PHP itu Sakit… *Curhat*

PHP itu Sakit… *Curhat*

Percaya sama aku, di PHP-in itu sakit… Well, aku baru saja mengalami momen-momen PHP yang sejujurnya sedih. It all happened on a Monday, earlier this week, after I’m done teaching my programming classes.

Aku baru saja merasakan pahitnya di PHP oleh sesuatu yang biasanya manis dan dapat dipercaya… Ia temanku yang baik, namun, ketika aku ingin mendapatkannya dengan cepat, aku gagal…

Aku baru saja di PHP oleh 3 Mamang Gojek. . . . . . 😂

What? You thought this was gonna be one of those cheesy teen-ager-y things? Nope, I’m way past that. . . . . I don’t even know a single person that would give me false hope … 😝

Anyways, untuk pertama kalinya, aku merasakan potensi untuk Gojek menjadi unreliable… Gojek, temanku yang biasa mengantarkanku kemana-mana, Dan merupakan aplikasi yang aku seringkali pencet… Gagal memberikanku orderan yang cepat. Disaat Aku ingin pulang dan makan Nasi Bistik Ayam buatan Bubi tercinta, Gojek jadi sedikit unreliable.

Cases in point…

Ban Pecah…

Okay, mamang gojeknya juga ga salah apa-apa sih, tapi ban motornya pecah.

Kurang lebih, list of events-nya seperti ini…

  • 17.35 Memesan Gojek
  • 17.40 Masih menunggu Gojek tanpa kabar, gagal menelpon 3 kali. Di app Gojek, driver belum pindah sejak 5 menit yang lalu, mungkin mepet kuota jadi ya ku bersabar menunggu.
  • 17.45 Mendapat kabar… Ternyata Gojek-nya pecah ban saat jalan ke tempat ku mengajar, dan lagi berhenti di Tambal Ban. Jadi orderannya kucancel.

So, there goes 10 minutes… Padahal kalau itu driver ngomong atau bisa dikontak, aku mungkin sudah lebih dekat dengan rumah, dengan gojek lain kemungkinan sih… Namun… 10 menit itu berharga jika perutmu lapar.

Ada Polisi…

Okay, yang ini sedikit nyebelin.

Aku mendapakan orderan Gojek baru, dan aku mendapat informasi bahwa driver-nya berusaha muter di Antapani, dan di tempat dia biasa muter ada polisi… So, dia ga berani muter… 😓

Umm, setahuku di Antapani teh banyak puteran deh…

Timeline Time!

  • 17.47 Orderan diterima driver, berusaha telpon namun gagal
  • 17.53 Ditelpon Driver…
  • Gojek: “Maaf A, aku ga bisa muter, ada polisi”
  • Aku: “Pak, di Antapani teh kalau ga salah banyak puteran, meski kelewat juga masih bisa muter kok pak”
  • Gojek: “Tadi dah kelewat mas”
  • Aku: “Ya udah atuh kutunggu ya, seingetku banyak puteran”
  • 17.55 Driver sampai di pickup point dan request cancel karena jauh…

Kenapa mas… Kenapa ga bilang aja kalau ga mau narik… Kalau gitu kan aku bisa lebih nerima mas ga jemput aku.

Sakit tahu mas… Mas kan ga tahu, di otakku saat itu hanyalah nasi bistik ayam…

Dokter Gigi

Kali ini yang ngambil orderannya bapak-bapak dan bukan akang-akang.

Which, PHP-nya sedikit lebih sakit lagi, karena… Well baca deh timeline-nya…

  • 17.58 Mendapat orderan baru, melihat bahwa ini bapak-bapak.
  • 18.00 Sukses menelpon, dan, driver posisi sedikit jauh.
  • 18.15 Driver sampai… Dan menanyakan “Sarijadi teh dimana ya de?” (It was at this point that… I realized he didn’t even want to drive that far)
  • Aku: “Sarijadi… Bapak tahu Gerlong ga?”
  • Gojek: “Tahu dek”
  • Aku: “Deket-deket situ lah pak”
  • Gojek: “ADUH, saya teh ada janji sama Dokter Gigi 15 menit lagi, kayanya ga bisa deh nganter sampe situ”
  • Aku: “Yah… Oke, pak saya cancel ya”.
  • Gojek: “Padahal mah, kalau deket saya anter”
  • Aku: *berpikir… of course…, Wong deket dapet poinnya sama*

Driver-nya sepertinya kurang hapal daerah, which I don’t mind… Namun… Kan bisa dicek di peta kalau jauh… Lagian 15 menit, paling orderan yang jaraknya dibawah 1.5 kilometer kalau pas jam pulang kerja gitu mah…

Conclusion: Hitung waktu sebelum ke Dokter Gigi…

Terselamatkan

Terima kasih Pak Gojek yang rela hujan-hujannan sesudah aku menunggu hampir sejam untuk diantar…

Karena ketelatan itu, aku dan driver jadi kena hujan, tepat 5 menit sesudah aku dijemput driver…. Kita langsung kena hujan… Great…

Conclusion…

Appointment dengan Dokter Gigi mesti disesuaikan dan ditime dengan baik…

Wait… Sorry…

Firstly, Aku tim Gojek all the way, aku paling suka sama aplikasinya, tapi… Ummm… Ada saat app itu jadi sedikit unreliable karena dia tidak mewajibkan driver mengambil order. Which, sebenarnya, alasan aku suka dengan Gojek sama dengan alasan unreliability ini bisa terjadi…

Aku suka Gojek karena Gojek tidak memaksa driver-nya untuk mengambil orderan, meskipun ada penalti untuk cancel-an order.

Jadi, conclusion sebenarnya adalah… Berkomitmen dong abis ambil suatu tanggung jawab…

*Intentionnya sih curhat… Tapi kok jadi gini ya…*

😅😅😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *