Melambat.

Melambat.

Inspirasi: Thank You For Being Late, ditulis oleh Thomas L. Friedman

Sebuah lelucon disebar di internet, call it a meme, or anything. Dalam 30 tahun, hanya akan ada 3 pekerjaan lagi bagi makhluk hidup dalam sebuah pabrik. Satpam, manusia biasa, dan anjing. Satpam menjaga anjing dan memastikan tidak ada pencuri, anjing menggongong tiap kali manusia biasa berusaha menyentuh mesin, dan manusia biasa untuk pergi ketika gonggongan anjing mengganggu mereka.

Aku sedang mengalami sedikit masalah dan kebingungan antara aku akan mencoba masuk ujian saringan kuliah di Indonesia yang menyulitkan (terutama karena aku payah dalam mengerjakan tes), atau mencoba untuk langsung bekerja saja.

Bagaimanapun juga, otakku berpikir cukup keras dan aku memutuskan untuk menulis dulu mengenai bahan ini. Mungkin aku akan mendapat solusi sesudah menulis ini.

Kecepatan

Thomas Friedman adalah seorang wartawan Yahudi yang tumbuh di daerah yang penuh akan perbedaan, tetapi tetap harmonis.

Ia tumbuh dengan kecepatan yang tenang, di sekolah yang low-pressure, dan menyimpulkan saat ia kecil… Amerika adalah negara yang dipenuhi banyak orang biasa.

Seiring aku membaca buku buatannya, aku menyadari bahwa dirinya mengganggap bahwa, jika kamu berusaha untuk menjadi orang yang average saja, kamu akan sukses, dan selamat. Setidaknya sampai abad ke-21 ini.

Manusia, jika kamu sudah berada di tingkat ekonomi menengah, atau tingkat ekonomi atas… Kamu cukup menjadi seseorang yang biasa-biasa saja. Finansialmu akan terpenuhi, kebutuhan hidupmu juga akan terpenuhi. Kamu tidak perlu khawatir rumahmu akan disita selama kamu tidak membuat keputusan bodoh, dan kamu mungkin bisa menikmati hidup lebih lanjut, seperti berlibur, makan di luar rumah, dan masih banyak lagi.

Apapun itu, kamu cukup menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Yah, yang amat disayangkan… Abad 21 mempersulit ini semua.

Adanya teknologi yang mempermudah beberapa tugas (tugas, bukan pekerjaan), membuat orang pada umumnya tidak bisa lagi menjadi orang yang biasa-biasa. Kamu harus memiliki hal spesial tentang dirimu.

Untungnya, cepatnya dunia ini tidak hanya membuatmu perlu menginjak gas. Selain kecepatan mobil ini membuatmu bingung karena kamu harus memutuskan sesuatu sebelum pintu keluar tol, ada banyak jalur dan opsi rute yang dapat anda ambil, rute-rute ini tidak akan ada jika kita berjalan selambat sebelumnya.

Sebagai contoh… Pekerjaan seperti menjadi seorang Akuntan akan menjadi lebih sulit, karena adanya artificial intelligence untuk membantumu melakukan beberapa tugas dalam pekerjaan tersebut. Tapi, cepatnya arus teknologi tidak sepenuhnya menghapus tugas seorang akuntan. Ada banyak hal yang hanya bisa dilakukan manusia dalam daftar tugas-tugas seorang akuntan.

Oke, jika anda bingung, baca saja lebih lanjut

(sebenarnya tulisan ini hanya celotehan tanpa maksud yang kemungkinan besar akan mendapat 0 views sepanjang adanya tulisan ini, dan aku akan bercerita tanpa henti karena aku ingin melakukannya, tanpa tujuan tertentu. Bagaimanapun juga, jika anda sudah disini, lanjut baca saja)

Injak Gas? Injak Rem?

Kesalahan orang, ketika ingin berjalan dan memutuskan jalur karir agar bisa selamat di dunia, adalah, mereka menginjak gas terlalu banyak dan melewatkan pintu keluar yang mereka inginkan, atau mereka menginjak rem terlalu banyak dan tidak bisa menyusul.

Pada suatu titik, kita perlu melakukan keduanya, tapi jangan sampai membuat keputusan yang salah. Seperti disebutkan, kita tidak bisa lagi menjadi biasa-biasa saja, dan ini… Hehehe.

Ketika sudah berada di bagian “Kehidupan Bekerja” di jalan tol milik anda, anda harus terus memperbaharui diri. Tidak ada lagi akuntan biasa, karena nanti, tugas akuntan normal sudah diambil mesin. Tiap akuntan harus memiliki spesialisasinya masing-masing. Oh iya, juga tidak ada lagi pengacara, dokter, mekanik, atau apapun itu yang termasuk biasa-biasa saja. Kita HARUS menjadi spesial, atau unik. Kemampuan yang anda dapatkan di kuliah? Oh iya, kemampuan itu hanyalah kertas yang anda masih perlu isi lagi nanti.

Di sini adalah tempat orang-orang membuat kesalahan.

Mereka dapat berjalan terlalu lambat di saat mereka perlu menginjak gas, atau mereka juga bisa berjalan terlalu cepat di saat mereka perlu menginjak rem. Ketika melewatkan hal yang mereka perlu lakukan, kesempatan itu tidak muncul lagi.

Mesinmu melambat semakin lama kamu berada di tol, dan… Tidak ada lagi saat dimana kamu cukup mempelajari subjek yang kamu sukai ketika kamu kuliah, dunia kerja hanya diisi dengan praktek. Tidak, sekarang bekerja pun mesti diisi dengan belajar.

Oke, aku mulai pusing karena aku baru menyadari seberapa dekat topik buku ini ke dillemma kecilku. Aku perlu membuat keputusan tepat.

Berpikir

Dunia ini tidak bisa dijalani dengan menginjak gas terus. Kita akan berlari terlalu cepat dan melupakan segalanya. Kita juga perlu menginjak rem untuk berpikir, kapankah saya akan belok?

Beberapa orang tidak memutuskan untuk berpikir, dan sejujurnya, aku rasa aku sudah terjebak dalam saat dimana aku terlalu menikmati menginjak gas, dan rem tanpa alasan yang jelas.

Ini membuatku bingung, lagi.

Apa yang bisa aku lakukan? Apa yang perlu aku lakukan?

Apakah aku perlu menyesal bahwa aku tidak mengikuti keputusan mainstream dan mempersulit apa yang dilakukan orang-orang pada umumnya? Apakah aku perlu menyesal bahwa aku tidak mempersiapkan diri untuk mengambil ujian sampai waktunya dekat? (Oke, ujianku diambil 2020, tapi bagaimanapun juga, jika Ibuku sendiri saja sangsi dan tidak yakin aku akan lulus… Kurasa… Eh.)

Opsi yang bisa diambil adalah belok, dan sekarang, waktuku untuk berjalan lambat hampir tiada. Apakah aku lebih memilih untuk menginjak gas selama 1 tahun, lalu bisa sedikit lebih santai selama 4 tahun saat kuliah, lalu mengejar karir (apapun itu) dengan langsung menginjak gas? Atau akankah menginjak gas sambil diselingi dengan rem lebih mudah bagiku? Aku memang ingin menjadi seorang penulis. Perlukah gelar untuk mempermudah itu? Atau… tidak?

Hmm…

Keputusan harus segera diambil. Waktu berpikir menipis.

Aku mulai berpikir dan aku hanya berpikir, aku harus berhenti berpikir dan mulai bertindak. Semoga tulisan ini menjalankan dan membuat otakku kemampuan untuk menimbang faktor-faktor yang perlu diambil.

Sampai lain waktu.

Catatan

Ini terdengar seperti bab dalam buku ber-genre Consciousness Stream… Ha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *