Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Album Debut Lauv telah keluar selama 2 minggu. Artikel ini, bisa dibilang… Terlambat parah.

Tetapi, aku sudah mendengarkan hampir semua lagu dari album ~how I’m feeling~ puluhan kali, dan aku sudah siap menuliskannya menjadi sebuah artikel.

Jadi, ini ranking pribadi mengenai 10 lagu terbaik dari Lauv, yang keluar di album ~how I’m feeling~, berbeda dengan artikelku tentang Lauv yang sebelumnya, membahas tentang lagu-lagu terbaiknya secara umum, artikel ini bersifat lebih spesifik ke albumnya. P.S. Lagu yang masuk di artikel sebelumnya belum tentu masuk di artikel yang ini.

#10. Canada (feat. Alessia Cara)

Bagi orang California seperti Lauv, ada lelucon di mana orang yang hidupnya lagi kesulitan akan mempertimbangkan pindah ke Kanada. Lagu ini menangkap secara sedih, humoris, serta realistis untuk orang-orang yang mempertimbangkan hal tersebut. Lagu ini juga dinyanyikan dan dibuat bersama penyanyi asal Kanada, Alessia Cara.

Selain itu, Lauv memilih menggunakan warna kuning karena aura lagu ini sangat positif!

#9. Julia

Lagu ini ditujukan bagi mantan Lauv, Julia Michaels. Sangat subtle penamaannya… Thanks Lauv.

Lagunya bersifat sedih, dan liriknya menandakan penyesalan, aku sih, seneng aja karena Lauv tampak dan terdengar bahwa dia sedang depresi. P.S. ia menggunakan wig dan baju biru agar tampak seperti Hopeless Romantic.

#8. Feelings

Feelings mengisahkan tentang seseorang yang memiliki kesulitan membaca perasaan orang lain, baik secara romantis ataupun sosial. Oke, soundtrack of my life!!!

Selain itu, rekamannya juga lucu karena tampak seperti difilmkan dengan kamera jadul, atau smartphone merek Cina.

#7. For Now

For Now adalah lagu yang mengisahkan tentang kesulitannya menghadapi long distance relationship. Lagu ini tidak “ngena” secara personal, ataupun lucu, tidak seperti lagu lainnya, tetapi lirik yang dituliskan sangat pintar, dan Lauv juga sedikit menyindir penggunaan Smartphone, yang hanya menambahkan bonus poin bagiku!

Fun Fact, lagu ini sering dimainkan Lauv di konser-konser sebelum dikeluarkan secara resmi tanggal 6 Maret kemarin.

#6. Tattoos Together

Maaf tidak menggunakan versi yang resmi dirilis Lauv. Tetapi ini versi clean, bebas dari kata kasar.

Tattoos Together menangkap sisi humoris Lauv yang lebih jarang dilihat daripada sisi depresi dan sedih yang ia sering tampilkan, mengisahkan sebuah hubungan yang cepat berkembang, dan berkomitmen untuk melakukan suatu hal bersama-sama, dalam kasus ini, membuat satu tato bersamaan.

Liriknya lucu, namun agak kasar, silahkan cek versi original di Youtube Channel Lauv tentunya!

#5. Sims

Menjelaskan lagu ini secara personal. Orang-orang terlalu takut akan membuat gerakan, dan sering membuat tindakan bodoh dan impulsif, yang membuat mereka melewatkan kesempatan baik yang seandainya dilakukan secara berbeda dan sederhana… Bisa berujung bahagia.

Soundtrack orang yang sering keceplosan hal-hal konyol!

#4. Who (feat. BTS)

Tidak. Hadirnya Jung Kook dan Jimin dari BTS tidak menjadi faktor tambahan lagu ini dimasukkan dalam daftar ini.

Namun iya, range vokal Lauv dan kemampuannya menulis lirik, beserta sinkronisasinya dengan kedua vokalis lain membuat lagu ini sangat enak didengar secara khidmat dan serius.

#3. Modern Loneliness

Lagu ini ditulis Lauv tanpa sedikitpun makna cinta. Dan aku menyukainya karena itu. Modern Loneliness mengisahkan sosialisasi di era modern, beserta hadirnya sosmed yang menghilangkan hubungan realita di dunia.

Lauv merasa Modern Loneliness ditulis dengan baik secara lirik, sehingga ia membuat versi dengan subtitel lirik, dan liriknya ia terjemahkan dengan bahasa berbeda-beda. Satu bahasa, satu video. Bahasa Indonesia juga ada!

#2. i’m so tired

No, I’m not tired of this song.

Fun fact. Lauv membuat bridge khusus untuk versi akustik lagu ini.

“Somebody cover up my ears, Somebody save me from my heart, Somebody take me far from here, and rip the speakers out of my car. Cause I’m ready to love you, or I’m ready to lose you… But I can’t wait here any longer”

#1. Mean It

Masih nomor satu. Gak akan pernah kalah, gak akan pernah bosen buat aku.

Soundtrack orang yang sering di-PHP-in! (Not that it’s happened before, or it should be any of your business. Shoo, daripada ngepoin orang baca ke bawah)

Honorable Mentions

Invisible Things, Sad Forever, dan terakhir, I’m Lonely.

Baik I’m Lonely dan Sad Forever tergusur karena daftar ini bersifat lebih personal, alih-alih populer, dan kedua lagu tersebut tidak begitu “ngena” bagiku secara personal, walaupun mereka populer.

Invisible Things hanya kalah sedikit dengan Canada, karena Canada dibuat bersama Alessia Cara, dan itu menjadi poin tambahan bagiku. Aku menyukai Invisible Things secara partikuler karena menyindir budaya konsumtif di abad ke 21.

Review Singkat ~how i’m feeling~

Menangkap budaya modern dalam banyak sudut pandang, menawarkan banyak sekali sisi dari satu orang yang sama, baik itu sisi sedih, keras, jujur, humoris, atau pesimistik. Gambaran sempurna akan era sosial media di mana banyak orang menunjukkan satu aspek kepribadiannya dalam bingkai tertutup, walaupun nyatanya memiliki banyak lapisan kepribadian berbeda.

Oh, album ini juga dengan sempurna menyindir semua kebiasaan burukku, dengan pengecualian sosmed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *