Review Of Memorable Scenes In Avengers Infinity War

Review Of Memorable Scenes In Avengers Infinity War

Biasanya aku ngasih preview disini, tapi film terakhir terlalu… monumental, dan aku sejujurnya…

SPOILERS AHEAD, SPOILERS AHEAD, LEAVE IF YOU HAVE NOT WATCHED, AND YOU DON’T WANT TO KNOW ANY SPOILERS.

Okay? Mengerti? Beneran nih, jangan scroll ke bawah kalau belum nonton, artikel ini lucunya gak akan diberikan preview sampai… 50 kata pertama, alias di home page tampaknya gimana.

Dah udah 50 kata basa basi, sekarang di preview artikelnya

OH MY GOD! Film Infinity War ini, sangat mengagetkan ending nya, dan juga, okay, kayanya aku gak bisa preview begitu banyak, tapi aku sudah siap untuk memberi cukup banyak hal dan preview of what could happen in the MCU sesudah ending Infinity War ini.

Jadi, kayanya, artikel ini secara keseluruhan akan dibelah menjadi dua artikel, yang satu adalah review Infinity War, dan yang satunya lagi adalah preview dari cara Marvel akan membuat superhero mereka fight back sesudah massive defeat pas Infinity War ini.

Review Of Infinity War

Disini akan ada review nya, dan sejujurnya aku sedih. That’s all I have. Aku sangat sedih dengan Infinity War, yang “membunuh” terlalu banyak karakter, membuat beberapa karakter menghilang, dan juga… ya, intinya ending infinity war yang merubah banyak karakter menjadi debu, serta membunuh beberapa karakter dengan fan kaya Loki, atau Gamora…. It’s just sad.

Jadi mari kita bahas beberapa event yang rada memorable, baik sedih, lucu atau awe inspiring di film ini.

Mostly yang sedih…

(FYI untuk yang belum nonton ini tidak dalam order kronologis film, hanya mengikuti yang pop up saja di ingatanku)

Loki (AKHIRNYA) Mati, Heimdall Mati

Scene pertama di film ini adalah scene dimana Thanos berusaha mengklaim Tesseract dari kapal Asgardian yang dicolong Loki pas Thor: Ragnarok. Adegan ini “mematikan” potensi film Thor berikutnya. Karena di adegan ini lah Loki dibunuh, dan juga Heimdall yang sempat dibiarkan hidup dibunuh.

Thanos sudah memegang Power Stone dari Xandar yang dia comot off screen demi menghemat budget CGI di scene dan aktor, atau juga mungkin untuk mengurangi kesedihan di scene (CIH, gak mungkin, film ini terlalu sedih, apa masalah dari pembunuhan sebuah planet sesudah kematian sebanyak ini).

On topic, Heimdall dibunuh, sesudah dia semacam membuat Hulk kabur melalui Bifrost dan energi sisa-sisa yang dia miliki untuk menyelamatkan Bruce Banner. Thor langsung marah sesudah sahabatnya ini ditikam, dan juga tentunya dia sudah sangat kesal karena hampir semua Asgardian yang masih hidup dibunuh.

Terus ada Loki, yang memang dikirim Thanos ketika pertama kali ada Tesseract, tetapi sayangnya, Loki ini berusaha membunuh Thanos, sambil bilang Undying Fidelity, and stuff. Sayangnya karena dia berbohong dia langsung dibunuh, dan kayanya dia langsung mati saat itu juga…

Yeah, tragis. Scene ini tidak banyak arti dan output nya di real life selain… Fangirl Tom Hiddleston (including a cousin of mine) kesel, dan juga pas nonton 3 cewe yang berada di satu baris di atas diriku berbicara dengan cukup keras  “YAAAAAH MATI… Sedih banget deh”.

Gamora Mati

Oh look another sad scene…

Gamora ini dieksplor relationship Father and Daughter nya dengan Thanos pas di Infinity War. Thanos sendiri menangkap dan mengutarakan kekecewaannya pada Gamora… Sebagai anaknya yang benar-benar membuatnya jatuh cinta dan juga kecewa karena harus menukar jiwanya demi Soul Stone.

Jadi, akhirnya kita tahu lokasi Soul Stone dan juga Red Skull yang selama ini menjaganya, sesudah cliffhanger saat dia menghilang di The First Avenger, lokasi Red Skull terungkap, bahwa dia nyangkut di Vormir dan juga selama ini Soul Stone lokasinya diketahui oleh Gamora, namun ia merahasiakannya.

Thanos sendiri tidak tahu bahwa demi mendapatkan Soul Stone dia harus mengorbankan seorang… loved one. Dan tidak seperti di komik dimana Thanos membunuh setengah alam semesta demi PDKT sama pacarnya (and his loved one), Death… Loved one Thanos di film ini adalah Gamora.

Gamora pun dilempar ke ujung jurang, dan Thanos menangis, hanya untuk bangun dengan Soul Stone (yang kekuatannya dia tidak pakai sepanjang film 🙁  ) dan memasangnya di Infinity Gauntlet nya.

Peter Dinklage as a Dwarf

Peter Dinklage adalah seorang aktor yang… berpostur tubuh pendek.

Dia seringkali memainkan peran sebagai orang yang memang pendek (maaf, bukan maksud insulting), dan kadang, dwarf-ish. Misalnya, jadi direktur perusahaan anti mutan di Days Of Future Past, jadi seorang tokoh (aku gak tahu) di Game of Thrones, jadi gamer yang ngecheat di Pixels…

Semuanya bermain sebagai orang yang emang pendek.

Kali ini, mungkin dalam spirit of empowerment, Peter Dinklage diminta memainkan seorang Dwarf, dan dia memang menjadi seorang Dwarf. Tetapi, Dwarf ini merupakan spesies Dwarf Raksasa… (WHAT?).

Ukurannya lebih tinggi daripada Thor, tetapi, ia tetap berdiri dengan postur pendek miliknya, yang memang ala kurcaci. Meski dia tinggi, dan merupakan seorang kurcaci raksasa, postur, dan keahliannya dalam menempa besi itu, perfect ala-ala Kurcaci banget lah.

Ini adalah representasi bagus di kehidupan nyata dimana seseorang tidak harus menjadi raksasa, atau seseorang yang physically strong untuk stand out.

Or… Yeah, gak ada hal lain yang lebih banyak wow factor nya, tetapi kurang lebih sense of empowerment disitu masih tampak lah ya…

Feminism!

Ah feminism… Clickbait bedah buku.

Jadi, scene Feminism disini sebenernya lebih tampak dalam sudut pandang dimana, we women should take care of one another. Dimana Scarlet Witch yang diserang oleh seorang anggota Black Order dijaga oleh Black Widow dan juga General Okoye.

Short fight disini diakhiri dengan senyuman manis dari Natasha Romanoff untuk Wanda Maximoff (EH, namanya sama-sama berakhir dengan off), dan sedikit sign bahwa, “We should stick for one another”.

Selain itu, General Okoye juga memberi tatapan miris ketika banyak senjata dari Wakanda yang dipake untuk menghentikan giant wheels of doom yang gak punya nama itu, tetapi langsung hilang dalam dua gerakan tangan Scarlet Witch.

Karena Scarlet Witch menjaga Vision, dan hanya di pertengahan fight ia turun untuk mengatasi kekacauan disitu. Reaksi dari General Okoye adalah… “Why was she up there all this time?” Course, selap selip humor di tengah pertempuran serius itu penting.

Wakanda Forever!

Mengingat brutalnya pertempuran di Wakanda pada akhir-akhir film, peperangan dimulai dengan semacam simbolis “Unity In Diversity” dari Wakanda yang akhirnya mau membuka borders for the world.

Ketika melawan musuh yang memang brutal, kita sebagai manusia mesti mau bersatu, dan di scene ini, tampak bahwa Captain America, Black Panther, dan banyaknya superhero lain mau untuk bersatu demi keselamatan alam semesta.

Tentunya dari koleksi Batu Akik Thanos, hanya kurang satu Infinity Stone lagi, di jidad nya Vision dan posisinya berada di Wakanda, tepat di laboratorium Shuri.

Sebelum perang yang cukup brutal ini, seluruh pasukan Avengers, Wakanda, dan juga Jabari (M’baku’s tribe) berkumpul dan sesudah diberikan briefing kilat oleh T’Challa… Mereka semua berteriak Wakanda Forever dan maju berperang melawan pasukan Thanos.

If only real life conflicts are this easy to solve… Just bring an alien that wants to destroy the universe. Eh, itu mah masalah baru ya.

Spider Man’s “Death”

Okay, scene ini membuat aku hampir (gak mau ngaku kalau aku) nangis… Ternyata scene ini adalah scene improvisasi dari Tom Holland.

Ketika ia dan Tony Stark tersisa di Titan, sesudah Thanos menyapu bersih setengah dari universal population, Spiderman sendiri memberikan sebuah emotional talk dengan father figure nya, Tony Stark. Di scene ini, kelihatan banget bahwa Peter Parker gak kepengen mati, dan ia… Pokoknya sedih banget deh…

Emosi ini tak bisa kujelaskan, tetapi… HWAAAAAAA… Point is, I’m very sad. TOO SAD if anything.

Thanos’s Motives

Chapter ini adalah perbandingan pendek antara komik dan film.

Thanos itu… gak bisa dibilang baddie juga sih, dia hanya rada… gila…

Insanity Thanos ini tampak ketika ia super determined dan juga kesel karena satu dan lain hal, terutama ketika ia, yang kayanya gila akan balance ini… Kepengen alam semesta ini adil, tidak ada berat sebelah, semua resource akan terbatas, dan sisanya akan ia bantai.

Untuk melakukan itu, ia mengumpulkan Infinity Stone supaya dia gak usah repot-repot Go-Spaceship diantara satu planet dan ngebantai setengah dari planet itu, terus membiarkan yang lainnya menikmati sisa resource yang mestinya buat 2 kali lipat lebih banyak orang.

Dalam banyak scene di film ini, Thanos memandang dirinya penuh mercy, dan justru super baik. Tetapi, sayangnya, motif ini rada kurang fit dengan beberapa fan die hard. Padahal motif Thanos ngumpulin infinity stone ini super coock dengan style literatur grey area villain, sayangnya ada fan die hard yang kepengen Thanos punya motif di komik.

Yaitu PDKT dengan pacarnya, dewi kematian.

Yes, motifnya yang satu super grey, dan juga super keren, whilst being a bit edgy. Dan yang satu lagi adalah sebuah remaja yang berusaha impress cewe. Tetapi fan die hard milih Teen Thanos berusaha dapetin cewe…. Sure.

Pegangan Stormbreaker

Stormbreaker adalah Mjolnir baru. Dia lebih keren, lebih kuat, dan juga… well lebih awe inspiring overall.

Terutama mengingat bahwa Stormbreaker itu pegangannya terbuat dari ranting teenage Groot. Scene ini tampak saat Groot yang lagi nyandu game mendapat momen untuk mature lebih banyak lagi, ia tampak menjadi lebih dewasa, dengan mau mengorbankan sepotong tangannya untuk kapak itu.

Sampai sekarang, kapak itu memiliki pegangan kayu, yang dibuat dari tangannya Groot.

Scene ini adalah simbolisasi sebuah teen yang tadinya ignorant jadi mau lebih dewasa dan improve sebagai sebuah makhluk hidup.

Vision…

Ini sedih banget deh.

Mengingat seberapa desperate-nya Scarlet Witch saat ia harus membunuh Vision dengan menggunakan energy nya untuk mencopot dan menghancurkan Mind Stone di jidadnya pada scene ending akhir-akhir… Keliatan banget desperation dan sadness di muka keduanya pas scene ini lah…

Course, energy yang di expend untuk menghancurkan infnity stone juga gak dikit. Sedih banget pokoknya pas liat scene ini. Terus, sesudah kesedihan 30 detik, Thanos dengan kurang ajarnya menggunakan timestone dan membalikkan waktu, membuat Vision hidup lagi.

Terus, dicopot paksa Mind Stone-nya. And Thanos wins. Oh dear, itu sangat devastating sesudah hal seperti itu terjadi sebenarnya, aku sangat sedih… (gak sesedih Spider man, tapi, sedih)

In Conclusion

Ini adalah film tragis, jangan ditonton kalau gak siap nangis.

Semua hero, kecuali original Avengers + Scarlet Witch berubah menjadi debu di menit-menit terakhir film. Dan sejujurnya, kesedihan ini tidak dapat dirasakan lebih banyak lagi… Duh, pokoknya devastated banget deh.

Luckily, film ini penuh dengan selipan jokes, dan juga referensi ke dunia nyata, baik itu empowerment atau apa…

Jadi, meski endingnya bitter sweetly devastating… Filmnya masih super enjoyable, hanya sedikit mengecewakan saja…

Segitu saja, sampai lain waktu 😀 .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *