Makan Malam Dengan Siapapun…

Makan Malam Dengan Siapapun…

Hmm, ini pertanyaan yang cukup sering ditanyakan dimana-mana. “Kalau kamu bisa makan malam dengan siapapun, hidup atau mati, siapa yang akan kamu pilih?”. Tetapi, hanya karena sesuatu itu hal yang common, bukan berarti bahwa hal itu adalah hal yang membosankan. Jadi, kita akan masuk ke subjek necromancy, dan hal mati, untuk dihidupkan lagi, dll…

Untuk artikel hari ini, aku sebenernya menggunakan site ini sebagai diary untuk menuliskan beberapa crazy ideas yang aku miliki, dan semoga. Semoga artikel ini tetap bisa di enjoy šŸ™‚

Jadi, nyalakan lilinmu, dan siapkanlah dirimu dan questions list-mu. Ayo kita masuk saja ke artikelnya!

WHO! WHO! WHO!

Terkadang otakku tidak bisa menjawab pertanyaan ini…

Sebagai remaja aku sudah look up to cukup banyak orang, baik yang sudah meninggal ataupun masih hidup… Stephen Hawking, Albert Einstein, Homer, Hercules, (gak ada yang ngelarang karakter fiktif kan?) Ed Sheeran, Rupert Sheldrake, Elon Musk dan banyak lagi…

Jadi ya, sebenernya, kalau seseorang ingin berpikir dengan struktur, coba pikir lagi deh… Apa tujuanmu?

Nope, pertanyaan yang ditanyain itu, mestinya bukan who! Tapi, what!

What Am I Doing This For?

Jangan pernah memulai dengan pertanyaan WHO! Itu bukan pertanyaan terbaik untuk menjawab possibly life changing experience ini. Pertama-tama mulai dengan What am I doing this for?

Misal, inginnya sih… ngepost di IG… Pilih aja siapa kek yang menurutmu keren, da ga ngaruh sebenernya… Mau inspirasi? Uhh… well, pilih orang yang sudah struggle at some point in life untuk memberimu inspirasi… Pengen belajar sesuatu? Nah dari situ kita bisa pindah ke pertanyaan lain, apa yang ingin dipelajari?

Tapi, dari apa yang ingin dipelajari juga… ehhh… pertanyaannya rada-rada branch lagi. Apakah yang bisa dipelajari itu ada di Google? Karena, jangan sampe kerjaan kita ini jadi sia-sia, kita cuman punya satu pilihan lho. Terus baru kita tentuin apa yang kepengen dipelajari.

Kalau aku sendiri sebenernya melakukan ini untuk tujuan utamaku adalah untuk mendapat informasi langsung dari orangnya mengenai beberapa hal shady dan kurang jelas yang aku pernah baca sebelumnya. Jadi, dari daftar tokoh yang ada itu, kalau mau milih satu, pilih hal yang masih kurang jelas, untuk mendapat afirmasi langsung.

TAPIIIIIII! Hang on, apakah itu satu-satunya tujuanmu? Gak? well pikirin dulu apa aja tujuannya.

  • Afirmasi
  • Belajar hal baru
  • Inspirasi
  • Pengalaman real life dari ketemu si orang itu… (Ini rada obvious ya)

Dan ya, corat coret aja deh siapa sih yang pengen kamu ajak ngobrol… Percaya sama aku, kalau kamu nanyainnya cuman, who-who-who… Yaaah… yang ada nambah terus daftarnya.

Sesudah step pertama ini, aku somehow narrow down ini ke beberapa orang, rada banyak sih…

  1. Sir Isaac Newton
  2. Albert Einstein
  3. Tony Stark
  4. Stephen Hawking
  5. Alexander The Great
  6. Elon Musk
  7. Ed Sheeran
  8. Aristotle
  9. Soekarno
  10. P.T. Barnum

And so on… Kurang lebih ada 25-30 orang sekarang… Which is some progress…

Crosscheck Personality Orangnya

Orang yang bener-bener terkenal itu biasanya sih, punya some form of… hal yang rada mengganggu. Pastiin dulu beberapa orang yang ingin diajak ngomong itu, orang yang kalem, dan preferably ga nyebelin, unlike some people I know of…

Misalnya, Sir Isaac Newton ini, meski keliatan banget dia brilian, dan keren,  kalau kita baca ulang catatan hidupnya, Isaac Newton itu… orang yang arogan, dan sangat-sangat-sangat gak sosial. Jumlah teman yang dia punya sepanjang hidupnya hanya dibawah 15. Jadi, kalau mau ngajak ngobrol Sir Isaac Newton kayanya bakalan susah… he’s not exactly the chatty type.

Terus, Albert Einstein, most famous scientist as for now… sama juga, brilian, keren, dan mungkin model mendasar dari insane person, dan mad scientist, dengan gaya nyelenehnya. Tapi Einstein itu, rada-rada… dia nyandu coklat for instance. Dia pernah ngajar (semoga bukan made up history sih) anak umur 8 tahun matematika dan dibayar dengan sebuah chocolate bar. Terus, dia (katanya) rada-rada playboy juga, jadi cewe jangan terlalu ngarep bisa ngebahas fisika dengan Einstein…

On the other hand, kalau kita melihat Plato, gambar yang tersirat adalah seseorang yang… emang wise, dan banyak murid, just your overall sage-archetype person. Nah, Plato sebenernya model yang cocok, karena dia ga terlalu gila, ga punya banyak personality aneh, tapi ada issue lain… Kayanya istilah yang dia pakai sangat-sangat old… Jadi ada masalah sih masalah, tapi ga besar.

Terus ada model humble genius kaya Elon Musk, Steve Jobs, Stephen Hawking. Mereka persisten, dan mau melewati banyak masalah, terus emang keren dan untuk entah keberapa kalinya… brilian. Tapi kalau diliat personality orangnya, Elon Musk ini jelas cukup kritis, nyantai dan ga galak. Steve Jobs, meski kadang suka galak, dia punya banyak hal yang menunjukkan bahwa sebenernya dia sangat humble kok jadi orang. Stephen Hawking on the other hand, jelas humble, nyantai dan juga suka bercanda (like you know, most British People), jadi ketiga ini pilihan yang cocok…

Kadang jangan terlalu fixated ke fakta bahwa orang-orang ini hebat, namanya juga manusia, mereka juga punya weakness, dan biasanya orang-orang pintar ini punya rada-rada nyeleneh dan eksentriknya itu lah. Jadi jangan repot-repot mau nanya banyak hal, ternyata teh… orangnya pendiem dan ga suka ngejawab pertanyaan lisan. Kan sayang kesempatannya.

What Should I Be Asking? What Should I Keep To Myself?

Aku yakin ada banyak subjek terlalu sensitif yang akan mungkin aja offend si orang yang kita ajak makan malam… Mendiang Stephen Hawking pasti menganggap kematian istrinya issue sensitif yang dia ga mau bahas terlalu banyak. Jadi tolong ingat baik-baik, ada banyak hal yang sensitif, simpan pertanyaannya untuk dirimu sendiri, karena sekali lagi ga lucu kalau orangnya malah sedih saat kamu nanya pertanyaan sensitif itu.

Ingat, kamu nanya ke manusia, bukan google…

Tapi untuk apa yang harusnya kamu tanyain? Yah, banyak small talk sih. Misal, Stephen Hawking pernah nulis di bukunya, bahwa dia pernah kalah taruhan pas ngebikin teori black hole sama temennya. Kalah taruhannya, yang kalah jadinya mesti ngelangganin majalah architecture selama setahun ke yang menang. Apakah itu bener? Ini small talk yang cocok untuk memakan rasa kepo punyamu itu lho.

Jadi mesti diinget bahwa banyak pertanyaan yang out of place, kalau orang mau mikir kritis, dia harus tahu tempatnya dan jangan nanya terlalu banyak hal sensitif, tapi juga jangan lupa… kalau diem juga ga lucu lho šŸ˜› … Sekali lagi, sayangilah kesempatan ini seperti kamu menyayangi pacarmu …. Eh kok bahas ini sih?

In Conclusion

Wah? Cuma 3 poin? Yah… cukup 3. Ini hal yang sangat, sangat relatif, dan bergantung ke opini orangnya. Aku sih berpikir bahwa cukup menanyakan tujuanku, dan pastiin orangnya sopan… terus pastiin stupid mouth milikku ini (yang pastinya pernah gak sengaja membuat orang sebel šŸ™ ) ga nanya pertanyaan terlalu bodoh.

Tapi pertanyaan yang belum dijawab adalah… SIAPA YANG DIPILIH JADINYA!

Honestly, aku ga tahu… tapi aku sejujurnya yakin aku akan merasa seneng kalau aku dapet dinner sama Stephen Hawking. Bubi sering cerita ke aku bahwa orang-orang itu diciptakan equal kok. Stephen Hawking ini punya outstanding mind, tetapi yang diambil darinya adalah fisiknya. Itu sejujurnya sangat sedih… Tetapi terkadang, banyak pengorbanan yang harus kita buat. Untungnya beliau masih cukup hebat untuk bertahan sampai umurnya mencapai 76 Tahun.

Selain itu banyak small talk menarik yang bisa dibuat bersama Stephen Hawking ini, dan sepertiku bilang tadi, Professor Hawking punya selera humor yang sangat-sangat cocok denganku, dan dia gaya ngomongnya sebenernya santai, tapi inspiratif. Oleh karena itu, aku akan memilih Stephen Hawking…

May you rest in peace, you will forever be in my heart, dearest Professor. Thank you for all the knowledge you’ve given me and the world, and most of all, I am grateful for all the inspirations you’ve given me…

Semoga artikel ini menjadi penghibur untukmu! (BTW ini juga tribute untuk Stephen Hawking andaikan ada yang belum ngeh).

 

 

 

 

Taruhan, Bubi nangis…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *