Kalibre Backpack Review

Kalibre Backpack Review

HWAAAA Sudah 5 hari ga ada post… (Excluding yesterday)

Anyways, I had some form of camping trip a while ago. Tapi tidak seperti camping trip pada umumnya, aku jalan kaki dari Taman Malabar ke Gunung Puntang. Sesudah dibelikan Carrier yang proper sama Tante-ku tercinta tahun lalu, aku memutuskan untuk memakainya. And here’s a review of that carrier, and how it kinda helped me get through my 12 hour 27 kilometer hike.

Pertama-tama model yang ku review adalah Kalibre Metroplex 01, mine is blue and orange, tapi aku yakin ada banyak warna lain. Anyways, let us climb upwards to the article!

Pros!

Produk Kalibre yang ini sepertinya punya banyak hidden trinket, kaya ada hidden pocket, banyak flap kecil dan lubang untuk sedotan, selain itu, Kalibre juga memberikan user-nya cukup banyak metode untuk packing dengan mudah, karena ada banyak zipper disana sini, yang eventually juga nyambung sama tas utama.

Apart from that, tas ini juga punya tempat diluar tasnya untuk menyimpan matras, menaruh sleeping bag, dan of course, tempat menaruh botol minum. Oh dan andaikan kita punya walking stick yang ukurannya ga gede-gede amat, kita bisa selipin walking stick itu ke tali dengan velcro untuk mengunci si tali dengan tas-nya. With that, we don’t really need to hold it tight, dan kita ga perlu khawatir si tongkat itu akan kebawa air, atau jatuh.

Oh, juga ada raincover yang cukup waterproof, dan dapat menempel ke tas-nya dengan cukup kencang! (masih kalah sama air yang bukan air hujan sih…)

Selain banyaknya mini trinket disana sini, Kalibre Metroplex 01 dengan ukuran 45 liter ini masih punya fungsi yang optimal sebagai carrier.

Selama perjalanan, tas ini tidak memberiku sakit punggung of any sort, dan overall cukup enak dipakai, bisa diatur ukurannya untuk fit pengguna, dan mudah untuk dikencengin.

Iya sebenernya aku ga tahu di review backpack ada apa saja yang perlu dibahas, maklum ini review pertamaku, dan aku bukan orang yang terlalu peka atau kadang bahkan aku ga peduli sama yang namanya kenyamanan… That is sampai aku merasa kesakitan.

Jadi sebenernya kalau untuk toolbox yang disediain sama si Tas Kalibre Metroplex ini, sudah cukup banyak untuk packing se compact mungkin (kecuali skill packingmu seperti aku, yang cemen)… Comfort yang diberikan dengan padding, support dan jetrekan (atau itu lah istilahnya), juga sudah cukup nyaman.

Overall, untuk sisi positif dari tas Kalibre ini bisa di sum up dengan… Tas ini nyaman, dan punya banyak fitur tambahan untuk dimanfaatkan agar bisa membuat packing lebih compact.

Cons (or what could be better)

Well, tas ini punya sedikit (or actually a lot) masalah dengan jetrekan untuk memastikan tas tertutup. Tas ini punya sekitar 6 cliplock (tadi googling dulu hehe), masing-masing berfungsi untuk secure suatu benda, kaya ada yang buat matras, ada yang buat menutup upper lid tas-nya, dan juga untuk Compartment Sleeping Bag, dan banyak we lah.

Well, dari banyaknya cliplock yang ngunci trinkets tadi, memastikan barang bawaan tas-nya aman, seringkali cliplock ini copot-copot dan aku perlu meminta tolong temanku untuk membenarkannya. Cliplock yang ga enak dan gampang copot ini ada rada banyak sih, bahkan kayanya semuanya, termasuk yang di Waist Pad.

Masalahnya adalah kalau cliplock ini suka copot-copot, di daerah yang secure barang, itu akan sedikit memakan waktu untuk membenarkannya berkali-kali karena cliplock ini kurang enak, atau bahkan jika misalnya kita lagi menyusuri sungai dengan carrier, karena keadaan memaksa, cliplock yang copot bisa berujung ke Sleeping Bag yang terbawa arus, atau matras yang hampir hanyut.

Untungnya itu tidak terjadi kemarinnya…

My biggest concern with the cliplocks are that… some of these cliplocks are meant to secure the bag. Cliplock-nya ada untuk memastikan si tas ini tidak terbawa arus, dan tetap bisa dipakai dengan kencang. Sayangnya, aku kadang harus waspada dan merasa tidak aman karena seringnya cliplock ini copot.

Tapi untungnya masih lebih banyak lagi hal baik yang diberikan oleh tas Kalibre ini, namun sedikit mengecewakan saja mereka menggunakan cliplock yang kurang kenceng, karena penggunanya juga pasti akan merasa jauh lebih enak lagi dengan sesuatu yang hanya merupakan minor improvement.

Overall, menurutku Kalibre seharusnya menggunakan cliplock yang lebih baik karena sangat disayangkan experience menggunakan tas yang banyak fungsi sampingan dan nyaman itu rusak karena sebuah jetrekan yang simpel. Cliplock ini juga membuat penggunanya merasa sedikit tidak aman karena desain yang sudah compact dan efisien ini disecure dengan beberapa cliplock, yang sekali lagi… kurang ngejetrek… jadinya gitu deh.

In Conclusion

Well, sebenernya tas dan peralatan itu cuman alat. Mungkin kita bisa punya tas yang sangat baik dan compact, heck, tas yang jauh lebih bagus dari tas Kalibre ini, tetapi ketika kita sudah di alam, segalanya kembali ke persiapan dan skill yang kita miliki.

Mau kita pake tas yang bagus, lengkap dengan peralatan yang bisa ini bisa itu, atau apa lah… Kalau kita tidak punya skill yang cukup untuk memanfaatkannya, jadinya tetep saja, tas yang “mahal” dan “bagus” itu jadi tidak ada nilainya.

My conclusion is a way of saying that, tas yang bagus memang penting, tetapi preparasi jauh lebih penting kalau kita terpaksa untuk melakukan perjalanan dan menghadapi alam. Andaikan kita kurang preparasi, atau kurang skill, jadinya… ya… hal buruk akan terjadi.

Which is also why you should look a bit lower of yourself and remain humble. Don’t compare yourself with others, even if you think you’re better than them.

Semoga artikel ini dapat dinikmati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *