Jürgen Klopp: Sampai Bunyi Peluit Terakhir

Jürgen Klopp: Sampai Bunyi Peluit Terakhir

Jika anda sudah membaca dua artikel sebelumnya, maka anda tahu bahwa akhir musim sebelumnya berakhir dengan tragis. Kloppo gagal mencapai promosi karena sebuah propaganda pada pertandingan derbi lokal.

Jika belum. Artikel 1 dan Artikel 2

Tetapi, jika kebanyakan pelatih akan menyerah, atau akan meminta uang tambahan untuk mendapatkan pemain, Klopp tidak melakukan itu. Klopp melakukan hal yang sangat-sangat tampak belakangan ini, ia mengajak pemainnya untuk bangkit, dan tidak sekedar berhenti begitu saja.

Hal pertama yang ia lakukan pada pra-musim adalah mengajak berkemah, seperti biasa.

Klopp mengajak pemainnya di FSV. Mainz ke sebuah perkemahan di dekat rumah di mana ia tumbuh, di hutan yang dikenal turis-turis berbahasa inggris sebagai “Black Forest” jika anda mengira itu nama kue, aku akan memasang muka… “Really? Aku sudah membahasnya di artikel sebelumnya”

Sejujurnya, Black Forest sendiri makin berkurang bagian hutannya. Banyak daerah di Black Forest ini yang dirubah menjadi perumahan, namun Klopp dan pemainnya di FSV masih sempat merasakan ketenangan dari hutan di belahan Jerman yang satu ini.

Cerita banyak ditukar, hiking, berlari, latihan fisik, dan tentunya, memasak makanan sendiri.

Kloppo membangun jaringan antar pemain yang kuat, dan hanya dengan tambahan 2 pemain, Mainz harusnya siap menjadi tim yang naik ke Bundesliga. Bukan sekedar bicara Mainz sebagai klub tentunya, seluruh kota, dan seluruh belahan Jerman menginginkan tim yang memiliki strategi menegangkan ini untuk naik ke Bundesliga, dan bisa disaksikan semua orang!

Masalah finansial yang tadinya ada bisa dibilang hilang. Bukan cuma karena sponsor lokal memperpanjang kontrak, dan sales dari tiket pra-musim habis dalam hitungan hari, tetapi juga karena banyak orang yang bukan fans dari FSV, ataupun warga di kota Mainz, penasaran ingin menonton pertandingan sepakbola Jerman yang sangat rusuh, hal yang tidak umum dilihat di sebuah klub Bundesliga.

Gegenpress yang Klopp miliki belum pudar, belum ditemukan obatnya, dan tentunya, mencapai hasil.

Mainz pergi ke pertandingan pertama dengan perasaan semangat! Hasil pertandingan pertama? Sapu bersih 4-0. Mainz memenangkan pertandingan kedua dan ketiga dengan selisih skor yang cukup jauh juga. Baru pada pertandingan keempat, Mainz gagal mencapai kemenangan pada derbi lokal, dengan skor 2-2.

Optimisme Klopp tidak tampak akan pudar, tentunya, pelatih macam apa yang mengharapkan hasil bagus dari pertandingan awal untuk berhenti? Mainz mencapai paruh musim pada bulan Desember hanya dengan 2 kekalahan, dan 3 kali seri. Sisanya dimenangkan, walau memang iya, ada dua pertandingan dimana ada kesalahan wasit dalam memberikan offside, tetapi, keberuntungan merupakan faktor yang dibutuhkan untuk juara bukan?

Paruh musim Bundesliga 2 yang berlangsung sepanjang 34 pertandingan itu memberikan Mainz 39 poin pada istirahat bulan Desember, di peringkat kedua, peringkat promosi tanpa perlu pertandingan playoff (final antar tim posisi ketiga terendah di divisi pertama, dengan tim ketiga di divisi kedua, pemenang akan bermain di divisi pertama pada musim berikutnya). Mengenal Klopp, momen ini lah momen paling tepat untuk berpesta!

Jika anda tidak mengikuti kabar atau informasi tentang Klopp, maka, aku perlu memberitahu bahwa pelatih Jerman ini bertindak sangat-sangat manusiawi di hadapan timnya. Video selebrasi Kloppo ketika pawai bis sesudah memenangkan final Champions League melihatnya meminum bir, dan tampak pusing serta mabuk. Tidak ada pelatih lain yang akan melakukan itu tanpa takut image-nya di hadapan pemain turun. Klopp mampu melakukannya.

Meskipun secara teknis tidak mencapai “apa-apa” Kloppo masih merasa ini adalah momen tepat untuk berpesta. Jadi, ia berpesta bersama timnya dengan harapan hasil lebih baik dapat dicapai!

Bulan Januari tiba, dan tentunya, Klopp memimpin pasukannya dengan semangat. Pertandingan 18, pertandingan pertama pada kalender baru? Menang. Kedua? Menang.

Namun, amat disayangkan. Pada pertandingan kedua tersebut, bek tengah andalan Klopp, cedera. (catat bahwa jika aku sebutkan namanya, anda pun gak akan tahu, jadi… ya, aku sebut posisi saja)

Cedera ini kurang lebih merusak rekor Klopp untuk 6 pertandingan ke depan. Mainz yang dikenal energetik dalam bertahan, tapi tetap rapih secara struktur, rusak. Klopp yang meraih 6 poin dalam 2 pertandingan sebelumnya, hanya bisa meraih 6 poin dalam 6 pertandingan, dengan satu kali menang, tiga kali seri, dan dua kali kalah.

Pada pertandingan ke 26, Klopp berada di posisi keempat dengan 45 poin (diluar zona promosi, bahkan zona playoff) dengan selisih 1 poin dari tim yang berada di posisi ketiga, serta selisih 3 poin dari puncak klasemen. Pertandingan ke 26 tersebut tidak bisa muncul di momen yang lebih pas. Klopp akan bermain melawan tim yang berada di puncak… Menang, maka Klopp bisa dipastikan menyusul tim yang di puncak.

Namun, sayangnya, keberuntungan Klopp tampak habis. Sebuah gol dari posisi offside diberikan wasit untuk lawannya, dan pertandingan tersebut berakhir seri.

46 poin, pertandingan 27 dari 34. Tim-tim pada umumnya harus meraih promosi dengan rata-rata 73 poin, atau dengan memenangkan 24 pertandingan plus satu seri (kombinasi menang kalah seri bisa apapun tapi kita bicara kondisi ideal).

Dengan sisa 8 pertandingan, poin terbanyak yang Klopp bisa raih adalah 70 poin. Satu kali menang di bawah rata-rata promosi musim-musim sebelumnya.

Tetapi. Aku di sini memberitahu anda bahwa Klopp sukses.

Ia masih memegang rekor promosi ke Bundesliga tanpa playoff, dengan poin tersedikit sepanjang sejarah. Sampai tahun ini, belum ada yang bisa promosi ke Bundesliga tanpa pertandingan playoff hanya dengan 67  poin. Klopp memenangkan 7 pertandingan dan kalah satu, ketika dua saingan promosinya melawan satu sama lain, dan terselip ketika momennya penting.

Mainz menjadi tim yang memanfaatkan kejar-kejaran tegang antara kedua tim tersebut, dan mencapai promosi karena kegagalan keduanya.

Klub Karnival yang Klopp bawa ke seluruh Jerman ini, dengan bis gratis untuk pemegang tiket semusim, dengan syarat rusuh, sukses promosi.

Klopp merayakan kemenangan ini dengan cara yang sangat… Klopp. Pesta. Dengan seluruh kota. Ia tahu ketika musim ini telah beres, ia ada tugas penting untuk dilakukan. Klub didikannya harus menghadang Bundesliga. Namun, ada saat untuk bekerja, ada saat untuk berpesta. Kita tidak bisa melakukan keduanya bersamaan bukan? Mereka harus dikerjakan sambil berdampingan

Awal Mula Bundesliga

Jika anda mengira bahwa Klopp memulai musim pertama Bundesliga-nya dengan berantakan… anda salah. Justru, sebaliknya.

Pada musim pertama Mainz 05 berada di Bundesliga, mereka sukses mengalahkan Schalke 04, dan Dortmund pada pertandingan kandang, dan secara magis, mereka juga bisa menahan seri kedua klub tersebut di pertandingan tandang.

Tolong diingat bahwa kedua klub dari distrik Ruhr di Jerman ini merupakan klub nomor 2 dan 3 di Jerman untuk waktu yang cukup lama, dengan Schalke yang baru-baru ini tergusur menjadi klub papan bawah sesudah naiknya kekuatan RB Leipzig.

Tetapi, di saat yang sama, Mainz juga merupakan klub yang unik. Tidak ada tim yang keberatan jika mereka di kalahkan oleh Mainz. Kurang lebih, pikiran mereka tertulis seperti ini… “Ah well, kalahnya sama tim yang itu, gapapa kok, toh posisi di tabel gak terlalu berubah.”

Musim pertama Klopp di Bundesliga, Mainz menyelesaikan Bundesliga pada posisi ke-9 dari 18 tim. Ia juga menerima ratusan liputan televisi, karena pada masa mudanya, Klopp hampir pasti mengikuti pawai bis Mainz yang sudah dibeli.

Karir Klopp naik besar pada tahun 2006. Sesudah banyaknya liputan televisi yang diterima oleh klub Mainz secara keseluruhan, temannya yang bekerja di sebuah stasiun televisi, membayarnya untuk menjadi seorang pundit. Itu adalah titik penentu terbesar di karir Klopp, tanpanya, aku bisa memastikan bahwa Klopp tidak akan berada di posisinya sekarang.

Bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *