Tag: mitologi

Unicorn! Menurut Bangsa Celtic.

Unicorn! Menurut Bangsa Celtic.

Unicorn. Nama itu pasti memberikan bayangan kuda-kuda berbulu putih menggemaskan dengan satu tanduk. Nama itu juga mungkin memberikan bayangan kuda dengan tanduk yang sering muncul di kaos anak-anak perempuan (dari usia 4-18, karena sepertinya anak-anak SMA masih menyukai Unicorn) dan juga stiker-stiker, beserta banyak merchandise lainnya.

Kabar baik dari Unicorn sebagai metode branding dan merchandising… mereka tidak bergantung sama sekali akan Trademark untuk membentuk merchandise. Tidak seperti Star Wars, Disney Princess, dan semacamnya lagi. Orang-orang bebas mendesain Unicorn seperti yang mereka mau. Bisa dibuat menggemaskan, mulia, bahkan agak gila (Serius, ada permainan bernama Unstable Unicorns, kusarankan mainkan dulu board game tersebut sebelum membaca tulisan ini).

Tetapi, bahkan untuk standard menyeramkan milik Unicorn, makhluk itu tidak akan pernah tampak sebagai makhluk yang… berbahaya.

Tentunya Kuda Nil (Fun Fact: Hippopotamus berasal dari bahasa Yunani Hippo (Kuda) dan Potamus yaitu Dewa Sungai, Kuda Nil juga berasal dari kata-kata tersebut, maksudnya Sungai Nil) tidak tampak sebagai makhluk menyeramkan tetapi jumlah kematian tahunan atas serangan hewan dipuncaki Kuda Nil selama belasan tahun.

Jadi… Sebelum anda ingin mendapatkan gambaran negative akan Unicorn, bermainlah Unstable Unicorns dulu selama (mungkin) 5-6 kali, baru baca tulisan ini. Aku bukan orang kejam yang ingin merusak gambaran indah makhluk imut ini, tetapi aku mungkin saja merusak gambaran indah dari makhluk ini.

Asal Usul Mitologi

Sebelum membahas secara unik mengenai Unicorn di Skotlandia dan menurut orang Celt, kita bahas dulu asal Unicorn di mitologi dunia.

Unicorn sendiri merupakan istilah Latin. Jika ada hubungannya dengan Latin berarti Unicorn berasal dari Romawi. Unicorn sendiri diciptakan oleh Julius Caesar, aku tidak perlu menjelaskan siapa dia… dan Caesar yang merupakan ilmuwan dan sejarawan yang pintar memutuskan untuk mencatat penemuannya akan sebuah badak di Afrika.

Penjelasan yang ia buat? “Bertanduk Satu, tampak seperti Kuda” Ia menamakan Badak ini  Unicorn, Latin untuk “Satu Tanduk”

Caesar memang salah satu orang terpintar di Romawi, baik secara ilmu filosofis atau ilmu empirikal seperti sains dan sejarah… Namun Caesar-pun belum pernah melihat Badak sebelumnya. Satu-satunya hal yang Caesar lihat mirip dari Badak adalah kakinya yang ada 4 dan kebiasaannya berlari. Dari situ, ia berasumsi bahwa Badak adalah Kuda dengan cula.

Maju bertahun-tahun dari era Romawi dan pindah dari penanggalan AUC, penanggalan Caesar, penambahan bulan Juli dan Agustus, lalu muncullah bangsa Celtic. Mereka juga mengadopsi Unicorn dengan cara mereka sendiri.

Tidak ada catatan sejarah resmi yang aku temukan di buku-buku mitologiku (aku punya banyak, percaya aja deh… 😀 ) namun, aku punya 3 teori asal orang Celtic mampu menemukan catatan akan Unicorn.

Satu, ada kebetulan bahwa mereka memang mempunyai legenda yang sama tentang Unicorn, namun karena kurangnya catatan serta kepopuleran dari mitologi Celtic, catatan yang diprioritaskan sejarawan berasal dari Romawi. Kedua, mereka menemukan atau bertemu dengan prajurit Romawi dan mendapat cerita tentang Unicorn. Ketiga, mereka melakukan pengamatan yang sama dengan yang Caesar lakukan.

Masalah dengan teori ketiga ada di fakta bahwa bangsa Celtic tidak memiliki catatan empirik pernah sampai ke Afrika. Untuk teori kedua, mereka memang bertemu dengan prajurit Romawi. Tetapi pertemuan yang tercatat pernah terjadi adalah pasukan yang dipimpin oleh Ratu Boudicca. Mengingat bahwa kota-kota mereka dan prajurit mereka kalah melawan kemampuan militer Romawi… Aku tidak begitu terkejut bahwa mereka mengadopsi mitologi Romawi secara gelap.

The Original Unicorn!

Unicorn sendiri dicatat sebagai makhluk yang dicintai bangsa Romawi. Tanduknya bias diparut dan bubuk dari tanduk unicorn bias menyembuhkan penyakit (katanya). Kedatangannya membawa keberuntungan baik, dan mereka sangat suka makan rumput yang masih terkena embun pagi.

Tetapi… Orang Celtic semacam memutar cerita itu.

Oh iya, tolong ketahui bahwa tidak ada kuda bersayap dan bertanduk di mitologi Romawi ataupun Yunani. Itu hanya ciptaan Pop Culture, menggabungkan Pegasus dan Unicorn.

Padahal itu tidak mungkin karena Pegasus adalah mitologi Yunani yang tidak diadopsi oleh orang Romawi (ceritanya panjang) dan Unicorn tidak ada di mitologiYunani.

Dari titik ini, apa yang anda putuskan untuk baca tidak bisa ditarik lagi. Jangan mau menyesal di kemudian hari.

Oke. Anda yakin?

Unicorn! New and Improved!

Orang Yunani dan Orang Romawi memiliki banyak cerita Kuda yang menyeramkan dan mengganggu.

Ada Kuda milik Ares yang mampu menyemburkan api, ada kuda yang dikendarai Helios dan Apollo untuk mengantarkan matahari, ada kuda yang ditangkap Hercules karena kuda tersebut menyukai daging manusia. Ada kuda yang merupakan anak dari Poseidon dan Demeter, ada kuda bersayap juga (Pegasus) yang merupakan anaknya Poseidon, dengan Medusa sebagai Ibunya, dan masih lebih banyak lagi kuda yang lahir karena Poseidon.

Tetapi, dari seluruh mitologi mengganggu dan jijik itu, Unicorn belum pernah sekalipun dijadikan bahan candaan atau bahan hinaan. Mereka selalu tampak sebagai makhluk bahagia, tanpa sedikitpun peduli tentang dunia nyata.

Catatan terpenting untuk orang Celt bagi Unicorn ada di cerita pahlawan terbesar mereka, yaitu Cu Chulainn. Cu Chulainn ini adalah seorang demigod yang dididik sebagai prajurit, tetapi punyamasalah amarah besar. Ketika marah, ia menjadiversi lain dirinya yang lebih kejam, dan beberapa cerita menyatakan bahwa ia menjadi monster.

Kasarnya, Cu Chulainn adalah campuran dari Hulk dan Hercules.

Pekerjaan yang Cu Chulainn lakukan cukup banyak, dan aku tidak perlu menjelaskan terlalu banyak, namun, salah satu pertarungan terberat Cu Chulainn adalah saat ia melawan seekor Unicorn.

Unicorn di mitologi Skotlandia/Irlandia/Celtic memiliki kemungkinan 1 banding 2 untuk menjadi Unicorn jahat. Ada banyak nama untuk itu, tetapi yang paling umum digunakan adalah Vector.

Vector ini sama seperti Unicorn, tetapi, mereka tidak menyukai rumput yang masih ada embun paginya. Mereka memilih untuk memakan mayat kucing (mereka tidak membunuh kucingnya dulu, tapi kalau kucingnya sudah mati, baru mereka makan) dan… Jantung Manusia.

Karena orang Celtic termasuk orang zaman dahulu yang agak gila, mereka YAKIN 100% bahwa tanduk Unicorn digunakan sebagai senjata. Umumnya, sama seperti seseorang menggunakan tombak, Unicorn Jahat (alias Vector) menggunakan tanduknya untuk menusuk jantung, lalu memakannya seperti kita memakan Sate Ayam.

Oke, itu agak kebangetan, tapi, anda mengerti maksudku apa.

Selain itu, sebagai Unicorn, tanpa masalah kepribadian Vector juga, mempunyai air liur yang menciptakan efek hipnosis. Mereka tidak menggunakan ini untuk menyerang karena makanan yang mereka sukai juga sebenarnya tidak perlu diburu, tetapi mereka menggunakan ini untuk kabur.

Namun jika Unicorn itu mulai schizophrenic, baru ia akan menggunakan air liur miliknya sebagai senjata dan alat untuk berburu.

Kesimpulan.

Sesudah hari ini, apakah anda masih ingin membelikan anak perempuan anda, atau keponakan perempuan anda sebuah kaos bergambar Unicorn? MUHAHAHAHAHAH

(P.S. Jika anda merasa tidak nyaman dengan mengetahui ini, bagilah tulisan ini keteman-teman anda. Seenggaknya anda tidak sendirian…)

 

 

Dewa-Dewi Yunani vs Romawi

Dewa-Dewi Yunani vs Romawi

Ini adalah tulisan yang akan membandingkan perbedaan antara Dewa-Dewi besar di Yunani dan di Romawi. Dewa-dewi kedua negeri ini cukup berbeda, sebenarnya.

Meskipun bangsa Romawi bertahan jauh lebih lama kebanding kerajaan-kerajaan Yunani, dan di Yunani ada perbedaan bahwa tiap kota memiliki dewa-dewi favoritnya, kedua bangsa tersebut memiliki dewa yang sangat mirip. Hanya saja, pemanfaatan dewa-dewa tersebut cukup berbeda.

Aku hanya akan memasukkan keduabelas dewa-dewi Olympus, plus Hades/Pluto. Kurasa, cukup menarik untuk bisa dinikmati, bahkan jika anda tidak mengikuti mitologi sebanyak aku.

Plus, aku sangat bosan menunggu Tyrant’s Tomb keluar September nanti. (Kalau anda mengikuti Trials of Apollo. Aku siap bertaruh satu paket Oreo isi tiga dan segelas susu untuk mencelup kue-kue tersebut bahwa Frank atau Hazel akan mati, karena… bukunya harusnya keluar pada Mei! Dan tahun lalu, serta tahun-tahun sebelumnya, Riordan juga mengerjakan Magnus Chase, dan ia tidak meminta delay 4 bulan untuk mengeluarkan bukunya. Ya, lebih baik daripada dikerjakan buru-buru dan ceritanya jadi tidak bagus)

Kembali ke topik. Maaf…

Zeus vs Jupiter

Siapa dia? Keduanya sama-sama berperan sebagai Dewa Langit dan Raja para Dewa, memiliki petir, mengatur keadilan di Olympus, dan seterusnya.

Mana yang lebih kuat? Jupiter. Kalau kekuatan Raja para Dewa mengikuti ukuran dan jumlah pengikutnya, pengikut Jupiter di Romawi jauh mengalahkan pengikut Zeus di Yunani. Juga, Jupiter punya gelar Jupiter Maximus, Zeus gak.

Perbedaan Visual: Selain fakta bahwa umumnya dewa Yunani mengenakan toga, dan dewa Romawi mengenakan baju zirah, Jupiter dikenal punya Elang-elang Romawi di bajunya. Simbol utamanya pindah dari petir menjadi elang.

Sebuah figurin dari Jupiter… dan bukan Zeus.

Yunani:

  • Terkenal akan kebiasaannya melakukan tantrum kalau sedang kesal (dengan efek samping menciptakan badai petir) atau memacari cewe cantik karena ia tidak setia dengan Istrinya.
  • Digambarkan bijak tetapi tidak tampak sedikitpun bijak jika ia berada di sebuah cerita.

Romawi:

  • Memacari cewe cantik dan selingkuh dari Istrinya (sama juga sih) tapi dengan alasan menciptakan pahlawan dan prajurit kuat bagi Republik. Nice Save!
  • Lebih bijak, tidak begitu impulsif, tetapi masih memiliki sedikit isu amarah. Para dewa-dewi Yunani dan Romawi butuh Dewi Terapi Keluarga sepertinya. Juga lebih paranoid. (pantas saja ia paranoid. Para Kaisar Romawi banyak sekali yang dibunuh oleh “teman”-nya sendiri)

Hera vs Juno

Siapa dia? Hera dan Juno sama-sama bertugas sebagai Dewi pernikahan, dan keduanya juga sama-sama Ratu Olympus. Istri dari Zeus/Jupiter.

Mana yang lebih kuat? Juno. Alasan yang sama dengan Jupiter.

Perbedaan Visual: Hera terbiasa membawa tongkat dengan logo burung merak, dan kedua simbol utama Hera adalah Merak (makhluk indah dan anggun), serta Sapi (makhluk yang menjaga anaknya dengan baik). Juno, pada sisi lain, lebih menyukai kambing gunung sebagai simbol utamanya. Umumnya Juno digambarkan dengan kepala dari kambing gunung karena para wanita di Yunani digambarkan dengan simbol tersebut.

Yunani:

  • Pekerjaan Hera sehari-hari. Memastikan tidak ada satupun dari pacar Zeus yang sedang hidup senang.
  • Memiliki kebiasaan marah-marah, namun, sebagai seorang Ibu dan Ratu, memastikan tidak banyak konflik di Olympus.

Romawi:

  • Oke, sejujurnya, hampir tidak ada perbedaan langsung di antara keduanya, tapi Juno menjadi sumber penerima doa dari para istri prajurit. Tidak seperti di Yunani. Selain itu, ia menjadi lebih pandai dan tidak begitu banyak marah-marah (selama Jupiter sedang setia). Seperti yang diharapkan seorang Suami yang merupakan prajurit pada kebanyakan Istri mereka.

Poseidon vs Neptune

Siapa dia? Dewa laut, baik di Yunani atau Romawi.

Mana yang lebih kuat? Poseidon. Prajurit Romawi tidak suka dengan lautan. Neptunus menjadi jauh lebih lemah kebanding dengan Poseidon. (ia masih ditakuti, tapi tidak diapresiasi)

Perbedaan Visual: Tidak banyak. Selain perbedaan umum yaitu, Toga vs Baju Zirah, sedikitnya patung Neptune di Romawi tidak begitu membantu.

Yunani:

  • Terkenal akan kemampuannya menciptakan gelombang air, membuat kerajaan yang tidak menghargainya terkena badai serta gempa bumi, dan seterusnya.
  • Sistem kerajaan terpisah di Yunani membuat Poseidon sangat disukai oleh kerajaan di tepian laut. Sebagian besar kota yang memiliki nelayan mempunyai kuil ekstra besar untuknya.

Romawi:

  • Menjadi lebih lemah,tidak mendapat banyak dukungan, dan fakta bahwa Romawi menuntut tiap bagian pasukannya untuk mendukung dewa yang sama membuat Neptune tidak diapresiasi sebanyak Poseidon.
  • Oh iya, anak-anak Neptune dianggap sebagai kabar buruk oleh prajurit Romawi, karena mereka menganggap perjalanan dengan kapal sebagai perjalanan yang memiliki potensi kematian terbesar. Plus, mengingat bahwa Romawi merupakan keturunan dari Troya, dan Poseidon sangat-sangat anti-Troya di perang tersebut… Ya, intinya, orang Romawi tidak bisa menghargai Neptune.

Demeter vs Ceres

Siapa dia? Dewi agrikultur dalam bentuk Yunani, meses coklat dalam bentuk Romawi.

Mana yang lebih kuat? Demeter. Romawi merupakan bangsa berperang. Ketika mereka ingin makan, mereka tidak menumbuhkan makanannya. Ceres tidak begitu diapresiasi kecuali memang dibutuhkan.

Perbedaan Visual: Tidak banyak patung untuk membantuku menjelaskan.

Yunani:

  • Cerita yang cukup umum di Yunani kuno adalah penculikan anak Demeter, Persephone, oleh Hades. Jika anda belum pernah mendengarnya, intinya, resolusi konflik dan negosiasi sesudah penculikan tersebut adalah, para bangsa Yunani tidak bisa menumbuhkan makanan ketika musim gugur.
  • Demeter ditakuti saat musim gugur (ia lagi bad mood, jangan dipaksa), dan ia diapresiasi saat tanaman bisa tumbuh. Orang macam apa yang tidak mengapresiasi dewi yang menumbuhkan makanan.

Romawi:

  • Ya… Warga Romawi tidak butuh makanan dari Agrikultur. Cukup sampai situ saja.

Hades vs Pluto

Siapa dia? Dewa kematian serta bawah tanah dalam bentuk Yunani. Dewa kematian, bawah tanah, dan mineral berharga dalam bentuk Romawi.

Mana yang lebih kuat? Pluto.

Perbedaan Visual: Pluto selalu digambarkan memegang koin emas dan memiliki baju zirah yang dibuat dari emas. Para penyair Romawi selalu menggambarkan Pluto sebagai dewa terkaya di Yunani.

Yunani:

  • Hades menyeramkan. Ia menjaga jiwa-jiwa yang sudah mati, dan hidupnya cukup menderita. Aku tidak bisa dan perlu menjelaskan lebih lanjut tanpa membahas hal-hal menyeramkan, jadi, cukup sampai situ.

Romawi:

  • Sebagai dewa kekayaan dan kematian, para prajurit Romawi yang mengharapkan kematian bagi lawannya, menghargai Pluto lebih banyak daripada para warga Yunani. Oh, dan, Pluto digambarkan sebagai pemilik mafia, jadi, walaupun ia cukup kejam dan creepy, ia tetap kaya. Orang-orang suka uang.

Athena vs Minerva

Siapa dia?Athena adalah dewi peperangan (sisi taktis dan strategi) serta dewi kebijaksanaan. Minerva hanyalah dewi kebijaksanaan saja.

Mana yang lebih kuat? Athena. Ada kota di Yunani bernama Athens untuk mengingatkan anda akan hal tersebut. Plus, Minerva bukan dewi peperangan lagi, jadi, ya…

Perbedaan Visual: Minerva tidak pernah digambarkan sebagai Dewi yang memegang senjata. Iya. Itu sesederhana itu.

Yunani:

  • Athena memiliki sebuah kota dinamakan untuknya, dan dicintai karena menciptakan zaitun yang menjadi sumber ekonomi penting di sebagian besar kota.
  • Athena juga menjadi penerima doa para prajurit dan jendral di Yunani.

Romawi:

  • Minerva hanya dipuja oleh para cendekiawan di Romawi. Bangsa sebesar itu tidak punya banyak cendekiawan, sayangnya.

Seperti di penjelasan… Tidak ada satupun senjata yang para warga Romawi izinkan Minerva pegang.

Ares vs Mars

Siapa dia? Dewa perang!!!!!!!!!

Mana yang lebih kuat? Mars. (gelarnya, Mars Ultor. Ares tidak punya gelar) Tidak perlu penjelasan lebih lanjut.

Perbedaan Visual: Ares lebih menyukai pedang dan perisai, dengan pedang sebagai simbol utamanya. Mars, pada sisi lain, menyukai tombak, kadang menggunakan dua tombak untuk berperang. Baju zirahnya memiliki banyak simbol elang digambarkan untuk menandakan superioritas Republik Romawi. Simbol Mars adalah dua tombak.

Yunani:

  • Ares kasarnya merupakan dewa yang tidak dibutuhkan setiap waktu, bagi kerajaan-kerajaan di Yunani, mereka hanya benar-benar memuja Ares ketika butuh perang. Sebagian besar waktu malah, kekejaman Ares di peperangan tidak begitu disukai para prajurit Yunani, mereka memilih intelegensia dari Athena.

Romawi:

  • Mars, pada sisi lain… Merupakan dewa ketiga paling kuat sesudah Jupiter dan Juno. Jenis perang yang Mars dukung mengambil intelegensia milik Athena, serta kekejaman dari Ares di zaman Yunani. Jika Athena melemah drastis, Mars jadi jauh lebih menyeramkan.
  • Selain itu, Mars juga merupakan ayah dari Romulus dan Remus. Kedua demigod yang menciptakan Romawi.

Sesuai tebakan anda, ini adalah patung dari Mars. Pertama, ada serigala, simbol prajurit Romawi, dan Elang di perisai-nya…

Apollo vs Apollo

Siapa dia? Dewa musik, Dewa pemanah, Dewa… Ah, males ah, buka aja tulisan ini.

Mana yang lebih kuat? Apollo. 😀 Sebenarnya, sama sih, mereka sama-sama kuat, hanya memiliki sedikit perbedaan tugas.

Perbedaan Visual: Hampir persis. (Masalahnya Apollo sering digambarkan tanpa pakaian apa-apa jadi… perbedaan pakaian umum pun, tidak selalu berpengaruh)

Yunani

  • Apollo lebih banyak dipuja oleh para penyair serta para musikus di Yunani. Ia dicintai semua orang, memang betul, namun, pemuja utamanya merupakan penyair, musikus, dan pemanah.

Romawi:

  • Apollo di Romawi tidak sama. Pertama-tama, prajurit Romawi menyukai tombak dan pedang kebanding panah, dan mereka tidak butuh musik sebanyak para orang Yunani. Namun, Apollo tetap dipuja oleh semua orang, dan ia mendapat lebih banyak fans di dewan. Dewan Romawi sangat memuja Apollo karena ia juga merupakan dewa peramal. Lebih dipuja dalam segi meramal kebanding oleh para orang Yunani, karena seluruh Republik Romawi mengikuti ramalan yang sama.

Dionysus vs Bacchus

Siapa dia? Dewa anggur dan pesta pora!

Mana yang lebih kuat? Sama-sama saja…

Perbedaan Visual: Hampir persis. Bacchus pun tidak begitu sering berperang, tetapi ia dicintai dengan caranya sendiri

Yunani:

  • Pesta, drama, dan acara semacamnya merupakan tempat kesukaan Dionysus. Ia berpesta dan berpesta sesering mungkin…

Romawi:

  • Bacchus, pada sisi lain, tidak menganjurkan pesta pora jika tidak ada kemenangan. Intisari perbedaan Bacchus dan Dionysus ada di fakta bahwa Dionysus berpesta sepanjang waktu, dan Bacchus mendorong pesta sebagai bentuk selebrasi akan kemenangan.

Sisanya…

Selain kesembilan dewa tersebut, ada sisa…

Hephaestus/Vulcan (Dewa pandai besi), Hermes/Mercury (Dewa pengantar pesan), Aphrodite/Venus (Dewi cinta), dan Artemis/Diana (Dewi perburuan serta perawan).

Keempat dewa ini, hampir sama persis dalam bentuk Yunani serta Romawi. Mereka tidak punya perbedaan krusial atau semacamnya, dan bisa dibilang bahwa tugas mereka sama pentingnya dalam kedua sisi. Mungkin bentuk Romawi mereka lebih kuat dengan alasan yang sama Jupiter dan Juno lebih kuat, jadi bahkan jika tugas mereka sama, mereka punya lebih banyak pengikut, tapi aku tidak bisa dan juga tidak mau berkomentar terlalu banyak.

Kesimpulan

Oke… Aku sudah cukup banyak menerima orang-orang yang menyatakan bahwa Dewa Yunani dan Romawi sama saja. Gak. Mereka berubah. Cukup parah malah perubahannya bagi sebagian besar dewanya. Banyak sekali orang berpikir bahwa kedua peradaban tersebut sangat similer, padahal budayanya jelas berbeda, alhasil, dewa yang mereka puja juga berbeda… Eesh…

Sampai lain waktu!

Dewa-Dewi Zaman Baheula: Apollo

Dewa-Dewi Zaman Baheula: Apollo

Sudah lama kayanya ya sejak ada tulisan mitologi. 1 tahun? Lebih? Anyway, dengan pengecualian tulisan mengenai The Burning Maze tulisan Rick Riordan, kayanya aku perlu menambahkan satu atau dua tulisan mengenai mitologi di sini.

Serial ini tidak terbatas ke Dewa-dewi yang umum anda temui, seperti Zeus, atau Ra, atau Thor, dan seterusnya, tetapi juga akan membuka jembatan ke dewa-dewi yang tidak begitu umum, macam… ya, nikmati saja dulu episode ini ya.

Oke, pertama-tama, sebagai pembuka serial, aku akan masukkan dewa Yunani favoritku, Apollo. Jika anda bertanya kenapa aku menyukai Apollo, alasannya ada banyak, tapi alasan utamanya sebenarnya cukup sederhana. Untuk seorang dewa lelaki, Apollo sangat feminin. Aktivitas favoritnya termasuk (tapi tidak terbatas ke) bermain musik, menulis puisi, dan juga memanah, yang merupakan metode bertarung yang sangat tidak “manly”.

Selamat menikmati.

Bagaimanakah dia bisa menjadi dewa?

Oke, ini akan menyulitkan. Ayah Apollo tidak lain dari Zeus, dan ibunya merupakan seorang Titan (sejenis dewa yang lebih kuno dari para dewa-dewa Olympia) bernama Leto, yang menjadi dewa para Ibu di Yunani sesudah drama kehamilan panjang lebar di bawah ini.

Seperti yang banyak orang ketahui, Zeus adalah (secara tidak resmi) dewa poligami di Yunani kuno. Jumlah pacar yang ia miliki sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat… banyak. Mungkin anda akan mendebat dan mengingatkanku bahwa itu hanya cara interpretasi para penulis mitologi di zaman dahulu kala karena banyak orang mengaku bahwa mereka adalah anak Zeus, tetapi bahkan jika kita tidak menghitung anak-anak Zeus dengan seorang manusia, pacar miliknya tidak sedikit.

Leto dan Zeus memutuskan untuk memiliki anak, dan ya, Leto hamil…

7 bulan kemudian sesudah Leto hamil dengan KEMBAR, ia menyadari bahwa ia sudah sampai ke fase melahirkan. Lalu Apollo lahir. Happy Ending! YAY! Oh, sebentar, ini mitologi Yunani, selamat menikmati plot twist brutal.

Ha. Terima kasih sudah menambah bebanku menulis cerita ini.

Perjalanan Apollo menjadi dewa di Olympus sebenarnya rumit, karena ibunya memiliki masalah kehamilan yang termasuk keliling dunia saat hamil, dikejar-kejar ular piton yang katanya gede banget, masuk ke gua yang berada di tengah-tengah Yunani kuno, dan tentunya, mencari sebuah pulau yang punya kemampuan teleportasi karena pulau itu satu-satunya pulau yang bisa menjadi tempat melahirkan bagi ibunya.

Leto tentunya menghadapi kutukan dari Istri Zeus yang sudah merasa muak akan ketidaksetiaan suaminya. Jadi, tentunya, karena suaminya tidak mungkin dihukum begitu parah, ia melakukan hal yang paling wajar. Ia melampiaskan amarahnya ke pacar suaminya.

Leto dikutuk, tentunya. Tidak ada satupun pulau, atau tanah yang memiliki akar, yang boleh menjadi tempat untuk melahirkan bagi Leto. Langit, lautan, dan juga dunia bawah tanah juga tidak bisa digunakan, karena ketiga penguasa daerah itu juga takut dengan Hera. (Zeus, Poseidon, dan Hades tidak ingin masalah dengan ratu para dewa tentunya… Terutama bagi Zeus yang cukup apes untuk memiliki istri yang galak seperti itu)

Jadi, apa yang Leto lakukan?

Ia mencari tempat perlindungan di gua milik ibunya, Phoebe. Phoebe adalah seorang Titan yang mampu melakukan peramalan. Namun, sayangnya, gua tersebut dihinggapi seekor ular piton raksasa bernama Python karena tidak ada nama yang lebih kreatif dari itu.

Jadi, Leto kabur.

Dalam kondisi hamil kembar 7 bulan.

Dikejar-kejar seekor ular python raksasa.

Tanpa ayah dari kedua anak tersebut.

Dan dalam beberapa versi, juga dikejar kanibal raksasa yang dikirim oleh Hera. Untungnya aku baik, jadi dalam versiku, Leto tidak dikejar kanibal raksasa yang dikirim Hera.

Sesudah menerima ramalan yang berisi Syarat dan Ketentuan dari kutukan Hera, Leto menyadari bahwa hanya ada satu tempat dimana dia bisa melahirkan. Di sebuah pulau bernama Delos. Pulau tersebut merupakan satu-satunya pulau yang tidak memiliki akar.

Sayangnya, menurut hukum sains zaman baheula di Yunani, pulau yang tidak punya akar akan tertiup dan tergeser posisinya tiap harinya, dengan mudah ombak dapat menghempaskannnya dan memindahkannya.

Jadi akan butuh waktu yang sangat panjang untuk menemukannya.

Jadi, apa yang Leto lakukan?

Ia membayar seorang pelaut, dan memintanya untuk berlayar sampai Delos dapat ditemukan.

Lalu Delos ditemukan. Cerita Apollo lahir sudah beres, Apollo dilahirkan di situ, bersama kembarannya, Artemis, dan kelahirannya disaksikan para dewi Olympia minus Hera.

Begitu lahir, Apollo langsung meminta sebuah gitar, dan sebuah busur serta panah.

Hal pertama yang ia lakukan? Bermain musik untuk mengisi keheningan di dunia ini, dan ia menjadi dewa terpenting bagi para seniman di dunia.

Oh iya, untuk orang-orang yang ingin tahu tanggal lahir Apollo. Tanggal 7, bulan 7, ketika ibunya hamil 7 bulan. 7 menjadi angka yang sakral bagi Apollo.

Ada beberapa versi menyatakan Artemis lahir terlebih dahulu dan membantu kelahiran kembarannya, dan juga ada beberapa versi dimana Apollo lahir sebelum Artemis lahir, dan ia memainkan sebuah lagu untuk menenangkan ibunya. Pilih saja yang mana.

Sesudah itu, Apollo melakukan hal yang dewa apapun akan lakukan sesudah lahir tentunya. Ia membalaskan dendam. Ular Piton yang tadinya mengejar ibunya ketika hamil… Woosh, ia bunuh dengan sekejap. Ia terbang ke depan gua di mana ular tersebut tidur, dan menembaknya dengan sebuah panah. Masalah selesai, ular tersebut mati!

Sesudah itu, apa yang ia lakukan? Ia terbang ke Gunung Olympus, rambut pirangnya berkilau, dengan gitar (karena Lira yang menjadi simbolnya belum diciptakan) di satu tangan, dan busur serta panah di tangan yang lain, menggedor pintu, dan meminta kursi Dewan Olympia.

Tiada yang berani menolak. Apollo tampak seperti seorang dewa, dan tentunya ia menjadi dewa yang amat penting. Artemis juga mendapatkan kursi dewan, namun dengan metode berbeda, dan aku tidak ingin mengetik terlalu banyak tentang itu.

Oke, dari lahir hingga ia menjadi anggota dewan Olympia. Sekarang, mari kita lihat hal-hal yang Apollo lakukan, dan seperti apakah tingkah lakunya?

Kepribadian, dan kekuatan.

Apollo adalah dewa laki-laki yang paling moody yang anda akan temukan.

Selain menjadi seorang dewa yang punya begitu banyak kekuatan dan domain kekuasaan, Apollo juga merupakan dewa yang sangat bergantung pada mood-nya untuk melakukan sesuatu. Ia dapat dengan mudah terdistraksi, dan ia juga dewa yang sangat sering melakukan hal yang ia sesali di kemudian hari.

Sama seperti tema angka 7 tadi, domain kekuasaan utama Apollo ada 7.

Musik, Memanah, Puisi, Ramalan (ceritanya panjang), Penggembalaan, Obat-obatan, dan Matahari.

Oh, Apollo dan Artemis juga merupakan dewa paling dihormati di Troya, jadi keduanya berperan cukup banyak dalam menjaga bangsa tersebut ketika sedang diserang oleh Prajurit Yunani.

Apollo sendiri baru menjadi dewa matahari sesudah banyak warga Yunani dan Romawi yang kebingungan dan menyalahkan dirinya sebagai dewa Matahari. Memberikan tugas tersebut dari Helios, ke Apollo. Apollo yang sangat flashy sebagai dewa membingungkan para raja Yunani kuno.

Mengingat bahwa ia sangat mudah bosan dan sangat Moody, (ia dapat dengan mudah terperangkap dalam satu emosi dan melupakannya beberapa hari kemudian) mari kita rekap beberapa kebodohan yang ia telah lakukan, dan emm, coba evaluasi sendiri mana yang kira-kira ia sesali.

  • Memerintahkan dan mengarahkan panah dari Pangeran Paris ke tumit dari Achilles.
  • Menguliti seekor/seorang Satyr (setengah kambing setengah manusia) bernama Marsyas karena ia kalah padanya dalam sebuah pertandingan musik.
  • Mengutuk Eros, (atau lebih dikenal dengan nama Cupid) dan menghinanya.
  • Mengejar seorang nymph bernama Daphne yang dikutuk oleh Eros untuk tidak pernah mencintai Apollo.
  • Mengusir dewa angin bernama Zephyros ketika sedang rebutan perhatian untuk seorang pasangan. Pasangan tersebut mati keesokan harinya karena Zephyros mengendalikan angin untuk melemparkan sebuah piringan besi ke pinggiran kepala pasangannya.
  • Dan masih banyak lagi.

Apollo begitu keras kepala dan sangat meledak-ledak ketika melakukan sesuatu hingga ia tidak dapat fokus dan serius seratus persen dalam melakukan sesuatu.

Selain itu, Apollo yang sudah jelas inkonsisten ini sering melakukan banyak hal yang ia tidak ingin lakukan, hanya karena mood-nya sedang jelek.

Sekarang, anda ingin menanyakan kenapa aku masih menyukai dewa ini?

Meski ia sangat moody, Apollo banyak disukai orang. Orang-orang akan selalu membutuhkannya, kapanpun, dan dimanapun.

Seorang seniman jelas membutuhkannya, seorang petani membutuhkannya karena ia dewa para gembala juga, seorang jendral membutuhkannya untuk memberikan keberuntungan bagi para pemanahnya dan para mediknya, dan terakhir, seorang raja juga membutuhkannya karena dia dapat memberikanmu informasi tidak jelas akan masa depanmu.

Apollo disukai warga Yunani dari pangkat apapun, dan apapun pekerjaannya.

Selain itu, walau Apollo moody dan sombong, ia bukan dewa yang sombong karena dia memang sombong dari sananya. Ia menjadi sombong dan merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus karena semua orang membutuhkannya, bukan karena karakternya memang sombong.

Ia tidak seperti beberapa dewa lain yang karakternya dibentuk semacam tragedi, justru sebaliknya. Karakter Apollo dibentuk atas hal yang bahagia, dan karakternya yang tidak stabil itu menciptakan banyak tragedi.

Sampai lain waktu!

Mitologi Millennial: Legenda Situ Bagendit

Mitologi Millennial: Legenda Situ Bagendit

Mitologi Millennial kali ini berada dalam kisaran Cerita Daerah… Aku memutuskan untuk menampilkan cerita Legenda Situ Bagendit…

Seperti biasa, mitologi millennial adalah sebuah cerita daerah, ataupun mitologi yang dikonversi agar bisa dinikmati para millennial.

Selamat menikmati!

DISCLAIMER: Harap catat bahwa cerita ini sebagian besar ditulis ulang, dan jika ada teknologi yang belum ada di zaman itu, bayangkan saja apa yang aslinya dilakukan oleh orang-orang di zaman itu. Serta ada beberapa versi dari cerita Situ Bagendit ini, harap ketahui bahwa ini tidak pasti, namanya juga mitologi

Senang Ditinggal Suami…

Hiduplah seorang Janda di Jawa Barat. Lokasinya dimana mungkin pembaca bertanya? Entahlah, coba aja pake Google Maps cari sendiri. Tinggallah seorang istri, yang aku pastikan sebagai cewe cantik, karena ia memiliki suami kaya raya… Dengan nama Nyai Endit.

Suaminya seorang pengusaha beras, dengan lumbung padi yang besar, tapi mungkin di malam hari suaminya juga merupakan seorang Daytrader, dan bermain saham. Rumahnya sih katanya mewah, tapi seperti desain orang kaya pada umumnya, lebay, dan malah jadi nora.

Tidak lama sebelum mulainya cerita ini, Nyai Endit ini ditinggal suaminya yang meninggal.

Sesudah (pura-pura) sedih dan mengubur serta mendoakan suaminya, Nyai Endit membuat sebuah pesta. Kenapa? Tentu saja! Suaminya yang biasanya tidak memberikan uang jajan terlalu banyak buat belanja tas di mall desa, dan juga benda-benda lucu tapi tidak diperlukan di Tokopedia dan Shopee… akhirnya tidak ada! Uang yang biasa dipakai untuk beli saham, dan juga lahan padi bisa dipakai berfoya-foya!

Apa yang seharusnya membuatnya sedih?

(Catatan Penulis: Meski tidak dijelaskan, aku punya firasat Nyai Endit ini istri muda dan satu-satunya istri mendiang suaminya…)

Selain fakta bahwa suaminya kaya, suaminya juga memiliki preman… (WAH! Jangan-jangan… suami Nyai Endit ini Mafia Sunda!) Sebenarnya bukan preman juga sih, tepatnya bodyguard…

Sesudah kegirangan ditinggal suami tetapi, bodyguard ini betul dijadikan preman!

Masa Kejayaan Mafia Endit

Hari-hari menjadi gelap. Para Petani yang bekerja di lahan padi milik Godmother Nyai Endit ini terpaksa membayar pajak mahal, dan hanya bisa mendapat laba yang hanya sepeser kecil dari hasil penjualan padi miliknya. Hal yang sama terjadi, dengan amat disayangkan untuk para “pedagang” saham. Software bertukar saham yang tadinya gratis, sekarang berbayar! Mengapa mereka tidak bisa mengikuti jejak WhatsApp saja? Yang tadinya berbayar jadi gratis!’

Apa saja yang ia lakukan pada warga-warga, dan bagaimana ia menyiksa mereka? Mungkin itu ditanyakan, jadi…

  • Petani yang bekerja di lahannya harus membayar pajak ke dirinya, serta hanya diberikan sepeser hasil penjualan
  • Pedagang saham yang menggunakan software gratis buatan suaminya harus membayar.
  • Supir Gojek (ehem, dan Grab tentunya) semua dipaksa kerja keras, dan jika target poin nya tidak terpenuhi, maka ia tidak dibayar oleh Nyai Endit yang meminjamkan motor dan HP untuk menarik order.
  • Warung-warung pinggir jalan harus memberikan sebagian makanannya untuk Nyai Endit jika tidak ingin dipalak, dan masih banyak lagi…

Ini tentunya diprotes oleh warga-warga… Down With Godmother! Tetapi, disinilah dimana para preman berfungsi. Seperti yang dilakukan crime lord pada umumnya, wajib ada 2-4 orang preman, atau orang kuat yang bisa mengusir dan membunuh siapapun yang berusaha untuk protes dari kejahatan yang ia buat.

Jadi, jika ada yang protes dan meminta upah lebih besar, atau meminta pajaknya dipotong, atau bahkan berusaha mencari crack untuk software saham! Langsung diketok (baca, didobrak) pintunya oleh para preman. Biasanya mereka dipalak, terkadang kepalanya digetok, dan jika kejahatan yang mereka lakukan adalah crack software saham, komputer mereka dirusak.

JENG JENG JENG!

Tetapi, selama seluruh desa tak bernama itu melarat, apa yang dilakukan oleh Nyai Endit?

Marie Antoinette Sunda

Jadi, tentunya, sebagai seseorang yang terlalu kaya dan memiliki tentara sendiri, sebenarnya, mastermind dan orang kejamnya sendiri bersenang-senang. Setiap hari, layaknya Marie Antoinette (dia ratu Prancis yang kepalanya dipenggal di umum ketika semua warga Prancis masuk ke rumahnya dan teriak… VIVE LA REVOLUTION!) ketika ia masih hidup, ia berpesta pora.

Mungkin kalau Marie Antoinette doyan kue, kalau Nyai Endit lebih doyan Goyobod, Oncom atau Batagor lah, layaknya orang Sunda.

Tiap hari, warga yang kelaparan kerjaannya hanya mupeng aja di depan rumahnya. Ketika orang-orang yang ikut Mafia Nyai Endit, punya makanan enak, dimasak chef dengan bintang Michelin (oke, sebenernya ini dilebihkan, aku tidak punya lelucon untuk ini, peace out), mereka hanya makan nasi putih pake kecap. Itu pun kadang nasinya gajih…

Namun, pada suatu hari ada dua pemuda yang baru saja pindah ke sini, dan mereka langsung kelihatan punya niatan untuk mengubah kondisi ini, dengan menggulingkan Godmother Nyai Endit…

Revolusi!

Aku sebagai penulis yakin 100% bahwa ini sangat-sangat mirip dengan Suicide Bombing, tetapi sepertinya zaman dahulu kala belum ada konsep terrorrisme, jadi aku tidak punya komentar yang lebih banyak…

Kedua pemuda itu menghilang keesokan harinya, dan mereka kembali bersama Kakek-kakek, yang langsung datang ke rumah Nyai Endit. Mereka sudah punya rencana untuk merusak Crime Empire milik Nyai Endit.

Awalnya, Nyai Endit ingin langsung menyuruh para preman untuk membunuhnya, tetapi ia tidak terlalu keberatan, dan sesekali ia ingin menjadi orang sedikit baik. Jadi, Nyai Endit yang tidak pernah melihat orang ini sebelumnya berasumsi ia pengemis, dan ia berjalan bertatih-tatih dengan tas Louis Vuitton-nya, dan dengan sepatu high heel Gucci miliknya.

Sesampai di pintu, ia ditanyakan sedikit oleh Kakek itu, dalam percakapan seperti ini… Ternyata Kakek ini lebih cocok disebut sebagai seorang Sage, kaya Master Kura-Kura di Dragon Ball kebanding disebut seorang pengemis.

  • Kakek: Punten Teh, ari, ini kok warganya pada lapar begini ya?
  • Nyai Endit: Mereka kurang kerja Kang…
  • Kakek: Oh begitu toh… Katanya mereka sudah lelah, supir gojek udah narik 28, tapi karena belum 30 gak dikasih bonusnya sama Teteh, terus petaninya juga pada capek nyangkul seharian.
  • Nyai Endit: Memangnya kenapa Kang kalau mereka kurang kerja? Ini kan desa saya!
  • Kakek: Ari Teteh, Geulis, tapi meuni… jutek nya…
  • Nyai Endit: Pergi aja sana Kang, sebelum diusir Preman…
  • Kakek: Justru Teh, saya mau ngasih hadiah… Saya taro aja ya di tanah sebelah situ…
  • Nyai Endit: Hah?
  • Kakek: Kalau ditarik tuh tongkat entar keluar emas ya… Mau kan? Daripada lama ngeles sama saya, udah lah, itu hadiah untuk Teteh.

  • Nyai Endit: Makasih Kang yang saya belum pernah ketemu…

Kakek itu pun menaruh tongkatnya di halaman rumah Nyai Endit.

Ia menyuruh semua Premannya mencoba untuk melepas tongkat itu dari tanah, tetapi tidak ada yang bisa melepas tongkat di tanah itu. Sayangnya tidak ada preman yang bisa melakukan itu, jadi, Nyai Endit pun melakukannya sendiri…

Dan bomnya meledak…

Jadi, bom itu meledak. Sudah, sesederhana itu.

Tongkat itu meluarkan muntahan air yang sangat-sangat cepat, langsung menenggelamkan seluruh warga di desa tersebut. Hanya si kakek yang berhasil kabur. Kakek itu sepertinya guru untuk kedua pemuda yang hanya memanggilnya kesini, tetapi bahkan ia lupa mengajak muridnya pergi.

Air itu pun menenggelamkan seluruh desa, dan ya… termasuk warga-warga disitu. Layaknya seorang dewa, sang sage kaya kura-kura di Dragon Ball itu menghancurkan seluruh desa demi menghancurkan sebuah crime dynasty.

Sedikit kejam menurutku.

Ya setidaknya korban-korban itu, terutama yang kurang ajar punya banyak waktu untuk…

Oh iya, air ini disebut Situ Bagendit, dan sekarang katanya memiliki warna bergemilau jika terkena matahari. Aku sendiri tidak mengerti bagaimana semua sepatu, tas, tiara, cincin, entah apa hal yang orang kebanyakan duit punya untuk bisa tidak rusak selama itu, tetapi ya… namanya mitologi 🙂

Nikmati sajah!

Kesimpulan…

Aku bingung.

