Tag: Infinity Stones

Review Of Memorable Scenes In Avengers Infinity War

Review Of Memorable Scenes In Avengers Infinity War

Biasanya aku ngasih preview disini, tapi film terakhir terlalu… monumental, dan aku sejujurnya…

SPOILERS AHEAD, SPOILERS AHEAD, LEAVE IF YOU HAVE NOT WATCHED, AND YOU DON’T WANT TO KNOW ANY SPOILERS.

Okay? Mengerti? Beneran nih, jangan scroll ke bawah kalau belum nonton, artikel ini lucunya gak akan diberikan preview sampai… 50 kata pertama, alias di home page tampaknya gimana.

Dah udah 50 kata basa basi, sekarang di preview artikelnya

OH MY GOD! Film Infinity War ini, sangat mengagetkan ending nya, dan juga, okay, kayanya aku gak bisa preview begitu banyak, tapi aku sudah siap untuk memberi cukup banyak hal dan preview of what could happen in the MCU sesudah ending Infinity War ini.

Jadi, kayanya, artikel ini secara keseluruhan akan dibelah menjadi dua artikel, yang satu adalah review Infinity War, dan yang satunya lagi adalah preview dari cara Marvel akan membuat superhero mereka fight back sesudah massive defeat pas Infinity War ini.

Review Of Infinity War

Disini akan ada review nya, dan sejujurnya aku sedih. That’s all I have. Aku sangat sedih dengan Infinity War, yang “membunuh” terlalu banyak karakter, membuat beberapa karakter menghilang, dan juga… ya, intinya ending infinity war yang merubah banyak karakter menjadi debu, serta membunuh beberapa karakter dengan fan kaya Loki, atau Gamora…. It’s just sad.

Jadi mari kita bahas beberapa event yang rada memorable, baik sedih, lucu atau awe inspiring di film ini.

Mostly yang sedih…

(FYI untuk yang belum nonton ini tidak dalam order kronologis film, hanya mengikuti yang pop up saja di ingatanku)

Loki (AKHIRNYA) Mati, Heimdall Mati

Scene pertama di film ini adalah scene dimana Thanos berusaha mengklaim Tesseract dari kapal Asgardian yang dicolong Loki pas Thor: Ragnarok. Adegan ini “mematikan” potensi film Thor berikutnya. Karena di adegan ini lah Loki dibunuh, dan juga Heimdall yang sempat dibiarkan hidup dibunuh.

Thanos sudah memegang Power Stone dari Xandar yang dia comot off screen demi menghemat budget CGI di scene dan aktor, atau juga mungkin untuk mengurangi kesedihan di scene (CIH, gak mungkin, film ini terlalu sedih, apa masalah dari pembunuhan sebuah planet sesudah kematian sebanyak ini).

On topic, Heimdall dibunuh, sesudah dia semacam membuat Hulk kabur melalui Bifrost dan energi sisa-sisa yang dia miliki untuk menyelamatkan Bruce Banner. Thor langsung marah sesudah sahabatnya ini ditikam, dan juga tentunya dia sudah sangat kesal karena hampir semua Asgardian yang masih hidup dibunuh.

Terus ada Loki, yang memang dikirim Thanos ketika pertama kali ada Tesseract, tetapi sayangnya, Loki ini berusaha membunuh Thanos, sambil bilang Undying Fidelity, and stuff. Sayangnya karena dia berbohong dia langsung dibunuh, dan kayanya dia langsung mati saat itu juga…

Yeah, tragis. Scene ini tidak banyak arti dan output nya di real life selain… Fangirl Tom Hiddleston (including a cousin of mine) kesel, dan juga pas nonton 3 cewe yang berada di satu baris di atas diriku berbicara dengan cukup keras  “YAAAAAH MATI… Sedih banget deh”.

Gamora Mati

Oh look another sad scene…

Gamora ini dieksplor relationship Father and Daughter nya dengan Thanos pas di Infinity War. Thanos sendiri menangkap dan mengutarakan kekecewaannya pada Gamora… Sebagai anaknya yang benar-benar membuatnya jatuh cinta dan juga kecewa karena harus menukar jiwanya demi Soul Stone.

Jadi, akhirnya kita tahu lokasi Soul Stone dan juga Red Skull yang selama ini menjaganya, sesudah cliffhanger saat dia menghilang di The First Avenger, lokasi Red Skull terungkap, bahwa dia nyangkut di Vormir dan juga selama ini Soul Stone lokasinya diketahui oleh Gamora, namun ia merahasiakannya.

Thanos sendiri tidak tahu bahwa demi mendapatkan Soul Stone dia harus mengorbankan seorang… loved one. Dan tidak seperti di komik dimana Thanos membunuh setengah alam semesta demi PDKT sama pacarnya (and his loved one), Death… Loved one Thanos di film ini adalah Gamora.

Gamora pun dilempar ke ujung jurang, dan Thanos menangis, hanya untuk bangun dengan Soul Stone (yang kekuatannya dia tidak pakai sepanjang film πŸ™  ) dan memasangnya di Infinity Gauntlet nya.

Peter Dinklage as a Dwarf

Peter Dinklage adalah seorang aktor yang… berpostur tubuh pendek.

Dia seringkali memainkan peran sebagai orang yang memang pendek (maaf, bukan maksud insulting), dan kadang, dwarf-ish. Misalnya, jadi direktur perusahaan anti mutan di Days Of Future Past, jadi seorang tokoh (aku gak tahu) di Game of Thrones, jadi gamer yang ngecheat di Pixels…

Semuanya bermain sebagai orang yang emang pendek.

Kali ini, mungkin dalam spirit of empowerment, Peter Dinklage diminta memainkan seorang Dwarf, dan dia memang menjadi seorang Dwarf. Tetapi, Dwarf ini merupakan spesies Dwarf Raksasa… (WHAT?).

Ukurannya lebih tinggi daripada Thor, tetapi, ia tetap berdiri dengan postur pendek miliknya, yang memang ala kurcaci. Meski dia tinggi, dan merupakan seorang kurcaci raksasa, postur, dan keahliannya dalam menempa besi itu, perfect ala-ala Kurcaci banget lah.

Ini adalah representasi bagus di kehidupan nyata dimana seseorang tidak harus menjadi raksasa, atau seseorang yang physically strong untuk stand out.

Or… Yeah, gak ada hal lain yang lebih banyak wow factor nya, tetapi kurang lebih sense of empowerment disitu masih tampak lah ya…

Feminism!

Ah feminism… Clickbait bedah buku.

Jadi, scene Feminism disini sebenernya lebih tampak dalam sudut pandang dimana, we women should take care of one another. Dimana Scarlet Witch yang diserang oleh seorang anggota Black Order dijaga oleh Black Widow dan juga General Okoye.

Short fight disini diakhiri dengan senyuman manis dari Natasha Romanoff untuk Wanda Maximoff (EH, namanya sama-sama berakhir dengan off), dan sedikit sign bahwa, “We should stick for one another”.

Selain itu, General Okoye juga memberi tatapan miris ketika banyak senjata dari Wakanda yang dipake untuk menghentikan giant wheels of doom yang gak punya nama itu, tetapi langsung hilang dalam dua gerakan tangan Scarlet Witch.

Karena Scarlet Witch menjaga Vision, dan hanya di pertengahan fight ia turun untuk mengatasi kekacauan disitu. Reaksi dari General Okoye adalah… “Why was she up there all this time?” Course, selap selip humor di tengah pertempuran serius itu penting.

Wakanda Forever!

Mengingat brutalnya pertempuran di Wakanda pada akhir-akhir film, peperangan dimulai dengan semacam simbolis “Unity In Diversity” dari Wakanda yang akhirnya mau membuka borders for the world.

Ketika melawan musuh yang memang brutal, kita sebagai manusia mesti mau bersatu, dan di scene ini, tampak bahwa Captain America, Black Panther, dan banyaknya superhero lain mau untuk bersatu demi keselamatan alam semesta.

Tentunya dari koleksi Batu Akik Thanos, hanya kurang satu Infinity Stone lagi, di jidad nya Vision dan posisinya berada di Wakanda, tepat di laboratorium Shuri.

Sebelum perang yang cukup brutal ini, seluruh pasukan Avengers, Wakanda, dan juga Jabari (M’baku’s tribe) berkumpul dan sesudah diberikan briefing kilat oleh T’Challa… Mereka semua berteriak Wakanda Forever dan maju berperang melawan pasukan Thanos.

If only real life conflicts are this easy to solve… Just bring an alien that wants to destroy the universe. Eh, itu mah masalah baru ya.

Spider Man’s “Death”

Okay, scene ini membuat aku hampir (gak mau ngaku kalau aku) nangis… Ternyata scene ini adalah scene improvisasi dari Tom Holland.

Ketika ia dan Tony Stark tersisa di Titan, sesudah Thanos menyapu bersih setengah dari universal population, Spiderman sendiri memberikan sebuah emotional talk dengan father figure nya, Tony Stark. Di scene ini, kelihatan banget bahwa Peter Parker gak kepengen mati, dan ia… Pokoknya sedih banget deh…

Emosi ini tak bisa kujelaskan, tetapi… HWAAAAAAA… Point is, I’m very sad. TOO SAD if anything.

Thanos’s Motives

Chapter ini adalah perbandingan pendek antara komik dan film.

Thanos itu… gak bisa dibilang baddie juga sih, dia hanya rada… gila…

Insanity Thanos ini tampak ketika ia super determined dan juga kesel karena satu dan lain hal, terutama ketika ia, yang kayanya gila akan balance ini… Kepengen alam semesta ini adil, tidak ada berat sebelah, semua resource akan terbatas, dan sisanya akan ia bantai.

Untuk melakukan itu, ia mengumpulkan Infinity Stone supaya dia gak usah repot-repot Go-Spaceship diantara satu planet dan ngebantai setengah dari planet itu, terus membiarkan yang lainnya menikmati sisa resource yang mestinya buat 2 kali lipat lebih banyak orang.

Dalam banyak scene di film ini, Thanos memandang dirinya penuh mercy, dan justru super baik. Tetapi, sayangnya, motif ini rada kurang fit dengan beberapa fan die hard. Padahal motif Thanos ngumpulin infinity stone ini super coock dengan style literatur grey area villain, sayangnya ada fan die hard yang kepengen Thanos punya motif di komik.

Yaitu PDKT dengan pacarnya, dewi kematian.

Yes, motifnya yang satu super grey, dan juga super keren, whilst being a bit edgy. Dan yang satu lagi adalah sebuah remaja yang berusaha impress cewe. Tetapi fan die hard milih Teen Thanos berusaha dapetin cewe…. Sure.

Pegangan Stormbreaker

Stormbreaker adalah Mjolnir baru. Dia lebih keren, lebih kuat, dan juga… well lebih awe inspiring overall.

Terutama mengingat bahwa Stormbreaker itu pegangannya terbuat dari ranting teenage Groot. Scene ini tampak saat Groot yang lagi nyandu game mendapat momen untuk mature lebih banyak lagi, ia tampak menjadi lebih dewasa, dengan mau mengorbankan sepotong tangannya untuk kapak itu.

Sampai sekarang, kapak itu memiliki pegangan kayu, yang dibuat dari tangannya Groot.

Scene ini adalah simbolisasi sebuah teen yang tadinya ignorant jadi mau lebih dewasa dan improve sebagai sebuah makhluk hidup.

Vision…

Ini sedih banget deh.

Mengingat seberapa desperate-nya Scarlet Witch saat ia harus membunuh Vision dengan menggunakan energy nya untuk mencopot dan menghancurkan Mind Stone di jidadnya pada scene ending akhir-akhir… Keliatan banget desperation dan sadness di muka keduanya pas scene ini lah…

Course, energy yang di expend untuk menghancurkan infnity stone juga gak dikit. Sedih banget pokoknya pas liat scene ini. Terus, sesudah kesedihan 30 detik, Thanos dengan kurang ajarnya menggunakan timestone dan membalikkan waktu, membuat Vision hidup lagi.

Terus, dicopot paksa Mind Stone-nya. And Thanos wins. Oh dear, itu sangat devastating sesudah hal seperti itu terjadi sebenarnya, aku sangat sedih… (gak sesedih Spider man, tapi, sedih)

In Conclusion

Ini adalah film tragis, jangan ditonton kalau gak siap nangis.

Semua hero, kecuali original Avengers + Scarlet Witch berubah menjadi debu di menit-menit terakhir film. Dan sejujurnya, kesedihan ini tidak dapat dirasakan lebih banyak lagi… Duh, pokoknya devastated banget deh.

Luckily, film ini penuh dengan selipan jokes, dan juga referensi ke dunia nyata, baik itu empowerment atau apa…

Jadi, meski endingnya bitter sweetly devastating… Filmnya masih super enjoyable, hanya sedikit mengecewakan saja…

Segitu saja, sampai lain waktu πŸ˜€ .

Siapa Yang Akan Di”mati”kan di Avengers Infinity War?

Siapa Yang Akan Di”mati”kan di Avengers Infinity War?

Hmm, hmm, hmm… Sebagai fan MCU, dan juga komik-komikan marvel pada umumnya, menurutku, selain lokasi para Infinity Stones, juga penting untuk memberikan teori siapa yang akan mati… Dan sejujurnya, faktor yang perlu dilihat untuk film dengan budget, dan potensi profit sebanyak ini (mengingat bahwa masih akan ada sekuel dari film ini dan juga film-film sendiri dari para Avenger…) yang akan jadi faktor bukan cuman cerita… tapi kontrak si MCU, dan juga potensi profit dari si tokoh.

Yah, sayangnya ini bukan komik yang tinggal, “Udah, lu bunuh aja tuh Captain America… tar kita spin-off lagi”. Dikarenakan super cepatnya membuat komik jika dibandingkan dengan membuat sebuah film, maka spin-off sebagai alasan untuk menghidupkan karakter gak akan terlalu mudah. Oh, tentunya mengingat fakta bahwa spin off karakter bukan cuman menggambar ulang si karakter tapi tentunya mengganti aktor yang bisa se cucok Robert Downey Jr. untuk Iron Man akan… menarik.

Tentunya judulnya bilang di”mati”kan karena bagaimanapun juga faktornya bukan hanya cerita… Jadi gak bisa bilang meninggal, so let’s just consider one or two things here…

Faktornya banyak banget sekarang… (tanpa mengurutkan)

  • Internet reaction
  • Social-related stuff yang mungkin akan di post di Internet
  • Marketing
  • Cerita
  • Kontrak
  • Budget menyewa si aktor
  • Fans dari si tokoh
  • Dan banyaknya lagi…

Jadi ya… pikirkan dari potensi kontrak si bioskop, dan mari kita mulai secara alphabetical πŸ˜€ .

Ant-Man

Err… No, kayanya gak… Mengingat bahwa timeline Ant Man and The Wasp itu SESUDAH Infinity War, dan dirilis di bulan Juli, sesudah rilisnya Infinity War pada akhir bulan April ini, kayanya cukup obvious bahwa Scott Lang gak akan dibuat mati. Jadi, ya… tentunya di MCU pasaran Ant-Man yang semi komedi ini akan selalu ada, dan meski level penontonnya gak sebanyak, say Iron Man dalam terms tech based Marvel Movie, tetep aja ada orang yang suka nonton Superhero based movie with some comedy aspects in it…

Oh dan FYI, Ant-Man sendiri bukan bagian yang terlalu “tinggi” atau commercialized di Infinity War, tapi dia akan bermain peran kok. Don’t miss the funny stuff and acts from Ant-Man in the movie πŸ™‚ .

Kesimpulan: Comedies are important! (Gak akan mati)

Black Panther

Uhh… Uhh… Uhh…

Jadi, pertama-tama, film ini super duper cocok dalam era post kolonialisme, yang sedang kita dan beberapa negara mantan di kolonisasi sedang alami ini. Black Panther juga mampu mengenai market Afrika dengan cukup baik. (meski dia di shoot di Australia)

Selain itu, Black Panther adalah salah satu film karya Marvel paling laku, dan dengan ngetrennya Meme dan joke Black Panther di negara kita sendiri, seperti Mba’ku, M’baku Jusuf T’challa, Tarian Khas Wakanda sesudah sambutan Pak RW dan Pak Camat, tentunya potensi profit dan gatebreaking untuk masuk ke pasar Afrika dari Black Panther sangat tinggi.

Ia kaya, ayahnya kaya, ia setia pada negaranya… Ialah, Jusuf T’challa

Selain itu udah ada sekuel, dan… yah, T’Challa kayanya gak mungkin di “mati” in sama MCU. At least not anytime soon.

Kesimpulan: Post Kolonialisme! (Gak akan mati)

Black Widow

Jadi, berikutnya kita kembali ke dunia Internet dan masalah sosial yang OMG sering pisan diungkit, dan juga dijadikan clickbait bedah buku… Feminisme… (seriusan, ini katanya udah jadi running joke 3 tahun di Sahabat Museum Asia Afrika, dan kata kakak-kakak disitu, masukkin Feminisme ke judulnya, dijamin setidaknya 50 cewe akan datang).

Nah, dengan sedikitnya tokoh perempuan di Infinity War, kalau Black Widow dibunuh, akan banyak sekali Feminism based posts nongol tuh namanya di Reddit, dan apa lah… Jadi, meski dalam banyaknya faktor lain (such as marketing, film kedepannya, fanbase) Black Widow jadi kandidat cocok, besar kemungkinan dia gak akan dibunuh kecuali Marvel mau dipandang sebagai sexist oleh beberapa fanatik feminisme di Internet…

Untuk film, setahuku banyak yang kepengen film Black Widow, tapi yah, kayanya gak bakalan ada… too bad. Mengingat satu dua faktor lain, kalau Black Widow akan ngilang dari MCU, alias kontrak Scarlett Johansson habis, gak bakal dibunuh.

Kesimpulan: Feminism! (Tipis lah)

Bucky Barnes (Winter Soldier)

Sebagai aktor, Sebastian Stan cukup kebuka, dan diizinkan studio untuk membuka satu atau lebih hal ke umum… dan setahuku Sebastian Stan sudah disewa untuk 9 film, dan setahuku Bucky baru nongol dengan role penting untuk 5 film? Jadi, Bucky masih ada hutang kontrak 4 film lagi sama Studio.

Selain itu, Bucky sendiri juga tampaknya akan menjadi temannya T’challa di film-film Black Panther… tampaknya dia dapet rumah baru di Wakanda… jadi… nope, he’s not gonna die…

Kesimpulan: Wakanda Forever! (Gak akan mati)

Captain America

WAHAHAHA!

Sesudah Wolverine yang katanya immortal itu dibunuh karena kebanyakan disiksa, ada cukup banyak teori di Internet, bilang bahwa karena Chris Evans itu main dengan jenggot, dan Hugh Jackman juga berjenggot pas dia mati, ada teori yang bilang Captain America akan…. dibunuh X-X

Yeah jenggotnya doang, namanya juga teori…

Tapi sebenernya masuk akal lho… Udah mah Chris Evans sendiri sebagai aktor gak mau main jadi Captain America lagi, potensi film berikutnya rendah, dan Chris Evans kayanya sudah cocok untuk pensiun dan gantung perisai.

Kesimpulan: Jenggot itu penanda akan mati untuk orang dengan regeneratif skills (Tinggi)

Doctor Strange

Pleaseeeee, jangan bunuh Cumberbatch!

Kebanyakan fangirl nya kayanya ini mah… (including my mom apparently)

Dalam aspek marketing, potensinya rendah untuk ngematiin Stephen Strange karena film seperti ini cukup kena ke philosopher dengan membahas Astral Realm and stuff. Well, with the market opened untuk fangirl, mystic things dan sequels, tentunya, Doctor Strange masih rendah kemungkinannya untuk dibunuh.

Tapi yang masih aku gak yakin itu, apakah Time Stone-nya akan diambil sama Thanos atau gak? Dan mengingat source power utamanya Doctor Strange itu dari Eye of Agamotto, maka umm… Mari kita lihat output Doctor Strange tanpa Eye of Agamotto kalau emang diambil Thanos.

Kesimpulan: Filsafat dan Mistis! (Tipis lah)

Falcon

Mengingat kesempatan Captain dibunuh, gak kecil-kecil amat, jadi ada kemungkinan… Falcon yang jadi wingman (pun intended) dari Steve Rogers ini akan mengambil peran seorang patriot ala Steve Rogers.

Falcon bisa aja sih dibunuh, mengingat kurangnya pasar. Tapi menurutku dengan lack of fanbase Falcon ini, membuat film segede Infinity War momen yang kurang pas buat ngebunuhnya. Kurang… monumental, fenomenal, atau apa lah kata yang pas…

Apakah mungkin akan ada film standalone Falcon? Kayanya gak sih, tapi siapa tahu πŸ™‚

Kesimpulan: Wingman! (Tipis lah)

Guardians of The Galaxy

Sekali lagi, komedi! Dan kali ini adalah sebuah tim yang memang ngakak, dan juga punya pasarnya sendiri.

Sebagai currently satu-satunya film yang explore Marvel in Space dan merupakan tim dengan key hero-nya sendiri, probabilitas mereka dibunuh super rendah. Kecuali Nebula yang udah bilang di Vol. 2 bahwa dia ingin YOLO dan vengeance ke Thanos… terus jamin kalau Nebula mau nyobain aja vengeance-nya… kalau gak gagal dia mati, dia bakal ngebunuh Thanos dengan catatan dia mati…

Movie-wise? Yeah ada juga yang namanya… Guardians of the Galaxy Volume 3! Kalau mereka dibunuh, atau siapalah bakalan dibunuh, kayanya bakalan di film standalone punya mereka sendiri.

Kesimpulan: Film ini film yang bukan Avengers tapi feature a team! (tipis lah, kecuali Nebula)

Hawkeye

BUNUH! BUNUH! BUNUH!

Ini opini: Honestly, Hawkeye itu rada lame… sayangnya. Dia bisa aja punya swag yang rada banyak, tapi gak, dia rada lame, dan terlalu… gak cocok buat dibiarin hidup, atau dibuat film standalone-nya.

Ini fakta: Jeremy Renner sendiri udah stuck and nyangkut di role Hawkeye cukup lama. Like looooonggg looooooong time, 6 tahun gitu? dan sejujurnya, dengan banyaknya stuff aneh baik secara tech di Wakanda, atau mistis di Kamar Taj, maka… kayanya potensinya rendah untuk film Hawkeye. Selain itu dengan banyaknya human tech-y stuff, dan makin banyak hal aneh di MCU, makin tipis kemungkinan human touch dari Hawkeye akan kepake. Currently mungkin Jeremy Renner semacam aset menunggu untuk dimatikan, atau untuk dipensiunkan oleh MCU.

Kesimpulan: Human touch tidak dibutuhkan lagi… (Mungkin?)

Hulk

Hulk itu tokoh yang perannya di MCU itu justru sebenernya… gimana ya… Kurang krusial dan meaningful. Kadang malahan Bruce Banner gak bisa menahan alter ego-nya dan asset miliknya dibalikkan menjadi beban, yang malah merugikan tim Avengers. Dan kayanya mulai boring di Avengers of Ultron pas dia berkali-kali dimanfaatin temper-nya.

Tapi baru saja di Thor: Ragnarok, signifikansi-nya dan peran humoris yang Hulk, (bukan Bruce Banner) bisa bawa… cukup dan emang tinggi, jadi dengan gaya Thor yang makin nyantai dan lucu abis diputusin Jane (kayanya karena kemahalan buat nyewa Natalie Portman), ini cocok untuk dibuat terus friendship antar Thor Banner, dan Thor Hulk ini.

Kesimpulan: Bros Forever, Hulk and Thor (Tipis)

Iron Man

Ah, Tony Stark… arrogant genius yang kickstart Marvel Cinematic Universe.

Ah, Robert Downey Junior… Aktor yang kemahalan untuk bisa disewa dan dibuatkan banyak film

Ah, Iron Man… tokoh yang sangat ikonis, dan sepertinya cocok untuk dibunuh dengan momentum yang dibawa di Infinity War kali ini.

Jadi, berdasarkan 3 persona yang secara teknis orang yang sama itu… Tampaknya banyak potensi untuk me “mati” kan Iron Man di Infinity War, dan ini opini… Kayanya dia bakalan mati untuk menghemat budget dan juga CGI untuk semua Iron Man suit yang dia pernah buat

Kesimpulan: Budget bisa digunakan untuk hal lain (TINGGI!  BANGET!)

Loki

Fangirl Tom Hiddleston… please, oh please.. jangan marah…

Untuk penikmat cerita sejati, Loki yang gak jadi mati sejumlah banyaknya dunia menurut para Asgardian (9 kali) ini… Mulai menyebalkan… Yeah,  sesudah usil ganggu, dan comat-comot ini, terus usil bantuin para pahlawan, Loki yang swag dan keren ini, sebenernya bisa banget dibunuh…

Mungkin entah sama Thanos pas ngasih Tesseract, atau entah kapan… tapi intinya, Loki mulai “ngebosenin” di MCU, dan potensi pelanjutan ceritanya makin rendah… kecuali mau dibuat gak jadi mati lagi…

Tapi mungkin aja sih mengingat reaksi internet itu mungkin, dan jika fangirl posting ke sosmed dengan muka sebel… yah… we’ll see… apakah dia akan dibiarkan hidup atau di”mati”kan.

Kesimpulan: Loki membuat aku binguuuuuuuuuuung… (Mungkin?)

Scarlet Witch

Scarlet Witch memberikan peran adolescence, dan sedikit inexperience juga. Meski dia gak entirely human, kayanya untuk memberikan human touch ke sesuatu di tahun 2018 ini tidak terbatas ke Hawkeye style yang literally human… Tapi dengan menunjukkan superhuman yang super vulnerable, dan meski sangat kuat, nyatanya dia masih manusia…

Jadi, Scarlet Witch itu calon banget buat gak dibunuh, sebagai pengganti human touch Hawkeye yang menurutku rada… boring. Dan Scarlet Witch sendiri punya kekuatan juga untuk memutar realitas dan menyelamatkan beberapa hal yang dirusak Thanos… Kayanya Wanda Maximoff masih lama dari mau ketemu sama Pietro…

Kesimpulan: Jangan bunuh aku dulu, biar aku tambel dulu ini kerusakannya… (Tipis lah)

Spider-Man

Nggak… Ada sekuel yang lagi dikerjain… Tom Holland dan immaturity-nya ini super cocok untuk mengisi gap humanity yang hilang tadi. Dan terlalu banyak geek kaya aku menjadikan dia sebagai role model, karena dasarnya karakternya mirip πŸ™‚ . Mengejar cewe, tapi gak bisa, geek-y, doyan kaos, pinter (ini mah kayanya ngaku doang ya πŸ˜› )…

Tom Holland juga baru banget mau make kostum buatan Om Stark, dan aku gak sabar ngeliatnya!

Kesimpulan: Geeks will rule the world (Gak akan mati)

Thor

THOR! Banyak yang ngira dia bakalan mati, karena perannya mulai membosankan sayangnya… Tapi ini tidak mengurangi fakta bahwa dirinya itu malahan mendapat peran baru sebagai raja dari Asgard, dan meski kehilangan mata-nya, ia tampak makin bijak, dan makin kece… Jadi, Chris Hemsworth yang makin keren ini, masih punya potensi market.

Mengingat Thor udah diputusin sama Jane Foster, yang ternyata juga seorang aktor dengan harga sewa mahal, dan kebetulan juga frustrasi sama The Dark World dan lain-lain, jadi diputusin off-screen, alhasil… potensi untuk love life di future films akan ada… Kalau emang mau di expand ke situ.

Terus banyak geek kepengen punya Mjolnir yang udah gak ada juga, dan kalau Thor-nya gak ada gak bisa jualan Mjolnir dong πŸ™

Kesimpulan: Thor is the god of hammers, not thunder (Mungkin?)

Vision

Hiks… Hiks… Hiks…

Sedih deh… Kalau nonton trailer Infinity War aja kan keliatan ada ekstraksi Batu Akik paksa dari jidad-nya si Vision ini. Dan sebenernya kayanya sangat mungkin dia mati karena otaknya dia dicopot.

Selain itu, potensi dia dibunuh demi membuat penonton nangis beres tahu bahwa ada some form of romance diantara Vision sama Scarlet Witch… juga jadi potensi…

Dari market, yang ada malahan orang kangen sama Jarvis :/ tapi tentunya ini tidak mengurangi kesenangan dan happiness orang kalau liat Vision yang canggung tapi bijak itu… Well… We shall see.

Kayanya dia bakalan dibunuh, dan Wanda Maximoff akan kehilangan Vision, dan Pietro dalam 2 film Avengers… kasihan…

Kesimpulan: Romeo and Juliet bagus karena endingnya tragis… bunuh aku! (TINGGI! BANGET!)

In Conclusion

Sayangnya dunia perfilman sudah berubah. Sekarang komersil juga menjadi faktor produksi film, terutama dalam film sebesar ini yang bisa branch out menjadi puluhan film standalone. Tentunya, sekilas mengecewakan pisan, kalau tahu story ini sebenernya dilatar belakangi sebuah… marketing dan merchandising…

Tapi, ini tidak berarti bahwa ceritanya jadi gak bisa dinikmati dong…

Ceritanya akan tetep fun, meski dia ada semacam backstage action dalam bentuk marketing dan selling stuff, dan juga… yah… lot’s of stuff…

Anyways, until next time!

Infinite Mind… dalam dunia filsafat…

Infinite Mind… dalam dunia filsafat…

Dalam dunia nyata, infinite mind bisa saja berarti sebagai sebuah terapi dari PTSD, dan abis baca-baca dikit tadi pagi yang terkesan adalah sebuah motivational-y things. Dan yah, itu rada-rada gak cocok sama bayanganku.

Nah, tapi Infinite Mind di dunia filsafat punya arti yang berbeda… karena sebenarnya dari topik interconnectedness dan universal mind, sebuah Infinite Mind adalah governor dari Universal Mind-nya sendiri. Dan dia semacam supir dari mobil alam semesta ini.

Catat sedikit dulu, bahwa pertanyaan hal yang membuat alam semesta ini tick dan tock selalu diberikan jawaban jelas, dan dogmatik. Terus jawaban ini juga biasanya terhubung dengan dunia supernatural, dan jawaban ini turun dari generasi-generasi sebelumnya, tanpa ada yang mau bother ngedebat sedikitpun… Atau kalau didebat dianggap rada-rada gila dan aneh orangnya.

Jawaban ini biasanya dijawab dengan jawaban… tuhan. Dan… err… yah turun dulu dikit dah.

Tapi, karena ini subyek sensitif, harap catat disclaimer ini dulu sebelum masuk dalam artikel:

Artikel ini membahas dari perspektif filsafat, jadi dimohon untuk jangan nyangkut di paradigma dari yang kita ketahui, dan tolong jangan menilai di muka…

Untuk sekarang juga tolong sedikit kesampingkan definisi tuhan dulu, karena jawaban itu sudah terlalu pasti dan solid sehingga tidak bisa didebat dari perspektif empiris.

Sesudah disclaimer rada panjang, langsung weee masuk yuk…

Defining Infinite

Nah, kalau kita mau masuk rada dalem… gak mungkin kalau gak punya definisi infinite… Nah, of course semua orang tahu logo infinite gimana, dan kurang lebih itu membahas sebuah cycle yang ga berhenti-henti, makanya dia logo-nya gak punya ujung. Tampak seperti sebuah loop…

Tapi, dasarnya Infinite itu berarti sesuatu yang… mengagumkan, tapi dia… err, menurut orang Yunani dengan konsep Apeiron mereka, infinite itu sia-sia, dan juga menakutkan…

Sebelum kujelasin, ada juga definisi lain dari infinity, yang berarti tak terbatas. Karena gak ada batasnya itu, dia jadi tak jelas, alias Gaje, dan juga, dia gak mau terikat dan terestriksi sama suatu peraturan… Alhasil, infinity adalah sesuatu yang… tampak… chaotic. Dari kata chaotic itu, dia branch out ke suatu hal yang kuat, tapi menggunakan kekuatannya untuk hal semena-mena.

Karena membaca paragraf rada panjang gitu mungkin aja membingungkan… jadinya kubuat jadi chart aja deh…

  • Infinity = mengagumkan. Menurut orang Yunani… Rasa kagum dari infinity itu menakutkan.
  • Infinity = sia-sia, karena dia tidak tak berbatas, info mengenai dirinya jadi gak jelas
  • Infinity = gak jelas, karena dia gak mau terikat ataupun terestriksi aturan, jadi dia gak punya bentuk. Menurut hukum alam, hal yang gak punya bentuk ataupun tujuan, itu hal yang… semena-mena.
  • Infinity = chaotic, tentunya kalau gak ada bentuk dia chaotic.

Nah, sekilas, sesuatu yang gak ada batasnya itu… negatif banget. Dan apakah sesuatu yang berbatas itu hal yang baik? Gak juga sih, kalau kita liat dalam perspektif seperti… ini.

  • Finite = terbatas, tertib, tertata, jelas, dan aman
  • Finite = pasti, hal yang aman biasanya aman karena dia jelas
  • Finite = Harus diperjelas, dan harus ditata, kalau belum jelas, buat sampai dia jelas.

Nah, jika ngeh, hal yang bersifat positif aku buat italic, dan aku ubah warna dari hal yang jelas negatif… Tapi, sekali lagi, coba pikir deh… Ini itu mirip banget sama konsep Order and Chaos dari orang Mesir. Jadi, infinite dan finite ini, konsep yang berarti order and chaos, dimana satu itu rapih dan tertata, dan satu itu berantakan, dan perlu ditata.

Keduanya sama-sama netral, gak ada yang negatif ataupun berbahaya…  karena sesuatu yang chaotic juga sebenernya ga selalu negatif kok. Cuman ya berantakan dan kacau aja πŸ˜‰

Apakah Realitas Finite?

Nah, beres dapetin definisi, langsung masuk pertanyaan terbesar hari ini, dan sejujurnya ini akan membawa kita kembali ke Democritus, terus ke fisika quantum, dan sejujurnya sangat-sangat membingungkan.

Untuk mencari tahu apa realitas yang finite, kita harus cari bentuk-bentuk lain dari realitas tentunya. Selama ini, orang-orang (or at least physics) menjelaskan bahwa realitas berdasarkan dua cara, atau mungkin arah adalah istilah yang lebih tepat.

Ada orang yang melihat dari ukuran paling massive ke ukuran kecil, ada orang yang mencari tahu dari hal-hal yang lebih kecil dahulu sebelum melihat yang besar.

Dari situ kita bisa lihat, apakah ada hal yang infinitely small, dan apakah ada hal yang infinitely large?

Untuk patokan abstrak, cukup pake yang namanya angka πŸ™‚ Abstraknya, ada satu hal yang infinite, dan ada angka yang belum ada batasnya, tapi terbatas. Jadi sayangnya untuk patokan abstrak, yang biasaku bahas, gak bisa dipake hari ini…

Nah, untuk pertama-tama, kita bahas yang paling kecil dulu sebelum kita masuk ke yang besar…

Infinitesimal (Infinitely Small)

Kembali ke Democritos, orang yang pertama kali memunculkan konsep Atom…

Dan konsep dari Atomos (ancient greek for Atom) sendiri adalah unsur yang tidak bisa dibagi lebih lanjut lagi menjadi hal yang lebih kecil, dan kecil lagi. Untuk itu, apakah karena dia gak bisa dibagi lagi dia jadi sesuatu yang, tidak terbatas?

Nah, sebelum menjawab pertanyaan itu Atomos sendiri berarti, indivisible, dan andaikan kita mengambil tali sepanjang 30 centimeter, dan membaginya sampai habis, dan habis, dan habis, mengikuti Paradoks Zeno, mencari titik tengah dari suatu hal sampai tepar…

Coba bagi tali pendek, menjadi dua, dan bagi tali yang udah jadi dua itu jadi 4, dan ulangi lagi sampai jadi 8, dan ulangi sampai kamu pusing, dan serasa seolah-olah si tali itu udah gak ada batasnya… Well… umm… Yah, andaikan si tali itu udah dipotong menjadi kecil banget itu… dia tetap saja merupakan bagian dari satu tali yang finite itu… Kalau ini terkesan kaya holarchy, atau kaya quanta… sabar… (or click the holarchy article)

Menjawab pertanyaan di atas tadi…

Justru kebalikannya sih… Sanking kecilnya dia sebenarnya terbatas. Dia tidak cukup kecil untuk jadi sesuatu yang infinite, karena suatu hal itu tidak bisa terlalu kecil untuk menjadi berbatas. Eh tapi kan sekarang kita udah di abad ke 21, dan di abad ke 21 ini, konsep sesuatu yang paling kecil itu Quantum particles…

Yap itu ada betulnya, dan bahkan sampai sekarang, banyak hal yang terbilang serba relatif gara-gara Quantum Gravity… Tapi dari penemuan quantum fields, dll, banyak hal yang akan (atau sudah) berubah… Untuk itu development perspektif kita harusa kembali ke ruang-waktu dan partikel sejak zaman Isaac Newton…. relevansi akan nyusul di bawah.

Jadi, awalnya Newton bilang bahwa ruang dan waktu itu dua entitas terpisah, dan partikel itu sudah cukup untuk menciptakan suatu hal yang baru… karena dia adalah entitas sendiri… Dari sini lah

Terus nongol Faraday – Maxwell, dimana partikel itu gak ada artinya sampai adanya medan gelombang yang mengubah banyak hal. Then we have Einstein’s Special Relativity, yang setuju pada teori Faraday dan Maxwell yang bilang bahwa medan dan partikel itu terpisah… tapi ruang dan waktu itu nyatu dan saling bisa mempengaruhi satu sama lain…

Einstein pun belum beres sih, dia juga bilang di general relativity, secara teknis medan juga bisa mempengaruhi ruang, dan ruang bakalan mempengaruhi waktu. Hubungan segitiga antara medan,  ruang dan waktu ini disebut co variant fields.

Eh terus ada Quantum mechanics πŸ™‚ yang pecah lagi, dan bilang bahwa dalam dunia quantum itu, medan dan partikel itu punya 2 way relationship yang mirip banget sama ruang-waktu. Tapi si Quantum mechanics pun malah jadi makin nyatu lagi… Nah, dari quantum mechanics ini, baru naik dia ke yang paling baru… quantum gravity. Dimana segala sesuatu itu relatif, dan akan berubah sambil mempengaruhi satu sama lain…

JAMIN PUSING! Iya kan? Jangan bohong lu… πŸ˜€

Kalau ga pusing bagus! Tapi kalaupun iya gapapa, it’s a bit hard to take in…

Nah, apa relevansi ini sama filsafat dari infinity? Well, intinya, teori mengenai alam semesta ini akan terus menerus berubah, dan kadang menjadi lebih sederhana… tapi seringnya sih jadi makin rese dan memberi migrain. Tapi, ya, ini menunjukkan bahwa suatu universe quanta yang infinite itu mungkin aja kok…

Oh wait, kita belum masuk quanta…

Bentar dulu, sebelum masuk quanta, so far, perspektif kita mengenai alam semesta ini makin kecil, dan mengecil, mengecil untuk sekarang, dan kayanya kalau kita bicara hal yang relatif ini, apakah mungkin kalau yang menjalankan alam semesta itu sebuah partikel yang infinitely small? Well balik lagi… nggak… Nah, sekarang baru masuk quanta…

P.S. sorry, se sorry-nya sorry kalau pusing, karena memang sejujurnya, ini overwhelming. Mengingat ada satu hal yang mematikan teori lain karena sebuah argumen absolut… Jadi, dia cukup rese… Ya, oleh karena itu… maaf banget kalau bingung.

Quanta! Pembunuh Argumen Infinitesimal

Menurut quantum physics, Quanta (atau bagian) dari realitas itu adalah benang-benang yang menenun dirinya menjadi suatu bentuk atau force yang fundamental. Pada dasarnya si realitas ini dibangun dari bagian yang finite, baru menjadi satu.

Tapi apakah si satu ini infinite? Yah sedikit menaikkan hope reader dulu… Hasil jaringan antar tenunan benang ini gak berbentuk! Wah cirinya Infinity!

Nah, sekarang membunuh argumen infinitesimal-nya… Gak dia gak infinite, cuman gak ada bentuknya aja… Kenapa bisa ada batasnya? Jadi ya, pertama-tama meski dia gak ada bentuknya, tenunan ini terbatas, dan bisa diukur… Meski dia gak pernah nyangkut dalam suatu stasis dan selalu berubah, dia selalu ada di masa kini, tanpa peduli apapun yang pernah ataupun akan terjadi.

Nah, tetapi sekali lagi, perubahan quanta ini terbatas, karena kembali lagi ke poin pertama… jaringnya sendiri sudah terbatas, dan suatu hal yang truly infinite itu pasti-nya fundamentally infinite… Dan lagian, kalau perubahannya bisa diatur dan diprediksi, meski dia diluar dari batas waktu, tetep aja finite.

Okay, jadi sesudah semacam membunuh definisi bottom to top dari infinite universe, sekarang coba nyatetnya dari bawah ke atas!

Infinitely Large?

Tanpa maksud memberi harapan palsu… err… jadi, ketahui saja bahwa alam semesta kita itu hanya satu dari sekian banyaknya alam semesta. Dan semua alam semesta ini bisa diukur dengan perubahan quanta, jadi ya, benang tadi masih merupakan aspek dari suatu angka infinity ini. Dan karena itu, kayanya kecil sekali kemungkinan ada suatu yang massively infinite… Maafkan…

Objection!

Layaknya sebuah lawyer yang gak terima kliennya bersalah, ada saja penolakan yang dibuat beberapa orang…

Big Bang and Black Hole

Segala sesuatu ada awal dan akhirnya… Nah, kita sudah somehow narrow it down bahwa, big bang akan menjadi awalan dari si alam semesta ini, dan diakhiri oleh black hole.

Layaknya order dan chaos, akhir dan awal juga sama aja, dan eventually suatu ledakkan energi yang akan menciptakan alam semesta ini akan dimakan gravitasi, yang dihasilkan oleh ledakkan yang sama.

Pertanyaannya adalah, kalau emang alam semesta itu terbatas, shrink dan grow dari si alam semesta itu gimana? Dia akan tumbuh dan mengecil terus, mengikuti sebuah cycle yang endless… Sampai-sampai, ya… kesannya infinite kan?

Before and After the Universe

Kan sekarang pasti ya, ada big bang dan black hole… berarti ada awal dan akhir kan?

Nah, sebelum si awalnya itu ada apaan? Sebelum big bang ada apa?  Ada vacuum? Ada tuhan? (UPS, tetep sih, katanya Thomas Aquinas emang gini)… Nah jawaban yang paling lucu berasal dari Benedictus Spinoza… “Sebelum tuhan menciptakan alam semesta, tuhan menciptakan neraka untuk orang yang menanyakan penciptaan alam semesta.”

Yeah well, ada betulnya juga sih… Apaan yang ada sebelum ada alam semesta ini, dan apa yang ada sesudahnya? Ini mungkin menciptakan kebingungan… Karena jika yang ada hanyalah kehampaan, baik sebelum atau sesudah, tentunya setidaknya ada yang terjadi dari kehampaan itu sampai-sampai ada big bang…

Tapi, menurut Aristotle juga, the universe has not always existed. Jadi, tentunya, ada suatu sense yang tak berhingga untuk menciptakan suatu hal yang berhingga…

Atau mungkin aja kehampaan ini gak ada batasnya… who knows?

Alam Semesta itu merecycle dirinya sendiri!

Yah, kembali ke yang pertama, ketika awal dan akhir itu ada, maka suatu hal itu tampak seolah-olah infinite, karena sesudah suatu hal berakhir, maka ada hal baru yang mulai.

Jadi, ada orang yang menanyakan seperti ini… “Apakah cycle alam semesta itu tak berhingga? Atau dimensi alam semesta yang tak berhingga?”.

Sejujurnya aku kurang mengerti penjelasan ini, tapi, kayanya gak beda-beda jauh dari argumen pertama…

 

Dan kayanya segitu aja argumen dari para lawyer yang membela ketidak-berhingga-an.

In Conclusion

Mari kita simpulkan artikel hari ini…

Aku yakin sih pada ngarep, lah ini orang… ayo cepet dong bilang… APAKAH ALAM SEMESTA INI TERBATAS ATAU GAK!?

Untuk itu, aku mau minta maaf, aku gak mau menyimpulkan itu, silahkan simpulkan sendiri…

Tolong jangan marah πŸ˜€

Lucu gak sebenernya kalau pada ngeh… artikel ini tidak membahas sedikit pun mengenai Infinite Mind ini… Tapi coba deh, inget dikit, apa yang kira-kira menjalankan alam semesta ini? Nah…

Untuk itu, aku akan quote mendiang Stephen Hawking (Yes, aku sering banget ngequote Professor Hawking). Keberuntungan adalah suatu hal yang presisi, dan dasarnya dialah sebuah fundamental dari hukum fisika yang gak bisa dijelaskan dengan mudah. Namun, sebuah keberuntungan tentunya dicocokan untuk tiap orang. Tanpa ilmu filsafat, kita takkan bisa menjelaskan keberuntungan. Keberedaan kita sendiri merupakan sebuah desain yang dicocokan untuk kita sendiri, dan jika kita ingin hidup, tidak banyak yang bisa diubah mengenai itu.

Bingung koneksinya apa? Nah, koneksinya itu ada di Infinite Mind… Tentunya, yang mengendalikan alam semesta ini adil, dan mampu memberikan tiap orang kekuatan dan kelemahannnya.

Semoga artikel ini,  dapat menghibur dan mencerahkan, sampai besok πŸ˜€

Infinity Stones!

Infinity Stones!

Pada tahun 2018 ini, hal terpenting bagi para fanboy Marvel adalah… 6 Batu Warna Warni yang lokasinya masih rada-rada ga jelas ini lho… Although Infinity War baru mau keluar Mei 2018, abis Black Panther keluar, HYPEEE dari batu-batu ini melonjak… Kenapa?

Well baca yuk!

Spoilers Ahead for, nearly every Marvel Movie that’s featured an Infinity Stone, and some of those that don’t feature one. As Usual… “Be As Cautious As The Black Panther” (As Zuri)

Anyways, aku mau sedikit minta maaf artikel terakhir dan ini Marvel Related, aku setengah gabut dan lagi cari-cari ide gara-gara sempat sakit, jadi mau nulis yang ringan-ringan and rada fun aja… Regardless, besok ada artikel tentang board game! (atau lusa, tergantung sempet gak-nya)

Gara-gara Black Panther, Internet meledak dan bingung…

Kenapa ga ada Infinity Stone???????? MARVEL ngerahasiain lokasinya batu keenam… KENAPAAAAAAA… Kurang lebih itu most visited thread di Fandom Wikia-nya Marvel. Fanboy yang ngevisitnya sama juga kaya aku ga ada kerjaan… jadi banyak bikin teori mengenai tuh lokasi batu-batu akik ini.

Wait, kalau bingung napa disebut Batu Akik, liat foto Thanos.

Nah kan, dipakenya di tangan kaya orang-orang make Batu Akik, bahkan Thanos dah nyiapin tuh 6 slot cincin satu buat masing-masing batu akik.

Anyways, let us get on to the actual point of this article!

Infinity Stones!

Alkisah, para dewa tua, yang menciptakan universe Marvel, membuat dunia ini dengan batu rada besar (wait, kalau dibandingin asteroid kecil), sorry, dengan batu kecil… (hang on kayanya ga kecil-kecil amat deh…), ralat terakhir, dengan batu yang ukurannya relatif kecil atau besar, tergantung perspektif, dan warna warni.

Nah, karena dewa tua ini mirip dewa-dewi Yunani, mereka paranoid barang-barang mereka digunakan untuk hal-hal jahat, jadi mereka membelah batu ini jadi 6 batu berbeda, dan di sortir berdasarkan warna. Masing-masing batu mereka lempar ke entah belahan mana alam semesta, dan dipisahkan dengan harapan tidak mungkin disatuin lagi.

Sebelum ngebahas batu-nya, kalau 6 Infinity Stones itu disatuin lagi, kurang lebih yang megangnya punya kekuatan menciptakan universe lain, kaya para dewa pencipta alam semesta ala marvel telah lakukan… Which… umm… kayanya Marvel akan berubah ke level kereseannya DC urusan Multiverse lagi… dan semoga itu ga terjadi…

So, aku mau bahas tuh Batu Akik gaib satu-satu, dan kurang lebih Batu Akik-nya bisa ngapain!

Sebelum kesitu, kalau di komik, namanya bukan Infinity Stones, tapi Infinity Gems, di film diubah jadi Infinity Stones karena Thanos mau dianggap lebih kece dari kolektor batu akik di Indonesia… JENG JENG! All this time, villain terbesar MCU saingan terbesarnya adalah kolektor Batu Akik di Indonesia yang punya batu warna-warni.

Sayangnya, sekarang Batu Akik ga ngetrend lagi, jadi mau gimana lagi atuh… Thanos dah repot-repot ngeganti namanya, terus sekarang mau dia megang Batu Akik, atau Batu Mulia, gagal ngikut trend… Kasian deh…

Sorry, on topic! Infinity Stones!

Tesseract/Yang warnanya biru/Space Stone

Kalau pusing nginget which is which, tuh lah ya pokoknya, yang warnanya biru.

Batu Akik yang ini kurang lebih bisa memanipulasi ruang, dan dengannya, dia bisa ngasih kita akses ke dunia lain, atau kalau mau ditaro dalem nutshell, Space Stone itu punya fungsi buat teleportasi. History Tesseract ini sangat panjang… mungkin lebih panjang dari… entah apa, pokoknya rada panjang dan rese… Padahal powernya Tesseract cuma… Pintu Kemana Saja! Yang bisa di substitute Doraemon…

Pas Captain America: First Avenger main (which aku belum pernah nonton dari awal sampai akhir karena pas ada di bioskop aku belum cukup umur buat nonton, dan pas ada di TV, aku ga nonton sampe beres), Tesseract kelihatan pernah ngeteleportasi si Red Skull, tapi waktu itu, masih rada ga jelas kenapa dan bagaimananya.

Pas The Avengers main, on the other hand, Loki udah memperjelas bahwa si Tesseract/Space Stone ini bisa membuka gerbang ke tempat lain, which digunakan untuk memanggil makhluk dan prajurit dari Chitauri I, untuk kurang lebih merusak bumi, tapi intention pastinya aku lupa, intinya Space Stone ini bener-bener diharness power-nya pas Avengers, karena dia successfully membuka gerbang, sama persis seperti tujuan utamanya. Membuat ruang dan memindahkan hal (untuk ditaruh ke tempatnya) pas Universe ini dibuat.

Sesudah Avengers, Tesseract sendiri disimpan kembali ke tempat dia diambil in the first place, Asgard, kayanya para dewa tua mempercayakan Tesseract ke Odin dan Asgardian lainnya. Dari knowledge ku mengenai Norse Mythology sendiri, Asgard mungkin tempat yang cukup buruk untuk menaruh batu itu, karena… welp, seriusan, Asgard, Loki tinggal disitu, sebelum dia diusir. Di Asgard versi Norse myths, Loki usil, dan suka iseng-iseng pegang dan colong ini itu.

Now, to make things worse, ide-nya para Dewa tua ini backfire pas Thor: Ragnarok. Asgardnya (safe haven si Infinity Stone) hancur sama Surtr, dan saat Surtr dihidupkan Loki, Loki juga iseng dan comot tuh Tesseract, terus dia  bawa ke Spaceship bareng Thor. Jadi, untuk sementara lokasi Batu Akik biru ini cukup jelas…

Tapi, pas Secret Ending Thor: Ragnarok, kapalnya Thor dihadang oleh spaceship raksasa, which honestly masih ga jelas siapa yang didalemnya, kayanya sih Thanos… But who knows, maybe it’s the U.S.S. Enterprise… Wait no, beda film.

Orb/Yang warnanya ungu/Power Stone

Batu Akik ungu ini bisa dianggap yang paling destruktif kalau mau dibahas raw power-nya.

Lokasinya sejak pertama direveal masih sangat jelas karena belum ada yang colong-colong ini batu. Sepanjang history MCU baru ada satu orang (or precisely, Alien) yang pernah harness kekuatannya. Ronan The Accuser asal Kree, khusus ngambil batu ini hanya demi hancurin Xandar, karena Ronan ga ada kerjaan.

Ronan sendiri ngambil batu ini pas film Guardians of The Galaxy yang pertama, dan cuman dengan sekali slam palu-nya dia (yang ditempelin Power Stone). Planet Xandar udah kaya kena gempa 12 Richter…

Power Stone sendiri kekuatannya purely ngasih usernya infinite amounts of power, tapi kalau power ini ga dicontain dengan benar, maka ya… gitu deh…  kemungkinannya, kaya ledakkin Bom Nuklir dalam gedung kecil. Ledakannya masif banget, dan semua orang didalemnya mati, with potential deaths ke orang-orang yang diluar bom itu juga.

Nah, pas Ronan kalah sama Guardians dengan cara… umm Chris Pratt joget dan dia ditembak rakun yang dimainin Bradley Cooper, batunya diambil sama Star Lord, dan diamankan ke pemerintahan Xandar. So far sih, masih belum ada revelation apa-apa mengenai batu itu di film marvel lainnya.

Jadi, kayanya untuk sementara, Power Stone ini sementara aman.

Aether/Yang warnanya merah/Reality Stone

Awalnya aku bingung kenapa ada Reality stone dan, Space Stone karena in a nutshell, powernya sama-sama aja…  But it’s not, apparently it’s different… Anyways, Aether ini mungkin infinity stone favorit Bubi karena warnanya merah… Oh, dan Aether ini cair, jadi mungkin bisa dibilang Infinity Liquid instead of… stone…

Reality Stone ini, kalau tadi Space Stone bisa teleportasi dalam satu dimensi yang sama, Reality Stone ini bisa distort reality di dimensi ini, dan jika diharness dengan benar, bisa digunakan untuk teleportasi ke dimensi lain. Pas Universe ini diciptakan, Aether sendiri fungsinya untuk form reality, dan memastikan dimensi ini yang paling stabil. Kalau dimensinya ga stabil, kemungkinan besar, multiverse bisa fall apart kalau kena power dari Infinity Stones yang lain.

Since, kayanya Aether itu berperan cukup penting di penciptaan dimensi, String Theory, yang membahas multiverse juga kurang lebih ga beda jauh sama peran Aether di Marvel Universe. Fungsinya Aether buat create space yang bisa distabilkan oleh hal lain, dan persamaan real life-nya di String Theory juga mirip-mirip.

Kalau aku jelasin String Theory kayanya kepanjangan, tapi Intermezzo aja, String Theory itu teori yang ditemukan di mejanya Albert Einstein sesudah beliau meninggal, dan teori itu membahas strings yang menciptakan dimensi saat string/benang itu bergetar. Setiap getaran string balance out each other, dan membuat multiverse yang stabil.

Pas Thor: The Dark World main, Malekith iseng-iseng mengubah getaran benang-benang (or Dimensi), dengan Aether. Gara-gara Jane Foster ga sengaja nemuin ini Aether, Malekith bisa ngakses Universe Marvel dari Dimensi dia yang lebih dark. Alhasil… Ya, aku sebenernya ga nonton sampe beres sih… issue rating dan TV lagi… Tapi, kurang lebih Aether ini perannya di The Dark World mirip dengan Tesseract di Avengers.

Bedanya, yang satu manggil Alien dari dimensi ini, yang satu manggil Dark Elf dari dimensi lain.

Pas Secret Ending The Dark World, lokasi Aether ini ada di The Collector, karena menurut Asgardian yang menjualnya ke Collector, seseorang yang terlalu kaya dan ga ada kerjaan, tapi sampai sekarang aku juga ga tahu duitnya dia dari mana. Aether ini masih ada di Collector, karena menurut orang Asgard (dan simple reasoning, seriusan, jangan taro 2 bom di tempat yang sama), punya 2 Infinity Stone di tempat yang sama itu bahaya.

Scepter/Yang warnanya kuning/Mind Stone

Well, Mind Stone ini sebenernya udah ada sejak Loki nongol sambil bawa tongkatnya. Tapi ga ada yang tahu isinya Infinity Stone. . . (Warnanya kuning kok dalemnya, liat Vision tuh)

Mind Stone ini punya kekuatan untuk menciptakan consciousness, atau mind control. Yeah kurang lebih gitu doang. Tapi, coba bayangin sih, kalau ada sesuatu yang punya infinite thought dan consciousness, apa yang bakalan terjadi… Kayanya rada-rada gawat sih, tapi batu akik yang satu ini, sekarang di tempat yang relatif aman…

Originally, Mind Stone ini digunakan untuk craft consciousness di makhluk-makhluk ciptaan para dewa-dewa yang batch pertama. Mind Stone ini juga digunakan untuk memberi knowledge dan logical thinking ke orang-orang tersebut. Alhasil, orang-orang yang diciptakan ini bisa mikir… (YEAY! Sherlock sukses solve the case!)

Pas Age of Ultron, orang-orang baru tahu bahwa lokasinya si Mind Stone ini selama ini ada dalam Scepter/tongkatnya Loki. Pas Tony Stark iseng-iseng buka dan cari tahu apa isi tongkatnya Loki, Ultron udah tahu dari kapan tahu apa isinya, dan dia ambil Mind Stone-nya, hasilnya jadi… Makhluk bernama, Vision.

Well, Vision udah pernah nongol di beberapa film lain, dan gara-gara Mind Stone ini, dia jadi incredibly wise dan smart. Selain itu, source semua powernya Vision juga dari Mind Stone. Tapi yang aku rada-rada ga ngerti, gimana Mind Stone bisa membuat seseorang nembus tembok. Tapi, mungkin nanti dijelasin.

Sayangnya di Trailer Avengers Infinity War, Batu Akik di jidad-nya Vision di tarik paksa sama Thanos… Mari berharap ekstraksi Batu Akik-nya Thanos ga bakal sebrutal itu.

Eye of Agamotto/Yang warnanya hijau/Time Stone

Kalau ini Batu Akiknya dipakai sebagai kalung sama Doctor Strange.

Sebenernya posisinya disitu terus sepanjang film Doctor Strange, selalu di Sanctum Kamar-Taj-nya para Wizards. Kayanya dari zaman dulu juga posisinya disitu terus. Disimpan dalam kalung, untuk diputar-putar dan di harness kekuatannya, agar bisa memanipulasi waktu.

Time Stone ini bisa menciptakan waktu, mengulang loop waktu, mereverse waktu sebuah objek, memajukan waktu sebuah objek, atau merewind suatu event. Basically, kalau kamu kelewatan suatu episode serial dan ga tahu apa itu Torrent, atau VOD, maka… simply, request Doctor Strange buat rewind waktu biar kamu bisa catch up.

Eye of Agamotto sendiri masih rada ga jelas cara harness-nya, apakah perlu skill sihir, atau perlu converter (in this case Eye of Agamotto yang nutupin batunya) buat mengakses kekuatannya, atau perlu magic words or something…

Tapi, Eye of Agamotto ini belum boleh diambil Doctor Strange pas filmnya beres. Since, according to Wong, dia belum siap, jadi belum boleh megang Infinity Stone. Tapi… pas Thor: Ragnarok dan dia ketemu Thor, dia sudah pakai kalung itu full time, so… who knows?

Anyways, karena Time Stone-nya sendiri belum pernah kelihatan diluar Eye of Agamotto-nya, aku masih ga tahu apa dia bisa berfungsi tanpa trinket mata ini, dan andaikan dia bisa, gimana hasilnya…

Soul Stone/Yang belum nongol, tapi warnanya oranye…

Jadi, fans Marvel (including me) bingung abis nonton Black Panther. Banyak orang yang ngira bahwa, Soul Stone ini bakalan keluar pas Black Panther, karena Mystic-nya Wakanda masuk akal buat incorporate Soul Stone.

Soul Stone ini masih belum pernah di reveal sekalipun, tapi banyak teori, dan sebenarnya mungkin aja masih di Wakanda, tapi ga ditunjukkin directly.

Aku ga mau bahas banyak teori rese, tapi aku mau bahas dua saja yang paling mungkin, satu ada di Heimdall, Guardian of Asgard, dan satu lagi, ada di Wakanda tapi ga ditunjukkin.

Orange Eyes…

Teori yang bilang ada di Heimdall itu cukup simpel. Ada fan yang denger bahwa Heimdall selalu mengucap kata Soul kalau dia merefer ke seseorang yang dia lihat, dan dia juga ngeh ada jewel warna Oranye (kaya matanya Heimdall) di armor-nya Heimdall. Jadi dia nambahin 1+1 dan dapet 2!

Mungkin Heimdall bisa merasakan jiwa orang-orang karena Soul Stone di armor-nya dia. Power Soul Stone di Marvel Cinematic Universe sendiri belum clear, tapi fungsi Soul Stone adalah menciptakan jiwa dan perasaan orang-orang, kalau manipulasi jiwa aku ga yakin, tapi intinya apapun yang korelasinya dengan faith atau feeling, kayanya berhubungan dengan soul stone.

Downside dari teori Heimdall ini adalah, berarti orang Asgard sebenernya punya 2 Infinity Stones, satu Tesseract, dan satu lagi Soul Stone. Which, dua batu akik tidak boleh berdekatan, itu berbahaya!

Wakanda!

On the other hand, orang-orang yang bilang ada di Wakanda percaya itu belum ditunjukkin. Karena Soul Stone juga bermain ke daerah mistis, dan Wakanda itu technologically advanced place yang masih respect banget sama old cultures (if only culture doesn’t get eaten by technology… sigh), orang-orang percaya, Wakanda bisa peaceful hanya gara-gara Soul Stone ada di tempat yang hidden by government inside Wakanda.

Terus, Heart Shaped Herb ala Wakanda ini juga ngasih orang yang memakannya beberapa menit untuk mengalami kontak dengan jiwa-jiwa pemimpin yang sudah mati. Mungkin ini terjadi gara-gara Soul Stone yang menghubungkan realm jiwa dan reality.

Teori Soul Stone dimana ya… tebak-tebakan ya, ku tak yakin. Karena masih ada yang bilang itu ada di Ant Man, tepatnya realm Quantum-nya.

So… Infinity Stones?

Artikel ini mungkin ngasih headache dikit, tapi untuk lighten up thought, 12 jam yang lalu, baru saja ada tweet-an baru dari seseorang yang bekerja untuk Marvel, menjelaskan kenapa Infinity Stones ini source dari Infinite Power…

Liat saja infografis-nya ya… (it’s in English… btw)

In Conclusion

Okay, ini tulisan santai, tapi berbobot, kuharap tiada yang bingung mengenai wishlist Thanos untuk punya koleksi batu akik paling kece senusantara, tapi kurang lebih kalau mau di conclude…

Setiap batu adalah sebuah philosophical thought dari sesuatu yang ga mungkin bisa bertahan sendiri…

  • Apa artinya Mind tanpa Soul? Mungkin kamu pinter, tapi kalau kamu ga punya jiwa, maka kamu ga punya empati, dan terkesan heartless.
  • Apa artinya Soul tanpa Reality? Course, kamu orang yang faithful dan baik, tapi kalau kamu ga bisa look back onto what’s real, mungkin kamu akan lost, dan terlalu membela kepercayaanmu.
  • Apa artinya Reality tanpa Time? Serealistis-realistisnya orang, kalau dia tidak mau meluangkan waktu untuk mendefinisikan realita-nya itu (seberapa pahit reality itu), maka dia ga bakal bisa membuat dampak apa-apa ke realitas.
  • Apa artinya Time tanpa Space? Seberapa banyakpun waktu yang kita miliki, kalau kita distance ourself from others, maka… mungkin kamu lost in time, dan hilang dalam kesibukan dirimu sendiri.
  • Apa artinya Space tanpa Power? Well, mungkin kamu bisa dekat dengan orang lain, dan ga buat distance dari orang-orang… Tapi, kalau kamu ga punya kekuatan (be it political, or, physical), maka kamu mungkin dianggap ga ada nilainya sama orang-orang itu.
  • Apa artinya Power tanpa Mind? Itu berarti kamu orang yang bertindak semena-mena, dan punya power yang cukup banyak, tapi… kamu ga mau stop untuk berpikir tindakanmu akan affect orang lain atau gak…

Jadi, manusia itu kaya Infinity stones, kita ga mungkin bisa menjadi manusia yang baik sampai kita bisa mendekatkan diri kepada enam aspek ini, dan hanya punya satu dari enam ini masih mungkin ga sukses. Sama kaya semua Villain yang megang Infinity Stones sebelum Thanos… Cuma dengan satu, mereka gagal, karena mereka melupakan 5 value yang lain.

Makanya… ingatlah semua value yang menurutmu penting, dan balance it out…

Regardless, bye, and thanks for reading this long article.