Tag: Rick Riordan

Tyrant’s Tomb by Rick Riordan. Rekap dengan Spoiler

Tyrant’s Tomb by Rick Riordan. Rekap dengan Spoiler

Akhirnya.

Para pembaca Riordan telah menunggu selama 16 bulan untuk buku ini. Sesudah “kejadian” tragis yang terjadi di Burning Maze, kisah Apollo nyangkut, dan berhenti di sebuah cliff-hanger.

Jadi anda datang ke sini ya. HAHAHA!

Ingat ini versi dengan spoiler, dan tulisannya hanya sedikit sama dengan versi bebas spoiler karena aku bisa mereferensikan kejadian tanpa khawatir merusak pengalaman membacamu.

Baca dengan peringatan bahwa ini mengandung sangat banyak spoiler.

HAPPY ENDING

Aku melakukan kesalahan.

Aku sudah menyiapkan diri untuk ending tragis sekali lagi, padahal di Percy Jackson, dan di Heroes of Olympus, Riordan selalu membuat buku ketiga buku yang paling tragis, dan buku keempat dengan ending yang happy, tetapi masih menggantung.

Hore! CALIGULA MATI! RASAIN! Commodus juga, tapi… yeah…

Lubang-Lubang Cerita?

Riordan meminta 6 bulan untuk menutupi lubang yang ia ciptakan.

Frank Zhang membakar kayu yang katanya mengikat hidupnya. Kayu itu habis terbakar, hidupnya juga habis, dan ia akan terbakar juga.

Reyna yang katanya tidak akan pernah sembuh hatinya, menjadi sembuh, dan mengikuti Hunters of Artemis.

Rick Riordan melakukan hal yang sangat nekat dengan menggali satu lubang besar di Tyrant’s Tomb. Untungnya, lubang ini adalah lubang yang positif. Ini sebuah lubang yang Riordan khusus ciptakan untuk menghapus fakta bahwa ramalan dan takdir bisa ditulis ulang.

Selama 13 buku lainnya yang Riordan tulis. 19 jika menghitung Magnus Chase dan Kane Chronicles… Riordan memastikan hanya ada satu hal yang pasti, ramalan dan takdir tidak bisa ditulis ulang.

Frank Zhang

Frank menerima ramalan bahwa ia akan meninggal begitu sepotong kayu dari perapian rumah keluarganya (yang ia ambil tentunya) terbakar. Namun, ia membakar kayu tersebut dan mengakhiri habis ramalan bahwa ia akan terbakar bersama kayu tersebut, ketika akhirnya, Frank masih hidup.

Pada akhirnya, aku harus membayarkan Oreo ke temanku karena kita sudah bertaruh bahwa Frank akan mati, ternyata ia masih hidup.

Ya sudah. Sejujurnya Frank merupakan salah satu karakter kesukaanku di Riordanverse jadi kalau aku perlu membayar 3 buah Oreo tetapi ia masih hidup, aku rasa itu harga yang patut.

Tips: Ketika ingin bertaruh seorang karakter akan mati, pilih karakter favorit anda. Jika dia tidak mati, anggap saja itu kompensasi kehidupan karakter tersebut, jika dia mati, anggap saja itu kompensasi kesedihan untuk kematian karakter tersebut. Itu win-win.

Riordan melakukan hal yang nekat dengan ini, karena ini memberikan sebuah kemungkinan untuk penulisan ulang ramalan, hal yang seharusnya tidak mungkin di mitologi secara umum. Kurasa ini hal yang bagus sih, semakin sering membaca buku Rick Riordan, semakin sadar aku bahwa banyak karakter yang hidupnya bergantung pada ramalan yang diutarakan beberapa buku sebelumnya, dan itu menjadi hal menyebalkan kadang.

Aku sempat berpikir bahwa Frank akan benar-benar mati ketika ia sudah membakar dirinya dan Caligula di Caldecott Tunnel. Aku tahu bahwa Riordan sudah serius ketika ia membunuh Jason di Burning Maze, itu berarti bahwa tidak ada tokoh utama yang selamat dari kematian.

Maksudku, jika Riordan benar-benar membunuh Frank, aku merasa ia sudah mengambil satu langkah terlalu jauh. Begini ya…

Jason Grace adalah Captain America. Ia bertanggung jawab, ia “sempurna” dan ia adalah pahlawan yang kematiannya membangunkan dan membuat orang-orang menyadari mereka membuat kesalahan. Di komik Civil War, Civil War sendiri berhenti begitu Captain America mati. Para pahlawan menyadari bahwa ada kesalahan yang terjadi. Kamu ingin membuat seseorang dewasa, bunuh Jason, atau bunuh Captain America.

Frank Zhang, pada sisi lain… seperti Spider-Man. Ia kuat, ia bertanggung jawab, ia mulia juga. Tetapi ia lebih kekanak-kanakan. Ia karakter yang dicintai semua orang, ia memang sering dijelaskan sebagai orang yang imut sejak ia dimunculkan di Son of Neptune, dan Frank memang menggemaskan kadang.

Frank memang pahlawan juga, sama seperti Jason, tetapi membunuh Spider-Man tidak akan menciptakan efek yang sama seperti membunuh Captain America. Keduanya akan disambut dengan sedih, tetapi kesedihan yang terjadi jika Spider-Man mati, adalah kesedihan murni, tanpa perasaan penebusan diri yang didapat jika Captain America mati.

Jadi sejujurnya, aku tidak bisa membayangkan Frank Zhang mati.

Tower of Nero?

September 2020 akan menutup Trials of Apollo, dan 2021 akan membuka cerita baru lagi, dan Riordan tidak akan menggunakan Greek/Roman mythology sebagai cerita utama, tidak lagi. Ia akan beralih ke Norse/Egyptian.

Tetapi, sementara itu, apa yang akan terjadi di Tower of Nero?

Ramalannya berbunyi…

O Son Of Zeus the final challenge face

The To’er of Nero two alone ascend

Defeat the beast that has usurped thy place

Dan hanya itu.

Sebuah ramalan yang sangat sederhana. Riordan tidak ingin orang-orang banyak berasumsi hal akan terjadi seperti yang tampak sesudah prophecy 14 baris di Dark Prophecy, dan prophecy cryptic di Burning Maze.

Ketiga baris itu sangat obvious (pertama hanya penjelasan singkat, kedua tentang tower of nero, dan ketiga tentang Python yang dibangkitkan Gaia di Blood of Olympus), mengingat judul buku kelima sudah keluar dan judulnya memang Tower of Nero. Untungnya, walau barisnya sangat obvious, Riordan memberikan kesempatan untuk orang-orang berasumsi ada baris lain.

Terza Rima yang Dante ciptakan di The Inferno menjadi skema ramalan kali ini.

Berarti, tiga baris berikutnya akan berhubungan dengan baris ini, dan baris satu dan tiga akan berirama dengan Ascend. Apa yang mungkin terjadi ya? (Aku menyesal bacanya terlalu cepat eh…)

REVIEW Tyrant’s Tomb. Rick Riordan – Spoilerless Version.

REVIEW Tyrant’s Tomb. Rick Riordan – Spoilerless Version.

Akhirnya.

Para pembaca Riordan telah menunggu selama 16 bulan untuk buku ini. Sesudah “kejadian” tragis yang terjadi di Burning Maze, kisah Apollo nyangkut, dan berhenti di sebuah cliff-hanger.

Ini adalah REVIEW tanpa spoiler tentunya. Jika anda ingin diberikan spoiler, atau ingin recap singkat cerita, silahkan klik link ini, dan diam.

Dari Mana Ceritanya Bersambung?

Oke, ada sedikit sekali spoiler yang wajib untuk memberikan review yang menyeluruh. Cerita bersambung sesudah berapa lama?

Burning Maze berakhir ngegantung dengan kematian dari Jason Grace dan munculnya Leo Valdez yang kembali dari Camp Jupiter sesudah mengantarkan kabar. Apollo berangkat naik pesawat ke Camp Jupiter di San Francisco dengan tujuan mengantarkan mayat temannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Cerita ini bersambung sekitar… 2 jam sesudah bab terakhir dari Burning Maze. Aku sendiri tidak tahu berapa waktu yang dibutuhkan untuk terbang dari Los Angeles ke San Francisco, tetapi aku tahu jaraknya tidak begitu jauh. Intinya, bab terakhir Burning Maze berlangsung di hari yang sama dengan bab pertama Tyrant’s Tomb.

Jadi, jika anda ingin bertanya… Apakah timeline di bukunya lama? Jawabannya tidak. Riordanverse masih nyangkut di tahun 2012. Percy masih berusia 17 tahun dan belum lulus SMA.

Menegangkan, tetapi Lambat.

Cerita Tyrant’s Tomb berlangsung dengan cukup pelan sejujurnya.

Sebelum membangun ulang plot baru untuk buku selanjutnya, dan membereskan pertanyaan yang muncul pada Dark Prophecy dan Burning Maze, Riordan memulai dengan santai dan menjelaskan isi Camp Jupiter, (hal yang ia belum pernah lakukan di Heroes of Olympus) memastikan semua hal aman, dan plot-plot tersambung dengan rapih.

Kurang lebih, plot Tyrant’s Tomb berjalan seperti puisi ABAB. Tegang 4 bab, tenang 4 bab lagi, Tegang, Tenang, Tegang, Tenang. Dalam konteks cerita, Apollo tidak mengalami hari-hari santai sebanyak yang ia alami di Hidden Oracle, tetapi ia juga tidak berusaha dibunuh sesering yang ia alami di Burning Maze dan Dark Prophecy.

Plot berjalan dengan lambat sampai 8 bab terakhir, tetapi Riordan memastikan bahwa pembaca tetap merasa tegang sesekali.

Aku melakukan Speed-Reading tingkat parah sesudah bab 35, meskipun aku membaca 34 bab sebelumnya dengan sangat santai.

Plot Twists?

Aku tahu pembaca akan kebingungan jika aku bilang… “BUKU INI BANYAK PLOT TWIST-NYA”

Aku juga berpikir hal yang sama sesudah membacanya. Sesudah plot twist terbesar sepanjang tulisan Riordan yang terjadi di Burning Maze, aku tidak mengira Riordan masih mampu menciptakan plot twist lebih banyak lagi.

Tetapi, aku mengingat bahwa ada sekitar 3 plot twist yang menutup Tyrant’s Tomb di akhir bukunya.

Oh iya, catatan sangat penting. Jika anda belum membaca bukunya, anda tidak ingin membaca Tyrant’s Tomb dengan spoiler. Itu akan menjadi keputusan yang sangat buruk. Berbeda dengan di Burning Maze di mana anda yakin 100% bahwa Jason Grace telah mati satu bab sesudah dia dibunuh Caligula, Tyrant’s Tomb memberikan plot twist yang unik.

Anda akan merasa tegang jika anda tidak mengetahui bagaimana ceritanya berakhir, jadi, jangan baca bab-bab terakhir sampai gelombang ketegangan terakhirnya telah lewat.

Mitologi?

Seperti buku Trials of Apollo lainnya, Riordan langsung mengenalkan monster baru di bab-bab awal, dan langsung memberikan kerepotan khusus bagi Apollo dan Meg McCaffrey. Jadi, indeks monster mitologis anda tetap bertambah di Tyrant’s Tomb, jangan khawatir.

Selain itu, sumber ramalan yang dituju Apollo pada buku keempat ini adalah buku Sibylline yang ditulis Sibyl of Cumae ketika Romawi masih berupa sebuah kerajaan, sebelum Julius Caesar, sebelum Octavian, sebelum Caligula, dan sebelum Marcus Aurelius.

Buku Sibylline sendiri dikira telah dibakar oleh kaisar Theodosius ketika ia memimpin, namun pada Son of Neptune, Percy, Frank, dan Hazel bertemu dengan seekor Harpy yang memiliki memori fotografis bernama Ella, yang pernah membaca buku yang telah hilang tersebut.

Ella berusaha memecahkan misteri dan merekonstruksi buku tersebut, mengakhiri bab terakhir Tyrant’s Tomb dengan sebuah pertanyaan, sama dengan ketiga buku sebelumnya.

Selain itu, aspek besar lainnya dari Tyrant’s Tomb ada di pengaruhnya Romawi sebagai republik. Bukan sebagai mitologi, tetapi aspek historiknya.

Jika di Camp Half-Blood semua tindakan pahlawan-pahlawan disitu terjadi secara acak, secara tidak terstruktur, dan kemungkinan terjadi karena ada ramalan, atau atas perintah Chiron… Camp Jupiter lebih demokratis dalam penentuannya.

Proses demokrasi ini semacam memperlambat plot, tetapi membacanya tetap menyenangkan, jadi jangan khawatir.

Lester?

Apollo jelas tumbuh sebagai karakter sesudah kematian Jason. Ini hal yang patut dibaca karena semakin ke sini, karakter Apollo sebagai dewa manja semakin hilang, dan walau ia masih suka mengeluh dan memang mengeluh beberapa kali, ia lebih dewasa dan heroik.

Pertumbuhan Apollo sebagai karakter jelas menjadi salah satu alasan Riordan menunda perilisan buku ini. Hanya dalam selang waktu beberapa hari sesudah Jason Grace terbunuh… karakter Apollo berubah drastis.

Apakah Tyrant’s Tomb Pantas Ditunggu Selama Ini?

IYA! Tyrant’s Tomb pantas ditunggu selama ini. Setidaknya, jika anda tidak puas dengan cerita, atau tidak menyukai plot yang relatif lamban ini… adanya deskripsi yang cukup detil tentang Camp Jupiter, New Rome, dan aktivitas demigod Romawi yang berbeda jauh dengan demigod Yunani cukup untuk memuaskan rasa penasaran anda.

Selain itu, pertemuan dengan Frank Zhang, Reyna, dan demigod Romawi lainnya juga menyenangkan, dan memberikan sebuah bentuk kepuasan tersendiri.

Ini review bebas spoiler, dan sejujurnya, buku ini sangat sulit dijelaskan tanpa spoiler, jadi… baca sendiri saja! Selamat menikmati!

Happy Birthday Percy Jackson!

Happy Birthday Percy Jackson!

Selamat ulang tahun bagi karakter tercinta kita yang satu ini!

Ulang tahun ke-berapa? Err…

Seharusnya sih, Percy berusia 12 tahun pada 2005, sekarang berarti 26 di dunia nyata!

Untungnya, Percy di buku Riordan terakhir masih berusia 17. Timeline buku tersebut masih stuck di tahun 2012, bulan Februari jika aku tidak salah. (silahkan salahkan Riordan yang memendekkan timeline dari Son Of Neptune sampai ke Blood of Olympus untuk berlangsung hanya dalam 2 bulan, lalu salahkan Riordan lagi yang hanya memberikan Hidden Oracle ke Tyrant’s Tomb untuk berlangsung hanya dalam 1 bulan)

Happy Birthday Percy!

18th August 2019

Abstract Review of “The Burning Maze” By Rick Riordan

Abstract Review of “The Burning Maze” By Rick Riordan

I’ll admit today is a bit tiring. However, that won’t stop me from giving you guys a book review. However the review would be abstract. I would give spoilers, but they won’t be connected to any scene, and all of them would be nothing but pictures. Similarly to this image, which is a spoiler abstraction of Avengers Infinity War.

You’ll know about the spoiler only AFTER you see the scene revolving one of those pics so now… Get ready for 9 pics to abstractly spoiler Trials of Apollo: The Burning Maze.

Spoilers!

Note that these images are not in chronological order, and there is about 9 pics, one for every 5 (ish) chapters.


In Conclusion

  1. May these abstract spoilers guide you to this wonderful book
  2. I will review each and every single one of these images when I do release the official article
  3. The book itself is amazing! When you put your full thought into it… You can easily step inside the shoes of people in the book scene

Until next time!

Oh Wait, you can scroll down below to see the spoilers explained and giving them context, hence it’s no longer abstract… This would mean spoilers, spoilers and spoilers however.

Putting into Context

Again, last warning, spoilers if you haven’t read the book. On top of that, they’ll only be simple captions, but regardless, enjoy!

Baby Boots

Well, unexpectedly this is the literal translation of the third and final emperor of the triumvirate. Caligula. Yes, Caligula, the cruel, teenage, god complex, emperor… literally translates to Baby Boots.

And this does explain why Commodus is given the central territory to mark the area and be some sort of a barrier so Caligula and Nero, which are uncle-nephews to one another, do not clash.

Sun

Still on the Caligula subject… Apollo is a Sun God, but he only gained that job after Helios the Titan. Helios lost that job because eventually the Greeks forgot about him. On top of that, being the Sun is also one of Caligula’s desires. So, he ordered Medea (who is revived again) to capture the essence of Helios and make a burning maze, and also… to trap Apollo.

With the essences of both of these gods, Caligula can finally become the sun.

Aloe Vera

Aloe is the name of a Dryad who constantly uses her magical gel to heal the wounds of Meg and Apollo.

Ukulele

Not a guitar, it’s a Ukulele. So, in the Book, Apollo met up with a species known as the Pandai. These Pandai (plural)/Pandos (singular) are creatures with… yeah read the book.

Anyways, they are hired as Caligula’s guards, however a Pandos wanted to be with Apollo and joined his group. This Pandos only joined Apollo since he really wanted to learn how to play his Ukulele. Which is probably the reason why this may be a rather obvious pic, but you’ll understand… after reading of course.

White Horses

Incitatus. That’s the name of Caligula’s talking white horse. Yeah, the Horse speaks English, and is therefore made a council member by Caligula. He does many annoying things in the book.

Brendan Fraser

Brendan Fraser was a rich actor. But he got bankrupt… Same thing happened to Tristan McLean, Piper’s father. Thanks to Caligula and Nero, Tristan McLean is now officially, bankrupt, and owes some people lots of money. Which is the very reason I used Brendan Fraser’s picture.

Boats aligned

FYI that’s probably one of the best pics I got. Anyways, if you’ve read the book that’s actually describing the scene where Jason died… Yes, Jason Grace dies. For real…

In the middle chapters, Caligula aligned 50 boats in honor of his sister, and made a bunch of parties in the boat. Apollo said he did this once to say “Boo-Hoo, stupid prophecy, I can be emperor, no matter what you tell me”. And now he does this again.

(The prophecy states that the odds for Caligula being a Roman Emperor is as low as riding a horse across a river. He did this by lining up 50 boats THEN riding the horse).

Bon Jovi

Bon Jovi here is a minor jest. Well, at the end of the book, before going to Camp Jupiter and securing the Sibylline books from a Harpy whose the source of prophecy at Camp Jupiter.

The trip there is actually done in a plane, but Apollo is given a gift of Bon Jovi casettes for the trip…

Crossword

Herophile, (Friend of heroes), is the Oracle that Apollo must save. She gives her prophecies in the form of puzzles, similarly to those in a crossword. For instance… Don’t come here it’s a … four letters, starts with a T… The final climax of the book concluded with a prophecy uttered from partially Apollo, but mostly… Herophile herself.

Here’s the prophecy in case you forgot… (not that you’d probably get it anyways, these prophecies are so contextless, that you’d not understand it).

Apollo faces death in Tarquin’s Tomb, unless the doorway to the soundless god is opened by Bellona’s Daughter

For all I know so far, Apollo would die in the tomb of the last Roman King, Tarquin, unless Reyna, the daughter of Bellona would do something involving a soundless god.

Problem is, the Greeks don’t have many soundless gods. Except for the Goddess of Silence, Hesychia or her Roman Form Silentia, and Harpocrates, which is an Egyptian Greek god hybrid. It’s… confusing for now, we’ll understand this in the fourth book.

The Tyrant’s Tomb.

Why I Enjoy Rick Riordan’s Books

Why I Enjoy Rick Riordan’s Books

Mungkin kalau udah ngikutin blog ini entah dari kapan tahu, udah tahu ya seberapa ngefans-nya aku sama Myths, and stuff that revolves around it. Well, probably this article is to give you a small image onto how Rick Riordan’s books give mythology a brand new image…

Aku dapet topik ini dari random topic generator actually… “A book that has affected you”

To prevent myself from bricking, jadi aku tulis tentang ini deh… Artikel ini kurang lebih bakalan tentang Modern Mythology ala Rick Riordan, writing style-nya dia dan cara ini merubah persepsi seseorang pada dunia. Or things like that. Anyways, just carry on, keep rowing your boat to the river Styx and enjoy the article!

Imagination

Menalar myth itu udah pasti butuh pake imajinasi, karena, dimana lagi coba kita bisa membayangkan makhluk humanoid (with powers) dengan personality yang vivid, dan masing-masing punya kerjaan masing-masing, sambil mereka invent hal baru dan govern things. Wait no… there’s X-Men…

Sure, the Alien freaks will say that these Greek Gods are all “Extraterresterial Beings, or Ancient Astronauts”… Whatever, I’ll stick to myths… Muhahahha

On topic… Jadi, sebenarnya, cara mereka govern universe mereka itu sangat… tidak masuk akal. Tapi, kalau orang mau berkhayal, ya, sebenernya sih tetep masuk akal ya… (or not).

Anyways, jadi, di buku-bukunya Rick Riordan (specifically Percy Jackson and Magnus Chase), dia bahas beberapa kali, bahwa kalau mau berimajinasi untuk menyatukan teknologi dan myth, pasti akan ketemu kok meeting point-nya. And once you do, you’ll find out that it does make sense.

Who else could’ve imagined that Valhalla is a hotel… Atau mungkin bahwa Mount Olympus itu lift yang dijangkau dari Empire State Building… Another fun thing to imagine is, the fact that Hermes’s delivery system, is a large shipping brand.

Blend dari both technology and mystic related things dari Buku Rick Riordan itu keren, dan kalau mau, bisa di terapin di dunia nyata, in ways that Rick Riordan hasn’t even done yet…

Gimana? Misalnya, kita mau berteori bahwa ada singer yang merupakan demigod. Well, basically, it’s all you need to enjoy the theory. Pikirin aja siapa dewa yang jadi ayah/ibu-nya, kenapa dia bisa jadi demigod, or things like that. Kalau iseng mau nyoba tinggal di bahas aja sebagai conversation topic.

Nah selain itu, kita bisa move on to the next topic, bahwa, sebenernya mythological prospect dari bukunya Rick Riordan ini masih kelihatan.

Staying True To The Myths

Nah, sebenernya, Rick Riordan ini refuse to change some things inside his books. Masih ada fakta bahwa senjata harus dikasih nama sesuai apa yang dibilang orang Norse, kalau senjatanya mau reach full potential.  According to the Greeks juga, Apollo uses a bow, dan ga boleh sampai dia jadi god of ballistics dan make meriam atau pistol apa… Meskipun ga sekepake dulu, Apollo masih stick to his weapon, the bow.

Selain itu, buku Rick Riordan juga ga sepenuhnya stay true to the myth’s sih. Tapi changes to some tradition yang di offer sama Rick Riordan itu sangat tolerable (even for myth fanatics… {bukan aku}). Like for instance, seseorang masuk Valhalla karena mati dengan heroik sambil bawa Rifle. He gets to keep the weapon he died with, dan setauku Valhalla juga ngestok beberapa jenis Rifle and guns deh…

Well, basically, buku-nya dia… masih mau stick to tradition sambil tetap mau improve dan provide new probable theories onto how this mystic thing is just a cover up of a technological marvel. Keren sih, imagination and ideas are good, and it kept me coming back for more.

Old Heroism-ish things

Heroism-ish… I have no idea what that means…

Jadi intinya, selain dia bisa stay true to mythological facts, while putting up an interesting perspective of modern day mythology… Heroism yang di present di buku-bukunya dia realistis, dan sangat bisa di apply di old Greek myths. Act-nya biasanya similar to the things heroes do in Greek Myth, dan juga masih ada act yang mirip-mirip dengan beberapa hal yang Greek Heroes like Hercules does…

Well, kembali lagi ke fakta bahwa Rick Riordan mau stick ke Greek myth facts, ada juga di Heroism-nya, dan memang cara membunuh beberapa monster masih persis sama dengan yang ada di real life myths. Alhasil, sekali lagi, blend antara kedua dunia ini tampak.

Selain itu, bisa dibilang bahwa heroism dan transisi karakter ini maturing ketika tahu dirinya lebih baik juga alasan bukunya kuanggap keren… Heroism dan transisi sebuah karakter bener-bener tampak. In every book, a character matures more, dan sadar beberapa hal… Some very teenage-y things, but, presented in the perspective of a person with superpowers and family issues.

Jokes, and Light References

Di hampir semua bukunya, Rick Riordan successfully present reference ke outside world, dan juga… banyak joke di buku-nya. Jokes in this book… kebetulan sajah… cocok dengan sense of humor-ku. Jadi ya wajar aku suka.

Kadang ada voice over (andaikan ini serial), sebuah karakter, yang bilang bahwa dirinya sendiri menyesali suatu action di buku-buku yang lalu. Indirect jokes yang aku kadang suka buat juga disini (like saying, wait, that doesn’t sound right), atau direct jokes, kaya pas ketemu Nike (goddess of victory), dan bilang “OH NO! I’m wearing Adidas shoes!”. Or things like that.

Kebetulan aja sih, gaya bercandanya mirip sama aku, jadi aku suka…

In Conclusion…

Wow, aku sebenernya ga terlalu tau mau conclude apa, in addition aku juga merasa artikel ini cuma escape temporal karena lagi ga ada ide mau bikin apa… 🙁

Jadi yaaaaa gitu deh….

Kalau kita ga konsisten juga ga bakalan sih, mungkin kelewatan artikel satu hari, bisa amplify jadi 10 hari, and end up ga bikin sama sekali lagi…

Jadinya aku bingung… I really am… Sebenernya apa yang bisa di conclude untuk hari ini…

Kalau mau ketemu Nike, don’t wear Adidas shoes, just… don’t

Hope you enjoyed the article… (It’s really short)