Dari banyaknya sumber aku membaca Situ Bagendit, semuanya selalu berujung ke desa ini hancur demi menaklukkan si Nyai Endit ini yang kejam…

Apakah tidak ada cara lain untuk meluruskan keadilan yang tidak adil ini? Pada dasarnya, sebenarnya Sage tak bernama ini teroris. Ia percaya ada suatu ketidakadilan dan kediktatoran dalam sistem pemerintahan ini, tetapi… hah…

Kenapa mesti diakhiri dengan cara yang kejam?

Sampai lain waktu!

Mitologi Millennial: Pitaloka dan Hayam Wuruk

Mitologi Millennial: Pitaloka dan Hayam Wuruk

Selamat datang! Ini adalah serial baru… dan untuk kali ini aku ingin membuat sebuah cerita (mitologi) yang berat menjadi cerita yang lebih ringan dan mampu dibaca millennial dengan santai. Serial ini akan jadi serial baru juga, dan semoga serial ini akan lebih sering keluar dan jadi post di blog ku.

Kali ini mitologi yang akan di millenialism kan adalah tentang tuan putri Dyah Pitaloka Citra Resmi (atau Citrarashmi).

Enjoy!

DISCLAIMER: Harap catat bahwa cerita ini sebagian besar ditulis ulang, dan jika ada teknologi yang belum ada di zaman itu, bayangkan saja apa yang aslinya dilakukan oleh orang-orang ini di zaman itu. Serta ada banyak versi dari cerita Pitaloka ini, harap ketahui bahwa ini tidak pasti, namanya juga mitologi. Atau tidak, mengingat ini sebenernya rada nyata..

Hayam Wuruk Dan Instagram

Suatu pagi, Hayam Wuruk, raja dari kerajaan Majapahit yang sedang berada di puncak kekuasaannya berkat bantuan jendral Gajah Mada sedang gabut. Jadi, tentunya, seperti anak muda (Hayam Wuruk merupakan raja yang cukup muda tentunya, umurnya masih dalam kisaran kepala dua) pada umumnya yang gabut, ia pindah ke satu dari dua hal, dua duanya dilakukan di Smart Phone.

Mobile Legends atau Instagram.

Karena Hayam Wuruk terlalu jago main Mobile Legends dengan strategi yang ia dapatkan atas ajaran Patih Gajah Mada… Ia beralih ke Instagram. Meski ia sudah punya istri, Hayam Wuruk masih suka senyum senyum dan stalking cewe-cewe cantik di Instagram.

Tepatnya pada hari itu, ia mencari perempuan dengan #tuanputri. Dan ia menemukan sebuah perempuan cantik jelita dengan follower yang kurang banyak… Jadi, tentunya jika tuan putri ini menghilang, tidak banyak yang akan panik, atau bahkan marah atas selingkuhnya Hayam Wuruk.

Jadi, Hayam Wuruk pun membuka banyak foto milik Putri Dyah Pitaloka, dari Kerajaan Sunda yang tentunya tidak sekuat Majapahit. Hayam Wuruk sendiri merasa sangat puas sesudah menemukan cukup banyak foto milik Pitaloka. Namun, sayangnya, sebagai Raja dari kerajaan yang memang kuat, ia hampir selalu mendapat keinginannya.

Kemudian, Hayam Wuruk menggunakan fitur message dari Instagram, dan ia mengajak ngobrol Putri Pitaloka. Pitaloka sendiri sekarang berada kira-kira di umur kelulusan SMA, pasnya 18 tahun, dan jika remaja pada umumnya mengambil tes SBMPK (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Kerajaan), Pitaloka, malahan diminta ayahnya untuk menikahi sebuah raja yang memiliki kekuasaan yang kuat, agar Kerajaan Sunda makin mampu selamat sebagai kerajaan.

Ternyata, Pitaloka tahu bahwa dia dikecengin sama raja dari kerajaan paling kuat. Pitaloka sendiri cukup bingung, ia belum mau menikah, tapi kalau ayahnya tahu dia dikecengin raja Majapahit ini, pasti dipaksa nikah lah…

Jadi, kurang lebih chat mereka seperti ini, dan Pitaloka menolak Hayam Wuruk dengan cukup… ya, kasar sih.

  • Hayam Wuruk: Hai, kenalan dong
  • Pitaloka: Kamu Hayam Wuruk kan?
  • Hayam Wuruk: Ia dong, siapa sih yang gak tau aku, kalau kamu siapa?
  • Pitaloka: Gak bisa baca profile aku apa?
  • Hayam Wuruk: Ih, judes banget deh. Main ke Majapahit mau gak?
  • Pitaloka: Kenapa?
  • Hayam Wuruk: Kali kamu mau jadi permaisuriku disini, pasti lebih seneng deh daripada di Kerajaan Sunda.
  • Pitaloka: Gak ah…
  • Hayam Wuruk: Jangan gitu dong…
  • Pitaloka: Ah gak mau ah… Kan kamu dah punya istri!

Dan mungkin hal yang mirip terjadi tiap kali mereka ngobrol sampe si Hayam Wuruk sendiri capek ngontak Pitaloka. Jadi, ia bersiasat dengan meminta bantuan Jendralnya yang lagi tidak berusaha menaklukkan kerajaan apa-apa, dan hanya gabut saja.

Gajah Mada Sebagai Wingman

Saat ia sudah super bingung… Hayam Wuruk mengajak Gajah Mada ngobrol, dan sepertinya Gajah Mada menemukan solusi, karena sepertinya Gajah Mada tahu bahwa punya cewe baru itu gak jauh-jauh dari politik. Alasan yang sama kenapa Hayam Wuruk menikahi istrinya, untuk memperkuat kerajaan.

  • Hayam Wuruk: Gajah Mada, aku butuh bantuan!
  • Gajah Mada: Siap Paduka, negeri apa yang bisa saya taklukkan Siap
  • Hayam Wuruk: Bukan negeri, Patih Gajah Mada, saya ingin permaisuri baru. Tepatnya tuan putri dari Kerajaan Sunda.
  • Gajah Mada: Siap Pitaloka? Siap
  • Hayam Wuruk: Betul, udah siapnya gak usah dipake, kamu udah beres kok Bantara nya
  • Gajah Mada: Siap, tidak usah pake siap, siap… EH! Siap, eh… aaaahhh
  • Hayam Wuruk: . . . . . Oke… Ada ide rencana?
  • Gajah Mada: WhatsApp ayahnya, tawarinnya ke Raja dari Negeri Sunda, bukan ke Pitaloka, tuan putri pasti menolak.
  • Hayam Wuruk: Oh iya, aku ada ide, kita WhatsApp raja Negeri Sunda nya aja, dan kasih dia perlindungan dan persekutuan dari Majapahit!
  • Gajah Mada: Raja betul sekali!
  • Hayam Wuruk: Iya dong, aku pinter milih kamu jadi jendralku
  • Gajah Mada: Raja, tanpa maksud menyinggung, tapi saya jendral ayahmu juga dan paduka dengan bijaknya menyuruh saya menaklukkan kerajaan, tidak seperti ayah Paduka.
  • Hayam Wuruk: Oh iya, betul ya… Ayahku yang pinter milih kamu jadi jendral berarti…
  • Gajah Mada: Eh, bentar… Prabu Wangi cuman punya WhatsApp doang ya?
  • Hayam Wuruk: Biasa, orang tua, paling Line nya juga cuman punya yang lite.
  • Gajah Mada: Oh iya, jadi kapan bisa dilaksanakan rencananya?
  • Hayam Wuruk: Segera, Patihku… segera!

Gak bakalan ada raja yang bakal nolak kalau sebagai simbol persekutuan dan keamanan, tuan putri dan raja dari dua kerajaan menikah. Jadi, Hayam Wuruk dan Gajah Mada menciptakan sebuah rencana untuk Hayam Wuruk.

Rencana ini kurang lebih berarti bahwa Gajah Mada dan sebuah pasukan kecil akan mengawal Pitaloka dan raja untuk berpergian dari Sunda ke Majapahit. Jaraknya sendiri relatif dekat, dan lucunya, dari banyaknya kerajaan dan wilayah yang sudah ditaklukkan Patih/Jendral Gajah Mada… Sunda sendiri yang tetanggaan sama Majapahit gak diserang, karena katanya mereka satu keturunan dari Raden Wijaya, pendiri Majapahit.

Nah, ini mungkin rada membingungkan… tapi sebenernya, Patih Gajah Mada ini kan emang terkenal gara-gara Sumpah Palapa nya. Dan sejujurnya Gajah Mada sendiri mau mengawal Pitaloka demi mendapatkan wilayah Kerajaan Sunda, dan diklaim sebagai bagian dari Majapahit. Mungkin Gajah Mada dah ngidam makan buah Pala, dan sebenernya Kerajaan Sunda itu satu dari sedikit kerajaan yang belum jadi bagian dari Majapahit.

Ini tentunya sedikit (eh, bukan sedikit, sangat) bertentangan dengan tujuan Raja Sunda (Aku belum sukses nemu nama aslinya) yang mau menikahkan Pitaloka demi menahan nama Kerajaan Sunda dan aman dari serangan Majapahit… Tapi, perbedaan ini belum mau dibereskan atau bahkan diutarakan ke Hayam Wuruk atau Kerajaan Sunda.

Sebelum kita ke bagian berikutnya, Sumpah Palapa punya beberapa versi…

  1. Gajah Mada hanya makan makanan yang rasanya hambar sampai Nusantara ia satukan.
  2. Gajah Mada gak bakal makan Buah Pala sampai Nusantara ia satukan.
  3. Gajah Mada berpuasa sampai Nusantara ia satukan.

Karena 1 dan 3 terkesan brutal, aku ambil versi dua ya.

Mengawal Tuan Putri.

Sesudah WhatsApp-an bareng Prabu Wangi (yeay ketemu juga akhirnya namanya Raja Sunda!), sudah diresmikan bahwa Pitaloka akan menjadi Permaisuri, atau selir dari Hayam Wuruk. Tetapi, ada miskomunikasi… Prabu Wangi sendiri gak tahu bahwa Pitaloka itu cuman jadi simpenan doang, bukan Ratu yang punya suara dalam pemerintahan Majapahit.

Jadi apa yang terjadi atas kesalahpahaman dan miskomunikasi ini? Ya itu… belum ketahuan sekarang mah. Tapi, kalau dah pernah baca cerita ini di tempat lain sebelumnya, Perang Bubat… Bubatnya bukan singkatan buah batu, itu bukan singkatan apa-apa.

Nah, jadi Gajah Mada dan sejumlah pasukan Majapahit berangkat dan akhirnya sampai ke Kerajaan Sunda. Sesudah rasa sebel dan tentunya rada sensi ala perempuannya Pitaloka yang kekeuh…

Meskipun dia kekeuh nyanyi dangdut, dan juga gak mau… Pitaloka akhirnya mau juga dibujuk untuk ikut ke Majapahit. Untuk sesaat segalanya tampak aman, dan jika ada yang gak aman toh ada sepeser dari pasukan Majapahit dan hampir seluruh pasukan Sunda.

Tentunya karena ini bukan mitologi Yunani, di perjalanan tidak ada monster, penyihir, pahlawan lain, demigod jahat, atau dewa nyasar di tengah jalan. Jadi, perjalanan mereka aman sampai… sekitar setengah jalan.

Entah bagaimana, Gajah Mada sengaja keceplosan (ini paradoks!) untuk mengintimidasi Prabu Wangi, dengan bilang bahwa ternyata Pitaloka ini cuman sebatas simpenan, dan gak bakal dijadiin Ratu, hanyalah sebagai simbol kerajaan Sunda untuk bersatu dengan Majapahit. Sesuai dengan keinginannya dalam memenuhi Sumpah Palapa.

Tentunya, Prabu Wangi sangat sebal karena ia merasa ditipu… Jadi tepat pada saat itu juga… “Idih, itu dasar Millennial, banyak mau-nya banget… Udah lah… SERANG!”

Prabu Wangi memberi perintah ke Pasukan Sunda untuk menyerang Pasukan Majapahit. Inilah cara mulainya Perang Bubat.

Perang Bubat

Jadi, di Perang Bubat ini, tidak banyak detil keberanian seseorang yang dapat ditemukan. Tetapi ada 3 hal yang cukup sering dibahas, sehingga kayanya ini cukup universal dalam versi manapun.

  • Kerajaan Sunda dan Majapahit sama-sama kehilangan sebagian besar dari pasukan kirimannya. Untuk Majapahit ini hanya sebersit kecil, tetapi untuk Kerajaan Sunda, ini cukup banyak, mungkin sekitar 70% dari seluruh pasukannya.
  • Prabu Wangi terbunuh di pertempuran ini. Kerajaan Sunda bukan hanya kehilangan mayoritas tentaranya, tapi juga pemimpinnya.
  • Pitaloka bunuh diri saat peperangan karena ia memilih mati saja daripada harus menyerahkan dirinya ke Hayam Wuruk.

Tentunya kematian Pitaloka ini memukul Hayam Wuruk cukup parah, meski ia baru mengenalnya melalui Instagram sekitar 3 bulan yang lalu. Sehingga ia menghukum Gajah Mada, dengan mengasingkannya secara tidak terhormat untuk mati saja tanpa bantuan kerajaan.

Tetapi, sebelum diasingkan, Gajah Mada cukup nekat untuk menghancurkan Kerajaan Sunda yang memang sedang runtuh sesudah kehilangan raja dan juga banyaknya pasukannya. Jadi, Gajah Mada dapat mencoret satu dari sedikit (mungkin dibawah 8) kerajaan lagi yang belum bersatu dengan Majapahit.

Sayangnya beliau diasingkan dan… karena…

  

begitu Gajah Mada tak bisa lagi menyatukan Nusantara… akhirnya, Patih maha kuat, Achilles dari Indonesia… juga meninggal…

Majapahit kehilangan kekuatan terbesarnya sesudah Patih/Jendral Gajah Mada dipaksa meninggalkan kerajaan tersebut. Dan hanya karena ego-nya Hayam Wuruk, Majapahit pun melemah, melemah dan melemah sampai kerajaan itu hampir tiada bekas.

Kesimpulan

Bingung… aku bingung!

Cerita ini cukup bagus, tapi entah kenapa, aku gak bisa narik kesimpulan kaya di post ku yang lain…

Apa ya… hmm….

Aku yakin di kedua bab terakhir saja, banyak orang yang cukup ngeh bahwa semua ini terjadi karena egoisnya orang-orang. Gajah Mada egois untuk menyelesaikan Sumpah Palapa-nya, Prabu Wangi egois untuk mempertahankan kerajaannya, dan Hayam Wuruk egois untuk mengiginkan Pitaloka yang gak mungkin ia dapatkan.

Sepanjang cerita, Pitaloka hanyalah sebuah objek, sebuah asset untuk ditukar dengan benda lain. Sedangkan semua tokoh besar yang lain adalah simbol ego manusia yang gak ada duanya gedenya itu.

Jadi, kesimpulan hari ini adalah, singkirkan ego dan lihatlah hal dalam gambar yang lebih utuh…

Sampai esok hari!