Museum Geologi: T-Rex

Museum Geologi: T-Rex

Di hadapanku, berdirilah sebuah rangkaian tulang yang tampak ganas. Baru sejenak saja, dari bentuk tubuhnya aku sudah yakin, dulunya, ia makhluk yang sangat ditakuti.

Okay, sebentar dulu, aku ada projek bersama Pak Ma’Mur, Kepala Seksi Edukasi dan Informasi Museum Geologi untuk menulis tentang sebuah exhibit di Museum Geologi tiap minggunya. So, here’s my output… Enjoy!

Most Popular Exhibit

T-Rex di Museum Geologi ini sudah pasti menjadi destinasi selfie dan foto-foto pengunjung Museum Geologi.

Tapi… Seringkali exhibit T-Rex ini hanya jadi wahana foto saja… And honestly, itu sedikit mengecewakan.

Di balik pameran yang sangat keren ini, juga banyak fun facts yang bisa dicari atau ditanyakan pada guide-nya.

Jadi, mungkin, sesudah foto-foto atau upload story ke Instagram di sini, tidak ada salahnya baca sign kecil ini yang berada dibawah fosil ini.

Potentially Fun Facts

  • Tyrannosaurus Rex, tinggal di zaman Cretaceous, dan merupakan puncak evolusi dari famili Dinosaurus-nya.
  • Mengapa begitu? Karena, para Dinosaurus punah pada zaman Cretaceous, dan tidak ada evolusi lebih lanjut dari famili T-Rex
  • Orang-orang percaya bahwa tangan kecil Tyrannosaurus Rex tidak memiliki fungsi, namun nyatanya, tangan-tangan mungil itu bisa mengangkat beban dalam kisaran 50-100KG.
  • Dalam sehari, seekor T-Rex dapat menghabiskan lebih dari 500KG daging. Aku sedikit bingung, kenapa tidak pernah ditemukan Fosil T-Rex obesitas.
  • Okay, 1 menit kemudian aku baru ingat bahwa T-Rex dapat berlari secepat 40KM/jam. Jadi, mungkin mereka banyak olahraga, alhasil mereka ga overweight.
  • Fosil T-Rex yang terbilang tua ini, merupakan salah satu fosil pertama yang pernah ditemukan.
  • Okay, fakta imi mungkin sedikit mengecewakan, tapi, fosil T-Rex di museum hanyalah replika. Sorry to burst your bubble… Mungkin ngerabanya enak, tapi… ini hanya replika.

Hubungan T-Rex Dengan Geologi?

Hubunganku dan T-Rex hanyalah teman, jadi santai.

Krik… Krik…. Krik…

Okay, bad joke.

Aku pernah mendengar orang bertanya, apa hubungannya fosil dengan geologi. Which, I’ll have to admit… Terkadang, ruang lingkup sebuah branch science sangat luas, sehingga menghubungkan semua pointer di sebuah sains ke sains lainnya, menjadi terlalu mudah.

Which, is why I’ll answer this question… Sebenernya, hubungan antara Geologi dan Paleontologi cukup dekat. Jadi, ini ga kaya berusaha nyambungin dua polar magnet yang sama. (Itu Gak mungkin)

Jadi, jika dibutuhkan paleontologist untuk memasang tulang-tulang yang ditemukan dan juga menemukannya in the first place, geologist dalam sebuah digging site berperan untuk memprediksi dan menganalisis usia tanahnya.

Hence, ada exhibit ini di Museum Geologi.

What Makes It Popular?

Aku ingat saat aku masih TK, dan kita akan melaksanakan field trip ke Museum Geologi, salah satu kalimat pertama surat izinnya adalah… Kita akan melihat T-Rex. Dan di bawahnya ada gambar T-Rex.

Popularitas exhibit ini ga usah ditanyain lagi sih. Jelas, fosil Dinosaurus apapun memang pasti akan menjadi exhibit museum yang populer.

Especially in the 21st century, considering…. Umm Instagram Stories and Posts, and Facebook… Foto bareng T-Rex ini pasti akan membuat post yang bagus.

Tapi, sebenernya, apa yang membuat T-Rex ini bener bener populer?

  • Fotogenik Spot. Perlu kutambah kata lain? Anyways, detailnya juga ada diatas kok.
  • Dinosaur Clickbait
  • (Notes: Sebenernya, ga bisa dibilang click bait juga sih. Tapi mengingat, ada cukup banyak anak yang sangat senang dengan dinosaurus, jika dibandingkan dengan anak yang suka dengan batu [with all due respect… I have a close friend that likes rocks as a child, jadi gapapa kok suka sama batu instead of dinosaurus.] Exhibit ini pasti lebih diminati.)
  • Umm, exhibit ini keren, dan tampak megah. Keren itu pasti lebih dari cukup lah buat alasan orang datengin.

Supporting Exhibits

Di dekat Exhibit T-Rex ini, juga ada sepotong-potong fosil ekor dan tulang punggung Stegosaurus, beserta telur dinosaurus.

Selain itu, juga ada replika footprint T-Rex yang tercap di Tanah, namun tidak tersapu hujan selama berjuta-juta tahun lamanya.

Figurine mini Dinosaurus yang terletak di kaki T-Rex lucu, dan bisa untuk digunakan guru-guru atau ortu untuk mengajarkan anak-anak bentuk-bentuk dan jenis dinosaurus.

Also, ada infographic yang terletak di dekat ekor si T-Rex. Infographic ini menjelaskan proses kepunahan Dinosaurus, dan jika reader belum tahu… Dinosaurus punah bukan hanya karena asteroid yang jatuh ke Bumi, tapi karena debu dari tabrakan Asteroid itu yang menutupi sinar matahari dan menghasilkan Global Cooling.

Global Cooling ini bisa dibilang Lethal untuk dinosaurus karena mereka reptil. Dinginnya iklim yang membuat mereka punah.

In Conclusion

T-Rex itu keren. . .

Hang on, biar aku mencari suatu kalimat yang rada inspiratif dulu…

Museum itu butuh kehangatan dari untuk bisa tetap hidup. Agar museum yang banyak manfaatnya untuk kita ini tidak punah seperti Dinosaurus, datengin dong.

Also, pesan sponsor. To lose weight, learn from the Tyrannosaurus Rex. Boleh makan banyak, asal kamu olahraga… 😜😜😜

With that out of the way, thanks for reading!


Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *