[Road Trip] Eps. 1. Preparasi Perjalanan

[Road Trip] Eps. 1. Preparasi Perjalanan

Ini adalah sebuah serial yang mengupas road trip keluarga ke Jawa Tengah. Akan ada 10 episode, kurang lebih 1 episode per hari, + 2 episode untuk preparasi dan juga evaluasi. Berikut adalah sedikit tips dariku sesudah melihat persiapan dan akhirnya kembali pulang dari Jateng (yang hanya memasang 1 banner dari Gubernur mereka, Ganjar Pranowo, setidaknya di 4 kota/kabupaten yang aku datangi), dan apa yang bisa kita lakukan, sesuai dengan buku Scarcity: Why Having Too Little Means So Much, dan akan isu-isu kecil seperti packing dan planning yang seseorang akan hadapi jika mereka ingin melakukan road trip.

Selamat menikmati episode pertama!

Scarcity Trip

Catatan: Tidak ada satupun kata di Bahasa Indonesia yang cocok untuk menjelaskan Scarcity dalam konteks yang aku inginkan. Jadi, mohon maaf karena aku akan menggunakan istilah Scarcity alih-alih menggunakan Bahasa Indonesia.

Scarcity. Semakin sedikit benda yang kita punya, maka semakin bernilai benda tersebut. Kasarnya, itu yang membuat seseorang menilai, memilah, dan memilih benda yang akan dibawa dalam sebuah road trip.

Ketika packing dan bersiap untuk sebuah perjalanan, ada 4 hal yang perlu anda perhatikan. Karena pada suatu titik, anda akan kehabisan salah satu dari 4 sumber daya yang mungkin dirasa penting ini.

  1. Space…
  2. Pace…
  3. Attire…
  4. Money…

Atau… SPAM! Shoot, that doesn’t sound right.

EHEM, ralat.

  1. Money
  2. Attire
  3. Pace
  4. Space

Atau, MAPS! Nah, kan enak.

Jika anda sedang kekurangan salah satu dari 4 sumber daya ini, mungkin sudah waktunya anda menghemat. Jika anda sudah kehabisan salah satu dari sumber daya ini, sebaiknya anda pulang, dan hentikan perjalanan, karena sebenarnya anda sudah telat.

Atau, anda bisa membuat rencana agar anda tidak kehabisan, dan pulang sesuai jadwal! Tetapi, sayangnya, tidak semua orang bisa membuat atau mengikuti rencana, dan seandainya tidak ada rencana yang dibuat, maka ini hal yang perlu anda lakukan untuk mencermati sumber-sumber daya di atas…

Money

Oke, ini mungkin hal yang paling sulit untuk diukur karena kemampuan finansial tiap orang berbeda, dan terkadang ada orang atau keluarga yang memaksakan untuk liburan meskipun kemampuan finansial mereka tidak mencukupi, alhasil mereka menghemat dan takut untuk mengeluarkan terlalu banyak uang, sehingga perjalanannya tidak dapat mereka menikmati.

Sebelum anda berangkat, atau sebelum anda bahkan berpikir untuk melakukan liburan, pastikan finansial keluarga anda cukup, serta anda yakin bahwa anda bisa bertahan selama anda sedang berlibur. Jika anda memaksakan liburan, akan lebih baik demi kewarasan dan kesabaran tiap orang untuk tidak memaksakan berlibur.

Tentunya, definisi cukup tiap orang berbeda, jadi sesuaikan dengan ekspektasi masing-masing.

How To Plan.

Jika anda bukan orang yang suka berencana terlalu panjang, setidaknya, uang adalah hal yang perlu anda perhatikan. Kita tidak ingin berlibur jika tidak ada cukup uang untuk melakukan hal-hal yang anda inginkan bukan? Anda ingin membeli batagor sepuasnya di Bandung, dan anda ingin mencoba semua Lunpia yang ada di Semarang? Silahkan, hanya saja, akan lebih bijak jika anda tidak mengambil jatah finansial di luar perencanaan awal anda.

Sebenarnya, merencanakan budget untuk uang yang akan dihabiskan saat berlibur tidak sulit. Semua orang dapat dengan mudah bilang bahwa mereka hanya akan menghabiskan sejumlah uang tiap harinya, tetapi… Mereka tidak dapat menahan diri dan… WUUSH! Dua kali lipat uang dari rencana awal dihabiskan.

Jadi, perencanaan yang anda dapat lakukan dengan uang cukup sederhana… Pengendalian diri.

Money Scarcity

Apa yang anda dapat, serta perlu lakukan jika anda sedang melewati fase berlibur dimana anggaran pembelanjaan anda bersisa ke 20% terakhir, atau mungkin, lebih sedikit? Tipsnya cukup sederhana.

  • Turunkan kelas, turunkan ekspektasi.
    • Terkadang, ada beberapa orang yang memaksakan diri mereka untuk makan dengan anggaran yang sama seperti yang mereka miliki ketika 80% dari anggaran mereka masih tersisa. Ini sulit untuk dilakukan jika anggarannya tersisa sedikit, jadi hal terbaik dan terefisien yang seseorang bisa lakukan adalah menurunkan pengeluaran anda. Tidak apa-apa kok untuk tidur di hotel yang tidak sesuai dengan ekspektasi anda jika hanya untuk semalam πŸ˜‰ .
  • Berhenti untuk berpikir.
    • Kasarnya. Jangan membeli hal-hal yang anda tidak perlukan. Sebelum membeli sesuatu, atau memilih tempat makan, berhenti untuk sejenak, berpikir. Apakah saya benar-benar membutuhkan ini? Apakah saya perlu membeli ini? Kenapa saya perlu membeli ini? Silahkan berkontemplasi dan pikirkan. Jika anda memang menilai bahwa anda perlu mengeluarkan uang untuk hal tersebut, lakukan saja.
  • Modis = Modal Diskon, Atau, Modal Gratis
    • Ya, dengan Traveloka, Trivago, atau AirBNB kita bisa mendapatkan promosi dan menghemat uang. Ini bermanfaat tentunya πŸ˜‰
  • Sisakan uang untuk pulang.
    • Ya, berlibur termasuk pulang pergi. Jangan lupa jika anda masih harus lewat tol untuk pulang, atau membeli tiket kereta, itu juga mengonsumsi sepeser dari anggaran anda.
    • Oh iya. Jika anda cukup pintar, anda bisa melewati jalur alternatif dan membayar lebih sedikit daripada jika anda melewati tol. Tapi ya, jangan lupa, jika jalur alternatif tersebut berarti anda harus melewati 2 jam ekstra karena macet, maka itu resiko yang perlu diambil.

Benefits of Money.

Uang dapat anda manfaatkan untuk memperbaharui beberapa sumber daya lain yang anda butuhkan. Jika anda memang tidak sedang dalam kondisi kekurangan uang, anda dapat memanfaatkannya untuk jasa Laundry dan mendapatkan kembali pakaian. Anda juga bisa mengirimkan barang yang anda tidak perlukan lagi untuk mendapatkan ruang kembali. Tentunya, jika digunakan dengan bijak, anda tidak akan merasa kekurangan uang, alih-alih, anda akan merasa mendapat pakaian lebih, ruang lebih, dan mungkin, waktu lebih.

Attire

Attire, atau… Baju.

Ya, ini sedikit menarik. Tidak seperti Uang, Baju justru menyedot beberapa sumber daya lain yang kita miliki. Jadi, membahasnya akan menjadi hal yang menarik tentunya.

Baju secara tidak langsung mengukur waktu kita bisa berlibur, dan baju juga mengurangi ruang yang kita miliki di mobil, jadi, kita perlu membawa baju dengan bijak.

How To Plan

Sesuaikan jumlah baju dengan hari anda sudah yakin akan pergi. Semakin luas mobil atau alat transportasi anda, semakin mudah anda dapat merencanakan baju-baju yang anda akan bawa. Jika anda cukup pintar dengan manajemen ruang anda, dan mampu melakukan packing gulung, di mobil yang cukup luas, maka anda bisa menciptakan sedikit atau banyak room for comfort. Ruang untuk kenyamanan anda ini, dapat mencegah adanya kekurangan baju.

Attire Scarcity

Oke, anda masih ada 3 hari lagi untuk berlibur, tetapi, baju anda tersisa ke 1 stel baju pergi, dan 1 stel baju tidur. Apa yang anda bisa lakukan?

  • Pakai dua kali.
    • Oke, ini terkesan menjijikan bagi beberapa orang, tetapi menggunakan baju dua kali adalah hal yang bijak, terutama bagi baju tidur. Percaya padaku, baju tidur anda tidak akan kotor dalam satu malam, jadi menggunakan satu baju tidur untuk dua malam adalah ide yang baik untuk menghemat. Tidak sepenuhnya disarankan untuk baju pergi meski bisa dilakukan ketika sudah mepet banget.
  • Manfaatkan Laundry.
    • Manajemen waktu, taruh barang ke Laundry, dan ambil pada pagi berikutnya. Gunakan jasa express jika anda sedang buru-buru tentunya. Baju kembali bisa dipakai!
  • Tidur dengan baju pergi.
    • Tepat sebelum anda tidur, gunakan baju pergi sebelum masuk kasur. Pergi dengan baju itu esok paginya, dan anda dapat menghemat satu stel baju!
  • Beli baju.
    • Bukan saran terbaik karena ini mengambil ruang yang berharga, serta uang yang juga berharga, tetapi ini bisa dimanfaatkan juga tentunya.

Benefits of Attire

Semakin banyak baju yang anda miliki, semakin besar kemungkinan anda bisa memperpanjang liburan anda di luar rencana. Tetapi, perhatikan sumber daya yang lain juga ya πŸ˜‰

Pace

 

Pace, alias waktu. Waktu membatasi beberapa orang, terutama yang bekerja. Jika anda sudah menyisakan satu hari untuk beristirahat, anda dapat beristirahat pada hari tersebut, tetapi, ternyata, satu hari sesudahnya adalah hari kerja, dan anda ingin berlibur satu hari lebih lama! Ya, hari istirahat anda dapat diambil. Sayangnya, hari kerja anda… tidak dapat diambil. πŸ™

Jadi, bagaimana cara melawan waktu?

How To Plan

Ini ironis. Anda akan merencanakan sesuatu berdasarkan energi atau waktu yang anda miliki. Sayangnya, anda tidak bisa mendapatkan gambaran yang bagus mengenai waktu itu sendiri, jika anda tidak punya rencana. Untuk merencanakan sesuatu dan mendapatkan waktu terbanyak, pilihlah saat anda tidak memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan, dan ciptakan “slack” atau room-for-comfort agar anda tidak terpepet ketika ingin pulang.

Time Scarcity

Dalam waktu 13 jam anda sudah harus berada di kantor. Google Maps memberikan anda jalan tol dan perjalanan tersebut akan memakan waktu 4 jam 30 menit. Kemungkinan, anda harus memotong jam tidur, apa yang anda bisa lakukan?

  • Rute/Transportasi alternatif
    • Anda bisa menghemat waktu 90 menitan jika anda melewati Subang dari Cirebon ke Bandung. Jika anda pintar dan mau berpikir untuk sebentar, anda bisa menemukan rute alternatif dan menghemat sedikit waktu.
  • CEGAH ADANYA TIME SCARCITY
    • Jika anda sedang dalam krisis waktu, memang tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali memotong jam tidur, atau berburu-buru, atau mencari rute alternatif. Jadi, hal terbaik yang anda bisa lakukan adalah mencegah adanya time scarcity dengan planning yang baik. Sejujurnya, dengan tidak memiliki room-for-comfort dan lebih awas dalam perencanaan, itu sepertinya satu-satunya cara untuk mengatasi time scarcity.
    • Once you’re in it, you’re doomed. πŸ˜€

Benefits of Time

Space

Space. The final frontier. These are the vacations of the starship Enterprise. Its five-week mission: to explore strange new cities, to seek out new places and new tourist destinations, to boldly go where no man has gone before.

EHEM! Bukan Space luar angkasa bro. Space = Ruang.

Ini adalah hal terakhir yang akan aku bahas, dan… Ini dapat dicegah dengan mudah juga.

How To Plan

Pack light.

*thumbs up*

Serius sih, perencanaan dan manajemen ruang yang bagus, seperti menyisakan satu tas khusus untuk baju kotor, atau satu tas khusus untuk barang belanjaan adalah contoh manajemen ruang yang efektif.

Manajemen ruang terbaik dapat dilakukan dengan menyediakan satu tas, atau tempat khusus untuk benda-benda seperti baju kotor, barang belanjaan, serta hal-hal yang diperlukan secara darurat.

Space Scarcity

HAH! Anda butuh ruang di bagasi?

  • Stop. Beli. Hal. Yang. Anda. Tidak. Butuhkan.
    • Sama seperti uang, jangan beli hal yang anda tidak butuhkan. Anda harus mau berkompromi sesekali, jangan beli sesuatu sampai anda yakin anda membutuhkannya.
  • Kirim barang ke rumah.
    • πŸ™‚ Manfaatkan JNE, atau TIKI, dan kirim barang milik anda ke rumah anda sendiri. Masalah anda akan selesai. Ada ruang yang dibebaskan, dan anda bisa memasukkan lebih banyak barang dalam bagasi!

Kesimpulan

Tanganku lelah, dan sekarang aku perlu menikmati time room-for-comfort yang sudah aku ciptakan.

Cheerios!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *