Philosophical Purpose of Humans

Philosophical Purpose of Humans

Pernah kepikiran ga sih, apa tujuannya diciptakan manusia in the first place… Kalau kita mau bicara philosophical purpose, ga semua hal bisa di korelasikan dengan science or religion, karena emang ada di konteks dan halaman berbeda.

Jadi, apa tujuannya diciptakan makhluk yang bernama manusia ini? Kalau kita mau bicara dari scientific perspective, I don’t think we do have a purpose, karena kita cuma ngikutin evolution chain spesies sebelumnya. Kalau mau dilihat dari religious point of view… Please look at your own holy texts. Tidak ingin memberi opini apa-apa.

Tapi kalau kita bicara philosophical purpose yang mau di govern sama sebuah universal mind, pasti ada tujuannya diciptakannya manusia. We do serve a purpose for the universe, but what is exactly our purpose?

Kalau mau tahu tujuannya artikel ini, dan tujuan manusia exist in the first place, monggo lanjut.

Our Actions…

Sebelum kita bisa look back dan melihat tujuan sebuah spesies, hal pertama yang bisa dilakukan adalah lihat apa saja yang kita lakukan dalam waktu yang relatif pendek untuk umur sebuah spesies (Civilization has existed for about 5000 years)

Dalam waktu pendek itu… Sebentar, andaikan yang baca ini bingung sama definisi pendek… 5000 tahun kok pendek sih? Naha, wong kita juga cuma hidup selama 80 tahun.

Yeah, about that, Dinosaurus hidup selama 135 juta tahun, Bakteri sudah hidup… entah berapa miliar tahun. (Kalau ga salah 4.000.000.0000 tahun), dan kalau kata Tulus, “seribu tahun lama-nya”, dalam hitungan spesies, 1000 tahun itu pendek, karena evolusi sendiri butuh jutaan tahun untuk menghasilkan sebuah spesies baru.

Jadi, sebenarnya sebuah spesies dengan umur sependek kita ga perlu treat nature dengan actions sekejam ini…

Lho, kenapa dibilang kejam? Coba deh pikirin, kalau ga ada kita, evolusi tidak akan melambat, atau tertunda. Maybe, just, maybe we’ve destroyed too much of earth, while using too much resources at the same time. Eh, kok pake mungkin sih, kayanya bumi udah berkurang masa pakai-nya deh… It’s a fact, not a theory.

Aku ga mau bahas deeply tentang itu, since, Climate change, degradasi lapisan ozone, dan lain-lain, harusnya udah cukup jadi bukti… since, Climate Change Is Real!

Kita sebagai spesies udah ga nurture habitat kita sendiri, sambil juga ngerusak dan cultivate hewan-hewan buat kita makan, bukan cuma berburu seperti spesies pada umumnya lakukan, kita memanipulasi sebuah spesies agar ada lebih banyak dari spesies itu agar bisa kita makan. Kita juga fast forward growth sebuah tanaman dan ga peduli sama yang namanya pestisida dalam food chain karena uang lebih penting…

Selain itu, actions manusia sebagai spesies sejak zaman dahulu kala tidak sama dengan hal yang spesies pada umumnya lakukan, which is making the food chain rotate, eating, and doing the same things over and over again. Kita terus mendevelop diri sebagai spesies, menciptakan hal baru, mengubah apapun yang kita sudah ketahui sebelumnya.

As we develop ourselves as a species, we exploit things for the sake of our knowledge. Selain itu, ada juga yang namanya perang dengan semua teknologi yang kita punya, merusak alam dan menghilangkan yang namanya keseimbangan… As far as I know, sebuah kingdom yang memang bisa “berantem” itu, atau basically create a form of war itu cuman mammalia. Itu pun yang deket-deket sama Primates. Homo Sapiens kan emang merupakan spesies primata ya…

Selain itu, masih di topic spesies dan/atau universal mind, sebuah spesies yang sebrutal kita dalam konflik itu cuman… simpanse. Salah satu spesies paling pintar di bumi, dan juga spesies primata yang kalau di ajarkan dengan benar, lebih pintar dari manusia pada umumnya. (Not a joke, the common human is sometimes outsmarted by a common chimpanzees in IQ tests).

Nah, si Simpanse ini yang emang lebih pinter dari primata pada umumnya juga seringkali membunuh suku Simpanse lain yang menginvade territory nya tanpa izin. Mirip kaya kita sih, kita kan sering berantem, sama aja kaya Simpanse. Mereka pintar, tapi aggressive dan sangat violent.

Now on the topic of a universal mind…

Jadi, intinya… we do ruin a lot of things on earth… Nah, dalam perspektif sebuah universal mind, apa sih yang ada di cosmic mind yang membelakangi segala pemikiran di dunia ini untuk bisa menciptakan sesuatu kaya kita?

Cik atuh dibahas yaaa..

Universal Mind’s Decision

Kalau ada single mind yang govern the world, dan menciptakan spesies by spesies, sambil interconnecting the world’s minds… Pasti si Universal mind ini akan punya tujuan untuk menciptakan sesuatu. Whatever that purpose may be, it’s safe to say, we should believe that there is a purpose in everything. Ini kan filsafat lagian, ga ada yang ga punya tujuan…

Tapi, seeing at how humans have transcended over the past few thousand years… Menggunakan dan memanfaatkan banyak hal di dunia ini… Aku sih bisa ngebayangin tujuan si Universal Mind ini apa dalam menciptakan sebuah makhluk dengan sebersit kemampuan Universal Mind ini berpikir itu apa…

Aku yakin tujuan awalnya Universal Mind ini dalam menciptakan sebuah spesies, that is known as humans is to… transcend knowledge, dan share a part of his mind to the world. Namun, at the time, this Universal Mind hadn’t considered that his plan might just actually backfire… (Senjata makan tuan atuh nya…)

Universal Mind ini ga kepikiran kalau kita ngasih sesuatu dengan power, kemampuan untuk berpikir apa yang akan terjadi. Mereka juga ga consider bahwa spesies ini akan menjadi sangat dominan untuk bisa take control of the world and forget what’s important to this world as well.

Selain itu, the universal Mind juga pasti ga consider bahwa splitting itself up onto a little species’ would create personality, and ego. 2 hal itu akan affect logical thinking yang dimiliki oleh si Universal Mind in the first place.

Jadi, sebenernya, issue terbesar sebuah makhluk dengan kemampuan berpikir sebagai kita adalah dua hal tadi, ego dan personality, yang sebuah single governing mind ga mungkin punya.

Dark Plot Twist

Kalau kepengen plot twist yang dark ke sebuah cerita tentang Universal Mind ini, kita bisa simply incorporate something known as… a self destruct button.

Mungkin si Universal Mind ini udah bosen banget sama yang namanya kehidupan, jadi mereka decide untuk extinguish life withing this short period. Jadi mereka membagi kekuatan berpikir yang awalnya hanya dimiliki oleh dirinya ke makhluk kecil yang diberi nama Manusia ini.

Maybe the first living organism was an accident. Mereka sudah lama berpikir cara mengakhirinya… Lalu, mereka memutuskan bahwa, it’s not worth fighting for. We must extinguish life.

Jadi mereka menciptakan kita… Makhluk pintar yang value ego-nya dan punya personality yang warna-warni untuk affect judgement-nya.

Sebenarnya, yang mereka ciptakan itu hanya excuse untuk membunuh kehidupan, karena mereka tidak bisa memberikan physical projection untuk destroy the meaning of life, jadi mereka memutuskan untuk menciptakan sesuatu… something to do their dirty work.

Alhasil, kita diciptakan.

Atau mungkin ada teori nomor 3… teori ini bilang bahwa, we’re the villains, not mere accomplices to the plan of this Universal Mind.

Experiment Gone Wrong

Mungkin ada saat si Universal Mind ini mulai bosen sama yang namanya life tanpa thinking… Jadi, mereka menciptakan sebuah makhluk bernama manusia… Untuk digunakan sebagai thought fodder. Sebagai sesuatu yang bisa mikir dan transcend the meaning of life.

Tapi eksperimen ini berjalan salah, karena manusia mungkin punya terlalu banyak ego dan kepinteran untuk Universal Mind ini cope… Jadi, mereka sekarang lagi devise a plan untuk menghabisi kita, dan membalikkan bumi ini ke semula. Meski pasti butuh waktu yang sangat lama…

Mungkin weapon yang Universal Mind ini ingin gunakan untuk menghancurkan kita sebagai spesies adalah Virus, since so far, that is indeed what makes us the weakest, and so far we are very prone to it. Even then, manusia cukup pinter buat devise vaccine dan melawan virus dan bakteri jahat yang ingin digunakan sebagai doomsday weapon..

Ini mungkin teori paling dark diantara 4 teori yang akan aku present di artikel ini, tapi teori ini sama masuk akalnya kok. Mungkin saja si Universal Mind ini ingin membuat hidup lebih bermakna dengan adanya sejarah civilization and stuff…

Tapi mereka gagal dalam membuat manusia yang bisa di control, dan… alhasil, kita terjadi, dan keseimbangan bumi ini jadi entirely rusak… Mereka sekarang sedang memprogram thoughtless killing machines kaya Virus… Purely for the sake of killing us.

Okay, so this is dark, sekarang teori terakhir adalah teori yan paling ringan dan bermakna kok.

Transcending Existence

Basically ini branch dari teori pertama… Dimana Universal Mind ini bener-bener mau membuat dunia ini lebih meaningful, dan ingin govern something that’s smarter than the common organism. Jadi mereka berusaha menciptakan kita, through evolution.

Sampai titik ini kita sudah memberi arti yang lebih bermakna untuk kehidupan. Tapi masih banyak hal yang ga bisa dikendalikan oleh Universal Mind ini…

Oleh karena itu, it’s up to us to fulfill our existence without breaking any rules in the process. Sesudah kita bisa melampaui existence and life in general, baru tujuan kita akan terpenuhi, dan Universal mind ini akan mengganti spesies dominan di dunia ini, sambil mengubah spesies apalagi yang merajai food chain…

Ini rada dark kayanya, tapi makhluk hidup dominan selalu berubah sejak ada kehidupan lho…

  • Awalnya, Bumi didominasi single celled organism, karena Universal Mind ini belum kepikiran mau membuat apa lagi…
  • Berikutnya, single celled organism ini berubah menjadi trillobites and ammonites, sampai pindah ke atas bumi, keluar dari air dan menjadi tanaman.
  • Sesudah tanaman merajai daratan, ikan yang awalnya masih bisa naik ke daratan masuk ke laut dan mendominasi bumi.
  • Terus… abis ikan, masuklah zaman Dinosaurus… Dimana Reptil jadi kings of the food chain.
  • Barulah, sesudah kepunahan dinosaurus, Mamalia, dan kita jadi spesies yang di atas.
  • Kayanya kita bakalan dibunuh sama virus, I believe in this theory
  • Abis Virus membunuh segalanya, Jamur akan jadi spesies paling kuat soalnya mereka menyerap dari hal mati, karena Virus butuh living organism to survive.

Teoriku akan kehidupan bakalan gini sih… Tapi kita belum tahu apakah kita akan cukup pinter untuk outsmart si Virus atau ga…

Footnote

Please duly note that this Universal mind is not a god, it’s the chain of ideas and consciousness that creates stuff in the universe.

These ideas are Humane, and are similar to human thought, although on a universal scale.

In Conclusion

WADUHHHH!!! Panjang dan pusing pasti nihhhh

Conclusion-nya rada pendekkk deh…

Di filsafat, semua hal di dunia ini PASTI punya tujuan, apapun tujuannya itu, mau positif atau gak… layaknya spesies yang di govern oleh Universal Mind ini, pasti kita sebagai manusia juga punya tujuan. Apapun itu, pasti ada tujuannya.. It’s only up to us to find what we can be, and find our purpose.

With all that out of the way, semoga artikelnya bisa dinikmati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *