Psychology of The Laugh Track

Psychology of The Laugh Track

Kita semua pasti sudah pernah menonton serial komedi.

Sebagian besar serial komedi memiliki sesuatu yang disebut sebagai… “canned laugh”. Kalian pasti tahu jika pernah menonton serial seperti Friends, atau Big Bang Theory, ketika ada sound effect tertawa di latar belakang, memberitahu kita bahwa itu lelucon, dan sebaiknya kita tertawa!

Jadi, sebagai tanda selebrasi pindah channel dari Last Man Standing, season terakhir dari Big Bang Theory, dan bulan Oktober yang aku sangat-sangat tunggu sebagai portal kembalinya serial!

Jadi, siap-siap mengisi alarm di HP-mu untuk mengingatkan kapan saja ada serial yang main! (or use Netflix… atau juga bisa menggunakan… Umm, portal film illegal [don’t])

The Canned Laugh

Canned Laugh…

Ada banyak sekali orang yang membencinya, dan juga ada orang yang sangat berterima kasih padanya! Tapi, dari mana asalnya?

Seperti pada kafe dan bistro yang mengizinkan stand up comedy, canned laugh tidak terlalu berbeda jauh dengan suara drum Ba-Dum-Tss di akhir sebuah acara… Konteksnya sama, hanya beda penempatan.

Namun, aku belum pernah melihat orang komplain pada suara Ba Dum Tss, sedangkan, untuk Canned Laughter… Wahahah, silahkan cari di Forum Movie Lover, atau dekat-dekat situ, dan mereka punya satu halaman khusus menyindir canned laughter tersebut…

Kalau kamu tidak suka pada Canned Laugh, maka Charley (iya, Charley, pake huruf Y) Douglass adalah orang yang akan kamu salahkan!

Coba cari dia di Google, dan kamu akan mengetahui bahwa dia orang kelahiran 1910, karirnya sudah berjalan sejak dia berada di awal usia 20-an. Pada zaman grey TV dan low tech itu, dia merupakan salah satu Sound Engineer paling dicari di U.S.A. dan kabarnya, jika dia berada di studio yang sudah memiliki film bagus, ia akan membuat suara dari film itu sempurna.

Bagi orang yang berpikir… “Hey, kasih saja aku kamera bagus! Aku bisa melakukan hal yang sama!” Coba ingat ini tahun 1930-an.

Pada awal karirnya, ia cukup membantu Amerika dalam membuat iklan-iklan seperti yang anda mungkin lihat di Captain America: First Avenger, dan tentunya, sedikit tayangan televisi.

Nama Charley Douglass sendiri baru tenar pada 1955-an, dan ada suatu studio yang ingin membuat suatu serial komedi… Karena difilmkan dalam Live Audience, serial komedi itu membutuhkan kemampuan editing suara yang spesial.

Siapa yang mereka cari? Charley Douglass…

Datang dan membantu proses pembuatan serial komedi itu, hal pertama yang ia lakukan… Mengeluh.

Menurutnya, dengan adanya live audience yang siap untuk ketawa sedikit (atau banyak) tiap kali ada momen lucu cukup merusak kualitas audio yang ada pada zaman itu.

Jadi, apa yang ia lakukan? Ia bilang, agar ia dan timnya tidak perlu terlalu banyak mengedit audio (alias, satu adegan, satu kali mengedit audio) karena susahnya mengedit dan melakukan filter audio.

Karena ia suka bekerja efisien, yang ia lakukan lebih konyol lagi… Ia meminta penonton tertawa sekali, dan ia mengisolasi suara itu, dan tiap kali penonton tertawa, alih-alih dia harus mengedit tertawaan yang baru, ia memasukkan klip suara tawa yang ia rekam, dan hanya bermain dengan fitur edit yang ada pada zaman tersebut, agar suara tawa yang menggelegar mendapatkan kesan variasi.

Surga efisiensi…

“Kemalasan” Douglass dalam mengerjakan tugasnya telah memberikan suatu ikon baru, yang masih menempel sampai sekarang, dan kembali mengingatkan orang-orang bahwa ada momen lucu yang mungkin saja kamu lewatkan.

Atau sebenarnya, ikonisnya Canned Laughter ini juga dibenci orang-orang yang sudah mengerti leluconnya dan merasa kesal karena mereka harus mendengar tawaan yang instan itu.

Istilah Canned Laughter sebenarnya muncul dari para hater, karena Charley Douglass sendiri menyebutnya Laugh Track. Menurut mereka, karena sound effect tawa menutupi lelucon yang berpotensi garing, dan cenderung tidak segar, tidak ada bedanya dengan memakan makanan kalengan. Jadi, ya, namanya berasal dari situ.

Do People Hate It?

Apakah orang-orang membenci Laugh Track/Canned Laughter?

Tergantung sebenarnya…

Jika kita melihat serial-serial (Catat bahwa aku tidak pernah melihat film layar lebar yang menggunakan Canned Laugh) komedi yang benar-benar sukses dan masih ditonton orang-orang 20-30 tahun setelahnya… (Maaf Bill Crosby Show) Sebagian besar memang menggunakan laugh track. Laugh Track yang dipakai pada zaman editing lebih modern juga dicampur dengan tertawa hanya untuk menutupi kegaringan, tepuk tangan jika ada momen seperti pernikahan, dan juga sound effect “Aww” kalau ada momen imut atau menyentuh.

Dan sekarang aku masih bingung mengapa sound effect sering diulangi di dunia nyata…

Intermezzo : Monty Python mungkin bisa dicatat sebagai salah satu karya yang tidak menggunakan canned laugh, menurut fans die hard dari Monty Python, canned laughter menyuruh kapan saja perlunya penonton untuk tertawa.

P.S. Aku sangat menyukai Monty Python and The Holy Grail, rasanya tidak penuh jika membahas komedi tanpa menyebut film ini.

Nah, kembali ke topik…

Sebuah tawaan yang diselipkan pada film-film seperti itu sering jadi topik pembahasan psikolog yang tidak punya kerjaan, dan memang suka menonton film komedi.

(Dalam proses pembuatan artikel ini, aku menemukan Psychology Stack Exchange, Movie Stack Exchange, Social Studies Stack Exchange, dan juga… Comedy Stack Exchange… Sepertinya mereka tidak tahu atau tidak menggunakan Quora)

Entah mengapa, Laugh Track sepertinya masih sangat populer dalam kalangan remaja. Semua TV Show Disney menggunakan Laugh Track…

Jika aku ingin mengaitkan ini ke psikologi, mungkin Laugh Track bisa jadi panduan untuk para remaja yang takut disindir dan berusaha keras untuk fit-in… Mereka lebih bisa mengikuti suatu kalimat komedis, dan tetap tertawa meski mereka tidak menganggap bagian tersebut sebagai bagian yang lucu.

Selain itu, jika memang ingin membahas top 5 acara komedi (menghitung serial yang masih berjalan pada tahun 2000… non kartun) hampir semuanya masih menggunakan Laugh Track. Ini merupakan perata-rataan dari beberapa web page…

  1. Friends (Dengan laugh track)
  2. Parks and Recreation (tanpa laugh track)
  3. The Office (tanpa laugh track)
  4. Big Bang Theory (dengan laugh track)
  5. How I Met Your Mother (dengan laugh track)

So, umm… Sejujurnya, jika kita bicara rating, sepertinya cukup rata. Ada orang yang ingin dipandu untuk tertawa, dan juga ada orang yang tidak ingin dipandu…

Selain itu, ada pola lain yang bisa aku temukan untuk jenis acara yang memang menggunakan laugh track, dan yang tidak menggunakan laugh track. Sepertinya, jika lingkaran acara fokus lebih banyak ke keluarga, atau ke teman, maka laugh track akan lebih sering digunakan (pengecualian di Modern Family), sedangkan, jika acara fokus ke lingkaran bekerja, laugh track tidak digunakan…

It’s just a random thought…

Dengan batas pengetahuanku, aku tidak mengetahui semuanya, tapi dari mayoritas daftar top 10 dan top 20 komedi yang aku temukan… mayoritas memiliki pola seperti di atas.

The Feels

Ketika kita bicara komedi, kita tidak bisa menggunakan psikologi untuk menciptakan adegan lucu… (tapi sejujurnya, aku mulai takut jika kita akan bisa menggunakan psikologi untuk membuat orang tertawa… Itu akan menjadi sebuah teknik murahan yang menjelek-jelekkan seni manusia) Kembali ke topik, humor merupakan sebagian bakat, dan sebagian juga turunan, tergantung sumbermu mendapat komedi…

Jadi, tentunya, kita perlu masuk ke daerah dimana selera humor yang baik bisa ditemukan di sana, di sini, dan di seluruh daerah tersebut… Mari kita berjalan ke… 🙂

Inggris!

Mari kita tanyakan “KENAPA” pada salah satu ahli komedi, Graham Linehan. Seperti orang yang tinggal di daerah Inggris pada umumnya (Linehan berasal dari Irlandia), ia memiliki sumber selera humor yang baik, dan sepertinya, bakatnya juga dialirkan dengan halus, sehingga ia cukup terkenal dan mampu menulis beberapa jenis sitcom yang sukses…

Menurutnya, komedi akan terasa lebih hampa jika hanya kamu saja yang tertawa, dan jika kamu ingin merasa lebih utuh, kita perlu seseorang untuk menemani kita tertawa, dan Linehan memutuskan untuk menambahkan Laugh Track pada tiap serialnya.

Meski memang ada yang gagal, Linehan juga cukup sering membuat sitkom sukses…

Tambahan komentar lainnnya dari Linehan…

Canned Laughter bukan jenis tawaan yang ia sukai, ia lebih menyukai laugh track yang diedit secara keseluruhan bersama audio utuh, dan ia menggunakan live audience yang suaranya akan diedit oleh tim editing miliknya…

Graham Linehan juga suka menyatakan bahwa adanya Live Audience akan membuat tim-timnya memaksa dirinya agar acara tersebut lebih lucu. Jadi, terkadang ada beberapa acara TV yang tidak menggunakan suara tawa sebagai alat bantu bagi penonton, tetapi sebagai sumber motivasi pemain, serta penulis naskah.

Linehan juga memberikan komentar tambahan… Jika serial itu memiliki konten yang cenderung kontroversial pada negara TV Show tersebut akan keluar… Akan jauh lebih baik jika kamu TIDAK memasukkan laugh track. Sebagai contoh, jika kamu membuat komedi yang menyindir ratu inggris, jangan tambahkan laugh track, karena itu akan menambah dan melipatgandakan kontroversi, karena dengan adanya laugh track, orang-orang tahu bahwa penulis menginginkan bagian dari acara tersebut sebagai bagian yang lucu.

The Psychology

Sebagaimanapun orang-orang tidak menyukai laugh track, mayoritas orang memang menyukainya…

Ada rasa tantangan dan drive dari pihak luar agar kita tertawa hanya demi menutupi rasa malu, juga ada rasa lebih penuh karena kita memiliki teman untuk tertawa bersama-sama dengan kita.

Acara yang tidak menggunakan laugh track memiliki kesempatan untuk sukses sebesar 20% lebih banyak kebanding yang tidak.

Masalahnya hanya berada pada orang-orang yang tidak menyukai laugh track dan menganggapnya sebagai suatu hidangan dari kaleng yang tidak segar… Biasanya orang seperti itu akan mengeluh, dan dari orang-orang tersebut, bisa keluar image buruk dari laugh track.

Jika kamu memang menginginkan uang, gunakanlah laugh track… Tapi jika tujuanmu membuat orang tertawa dan merasa yakin bisa melakukannya tanpa laugh track… go ahead!

Kesimpulan

Terkadang, kita tidak bisa merubah suatu keadaan… Dan juga, terkadang, banyak orang mengeluh terlalu banyak…

Well, jika kalian tidak suka dengan canned laughter maka silahkan, pilih serial yang tidak menggunakannya, namun, kurasa, tidak ada salahnya menerima dan menggunakan tawaan instan seperti itu sebagai alat bantu…

Terkadang canned laughter membuat kita kepo dan mencari tahu sebuah joke yang kalian tak mengerti… Kekepoan memang karakter dasar manusia… who can blame us…

Sampai lain waktu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *