[Road Trip]: Ganjar Pranowo

[Road Trip]: Ganjar Pranowo

Oke, jadi ini adalah daftar dari sedikit hal yang seseorang mungkin duga akan lihat di Jateng, atau di tiap kota yang dikunjungi, dan karena sedikit kemalasan menulis panjang, artikel pendek hari ini akan meliput gubernur Jateng dan kenapa aku merasa sedikit bingung padanya selama Road Trip ke Jateng…

Bagaimanapun juga, artikel hari ini tidak akan menembus batas 800 kata, tetapi bukan berarti artikel ini tidak bisa dinikmati bukan? Jadi nikmati saja!

Sebelum Kisah Dimulai

Ingatanku pada gubernur asal Jateng ini tidak begitu banyak. Meski Jawa Tengah adalah provinsi tetangga dari Jawa Barat, aku tidak memiliki atau mengikuti Ganjar Pranowo begitu banyak sampai sekali ia muncul di Televisi dan aku jadi mengetahui bahwa dia memang ada.

Sebenarnya aku pertama kali mendapat kabar tentang keberadaannya ketika ia muncul di Mata Najwa (aku dan keluarga tidak mengikuti media Indonesia begitu banyak, apalagi media yang berasal dari televisi), waktu itu, kedua orangtuaku ingin melihat Ridwan Kamil (dulu ia masih menjadi walikota, dan Ganjar masih berada di periode pertamanya) di acara tersebut.

Dan, ia sedang berdampingan dengan Ganjar Pranowo dan menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari Najwa Shihab. Topiknya memang mengenai pemimpin masa kini, dan usia Ganjar serta RK masih berada di kisaran 40 tahun ++ .

Aku mengetahui keberadaannya dan sedikit banyak hal yang ia lakukan untuk Jawa Tengah. Berikutnya aku mendapat dan membaca berita tentangnya saat pemilu. Debatnya berlangsung sedikit konyol dengan sedikit pertanyaan dari lawan calon gubernurnya berada di titik yang terlalu agresif bagiku, dan juga mengingat beberapa blunder kecil yang ia buat sebelum pemilu, nama Ganjar Pranowo masih ada kesan yang cukup besar di kepalaku.

Aku tidak mengikuti hal-hal yang ia lakukan sesudah debat tersebut dan fakta ia memenangkan survey dengan persentase 85-92%, tetapi memenangkan pemilu hanya dengan hasil pemilihan sedikit di bawah 64% karena puisi kontroversial yang ia baca. Ya, bagaimanapun juga, kinerja Ganjar masih memenangkan hati warga Jateng, tetapi perubahan nilai tersebut cukup besar untuk membuatku tertarik. (Eh, sebenarnya perbandingan survey antar Sudrajat Syaikhu dan RK-UU dengan Quick Count juga cukup besar sih)

Spanduk? Spanduk? DIMANA SPANDUK!

Berikutnya, namanya masuk lagi ke kepalaku ketika Road Trip ke provinsi Kandang Banteng (ya, bercandaan politiknya seperti itu), namun, namanya masuk dan membuatku berpikir beberapa kali… Ganjar Pranowo itu, Gubernur Jateng kan? Bukan Gubernur Jatim? Hmm? Mana yang benar ya?

Pemikiran ini terjadi… Karena saat aku pergi ke Demak, Tegal, Jepara, dan Semarang, aku kesusahan (like, sangat susah) untuk menemukan spanduk dengan fotonya + wakilnya.

Awalnya aku berpikir ketika ada di Tegal (oh, yang memiliki Eiger, Toko Yogya, Brownies Amanda, Tas Elizabeth, dan tukang martabak di jalanannya. Kota ini membuatku berpikir… “Mungkin kota ini hanya kekurangan tukang Batagor untuk menjadi Bandung van Jateng”) bahwa politikus serta pemimpin-pemimpin asal Jateng tidak suka memamerkan muka mereka, karena hanya ada 1 foto walikota + wakil walikota Tegal selama kita berada di sana.

Tapi, sesampainya di Semarang, aku berpikir kembali…

Tiap ada Halte Bis, ada kantor pemerintahan, aku dengan mudah menemukan foto Walikota + Wakil Walikota Semarang. Tapi, kenapa, oh kenapa… Tidak ada foto Ganjar Pranowo. (dan kita melewati kantor Gubernur Jateng)

Tidak lama, di Semarang, keluarga kami pergi lagi ke Demak, dan Jepara. Di kedua kabupaten tersebut, ada setidaknya 2, atau 3 foto Bupati + wakilnya. Tetapi, sekali lagi, tidak ada foto Ganjar Pranowo. Kenapa begitu sulit untuk menemukan satu saja…

Akhirnya, aku yang penasaran jadi lebih awas sepanjang road trip. Lirik kanan dan kiri untuk spanduk atau banner yang memiliki foto Ganjar Pranowo… Mungkin ia orang yang modest dan rendah hati, tidak ingin memberikan dan memasang terlalu banyak foto dirinya atau wakilnya.

Tetapi sebagai orang asal Jawa Barat yang mendapat Gubernur-gubernur dengan kinerja baik dalam sosok-sosok Ahmad Heryawan, Ridwan Kamil, UU Ruzhanul Ulum, dan bahkan PJ sementara Jabar, Moch. Iriawan, sering memasang spanduk dengan fotonya. Jadi, ketidakadaan foto Ganjar membuatku bingung.

Untungnya, aku menemukan 2 spanduk dengan foto Ganjar Pranowo pada hari berikutnya kita di Semarang… 1 berada di Kantornya, jadi aku sebenarnya tidak ingin menghitung, (tetapi, ya sudahlah), dan satu lagi, pada hari terakhir kita di Semarang… ADA SEBUAH FOTO! Di luar kantor Pajak untuk mempromosikan membayar pajak.

Tempat keduanya termasuk tempat yang masih absurd bagiku, karena tidak ada Selamat Natal atau Selamat Tahun Baru, tetapi, aku bisa menerimanya. Setidaknya sekarang aku yakin pada ingatanku, dan rela mencari foto seorang Politikus hanya karena aku berpikir untuk mengisi kebosanan tiap kali di jalan.

Kesimpulan

Ini adalah permainan seru untuk dilakukan saat Road Trip ke Provinsi lain.

Pilih sebuah kota/kabupaten, pastikan tiap anggota road trip juga punya kota dan kabupatennya masing-masing. Selama anda berkeliling di provinsi tersebut, cobalah untuk menghitung adanya berapa spanduk pemimpin dari kota/kabupaten tersebut. Pemilih kota terbanyak dianggap sebagai pemenang!

Atau, pilihlah seluruh provinsi dan berharap nasib anda tidak seperti saya yang berusaha keras mencari spanduk Ganjar.

Sampai lain waktu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *