Ninja-Ninja Beneran…

Ninja-Ninja Beneran…

Anda bisa bertanya padaku tentang Mitologi Yunani, Romawi, Skandinavia, Mesir, Maya, Hindu (sedikit setidaknya), Korea, China, dan aku akan menjawab dengan cukup akurat.

Tapi kalau anda ingin bertanya tentang mitologi Jepang… Aku cukup clueless. Aku tahu tentang Amaterasu, Izanagi, Izanami, Tsukuyomi, Susano’o, dan beberapa dewa perang lainnya, namun ketika disuruh membandingkan mitologi tersebut dengan kehidupan nyata, aku akan kesulitan.

Terutama di Mitologi Romawi yang penuh dengan prajurit/pahlawan pemberani seperti Romulus, Horatius, dan Octavian, beberapa dari mitologi tersebut menjadi aspek kenyataan yang asli dan merupakan fakta sejarah…

Jepang memiliki gaya mitologi yang mirip, namun ternyata lebih banyak ninja yang nyata, kebanding yang fiktif… Aku sempat mengira bahwa ninja-ninja heroik hanyalah karya fiksi seperti Romulus, bukan seperti Julius Caesar, atau Octavian, namun itu miskonsepsi terbesarku sampai aku membaca buku berjudul Ninja Attack, karya Hiroko Yoda, dan Matt Alt. Link ke Goodreads

Selamat menikmati dan menambah ilmu tentang ninja-ninja yang heroik, dan faktual!

Seorang Ninja

Ninja bukan hanya mata-mata atau pembunuh bayaran. Sebenarnya definisi Ninja sendiri lebih cocok untuk masuk ke definisi bahwa mereka seseorang yang merupakan anggota Klan, dan bekerja untuk seorang Warlord, pemimpin klan.

Mereka bisa saja merupakan jendral, pembunuh bayaran, mata-mata, pencuri, penyihir, tukang bersih-bersih toilet sekalipun… Selama mereka bekerja untuk suatu klan, secara teknis, mereka adalah ninja.

Tsunokuma Sekisu

 

Salah satu ninja yang merupakan bagian dari sejarah secara absolut adalah orang yang satu ini. Mungkin dia tidak seterkenal Jiraiya (yang fiktif) atau diketahui orang-orang sebanyak Oda Nobunaga (yang memang raja, dan bukan Ninja) tetapi Tsunokuma Sekisu ini merupakan ninja yang cukup terkenal.

Ia bukan Ninja dalam sudut pandang mata-mata, atau pembunuh bayaran seperti yang orang-orang anggap sebagai Ninja, tetapi Sekisu adalah seorang Jendral, dan juga Peramal.

Ceritanya tentang Ninja yang satu ini ada di fakta bahwa ia memulai karirnya sebagai orang yang terkenal dan pintar membaca kertas-kertas sebagai pertanda dari dewa. Walau kita tidak sepenuhnya tahu bahwa ini adalah hal yang ilmiah atau bukan, Sekisu memanfaatkan ini sebagai permainan psikologis ketika merencanakan serangan.

Ninja bukan hanya mata-mata, tetapi juga ada Ninja macam prajurit, Sekisu memimpin dan membantu Prajurit Klan Ninja-nya, Klan Kyushu dengan kemampuannya meramal cuaca (yang seringkali akurat) serta membantu strategi ketika ingin menyerang suatu kota.

Tsunokuma Sekisu merupakan Ninja yang agak tidak ortodoks, tetapi kemampuannya memainkan pertanda dan ramalan dari dewa serta menciptakan keraguan dari musuhnya sangat-sangat berharga bagi Klan Kyushu.

Ia juga diketahui sebagai seorang penyihir, ahli ilusi. Mungkin diketahui oleh Fans Naruto sebagai Genjutsu, dan ia sering menciptakan ilusi yang tidak bisa dijelaskan ahli sejarah, seolah-olah ada hujan atau tornado berisi pedang dan shuriken.

Tsunokuma Sekisu sendiri merupakan Jendral paling sukses Klan Kyushu, sampai turunnya pemimpin yang ia dukung di masa kejayaannya. Sesudah turunnya Warlord pertama yang ia dukung, takhta tersebut diberikan orang yang agak skeptis akan kemampuan mistis Sekisu, seorang bernama Otomo Serin.

Otomo Serin ini bertemu dengan seorang pendeta Katolik dan tidak lagi mempercayai ramalan cuaca, pertanda dewa dan ilusi milik Sekisu. Ketika sedang memerintahkan sebuah penyerangan, Sekisu memberikan saran bahwa cuaca hari tersebut akan buruk, dan akan ada seseorang amat penting yang tidak selamat saat penyerangan tersebut.

Otomo Serin yang skeptis memerintahkan Sekisu sendiri (yang tetap berharga karena masih memiliki kemampuan ilusi) untuk menyerang, sebagai bukti bahwa pertandanya tidak selalu benar.

Sekisu tidak pulang lagi. Ia terbunuh pada penyerangan tersebut, dan penyerangan tersebut gagal. Pada akhir hari, ramalan Sekisu selalu benar, meski ia terbunuh oleh ramalannya sendiri.

Sugitani Zenjubo

(gambar dari buku Ninja Attack)

Sebuah mitos menyatakan bahwa Ninja adalah orang-orang yang tidak menyukai senjata modern. Zenjubo adalah bukti bahwa Ninja tidak hanya bergantung pada senjata modern saja. Sugitani Zenjubo adalah seorang… Sniper.

Di zaman di mana senjata api bukan hal yang umum, Zenjubo menguasai penggunaan Rifle yang masih menggunakan percikan api sederhana, dan ia tidak pernah meleset. Ketika ada target yang perlu ia tembak, ia akan menembaknya dengan tepat.

Pada awal era Oda Nobunaga (orang yang bilang bahwa Ninja itu gak boleh jadi bagian dari Jepang) Klan Koga mengirimkan pembunuh bayaran terhebat mereka sebelum Nobunaga mampu melakukan apa-apa yang mengambil alih kekuasaan mereka.

Zenjubo dikirimkan untuk mengintersepsi rute yang diambil Nobunaga untuk pindah dari satu kota ke kota lainnya. Ia membawa senjata kesukaannya. Sebuah pistol rifle sederhana, yang hanya bisa menembak sekali sebelum perlu mengisi ulang selama sekitar 10 menit (ini senjata jadul, bersabarlah, penggunaannya sulit) namun untuk menambah kemungkinan tembakan tersebut kena, Zenjubo memodif pelurunya agar bisa menembak dua peluru besar sekaligus tanpa perlu isi ulang.

Ia bersiap, memanjat pohon yang tinggi, tiba beberapa jam sebelum Nobunaga lewat (untung ia bukan orang bosenan, mungkin sambil nungguin lewat dia udah langganan Netflix dulu) memastikan bahwa ia bisa menembak Nobunaga dengan akurat.

Ketika orang yang ditunggu-tunggu lewat, Zenjubo mengambil nafas yang dalam dan mencari bagian mana yang perlu ia incar. Nobunaga menggunakan baju zirah yang tebal, hanya membiarkan leher dan mukanya terbuka. Zenjubo tahu ia hanya punya satu kesempatan, dan jika ia gagal, ia akan dicari habis-habisan hingga bahkan klannya tidak mampu menyelamatkannya.

Ia menembak. Yakin bahwa dia tidak akan meleset. Ia belum pernah meleset seumur hidupnya. Suara keras memberikan posisinya… Keheningan muncul sesudahnya, bersama asap yang amat tebal dari senjatanya.

Satu hela nafas lagi, menghilangkan asap, Zenjubo harus memastikan ia sukses. Pelurunya kena. Tepat ke leher Nobunaga.

Aku yakin anda sudah tahu bahwa Zenjubo gagal karena Nobunaga memusnahkan hampir semua Ninja yang ada pada akhir eranya. Namun Zenjubo tidak pernah meleset. Ia tidak meleset kali itu. Hanya saja, Nobunaga menggunakan zirah tambahan di lehernya, tertutup oleh kain.

Zenjubo tertangkap, dan tentunya… Ia dieksekusi sesudah siksaan 10 hari, lehernya dilukai dengan bambu yang tumpul, dan dipotong sesudah bambu itu dipertajam oleh lehernya sendiri. Yikes. Kukira eksekusi Romawi sudah brutal… Ini parah… Eesh.

Tetapi yang ia lakukan jelas-jelas berani dan ia menjadi salah satu ninja paling terkenal di sejarah.

Hattori Hanzo

(gambar dari Wikipedia)

Sesudah Jiraiya (ninja klasik yang fiktif, diciptakan di tahun 1800-an) Hattori Hanzo adalah ninja klasik paling terkenal. Masukkan ninja modern dan Hattori Hanzo mungkin tidak masuk top 10, karena ada Naruto, Shogun, TMNT, Ronin, Wolverine (yang ternyata terinspirasi oleh Ninja), dan seterusnya… tetap saja… Hattori Hanzo amat terkenal.

Sebenarnya Hanzo sendiri tidak melakukan banyak hal yang aneh-aneh.

Namun ia merupakan Jonin (ninja pangkat kedua tertinggi, sesudah Warlord sebuah klan) dari klan Iga yang akhirnya dimusnahkan Nobunaga.

Selain kematiannya, Hattori Hanzo melakukan banyak pemberontakan pada Nobunaga, seperti membakar bangunan yang Nobunaga buat, mengatur penculikan dan pemerasan, dan seterusnya.

Sebelum anda berpikir hal seperti “Oke, jadi aku membaca artikel tentang orang-orang ‘hebat’ yang membunuh, menculik, memeras, dan percaya sama hal-hal yang gak ilmiah, kenapa aku baca artikel ini?” coba ingat bahwa walau Ninja ini agak kejam, Oda Nobunaga jauh lebih kejam.

Hattori Hanzo tidak melakukan satu saja hal yang sangat hebat, melainkan banyak hal yang mengancam Nobunaga… Bahkan kematian legendarisnya (ini mungkin mitos, karena ada kemungkinan bahwa Hanzo meninggal karena usia tua) dilakukan sebagai pemberontakan pada Nobunaga.

Hanzo mengatur penyerangan ke sebuah gedung milik Nobunaga, dan ia gagal. Daripada ia membiarkan penyiksaan dan penangkapan prajuritnya, ia meminta mereka melakukan Seppuku (alias bunuh diri secara mulia) dan… Ketika semua prajuritnya sudah mati dengan mulia… Ia mengambil minyak, dan membakar semua bangunan penting dan anggota dewan yang mendukung Nobunaga dalam satu gerakan sederhana.

Kematian ini mungkin mitos, tetapi bahkan jika Hanzo tidak mati karena ini… Ia merupakan ninja yang ideal… Mulia, pintar, licik, dan tidak mau kalah.

Kesimpulan

Oke. Satu hal.

Aku membaca 3 Ninja ini dari sebuah buku yang ada di atas ya… Jadi aku berpikir untuk menawarkan buku ini untuk pembaca yang menginginkannya. Untuk membelinya, bisa komentar atau email, atau buka link tokopedia ini.

Ini buku bekas, tetapi masih bagus, harganya kutaruh 125 ribu (open for negotiation), jika anda membeli baru, anda perlu mengeluarkan 298 ribu.

Selain 3 Ninja ini, masih banyak ninja lagi di buku ini, dilengkapi dengan ilustrasi yang amat indah! Terima kasih telah membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *