Tag: kids art

Jaja Jadi Panitia Games Anak-Anak, Day 2!

Jaja Jadi Panitia Games Anak-Anak, Day 2!

Tanggal 31 Agustus Kemarin, Jaja kembali ke Metro Indah Mall untuk hari kedua menjadi panitia di acara Fun Games ini. Kalau belum baca acara hari pertama-nya, bisa di cek disini. Nah, sesudah acara hari pertama untuk anak TK selesai, aku ikut lagi untuk membantu di lomba anak SD.

Acara ini juga memiliki format yang mirip seperti kemarin, dan ternyata pos-pos TK kemarin belum ditutup, karena akan ada lagi batch kedua peserta TK untuk bermain. Aku membantu untuk kedua kategori tersebut, tetapi lebih banyak untuk yang TK.

Preparation Pre-Event

Sesampai ke MIM pukul 7.30, lampu ternyata masih belum dinyalakan. Miss Muliani padahal sudah meminta lampu dinyalakan dari jam 7.30 untuk preparasi lomba. Jadi kita masih kerja dengan gelap. Meskipun sudah request ke pihak mall, sepertinya tidak dapat dilaksanakan requestnya. Ya sudahlah, masih ada torch Hp, dan sinar matahari.

Tugas pertamaku untuk hari ini… Labirin buatanku kemarin perlu dipindahkan, karena lokasinya tepat di depan panggung, dan lomba untuk anak SD akan memakan tempat yang banyak di tengah. Jadi Labirinku perlu dipindahkan ke tempat yang tidak terlalu mengganggu. Semua booth lain juga dipindahkan lokasinya agar tidak terlalu mengambil daerah depan panggung. Oke siap deh!

Sayangnya, aku sedikit merusak formasi labirin, dan, labirinku perlu dibongkar dan dibuat ulang. Tahu gitu minta tolong orang lain bantu aku pindahkan labirinnya berdua agar tidak perlu dibuat ulang karena tali rafia banyak terlipat dan keriting, dan formasi tiang plastik sudah kacau.

Untuk sekarang aku break dulu dari membuat labirin, dan memindahkan meja. Tidak lama sesudah meja ditata, lampu menyala sekitar jam 8.00, dan meskipun telat.. setidaknya masih sebelum peserta datang. Dengan lampu menyala, dan bantuan dari Kakak Brightway, aku segera membuat ulang labirin, dan aku sukses membuat labirin berbeda, di lokasi berbeda. Hore!

Administrasi… Last Few Minutes

Administrasi peserta dimulai sekitar 30 menit sesudah Labirinku selesai, dan Kang Donny perlu menggunakan keahliannya dan memastikan anak-anaknya ada aktivitas, dan tidak jenuh… karena ada sebuah emergency…

Videografer  untuk dokumentasi acara ini sudah kehabisan data di memory card-nya, dan perlu memindahkan isinya. Aku dipanggil jadi “teknisi” abal-abal untuk memindahkan data ke USB yang lain. Miss Muliani butuh bantuanku karena salah satu port USB di laptop Miss Muliani rusak, tapi Miss Muliani tidak tahu, jadi ketika aku dipanggil untuk troubleshooting dan memperbaiki laptopnya, aku juga bilang ke Miss Muliani untuk menggunakan port di sebelah kiri, karena yang sebelah kanan rusak.

Untungnya, meski sedikit lemot, dan port USB juga error, Kang Donny tidak kehabisan trik untuk menghibur anak-anak kelas 2 yang datang.

Acara Dimulai… Eh, ga jadi…

Sebelum acara dimulai, kita mengecek ulang administrasi, dan ternyata, ada 20 peserta yang tidak terdaftar… Kenapanya, aku kurang yakin, sedikit tidak jelas sebenarnya. Tetapi ada kemungkinan sekolah yang mendaftar belum memberi data yang lengkap, atau banyak peserta datang sebelum daftar, dan langsung main ikut.

Jadi, kita meminta waktu 10 menit untuk mengecek data, dan peserta yang sudah masuk administrasi kita panggil satu persatu. Sayangnya karena kita terlambat dan sudah mepet, kita tidak sempat memanggil semua nama. Menurutku event-event yang berbayar seperti ini, sebenarnya harus di full check and recheck pendaftarannya dan sudah membayar atau belumnya, untuk menghindari kerugian. Aku sudah bilang ke Miss Muliani pas lunchbreak untuk check ulang di event berikutnya, agar tidak terjadi jebol kas.

Anyways, on with the story…

Jadi Contekan

Aku diberi tugas sederhana… aku disuruh memegang contekan… Lomba pertamanya adalah lomba puzzle, dan harus kuakui, ini lumayan tricky untuk anak-anak kelas 2. Puzzlenya adalah gambar kota dari perspektif skyline. Untuk memperumit puzzle ini, ada 2 tempat parkir lengkap dengan mobil, ada jalanan, ada kolam, ada taman dan ada skyscraper di puzzle tersebut. Kurang lebih gambarnya seperti ini, meski tidak sama persis…

Foto contoh skyline kota..

Oh, dan gambarnya dipotong tidak seperti puzzle jigsaw, melainkan dengan potongan horizontal, vertical, dan diagonal. Pusing kan? Kata Kakak dari Brightway sebenarnya gambar tersebut ditujukan ke anak kelas 4-6, tapi ternyata pendaftar tidak dari kisaran itu. Eh, Puzzle ini meski ada gambar originalnya tetap ada beberapa aturannya sih…

  • Skoring berdasarkan kecepatan
  • Gambar utuh dipegang di depan, dan untuk melihat, harus mengirim satu anggota untuk maju ke depan
  • Ketika ingin melihat gambar original, sebaiknya mengantri, dan jika antrian panjang, dibatasi ke 15 detik sebelum mengantri lagi
  • Gambar tidak boleh dibawa ke depan, dan juga hasil kerjaan tidak boleh dibawa ke depan juga.

Kurang lebih begitu sih, cukup simple.

Menunjukkan Jawaban 😀

Karena peraturan di atas, anak-anak jadi rada rusuh lari kesana-kesini buat cek ulang pekerjaan mereka dan gambar aslinya. Terus, karena aku sedikit usil, aku suka ngebercandain anak-anak yang berlari ke depan berkali-kali :D… kurang lebih scriptnya gini:

  • Adik-adik: Kak, liat lagi!
  • Jaja Azriel: Mau liat apa? Aku ganteng kok, tapi jangan dilihatin terus atuh
  • Adik-adik: Ih, jijik tau!
  • Jaja Azriel: Kok gitu sih? Mau liat puzzle kan? Ato Ngefans?
  • Adik-adik: Liat Puzzle atuh Kak!
  • Jaja Azriel: Makanya yang baik dong ke aku
  • Adik-adik: Cepetan deh Kak..
  • Jaja Azriel: Hehe, maaf, maaf..
  • Adik-adik: Makasih Kak

Mwahahahaha (Evil Laugh)… Usil itu menyenangkan…

Hebatnya, tim yang paling cepat selesai, mengalahkan kecepatan satu-satunya tim kakak kelas 5, dan betul yang menyelesaikan duluan adalah anak-anak kelas 2, bukan yang kakak-kakak. Thumbs Up!

Dealing With More Monsters…

Terkadang aku merasa menjaga anak seumuran Alice itu melelahkan. Ternyata 30 anak yang sedikit lebih besar dari Neneng Alice lebih melelahkan.

Oke, mundur dulu dikit. Sesudah aku menunjukkan foto, ada satu pos lempar bola (sama seperti posku kemarin) kosong, dan aku diberi tanggung jawab menjaga untuk anak-anak ini main. Kali ini, anak-anak sudah mengantri, karena sepertinya lebih cepat daripada yang kemarin, dan tidak ada Kakak Observer Brightway menemani, jadi aku harus mengajarkan anak-anak ini cara bermain, mencatat namanya, dan memberi penilaian berdasarkan field yang sudah disediakan.

Masalah untukku… Ada beberapa Tante yang kurang mengerti bahwa lempar bola harus dilakukan dengan Ibunya untuk bonding, dan aku disuruh menangkap, alhasil aku tidak bisa mencatat dan memberi penilaian karena antriannya penuh. Untungnya, aku masih mengingat beberapa hal, dan masih bisa mengeksekusinya dengan cukup efektif. Mungkin tidak efisien waktu yang kugunakan, karena antriannya jadi panjang sekali… Tetapi aku masih mengerjakan tugasku dengan cukup baik…

Mengendalikan “monster” kecil ini butuh keahlian, jadi aku salut sama Bubi dan Kang Donny punya kemampuan handle anak-anak banyakan, dan mereka tidak bosan.

They Are The Champions…

Ya, itu nyanyi :D. Jadi, pemenang lomba diumumkan, sayangnya aku tidak mengerti scoring penuh karena harus menjaga pos untuk anak TK. Tetapi, sepertinya anak-anak yang menang dan mendapat hadiah adalah anak-anak yang cepat tadi.

Sesudah pemenang diumumkan, lunch time! Kita makan Ayam Goreng, Aku lumayan suka Ayam Goreng-nya. Oh… dan para Panitia foto bersama, kecuali aku karena aku bukan tipe orang yang suka ikut foto pose bareng gini…

Panitia yang Narsis, Tapi Aku ga ikutan

Celebrate Good Times! Come On!

(Nyanyi lagi deh dia… Lagu rada jadul pula…) Anyways, sesudah makan siang, ada break sedikit, dan ngobrol-ngobrol santai, sekitar jam 14.00-an, Miss Muliani membeli es krim dari sponsor kita… Diamond! Dan kita makan! Untungnya Aku ga sakit gara-gara makan ini, itu mungkin terjadi, karena aku alergi makanan dingin, tetapi sejak aku makan es krim 4-5 kali terakhir tidak sakit kok, jadi aman.

Jam 14.00 lebih sedikit ada rapat keuangan, dan aku belum boleh intip-intip ini soalnya ini urusan orang dewasa, dan aku dipesankan gojek oleh Miss Muliani dari MIM untuk cara Miss Muliani say thank you…

Conclusion and Suggestions

Oke, ini bagian evaluasi, dan aku tidak bermaksud ngomong gak enak… tetapi aku ingin memberi nasihat konstruktif untuk event berikutnya… Aku sudah lihat hasil laporan keuangannya via Whatsapp, dan sejujurnya, kalau ada panitia lain visit kesini, pasti kurang memuaskan hasilnya. Jadi ini dari Jaja, hanya berupa daftar sugesti untuk melakukan acara seperti ini dengan lebih maksimal… dan aku mau minta maaf jika terdengar seolah-olah aku ngomong gak enak, tujuanku bukan itu soalnya…

  • Jika acaranya berbayar, akan lebih bagus jika peserta hanya diberi izin ikut ketika sudah membayar. Jika aku tidak salah dengar, ada peserta yang belum transfer, claim akan transfer segera, tapi sudah mengikuti meski belum terbayar
  • Akan lebih baik jika acara di share (setidaknya E-Flyer/Teasernya) sejak H-4 atau H-3, karena akan ada waktu lebih banyak untuk orang-orang mengosongkan jadwal, dan datang.
  • Pastikan ada atribut khusus untuk peserta yang sudah daftar ulang, untuk memastikan pembayaran, dan juga peserta yang datang bukan peserta gelap.
  • Persiapkan administrasi untuk handle wave yang banyak, jika dirasa orang yang datang kurang, mungkin bisa ditambah jumlah peserta-nya
  • Buka recruitment volunteer. Banyak lho orang-orang yang mau datang membantu untuk mendapatkan sertifikat. Merecruit volunteer akan lebih efektif daripada kewalahan handle banyak orang.

Sekian dari Jaja, dan sejujurnya Jaja senang sekali bisa ikut membantu di acara seperti ini.. Untuk itu, terima kasih ke Infinity sudah mau menampung aku untuk 2 hari berkegiatan di acara ini. Mohon maaf jika ada hal yang tidak benar-benar akurat (terutama urusan waktu, hehe, aku ga cek jam setiap ada event) dan juga kalau ada kata-kata yang kurang enak didengar, tujuannya sebenarnya bukan untuk menjelek-jelekkan, tetapi untuk memberi kritikan konstruktif…

Jaja Jadi Panitia Games Anak-Anak… Day 1!

Jaja Jadi Panitia Games Anak-Anak… Day 1!

Tanggal 30 Agustus kemarin, Jaja mencoba untuk menjadi panitia sebuah acara untuk bermain anak-anak di Metro Indah Mall. Acara tersebut dilaksanakan bersama Infinity, yang merupakan sebuah forum literasi di Bandung. Kalau ingat, waktu itu aku pernah post tentang lomba debat Erlangga dan menyebut soal Mentor-mentorku Ms. Muliani dan Mr. Eri kan? Nah, Miss Muliani dan Mr. Eri itu berasal dari Infinity.

Format acara ini mirip dengan Trip Pramukaku yang terakhir, yaitu dengan format pos-pos, dan anak-anak berotasi dari pos 1 – pos 8, masing-masing pos punya game-nya sendiri.

Disclaimer… Jaja tidak ikutan foto di hari pertama… Awalnya aku sudah minta Mr. Eri fotoin, namun sepertinya hilang, dan perlu dicari dulu. Sampai nanti fotonya sudah bisa ditemukan baru bisa kutambahkan ya… Mohon maaf.

Pre-Event Prep

Oke, jadi Miss Muliani, aku dan Mr. Eri sudah datang dari jam 7.30, dimana mall masih gelap gulita, dan lift belum dinyalakan, sekitar 15 menit kemudian, baru saja Lift menyala, dan kita naik ke spot lomba jam 7.45, dimana lampu masih belum menyala, dan aku mendapat tanggung jawab pertamaku, yaitu membuat labirin dari tali rafia dan tiang plastik kecil.

Kerjaanku Baru Akan Dimulai…

Spanduk lomba pun belum dipasang, stage dan spanduknya masih bekas acara kemarin. Seperti bisa dilihat, lampu masih mati, dan kata Miss Muliani, ingat-ingat untuk minta izin menyalakan lampu dari pagi, agar tidak perlu kerja dengan segelap ini…

Jadi, aku membuat labirin sesuai perintah, dan aku untungnya masih mengingat sedikit ilmu dari pramuka mengenai tali temali, jadi aku menyimpan 2 tongkat, mengikat masing-masing tongkat, dan membuat jalurnya. Tali disini berguna sebagai tembok, dan tiang digunakan sebagai patokan sudut, atau untuk patokan pintu. Pada akhirnya sih, sukses jadi, dan labirinku cukup menantang menurut kakak-kakak dari Brightway. Brightway adalah salah satu organisasi yang berada dibawah naungan forum literasi Infinity, Brightway adalah organisasi psikologi untuk anak-anak, dan berada di acara ini untuk menilai kemampuan anak.

Sekitar jam 8.30, sudah ada peserta datang mendaftar. Masalah untuk kita adalah, lampu saja belum menyala :(, jadi kita mengurus administrasi dengan bantuan torch HP. Untungnya, ketika batch peserta yang datang banyak, sekitar jam 9.00 tepatnya, lampu akhirnya menyala, HORE!

Last Preparations…

Ternyata Infinity sudah punya orang yang jago untuk stalling peserta yang masih dalam kisaran PG kecil ke TK, Kang Donny sepertinya jago sekali mengurus anak-anak sembari panitia lainnya menyiapkan booth games masing-masing. Kang Donny melakukan hal-hal yang familier untukku, karena Kang Donny melakukan rutinitas mirip seperti yang Bubi biasa lakukan dengan anak-anak, meskipun ada sedikit perbedaan sih. Anak-anak diajak menyanyi lagu, dibacakan dongeng, dan mengitari ruangan sambil menari.

Kang Donny Mengendalikan Para “Monster”

Lampu sudah nyala, dan spanduk sudah diganti juga… Kita sudah siap! Eh, boothnya belum ketang… False alarm 😀

Sekitar 15 menit kedepan, masing-masing booth menyiapkan observer dari Brightway untuk “menilai” kelebihan masing-masing anak, dan juga masing-masing booth guide untuk check and recheck aktivitas Booth.

Aktivitas Apa Ya Ini?

Ketika booth-booth hampir siap, kita butuh Trolley untuk salah satu booth games yang sudah ada di lantai kita, yaitu lantai 3. Tapi trolley ini milik Hypermart di lantai bawah, jadi aku diminta untuk menjadi messenger, dan aku meminta izin ke manager di lantai bawah. Untungnya Managerial Hypermart mengizinkan, asalkan tidak dipakai sampai rusak, dan asalkan aku membagi flyer Hypermart ke peserta-peserta. Aku lakukan itu, tapi aku tidak tahu… 200 katalog supermarket bisa lebih berat dari buku psikologi yang tebal. Ketika naik ke atas membawa kabar, aku beruntung ada orang yang bantu aku memencet lift, karena kalau tidak, pasti itu tumpukkan flyer berantakan, dan tumpah kemana-mana :D.

Let The Games Begin!

Oke sebentar, sebelum mulai… Kita back up dulu dikit, dan biar aku jelaskan daftar-daftar booth

  1. Booth pertama kita adalah booth mewarnai.
  2. Booth kedua adalah labirin buatanku. Anak-anak cukup mengitari labirin, seperti suka ada di buku maze, tetapi bedanya di dunia nyata, dan dilakukan dengan gerakan beneran (ya pasti atuh Jaja… :D).
  3. Booth ketiga adalah booth yang seharusnya kufoto, karena cukup menarik dan bisa dicontek untuk aktivitas rumah. Booth ketiga adalah booth yang ada tong dan dari dalamnya banyak benda dengan tekstur berbeda-beda, dan anak-anak disuruh menebak isi dari tong tersebut tanpa melihat.
  4. Booth keempat adalah booth yang sejujurnya aku kurang mengerti, tetapi sepertinya anak-anak diberi sebuah angka, dan mesti berdiri di angka yang mereka dapatkan, lalu berotasi dari satu angka ke angka yang lain.
  5. Booth kelima adalah booth hidroponik dan urban farming, dimana anak-anak diajarkan untuk bercocok tanam dengan ruang terbatas.
  6. Booth keenam adalah booth Sondah/Hopscotch, dimana orang-orang meloncat dari satu pijakan ke pijakan berikutnya, mengikuti pola angka.
  7. Booth ketujuh adalah booth lempar bola, dimana orangtua/guru anak diminta memegang kotak untuk target bola, dan anaknya melempar bola tersebut sampai 2 bola masuk.
  8. Booth terakhir adalah booth yang menggunakan trolley, dan anak-anak diminta mendorong teman-temannya dalam trolley. (semoga aktivitas ini adalah aktivitas masih dianggap aman oleh pihak Hypermart)

Dari 8 Booth, aku menjaga 2 booth yang cukup sederhana, dan beserta tim observer dari Brightway, aku mengajari anak-anak bermain di booth-ku. Aku mendapat booth nomor 6 dan 7. Aku yakin, tidak mungkin ada orang gagal dalam urusan sesederhana ini.

Selama di kedua booth ini, ada beberapa hal yang menarik perhatianku, diantaranya adalah…

  • Ada kakek yang mengantar cucunya lhooo. Awalnya aku melihat orang yang tampak lebih tua dari ayah dan ibu lainnya. Pas aku minta Kakek si cucu mengambil bola, karena penasaran (hehe) aku menggunakan kalimat “Ayo, sekarang Ayahnya yang pegang bolanya”. Si Kakek langsung mengkoreksi aku. Respect untuk Kakek yang niat untuk mengantar cucunya kesini, mungkin karena ayah-ibunya bekerja (dari analisaku).
  • Ada anak yang memasukkan bola dengan cara unik dan efisien… Bukannya melempar, anak itu meminjam tas belanja reusable yang dibawa ibunya, memasukkan banyak bola dalam tas tersebut, dan memindahkannya secara sekaligus dalam kotak. Aku suka melihat anak-anak seperti ini, karena menurutku, anak-anak yang think outside the box adalah anak-anak yang akan menanam benih-benih evolusi.
  • Terkadang mood-mood anak yang buruk karena di booth sebelumnya sempat dilarang ibunya karena takut merusak Hidroponik, bisa merusak mood semua anak di lingkungan itu. Grup anak-anak yang ada satu saja anak ngambek pas main di boothku, membuat anak-anak lainnya merasa buruk juga, dan jadi lebih malas main dengan benar.
  • Main Hopscotch berkali-kali itu melelahkan. Karena setiap grup yang datang, aku sebagai guide yang baik, mencontohkan. Terkadang kalau anak-anak belum mengerti, aku juga berkewajiban menunjukkan ulang cara mainnya.

Sesudah kewajiban di boothku selesai, aku ngemil snack dari Sari Roti, dan mengecek aktivitas booth lain…

Anak-anak dan Ibu-ibu sedang mewarnai

Sepertinya tujuan aktivitas ini belum sepenuhnya masuk ke Ibu-ibu ini. Karena Ibu-ibu ini terus menerus meminta anak-anak ini lebih serius dalam mewarnai, seolah-olah ini lomba, padahal kan bukan… Menurut Tante Deasy, dari komunitas HEbAT yang juga merupakan bagian dari panitia inti, tujuan aktivitas ini untuk menjadi “contekan” aktivitas anak-anak untuk dikerjakan dari rumah, dan juga sebagai games untuk anak-anak.

Post Event

Hari pertama acaranya diakhiri dengan anak-anak diajak ke panggung untuk menyanyi, dan dengan pembagian hadiah. Semua anak yang berpartisipasi berhak dapat hadiah…

Aku merasa senang diberi kesempatan untuk mengikuti acara ini, dan aku merasa berterima kasih Infinity sudah bisa percaya ke anak sepertiku, yang bahkan lulus SMA saja belum (iya sih, tugas yang kuterima tidak perlu terlalu banyak skill, tapi kan tetap saja).

Tapi… Acaranya bukan cuma sampe sini lhooo.. Ini adalah 2 day event, dan ini baru membahas hari pertama!

Tunggu lagi untuk event Day 2-nya!

Jaja Out!

 

Pencil Grip

Pencil Grip

Neneng masih kurang baik dalam memegang pensil (atau spidol, crayon dan macam-macam alat tulis lainnya). Oleh karena itu, Bubi mulai cari-cari apa ya yg bisa dilakukan utk memperbaiki.

Dulu ketika Jaja berusia 4th, untuk koreksi pencil grip menggunakan alat bantu karet yang dipasang diujung pensilnya. Ini gambar alat sejenis yang Bubi temukan di tokopedia.

Untuk Neneng mungkin nanti bisa menggunakan alat serupa. Tapi saat ini Bubi menggunakan fingers sock untuk membantu. Dengan menggunting sedikit di bagian atas dan samping kaos kaki bekas Neneng.

Kemudian Neng memasukkan tangannya kedalam kaoskaki dan mengeluarkan jari telunjuk serta jempol. Baru memegang pensilnya. Seperti ini

Panduan tentang kemampuan anak memegang ada dalam tabel yang diperoleh dari pinterest. Memang ada beberapa anak yang sudah memiliki grip baik diatas usia pada tabel. Tapi untuk yang belum, semoga bisa mengurangi kecemasan ya. Masih ada waktu untuk terus berlatih.

Art for toddler

Art for toddler

Bubi mau nyoba bikin beberapa postingan art for toddler berdasarkan pengalaman berkegiatan sama neneng ya..

Hari ini, Senin 17 Juli, Bubi mengajak Neneng utk mewarnai lingkaran-lingkaran yang sudah dibuat bulan lalu.

Awalnya si lingkaran ini juga kegiatan art neneng, yang meilbatkan cat poster dan rol tisu bekas.. Cara mainnya cuma stamping ke kertas menggunakan rol tisu bekas sebagai capnya..

Nih, kaya gini…

Terus karena tadi Neneng pengen kegiatan pakai cat air.. Bubi minta Neng mewarnai lingkaran-lingkaran nya deh.. Syarat dari bubi tadi buat supaya lingkaran sebelahnya beda warna..
Dan neneng berkreasi deh..

Neneng bersemangat sekali mengerjakan kegiatan ini.. Oh iya sekedar teview yaa.. Cat air yg Neneng pakai ini merknya Giotto, beli di Gramedia dengan harga 50rb (pas beli dapat tambahan diskon 15% entah promo apa jadi lebih murah lagi.. Sebelumnya Neneng pakai cat air keras yg tanpa merk, beli di spm Borma harganya dibawah 10rb. Tapi sudah habis dan pas mau beli lagi, eh sudah ga ada barang tsb di Borma huhuhuu..

Oh iya alasan Bubi pakai cat air keras sebenernya relatif lebih irit dan ga banyak kotor balatak dibanding menggunakan cat air pasta.. Tapi, karena pengen Neneng kenal banyak jenis alat gambar, jadi Neng juga suka melukis menggunakan cat air pasta 😉
Dan inilah hasil akhirnya..