Jürgen Klopp: Televisi, Ulla, dan Relegasi

Jürgen Klopp: Televisi, Ulla, dan Relegasi

Klopp mulai menjadi pelatih Bundesliga pada tahun 2005. Aku tidak akan membahas terlalu banyak tentang karirnya sebagai pelatih di musim pertama. Intinya, Mainz sukses bertahan dan mengalahkan Dortmund yang lagi berantakan karena hutang, Schalke, serta menahan Bayern seri di kandang. Ini semua sudah dibahas di artikel bagian ketiga.

Artikel keempat ini adalah titik penentu terbesar di karir Klopp, dan juga titik balik kehidupan pribadi Klopp. Ini adalah momen, di mana Klopp, seseorang yang baru saja mulai melatih di Bundesliga, menjadi seseorang dengan suara yang kuat untuk sepakbola di seluruh Jerman.

SAT1 dan Mainz

Pada awal karirnya di Mainz sebagai pelatih, teman dekatnya yang berada sebagai anggota pemilik Mainz membangun SAT1 (seperti Sky Sports milik orang Jerman) pernah merekomendasikan untuk Klopp menjadi host utama di acara sepakbola mingguan untuk membahas tiap pertandingan Bundesliga. Tahun-tahun tersebut, SAT1 masih perusahaan televisi kecil, dan temannya cukup serius jika Klopp memang ingin berhenti melatih, ia selalu bisa bekerja bersamanya di televisi.

SAT1 sendiri terletak di kota yang sama dengan FSV Mainz, dan mendominasi penyiaran pertandingan di distrik Rhineland-Palantine.

Tentunya, pembaca sudah cukup kenal akan kepribadian Kloppo untuk tahu bahwa ia tidak ingin menjadi seorang host selama ia masih bisa menjadi seorang pelatih. Ia menyukai interaksi dengan pemainnya dan merasa bahwa melatih adalah bagian dari hidupnya.

Namun, karir televisi Klopp yang tampaknya tidak akan dilanjutkan justru menjadi alasan ia bisa jadi pemegang piala Champions League tahun ini, serta alasan ia bisa menjuarai Bundesliga dua kali.

Pada akhir tahun 2005 dan hak siar Piala Dunia tahun 2006 mulai dibahas, SAT1 yang baru menyiarkan sepersepuluh pertandingan Bundesliga (dan semuanya dari klub papan tengah) menerima investasi serta rekomendasi untuk menyiarkan turnamen tersebut.

Ini bukan sekedar liga champions, atau Bundesliga. Ini Piala Dunia. Turnamen di mana orang-orang yang tidak menyukai bola tetap berusaha mengejar semua pertandingan yang disiarkan. Turnamen di mana seluruh keluarga duduk di depan televisi untuk menonton pertandingan antara dua negara, apalagi negaranya sendiri.

SAT1 mendapatkan hak siar untuk turnamen level tersebut. Tetapi, kekurangan uang yang mereka habiskan untuk investasi berarti mereka harus berusaha berpikir lebih kreatif dan mencari pundit-pundit dengan harga murah. Jadi tentunya, CEO SAT1 yang memegang sebagian kepemilikan Mainz meminta pelatihnya sendiri untuk menjadi pundit.

Meskipun didirkan tahun 1985, dan SAT1 adalah stasiun pertama di Jerman yang dimiliki secara pribadi, SAT1 sendiri baru menjadi stasiun besar pada tahun 2006 sesudah sukses menyiarkan piala dunia. Mereka sudah mulai menyiarkan sebagian pertandingan Bundesliga pada tahun 2004, dan melakukan gaya yang tidak umum dilakukan di Jerman… Mereka menayangkan muka istri dan pacar pemain, mengingatkan tanggal ulang tahun, dan semacamnya. Docu-soap sepakbola ini merupakan langkah awal SAT1 menjadi stasiun yang menyiarkan piala dunia 2006.

Kembali ke Klopp… Ketika ia menerima pekerjaan menjadi pundit untuk piala dunia 2006, bersama Miss Bundesliga Ulla Sandrock, ia membuat statement bahwa ia siap menawarkan analisa yang menyenangkan. Menurut Klopp, pertandingan-pertandingan di analisa dengan gaya yang terlalu “What-if”. Bagaimana jika mereka berlari lebih sedikit dan tidak mendapat offside, bagaimana jika wasit menyatakan bahwa itu adalah sebuah penalty, bagaimana jika tendangan sudut ditendang oleh pemain kidal alih-alih pemain dengan kaki kanan dominan?

Klopp menginginkan dan menawarkan analisa yang what-if, tetapi lebih realistis dan tidak terlalu fokus ke masa lalu. Jika seorang pundit di stasiun lain fokus ke potensi-potensi kejadian yang terjadi jika bola langsung diumpan, Klopp fokus ke opsi-opsi realistis yang pemain tersebut bisa lakukan.

Selain itu, Klopp selalu menjelaskan hal dengan gaya yang mudah dimengerti. Ia tahu bahwa penonton-penonton yang menonton piala dunia bukan orang yang memang menyukai sepakbola dan mungkin masih kebingungan apa yang membedakan pemberian corner alih-alih Goal Kick, dan semacamnya.

Banyak Pundit menggunakan istilah membingungkan seperti counter, overload, offside trap, dan seterusnya tanpa menjelaskan apa itu overloading, apa itu offside, dan hanya menjelaskan apa yang mungkin bisa terjadi jika taktik tersebut tidak digunakan.

Ketika Klopp menggunakan istilah membingungkan, misalnya seperti pressing, Klopp menjelaskan terlebih dahulu, apa itu pressing, dan apa yang bisa didapatkan serta ditujukan oleh sang pelatih dalam memberikan instruksi tersebut, baru masuk ke kemungkinan taktik lain yang digunakan.

Kritikan, serta Pengakuan.

Klopp mendapatkan kritikan dari banyak pundit lain yang menganggap bahwa opini dari pelatih yang baru saja menyelesaikan musim pertamanya di Bundesliga ini tidak masuk akal, dan cukup dangkal sehingga tidak begitu berpengaruh bagi orang yang memang mengikuti sepakbola secara rutin, tetapi, kritisisme ini ditolak atas pengakuan dari dua orang.

Orang pertama adalah Franz Beckenbauer, seorang sweeper (posisi yang sudah tidak ada lagi di sepakbola modern) yang diketahui dengan panggilan Der Kaiser.

Beckenbauer adalah seorang dewa di mata pecinta sepakbola Jerman karena kesuksesannya membawa piala tersebut kembali ke Jerman. Jika Beckenbauer menganggap bahwa hal yang Klopp bilang bisa digunakan untuk professional juga dan orang-orang harusnya mendengar apa yang ia katakan, maka Klopp berbicara secara logis. Klopp baru saja membuat hal yang kompleks menjadi hal sederhana, dan mendapatkan pengakuan dari salah satu pemain terbaik Jerman sepanjang masa.

Orang kedua yang memberikan Klopp pengakuan adalah Miss Bundesliga tadi. Ulla Sandrock. Jika anda mencari namanya di internet, Ulla adalah istri Klopp, dan anda sering melihat pelatih Jerman tersebut memberikan simbol hati ke penonton, khusus untuk istrinya.

Ulla Sandrock seperti Donna Agnesia-nya orang Jerman, ia seorang perempuan yang memiliki kecintaan pada sebuah pekerjaan yang didominasi lelaki, dan masih saja bisa memiliki opini yang membuat para laki-laki ini berpikir kembali.

Klopp bukan sekedar mendapatkan pengakuan dari Ulla, ia juga sukses mendapatkan hatinya, dan pada tahun 2005, Klopp menikah lagi sesudah perceraiannya di tahun 2001. Ini sedikit irelevan dengan konteks karir, tetapi Ulla sering membantu Klopp memotivasi pemain sesudah kekalahan, seperti yang Ulla lakukan ketika ia turun dan membantu suaminya sesudah kekalahan atas Real Madrid di final Champions League di Kiev. Selain itu, Ulla juga bertemu Klopp pada pekerjaannya di sini.

Klopp mendapatkan image baik sesudah Piala Dunia 2006 dan ia mulai dilihat oleh banyak klub-klub papan tengah Jerman.

Sayangnya, kesuksesan Klopp di karirnya sebagai pundit di televisi ini langsung ditimpa kabar buruk dari klubnya.

Klopp ditinggal 7 pemain pada bursa transfer musim 2006/2007… Hasil akhir dari musim ini berakhir dengan Mainz terelegasi pada posisi ketujuhbelas.

Banyak kejadian relevan pada musim di mana Mainz terelegasi, tetapi aku mau mengingatkan bahwa Klopp tidak pasrah, dan dewan klub bahkan tidak berpikir untuk memecat Klopp. Fans dan dewan begitu cinta pada Klopp sehingga mereka tidak bisa berpikir untuk mengusirnya. Akhirnya Klopp pergi sendiri, tetapi tetap dengan kecintaannya pada Mainz, dan ia pergi untuk Dortmund, membawa klub tersebut ke kesuksesan tingkat Eropa.

Pada musim berikutnya, ia belum meninggalkan klub tersebut, tetapi cerita pelatih favorit kita yang satu ini, disudahi terlebih dahulu.

Bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *