Laporan Camping Rancaupas: Trip dengan Pramuka HS

Laporan Camping Rancaupas: Trip dengan Pramuka HS

Oleh: Azriel Muhammad Arriadi Hidayat

Berikut laporan camping Rancaupas kemarin, ada beberapa alasan camping ini terbilang… “menarik”, dan juga ada alasan camping ini menyenangkan, tetapi juga ada sedih, atau kegagalannya.

Secara keseluruhan, format camping lomba seperti ini menjadi tantangan tersendiri, dan juga membantu introspeksi diri, karena… yah lucu gitu kalah lomba Dasadarma sama anak penggalang… (Iya, aku penegak, calon bantara, tapi masih suka lupa-lupa dasadarma).

Aku dan reguku, yang beranggotakan Aan dan Fauzi, sudah siap untuk menelan nasib, dan juga berkompetisi dengan regu lainnya.

Oh, dan catat… tidak ada foto untuk sekarang, dikarenakan foto masih nyangkut dan disita oleh Pembina kita sampai semua laporan beres!

Day 1

Tiba di Rancaupas…

Yeay, nyampe… Kita pun segera mendapat barang kita disita langsung sesudah kita sampai Rancaupas… Yes, kayanya bagian ini cuman bisa berisi ini doang.

Penyitaan Barang

Sebelum memakan makanan yang kita bawa dari rumah, barang pun dikumpulkan di dekat Kak Ato dan kawan-kawan, dan kita diizinkan membawa alat sholat, minum, dan juga alat makan. Oh, serta tas kosong!

Selain itu, semua barang disita panitia, dan kita harus menelan nasib, dan berharap mendapatkan tenda, atau apapun itu… melalui lomba.

Sesudah penyitaan barang dan makan, kita langsung bersiap memulai acara melalui apel/upacara. Sesudah upacara dimulai, dan juga dibereskan, kita diberi sedikit waktu (dibawah 7 menit) untuk memulai lomba…

Lomba pertamanya adalah lomba yel-yel.

Kami berpose centil… demi tenda

Untuk pembaca yang tidak di sana pas camping, tolong ketahui bahwa… orang-orang benar-benar ngakakakakakakakakakakakak pada bagian ini. Terkadang demi mendapatkan suatu hadiah kami harus berusaha, dan terkadang… jika hadiah ini bersifat hidup atau mati, kita hanya bisa menelan nasib, dan membuang sedikit saja harga diri milik kita.

Jadi, sesudah waktu yang tipis itu beres diantara upacara dan lomba yel-yel, aku dan reguku, yang sudah memilih nama Panda… Sudah punya yel-yel.

Yel-yel nya berbunyi seperti ini… “Ada panda dalam tenda/ Putih, Imut, Besar / Kami dari regu putih/ Sigap, Kuat, Ceria/ HALO! Kami dari regu putih…/ CEKRIK”. Ketika kita melakukan cekrik ini, kita lengkap dengan pose yang nggak banget deh. 3 Cowo yang tampak strong, berpose centil… Demi dapetin tenda. Bahkan, Bu Dita, juri, serta juga ibunya Fauzi tertawa dengan sangat puas ketika kita sampai ke bait terakhir, yaitu Cekrik.

Alhasil, meski malu, tenda pun sukses kita bawa ke markas! Yang gak dapet tenda sayangnya, harus membuat bivak dengan jas hujan. Yang sedikit mengecewakan adalah, kita mendapat tenda tanpa pintu. Untungnya ini belum jadi masalah.

Perlombaan!

Lomba Morse… . . .  – – –  . . .

Singkat cerita, lomba morse dan semaphore dilaksanakan berbarengan, dan kita sudah cukup skilled untuk memecah diri dan memberikan Aan, yang tentunya paling hapal semaphore (dan juga kepramukaan secara umum) diantara kita bertiga, untuk lomba itu. SPOILER: Aan, mendapat nilai sempurna.

Lalu, Fauzi dan aku yang tahu bahwa berusaha memenangkan Morse itu gak sesusah Semaphore, dan untungnya karena 4 / 8 kelompok dengan skor tertinggi akan mendapat hadiah, jadi… kita #maksa, dan mencoba memenangkan tuh lomba Morse.

Ketika Morse diulangi, Fauzi dan aku hanya mendapat ilmu baru bahwa T = – . Untungnya, selain itu, kita berdua sudah hapal huruf vokal, dan juga B, C dan M,  dan S.

Dengan pengetahuan 10 huruf atas gabungan kedua ilmu kita, pasnya huruf, A, B, C, E, I, M, O, T, S, U, kita menang! Dengan hanya menjawab 4 soal, dan mengisi semua huruf yang kita tahu itu, kita menang… Dan kita cukup beruntung untuk mendapat hadiah berupa lampu tempel..

Aan yang mendapat nilai sempurna memenangkan papan dada. Sedangkan kita, dengan nilai pas-pasan, tapi tetep top 50% mendapat yang namanya… Lampu Tempel.

Pramuka Itu… (OH TIDAK)

Pernahkan anda merasa… putus asa, dan malu? Jadi sesudah lomba semaphore, morse dan membuat tenda atau bivak, kita dipanggil untuk lomba. Lombanya itu ada 3, dilaksanakan berbarengan, lomba trisatya, lomba dasadarma, dan lomba UUD 45.

Regu kita sudah bersiap untuk ini, aku mendapat UUD 45 yang tinggal baca dengan gaya keren, Fauzi untuk trisatya, yang gak susah-susah amat, dan Aan untuk dasadarma, yang relatif paling susah, dan paling gampang untuk merasa tertekan.

Sayangnya karena lomba gak dikasih tahu, aku dan Aan tertukar. Dan saat ditanya Dasadarma itu apa aja, aku hanya menjawab, poin 1 sampai 3, dan 8 sampai 10. Jadi, nilainya bolong-bolong lah. Tentunya, aku gagal membawa pulang matras, disaat Fauzi (meski katanya nilainya pas-pasan) dan Aan membawa pulang hadiah masing-masing. Kalau gak salah, gas sama kompor.

Disaat ini, aku mulai merasa bahwa, udahlah bawa happy aja, kalau rejeki menang, kalau gak ya… kurang hoki.

Tapi tetep, sebagai permohonan maaf… Kutulis Dasadarma, tanpa ngeliat internet.

  1. Takwa kepada tuhan yang maha esa
  2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. LUPA!
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

Kalau ada yang salah… ya gitu lah… maafkan.

KIM Jong Un… eh?

Sorry, salah, bukan Kim Jong Un, tapi KIM, dalam artian indra. Aku mendapat KIM Cium dan juga KIM Dengar. Fauzi diminta mengerjakan KIM Lihat, dan juga KIM Raba. Aan mendapat KIM Rasa, dan juga Puzzle.

Untuk kedua anggotaku itu, aku tidak bisa menjamin, tapi setahuku kita menangin semuanya… Gawat, sebenarnya aku merasa kasihan sama penggalang yang pada gak dapet beberapa hal, tapi ya udah atuh, mau gimana lagi.

Saat KIM cium, aku mencium banyak aroma yang wangi, dan juga enakeun buat dicium, dan lain-lain, kurang lebih sih, dia bahan masakan, bumbu, teh, ataupun minyak untuk bayi. Pas mencium aku dipasangin blindfold.

Saat KIM Jong Un… EH! KIM Dengar, aku mendapat seri di posisi 4 dan 5, dengan nilai 85, sesudah mendapat cerita yang rada lucu dan dipenuhi detil disana dan disini.  Detil ini rada susah ditangkep sayangnya, jadi ada 1 ½ soal yang miss, dan alhasil aku kalah suit sebagai tiebreaker. Jadi aku gak dapet barang yang jadi hadiah.

Sayang sekali…

Thales dan Piramida Giza. Azriel dan Pohon Gaje.

Hadiah kali ini berupa wajan. Dan untuk pertama kalinya, aku diberikan lomba yang paling susah! Lomba yang aku dapatkan berupa tafsir ukur, dan aku diminta mengukur sebuah pohon yang rada tinggi.

Gimana cara ngitungnya? Untungnya, aku sempat baca dan jadinya bisa mengukur jarak tanpa penggaris. Nah, tapi bukan cuma jarak yang jadi issue, karena untuk mengukur tinggi gak bisa pake metode itu. Aku menggunakan metode ala Thales ketika dia mampir ke Mesir, Piramida Giza.

Thales yang katanya pintar ini menghitung piramida yang tinggi nan megah itu menggunakan sebuah tongkat. Ia mengukur bayangan kedua hal ketika matahari lagi pas gak ditengah, lalu menghitungnya dengan aljabar dan skala untuk mendapatkan tinggi si pohon. Ketika yang lain membandingkannya dengan sebuah model bernama Oris dengan tinggi 150 cm, aku menggunakan ranting sepanjang tanganku (yang kurang lebih 30 centimeter panjangnya) dan mengukur bayangannya. Dihitung dan bla, bla, bla, bla… mendapat angka 12 meter.

Angka yang kudapat hampir benar (sesudah diukur oleh Kak Ato, karena awalnya ada miskomunikasi dan salah ngitung ketika perkiraannya 18 meter, padahal punyaku lebih tepat), dan kita memenangkan wajan! Hurrah!

Masterchef: Edisi Pudding.

Harus diakui, ini lomba menantang, dan rada susah. Sejujurnya kelompokku gak punya banyak masalah dengan kompor, gas, wajan, dan juga wadah saat membuat Pudding. Tapi, kita kurang bahan.

Hadiah lomba pudding adalah sleeping bag, dan sayangnya kita gak dapetin tuh Sleeping Bag.

Kenapa bisa gak dapet? WELP! Kita kalah, karena menurut Chef Dita dari dewan juri, pudding kita akan menang kalau ditambahin air dikit. Tapi lucunya dari semua orangtua, ini super ketat and beda-beda tipis rasanya. Kenapa? Karena semuanya jelek.

Jadi Pudding ini sebenarnya aku yang masak, tapi karena gak ada gelas ukur, rasionya kurang tepat, dan pudding kita hanya berbahan gula, susu, dan agar-agar swallow. Ya nasib… at least ada tenda. Padahal, pudding kita memadat paling cepat, karena kita gak ada masalah dengan kompor dan lain-lain. Ya sudahlah, menelan nasib saja. Setidaknya puddingnya enak menemani makan malam nasi dan telur. (ini masih nanti ya, lomba pudding tuh sore, tapi baru kita makan malam-malam)

Sore hari!

Berburu Fotografer Prewedding.

Sorean, kita diminta berburu bahan-bahan, pasnya bertepatan dengan penjurian pudding. Sayangnya, selain melihat beberapa orang foto prewedding, tidak banyak hal menarik atau yang teringat sampai sekarang dari berusaha mencari sayur ini. Jadi ya, jika hal yang paling berkesan adalah orang-orang foto prewedding, maka kayanya sebenernya rada membosankan perjalanan ini.

Makan Gak Kamu!

Sesudah hunting fotografer prewedding, kami diminta untuk beristirahat, serta memasak dan juga makan. Ketika berkeliaran dan memastikan masakan dan lain-lain sudah siap, kami dari para penggalang dan juga penegak, memasak bersama nasi dan telur untuk makan malam.

Sambil makan pudding dan juga nasi telor (alias menu makan siang kalau males mikir pas di rumah), regu kami ngobrol dan menyiapkan penampilan untuk api unggun nanti malam. Untungnya, Nira cukup pintar dalam membantu kami mencari ide, karena dia keceplosan kata “panda” dan aku jadi connect untuk membuat sebuah drama berdasarkan board game Takenoko. Mengenai Raja, Panda dan Petani pas api unggun.

Ketika api unggun menyala, beres makan tentunya… dengan banyak hal simbolis yang aku gak siap ceritakan disini, karena hal simbolis bukan hal-hal yang aku beneran suka jelasin, kita langsung disambut MC dan juga memulai penampilan sebagai regu paling tua. EH! Senior.

Raja, Panda, dan Petani.

Penampilannya kurang lebih seperti ini.

Narrator (Azriel): Alkisah, hiduplah seorang raja, yang baru saja merayakan anniversary ke-5 dengan istrinya. Raja ini sangat suka dengan tumbuhan dan juga ia ingin punya kebun bambu yang rapih. Kebun bambu ini dirawat oleh petaninya. Tetapi saat anniversary ke 5, ia dibelikan sebuah Panda, dan ceritanya seperti ini…

Raja (Azriel): Oy, Om Petani, sini sebentar boleh?

Petani (Fauzi): Iya Paduka Raja?

Raja: Kenalan ya, sama Pandaku (Aan), dia doyan makan Bambu, dan kayanya akan kuizinin dia makan bambu di kebunku. Tapi, jangan berarti ini jadi alasan buat kamu nggak numbuhin bambu yang rapih ya… mentang-mentang dimakan jadi gak rapih…

Petani: Bisa Paduka Raja.

Narrator: Keesokan harinya si Petani menumbuhkan Bambunya sampai 5 tingkat, seperti keinginan si Raja, tetapi, si panda nyomot-nyomot semua bambu yang udah tumbuh ini.

Petani: EH PANDA! KUMOHON JANGAN BEGITU!

Panda: …?

Petani: Akan kulaporkan pada Raja! Paduka Raja, boleh minta waktunya sebentar?

Raja: Ha? Sebentar, saya lagi stalking ratu negeri sebrang.

Petani: Paduka, mengapa anda stalking ratu negeri sebrang?

Raja: ANDA BERANI MENYURUH SAYA MELAKUKAN SESUATU?

Petani: Tidak, maaf. Gini, Panda anda memakan Bambu saya terus, gimana mau ini tumbuh 5 tingkat?

Raja: Alah, kamu banyak alasan, lakuin yang bener emang susah? Tumbuhin sampai 5 tingkat aja, udah, kalau iya sukses, kamu gajinya kunaikin, bisa beliin Istrimu sepatu baru.

Petani: Saya tidak punya istri Paduka.

Raja: Ya udah, ceritanya punya.

Narrator: Keesokan harinya hal yang sama terjadi.

Petani: OH TIDAK PANDA! Kenapa kamu ambil lagi?

Panda: Hah?

Petani: Akan kuadu pada Raja! Paduka, Bambumu hampir habis dimakan si Panda!

Raja: Hah? Bentar, aku lagi main ML

Narrator: 15 minutes later!

Raja: Kenapa Petani?

Petani: Anu, bambumu dimakan Panda, apakah boleh besok saya minta Paduka melihat Panda ini makan? Karena dia makan banyak banget!

Raja: Ha? Sambil main ML ya.

Petani: Tapi tolong dilihat Paduka… Aku mulai kewalahan.

Raja: Ya udah deh, daripada kalah terus aku berhenti main sampai lusa.

Narrator: Keesokan harinya, si Raja ini lagi gak mainan HP, jadi dia ngeliat si Panda makan secepat apa.

Petani: Raja, raja sudah liat sendiri kan kenapa itu Bambu gak tumbuh-tumbuh.

Raja: Udah, pokoknya kamu bikin kandang terbatas,  dan tanam Bambu yang banyak di kandang Bambu itu. Tiap kali si Panda mau makan, tumbuhin, dan masuk dalam kandangnya, bisa?

Petani: Bisa raja…

Raja: SIAPNYA DIPAKAI!

Petani: Siap Bisa Siap.

Narrator: Keesokan harinya, semua senang, dan pagar untuk si panda tercipta. Si raja senang karena tamannya rapih dan dia bisa mainan HP tanpa diganggu, si petani gajinya naik dua kali lipat, dan si Panda senang bisa makan!

Evaluasi malam

Sesudah penampilan gak berfaedah dan gak jelas dari Penegak putri, dan penampilan lucu dari siaga, kita diberikan evaluasi tenda. Evaluasi ini cukup menarik, dan juga sedikit membuatku merasa kasihan.

Ya, aku tak punya banyak komen sebenarnya.

Tepar

ZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ……

Day 2

Pagi Hari!

Senam

Hari dimulai dengan senam. Tidak punya banyak komentar sebenarnya… Selain fakta dari 100% waktu aku di depan untuk pendinginan, 90% diisi teori, 5% diisi diam, 3% diisi ngahuleng, dan 2% baru ngerjain pendinginan. Kayanya perlu nyiapin deh materi senam lebih lengkap sebelum camping. (Untuk diriku sendiri, bukan untuk seluruh pasukan PHS)

Jalan Pagi

Sesudah sarapan, dan juga masak, kami diberikan opsi oleh Kak Ato untuk jalan-jalan pagi, atau untuk ke puncak itu gunung, yang aku lupa namanya apaan!

Jadi, sesudah kita ngobrol, dan belajar Bahasa Konglomerat-nya Kak Ato, yang terdiri antara Bahasa Sunda, Inggris, serta Indonesia dicampur… Kita langsung Jalan Pagi. Di jalan, aku diberi tugas untuk mengambil sampel biji-bijian, dan/atau bunga.

Sekitar 1/2 jam berjalan kemudian, kita diberi tahu oleh dua anggota TNI (dengan kamera yang sangat keren) bahwa mereka menemukan setidaknya 2 harimau. Ini tentunya menakutkan, dan sekitar 5 menit mendapat fakta ini, kami dari pasukan PHS segera berkumpul, dan juga duduk.

Tidak lama dari bertemu TNI, Kak Ato memberikan perintah agar kami segera balik, dengan pengecualian regu Kodok, berisi Nugi, Arya, serta Hilmy. Karena kepo, aku memerhatikan mereka… Tetapi aku diusir oleh Kak Ato, karena kayanya ini urusan privat.

Kabarnya kemarin Arya ingin mengundurkan diri… JENG JENG!

Kepo adalah sebuah anugrah

Atas dasar kekepoan… aku pun berjalan sambil memikirkan tentang regu kodok tadi…

Aku serta pasukan PHS pun sampai di bawah, dan sambil menunggu ketiga anggota regu kodok itu kembali… Kami berbincang-bincang tentang, entah apa… Sambil melihat rusa dan juga couple sedang prewedding, cewenya juga tampak memiliki… err.. kebanyakan duit, dengan gaun super lebay.

Okay, ini mulai diatas batas wajar kepo-nya.

Sesudah mereka kembali, kami berfoto, dan fotonya ada di Facebook milik Kak Ato! Gak ada di laporan ini, adanya di Facebook Kak Ato ya…

Tetapi, entah kenapa, Arya, Nugi, dan Hilmy menangis… (entah kenapa ini pura-pura ya, aku bisa menalar kira-kira apa yang sebenarnya di bahas). Ketika mereka kembali, kami mulai berjalan…

Sesampainya di persimpangan, aku diminta untuk mengawal regu Kodok kembali ke perkemahan, tetapi pasukan lainnya akan melewati rute yang sedikit lebih jauh.

Aku yang emang kepo (terlalu kepo) ini merasa perlu menyelesaikan masalah mereka, jadi, masalah mereka aku selesaikan, dengan gaya a la Azriel tentunya. Sesudah masalah dan bivak mereka beres, aku mendengarkan musik bersama Kak Maldi dan Kak Sandy.

Meskipun begitu, Arya tetap pulang… Tetapi setidaknya tiada konflik lagi.

Perlombaan, dan adu Ilmu!

Ketika pasukan tiba kembali, sekitar pukul 11.00… Kami semacam disuruh mempersiapkan diri untuk lomba-lomba berikut…

  • Pengetahuan Umum
  • Peta Pita
  • Pengetahuan Akademis
  • Pengetahuan Seni dan Budaya
  • Pengetahuan Pramuka
  • Pengetahuan Tokoh
  • Dan lain-lain

Aku menyapu bersih kompetisi

Aan dan Fauzi pergi dan melakukan lombanya masing-masing, dengan Fauzi mengerjakan lomba Peta Pita, serta Aan mengerjakan lomba Pengetahuan Pramuka.

Bagi yang pernah main board game bersama aku, mungkin tahu bahwa aku… rada kejam meski ke pemula juga.

Jadi, pada pengetahuan tokoh, serta pengetahuan umum, aku mampu menjawab semua tokoh dalam 9.12 detik, serta mengetahui paling banyak gambar tokoh tanpa perlu Kak Ato beritahu tokoh itu siapa… Selain itu, aku juga mampu menjawab 11 dari 25 pertanyaan saat Pengetahuan Umum. 14 pertanyaan lainnya antara memang tidak tahu, keduluan orang, atau salah jawab, alias ketuker dengan info lain.

Dan untuk pengetahuan umum ini, kompetisiku yang lain juga… semacam diberi sedikit kelonggaran oleh Kak Ato… Sesudah menjawab 4 pertanyaan dengan benar, Kak Ato hanya memberi izin aku menjawab ketika tidak ada orang lain yang mampu menjawab, alias tidak ada orang lain yang mengangkat tangan. Meskipun begitu, aku tetap dapat menjawab 11 pertanyaan!

Kayanya lain kali aku mesti dikasih lomba yang berhubungan dengan kepramukaan biar gak terlalu banyak skornya…

Ups, ini sombong banget! Tenang, di lomba akademis yang PG, aku gagal menjawab satupun pertanyaan gara-gara keduluan orang lain…. Nasib.

Waktu Bebas

Kami diberikan waktu bebas untuk makan dan pindahkan tenda ke tempat baru sampai pukul 4.00.

Hari ini sudah cukup bersih dari aktivitas gara-gara hujan… tapi sekarang masih ceraaaah!

Saat masih cerah, aku dan kelompokku memindahkan tenda ke camping ground baru. Sesudah tenda dipasang dan diamankan, ketua dipanggil, dan kita perlu memasak untuk makan siang. Kita memasak nasi telur dengan bumbu micin… (oh tidak…) Tapi ya, namanya micin, rasanya enak.

Sayangnya, sebelum makanan siap, hujan deras melanda, dan lucu sekali! Reguku tak punya pintu tendanya! Ini semacam nasib…

Jadi aku dan Aan yang menjaga tenda kewalahan memastikan tenda tidak kemasukan air. Aan sendiri membenarkan flysheet untuk menghalangi lubang dalam tenda serta membuat pintu dengan flysheet itu, dan aku… semacam membuang air yang sudah ada di dalam tenda.

Ketika itu beres, Aan dan aku sudah cukup tenang dan bosan dalam tenda… Fauzi kebetulan mencari Kayu Bakar sebelum ada hujan.

Hujan masih berlangsung sampai pukul 15.30, dan kami baru makan sekitar jam 16.00

Evaluasi Malam

Lomba yang tadinya mau dilaksanakan terpaksa untuk dibatalkan… Karena hujan… Ketika sekitar pukul 17.00, kami diminta berkumpul di masjid, segera sesudah mandi oleh Kak Ato. Kak Ato memberi perintah yang cukup jelas seperti ini.

“Pokoknya, entar kumpul lagi di masjid sebelum maghrib dah kasep-kasep dan dah geulis-geulis. Bisa? Ada pertanyaan?”

Aku tentunya bertanya karena sekarang aku sudah bisa menyelesaikan permintaan Kak Ato… “Kak Ato, kalau saya sudah kasep dari sananya gimana?”

Berikutnya terdengar semburan tawa dari penonton dan muka takjub dari Kak Ato.

Kami bertemu lagi sebelum sholat Maghrib di masjid, dengan iringan musik dari Greatest Showman!

Malam, malam sesudah sholat Maghrib, evaluasi pun dimulai! Tentunya semua anggota punya kelemahannya masing-masing. Tetapi aku sendiri kelemahannya mirip-mirip dengan dulu…

Kurang rapih! Selain itu, aku juga tumben menjadi panutan dan contoh untuk Kak Ato! Untuk Penegak putri, mereka diminta untuk belajar mengayom ke aku. Waw! Aku merasa… sedikit bangga!

Api Unggun!

Kami menyalakan api unggun malam itu, dan hampir semua penggalang ingin tidur dalam masjid agar hangat. Tapi, kita, para penegak perlu menjaga di malam hari saat shift, dengan api unggun tentunya.

Api unggunnya cukup hangat, dan kita gunakan untuk memasak sosis, serta ubi cilembu. Hasilnya cukup enak.

Sambil menikmati api unggun. Kak Maldi juga menanyakan opini dan perasaan sesudah penempuhan bantara. Aku diminta memberi jawaban yang tidak berbelit-belit dan mampu dipahami manusia normal… Aku sendiri bingung… Entah mengapa. Sesudah pukul 11.00 (kalau tidak salah), shift malam dimulai…

Kami menyalakan api unggun malam itu, dan hampir semua penggalang ingin tidur dalam masjid agar hangat. Tapi, kita, para penegak perlu menjaga di malam hari saat shift, dengan api unggun tentunya.

Api unggunnya cukup hangat, dan kita gunakan untuk memasak sosis, serta ubi cilembu. Hasilnya cukup enak.

Sambil menikmati api unggun. Kak Maldi juga menanyakan opini dan perasaan sesudah penempuhan bantara. Aku diminta memberi jawaban yang tidak berbelit-belit dan mampu dipahami manusia normal… Aku sendiri bingung… Entah mengapa. Sesudah pukul 11.00 (kalau tidak salah), shift malam dimulai…

Aku kebagian jaga malam pertama, bersama Nira (salah satu penegak putri) dan Kak Maldi. Kak Maldi menyetel musik, yang kebetulan seleranya cukup cocok dengan selera musikku dan Nira, jadi kami tidak komplen. Kami juga diberi cerita penempuhan Bantaranya Kak Maldi yang 10 kali lipat lebih parah dari penempuhan bantara milik kami dari para penegak…

Sekitar pukul 1.00 lebih, pas lagu Rewrite the Stars sedang main, shift ku beres, dan aku tidur…

Day 3

Hari ketiga tidak memiliki banyak cerita menarik selain fakta kami sedikit lelah… dan yang diceritakan dibawah sini tentunya

Kolam Hangat

Kami diberi izin untuk menghangatkan badan pada pagi hari. Dan kami masuk dalam kolam yang hangat! Dikarenakan kolamnya penuh, kami, para penegak memutuskan untuk duduk santai saja dulu sambil nyanyi-nyanyi beberapa lagu. Sesudah para penggalang kembali ke perkemahan, aku dan seseorang penegak lainnya memasukkan kaki ke dalam kolam yang hangat dan (akhirnya) kosong itu. Tapi ya, kenyamanan itu pun terganggu oleh…

PRIWIT!

Kak Ato memanggil kami semua untuk evaluasi dari orangtua…

Aku sendiri lupa sedikit apa saja yang dievaluasi oleh orangtua, tetapi ada yang tidak sesuai dengan fakta… Seperti “tolong jangan memberikan nama yang terkesan merendahkan ke regu, seperti Panda”. Padahal kan, kami sendiri yang memilih panda, karena kami suka dengan hewan itu. Serta, penampilan tentang Dilan oleh penegak putri juga diprotes oleh orang tua. (aku sendiri juga merasa seperti itu).

Dan juga… akhirnya! Kak Ato mencabut panggilanku yaitu Mumble! Karena saran pertama itu! Oh, dan Kak Ato juga aku protes karena bilang kata kasar ke Kak Idwar kemarin, dan atas itu, Kak Ato memberi 3 peraturan ke kami tentang pramuka.

  1. Senior tidak selalu benar
  2. Ketika Junior bertemu Senior, berikan salam
  3. Jika senior salah, kembali ke pasal 1.

Ini tentunya menarik dan akan kugunakan sebagai senjata nanti tentunya. Tetapi untuk kali ini, Kak Ato berterima kasih atas sedikit kesalahannya kemarin.

Selain itu, aku ditodong untuk mengevaluasi semua anggota oleh Kak Ato, karena katanya aku kritis… Dan iya, aku terpaksa melakukan itu… *hiks*

Pengumuman Pemenang!

Sebelum pulang dan sebelum beres-beres, kami diberi pengumuman, ke siapa yang menang Pramuka HS Camp Lomba ini… Dan jeng jeng jeng jeng! Juara 1 untuk Putra adalah kami dari regu Panda! HORE! Untuk putri, juara 1 nya adalah regu Manggis, beranggotakan 3 penegak putri juga.

Sesudah ini, kami beres-beres dan langsung masuk angkot untuk pulang! Perjalanan pulangku bersama para penggalang putra, Aan, Nira, dan juga tentunya diriku…

Kesimpulan

Terkadang, kami harus mau untuk tidak memberi ampun. (Kalau ini terkesan kejam, tolong, tolong baca sampai bawah) Malam pertama… Kak Ato mengajarkan kami untuk semacam, jangan selalu mau mengalah untuk yang junior. Kami tahu bahwa pasti akan ada saat keputusasaan, tapi, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk “memanjakan” para junior kami.

Kurang lebih, pesan moral camping ini adalah, selalu saja mau berkompetisi dengan sepenuh hati, dan juga jangan mau menyerah!

Terima kasih sudah membaca laporan ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *