Programming: Skill Penting Di Era Digital

Programming: Skill Penting Di Era Digital

Jadi, sering banget aku nyelipin dikit aku ngajar programming. Dan, akhirnya, akan ditulis juga, yeay…

Tulisan hari ini akan showcase beberapa hal kenapa belajar programming itu penting di abad ke 21 ini. Dan mungkin yang udah punya anak dalam kisaran umur 8-13 mau nitip anaknya ke aku di Kota Bandung ini dan belajar Programming? Monggo aja sih…

Well, mungkin bisa tinggalkan comment dan akan aku email kontak-nya ya…

On topic. Artikel hari ini akan membahas kepentingannya belajar programming di abad ke 21, sebuah skill yang memang kepakai, dan semoga tidak akan di take over oleh Artificial Intelligence…

Shoutout ke Procode CG untuk mengajarkanku programming dan mengizinkanku mengajar disana, sampai aku bisa membuka kelas sendiri. Terima kasih 🙂

Anyways, juga akan ada hasil programming dengan Turtle juga selama 6 minggu kemarin.

Life Skill

Definisi Life Skill ini gak boleh solid. Dia sesuatu yang harus fluid dan mengikuti jaman-nya. Mungkin di zaman industri, life skill paling berharga adalah… misalnya menjahit. Meski sekarang skill menjahit masih terpakai, tentunya tidak salah juga belajar life skill yang lebih sesuai dengan zamannya.

Pada zaman informasi dan digital ini, tentunya life skill yang paling penting dan sesuai zaman adalah programming. Di Indonesia sendiri, dari banyaknya fakultas, STEI, atau Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika ITB adalah yang paling diminati. Meski untuk memasukki STEI sendiri skill programming semacam irelevan… Jika nanti memang ingin kuliah di bidang ini, headstart dan iseng-iseng nyoba make bahasa kaya Python dan lain-lain ini akan sangat membantu.

Intermezzo dikit, survival skills juga akan selalu terpakai, dan bisa dibilang, sangat sedikit life skill yang gak akan kepake lagi di masa depannya. Karena ironisnya, ketika zaman industri mempermudah penciptaan sebuah baju atau meja, dasar itu… yang namanya manusia ketika ada suatu hal yang gampang dibuat, 20 tahun kemudian harga baju atau meja handmade naik…

Nah, jadi alasan pertama untuk belajar programming adalah, ini life skill yang sekarang sangat relevan pada zamannya.

Fungsi dan cara kerja

Fungsi… kata yang bisa jadi ambigu karena programming memang punya istilah fungsi. Tapi, fungsi disini maksudku adalah mencari tahu cara kerja suatu hal…

Aku pernah main DOTA, #ngakuaja…

Dan sebenernnya fase aku main dota ini mirip-mirip dengan fase aku mulai belajar programming… Well, sesudah mencapai titik yang rada dalem, aku akhirnya kayak ngeh gitu… Oh, jadi kalau mau ngeprogram si karakter A, caranya gini-gini-gini. Ya… mungkin pakai analogi aja deh… Anak-anak zaman sekarang, atau mungkin Kids Zaman Now itu kekeuh main game, dan emang super suka make sosmed, ya, itu kayanya nasib… Aku sih no, tapi… kalau yang yes mau digimanain lagi…

Nah, kalau anak-anak belajar programming, setidaknya sosmed atau game ini gak bakalan bener-bener in vain, karena well, dengan skill programming mendasar, anak-anak bakalan mencoba connect the dots antara kedua hal ini… Karena dasarnya mereka dibuat oleh kode yang mirip-mirip, meski pada skala berbeda…

Untuk analogi… Misalnya internet, sosmed, dan apapun yang ada di HP itu di analogikan sebagai mobil, nah, si anak-anak ini diajarin cara nyetir mobilnya, dan sering pisan nyetir mobil itu. Kalau anak-anak itu diajarin engineering maka dia bakalan tahu cara si mobil itu jalan, dan bensin itu memutar mesin, yang memutar roda, dan rodanya berputar membuat mobilnya jalan.

Setidaknya dengan logika dasar itu, si anak juga bisa membuat suatu hal yang meaningful dan berguna, meski tidak bisa digunakan di real life layaknya sebuah mobil yang jauh lebih kompleks dari simple engineering, karena harus mikirin enak diliat lah (dalam kasus app dan game: Grafik), speedometer (user interface), fuel consumption (battery consumption), speaker, klakson (audio dan musik) dan lain-lain…

Tapi dengan skill programming mendasar, tentunya meski tidak bisa membuat mobil yang berjalan dan siap jual, membuat mesin sederhana untuk berputarnya saja bisa dong…

Nah itu lah pentingnya untuk tahu fungsi dan cara kerja suatu hal…

Persistensi

Waduh ini mah sebenernya suatu masalah yang juga bisa diatasi dengan banyak cara…

Programming salah satunya kok 😉 tetapi aku juga membahas sedikit tentang menulis dan cara itu membuatmu lebih persisten… Silahkan cek di link ini

Nah, kenapa seorang programmer harus persisten? Intinya, sebuah tantangan di programming gak bisa asal aja di atasi… Karena sebuah programmer yang bener-bener talented itu harusnya bisa memastikan suatu masalah tercover tanpa banyak lubang yang membuat bug, atau ngadatnya sebuah proses (proses programnya, bukan proses di dunia nyata).

Believe me, persistensi adalah hal yang sangat susah untuk didapatkan, tetapi kadang meski “maksa” juga, persistensi dapat didapatkan melalui cara yang unik, hanya saja caranya berbeda, dan tergantung orangnya. Ada yang harus persisten melawan challenge, ada yang gak persisten ngelawan challenge, tapi persisten dalam berkreasi…

Dalam konteks programming, seseorang harus persisten tidak hanya dalam menciptakan, tapi dalam membenarkan dan memperlembut jalannya program. WADUH itu mah… kalau ngebenerin kode, kita harus mau niat ngebaca dan ngebenerin, karena satu titik dua kelewatan dalam program 10000 line, maka ya… err… silahkan dicari 🙂

Selain itu, menciptakan program bukan hal yang susah-susah amat. Jauh lebih susah untuk memperlembut si program ini, biar dia yang tadinya kasar dan gak nyaman buat user jadi sesuatu yang lebih nyaman, gak banyak bug, dan juga lebih enak untuk dipakai…

Intinya, persistensi itu suatu hal yang dapat ditemukan melalui programming…

Creative Thinking

Berpikir kreatif… Ini suatu hal yang masih sangat relevan dengan persistensi…

Andaikan seseorang persisten, tapi dia gak mau berpikir kreatif, dia gak bakalan bisa nyelesain tantangan itu… So far sih, biasanya persistensi dan creative thinking ini relationship dua arah… Kalau orang berpikir kreatif, tapi gak persisten gak bakalan bisa selesai, kalau orang persisten, tapi gak terlalu kreatif mikirnya… ya… gitu deh.

Khusus untuk persistensi dan creative thinking ini, sebenernya dia semacam manfaat, tetapi menjadi alasan juga… Dengan sering-sering programming, seseorang akan mau berusaha untuk berpikir kreatif, dan jika dia gak bisa berpikir kreatif, dia akan stuck di sebuah challenge.

Ini semacam benefit karena, ini suatu hal yang seseorang bisa dapetin dari sering-sering programming. Dia akan mau mencari jalan lain, kalau jalan ini gak jalan, dan dia mau coba metode A sambil menimbang bahwa si A lebih efisien dari metode B.

Dan tentunya, creative thinking ini bukan hanya manfaat yang “stuck” di Programming doang. Dia akan pada akhirnya pindah dalam problem solving di dunia nyata… Course, ini penting dong…

Nah off topic dulu, sebenernya programming ini bisa saja diajarkan melalui suatu hal yang membutuhkan creative thinking. Kaya misalnya ngerjain maze, tapi maze ini mesti manual, dan gak boleh pake pensil melainkan lisan. Atau misal ngestack cup pakai perintah lisan… Yah banyak lah metodenya 🙂

Efisiensi

Efisiensi… Efisiensi… Efisiensi…

Ini hal yang seringkali didebat banyak orang… Efisiensi atau efektif? Jadi, efisiensi itu berarti… mendapatkan hasil semaksimal mungkin tapi dengan effort sepantasnya. Effort yang dikeluarin untuk hasil yang didapat sesuai.

Ini perlu di programming. Karena kadang ada program yang hanya melakukan A, tetapi butuh dikerjakan dengan WXYZ. Sedangkan juga ada program yang melakukan BCDEF, dengan pengerjaan V doang. Jadi, programmer yang talented, atau skilled biasanya bisa mengerjakan sebanyak-banyaknya, dengan kode seminim mungkin.

Ada joke di bahasa C++ kalau kita nulis variabel, bisa diketik dengan ;  sesudah variabelnya, dan juga bisa diketik dengan Enter, lalu ; didepan variabel yang baru.

Well, sebenernya ini gak ada bedanya, hasil keluar programmingnya sama-sama aja. Tapi kedua cara cocok dan masing-masing bisa menghemat 3 keystroke jika digunakan dengan benar. Kadang kalau nggak peduli sih… gak ngaruh… Tapi ya… kalau emang mau efisien banget, wah! Cucok ngehemat 3 keystroke dengan mencet ; dan Enter ; .

Kalau gak ngerti joke-nya gapapa, emang ngebingungin. Tapi intinya, programmer C yang super efisien bakalan merhatiin ; dan enter-nya mereka karena itu akan menghemat.

Selain itu, efisiensi disini tidak sebatas teks, tetapi juga untuk berpikir. Programmer yang skilled akan menyuruh komputernya untuk mengerjakan lebih banyak dengan perintah yang minimum… Yah, mungkin bakalan rada bingung, tapi begitulah.

Untuk menyimpulkan chapter ini, efisiensi disini dapat dilatih dan didapatkan dari programmer yang persisten. Semakin efisien sebuah programmer, maka akan lebih mudah juga untuk menyelesaikan kode tanpa harus banyak-banyak memberi perintah. Tentunya, ini mungkin saja bisa tercermin di dunia nyata, tergantung orangnya juga sih, kalau aku gak… dan kalau aku ngakunya iya, siap-siap diomelin Bubi… “Kamu tuh mungkin programming efisien, nyuci baju aja mesti 4 load”. Atau apa lah… 😀

In Conclusion

Btw, ada sedikit gangguan dari wordpress, sehingga hasil pekerjaan bulan kemarin akan di posting di link lain, yang nanti akan ada link-nya disini…

Nah, tapi untuk kesimpulan hari ini… Segala sesuatu pasti ada manfaatnya. Dan terkadang manfaat itu bisa langsung, tidak langsung, ataupun hanya sebuah trait atau personality change saja… Nah, tetapi, jika diberikan sebuah kata manfaat, manfaat itu relatif 😀

Manfaat dari narkoba atau rokok misalnya, apaan coba… Tanya ke addict kedua hal itu, pasti ada manfaatnya. Jadi sebenernya manfaat itu gak selalu positif lho.

Nah, untuk itu sebenernya penting untuk introspeksi diri dan melihat apakah manfaat yang kita rasa kita dapatkan bagus atau gak? Cocok dan worth-it gak? Kalau gak cocok kan sebenernya… rada-rada redundan. Karena sebenernya konyol lho… 🙁 kalau kita melakukan atau membeli suatu yang dirasa ada manfaatnya padahal nyatanya gak ada manfaatnya.

Oleh karena itu, disinilah dimana critical thinking dan creative thinking play a part. Kalau kita mau kreatif, mencari manfaat bukan hal yang susah. Kalau kita kritis, kita bisa tahu manfaat hal yang kita cari itu beneran bermanfaat, dan bukan cuma asal ngomong doang.

Until next time 🙂 semoga artikelnya enjoyable…

3 Replies to “Programming: Skill Penting Di Era Digital”

  1. Bravo Azriel, meskipun masih belum paham krn bacanya skimming tapi tulisan ini telah menggugah kekepoan Tante
    Nice knowing you, alhamdulillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *