PAPER… It Is Far More Complicated Than You Think It Is

PAPER… It Is Far More Complicated Than You Think It Is

Di bawah ini adalah cerita kenapa kertas terbilang penting… Pretty much it’s what this article is about…

(Oh, and apologies, belum ada gambar dikarenakan… Umm… Entah kenapa wordpress ga bisa upload image dari HP sejak minggu kemarin)

Umm… Anyways, kemarin (tanggal 8 Februari 2018), ada acara di Bandung Creative HUB dengan FEALAC (short for… Forum For East Asia-Latin America Cooperation) yang aku ikuti.

Wait, sebelum aku menjelaskan cara secarik kertas bisa menjadi big deal… FEALAC tuh apaan sih? (Okay, if you’re not interested… Just… Skip this part and read about paper)

FEALAC

It is a youth center.

Pretty much kalau ditaruh dalam sebuah nutshell, 5 kata itu menjelaskan…

Tapi, untuk menjelaskan dengan detail…

FEALAC adalah sebuah organisasi yang “menghubungkan” youth di negara-negara anggota FEALAC dengan negara lain yang juga anggota FEALAC. Currently there’s 36 countries… Tapi, kapital dari FEALAC sendiri itu, kota Bandung… Yeay!

Secara teknis, kota Bandung juga merupakan kapital dari Asia Afrika juga, karena ada MKAA… So yeay Bandung!

Anyways, aku setengah tidak menangkap (dan memang tidak dijelaskan dengan detail…) Apa itu FEALAC.

Jadi… Kita berikan Nutshell-nya saja, sama seperti di event yang aku ikuti kemarin…

Jika kepo, bisa buka google 😝

Paper!!!

Okay, on to the subject of… Paper.

Anyways, kemarin, aku bertemu dengan “Teh” Lisa Miles dari U.S. … (Teh karena lagi di Bandung)

Teh Lisa sering membuat kertas… Dan sebagai pembicara di acara kemarin, Teh Lisa menjelaskan tentang kertas…

Pertama-tama, kita definisikan dulu…

Kertas? Apa Tuh?

Everybody uses Paper.

Even programmers and people that use computers on a daily basis… Uses paper. Seriously though… Who doesn’t use paper?

Tapi… Menurut Teh Lisa… “Papers are a thin sheet that you could write on”

Okay, jadi, umm… Keyword: Write

Any thin sheet of… Plant made… Fiber thing? If you could write on it… It’s paper.

Okay, sorry, itu membingungkan. Anyways, lapisan tipis apapun yang dibuat dengan tanaman, jika bisa dipakai sebagai alas untuk ditulisin sesuatu bisa dianggap kertas.

But… Umm… Itu Bukan Kertas…

It was at this point that I realized… That I officially thought of as paper as a big deal.

Dari banyaknya pengguna kertas di Dunia ini, dan sebenarnya, jumlah pembuat kertas yang lumayan banyak… Ada misdefinition dari kertas.

Banyak orang dari Eropa dan U.S. bilang bahwa kertas hanya dianggap kertas jika… 😅

Kertasnya dibuat dengan filter.

Like, you know… Most art based paper and commercial paper in the western world.

Tapi, kenapa aku ngeh ini big deal?

Because…

Flashback!

Umm, sebelum Teh Lisa mendefinisikan kertas, Teh Lisa cerita bahwa orang Maya membuat kertasnya sendiri yang bernama Amate…

Kertas Amate ini tidak dibuat dengan saringan, jadi menurut orang Eropa…

This right Here is Paper, whatever that thing is right there, is not!

-Europeans and Americans Regarding Paper according to Teteh Lisa

Apparently, alasan Teh Lisa pergi ke Indonesia adalah untuk riset dan membuat kertas bernama Dawang, khas dari Jawa Timur.

Dawang dan Amate ini merupakan kertas yang dibuat dari pulp pohon dari famili yang sama…

Teh Lisa sudah pernah pergi ke Mexico dan jatuh cinta dengan culture asal Maya. Namun, karena kekurangan bahan di Mexico dan rendahnya probabilitas untuk membuat kertas Amate, Teh Lisa memutuskan untuk mencari riset dengan hal terdekat dari Amate… Teh Lisa ujungnya nemuin kertas Dawang…

Kebetulan, teknik membuatnya juga mirip, yaitu di Tumbuk-tumbuk dari bentuk tanaman, sampai eventually menjadi (kinda) cair.

Sesudah itu, hasil tumbukannya bisa dicetak, dan menjadi kertas.

One thing… Kertas Amate dibuat dari pohon Mulberry, dan Kertas Dawang dibuat dari… (Hang on, aku lupa)

Wow… That’s expensive

Umm… Teh Lisa slip in sebuah cerita bahwa ada… Kertas dari Bali yang bisa dibilang sakral, susah dibuat dan butuh skill khusus untuk membuatnya.

Harganya… Bisa sampai 5-10 Juta jika jadi… Dan kertasnya tidak lebih besar dari ukuran F4

Harga itu sampai karena bahan yang digunakan, teknik yang harus digunakan, dan karena sakralnya itu.

Hanya cerita selipan.

So… Paper?

Umm… By technical definition…

Dawang dan Amate juga sama-sama kertas. Tapi, sekali lagi, quoting Miss Lisa yang ceritanya quoting orang lain juga…

“White men have been making paper like this for 5 Centuries, what on earth is that?”

So… By technicality it’s bias!

Right…. 😂

Okay… Aku mau mengambil kesimpulan… Meski kemungkinan masih ada unsur di artikelnya yang kurang jelas… Kesimpulannya…

Conflict pops up…

Yeah… Itu doang…

Dari apapun yang dianggap sepele sama siapapun itu, whichever way you look at it… There will ALWAYS be a probability for a conflict to pop up.

And when the time comes, however it may be… Conflict will end up popping up.

How the conflict pops up is still a question to be answered in the future, but in the meantime… We can be at our smartest and anticipate it.

So… As a final closing… Conclusions, put onto nutshells, and… Made a bit easier, with some additions to it…

  • Hal simpel bukan berarti sepele, lihat kertas yang punya banyak sekali jenis… (Papyrus, Commercial HVS, Scroll, Origami [Authentic Japanese Origami is a kind of paper, not technique], Dawang, Amate, and… Many more)
  • Konflik bisa muncul darimana saja, tinggal antisipasi dan cara deal with the conflict-nya yang membedakan orang pintar dan orang biasa-biasa saja. (FYI. I’m still practicing my anticipation skills)
  • Craftsmanship Matters. Makin kesini, makin banyak orang yang “kecanduan” Gadget dan kehilangan sense of art mereka. Bubi bilang ke aku bahwa Bubi percaya, di masa depan, orang-orang yang bisa Music, Art, Teaching, atau Psychology akan jauh lebih berharga dari orang-orang yang bisa melakukan hal yang bisa dilakukan robot. Oleh karena itu, jangan sepelekan craftsmanship.

In final conclusion…

Apparently, my philosophy books helped me conclude that paper does matter.

Okay artikelnya selesai, dipersilahkan keluar… Tunggu artikel berikutnya yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *