Mitologi Millennial: Perang Troya Pt. 1

Mitologi Millennial: Perang Troya Pt. 1

Untuk mitologi millennial hari ini, aku mau membahas Perang Troya, tetapi lebih ke… prolog dari Perang Troya. Untuk part 2 dan part 3 nya akan membahas Iliad dan Odyssey.

Tetapi… Aku belum pernah baca Iliad… (jadi kemungkinan tunggu bulan depan buat part 2 nya biar aku bisa habisin dulu tuh Iliad).

Tetapi tentunya, tetap dalam tema Mitologi Millennial, yaitu… sebuah mitologi yang tadinya berat dan ditulis ulang menjadi cerita yang lebih ringan, lucu dan mampu dibaca millennial dengan santai.

Bagaimanapun juga, daripada lama basa-basi, mari kita ceritakan prolog Perang Troya secara santai dan lucu!

Tidak Diundang

Alkisah, Thetis (seorang Nymph laut) dan Peleus (pahlawan paling kece di zamannya dengan penonton di Youtube paling banyak kalau dia sedang streaming melawan monster. Peleus juga merupakan seorang Raja dari Thessalia), mengundang seluruh dewa dan dewi Olympus untuk menyaksikan pernikahannya.

Tentunya Peleus perlu menunjukkan rasa terima kasih atas bantuan para Dewa Dewi di setiap misinya, dan untuk Thetis, ia justru “merawat” para dewa lebih sering dari diberkati. Thetis itu mantannya Zeus (iya, Peleus harus mengundang mantan dari Istrinya), ibu angkatnya Hephaestus, dan juga… jasa merawat laut Poseidon… ceritanya panjang…

Tetapi tetap saja, Peleus tetap harus mengundang para dewa-dewi ke pernikahannya.

Oh, tetapi sayang sekali… Peleus sedikit sebal dengan seorang Dewi. Namanya, Eris. Kenapa dia sebal sama Eris? Eris adalah seorang dewi yang mengurus kekacauan, rivalritas, dan juga konflik. Kalau ada Eris, siap-siap ada kekacauan yang akan datang bersamanya!

Jadi tentunya, Eris ini super menyenangkan di sebuah pesta. (sejujurnya dewi Athena dan perilakunya yang sok tahu juga pasti menyenangkan, tetapi Athena membantu Peleus, jadi gak bisa gak diundang). Eris tidak diundang…

Sesudah tanggal pernikahannya keluar, dan seluruh Dewa Dewi, bukan hanya Dewa Dewi Olympus, tetapi SEMUA Dewa Dewi. Ini termasuk Dewa Mimpi, Dewa Tidur, Dewi Kemenangan, Dewi balas dendam, dst. Hanya Eris yang tidak diundang.

Tentunya Thetis tidak setuju… Ia merasa semua dewi dan dewa berhak diundang sebagaimanapun menyebalkan dewa atau dewi tersebut.

  • Thetis: Yang, kamu kenapa gak mau ngundang Eris?
  • Peleus: Alah… Yang, kamu kan tahu sendiri aku hampir gak pulang gara-gara Eris. Dia iseng amat bikin perang di kerajaan kita.
  • Thetis: Tapi kan, kita mesti adil, kalau entar Eris marah gimana? Tahu sendiri kan Eris itu bisa bikin Zeus gila…
  • Peleus: Iya, makanya, kalau dia bisa bikin rajanya dewa gila, kenapa perlu kita undang dia?
  • Thetis: Entar marah loh Yang…
  • Peleus: Udahlah, yang… minimal kan dewa dewi yang bisa menghancurkan Thessalia dalam hitungan detik udah diundang.
  • Thetis: Pokoknya kalau entar Eris sampai marah… AWAS YA!
  • Peleus: Iya iya…

Mengingat para laki-laki jarang mengingat apa yang cewenya berusaha kasih tahu, tentunya ini tidak akan berakhir baik…

Mengetahui bahwa dia tidak diundang, Eris merencanakan sebuah “prank” yang punya potensi untuk mengacaukan seluruh pesta pernikahan tersebut…

Apel Emas…

Eris membuat sebuah Apel yang dilapisi dengan emas. Apple of Discord. Apel itu membuat siapapun yang menyentuhnya kehilangan kontrol, serta menginginkan apel itu tanpa mempedulikan hal lain. Apel ini sangat-sangat kuat sampai dewa-dewi terkuat begitu menyentuhnya bisa sampai kehilangan kontrol.

Eris juga menuliskan sedikit tulisan di apel itu. “To the Fairest”. (untuk yang tercantik/ganteng). Dan itu… wah, itu benar-benar bisa memicu kekacauan. Mengingat seberapa kompetitifnya para dewi-dewi olympus, ini bisa mengakibatkan… perang.

Tetapi, Eris mesti membuat sebuah rencana yang matang untuk mengantar apel ini.

Awalnya Eris ingin menggunakan aplikasi Drago-Jek, dengan fitur Drago-Send. Tetapi ia takut naga atau mamang Drago-jek nya menginginkan apel itu sebelum sampai. Belum lagi, bagaimana jika si naga memakan si apel?

Alasan utama fitur Drago-Food belum diluncurkan secara resmi dikarenakan setiap kali simulasi pengiriman, makanan yang semestinya untuk klien dimakan naga di jalan. Jadi, sepertinya Drago-Send bukan opsi.

Bukan hanya itu, Drago-Send juga tidak bisa mengirimkan makanan, jadi di zaman para Dewa Dewi Yunani, bisnis katering harus memiliki kurir karena larangan mengirimkan makanan melalui Drago-Send.

Eris pun mungkin juga kepikiran untuk merubah dirinya menjadi seorang tamu, tetapi itu kurang… efektif. Atau mungkin membuat itu sebagai hadiah? Jika itu sebagai hadiah pernikahan sebenarnya mungkin saja bekerja, tetapi… itu terlalu halus dan kurang mengagetkan.

Apa opsi lain? Tentunya Eris menginginkan metode yang WAH dan juga tepat di tengah kerumunan. Jadi, apa yang ia lakukan?

Eris teleportasi ke tengah acara itu (terbang di atap-atap tentunya), melempar apelnya, dan juga kabur, langsung keluar dan pergi dari situasi itu, dan melihat seberapa mengagetkannya kejutan miliknya itu…

Rebutan Deh…

Selamat Eris! Seluruh Dewa Dewi Olympus kaget!

Siapapun yang mengambil Apel itu cukup pintar untuk membacakan tulisannya keras-keras. “TO THE FAIREST”.

Mendengar itu, 3 dewi olympus yang paling kompetitif langsung bilang! OH PASTI ITU BUAT AKU!

Dewi ini adalah Hera, Ratu para Dewa, istri Zeus, dan juga Dewi pernikahan. Athena, Dewi perang dan kebijaksanaan, serta Aphrodite, Dewi cinta dan kecantikan…

Tentunya ini langsung membuat seluruh suasana pesta jadi tegang. Terakhir kali Dewi-dewi ini rebutan sesuatu, sampai-sampai sebuah kota di Yunani hancur… Jadi, tentunya, Peleus membuat kesalahan yang tidak akan dimaafkan Thetis… Ia tidak mengundang dewi yang membuat dewi lainnya berantem!

Dalam hati Thetis bilang, “Kan udah kubilang juga apa!”. Tetapi sebagai wanita yang sabar, Thetis memutuskan untuk menenangkan rombongan yang tegang tersebut.

Namun, mengingat dewi-dewi ini tidak bisa dikontrol, inilah yang terjadi.

  • Thetis: Tolong tenang semuanya!
  • Hera: WAH! APEL ITU UNTUK YANG PALING CANTIK? BUAT AKU YA!
  • Athena: Hmph, aku yakin apel itu seharusnya untukku.
  • Aphrodite: Minggir, Dewi kecantikan itu aku!
  • Thetis: (berbisik). KAN KUBILANG JUGA APA!
  • Peleus: Yang, maafin ya…

Sementara itu, ketiga Dewi itu masih berebut apel emas dan seluruh penonton menjadi takut… Jika buruk menjadi terburuk, mereka akan mati saat itu juga! Jadi, ya… Sebagai Raja, Zeus berpikir dengan cepat. Kurang lebih ini yang dia pikirkan.

“OKE… Jadi, aku harus mencari cara untuk membuat mereka tenang. Cari orang untuk menjadi juri! Eh, bentar, kenapa gak aku aja yang jadi juri? JANGAN DENG! Sebagai anak favoritku, entar Athena baper kalau aku gak milih dia. Sebagai istriku, Hera juga pasti marah. Kalau Aphrodite gak kupilih, tar aku disuruh jatuh cinta sama cewe manusia lagi dan dimarahin Hera… jadi aku gak boleh jadi juri.”

“EH! BENTAR DULU! Kita pilih manusia saja! Seorang pangeran. Kita cari Pangeran yang ganteng, dan kita suruh Hermes antar dewi itu bertiga ke pangeran yang dipilih. Tapi gimana cari Pangeran-nya? IG? LinkedIN? Hmmm…”

“IG aja deh… #pangeran. Nah ketemu kan! Pangeran Paris! Oke, kita harus kontak Hermes.”

Zeus pun beralih dari IG ke WA dan mengkontak Hermes…

  • Zeus: OY, Hermes, ini sebelum sekota meledak itu cewe bertiga berantem cepet…
  • Hermes: Cepet?
  • Hermes: Cepet apa bos? Kabur?
  • Hermes: Kalau kabur sih dari tadi kepengen…
  • Zeus: JANGAN! Aih kamu.
  • Zeus: Cari Pangeran Paris dari Troya.
  • Hermes: Terus?
  • Zeus: Suruh Paris tentuin siapa yang paling cantik diantara mereka bertiga.
  • Hermes: Gak kasian? Tar dia dimarahin sama 2 dewi yang dia gak pilih
  • Zeus: Daripada kamu… Kamu mau menghabiskan sisa hidupmu gak bisa jatuh cinta lagi? Atau gak dikasih akses ke kota Athens? Atau gak boleh menikah?
  • Hermes: Oke, opsi bagus, mending manusia aja ya yang dimarahin sama Ibu-ibu.
  • Zeus: Sekarang, cepet!
  • Hermes: Pake Drago-jek?
  • Zeus: -_-” Gak lah! Pake sepatu bersayapmu!
  • Hermes: SIP!

Dan sekitar 5 menit kemudian…

Paris di Troya

Paris bingung. Ia hanya diam di bawah pohon ketika tiba-tiba Hermes terbang entah darimana. Percakapan ini pun terjadi.

  • Hermes: Hai Paris
  • Paris: Err… kamu Hermes ya?
  • Hermes: Iya, gak ngeh dari sepatunya? Tongkatnya?
  • Paris: Ngeh kok… Kenapa?
  • Hermes: HEHE… Ini Apel emas, berikan ke salah satu dari tiga dewi ini yang menurutmu paling cantik…
  • Paris:  Ha?

Lalu, Hermes menghilang entah kemana, tertawa di gedung resepsi pernikahan Thetis dan Peleus bersama Zeus. Sayangnya Paris disambut 3 dewi lainnya. Athena, Aphrodite, dan Hera…

Mereka membujuk Paris dengan kemampuan dan sihir mereka masing-masing.

  • Hera: SST… Paris, pilih aku! Aku bisa membuatmu raja dari setengah dari dunia. Kamu akan menjadi pahlawan Yunani paling terkenal. Nama Paris tidak akan pernah dilupakan. (Catatan Penulis: Paris itu nama kota di Prancis, siapa yang lupa?)
  • Paris: Err…
  • Athena: Hmm… Pilih aku saja. Jika kamu memilihku, aku akan membuatmu menang semua pertarungan yang akan kamu hadapi. Sebagai prajurit, pasukanmu takkan pernah kalah sekalipun. Kamu akan diingat sebagai panglima perang terbaik Yunani…
  • Paris: Err…
  • Aphrodite: Ahah… Pilih aku. Aku akan membuat wanita tercantik di bumi ini untuk jatuh cinta dengan dirimu. Namanya, Helen. Seorang Ratu, istri dari Raja Menelaus, berambut merah…
  • Narrator: Paris sudah kehilangan kesadaran di WANITA TERCANTIK. Sebagai Pangeran yang umurnya masih 21-an, ia tentunya sangat tertarik dengan Helen ini.
  • Paris: Seberapa cantik Helen ini?

Aphrodite menyodorkan HP-nya dengan akun Instagram Helen terbuka… “Ia secantik diriku.” tuturnya.

Paris memutuskan.

Paris tidak bingung. Dalam sebuah kedipan mata, ia membulatkan tekadnya, dan memberikan apelnya kepada Aphrodite.

Kedua dewi lainnya tentunya sudah menyiapkan rencana untuk “mengutuk” Paris… Tetapi untuk sekarang, Helen sudah mulai mencari Paris di sosmed, dan ia sudah jatuh cinta pada pangeran muda tampan dan gagah itu.

Jadi, mari kita ulangi kalimat Aphrodite yang menjelaskan Helen. Namanya, Helen. Seorang Ratu, istri dari Raja Menelaus, berambut merah…

Menelaus ini seorang raja. Raja dari kerajaan besar bernama… Sparta! Jadi, tentunya, seperti remaja laki-laki atau pra dewasa pada umumnya. Paris melakukan hal bodoh demi seorang cewe!

Sesudah jatuh cinta dan seringkali kontak-kontakan, Helen telah setuju untuk “diculik” oleh Paris! Kira-kira reaksi Menelaus ini bagaimana? Nah, ini sebenarnya part 2. Tetapi, sebelum menyimpulkan artikel hari ini…

Siapa Helen?

Helen of Troy, atau Helen of Sparta adalah seorang demigod, yang dibilang sebagai anak dari Zeus. Tetapi diantara banyaknya versi, ada yang bilang bahwa Ibu Helen seorang Dewi. Nemesis, Dewi balas dendam. Tentunya juga ada versi dimana Helen seorang demigod dengan ibu yang cantik, dan membuat Zeus tertarik.

Aku sendiri lebih yakin bahwa Ibu dari Helen adalah seorang Manusia.

Helen juga memiliki sebuah pisau yang berfungsi sebagai cermin dengan nama Katoptris.

Bersambung…

Keesokan hari. Menelaus terbangun tanpa Istrinya tercinta di sisinya. Dengan marah, ia mengumumkan ke seluruh Sparta ke siapa yang mungkin telah menculik Helen. Kabarnya telah dipastikan dari para warga, Helen telah pergi bersama seorang Pangeran muda, tampan dan gagah dari Troya.

“BERANINYA DIA! AGAMEMNON!”

Agamemnon adalah seorang jendral, adik dari Menelaus… Ia menanyakan ke Menelaus, “Apa yang bisa kulakukan raja?”. “Helen telah diculik… Oleh seorang pangeran belagu dari Troya.” jawabnya dengan kesal. “Apa kita perlu mengajak perang?” tanyanya, dengan harapan ia bisa terus memperbaharui ilmu peperangannya.

“Tentu saja. Troya sekarang telah menjadi musuh seluruh Yunani! Ajak semua kerajaan untuk mengirimkan pasukan!” Perintah sang raja.

“Troya akan runtuh…” Bisik sang jendral dengan determinasi yang membara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *