Review Bebas Spoiler: Solo: A Star Wars Story

Review Bebas Spoiler: Solo: A Star Wars Story

Baiklah, sepertinya aku perlu mencontoh Doctor Strange sedikit…

Jadi, aku baru tahu bahwa sebenarnya menulis ulasan yang gak ada spoiler itu jauh lebih susah daripada menulis yang pake spoiler. Jadi, aku mau mencoba menulis beberapa ulasan (atau review) yang gak ada spoiler.

Tolong ketahui bahwa ulasan ini mungkin memberikan kesan agak tidak professional, dan tentunya ini akan diperbaiki.

Mengingat bulan Mei dan Juni ini kita akan disambut banyak (banget) hiburan dalam bentuk buku, (seperti Trials of Apollo), dan juga film (Solo, Incredibles 2, Jurassic World). Aku akan melatih kemampuanku untuk tidak menjadi seseorang yang kerjaannya ngebocorin rahasia (atau spoiler) terus.

Mari kita ulas film Solo kemarin!

(Bentar dulu deng)…

Pertama-tama, dalam ulasan tanpa spoiler sebagian besar yang sudah kubaca membahas teatrikal, cerita, dan bla-bla-bla. Kali ini, aku akan benar-benar membahas dalam perspektif cerita, tetapi tetap, bebas spoiler… Formatnya akan kurang lebih nilai plus dari film, dan nilai minus dari film.

Skor!

Untuk skor, ini agak menyulitkan, tetapi demi formalitas, dan karena sebagian besar ulasan tanpa spoiler menggunakan skor, jadi coba pake…

Skor a la Rotten Tomatoes… Suka atau gak? SUKA!

Skor a la IMDB. Rating skala 1-5. 4/5 deh…

4/5 kuberikan karena ada sedikit bolong-bolong di kanan dan kiri cerita. Tetapi, ceritanya menarik, dan… oke bentar, aku harus menahan diri…

Nilai Plus!

Nilai Plus di Solo: A Star Wars Story ini membuatnya mudah sekali disukai, dan jika aku perlu memberikan satu kata untuk menjelaskan film ini secara positif… itu adalah “mengejutkan”

Memberikan Latar Belakang…

Pertama-tama, Solo ini sukses memberikan beberapa latar belakang ke tokoh-tokoh klasik di Star Wars, seperti, (tentunya) Han Solo, Chewbacca, dan Lando Calrissian.

Latar belakang ini bisa berupa cerita cara mereka pertama bertemu, tingkah laku, sejarah, dan juga dinamika beberapa tokoh.

(sejujurnya aku tidak tahu mau menambahkan apa lagi…)

Latar belakang ini belum pernah dijelaskan di Star Wars sebelumnya, dan ini juga menunjukkan bahwa terkadang, sebuah tindakan yang tidak disengaja, atau hanya kebetulan saja bisa membuatmu bertemu dengan sahabat, jodoh atau apapun itu.

Bagi fanboy Star Wars yang kepengen banget tahu bagaimana cara Chewie dan Han ketemu, atau cara Han Solo mendapat namanya… bisa tonton saja Solo

Cukup Humoris

Meski level humor yang diselipkan dalam tiap adegan tidak sebanyak Infinity War… Solo juga cukup banyak memberikan adegan lucu, dan meski “lucu”-nya ini klasik ke Star Wars, seperti hubungan Han dan Chewbacca, melihat muka Alden Ehrenreich dan Han Solo yang masih muda, lebih polos daripada Han di Episode IV… Tentunya menarik.

(tenang, Han-nya mah sebenarnya tidak polos, tetapi lebih polos dari Han yang dimainkan Harrison Ford).

Selain beberapa lelucon dan bercandaan yang diselipkan dan memang sudah “dari sananya”, alias sudah cukup jelas… Juga ada beberapa bercandaan menarik lain di poin ke 3…

Banyak Referensi Untuk Dinikmati!

Banyak, cukup banyak referensi ke dunia nyata, ataupun ke dunia Star Wars yang mungkin bisa, atau hanya akna dimengerti fans Star Wars.

Selain itu, juga ada cukup banyak referensi ke dunia nyata, yang sayangnya tidak bisa kusebutkan. Referensi ini juga belum tentu bisa dimengerti, tetapi jika kamu mampu menyadari bahwa itu referensi, maka… good job!

Referensi yang diselipkan di Solo juga disembunyikan dan tidak terlalu langsung. Untuk menyadari beberapa referensi mungkin kamu perlu mengkhayal juga… (meski juga ada yang obvious)

Banyak Plot Twist

Plot Twist di film ini cukup banyak… Tentunya, yang namanya plot twist juga harus yang gak bisa ditebak. Dan ketegangan yang sukses ditunjukkan di film ini sudah sukses mencerminkan ketegangan tiap potensi ada sebuah plot twist.

Mengingat bahwa Solo masuk ke dunia illegal dan pasar gelap di dunia Star Wars… Plot twist seperti ini benar-benar dibutuhkan untuk menunjukkan ketegangan yang sudah sukses dicerminkan di hasil akting dan latar.

Selain itu, banyak klimaks yang dibuat tegang, dan penuh ketidakpastian, sampai-sampai kita benar-benar tidak tahu apa yang mungkin terjadi. Apakah plot twist di adegan ini akan menjadi sesuatu yang sangat obvious? Apakah plot twist berikutnya masih bisa dikira-kira? Apakah akan ada plot twist? Pokoknya, Solo itu membuat kamu bertanya-tanya dan bingung tiap kali ada klimaks.

Akhir yang Menggantung

Akhir dari film ini menggantung, aku kurang yakin apakah ini dianggap spoiler atau bukan. Tetapi film ini berakhir dengan banyak hal yang masih bisa dikembangkan untuk menjadi film Solo yang ke dua, tetapi dengan banyak pertanyaan di cerita Solo yang masih bolong-bolong ini. Aku berharap ada Solo 2: Another Star Wars Story. (atau apapun judulnya)

Meski akhir yang menggantung ini, cerita Solo ini sudah cukup untuk “ditutup”, dan jika Disney, Lucasfilm ini memutuskan untuk mengakhiri ceritanya disini, dengan satu dua pertanyaan yang dijawab mengenai lubang-lubang yang masih ada itu… Solo juga bisa ditutup menjadi film yang hanya “one time thing” kaya Rogue One.

Hal Negatif

Masalah dari Solo berikutnya ada di ketiga poin ini… Dan sayang sekali, karena ketiga poin ini mungkin sudah jadi banyak hal yang “ditakuti” orang-orang sebagai jatuhnya Solo: A Star Wars Story sejak sebelum dia dirilis. Kata untuk menjelaskan hal-hal negatif di film ini adalah… “Kepastian”.

Hasil Akhir yang Pasti

Selepas dari tokoh-tokoh yang baru diperkenalkan di film ini… Solo memiliki satu titik lemah pasti yang tidak mungkin dimatikan dengan akting, adegan, musik, atau naskah sebagus mungkin.

Sebagaimana menegangkan adegannya, sebagaimana mendekati kematian situasinya, sebagaimana menyeramkan musuh yang mereka lawan… Kita tahu bahwa Han Solo, Lando Calrissian, dan juga Chewbacca akan selamat karena mereka masih ada di Episode IV.

Sayang sekali, ini menjadi masalah yang benar-benar fundamental dari konsep dasar film ini…

Kematian yang kurang monumental

Solo tentunya juga memperkenalkan tokoh-tokoh baru. Tetapi, sayang sekali, tokoh-tokoh baru yang akhirnya “mati” ini, tidak bisa memberikan kesan yang cukup menyentuh para penonton. Setidaknya untuk diriku, beberapa kematian itu tidak ada rasanya.

Solo berusaha menutupi lubang hasil akhir yang pasti ini dengan banyak kematian kecil yang kurang… kena ke penonton.

Mungkin ada satu dua saat kita berharap ada tokoh baru yang akan dibunuh, dan juga mungkin ada satu dua saat dimana ada tokoh baru untuk tidak mati, tetapi sejujurnya… kematian yang akan direncanakan di film prekuel seperti ini tidak punya potensi yang kuat.

Tidak seperti kematian karakter klasik seperti Luke di Episode VIII, dan Han di Episode VII.

Lubang di Tokoh…

Tolong ketahui bahwa poin ini sebagian besar opini, dan jika ditinjau dari sudut pandang lain, mungkin saja dianggap sebagai sisi positif.

Ada lubang-lubang di latar belakang tokoh-tokoh baru. Juga banyak sekali lubang di akhir film yang menggantung ini. Untungnya lubang-lubang di tokoh baru ini memberikan potensi untuk film lanjutan, dan seperti kubilang, ini masalah perspektif. Jika dilihat sebagai hal positif, maka ini bagus. Tetapi kalau mau dilihat sebagai hal negatif… juga bisa.

Sayangnya aku tidak bisa terlalu banyak bilang tentang lubang-lubang tanpa memberikan spoiler.

Kesimpulan

Solo: A Star Wars Story merupakan film yang tentunya akan memuaskan mata secara special effect dan makeup di tokoh, Solo juga bisa memuaskan hati dengan membuatmu tegang… Otak fanboy juga akan diperkuat kamus referensinya dengan film ini… Dan meski sebuah masalah fundamental di semua film prekuel… Solo cukup kuat untuk memberikan sebuah tontonan menarik dan bermutu bagi fanboy Star Wars sejak Episode IV, (EPISODE PERTAMA STAR WARS), dan juga bagi millennial yang baru menonton di episode VI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *