Peran Kapitalisme dalam majunya peradaban.

Peran Kapitalisme dalam majunya peradaban.

Verenigde Oost-Indische Compagnie, juga diketahui sebagai VoC adalah sebuah perusahaan perdagangan yang amat-amat makmur. Sampai sekarangpun, pada dasarnya, tidak mungkin ada perusahaan yang bisa mengalahkan market value yang dimiliki VoC beberapa abad yang lalu…

7 Trillion Dollars, VoC memiliki nilai 10 kali lipat lebih banyak daripada Apple,  perusahaan yang sudah… filthy rich.

VoC merupakan salah satu contoh terbaik dari kesuksesan ideologi Kapitalisme, pada dasarnya, kalau ada sebuah peribahasa yang mengatakan “Money is the root of all evil” aku takkan menyangkal, itu tidak salah sama sekali, tetapi, sebenarnya, uang hanyalah selembar kertas, ataupun segenggam koin yang memiliki nilai. Pada dasarnya, uang tumbuh dari udara kosong… Atau tepatnya, uang tumbuh dari bunga…

Roots of Capitalism

Aku benar-benar baru tahu cara kerja sebuah bank yang punya uang tiada tara… sekitar 2 minggu yang lalu. Pada dasarnya, bank sebenarnya tidak menyimpan (dan iya, ini berarti, tjdak memiliki) semua uang dengan jumlah yang persis ke pemilik akun di bank.

Bank mungkin hanya benar-benar memiliki setengah, atau tiga perempat dari uang yang disimpan ke dalamnya. Kemana setengah atau seperempat yang lain? Dipakai untuk renovasi bank? Atau jangan-jangan, diambil oleh seseorang dalam bank?

(Admittedly this is common knowledge, and I think most people would know by now)

Selisih dari aset yang bank miliki dibandingkan dengan selisih dari aset yang tercatat… Dipinjamkan untuk orang-orang yang membutuhkan. Mungkin bukan, “membutuhkan” tetapi lebih ke, menginginkan.

Pada zaman dahulu kala (sebelum era kapitalisme, dimana uang pada dasarnya, tumbuh begitu saja…), ketika ada raja yang menginginkan sesuatu, ia biasanya meminjam pada sebuah bank. Spoiler: Bank-bank pada zaman dahulu kala ini bangkrut, parah. Kenapa? Rakyat menyimpan uang di bank, uang dipinjam raja untuk perang, raja mengalahkan musuh perang dan bisa membayar hutang+bunga… Bukannya malah sukses?

Eh, gak dong… Misalnya Raja Spanyol sukses mengalahkan… Ottoman Empire. Eh, dari jatuhnya musuh terbesar itu, ada musuh terbesar kedua yang tahu bahwa Spanyol telah jatuh. Kerajaan Prancis memutuskan untuk memulai perang yang jauh lebih brutal dari para kerajaan Ottoman, mumpung Spanyol baru saja menghabiskan aset untuk menggulingkan Ottoman.

Jadi, yang ada, Raja meminjam uang lagi, dan lagi dan lagi.

Ketika Bank memutuskan untuk menyita aset kerajaan, sesuai perjanjian, Court of Law yang dimiliki Raja menuntut si bank, dan si Bank tidak boleh menyita… Jika dia beruntung. Jika dia kurang beruntung, bisa-bisa dipenjara.

Uang rakyat pergi kemana? Tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Seseorang, siapapun itu, memutuskan untuk membuka bank yang “khusus” untuk Rakyat. Jika ada seseorang yang berhubungan dengan kerajaan ingin meminjam uang, bank itu menolak dengan halus. Era Kapitalisme dimulai…

Misalnya… (aku akan gunakan contoh abad ke 21, alih-alih abad ke 14 – 17)

  • Seorang spesialis teknologi satelit dan penyiar, serta pemilik perusahaan tersebut memutuskan untuk menyetor seluruh uangnya ke bank. Senilai, misalnya, 100 Miliar.
  • Seorang businessman yang ambisius ingin membuat sebuah stasiun televisi. Tetapi, ia tidak punya uang yang cukup untuk memulai. Mungkin, uangnya cukup, namun, seluruh tabungannya habis demi bisnis berisiko ini.
  • Ia meminjam senilai 100 miliar ke Bank yang baru saja menerima setoran uang spesialis teknologi tersebut. Uang siapa yang digunakan? Tentunya, uang sang spesialis teknologi. Businessman tersebut berjanji akan membayarnya kembali dalam 1 tahun, dan membayarnya dengan tambahan 10% bunga, 110 miliar.
  • Uang yang ia pinjam tadi, ia gunakan untuk membeli teknologi spesialis satelit, agar bisa membuat sebuah stasiun televisi. Ia menghabiskan 100 miliar tersebut.
    • Nah, uang si spesialis satelit disetor ke bank lagi… Berdasarkan catatan, ia memiliki 200 miliar rupiah di bank? Betul?
      • Nyatanya, Bank hanya memiliki 100 miliar uang miliknya, tetapi bisa memutar uang milik orang lain sampai uang pinjaman dari businessman tersebut dibayarkan.
  • Ada suatu aset yang tidak diperhitungkan oleh Businessman tersebut, yaitu karyawan. Ia meminjam 50 miliar untuk menyewa karyawan serta dana darurat.
    • Bank mengambil dari 50 miliar uang si spesialis teknologi satelit.
  • 3 bulan kemudian, stasiun TV telah siap, dan menyediakan banyak tontonan menarik dan bermanfaat yang bebas sinetron (AMIN) dan juga talkshow tanpa manfaat (AMIN!). Semua orang yang mengiklan ke dirinya, membayarkan 10 miliar tiap bulannya, dan businessman itu mendapat laba senilai 60 milliar (misalnya) tiap bulan.
  • Tiap bulannya, ia membayarkan penghasilannya sesuai perjanjian dan value awal uang + bunga…
    • Sesudah lunasnya pembayaran, bank akan memiliki ekstra uang 15 miliar dari bunga saja. Businessman telah sukses mengakhiri ambisinya untuk membuat stasiun TV dan sekarang bertambah jauh makin kaya dari sebelumnya… dan si ahli satelit? Memiliki senilai 200 milyar uang di bank…
  • Proses berlangsung dengan banyaknya trade yang dilakukan pada masa kini…

Jadi, kurasa, cara untuk kita membuat sebuah bank bankrut dan tutup bisnisnya hingga larut dalam hutang… adalah dengan meminta semua warga negara di dunia ini untuk mengambil seluruh uangnya pada hari yang sama.

Langsung, jeblok deh itu bank :’)

Colonialist Capita

Pada zaman bank-bank rakyat mulai tercipta, makin banyaklah datang explorer yang ingin mencoba keberuntungan layaknya Christopher Columbus.

Kolonialisme, dan perbudakan, takkan ada kalau tidak ada yang namanya Kapitalisme.

Sekilas, ketika ada kata Kapitalis yang terbayang adalah, orang-orang rakus. Padahal, kapitalisme berarti mendukung pertumbuhan, alih-alih kestabilan dan keadilan ekonomi.

(semua ideologi politik sudah disalah-salahkan dari arti nyata dan definisi dulunya zaman sekarang mah…)

Para tukang jualan budak dan penjelajah ini, biasanya memiliki suatu aset kecil yang cukup untuk dijadikan jaminan bagi bank. Mereka meminjam uang dan menggunakannya untuk kapal, kru, serta kargo dan bahan makanan selama ia berlayar.

Mereka kembali dan mendapatkan beberapa jumlah rempah-rempah, serta beberapa budak, karena tentunya, dengan adanya pertumbuhan konstan ini, teknologi terus bertumbuh, dan mereka memiliki senjata yang jauh lebih menyeramkan dibandingkan para pribumi di daerah Asia dan Afrika.

Cornelis de Houtman adalah salah satu dari kolonialis tersebut…

VoC sendiri adalah sebuah perusahaan dagang yang mengalahkan value Apple sampai 1000%, dan ia mendapat hasil uangnya dari menjual dan mendominasi seluruh perdagangan di Nusantara (and a bit more, if I’m not mistaken) secara paksa. Mereka memiliki mata uang khusus yang hanya bisa digunakan di tempat itu juga, mengingat para pribumi ini belum memiliki bayangan padat mengenai apa itu uang, dan nilainya, VoC memberikan jiplakan dari uang, dan membentuk imajinasi (nilai uang tentunya hanyalah imajiner, secara bentuk fisik, uang 100.000 hanya 2 milimeter lebih panjang dari uang 50.000, tetapi perbedaan nilainya sampai dua kali lipat) para pribumi.

Pada dasarnya, VoC, IPO pertama di dunia, juga telah sukses mendapatkan benda nilai tinggi, untuk harga yang murah, atau bahkan, gratis.

Selain itu, koin VoC di daerah yang didominasi dan dimonopolinya, bernilai sangat-sangat tinggi, murni karena doktrin yang ditempel oleh para kolonialis bahwa koin VoC ini bisa membeli rempah, misalnya 1 ton, padahal nilainya tidak ada.

VoC adalah sebuah perusahaan yang lahir dari imajinasi palsu, serta kekejaman yang ditanamkan dalam proses pembuatannya, koin besi VoC kemungkinan besar tidak akan bernilai lebih dari 200 rupiah (dalam bentuk besinya), tetapi, hanya dengan expense membuat koin dengan cetakan VoC diatasnya, barang yang didapat sangat banyak.

Tentunya, hukum ekonomi nomor satu, Supply and Demand juga bermain… Tetapi, manusia sendiri tidak akan mau keluar bebas dari imajinasi dan opini miliknya. Bagi para kolonialis, manusia pribumi hanyalah sebatas plakat kosong untuk dicoreng, dan juga budak untuk dijual. Mereka telah sukses mendapatkan uang yang begitu banyak, tanpa mengeluarkan sedikit pun.

Inilah alasan kolonialisme begitu penting untuk memajukan bangsa-bangsa yang memang sudah memiliki teknologi kuat ini.

Untuk menambah kemajuan dari kolonialisme dan kapitalisme yang digabungkan, ada lagi sebuah peran yang sama pentingnya dalam membuat Manusia lebih… makmur dan kuat… Itu tidak lain dari Sains. Suatu ilmu yang asalnya juga sama dari imajinasi seorang manusia.

Science = Profit, Profit = More Science

Menjadi penemu di zaman dahulu kala bukanlah hal yang murah.

Kita membutuhkan bahan, kita membutuhkan tempat (sejujurnya, tempat lebih sulit didapatkan sekarang, tetapi, iya, seorang penemu membutuhkan tempat), dan juga, tentunya, kita membutuhkan edukasi yang cukup, baik secara sains, ataupun secara sistem hukum…

Thomas Alva Edison sering dikritisi (ini bahasa halus, banyak orang menghina dia bahkan) oleh sejarawan, serta beberapa insinyur. Ia tidak pernah menemukan lebih dari 10 penemuan yang ia patenkan, tetapi ia cukup pintar untuk mempelajari sistem paten, dan mematenkan penemuannya, serta ia cukup pintar untuk mengetahui apa yang diinginkan pasar, dan apa yang ia bisa jual.

Guru Edison sendiri, yang menemukan dan menciptakan hampir sepertiga dari paten milik Edison, hanyalah seorang insinyur. Ia tidak mengetahui cara membuat paten, dan begitu ia meninggal, Edison memutuskan untuk membuat paten dari hampir semua ciptaannya, serta mendapatkan laba yang amat besar dari situ.

Kekejaman atau tidak kejamnya tindakan Edison akan aku biarkan pembaca tentukan, karena yang ingin aku bahas adalah hubungan sains dan kapitalisme.

Tidak banyak hal yang sama, atau mirip diantara keduanya, namun ada satu hal yang amat krusial yang kedua hal tersebut miliki… Pertumbuhan.

Jika Kapitalisme membuat orang kaya semakin kaya, dan bangsa kaya semakin kaya, uang itu tidak ada artinya… Betul? Tetapi, jika uang tersebut digunakan sebagai investasi, maka, bangsa kaya akan menjadi bangsa maju.

Tanpa kapitalisme dan kolonialisme, baik sains ataupun teknologi tidak akan memiliki sumber daya yang cukup untuk memajukan sebuah bangsa. Tanpa sains, kapitalisme dan kolonialisme hanya menghasilkan besi berbentuk bulat dengan nilai imajiner, serta kertas yang diklaim dan dipercayai sebagai suatu benda yang berharga.

Uang bukan segalanya, tetapi uang adalah apa yang membuat manusia berusaha, dan uang bisa dibilang… telah menciptakan segalanya.

Kesimpulan

Sejarah adalah sejarah.

Jika orang melihat sejarah, mereka membayangkan fakta, tanggal, serta kejadian.

Untukku, sejarah adalah proses… Apa yang berubah, dan apa yang merubah, itulah sejarah. Apa yang dirubah, itu juga sejarah. Apa yang telah hilang, apa yang pernah terjadi, dan bagaimana kita bisa mencapai titik dimana kita berdiri, itulah sejarah.

It’s nearly impossible to repeat history, but we can learn from it to prevent the bad things from happening again, and to capitalize the most out of its best moments.

Oke, sebenarnya quote itu tidak sepenuhnya benar :’)

Karena penjualan budak amat-amat sukses dan menghasilkan laba yang amat besar, tetapi itu salah…

Tetapi, benar salah itu relatif… Jadi, kebenaran hanya ada di imajinasi kita, jadi, apa yang sebenarnya kita ketahui?

Sampai lain waktu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *