[REVIEW HOTEL] Intercontinental Bandung Dago Pakar

[REVIEW HOTEL] Intercontinental Bandung Dago Pakar

Haiiiii, perjumpaan pertama di review hotel nih, moga-moga ke depannya bakal sering deh berbagi pengalaman tentang hotel ini…

Lokasi hotelnya sendiri sebetulnya masih di Bandung juga, mungkin pada bingung, lah ngapain nginep di hotel di Bandung juga? bukannya emang tinggal di Bandung? Ini review berbayar yah?

Tenang, ini bukan review berbayar kok, review mbayar malah, emang kebetulan aja ada  keluarga yang berkunjung ke Bandung dan mengajak kami turut menginap di sini juga, jadi berangkat deh.

Kami menginap selama 1 malam, check in tanggal 18 Juni 2017, check out tanggal 19 Juni 2017.

Ok, setelah menjemput rombongan di Stasiun Bandung, kami pun meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul 1, tapi dikarenakan hari minggu dan banyak tamu yang late check out, maka beberapa kamar ada yang belum siap dan kami pun menunggu di lobby. Ruang tunggu lobby memiliki pemandangan hamparan kota Bandung dari sudut pandang perbukitan Dago, dan untuk anak-anak ada ruang tunggu khusus dimana anak-anak bisa bermain menghias kue, membaca buku ataupun bermain konsol game. Dinding lobby juga berfungsi sebagai galeri lukisan, sayangnya file foto lukisan yang dipajang milik saya corrupt sehingga tidak bisa diunggah.

                                         Pemandangan dari teras lobby / ruang tunggu

Akhirnya setelah kamar siap, kami pun menuju kamar, saya sendiri langsung menuju ke kolam renang untuk bersantai sore dan berenang. Dan mengingat di perbukitan Dago cuacanya dingin, tentunya yang diharapkan adalah kolam berair hangat, ternyata suhu kolamnya malah sangat dingin sekali, brrrr, ah mungkin pagi hari dibuat hangatnya, itu pikir saya, tidak lama berenang dan bermain bersama Neneng, saya pun bersantai sore di kursi pinggir kolam. Sambil bersantai, saya pun mengagumi arsitektur bangunan hotel ini sambil bertanya-tanya siapakah arsitek yang merancangnya (mungkin bisa menjadi masukan bagi hotel untuk memberi kredit pada arsitek yang yang merancang bangunan hotel mereka, melalui plakat di lobby mungkin)

                                                                                      Suasana di pinggir kolam

 

                                                 Cantik kan bangunannya? foto diambil dari kolam renang

Beres berenang dan bersantai sore, kami pun kembali dan bersiap-siap untuk berbuka puasa. Sepulang berbuka puasa dan berjalan-jalan, kami pun kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk beristirahat, tetapi neneng punya ide lain, neneng ingin bermain bubble dulu sambil membersihkan diri 😂😂😂

                                                                         Neneng bermain bubble sebelum tidur

Karena saat itu bulan Ramadan, kami mendapat informasi bahwa bila tidak mencapai 20 pax, maka Sahur akan dikirimkan ke kamar-masing, walaupun kemudian karena kuota tersebut tercapai, maka sahur pun diadakan di restoran di lobby. Saat sahur, kami pun turun. Menu yang tersaji cukup lengkap, walaupun tidak semua menu sarapan tersedia (toh mubazir juga sepertinya kalo disajikan full).

Di pagi harinya, karena saya harus bekerja, saya pun meninggalkan hotel lebih dulu, sambil tidak lupa mengambil satu foto kota Bandung di pagi hari

                                                                                   Kota Bandung di pagi hari

Dan berikut rangkuman dari kunjungan kami ke hotel ini :

(+)

  • Kenyamanan kamar yang sangat baik, mulai dari tempat tidur, kamar mandi hingga daybed
  • Ambience hotel yang sangat nyaman
  • Kesejukan daerah perbukitan Dago
  • A beautiful, well designed and well built building

(-)

  • Kolam yang dingin. Kolam tidak harus hangat terus menerus kok, karena agak kurang ramah lingkungan untuk menyalakan pemanas air terus menerus, tapi sedikit kehangatan wouldn’t hurt sepertinya 😀
  • Kesigapan waktu check in. Mungkin ada faktor timing juga, tapi mengingat perjalanan menuju ke sini tidak terlalu dekat juga dengan pusat kota, mungkin bisa lebih ditingkatkan efisiensinya

+ / – untuk menu sarapan tidak diberikan, karena belum merasakan full spread breakfast yang biasa disajikan, maybe next time 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *