Tag: marvel

Benda-Benda Kolektibel. Kenapa Kita Ketagihan?

Benda-Benda Kolektibel. Kenapa Kita Ketagihan?

Dengan Star Wars yang tampak akan masuk ke Bioskop Indonesia dengan cepat… Aku rasa ini momen yang pas untuk membahas Benda-Benda Kolektibel!

Minggu depan aku akan membuat tulisan yang lebih spesifik tentang Star Wars dan mainan-mainan Star Wars, tetapi minggu ini, aku akan membahasnya dalam sudut pandang yang jauh lebih umum. Benda-Benda Kolektibel-nya sendiri.

Selamat menikmati.

Merchandising is Underrated.

Semua Film Star Wars menghasilkan 7 Milyar Dollar US. Mainannya? Menghasilkan 14 Milyar Dollar US . Spider-Man? 6.4 Milyar Dollar US (ketiga reboot ditotalkan). Mainannya? Tenang, hanya 1.3 Milyar Dollar US. Per tahun (bahkan adanya film baru keluar tidak begitu merubah angka ini, rata-ratanya dari 1.0 sampai 1.4 milyar).

Merchandise. Butuhkah kita?

Dari semua geeky trend yang ada di dunia (Star Trek, Star Wars, Spider Man, Batman, Superman, Semua Putri Disney), hanya Avengers yang sepertinya mendapatkan penjualan lebih banyak dari film kebanding merchandise. Itu pun sebenarnya bukan karena penjualan Merchandise Avengers begitu sedikit, tetapi karena penjualan film Avengers yang sangat banyak, dan mampu merambah orang-orang yang bahkan jarang menonton film.

Film-film dan studio-studio yang berpikir kapitalis tentunya tidak lagi bergantung pada film sebagai sumber penghasilan. Justru mereka bergantung pada jualan Merchandise.

Angka-angka dari merchandising tampaknya tidak akan berubah begitu banyak, sedangkan kalau tren Box Office… Kita bisa melihat penurunan ketika kualitas filmnya tidak begitu bagus.

Sampai hari ini, aku pribadi percaya bahwa Age of Ultron adalah film Avengers yang terburuk karena film tersebut diniatkan hampir murni untuk jualan Merchandise kebanding memberikan film yang memang bagus… dan sebenarnya, rencana mereka jualan merchandise gak bener-bener gagal… Age of Ultron menghasilkan 45% lebih banyak dari merchandise kebanding penjualan tiket.

Hal yang lebih konyol lagi, konsumen merchandise jumlahnya lebih sedikit kebanding jumlah tiket yang terjual.

Aku tidak punya angka empirik. Perkataan ini hanya reka-reka saja, tetapi aku yakin bahwa tidak ada orang yang membeli 2 tiket untuk satu orang kan? Mungkin ada orang yang menonton film yang sama 3 atau 4 kali, tetapi umumnya satu tiket untuk satu orang.

Sedangkan, bagaimana kalau merchandise? Satu orang bisa punya lebih dari 20 jenis merchandise kalau mereka mau… Aku saja punya 8 kaos D.C. (iya, iya, terlalu banyak… tetapi, aku geek parah) dan 3 kaos Marvel… Padahal aku termasuk fanboy yang nyantai.

Meskipun tidak ada basis fakta di belakang ini, aku yakin pembaca bisa menalar dan memberikan kira-kira tentang statistiknya…

Kenapa ini terjadi?

Si Fans Sepakbola.

Kenapa bahkan orang dewasa, atau anak-anak ingin punya sebuah merchandise?

Mungkin mereka ingin punya sesuatu yang “langka” karena hukum ekonomi dan hukum sosial untuk showing off dan hal-hal seperti itu. Tetapi aku tidak mengerti kenapa anak-anak menginginkan hal yang sama. Kenapa anak-anak yang dikenalkan dengan merchandise mau punya merchandise? Untuk dimainkan?

Sesudah nonton The Toys That Made Us di Netflix, aku mendapat bayangan. Mari aku kenalkan seorang professor Sosiologi dari College of Lake County, bernama John Tenuto. Ia juga kolektor barang Star Wars. Dia memiliki satu ruangan agak besar yang ia khususkan untuk merchandise Star Wars. Oh iya, kalau Bapak-bapak di sini menanyakan kenapa dia diizinkan punya ruangan untuk merchandise dan juga kenapa dia gak disuruh jual merchandise-nya sebelum nikah… Istrinya juga kolektor. (note to self, cari pacar dan istri yang gak galak soal Merchandise…)

John Tenuto dan Istrinya

Tenuto mengatakan bahwa seorang fans sepakbola misalnya… Bisa pergi ke stadion untuk menonton pertandingan dan mendapatkan vibe bahwa ia dekat dengan pemain-pemain kesukaannya. Seorang fans musik, bisa menonton konser dan mendapatkan perasaan nyata bahwa ia bersama penyanyi kesukaannya, dan mendapat penampilan langsung.

Seorang fans film tidak bisa mendapatkan pengalaman nyata yang sama. Hal terdekat yang mereka bisa dapatkan mungkin menonton ketika film tersebut sedang direkam, tetapi kita tidak bisa mendapatkan perasaan bahwa kita bersama Tony Stark, yang kita dapatkan adalah Robert Downey Jr. sedang memainkan peran Tony Stark.

Hal yang sama tentunya berlaku untuk fans sejarah. Mereka bisa ikut reenactment perang atau kejadian, tetapi tidak bisa terlibat langsung seperti fans musik atau fans sepakbola… Cara mereka melibatkan diri secara langsung adalah dengan memiliki barang yang dipakai dalam kejadian sejarah tersebut.

Dipikir-pikir lagi, kolektor barang yang hardcore umumnya memang terlibat di hal-hal yang mereka memang sukai, serta tidak mudah untuk terlibat langsung.

Contoh-contoh untuk ini adalah:

  • Film/Serial TV
  • Fashion (karena hal yang disukai memang hal yang langsung dikoleksi)
  • Sejarah
  • Video Games
  • Seni
  • Dan masih banyak lagi

Fans sepakbola atau fans musik punya kecenderungan untuk lebih tidak konsumtif dari fans-fans hal di atas dalam konteks merchandise. (ini bukan berarti fans sepakbola tidak konsumtif, hal yang sama dengan fans musik tentunya)

Menurut Tenuto, keterlibatan adalah hal yang krusial bagi seorang fans. Mereka ingin terlibat dalam hal-hal secara langsung ketika sudah benar-benar menyukai sesuatu. Keterlibatan tersebut menjadi alasan dan dorongan untuk membeli merchandise.

Kesimpulan

Pada akhir hari, kita mengoleksi hal-hal yang kita ketahui tidak perlukan.

Seriously. Aku tahu bahwa kita sudah kebangetan dalam konteks koleksi kalau Star Wars menyediakan Rice cooker R2-D2 dan BB-8. Buat apa?

Namun, layaknya semua hal yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial, mengetahui dan menerapkan adalah dua hal yang sangat berbeda.

Seorang psikolog yang tahu bahwa manusia punya kesulitan bilang tidak ketika ditawarkan produk belum tentu punya keberanian untuk bilang tidak ketika menerima penawaran produk.

Sama juga dengan koleksi. Menurutku, penting untuk seseorang bisa membedakan hal-hal yang penting dan yang bukan, dan pada akhir hari… Apakah iya bahwa punya Odol merek Star Wars merupakan hal yang penting?

I’m out! Sampai lain waktu!

Segelintir (FAN) Teori untuk: Avengers Endgame

Segelintir (FAN) Teori untuk: Avengers Endgame

Jadi begini, dengan Idul Adha berlangsung kemarin, dan juga beberapa kesibukan dan komitmen mengajar (dan mengurus adik) dalam 3 hari kemarin, aku kurang bisa memberikan informasi tambahan untuk blog. Oleh karena itu, aku akan melanjutkan tulisan dengan sebuah tulisan sederhana, mudah ditulis, dan mudah dimengerti.

Tentunya, karena best seller dari website ini adalah sindiran serta umpan-umpan pop culture, maka, aku akan menuliskan 3 teori untuk film Avengers keempat yang judulnya belum keluar. (kata aku kayanya tidak akan keluar sampai film tersebut keluar, dan diriku, merasa yakin)

Jadi, inilah 3 teori paling populer yang diciptakan, dan dibahas para Pop Culturist (Future Azriel disini, ternyata, istilah yang benar adalah, Pop Culturalist ) yang sepertinya tidak pernah punya pekerjaan di waktu luang, sehingga mereka rela menonton ulang beberapa adegan puluhan kali demi membuktikan suatu teori, dan melemparkan suatu postingan di Reddit dan mendapat debat, serta upvote dan downvote pada thread buatan mereka.

Hidup kita ini, tentunya dipenuhi produktivitas 🙂

Bagaimanapun juga, mari memberikan 3 teori paling populer mengenai Film Avengers ke 4, yang akan keluar Mei 2019. Kalau orang ada yang ingin ganti mobil, atau ganti kalender, atau apapun pada 2019, 2019 aku akan mengganti poster… 😉

Teori #1, Bruce Banner = . . . JENG JENG JENG!

Dear Reddit User Lomnafsk. Terima kasih atas ide dan kontribusimu pada teori ini. Meski iya, teori ini cukup sederhana, tetapi para Redditor, (aku tak tahu cara mengeja Redditor, maafkanlah jika ini salah) sepertinya memberikan banyak sekali menit dari hidup-hidup mereka untuk berkontribusi pada teori ini.

Sebenarnya, post awalnya dari Lomnafsk hanyalah berbunyi seperti ini, jika kita terjemahkan ke bahasa Indonesia… “Aku tahu banyak orang ingin membahas apakah Valkyrie, atau Korg selamat, tetapi, kurasa ada hal yang lebih penting untuk dibahas sekarang. Menurutku, Bruce Banner sebenarnya bukanlah Hulk, melainkan Loki, ini cukup menjelaskan alasan ia tidak bisa berubah, dan juga menjelaskan kecanggungannya saat bertemu Black Widow.”

Post tersebut, dasarnya tidak mencapai lebih dari 50 kata, namun, reaksi dan upvote yang didapatkan mencapai ribuan. Bahkan beberapa media film seperti Screenrant atau juga geek site seperti Comicbook.com ikut meliput dan membuka bahasan ini pada tempatnya.

Pada dasarnya, Loki yang panik memutuskan untuk pura-pura menjadi Hulk saat ia membiarkan bayangannya mati (ini Loki, kurasa ia tak sebodoh itu untuk mau mengkhianati Thanos hanya untuk sebuah tikaman) dan ketika ia dikalahkan Thanos, ia berharap Thor atau Heimdall akan mengirim dia ke tempat yang aman. Untungnya, ia betul dikirim ke tempat yang aman, berencana untuk melakukan sesuatu sebagai Bruce Banner, sampai ada saat yang tepat untuk kembali menjadi Loki, dan kembali usil melakukan sesuatu.

Teori ini menarik, bahkan dipercaya mayoritas fanboy… sampai sekitar 15-16 jam yang lalu.

Jadi, ada sebuah teori dimana Hulk akan dipanggil kembali oleh Shuri, dan Bruce Banner akan mampu berpikir dengan intelijen, meski ia memiliki fisik ala Hulk… Di komik, Bruce Banner seperti ini diketahui sebagai Professor Hulk.

https://www.express.co.uk/entertainment/films/997404/Avengers-Infinity-War-director-Joe-Russo-Bruce-Banner-Hulk-out-Avengers-4

Kurasa laman itu akan lebih baik menjelaskannya, karena sebenarnya, Professor Hulk ini masih sebuah teori, namun Joe Russo sendiri telah memastikan bahwa Loki bukanlah Hulk.

Inti dari laman itu adalah.

  • Bruce Banner sudah lelah mengorbankan kesadarannya demi menjadi Hulk
  • Hulk malas menjadi korban atas pilihan Bruce Banner untuk marah, atau atas kelalaiannya.
  • Hubungan tidak sehat, berakibat putus.
  • Sesudah putus, balikannya akan amat sulit
  • Hulk sendiri, dan tentunya Bruce, masih sedikit takut untuk melawan Thanos lagi, dan ketakutan itu akan mengakibatkan dirinya agar lebih ragu dalam menjadi Hulk dan membuang akal sehatnya
  • Teori ini makin dibuktikan benar mengingat Hulk menggunakan baju penuh pada poster Avengers 4.

Yap, sepertinya Russo bersaudara cukup kejam dan cukup niat untuk memotong suatu spoiler yang terencana, agar orang-orang berhenti berteori. Terkadang kuharap penulis naskah serta sutradara dan produser dari serial-serial DC akan melakukan itu, agar orang-orang tidak bisa menebak akhir sebuah musim karena ada spoiler yang direncanakan.

Masalahnya dengan spoiler berencana ini ada satu saja. Apakah betul Bruce Banner sudah move on dari Black Widow? Tapi tentunya, aku tak peduli mengenai hal ini, aku akan senang melihat Geeky Hulk kebanding melihat Natasha dan Bruce kembali lagi…

Kemungkinan anda sudah menonton ini di video Youtube dari channel lokal yang amat clickbait (seperti ini. INILAH ALASAN HULK TIDAK KELUAR PAS INFINITY WAR! WAJIB NONTON!), jadi ya… Semoga tetap ada informasi baru yang bermanfaat di sini.

Teori #2: Doctor Strange Sengaja Memberikan Time Stone

Teori ini cukup sederhana… Dan bisa dimulai dari melihat gambar pada adegan di Planet Titan, saat Thanos hampir membunuh Tony Stark.

(Reaksi dari Ibuku, dan sepupu perempuanku mungkin: WAW! Benedict Cumberbatch ganteng banget!)

Namun, para geeks tentunya akan melihat Time Stone, yang sekarang sedang menyala.

Jadi begini, Doctor Strange telah melihat 14.655.000 (semoga aku tidak salah, dan tolong, tolong, tolong, jangan koreksi aku di bagian komen) ada 4 teori besar dari sini, dan kurasa, sebagai seseorang yang telah melihat semua akhirnya, ia akan ingin satu kemungkinan yang menang itu sebagai kemungkinan yang terjadi.

  • Russo bersaudara malas menghabiskan waktu untuk Thanos merebut time stone sehingga mereka membuat plotline sederhana dengan Doctor Strange melemparnya dengan mudah.
    • Seriously bro? XD
  • Doctor Strange sedang mengaktifkan Time Stone, agar kejadian yang sama berulang terus menerus, dan terus menerus, dan terus menerus, sampai titik dimana 1 kemungkinan agar menang tersebut terjadi.
    • Aku suka ini, aku selalu suka dengan time loop, dan film seperti Groundhog day selalu menarik untuk ditonton. Meski aku belum menontonnya… 🙁
    • Ini berarti kejadian krusial terjadi sebelum Thanos mengumpulkan semua Infinity Stone, dan mungkin, ini terjadi jika Star Lord yang sedang dibenci habis-habisan oleh Netizen agar sabar dan tidak membangunkan Thanos.
  • Doctor Strange terpaksa memberikan ini ke Thanos karena, Thanos baru bisa dikalahkan ketika ia telah mengumpulkan keenam Infinity Stone.
    • Ini sedikit malas, tetapi tentunya, intrik dari cara mengalahkan Thanos akan sedikit menutupi kurangnya kreatifitas dan sedikit kemalasan membuat ide plot ini.
  • Doctor Strange memberikan Time Stone ke Thanos karena tanpa Tony Stark, semua kemungkinan kemenangan yang telah ia lihat (semua = satu) membutuhkan Tony untuk tetap hidup.
    • Aku merasa teori nomor 3 dan nomor 4 akan disatukan, dan kurasa tidak ada salahnya jika kedua teori ini benar.
    • Ini semacam memberi konfirmasi bahwa tokoh yang dimainkan Robert Downey akan dibunuh pada akhir film keempat.

Teori mana yang anda sukai?

Teori #3: Peran Dunia Quantum

Aku berharap postingan ini akan mendapat viewer yang cukup optimal, sehingga mohon maaf untuk sedikit iklan internal.

Untuk teori nomor 3, bahkan jadi sebuah artikel, yang dapat dicek di dikakipelangi.com/dunia-quantum-di-ant-man/

Semoga pembaca tidak keberatan untuk memberikan aku satu view tambahan hari ini, hehehe

Kesimpulan

Kurasa, aku tidak mau menyimpulkan atau mau merenungkan apa-apa hari ini, jadi…

Berpikirlah…

Silahkan berpikir mengenai keempat teori ini, dan berkomentar!

Terima kasih, sampai lain waktu!

Infinity Stones!

Infinity Stones!

Pada tahun 2018 ini, hal terpenting bagi para fanboy Marvel adalah… 6 Batu Warna Warni yang lokasinya masih rada-rada ga jelas ini lho… Although Infinity War baru mau keluar Mei 2018, abis Black Panther keluar, HYPEEE dari batu-batu ini melonjak… Kenapa?

Well baca yuk!

Spoilers Ahead for, nearly every Marvel Movie that’s featured an Infinity Stone, and some of those that don’t feature one. As Usual… “Be As Cautious As The Black Panther” (As Zuri)

Anyways, aku mau sedikit minta maaf artikel terakhir dan ini Marvel Related, aku setengah gabut dan lagi cari-cari ide gara-gara sempat sakit, jadi mau nulis yang ringan-ringan and rada fun aja… Regardless, besok ada artikel tentang board game! (atau lusa, tergantung sempet gak-nya)

Gara-gara Black Panther, Internet meledak dan bingung…

Kenapa ga ada Infinity Stone???????? MARVEL ngerahasiain lokasinya batu keenam… KENAPAAAAAAA… Kurang lebih itu most visited thread di Fandom Wikia-nya Marvel. Fanboy yang ngevisitnya sama juga kaya aku ga ada kerjaan… jadi banyak bikin teori mengenai tuh lokasi batu-batu akik ini.

Wait, kalau bingung napa disebut Batu Akik, liat foto Thanos.

Nah kan, dipakenya di tangan kaya orang-orang make Batu Akik, bahkan Thanos dah nyiapin tuh 6 slot cincin satu buat masing-masing batu akik.

Anyways, let us get on to the actual point of this article!

Infinity Stones!

Alkisah, para dewa tua, yang menciptakan universe Marvel, membuat dunia ini dengan batu rada besar (wait, kalau dibandingin asteroid kecil), sorry, dengan batu kecil… (hang on kayanya ga kecil-kecil amat deh…), ralat terakhir, dengan batu yang ukurannya relatif kecil atau besar, tergantung perspektif, dan warna warni.

Nah, karena dewa tua ini mirip dewa-dewi Yunani, mereka paranoid barang-barang mereka digunakan untuk hal-hal jahat, jadi mereka membelah batu ini jadi 6 batu berbeda, dan di sortir berdasarkan warna. Masing-masing batu mereka lempar ke entah belahan mana alam semesta, dan dipisahkan dengan harapan tidak mungkin disatuin lagi.

Sebelum ngebahas batu-nya, kalau 6 Infinity Stones itu disatuin lagi, kurang lebih yang megangnya punya kekuatan menciptakan universe lain, kaya para dewa pencipta alam semesta ala marvel telah lakukan… Which… umm… kayanya Marvel akan berubah ke level kereseannya DC urusan Multiverse lagi… dan semoga itu ga terjadi…

So, aku mau bahas tuh Batu Akik gaib satu-satu, dan kurang lebih Batu Akik-nya bisa ngapain!

Sebelum kesitu, kalau di komik, namanya bukan Infinity Stones, tapi Infinity Gems, di film diubah jadi Infinity Stones karena Thanos mau dianggap lebih kece dari kolektor batu akik di Indonesia… JENG JENG! All this time, villain terbesar MCU saingan terbesarnya adalah kolektor Batu Akik di Indonesia yang punya batu warna-warni.

Sayangnya, sekarang Batu Akik ga ngetrend lagi, jadi mau gimana lagi atuh… Thanos dah repot-repot ngeganti namanya, terus sekarang mau dia megang Batu Akik, atau Batu Mulia, gagal ngikut trend… Kasian deh…

Sorry, on topic! Infinity Stones!

Tesseract/Yang warnanya biru/Space Stone

Kalau pusing nginget which is which, tuh lah ya pokoknya, yang warnanya biru.

Batu Akik yang ini kurang lebih bisa memanipulasi ruang, dan dengannya, dia bisa ngasih kita akses ke dunia lain, atau kalau mau ditaro dalem nutshell, Space Stone itu punya fungsi buat teleportasi. History Tesseract ini sangat panjang… mungkin lebih panjang dari… entah apa, pokoknya rada panjang dan rese… Padahal powernya Tesseract cuma… Pintu Kemana Saja! Yang bisa di substitute Doraemon…

Pas Captain America: First Avenger main (which aku belum pernah nonton dari awal sampai akhir karena pas ada di bioskop aku belum cukup umur buat nonton, dan pas ada di TV, aku ga nonton sampe beres), Tesseract kelihatan pernah ngeteleportasi si Red Skull, tapi waktu itu, masih rada ga jelas kenapa dan bagaimananya.

Pas The Avengers main, on the other hand, Loki udah memperjelas bahwa si Tesseract/Space Stone ini bisa membuka gerbang ke tempat lain, which digunakan untuk memanggil makhluk dan prajurit dari Chitauri I, untuk kurang lebih merusak bumi, tapi intention pastinya aku lupa, intinya Space Stone ini bener-bener diharness power-nya pas Avengers, karena dia successfully membuka gerbang, sama persis seperti tujuan utamanya. Membuat ruang dan memindahkan hal (untuk ditaruh ke tempatnya) pas Universe ini dibuat.

Sesudah Avengers, Tesseract sendiri disimpan kembali ke tempat dia diambil in the first place, Asgard, kayanya para dewa tua mempercayakan Tesseract ke Odin dan Asgardian lainnya. Dari knowledge ku mengenai Norse Mythology sendiri, Asgard mungkin tempat yang cukup buruk untuk menaruh batu itu, karena… welp, seriusan, Asgard, Loki tinggal disitu, sebelum dia diusir. Di Asgard versi Norse myths, Loki usil, dan suka iseng-iseng pegang dan colong ini itu.

Now, to make things worse, ide-nya para Dewa tua ini backfire pas Thor: Ragnarok. Asgardnya (safe haven si Infinity Stone) hancur sama Surtr, dan saat Surtr dihidupkan Loki, Loki juga iseng dan comot tuh Tesseract, terus dia  bawa ke Spaceship bareng Thor. Jadi, untuk sementara lokasi Batu Akik biru ini cukup jelas…

Tapi, pas Secret Ending Thor: Ragnarok, kapalnya Thor dihadang oleh spaceship raksasa, which honestly masih ga jelas siapa yang didalemnya, kayanya sih Thanos… But who knows, maybe it’s the U.S.S. Enterprise… Wait no, beda film.

Orb/Yang warnanya ungu/Power Stone

Batu Akik ungu ini bisa dianggap yang paling destruktif kalau mau dibahas raw power-nya.

Lokasinya sejak pertama direveal masih sangat jelas karena belum ada yang colong-colong ini batu. Sepanjang history MCU baru ada satu orang (or precisely, Alien) yang pernah harness kekuatannya. Ronan The Accuser asal Kree, khusus ngambil batu ini hanya demi hancurin Xandar, karena Ronan ga ada kerjaan.

Ronan sendiri ngambil batu ini pas film Guardians of The Galaxy yang pertama, dan cuman dengan sekali slam palu-nya dia (yang ditempelin Power Stone). Planet Xandar udah kaya kena gempa 12 Richter…

Power Stone sendiri kekuatannya purely ngasih usernya infinite amounts of power, tapi kalau power ini ga dicontain dengan benar, maka ya… gitu deh…  kemungkinannya, kaya ledakkin Bom Nuklir dalam gedung kecil. Ledakannya masif banget, dan semua orang didalemnya mati, with potential deaths ke orang-orang yang diluar bom itu juga.

Nah, pas Ronan kalah sama Guardians dengan cara… umm Chris Pratt joget dan dia ditembak rakun yang dimainin Bradley Cooper, batunya diambil sama Star Lord, dan diamankan ke pemerintahan Xandar. So far sih, masih belum ada revelation apa-apa mengenai batu itu di film marvel lainnya.

Jadi, kayanya untuk sementara, Power Stone ini sementara aman.

Aether/Yang warnanya merah/Reality Stone

Awalnya aku bingung kenapa ada Reality stone dan, Space Stone karena in a nutshell, powernya sama-sama aja…  But it’s not, apparently it’s different… Anyways, Aether ini mungkin infinity stone favorit Bubi karena warnanya merah… Oh, dan Aether ini cair, jadi mungkin bisa dibilang Infinity Liquid instead of… stone…

Reality Stone ini, kalau tadi Space Stone bisa teleportasi dalam satu dimensi yang sama, Reality Stone ini bisa distort reality di dimensi ini, dan jika diharness dengan benar, bisa digunakan untuk teleportasi ke dimensi lain. Pas Universe ini diciptakan, Aether sendiri fungsinya untuk form reality, dan memastikan dimensi ini yang paling stabil. Kalau dimensinya ga stabil, kemungkinan besar, multiverse bisa fall apart kalau kena power dari Infinity Stones yang lain.

Since, kayanya Aether itu berperan cukup penting di penciptaan dimensi, String Theory, yang membahas multiverse juga kurang lebih ga beda jauh sama peran Aether di Marvel Universe. Fungsinya Aether buat create space yang bisa distabilkan oleh hal lain, dan persamaan real life-nya di String Theory juga mirip-mirip.

Kalau aku jelasin String Theory kayanya kepanjangan, tapi Intermezzo aja, String Theory itu teori yang ditemukan di mejanya Albert Einstein sesudah beliau meninggal, dan teori itu membahas strings yang menciptakan dimensi saat string/benang itu bergetar. Setiap getaran string balance out each other, dan membuat multiverse yang stabil.

Pas Thor: The Dark World main, Malekith iseng-iseng mengubah getaran benang-benang (or Dimensi), dengan Aether. Gara-gara Jane Foster ga sengaja nemuin ini Aether, Malekith bisa ngakses Universe Marvel dari Dimensi dia yang lebih dark. Alhasil… Ya, aku sebenernya ga nonton sampe beres sih… issue rating dan TV lagi… Tapi, kurang lebih Aether ini perannya di The Dark World mirip dengan Tesseract di Avengers.

Bedanya, yang satu manggil Alien dari dimensi ini, yang satu manggil Dark Elf dari dimensi lain.

Pas Secret Ending The Dark World, lokasi Aether ini ada di The Collector, karena menurut Asgardian yang menjualnya ke Collector, seseorang yang terlalu kaya dan ga ada kerjaan, tapi sampai sekarang aku juga ga tahu duitnya dia dari mana. Aether ini masih ada di Collector, karena menurut orang Asgard (dan simple reasoning, seriusan, jangan taro 2 bom di tempat yang sama), punya 2 Infinity Stone di tempat yang sama itu bahaya.

Scepter/Yang warnanya kuning/Mind Stone

Well, Mind Stone ini sebenernya udah ada sejak Loki nongol sambil bawa tongkatnya. Tapi ga ada yang tahu isinya Infinity Stone. . . (Warnanya kuning kok dalemnya, liat Vision tuh)

Mind Stone ini punya kekuatan untuk menciptakan consciousness, atau mind control. Yeah kurang lebih gitu doang. Tapi, coba bayangin sih, kalau ada sesuatu yang punya infinite thought dan consciousness, apa yang bakalan terjadi… Kayanya rada-rada gawat sih, tapi batu akik yang satu ini, sekarang di tempat yang relatif aman…

Originally, Mind Stone ini digunakan untuk craft consciousness di makhluk-makhluk ciptaan para dewa-dewa yang batch pertama. Mind Stone ini juga digunakan untuk memberi knowledge dan logical thinking ke orang-orang tersebut. Alhasil, orang-orang yang diciptakan ini bisa mikir… (YEAY! Sherlock sukses solve the case!)

Pas Age of Ultron, orang-orang baru tahu bahwa lokasinya si Mind Stone ini selama ini ada dalam Scepter/tongkatnya Loki. Pas Tony Stark iseng-iseng buka dan cari tahu apa isi tongkatnya Loki, Ultron udah tahu dari kapan tahu apa isinya, dan dia ambil Mind Stone-nya, hasilnya jadi… Makhluk bernama, Vision.

Well, Vision udah pernah nongol di beberapa film lain, dan gara-gara Mind Stone ini, dia jadi incredibly wise dan smart. Selain itu, source semua powernya Vision juga dari Mind Stone. Tapi yang aku rada-rada ga ngerti, gimana Mind Stone bisa membuat seseorang nembus tembok. Tapi, mungkin nanti dijelasin.

Sayangnya di Trailer Avengers Infinity War, Batu Akik di jidad-nya Vision di tarik paksa sama Thanos… Mari berharap ekstraksi Batu Akik-nya Thanos ga bakal sebrutal itu.

Eye of Agamotto/Yang warnanya hijau/Time Stone

Kalau ini Batu Akiknya dipakai sebagai kalung sama Doctor Strange.

Sebenernya posisinya disitu terus sepanjang film Doctor Strange, selalu di Sanctum Kamar-Taj-nya para Wizards. Kayanya dari zaman dulu juga posisinya disitu terus. Disimpan dalam kalung, untuk diputar-putar dan di harness kekuatannya, agar bisa memanipulasi waktu.

Time Stone ini bisa menciptakan waktu, mengulang loop waktu, mereverse waktu sebuah objek, memajukan waktu sebuah objek, atau merewind suatu event. Basically, kalau kamu kelewatan suatu episode serial dan ga tahu apa itu Torrent, atau VOD, maka… simply, request Doctor Strange buat rewind waktu biar kamu bisa catch up.

Eye of Agamotto sendiri masih rada ga jelas cara harness-nya, apakah perlu skill sihir, atau perlu converter (in this case Eye of Agamotto yang nutupin batunya) buat mengakses kekuatannya, atau perlu magic words or something…

Tapi, Eye of Agamotto ini belum boleh diambil Doctor Strange pas filmnya beres. Since, according to Wong, dia belum siap, jadi belum boleh megang Infinity Stone. Tapi… pas Thor: Ragnarok dan dia ketemu Thor, dia sudah pakai kalung itu full time, so… who knows?

Anyways, karena Time Stone-nya sendiri belum pernah kelihatan diluar Eye of Agamotto-nya, aku masih ga tahu apa dia bisa berfungsi tanpa trinket mata ini, dan andaikan dia bisa, gimana hasilnya…

Soul Stone/Yang belum nongol, tapi warnanya oranye…

Jadi, fans Marvel (including me) bingung abis nonton Black Panther. Banyak orang yang ngira bahwa, Soul Stone ini bakalan keluar pas Black Panther, karena Mystic-nya Wakanda masuk akal buat incorporate Soul Stone.

Soul Stone ini masih belum pernah di reveal sekalipun, tapi banyak teori, dan sebenarnya mungkin aja masih di Wakanda, tapi ga ditunjukkin directly.

Aku ga mau bahas banyak teori rese, tapi aku mau bahas dua saja yang paling mungkin, satu ada di Heimdall, Guardian of Asgard, dan satu lagi, ada di Wakanda tapi ga ditunjukkin.

Orange Eyes…

Teori yang bilang ada di Heimdall itu cukup simpel. Ada fan yang denger bahwa Heimdall selalu mengucap kata Soul kalau dia merefer ke seseorang yang dia lihat, dan dia juga ngeh ada jewel warna Oranye (kaya matanya Heimdall) di armor-nya Heimdall. Jadi dia nambahin 1+1 dan dapet 2!

Mungkin Heimdall bisa merasakan jiwa orang-orang karena Soul Stone di armor-nya dia. Power Soul Stone di Marvel Cinematic Universe sendiri belum clear, tapi fungsi Soul Stone adalah menciptakan jiwa dan perasaan orang-orang, kalau manipulasi jiwa aku ga yakin, tapi intinya apapun yang korelasinya dengan faith atau feeling, kayanya berhubungan dengan soul stone.

Downside dari teori Heimdall ini adalah, berarti orang Asgard sebenernya punya 2 Infinity Stones, satu Tesseract, dan satu lagi Soul Stone. Which, dua batu akik tidak boleh berdekatan, itu berbahaya!

Wakanda!

On the other hand, orang-orang yang bilang ada di Wakanda percaya itu belum ditunjukkin. Karena Soul Stone juga bermain ke daerah mistis, dan Wakanda itu technologically advanced place yang masih respect banget sama old cultures (if only culture doesn’t get eaten by technology… sigh), orang-orang percaya, Wakanda bisa peaceful hanya gara-gara Soul Stone ada di tempat yang hidden by government inside Wakanda.

Terus, Heart Shaped Herb ala Wakanda ini juga ngasih orang yang memakannya beberapa menit untuk mengalami kontak dengan jiwa-jiwa pemimpin yang sudah mati. Mungkin ini terjadi gara-gara Soul Stone yang menghubungkan realm jiwa dan reality.

Teori Soul Stone dimana ya… tebak-tebakan ya, ku tak yakin. Karena masih ada yang bilang itu ada di Ant Man, tepatnya realm Quantum-nya.

So… Infinity Stones?

Artikel ini mungkin ngasih headache dikit, tapi untuk lighten up thought, 12 jam yang lalu, baru saja ada tweet-an baru dari seseorang yang bekerja untuk Marvel, menjelaskan kenapa Infinity Stones ini source dari Infinite Power…

Liat saja infografis-nya ya… (it’s in English… btw)

In Conclusion

Okay, ini tulisan santai, tapi berbobot, kuharap tiada yang bingung mengenai wishlist Thanos untuk punya koleksi batu akik paling kece senusantara, tapi kurang lebih kalau mau di conclude…

Setiap batu adalah sebuah philosophical thought dari sesuatu yang ga mungkin bisa bertahan sendiri…

  • Apa artinya Mind tanpa Soul? Mungkin kamu pinter, tapi kalau kamu ga punya jiwa, maka kamu ga punya empati, dan terkesan heartless.
  • Apa artinya Soul tanpa Reality? Course, kamu orang yang faithful dan baik, tapi kalau kamu ga bisa look back onto what’s real, mungkin kamu akan lost, dan terlalu membela kepercayaanmu.
  • Apa artinya Reality tanpa Time? Serealistis-realistisnya orang, kalau dia tidak mau meluangkan waktu untuk mendefinisikan realita-nya itu (seberapa pahit reality itu), maka dia ga bakal bisa membuat dampak apa-apa ke realitas.
  • Apa artinya Time tanpa Space? Seberapa banyakpun waktu yang kita miliki, kalau kita distance ourself from others, maka… mungkin kamu lost in time, dan hilang dalam kesibukan dirimu sendiri.
  • Apa artinya Space tanpa Power? Well, mungkin kamu bisa dekat dengan orang lain, dan ga buat distance dari orang-orang… Tapi, kalau kamu ga punya kekuatan (be it political, or, physical), maka kamu mungkin dianggap ga ada nilainya sama orang-orang itu.
  • Apa artinya Power tanpa Mind? Itu berarti kamu orang yang bertindak semena-mena, dan punya power yang cukup banyak, tapi… kamu ga mau stop untuk berpikir tindakanmu akan affect orang lain atau gak…

Jadi, manusia itu kaya Infinity stones, kita ga mungkin bisa menjadi manusia yang baik sampai kita bisa mendekatkan diri kepada enam aspek ini, dan hanya punya satu dari enam ini masih mungkin ga sukses. Sama kaya semua Villain yang megang Infinity Stones sebelum Thanos… Cuma dengan satu, mereka gagal, karena mereka melupakan 5 value yang lain.

Makanya… ingatlah semua value yang menurutmu penting, dan balance it out…

Regardless, bye, and thanks for reading this long article.

Ragnarok: Mitos Vs Film, Versi Bahasa Indonesia

Ragnarok: Mitos Vs Film, Versi Bahasa Indonesia

Jadi ada beberapa temanku pas SD yang meminta aku untuk buat versi Bahasa Indonesia dari artikel ini, dan aku memutuskan untuk meluangkan 45 menit waktuku untuk mentranslate artikel versi Inggris-nya dengan yang Bahasa Indonesia… Jadi ini versi Bahasa Inggrisnya jika penasaran.

Dengan dirilisnya Thor: Ragnarok minggu ini, (atau tepatnya kemarin), aku telah memutuskan untuk membuat sebuah artikel yang mengupas istilah Ragnarok dan Ragnarök sebenarnya di Mitologi Norse, membandingkannya dengan versi mitologi dan Versi MCU. Silahkan menikmati artikelnya!

DISCLAIMER: Berisi spoiler dari film, dan banyak detail brutal, cukup untuk membuat Ceritanya Kronos tampak sopan.

Untuk tujuan trivial, aku membandingkan istilah Ragnarök dan Ragnarok. Oh, dan beberapa nama dari film Thor sebelumnya mungkin saja sama dengan yang ada di Mitologi Norse. Tapi aku belum menonton Thor: The Dark World sih, jadi aku sedikit clueless mengenai film itu.

Ragnarök VS Ragnarok

Dalam Mitologi Norse, Ragnarök adalah kiamat, hari dimana orang mati akhirnya bisa emm… Mati, atau mungkin bisa benar-benar istirahat, dan yang hidup akhirnya bisa mati. Nah, pada hari itu, semuanya akan memudar menjadi hitam, dan mereka akan dilempar ke Ginnungagap atau, Norse Black Hole, seperti aku suka bilang.

Dalam buku komik Thor, Ragnarok adalah codename untuk clone jahat Thor dari Earth-816. Ragnarok punya semua kekuatan Thor, tapi lebih pintar dan jahat. Awalnya ketika aku mendengar judul film berikutnya Thor, kukira Thor akan bertemu dengan Ragnarok di MCU, namun setelah menonton trailernya, plotline Thor: Ragnarok lebih mirip dengan Ragnarök di Mitologi Norse, tapi diubah sedikit.

Sebelum ke spoiler di film… aku mau beralih ke sisi “Ragnarök”, baru nanti pergi ke bagian Ragnarok dari Thor: Ragnarok

Ragnarök

Jadi kita bicara tentang kiamat Norse. Ragnarök secara harfiah artinya “Takdir para Dewa”, dimana Odin, ayahnya Thor, Raja Asgard, karena sangat paranoid, memberikan salah satu matanya untuk pohon Yggdrasil (detail dilanjut di bawah), agar diberi izin meminum airnya, dan mendapat ramalan takdir yang dimaksud.

Jawabannnya simple, ada di bawah.

Norse Geography

Guide Geografi Norse dulu, mengenai tempat dan istilah yang mungkin kamu belum tahu… Pertama-tama ini ada 9 dunia Norse.

  • Asgard: Kota Dewa-Dewi perang. Dewa-Dewi yang tinggal di sini disebut Aesir, contohnya Thor, dan Odin.
  • Midgard: Bumi, makhluk yang tinggal disini disebut manusia, seperti penulis artikelnya.
  • Jotunheim: Dunia para raksasa, makhluk yang tinggal disini adalah raksasa (atau Jotunn di bahasa Nordik))
  • Vanaheim: Dunia Dewa-Dewi sihir dan alam. Dewa-Dewi yang tinggal disini disebut Vanir
  • Niflheim: Dunia kabut dan es. Raksasa Es tinggal disini, seperti yang disebut dalam film pertama.
  • Muspelheim: Dunia Api. Raksasa Api yang tinggal di sini, karena Raksasa Es butuh saingan temperatur…
  • Helheim: Alam orang mati yang tidak heroik. Kenapa tidak heroik? Karena mereka tidak mati dalam pertempuran, atau perang. 😀
  • Alfheim: Alam para Elf. Iya… Hanya itu.
  • Nidavellir, atau Svartelheim: Dunia Gua milik para Kurcaci. Mereka tinggal di gua karena mereka akan menjadi batu jika mereka terkena sinar matahari.

Sekarang mari kita buat kamu lebih bingung lagi!

  • Bifrost: Jembatan pelangi Asgard. Tidak seperti di film Thor, dimana Bifrost adalah mercusuar untuk memanggil orang, Bifrost adalah jembatan untuk sampai ke Asgard..
  • Yggdrasil: Pohon dimana ada 9 dunia. Setiap potongan akar atau ranting ada 1 dunia.
  • Valhalla: Hotel, ok mungkin bukan hotel per se, tapi surga orang Norse. Untuk masuk ke sini kamu harus mati secara heroik, dengan memegang senjata. Setiap hari orang-orang disini akan berlatih untuk berperang pas Ragnarök.
  • Vigrid: Lapangan seluas 600 kilometer dimana Ragnarök akan dilaksanakan.
  • Naglfar: Kapal orang mati. Lanjut ke bawah untuk penjelasan lebih detail.
  • Einherjar: Penghuni Valhalla. Prajurit-prajurit Odin untuk mati secara heroik (lagi) saat Ragnarök
Geografi Norse 101, Yggdrasil dan 9 Dunia

Tanda-Tanda Ragnarök

Aku cuma Bercanda Bro!

Sebelum Ragnarök secara resmi memulai, ada bagian dari ramalan tersebut, di mana Baldr, Dewa Cahaya, anak dari Odin, akan mati di tangan Loki. Jika itu terjadi, maka Ragnarök pasti akan terjadi. Jadi, Frigg, istri Odin dan ibu Baldr, memberi perintah pada setiap benda mati (Iyap… benda tidak bernyawa), untuk terpental dari Baldr jika mendekat dengannya.

Begitu itu terjadi, para dewa memutuskan untuk bersenang-senang dan membuang semuanya ke wajah Baldr, menyebabkannya terpental tanpa ada apapun yang terjadi, dan jatuh dari mukanya. TAPI! Frigg lupa satu hal, daun Mistletoe tidak terpantul Baldr. Frigg mengabaikan fakta, tapi Loki tahu, jadi dia menipu saudara buta Baldr, Hod, untuk melempar mistletoe ke arahnya.

Jangan percaya sama Loki, jangan lah pokoknya… Mistletoe itu diberi racun, dan saat mistletoe itu menusuk Baldr, dia mati. Loki berkata … “Aku cuma bercanda bro!” Tapi bagaimanapun, Loki membenci orang yang disukai semua orang, contohnya Baldr. Karena ini, Loki dihukum … Dan jika kita berbicara tentang detail brutal, ini bagian yang kumaksud.

Anak-anak Loki dari istrinya Sigyn dibunuh, dan diamputasi, usus mereka kemudian digunakan sebagai rantai, menjaga Loki di dalam gua dan terikat pada batu. Aku belum selesai … Seekor ular dikirim mengelilingi leher Loki seperti dasi. Setiap detik, ular itu akan meludahi racun itu ke wajahnya, menyebabkannya terbakar dan kesakitan. Tapi, Loki masih bisa memproyeksikan citranya ke dunia nyata, dan jika cukup kuat, dia bahkan bisa memproyeksikan bentuk fisiknya.

Hukumannya Loki, dengan Sigyn untuk menemaninya.

Jadi apakah itu cukup menyenangkan? Aku gak tahu… sorry… Tapi, ini mengkonfirmasi Ragnarök akan terjadi, masalahnya… Kapan?

Anak-Anak Loki

Loki memiliki 3 anak yang akan lahir dari salah satu perselingkuhannya dengan Raksasa perempuan Angrboda. Semua 3 anaknya sama-sama mengerikan, dan semua diasingkan atau dirantai di suatu tempat oleh Aesir dan Vanir, karena takut mereka akan memulai Ragnarök lebih awal dari yang diinginkan. Jika mereka benar-benar lahir, maka Ragnarök dikonfirmasi, karena 3 anak ini memainkan peran yang sangat penting pada hari itu.

Anak nomor 1, Hel, Dewi Kematian

Hel adalah hmm … Dia seorang dewi, tapi agak rusak. Sisi kanan wajahnya adalah seorang wanita muda cantik yang normal. Sisi lain, sisi kirinya adalah zombie, mayat hidup, dan mengerikan. Dia tidak memiliki kekuatan yang spesial selain mengendalikan orang mati, tapi Odin segera melemparkannya ke Helheim, menjadikannya Ratu dari orang mati. Kalau Odin mendapatkan prajurit Limited Edition di Valhalla, Hel mendapatkan sisa-sisa orang mati, mendapatkan penyebab kematian yang biasa saja, dari penyakit, atau karena umur tua.

Hel menyimpan dendam soal ini, dan telah bersumpah untuk mengirim orang mati untuk kembali menyerang yang hidup selama Ragnarök.

Hel, Dewi Kematian yang Bipolar

Anak Nomor 2, Ular Laut Jormungandr:

Jormungandr adalah seekor ular laut yang ukurannya sekitar garis Khatulistiwa. Ya dia sangat besar. Sekarang kamu mungkin bertanya, bagaimana seorang raksasa, dan seorang setengah dewa/raksasa, memiliki seekor ular raksasa sebagai anaknya? Jangan tanya aku, Poetic Edda, atau buku cerita besar mitologi Norse tidak memiliki ini, aku hanya memberikan versi yang lebih menyenangkan untuk dibaca.

Anyways, Jormungandr lahir di Midgard, dan kelahirannya menyebabkan kekacauan besar, memaksa Thor, yang tugasnya melindungi Midgard dan manusia, membuat Jormungandr pingsan dengan menyetrumnya, dan mengirimnya ke kedalaman lautan. Ketika Jormungandr lahir, dia tidak sebesar itu, tapi seiring berjalannya waktu, dia bisa tumbuh dari mungkin panjang benua Amerika sampai ukurannya saat ini, seukuran khatulistiwa.

Artwork Modern Jormungandr

Jormungandr tertidur sekarang, beristirahat dan bertumbuh, tapi saat Ragnarök mulai, dia akan terbangun, jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya saat Thor pertama kali melawannya.

Anak Nomor 3, Serigala Fenrir

Fenrir mungkin yang paling ditakuti di antara anak-anak Loki. Ketika dia lahir, dia adalah serigala biasa, mungkin sedikit lebih besar, tapi Fenrir adalah serigala yang sangat menakutkan. Setelah lahir, keinginannya sederhana, menyerang (baca: memakan) para dewa.

Pada serangan dan kemarahannya di Asgard (Critically speaking, bagaimana dia bisa sampai di Asgard dengan cepat? Dia lahir di Jotunheim), dia melukai Odin, dan para dewa langsung bergegas masuk ke Nidavellir, mencari Rantai Terkuat di seluruh ke sembilan dunia, yang hanya para Kurcaci bisa tempa.

Rantai Fenrir sudah siap, tapi Fenrir tidak bodoh, dia adalah anak Loki, dewa terpintar (atau, ya licik) di seluruh mitos Norse, dia tahu ada sesuatu yang aneh. Jadi, Dewa Duel dan Keadilan, Tyr bergegas maju, dan tanpa rasa takut dia meminta Fenrir untuk menggigit tangannya saat dia mencekik binatang itu, sementara semua orang Aesir harus merantai sang serigala dengan rantai yang dibawa dari Nidavellir. Setelah kehilangan lengan kanannya, dia tahu itu adalah sebuah pengorbanan yang harus dilakukan. Fenrir kemudian dilemparkan ke sebuah pulau yang lokasinya berubah ke tempat yang berbeda setiap hari, dan Fenrir diikat di sana sampai Ragnarök.

Tyr tanpa tangannya sesudah melawan Fenrir

Pada hari Ragnarök Fenrir akan tumbuh seukuran bus Double Decker, dan akan jauh lebih ditakuti, karena percaya aku, jika serigala yang sedikit lebih besar dari serigala normal dapat melukai banyak dewa, bayangkan yang sangat besar.

Sekarang apa yang akan terjadi pas Ragnarök?

Ragnarök, Kejadian Hari-H

Jadi, apa yang akan terjadi pada Ragnarök? Nah pertama, menurut ramalan Odin, Ragnarök akan terjadi setelah 3 musim dingin non stop, atau di bahasa Norse, Fimbulwinter, yang berarti Einherjar bisa mempersiapkan lebih banyak setelah 2 musim dingin non-stop, tapi mereka telah mempersiapkan diri untuk selamanya, jadi kayanya tidak akan menjadi masalah. Selama Fimbulwinter orang Viking akan berperang demi makanan yang makin menipis.

Setelah itu, kapan semua orang akan mati? HAHAHA! Ragnarök didesain untuk menjadi hari yang menyakitkan dan sangat lama, jadi ini mungkin bakal lebih panjang dari yang dikira…

OKE! Siapa yang mematikan lampu?

Jadi, matahari dan bulan disebut Sol (dewi) dan Mani (dewa) masing-masing di Mitologi Norse, mereka adalah dewa-dewi yang dikutuk oleh Odin untuk mengorbit Midgard karena dia cemburu bahwa Sol dan Mani adalah anak yang lebih keren dan bisa dibanggakan daripada Anak-anak Odin sendiri.

Sol dan Mani akan dimakan oleh Serigala Hati dan Skoll, yang akan memakan Sol dan Mani untuk sarapan dan makan malam di Ragnarök. Ini bisa berarti Ragnarök dimulai pada gerhana, tapi Norse kekurangan sains untuk menjelaskannya.

Jadi Skoll dan Hati dikirim ke langit untuk terus-menerus mengejar mereka selama berabad-abad sebagai bagian dari kutukan Odin kepada Sol dan Mani. Dua serigala itu diciptakan hanya untuk memastikan mereka menderita, dan tidak dapat beristirahat. Oleh karena itu, Sol dan Mani akhirnya kehabisan energi setelah terbang dan berlarian selama itu, dan mereka akan menjadi makanan serigala!

Sol dan Mani dikejar para serigala

Setelah ini, Skoll dan Hati memakan bintang-bintang, dan para orang Norse akan bertanya … “Siapa yang mematikan lampu?” Karena langit sekarang gelap gulita.

Bangun dan beraktivitas itu irrelevan.

Jormungandr sudah bangun. Aku gak tahu bagaimana, dia hanya … emm… bangun tidur! Setelah terbangun, Loki terbebas dari guanya karena gempa besar yang terjadi oleh gerakan makhluk itu!

Begitu Loki dibebaskan, dia akan pergi ke Helheim, dan mencari Hel. Tunggu… jangan tanya tentang Jormungandr … Hanya karena dia terbangun tidak berarti dia siap berperang, dia masih punya beberapa rencana sebelum itu. Jormungandr akan mengguncang bumi saat Loki membutuhkannya untuk mengguncang bumi, setelah Naglfar mencapai Vigrid.

Jormungandr akan diam sementara itu, sementara Loki pergi ke Helheim, berangkat dengan Hel di Naglfar.

Ayo Berangkat Ke Kiamat!

Ketika mendengar istilah Kuku, aku serius… Kuku kaki orang mati akan dipakai untuk membuat kapal Naglfar, kuku mereka akan dipotong dan dibuat sebagai kapal… JIJIK!

Kapal para orang Mati

Setelah kapal siap, dan Loki ada sebagai laksamana, kapal itu akan berangkat, mengambil beberapa musuh lagi dari Aesir. Dari Helheim, kapal itu berisi dengan Hel, zombie-zombie pasukan hel, Loki, dan anjing raksasa peliharaan Hel, Garm.

Perhentian pertama… Jotunheim!

Setelah mencapai Jotunheim, para raksasa akan mengisi Naglfar, dan di antara para raksasa itu adalah Kapten-nya Hrym.

Perhentian kedua… Kenapa kita berhenti?

Jadi, inilah masalahnya … Setelah sampai di Jotunheim, mereka akan pergi ke Niflheim, yang kurasa bukan masalah, dunia-dunia itu berdekatan satu sama lain. Mereka tidak menjemput siapa pun (sesuai dengan Poetic Edda), tapi mereka berhenti di Niflheim karena ada bongkahan es besar. Setelah Fimbulwinter berakhir, gunung es itu akan meleleh. Jadi, inilah alasan Norse bukan penggemar musim panas, mereka takut Ragnarök akan dimulai. Aku membayangkan para orang viking tepuk dahi pada kita karena setiap hari kita semakin dekat pemanasan global.

Ini sangat kontra produktif … Ragnarök hanya dimulai setelah Fimbulwinter, tapi Fimbulwinter juga memperlambat Ragnarök, serius?

Nah menurut puitis lain, ada pilihan lain bagi Ragnarök untuk memulai tanpa akhirnya Fimbulwinter. Jika Jormungandr cukup kuat untuk membuat tsunami di Niflheim dan Midgard sekaligus, Naglfar akan berlayar melewati gunung es, dan mereka dapat berjalan ke pemberhentian ketiga mereka sebelum menghancurkan dunia, mungkin membeli donat terakhir mereka, atau makan siang, Karena Loki akan drop-off mereka di medan perang kiamat.

Perhentian ketiga! Musselheim? Muscleheim? Muspelheim!

Jadi, setelah beberapa spellcheck memang benar Muspelheim. . .

Di Muspelheim mereka akan menjemput … Raksasa api … Dipimpin oleh Surtr … Tujuan Raksasa Api ini yang paling penting dalam mengakhiri dunia menurut pendapat saya.

Pada Vigrid, ketika sebagian besar dewa lemah, atau mati, Mereka akan mengaktifkan mode self-destruct dan membakar ke-sembilan dunia seperti pembom bunuh diri. Tanpa mereka, orang Aesir mungkin sudah mati, manusia mungkin tenggelam, Vanir mungkin kehilangan semua sihir mereka dengan alam, namun tujuan Ragnarök tidak tercapai, karena dunia tidak dapat dimulai dari awal.

Jadi mereka berangkat ke Vigrid, bersama Hrym memastikan mereka menikmati perjalanan mereka untuk mengakhiri dunia … maaf, ke 9 dunia.

Doomsday Alarm Clock

Heimdall, yang pekerjaannya sama seperti di film Thor, yaitu untuk menjaga Bifrost, memiliki sangkakala yang dikenal sebagai Gjallarhorn … Sebuah sangkakala yang fungsinya untuk mengingatkan orang, seolah mengatakan “BANGUN! HARI INI KIAMAT”. Heimdall diberitahu untuk meniup sangkakala karena Heimdall dapat melihat seluruh 9 dunia sekaligus, yang berarti, ketika dia melihat Naglfar berlayar ke depan, dia dapat memperingatkan Aesir dan Vanir untuk bersiap-bersiap perang.

Ketika Klakson itu dipencet… kiamat akan dimulai.

Peristiwa Ragnarök dimulai dengan Odin mengendarai dan mengumpulkan Einherjar dengan kuda ber kaki 8-nya, Sleipnir, kedua gagaknya, dan dengan membawa senjata besarnya, Gungnir. Kebiasaan untuk orang Viking yang mempunyai senjata untuk memberi nama senjatanya, karena itu akan membuka potensi penuh senjata itu, terutama jika diperlakukan seperti teman dan sesama manusia.

Odin Rushing With His 8-Legged Steed

Dewa-dewa lainnya, di antaranya adalah Thor, Tyr, Heimdall dan Frey (Dewa Musim Panas, Vanir, bukan Aesir) juga mengikuti pimpinan sang Allfather.

Setelah mencapai Vigrid, suasana terasa tegang, karena ini adalah takdir yang tak bisa dihindari selama beberapa abad terakhir, menunda atau kabur bukan lagi pilihan. Semua takdir mereka telah diungkap oleh Odin, mereka tahu persis bagaimana mereka akan mati, tapi mereka juga tahu takdir adalah sesuatu yang tidak dapat mereka hindari.

Mereka Semua Mati…

Oke, jadi akhirnya kita bisa mencapai bagian di mana para makhluk kekal mati … Tunggu, maaf, orang Norse tidak pernah mereferensikan dewa-dewi mereka sebagai makhluk kekal.

Bagaimanapun juga, para dewa-dewi Norse tidak all-mighty, dan kupikir sebaiknya memanggil mereka makhluk yang lebih kuat daripada manusia, tidak seperti Dewa-dewa Yunani yang abadi, mereka tidak. Jadi, inilah bagian dimana mereka akan mati! Aku sudah lama menunggu lama untuk menulis bagian ini, karena ini bagian paling seru-nya.

Setelah sampai di medan perang, Loki segera membangunkan anaknya, Jormungandr, memerintahkannya untuk marah, dan menciptakan tsunami, dan menenggelamkan para manusia! Sebagai pelindung Bumi, Thor terbang dengan Mjolnir dan terbang ke Midgard, melawannya dalam sekejap, meledakkan makhluk itu dengan petir dari palunya yang legendaris.

Sebelum hal lain terjadi, anjing Hel, Garm maju dengan cepat, menggigit Tyr, saat ia melawan anjing itu dengan satu-satunya tangannya, dengan pedangnya, ia memotong kiri dan kanan, mendorong anjing itu untuk mundur, memastikan Garm tidak menyakiti dirinya, atau orang lain.

Tidak lama kemudian, Jotunn, Zombie, Einherjar, dan Dewa mulai bertengkar, menikam dan memotong satu sama lain. Di tengah semua kekacauan ini, Hel berdiri di belakang, mengendalikan orang mati. Fenrir bergegas maju, hanya untuk diblokir oleh Sleipnir dan Odin, dan merasakan tusukan Gungnir’nya Odin.

Odin Melawan Fenrir

Heimdall berhadapan dengan Loki, saat ia bergerak dari kiri ke kanan, seperti seorang pembunuh, dengan berhati-hati ia merencanakan gerak-gerik untuk membunuh dewa yang melihat semua dan mendengar semuanya (ini harfiah, Heimdall dapat melakukan ini jika dia menginginkannya). Akhirnya, Loki memainkan trik meninggalkan decoy, membingungkan penjaga Asgard, Loki melanjutkan dengan menusuk Heimdall, menyebabkannya teriak kesakitan, lalu Loki melangkah ke depan, dengan belatinya, ia memastikan wajahnya adalah hal terakhir yang dilihat Heimdall.

Raksasa Api Surtr bertatapan dengan Frey. Mereka adalah musuh alami, api, kekuatan yang merusak, melawan pertumbuhan musim semi yang menenangkan dan kehangatan musim panas (dengan global warming, ini jadi panas yang menyengat, tapi ya begitulah). Frey tidak memegang senjata, dia menukarkan Pedang Sumarbrander-nya sebagai hadiah pernikahan untuk Raksasa cantik yang dinikahinya. Bagaimanapun juga, dia harus melawan sang raksasa api, terlepas dari api membara yang mengelilingi mereka berdua, yang disebabkan oleh panas Surtr yang dipancarkannya, Frey masih bertarung dengan sihirnya, mengalihkan Surtr.

Kekacauan yang Surtr timbulkan saat Ragnarok

Kembali ke Midgard, Jormungandr telah menenggelamkan sebagian besar manusia, sementara memuntahkan banyak racun, melelehkan pohon dan jalan yang kena dengan racunnya. Thor melakukan yang terbaik untuk menangkis binatang itu, dia mencoba segalanya, serangan jarak dekat, badai petir, melemparkan Mjolnir, membanting dirinya dari udara. Apapun, usahanya tampaknya hanya mengganggu si ular raksasa. Dengan tenaga yang tersisa, dia mencoba yang terbaik untuk menyetrum air, seperti yang dia lakukan terakhir kali. Jormungandr tampak lemas, tapi itu banyak energi Thor yang terkuras untuk menganggu makhluk itu.

Terbang sekali lagi, Thor melihat dampak kekacauan yang dilakukan Jormungandr. Di udara ia melihat pemandangan dari manusia yang tenggelam, rumah yang hanyut, pohon yang tumbang, dan tebing dari gempa yang ditimbulkannya. Dia tahu dia perlu melakukan sesuatu yang sangat berani untuk mengalahkan makhluk itu. Thor menyiapkan energi apa pun yang tersisa untuk menyalurkan badai petir dan bergegas maju membawa awan badai bersama Mjolnir-nya, melemparkannya ke dalam mulut ular itu, membelahnya menjadi dua. Upaya Thor berhasil, namun dalam proses mengalahkan Jormungandr, ular itu memuntahkan racun ke muka Thor, dan saat ia turun lagi, ia mundur 9 langkah di tanah … Ke tanah ia jatuh, saat ia menarik napas terakhirnya, ia meninggal secara heroik. membela Midgard dari ancaman yang paling berbahaya.

Untung aku yakin Thor tidak akan mati di Thor: Ragnarok, karena itu akan buruk bagi bisnis film mereka, kecuali Marvel Cinematic Universe ingin menghidupkan kembali orang lain, seperti yang selalu mereka lakukan, kecuali untuk Uncle Ben.

Kembali ke dataran Vigrid …

Frey yang berikutnya untuk mati… Seperti type Pokemon mengajariku, dan tentu saja, SAINS! Rumput kalah dengan Api, dan kamu tidak ingin melawan Raksasa Api sebagai Dewa yang pekerjaannya adalah menumbuhkan tanaman. Frey telah tahu takdirnya saat dia menyerahkan pedangnya sebagai hadiah pernikahan untuk Istri Raksasa kesayangannya. Frey dibakar, dilemahkan, saat Surtr menghabiskannya dengan pedangnya yang berapi-api, dan Dewa Musim Panas tidak dapat melakukan apapun, kekuatannya terkuras, tanaman yang dia ciptakan terbakar dalam sekejap, dan dia menerima takdirnya.

Odin melangkah mundur, meninggalkan Fenrir untuk membuat kekacauan di jajaran Einherjar-nya, karena dia tahu dia harus menyelesaikan seseorang terlebih dahulu, seseorang yang memulai perang ini, seseorang yang suka bermain “lelucon”… LOKI! Dengan delapan kaki kudanya, Odin bergegas maju, dengan Gungnir-nya didepannya, ia menghunus tombaknya ke Dewa licik itu, membunuhnya.

Fenrir sangat marah … Dia tidak dapat menerima bahwa ayahnya meninggal … Fenrir melompat dan memakan Odin, UTUH, membunuh sang allfather. Namun, mengetahui ini adalah cara dia meninggal, Odin telah menyiapkan anak laki-laki untuk kesempatan ini (aku tahu, kalimat aneh, tapi dia benar-benar melakukan itu).

Jadi, anak laki-laki Odin, Vidar, yang telah menyiapkan sepatu bot sangattebal untuk menginjak wajah Fenrir tanpa kehilangan satu pun jari kakinya, melangkah ke mulut Fenrir yang terbuka, dan saat Fenrir menggigitnya, Vidar mencekik serigala itu sampai mati … seluruh hidupnya, Vidar telah disiapkan untuk saat itu juga, yang menunjukkan Paranoia Odin terlalu parah.

Sepatu tebal… oke…

Sementara itu, Tyr telah berhasil memotong anjingnya Hel, Garm, tapi tanpa digigit beberapa kali. Garm melukai sang Dewa Perang, membiarkannya menggeliat kesakitan, sampai Surtr dan tentara raksasa api-nya meledak untuk mengakhiri kesengsaraan setiap dewa di luar sana.

Akhirnya, setelah sebagian besar Einherjar, Vanir dan Aesir meninggal, para Raksasa Api mengikuti sebuah formasi yang dipimpin oleh Surtr, saat mereka menenggelamkan dunia dalam kobaran api dan mengorbankan diri mereka untuk membersihkan 9 cabang Yggdrasil dari apapun yang telah ditinggalkannya …

Dunia telah terulang kembali, dan hanya beberapa yang selamat …

Survivors of Ragnarök

Di antara banyak yang meninggal di Ragnarök, beberapa orang Aesir dan Vanir berhasil bertahan …

Magni dan Modi, dua putra Thor selamat karena Odin telah berjanji dan menyampaikan bahwa 2 putra Thor akan bertahan dan mewarisi Mjolnir, Thor memilih 2 anak kesayangannya untuk memimpin para Aesir yang hampir punah.

Vidar selamat, karena rencana ayahnya untuk membunuh Fenrir, Vidar diberi hadiah untuk bertahan hidup Ragnarök, jika dia berhasil membalaskan Odin.

2 Manusia diberi perlindungan di Yggdrasil oleh Thor sebelum dia melawan Jormungandr, dan Thor menyuruh mereka untuk merepopulasi kembali bumi setelah Ragnarökberakhir.

Yggdrasil menumbuhkan bumi baru dari apa pun yang tersisa darinya, yaitu lautan, dan dunia telah kembali lagi.

Wow! Semoga kamu menyukai cerita itu!

Sekarang untuk versi cerita Thor: Ragnarok …

 

Thor: Ragnarok

BERHENTI JIKA KAMU TIDAK MAU SPOILER!

Membahas Mitos versus Trailer MCU

Masih disini? *sigh* aku berharap pembaca sudah nonton saja kalau begitu ya…

Dari trailer aku menyimpulkan bahwa Loki adalah orang baik sekarang … Jadi begitulah, sigh … Loki yang jahat selalu mengagumkan menurut saya. Maaf, itu salah … Loki tidak percaya pada baik dan jahat, karena dia merasakan perang sebagai dua pihak berkelahi satu sama lain, dan literatur Norse tidak memiliki konsep Good and Evil … Aku lebih suka Loki bertarung dengan putrinya. Hel, yang sayangnya, tampaknya bukan putri Loki, dan Loki tidak mungkin meminta bantuan Hel kali ini.

Sekarang kita memiliki Hulk, yang beberapa orang mungkin ragukan alasan dia di film ini, tapi Hulk bisa masuk deskripsi tentang Viking Berserker dengan cukup baik, beberapa Einherjar adalah Berserker, yang merupakan orang-orang yang bertarung tanpa batas apapun ketika mereka marah, seperti Hulk.

Kemudian ada Odin, Heimdall, dan Sif, di Mitos, Odin bertempur dan meninggal, sayangnya, dari apa yang aku lihat dari trailer, portrayal Anthony Hopkins sebagai Odin sepertinya tidak ada dalam perang. Heimdall sepertinya tidak ada, karena aku ragu pria bertudung merah itu memang Heimdall, tapi kuharap memang begitu. Sif adalah Istri Thor dalam mitos, dan tidak seperti di film Thor, dia bukan pemanah, atau pemburu atau apapun … Dia adalah dewi Bumi dan pertumbuhannya, jadi ada perbedaan di sana, walaupun begitu aku tidak yakin Sif adalah kembali untuk saat ini

Aku juga melihat sekilas Serigala Raksasa yang aku berdoa adalah Fenrir, karena aku tidak sabar menunggu dia terbunuh oleh siapapun yang ada di bioskop.

Film Versus Mitos

Yap, aku sudah menonton filmnya, dan inilah beberapa perbedaan dari hal-hal yang benar-benar terjadi di film ini, bagian ini penuh dengan Spoiler, dan aku rasa ada banyak, terutama karena film ini cukup erat hubungannya dengan mitos, menjauhlah dari bagian ini jika Anda belum menonton filmnya.

  • Peran Surtr … TUNGGU! Subtitle film menyebutkan Surtur, yang mungkin sedikit salah karena ada masalah pengucapan. Perbedaan utama antara film dan mitosnya adalah bahwa Surtr tidak membunuh Hel, dan membakar semuanya, yang di filmya, dia hanya membakar Asgard.
  • Kehadiran Hel Dalam film… Nama dia Hela, yang aku tidak bakal complain, karena puisi Norse kuno menggunakan nama Hela, dan nama modern menjadi Hel. Hel / Hela bukan anak Odin, dan, Hel juga tidak memiliki dunianya sendiri. For The Record, di film pertama, Thor menyebutkan satu dunia yang tidak ada dalam versi 9 mitos Dunia, yaitu Nornheim, kemungkinan substitusi MCU dari Helheim.
  • Selanjutnya, aku mau bahas Fenrir, dan Fenris, yang walaupun serigala Hel tidak begitu menakutkan dalam film ini, kehadirannya ada, dan Fenris, juga seperti Hel dan Hela, memiliki nama Norse kuno Fenrisr, yang beberapa sebut sebagai Fenrir, dan juga ada yang menyebut Fenris, jadi tidak ada masalah besar di sana, hanya versi yang berbeda.
  • Kekuatan Thor … Aku gak bercanda di sini, Thor tanpa palu seperti … Sebuah bom tanpa detonatornya. Bomnya masih ada di sana, dan kamu bisa memukul kepala orang dengan benda itu, tapi tujuan utamanya tidak tercapai. Dalam Mitologi Norse, dengan 20-30 Jotunn, Mjolnir dapat dengan mudah diangkat, dan disembunyikan dari Thor. Lalu Thor tidak berguna … Seperti, dia punya senjata cadangan yaitu tongkatnya untuk memukul orang, tapi dia tidak bisa menyetrum orang lain, dan dia juga tidak bisa terbang. Tapi yah, maka tidak ada ruang untuk kepahlawanan di filmnya jadi oke aja deh …
  • Valkyrie. Meskipun tidak dijelaskan tugas asli mereka di filmnya, di mitos Norse Valkyrie umumnya tidak melakukan apa-apa selain menarik orang-orang heroik ke Valhalla, dan iya, di MCU, seperti yang disebutkan oleh Thor dan terlihat dalam pencurian memori oleh Loki, mereka menjaga takhta Asgard, jadi itu hanya perbedaan kecil saja.

Nah begitulah … P.S. FILM YANG BAGUS! juga cameo Stan Lee yang ditempatkan dengan baik.

Thanks for reading!

Ragnarök: The Myth v The Movie

Ragnarök: The Myth v The Movie

With the release of Thor: Ragnarok this week, (or precisely tomorrow) I’ve decided to make an article peeling the phrase Ragnarok and the real Ragnarök in Norse Mythology, comparing it with the real life version and the MCU Version. Please Enjoy the article!

P.S. Indonesian Version of this Article

DISCLAIMER: May contain Spoilers from the Movie, and VERY VERY Gory details… Enough to make Kronos’s story look like a polite one.

Also, I’m comparing the two terms of Ragnarök and Ragnarok here, and for trivial purposes, some of the names in the previous Thor movies, are the same as those in Norse Mythology, although… I haven’t watched Thor: The Dark World yet though…

Ragnarök VS Ragnarok

In Norse Mythology, Ragnarök is the apocalypse, the day where the dead can finally rest, and the living can finally die. Well, on that day, everything will fade to black, and they will be tossed onto the Empty Void Ginnungagap (I think I spelled this right), or as I like to call it, Norse Black Hole

In the comic books of Thor however, Ragnarok is a code name for an evil clone of Thor from Earth-816. Ragnarok retains all of Thor’s powers, but is smarter and is pretty evil. At first when I heard the title of Thor’s next movie, I thought Thor would meet Ragnarok in the MCU, but apparently after the trailer, Thor: Ragnarok’s plotline will be Ragnarök in Norse Mythology, but altered.

Nevertheless let us move on onto the “Ragnarök” side of things, before going onto the Ragnarok part of Thor: Ragnarok

Ragnarök

Right, so we’re talking about apocalypse. Ragnarök is literally translated to “Fate Of The Gods”, which Odin, who you should know as Thor’s father, King of Asgard, because of his paranoia on the subject, he gave one eye to the world tree, Yggdrasil and dranked some of its water, while asking what the Fate of The Gods is.

The answer is simple, but I’ll discuss the prophecy down here.

Norse Geography

A simple guide first, regarding terms and places and stuff you might not know… Firstly here are the 9 Worlds.

  • Asgard: City Of The War Gods, Gods that live here are called Aesir
  • Midgard: Earth, creatures that live here are called humans, the writer of this article is definitely a human.
  • Jotunheim: World of the Giants, those who live here are basically large humans, or well Giants (Jotunn in Ancient Norse)
  • Vanaheim: Realm of the Nature Gods, Gods that live here are called Vanir
  • Niflheim: Realm of Fog, Mist, and Ice. Giants live here, specifically, Ice Giants, or as the first Thor movie states, Frost Giants
  • Muspelheim: Realm of Fire. Fire Giants live here, because the Ice Giants need a rival.
  • Helheim: Realm of the dishonorable dead. Why dishonorable? Cause they didn’t die in battle.
  • Alfheim: Realm of Elves. Pretty much that
  • Nidavellir, or Svartelheim: Cavern World of Dwarves. Cause Dwarves are petrified when they come into contact with the sun, they live in Nidavellir.

Now have some more terms to confuse you more!

  • Bifrost: The Rainbow Bridge of Asgard. Unlike in the Thor movies, where the Bifrost is the beacon (or well gate), in Norse Mythology, Bifrost is the bridge, not the gate, or beacon.
  • Yggdrasil: The tree where the 9 worlds sit on. On each branch lies a world, and you guessed it, Yggdrasil has 9 branches.
  • Valhalla: A hotel, ok maybe not a hotel per se, but a place in Asgard where people that died courageously can live and train till they rest, fight and die in Ragnarök.
  • Vigrid: A 600 kilometer plains somewhere in the 9 worlds where Ragnarok’s war would be fought
  • Naglfar: Ship of Nails, or Ship of The Dead, more explanation below
  • Einherjar: People training in Valhalla, members of Odin’s Army who died heroically to fight with him during Ragnarök
Norse Geography 101, Yggdrasil and the 9 Worlds

Signs Of Ragnarök

It’s Just A Prank Bro!

Before Ragnarök officially begins, there is a part of the prophecy, where Baldr, the God of Light, also son of Odin, would die in Loki’s hands. If that happens, then Ragnarök is surely an undodgeable fate. So, Frigg, Odin’s wife and Baldr’s mother, gave orders to every inanimate object (you read this right, inanimate), would bounce off of Baldr.

After that happened the gods decided to have fun and toss everything to Baldr’s face, causing it to bounce harmlessly, and fall off. BUT! Frigg forgot one thing, the Mistletoe doesn’t bounce off Baldr. Frigg ignored the fact, but Loki found out, so he pranked and tricked Baldr’s blind brother, Hod, to throw a mistletoe at him.

Of course, don’t trust Loki! The Mistletoe was covered in poison, and when the mistletoe hit Baldr, he died. Loki said… “It’s just a prank bro!” But regardless, Loki’s motives were simple, he hated people everyone loves, which is Baldr. Because everyone hates Loki. Cause of this, Loki got a punishment… And if we’re talking about gory details, this is the goriest part of the story.

Loki’s sons from his Wife, Sigyn was killed, and amputated, their Intestines were then used as chains, keeping Loki inside a cave and tied to a rock. I’m not done yet… A snake was sent to circle around Loki’s neck like a bow tie. Every second, the snake would spit venom to his face, leaving it scarred and burned. But, Loki still can project his image to the real world, and in fact, he can even project his physical form. Although he has a cap for that, he needs lots of strength to project his physical form.

Loki’s Punishment, With His Wife Accompanying Him

So… was it worth it? I don’t know… Anyways, this has proved that the prophecy will come true, Ragnarök will begin!

Loki’s Children

Loki has 3 children waiting to be born from his affair with the Giantess, Angrboda. All 3 of his children are equally terrifying, and all are bound or chained somewhere by the Aesir and Vanir, fearing they will start Ragnarök earlier than wanted. If they are truly born, then Ragnarök is confirmed, cause these 3 play very important parts on that day.

Child number 1, The Goddess Hel:

Hel is hmm… She’s a goddess, but is somewhat broken. Her right side of her face is a perfectly fine beautiful young woman. The other side, her left side is a zombie, undead, and is monstrous. She has no powers, that I know of that is, but Odin immediately cast her to Helheim, making her Queen of The Dishonorable Dead. While Odin gets the Limited Edition Warriors in Valhalla, Hel gets the scraps of dead people, getting the typical death cause of sickness, or old age kind of dead people, definitely not the collectors edition thing.

Therefore, Hel is vengeful cause of this, and has sworn to send the dead to storm back to the living during Ragnarök.

The Bipolar Goddess Of The Underworld

Child Number 2, The Sea Serpent Jormungandr:

Jormungandr is a sea serpent whose size is about the entire Equator line. Yes he’s that large. Now you’re probably asking, how does A Giantess, and A Pseudo Giant-God, have a snake that large as an offspring? Don’t ask me, Poetic Edda doesn’t has this, I just gave a more fun version for you to read.

Anyways, Jormungandr was born in Midgard, and his birth caused massive chaos, forcing Thor, whose job is to protect Midgard and humans, to make Jormungandr faint, and send him down to the depths of the ocean. When Jormungandr was born, he wasn’t that large, but over the course of time, he could grow from maybe the length of the American continent to his current size, the size of the equator.

A modern day artwork of Jormungandr

Jormungandr is asleep now, resting and growing, but in Ragnarök, he’ll wake up, much larger than his size when Thor first fought him.

Child Number 3, The Wolf, Fenrir

Fenrir is probably the most feared among Loki’s Children. When he was born, he was a regular wolf, well probably slightly larger, but Fenrir is a very scary wolf. Upon birth, his desire was simple, attack the gods.

On his attack and rage in Asgard (Critically speaking, how did he reach Asgard that fast? He was born in Jotunheim), he wounded Odin, and as the gods rushed in to Nidavellir, looking for the strongest Chains in all of reality, which only Dwarves could forge.

Fenrir’s chains were ready, but Fenrir isn’t dumb, he’s the son of Loki, the smartest god out there, he knew something was up. So, the god of Duel and Justice, Tyr rushed forward, and he fearlessly asked Fenrir to bite his hand off as he strangled the beast, while all of the Aesir must kill and chain him with the chains brought from Nidavellir. Upon losing his right arm, he knew it was a sacrifice to be made. Fenrir was then thrown to an island whose location drifts to a different place every day, and Fenrir was bound there until Ragnarök.

Tyr lost his hand after fighting Fenrir

At the day of Ragnarök Fenrir will grow onto the size of a double decker bus, ish, and is going to be a force to be reckoned with, cause trust me, a slightly larger wolf can hurt lots of gods, imagine a gigantic one.

There we have the signs that Ragnarök will begin, issue is WHEN will it begin? Now, I will tell you what will happen on the day Ragnarök does begin.

Ragnarök, D-Day Events

So, what exactly will happen on Ragnarök? Well firstly, according to the prophecies of Odin, Ragnarök will happen after 3 straight winters, or in Norse, the Fimbulwinter, which means Einherjar could prepare much more after 2 straight winters, but then again they have prepared for an eternity so I don’t think that’ll be an issue. During Fimbulwinter Viking Brethren would fight with each other for food.

After that, when will everyone die? Not so fast, Ragnarök was meant to be a painful and terribly punishing day!

Who Turned Off The Lights?

So, the sun and moon is called Sol and Mani respectively in Norse Mythology, those 2 are gods that are cursed by Odin to orbit Midgard because he is jealous that Sol and Mani are better children than Odin’s own Children.

Now, Sol and Mani will be devoured by the Wolves Hati and Skoll, which would eat Sol and Mani for Breakfast and Dinner on Ragnarök. This pretty much means Ragnarök begins at an eclipse, but the Norse lack the Science to explain it.

Anyways Skoll and Hati was sent to the skies to constantly chase those 2 for centuries cause of Odin’s curse to Sol and Mani. Those 2 wolves were just created for the sake of making sure those 2 suffer, and can’t rest. Therefore, Sol and Mani would finally run out of juice after flying and running around for that long, and they’d be wolf food!

Sol and Mani being Chased by Wolves

After this, Skoll and Hati feast on the stars, and the vikings would sort of yell out… “Who turned off the lights?” Cause it was DARK out there.

Waking Up Doesn’t Mean Doing Something

Jormungandr was awake. I don’t know how, he just… you know, woke up! Upon waking up, Loki was freed from his cave because of the massive fissures created by that thing!

Once Loki is freed, he would travel to Helheim, and seek for Hel’s help. (Remind me to write that again, it sounds funny). Wait don’t ask about Jormungandr… Just cause he is awake doesn’t mean he is ready for war, he still has some plans before that. Jormungandr will shake the earth when Loki needs him to shake the earth, after the Naglfar reaches Vigrid.

Jormungandr would lie dormant in the meantime, while Loki travels to Helheim, departing with Hel in the Naglfar.

Let’s Carpool To Apocalypse.

When you heard nails, I’m guessing your thinking those used to make planks stick to walls? The one that we hit with a hammer? Yeah, you’re wrong… I mean LITERAL nails. The dishonorable dead would have their toenails cut, and used to make this ship. Gross!

Ship Of The Dead…

After the ship is ready, and Loki is there as admiral, that ship would depart, picking up some more enemies of the Aesir. From Helheim, the ship is filled with Hel, The Dishonorable Dead zombies, Loki, and Hel’s Giant Dog, Garm.

First stop! Jotunheim!

Who, by the way, the giant Watchman Eggther would signal other giants via his ginormous Lyre. Upon reaching Jotunheim, the giants would fill the Naglfar, and among the giants would be the Captain Hrym.

Second Stop! Why did we stop?

So, here is the thing… After reaching Jotunheim, they would go to Niflheim, which I guess isn’t a problem at all, those worlds were close from one another. They don’t pick up anyone (according to Poetic Edda), but they stop at Niflheim because of massive icebergs. Only after Fimbulwinter ends, that iceberg would melt. So, this is the reason the Norse aren’t fans of summer, they fear Ragnarök will begin. I imagine the vikings are frowning on us when we are this close to global warming.

This is very counter productive… Ragnarök only begins after a Fimbulwinter, but Fimbulwinter is also slowing down Ragnarök, like really?

Well according to other poetics, there is another option for Ragnarök to begin without Fimbulwinter ending. If Jormungandr writhes enough to make a tsunami in Niflheim and Midgard at once, the Naglfar would sail past the iceberg, and they can make their way to their 3rd stop before destroying the world, probably buying their last set of doughnuts, or lunch, as Loki drops them off to the battlefield of apocalypse.

Third Stop! Musselheim? Muscleheim? Muspelheim!

So, after several spellchecks it is indeed Muspelheim. . .

At Muspelheim they will pick up… The fire giants… Led by Surtr… The purpose of these Fire Giants are almost definitely the most important in ending the world in my opinion.

At Vigrid, when most of the gods are weak, or are dead, They would activate self destruct sequence and burn down all of the Nine worlds like a suicide bomber. Without them, the Aesir might be dead, the humans might be drowning, the Vanir might lose all of connection to nature, but the purpose of Ragnarök isn’t achieved, as the world cannot reset.

So they depart to Vigrid, with Hrym making sure they are enjoying their trip to end the world… sorry, The 9 Worlds.

Doomsday Alarm Clock

Heimdall, whose job is just like in the Thor movies, which is to guard The Bifrost, has a horn known as Gjallarhorn… A horn whose function is to remind people, as if saying “WAKE UP! IT’S THE APOCALYPSE!”. Heimdall was told to blow the horn because Heimdall can see from a pretty far range, meaning, when he sees the Naglfar sailing forward, he can warn the Aesir and Vanir to prepare for war.

When That Horn Is Sound, Ragnarök Begins

The events of Ragnarök pretty much starts with Odin riding and rallying the Einherjar with his 8 Legged Horse Sleipnir, and his ravens, while carrying his mighty weapon, the Gungnir. It is customary for the wielder of a weapon to name the weapon, because that would unlock the weapon’s full potential, especially if you treat it like a friend and a single human being.

Odin Rushing With His 8-Legged Steed

The other Gods, among them are Thor, Tyr, Heimdall and Frey (God of Summertime, A Vanir, not Aesir) also followed the rallying Allfather.

Upon reaching Vigrid, the air was tense, seeing that this is an unavoidable fate for the past few centuries, it isn’t an option to turn back now. All of their fates have been revealed by Odin, they knew exactly how they are going to die, but they also knew fate was something they could not avoid, so bravely they fought.

They’re All Dead…

Okay, so finally we can reach the part where the so called Immortals die… Wait, sorry, The Norse has never referenced their gods as immortals.

Anyways, these gods, especially the Norse ones are not all-mighty, and I think I’ll call them stronger beings than humans, unlike the Greek Gods who are immortal, they aren’t. So here comes the part where they’ll die! I’ve been waiting a decently long time to write this part.

Upon reaching the battlefield, Loki immediately wakes up his child, Jormungandr, commanding it to rage, and create tsunami’s, and drown mankind! As the protector of the Earth, Thor flew with Mjolnir and rushed forward, flying to Midgard, fighting him in an instant, blasting the creature with bolts from his mighty Hammer.

Before anything else happened, Hel’s dog, Garm rushed, biting Tyr, as he defended against the dog with his only hand, with his sword, he cut left and right, pushing the dog back, making sure Garm doesn’t harm him, or anyone else.

Not long after, Jotunns, Zombies, Einherjar, and Gods fought with each other, stabbing and slicing each other. In the midst of all this chaos, Hel stood in the back, commanding the dead. Fenrir rushed forward, only to be blocked by Sleipnir and Odin, and having a taste of Odin’s Gleipnir.

Odin Fighting Fenrir

Heimdall faced off with Loki, as he slipped left to right, like an Assassin, stealthily planning his move to kill the god who sees all and hears all (this is literal, Heimdall can do this if he wills it). Finally, Loki played magic tricks, confusing the Guardian of Asgard, Loki proceeded to stab Heimdall, causing him to grunt in pain, until Loki thrust forward, with his daggers ready, making sure his face is the last one that Heimdall sees.

The Fire Giant Surtr locked eyes with Frey. It seems to me they are natural enemies, flames, a destructive force, against the calm soothing growth of spring, and the peace of summer. Frey holds no weapon, he traded his Sumarbrander as a wedding gift for a beautiful Giantess he married. Regardless, he fought the fire giant, regardless of the flames surrounding the two of them, caused from Surtr’s pure heat that he radiates, Frey still fights bravely with his magic, stalling the Fire Giant.

Surtr Causing Chaos During Ragnarök

Back in Midgard, Jormungandr has drowned most of the humans, while spewing out lots of Venom, melting whatever tree or path it encounters. Thor did his best to fend off the beast, he tried everything, melee attacks, thunderstorms, tossing his hammer, slamming forward from mid-air. Regardless, his efforts seem to tickle the giant serpent. With all of his might left, he tried his best to electrocute the waters, like he did last time. Jormungandr seemed weakened, but that was a lot of Thor’s energy drained out to poke the beast.

Flying once more, Thor saw the destructive impact Jormungandr did. In the air he saw a bird eye view of drowned humans, washed away homes, fallen trees, and fissures from the earthquakes it caused. He knew he needed to do something very bold to defeat the creature. Thor prepared whatever energy he has left to channel thunderstorms and rushed forward carrying storm clouds with his Mjolnir, tossing it inside the serpent’s mouth, splitting it in half. Thor’s efforts succeeded, but in the process of defeating Jormungandr, the serpent spewed out venom, and as he took 9 steps back on the ground… To the ground he fell, as he took his last few breaths, he’s died a heroic death defending Midgard from it’s most dangerous threat.

Fortunately I’m certain Thor won’t die in Thor: Ragnarok, cause that would be bad for their film business, unless the Marvel Cinematic Universe wants to revive another person, like they always did, except for uncle Ben.

Back onto the plains of Vigrid…

Frey was the next to fall… As Pokemon types taught me, and of course, SCIENCE! Grass loses to Fire, and you don’t want to fight a Fire Giant as a God whose overall job is to grow plants. Regardless, he knew his fate when he gave away his sword as a wedding gift for his beloved Giantess Wife. Frey was burned, weakened, as Surtr finished him with his blazing sword, and the God of Summer was unable to do anything, his powers were drained, plants he created burned in an instant, and he accepted his fate.

Odin stepped back, leaving Fenrir to wreck chaos in his Einherjar ranks, for he knew he needed to finish someone first, somebody who started this war, somebody who likes to play pranks… LOKI! With his eight legged steed, Odin rushed forward, with his Gungnir thrusted forward, he runs forward, stabbing the Trickster, killing him.

Fenrir was enraged… He cannot accept the fact his father died… Fenrir leapt and feasted on Odin, whole, killing the allfather. However, knowing this is the way he died, Odin has prepared a son for this occasion (I know, weird sentence, but he really did that). So, Odin’s son Vidar, who has prepared boots thick enough for him to step on Fenrir’s face without losing a single limb, stepped on Fenrir’s open mouth, and as Fenrir bit it, Vidar strangled the wolf to death… His whole life, Vidar has been prepared for that very moment, which shows Odin’s Paranoia is WAY overboard.

Those Boots Are Thick…

Meanwhile, Tyr has successfully cut Hel’s Dog, Garm, but without getting bitten several times. Garm wounded the War God, leaving him to writhe in pain, until Surtr and his army of fire giants explode, ending the misery of every god out there.

Finally, after most of the Einherjar, Vanir and Aesir died, the Fire Giants followed in a formation lead by Surtr, as they drowned the world in flames and sacrificed themselves to clean the 9 branches of Yggdrasil from whatever it has left…

The world has come to a reset, and only a few survived…

Survivors of Ragnarök

Among the many who died in Ragnarök, some of the Aesir and Vanir did survive…

Magni and Modi, two of Thor’s sons survived as Odin has promised and prophecized that 2 of Thor’s sons will survive and inherit the Mjolnir, Thor chose 2 of his favorite sons to lead the fallen Aesir.

Vidar survived, because of his Father’s plans to kill Fenrir, Vidar was given the gift to survive Ragnarök, if he succeeds in avenging Odin.

2 Humans were given shelter in Yggdrasil by Thor before he fought Jormungandr, and Thor told them to repopulate earth after Ragnarök ended.

At the end of the world, the Yggdrasil grew a new earth from whatever was left of it, which was oceans, and the world has come to a reset!

 

Wow that was a heck of a story… Hope you enjoyed it!

Now for the Thor: Ragnarok version of the story…

Thor: Ragnarok

Stop here if you don’t want spoilers for any of the movie…

Peeling the Myths versus MCU Trailer

From the trailer I can conclude that Loki is a good guy now… So there’s that, sigh… Bad Guy Loki has always been awesome in my opinion. Sorry, that was wrong… Loki doesn’t believe in Good and Evil, for he perceives the war as two sides fighting against each other, and Vikings have no concept of Good and Evil… I prefer Loki fighting with his daughter Hel, who unfortunately, doesn’t seem to be Loki’s daughter, and Loki won’t probably be seeing Hel’s help this time.

Now we have Hulk’s existence, which some might doubt, but Hulk could fit the description of a Viking Berserker pretty well, some Einherjar are Berserkers, which are people who fight in an unstoppable rage when they are mad. Sounds like Hulk for me.

Then we have Odin, Heimdall, and Sif, in the Myths, Odin fought and died, unfortunately, from what I saw from the trailer, Anthony Hopkins’s portrayal of Odin doesn’t seem existent in the war. Heimdall doesn’t seem existent, as I doubt the guy with the red cape is indeed Heimdall, but I wish he is. Sif is Thor’s Wife in the myths, and unlike in Thor, she isn’t an archer, or a hunter or anything… She’s the goddess of Earth and growth, so there’s a difference there, although I’m not sure Sif is returning for the time being.

I also saw glimpses of a Giant Wolf I’m praying to be Fenrir, cause I can’t wait for him to get killed by whoever it is in the movies.

Peeling The Whole Movie Versus Myths

Well I’ve watched the movie, and here are a few differences of the things that actually happened in the movie, this section is filled with Spoilers, and I think lots of them, especially since the movie is pretty closely related to the myths, so a bit of a disclaimer, step away from this section if you haven’t watched the movie.

  • Surtr’s role… WAIT! The movie subtitle mentions Surtur, which might be a bit of an error cause pronunciation issues. The major difference between the movies and the myths is that Surtr doesn’t kill Hel, and burn away everything, which in the movies, he only burnt Asgard.
  • Hel’s presence. In the movie the name was Hela, which I’m not fussing about, cause the ancient Norse poems use the name Hela, and the modern name became Hel. Hel/Hela wasn’t Odin’s child, and then, Hel doesn’t have her own realm. Which for the record, in the first movie, Thor mentioned one world which doesn’t exist in the 9 Worlds version of the myths, which was Nornheim, probably the MCU substitute of Helheim.
  • Next, I’m going over Fenrir, and Fenris, which although Hel’s wolf isn’t that fearsome in the movie, the presence was reassuring, and Fenris, also like Hel and Hela, the ancient Norse names mention Fenrisr, which some literate as Fenrir, and some as Fenris, so no biggie there, just different versions.
  • Thor’s powers… I’m not joking here, Thor without his hammer is like… A gun without a trigger. The gun is still there, and you can theoretically hit people’s head with it, but it’s barely something. In Norse Mythology, with 20-30 Giants, Mjolnir can easily be lifted, and hidden from Thor. Then Thor is useless… Like, he has his backup weapon his staff to punch people, but he can’t electrocute anyone, nor can he fly. But well, then there is no room for heroism, then…
  • Valkyries. Although unmentioned of their pure tasks, Valkyries are generally doing nothing but pulling heroic people onto Valhalla, and yeah, in MCU, as mentioned by Thor and seen in Loki’s memory stealing, they do fight for the throne, so that’s just a minor difference.

Well there you have it… P.S. GREAT MOVIE! also a well-placed Stan Lee cameo.

 

Thanks for reading!

Ulasan Spider-Man Homecoming

Ulasan Spider-Man Homecoming

Hi, ulasan ini mungkin mengandung spoiler, jadi buat yang belum nonton, awas ranjau ya….

Yang belum nonton tapi emang kepo, silakan dilanjut, hehehe

Ulasan diisi oleh 3 kontributor kami, Babah, Bubi dan Jaja, jadi semoga bisa mewakili pandangan tentang film ini dari 3 sudut pandang yang berbeda, enjoy!

Bubi

Kalau Bubi sih mengingatnya cuma dengan 3 kata aja, Geek, T-shirt and Patient. 

Faktanya film ini anak-anak banget ya.. Jadi kayanya dikasih rating PG juga ga masalah deh. Meski memang film yg ada adegan kekerasannya biarpun cuma seulas mah bagusnya tetep PG-13 ya..

Dan senengnya karakter Peter Park digambarin masih anak-anak banget plus super geek-ish yang kemudian di deskripsikan sama Babah sbg “… a way to gain more money from their geeky rich fans..” or something like that lah ya.. Intinya karakter PP dibikin geek supaya para geek merasa lebih mudah relate dan mau menghabiskan lebih banyak uang utk belanja merchandise-nya.

Well, that maybe true in a way but it also work on the movie. It’s nice to see all the weakness and the ‘babysitting theme’ running around here and there through out the movie plus the I’m a geek and its cool swag. 😅😅

Segitu aja kayanya yak

Soalnya Neneng udh manggil-manggil minta puding.

Jaja

For the record, ini film Spider-Man pertamaku yang aku tonton dengan mengikuti ratingnya yang PG-13 dengan benar. Aku belum lebih dari 2 tahun sejak boleh nonton film superhero. Kenapa? Karena sebagian besar film superhero ratingnya PG-13, bukan untuk anak-anak lho…

Oke sekarang ke filmnya… Aku ga nonton sama Babah Bubi, tapi aku nonton sama 2 sepupuku. Sebelum film, Bubi suruh aku cari T-Shirt. Awalnya aku bingung, tapi ternyata tidak sampai 15 menit filmnya mulai, aku langsung tau T-Shirt yang Bubi maksud. Di T-Shirt itu ada slogan “The Physics Is Theoretical, But The Fun Is Real“. Begitu lihat, aku yang memang geek juga, seperti Peter Parker, langsung “WOW!!! I want that shirt

Komentarku ke Peter Parker portrayal Tom Holland sama kaya Bubi. Peter Parker di komik, dari dulu memang selalu punya Geek Persona. Tapi, baru pertama kali portrayal Peter Parker sukses pull off  geek-nya.

Plot-wise juga menarik, awalnya kukira alur ceritanya akan cenderung simpel, tapi writer ini sukses pull off plot twist yang mengagetkan. Spoiler? Jangan deh, nonton aja

Oh iya, satu hal lagi yang membuatku lebih suka Spiderman Homecoming dibandingkan yang sebelumnya. Di semua comic book, dan Marvel Cinematic Universe, meski sudah di reboot berkali-kali. Selalu ada scene atau strip komik yang sama. Scene yang kumaksud itu pas Uncle Ben, meninggal. Ini sudah jadi running joke sejak pertama kali Uncle Ben meninggal sampai sekarang. Untungnya di versi ini, Uncle Ben belum dipastikan identitas atau keberadaannya. Thumbs Up For Not Making These Memes Worse! Untungnya, Father Figure yang Peter Parker butuhkan, diwakili oleh Tony Stark, atau Iron Man.

Jaja Out 😀

Babah

Apaaaa? Reboot lagi? Itu tanggapan pertama saya saat mendengar kabar tentang akan bergantinya pemeran Spider-Man (ini sebelum kemunculan Spidey di Civil War). Tom Holland adalah pemeran Spidey ketiga di layar lebar setelah Tobey Maguire dan Andrew Garfield. Bahkan meme yang beredar pun berkelakar bahwa makin kesini, Spider-Man makin muda (pun dengan Bibi May).

Tapi mungkin reboot kali ini karena akhirnya Sony Pictures (sebagai pemegang lisensi film Spider-Man) paham juga bahwa kalo mau untung lebih gede dan filmnya ga dikutuk fenboi terus, ya harus kerja bareng Marvel Studios, bonusnya jadi bisa masuk ke Marvel Cinematic Universe juga deh….

Langsung bahas ke filmnya, di awal film langsung muncul Michael Keaton, yang udah nonton The Founder, pasti langsung sebel gitu liat dia nongol, tapi langsung waspada sambil mikir “Kan ga mungkin nanggap Michael Keaton buat jadi figuran doang, pasti nanti jadi penjahatnya… ngahahaha”. Jadi, Adrian ini awalnya dapet kontrak dari Pemkot New York buat beres-beres limbah alien, udah sengaja invest mobil dan lain-lain, tapi malah terus digusur sama Pemerintah Federal, inilah yang bikin dia sebel dan mulai mencari peluang baru 😀

Lanjut ke Peter, setelah selesai membantu #TeamIronMan di Civil War, Peter dipulangkan oleh Tony, dan Happy menjadi LO antara Peter dengan Tony. Peter pun mencoba peran baru menjadi pahlawan akamsi di Queens, dengan segala suka dukanya.

Dan ketika Peter bertemu dengan perampok ATM yang menggunakan senjata ajaib dengan teknologi alien, Peter mulai melacak asal muasal senjata tersebut, dan dari situlah filmnya berkembang.

All in all, film ini sangat menghibur, filmnya sih ringan, jadi cocok ditonton bareng anak-anak, dan untuk para moviebuff, sama halnya dengan Deadpool, film ini juga memiliki referensi ke film Ferris Bueller’s Day Out (seriously, yang belum nonton Ferris Bueller, segerakan).

Babah over and out.

Jadi begitulah ulasan Spider-Man Homecoming ala-ala kami, hatur nuhun 🙂