisnya Friedrich Nietzche. Juga erat dengan Komunisme)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *