PT Barnum: Kisah Seorang Pemimpi

PT Barnum: Kisah Seorang Pemimpi

Greatest Showman related stuff… lagi…. dan lagi…. dan lagi….

Seperti aku pernah bilang, their songs will never be enough… Yah, intinya adalah, film seperti Greatest Showman akan either memikatmu sampai kamu nonton 6 kali (FYI aku gak nonton 6 kali juga, hanya metaphor), atau kamu gak mau nonton lagi.

Tetapi yang orang-orang gak tahu adalah Greatest Showman adalah film yang largely fictional. Di beberapa pembahasan soundtrack ku, aku udah bilang bahwa yang namanya Phillip Carlyle itu karakter yang fiksi, dan sebenernya banyak perubahan nama dari film itu, tapi kurang lebih garis besarnya, mirip sih…

Jadi, buat yang kepengen masuk ke dunia nyata, meski PT sudah seringkali menghapus garis batasan antara fantasi dan kenyataan, silahkan saja lanjut ke bawah.

Barnum and Bailey’s Circus

“Tuan Barnum, harus kuakui, kamu orang yang punya imajinasi liar, dan aku percaya bahwa orang-orang kelas bawah juga pantas tersenyum dan menikmati sebuah pertunjukkan” Pertanyaan James Anthony Bailey cukup mengintrik PT Barnum, yang sambil memutar-mutar topinya menjawab…

“Tentu, sesudah kesuksesan ku dalam membawa banyak hal yang tak nyata, seperti Tom Thumb, Manatee, dan makhluk kecil lainnya, kamu akan ke aku untuk mengkhayal dan keluar dari dunia nyata”. Jawabnya, dengan senyuman khasnya.

“Aku yakin, jika aku memutuskan untuk membuka bisnis pertunjukan untuk kelas rendah seperti yang kamu lakukan, aku akan ditertawakan habis-habisan. Jadi, bagaimana jika kau kupinjamkan uang untuk membuka sebuah sirkus?” Tawarannya tentunya sulit ditolak…

“Aku akan menerimanya, tentunya senyuman para penonton adalah harga yang tidak bisa dibayar dengan uang”

Barnum sendiri bukan seorang pebisnis sirkus… Iya memulai bisnisnya dengan membuat beberapa “Hoax” seperti jendral kecil yang pendek itu, dan beberapa hewan yang gak tampak nyata.

Ketika hoax-hoax Barnum ini menjadi kabar burung di kota, seorang playwright bernama James Anthony Bailey memutuskan untuk sesekali memberikan sebuah show yang mistis, dan bukan sekedar drama. Bailey tetapi sangat takut untuk kehilangan status sosialnya yang tinggi. Jadi, dia mengontak Barnum, dan menawarkan pinjaman dan kontrak untuk membuat sebuah sirkus di Manhattan.

Tentunya seluruh perjanjian ini dibuat hanya untuk menghasilkan uang untuk Bailey, dan Bailey sendiri tidak mau diberikan relasi nama dan kontrak yang publik oleh seseorang yang memicu kontroversi super cepat.

Sirkus itu akhirnya disebut Barnum and Bailey’s Circus (sedikit aneh, mengingat Bailey gak mau afiliasi yang bisa merusak namanya karena dia bekerja dengan Barnum), dan dengan harga tiketnya yang murah, para penonton yang datang kesini langsung takjub gak kepalang. Mereka memang terbilang kelas rendah di zamannya, para buruh, tukang jualan buah, tukang koran keliling, tukang pos, atau mungkin di Indonesia, mang-mang baso… Tapi mereka dapat mengalami suatu hal yang mengagumkan.

Namun, sayangnya, sirkus ini, terutama para Siegfried, alias para performer di sirkus ini ditolak masyarakat umum. Mereka yang aneh ini dianggap merusak nama baik kota, dan juga penduduknya, karena mereka hanyalah suatu hoax dan suatu hal yang palsu.

Banyak sekali konflik terjadi pada sirkus ini, dan sejujurnya banyak orang kurang yakin apa saja yang terjadi, dan pas-nya kapan, karena dengan banyaknya drama dan event di Greatest Showman yang perlu di cross check kebenarannya.

Pada akhirnya, sirkus ini emang kebakaran sampai habis, dan penghasilan sirkus ini diambil Bailey, semua ketika PT sedang touring membawa penyanyi Opera dari Swedia… Jenny Lind.

Jenny Lind ini memang tokoh nyata, dan PT Barnum memang mengajaknya tour ke seluruh Amerika. Bukan hanya untuk menaikkan status sosialnya, tapi juga untuk menghasilkan uang tentunya.

Meski begitu, jika kita memang benar-benar mau membahas hidupnya PT secara kronologis, kita harus kembali ke saat dia masih anak-anak… dan ya… ceritanya menarik 🙂

Early Life

PT Barnum memang anak dari seorang tailor, sama seperti di film. Dan iya sangat-sangat miskin. Tetapi tidak seperti di filmnya, ayahnya tidak meninggal saat dia masih umur remaja, melainkan ayahnya meninggal sesudah ia mendapatkan pekerjaan pertama-nya. Jadi dia tidak pernah menjadi street cred juga seperti di Greatest Showman. Meski ia bukan anak jalanan juga, status sosial PT Barnum masih terbilang rendah.

Pekerjaan pertama yang ia dapatkan adalah sebagai seorang penulis koran lokal, dan dia masih berada di kota kelahirannya, yaitu Bethel, di Connecticut.

Sebelum ayahnya meninggal ia sudah menikahi istrinya, Charity Hallett… Asal Bethel, dan sayangnya tidak berasal dari keluarga kaya. Dalam Greatest Showman, itu hanya sedikit dramatisir saja untuk mendeskripsikan cinta-nya Charity pada PT Barnum.

Ketika ayahnya sudah pulang, ia baru mulai merantau bersama istrinya ke New York. Sepanjang perjalanan dari Connecticut ke New York, ia membuat beberapa show untuk mendapatkan uang, sebagai modal memenuhi impiannya di New York. Masuk ke show business.

Ketika dia tiba di New York, beberapa orang sudah mulai kenal pada nama Barnum, karena dia membawa seorang Budak yang buta dan sudah kejang-kejang sebagai pertunjukkan untuk orang-orang. Uniknya, karena dia membawa budak berkulit hitam, pada zamannya, ini tidak menjadi kontroversi, malahan jadi hiburan 🙁 Ia juga membawa seorang suster yang dia klaim sebagai mantan suster dari Presiden George Washington.

Impiannya bisa dibilang tercapai di New York…

Masuknya Barnum Dalam Bisnis Pertunjukkan

Barnum sampai di New York dengan sebuah tujuan, yaitu membeli sebuah teater tertutup di Broadway.

Untuk itu, Barnum rada… nekat dan memanfaatkan loophole dan meminjam 1000 USD dan membeli teater tertutup tersebut, mengubahnya menjadi sebuah Museum.

Tidak seperti di Greatest Showman, Barnum membuka Museum ini dengan gaya ala sirkus, tetapi tanpa teatrikal amazement-nya. Dia hanya memajang beberapa manusia aneh, dan suruh mereka menjadi dirinya sendiri. Museum ini tidak sepenuhnya laku, tetapi itu lebih dari cukup untuk mengundang beberapa orang untuk datang ke Barnum Museum miliknya ini.

Sesudah ia bosan dengan menampilkan hal yang sama, pada tahun 1842, ia mulai membuat hoax dalam skala besar. Hoax pertamanya diketahui sebagai Jendral dengan nama Tom Thumb. Jendral ini ia bilang sebagai mantan Jendral, namun ya, jika belum ngeh juga, kata hoax yang udah dibilang beberapa kali ini… Memang membuktikan bahwa marketing dan image dapat mengubah suatu fakta.

Tom Thumb ini cukup laku karena sepertinya orang-orang di zaman itu super suka sama yang namanya freaks… General ini dibayar untuk diketawain orang karena pendeknya dia. Selain Tom Thumb, Barnum juga membuat hoax lain bernama Feejee Mermaid, seekor Manatee dengan kepala Monyet.

Rada gak jelas sebenernya para hoax ini, karena banyak orang punya masalah membuktikan keasliannya…

Tetapi Hoax ini memberikan dia kesempatan super besar. Ketika berita panas mengenai makhluk aneh punya Barnum ini mulai mendingin, baru dia dikontak oleh James Anthony Bailey.

Bailey’s Offer

Ketika ia bertemu dengan Bailey ini, PT Barnum langsung nerima tawarannya untuk membuka sebuah sirkus yang berisi hal-hal super aneh, tetapi dengan gaya teatrikal sesuai saran dari Bailey.

Sesudah sirkus ini menjadi show yang cukup laku, lucunya, Barnum sendiri tidak pernah memanage si sirkus ini sesudah koreografi dan sirkus gak jelas ini tercipta…

Ia malahan touring ke Eropa dengan Tom Thumb, menghasilkan cukup banyak visitor dan duit setiapkali ia menawarkan sebuah museum untuk menjadikan si Tom Thumb ini sebagai temporary exhibit.

Dasarnya, manusia pendek ini hanyalah aset, dan Barnum sendiri sebenernya gak terlalu peduli sama sirkusnya, karena ia tidak pernah berada di sana ketika sirkus ini booming di kotanya.

Nah, anehnya lagi, Barnum hanya ngeliat orang-orang sebagai sebuah metode mendapatkan uang, dan dirinya dengan hati pemimpi dan pengkhayalnya bertemu dengan Jenny Lind. Opera singer asal swedia ini super duper laku di Eropa, dan ketika Barnum datang padanya, ia menawarkan Miss Lind ini untuk ke Amerika.

Eh, bentar, sirkusnya gimana?

Welp, sirkusnya cukup laku, dan dia sendiri gak pernah terlalu peduli pada sirkusnya. Yang rada sedih adalah fakta bahwa ia hanya memberi instruksi dan panduan dasar untuk si sirkus, dan para anggota museum ini makin ke sini makin laku. Tapi ya, tetep aja sih, banyak sekali hater-nya.

Nah,  kembali ke Barnum… Dia pulang ke USA dengan sebuah aset baru. Miss Jenny Lind.

Jenny Lind’s Tour

Ya… PT sendiri gak pernah peduli sama sirkusnya, dia cuman pengen terkenal, dan kayanya ini membuat Bailey kesel… tapi sebelum kesitu, kita bahas dulu tour-nya Jenny Lind, yang berjalan pada 1850.

She made Barnum pretty rich.

Tapi err, Barnum sendiri naik level swag-nya sesudah ngebawa Jenny ke tour ini, dan dia sangat senang ketika ia beneran naik status sosialnya. Sedihnya adalah, Jenny Lind sendiri merasa lonely, dan dia kabur saat tour… Pas-nya di show nomor 93.

Jenny Lind cukup pintar, gak kaya para Siegfried, untuk tahu bahwa Barnum cuman ngeliat dia sebagai aset, karena sepanjang dia tour, kesan yang didapat adalah overexposure dan juga overmarketing. Miss Lind ngerasa ini hal super gak aman buat dia, jadi langsung cut ties dan dadah Mr. Barnum. Beres cut ties dia langsung kabur.

Kaburnya Jenny Lind ini ngebuat Barnum rugi… 🙁 Dia tetep harus bayar sewa buat 37 show lagi (130 show tour), dan Jenny-nya sudah dibayar. Dari biaya tour, biaya sewa, dan biaya champagne… dia kehilangan 500.000 USD, which is a lot! Sisa uangnya Barnum dibawah 25.000 USD sesudah kerugian dia dalam tour ini.

Dan untuk merusak team morale lagi 🙂

Bailey menutup sirkus milik mereka berdua secara paksa…

Burn The Circus DOWN!

Ketika Barnum touring bareng Jenny Lind… Bailey tahu bahwa sirkusnya ga diperhatiin lagi. Dia ngerasa ini udah gak sehat, terutama mengingat apa saja yang sudah terjadi dengan marahnya beberapa warga ke si sirkus ini…

Jadi, dia menyewa beberapa orang dari Angry mob ini untuk membakar sirkusnya. Semua persentase yang Barnum pantes dapetin diambil sepenuhnya sama Bailey. Yeah, pasti heartbroken banget sih ketika dicolong hak dan duitnya, terus udah rugi finansial juga… Itu mah udah… sempurna untuk breakdown! Tapi, Barnum cukup pinter untuk menggunakan sisa duitnya untuk membuat sirkus yang lebih dia perhatikan!

Akhirnya dia membuat sirkus baru, ketika umurnya 46 tahun, kurang lebih di tahun 1856 (4 tahun sesudah kejadian sirkus dan juga gagalnya dia dengan tour Miss Lind), dia membuat sirkus dengan format yang masih kepake sampai sekarang. Sirkusnya dalam tenda portable 😉 dan dia tour keliling suatu negara, city by city.

Jadi, sebenarnya yang Barnum lakukan itu hanyalah mencampur beberapa hal menjadi sirkus yang formatnya masih kepakai sampai sekarang…

Hal yang dia campur termasuk: Touring untuk lebih banyak duit, teater, hal-hal aneh agar orang harus ngayal, dan juga tentunya, showmanship.

Meski Barnum disini jauh lebih jerk-ish dan penuh skandal, tidak seperti filantropis di Greatest Showman, brilliance-nya sangat-sangat tidak perlu di question…

In Conclusion

Persistensi…

Barnum itu orang yang kayanya masih ditendang ketika udah jatuh ke tanah. Tetapi dia cukup persisten untuk berdiri lagi, meski dia udah babak belur.

4 tahun sesudah dia gagal total, diambil segala propertinya, dibakar sirkusnya, dan juga dikhianati… Ia tetap punya banyak ide dan akhirnya diingat sebagai raja dari para sirkus 😀 . Semua itu cuman gara-gara dia mau hemat dan incorporate metode tour yang dia lakukan dengan hoax-hoax dan aset miliknya.

Tentunya, meski dia sangat scandalous, dan fraud-like, dia tetap memorable karena banyaknya ide dia untuk show business, sambil convince orang-orang aneh untuk di respek sama society… Jadi, terkadang seberapa buruknya seseorang, pada ujungnya, dia tetap meninggal sebagai orang nyeleneh super pede, yang kalau dikatain sama koran sebagai fraud… malahan dia sindir tuh koran dengan nulis buku dengan judul itu… (sama juga untuk humbug).

Sampai besok 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *