Jaja’s Library Improvements 2.0

Jaja’s Library Improvements 2.0

Post ini adalah follow up dari post sebelumnya, dan sudah lebih sesuai dengan kondisi terbaru.

Semua hal yang aku sebut di post itu dilakukan sebelum Bulan Puasa, sesudah itu, aku mulai membawa temanku, Izzan, yang ikut membantu membuat Perpus Bandung lebih baik lagi, ada beberapa ide dari Izzan yang tidak kepikiran olehku.

Semua masalah dan solusi di sini, menggunakan format Scientific Method seperti yang orang lakukan ketika melakukan eksperimen, karena sepertinya jika kita sukses membandingkan data, kemajuan akan lebih terlihat.

Data dan hasil akan diisi sesudah solusi dicoba, dan data dicek ulang, karena solusi masih proposal

List Of Problems

  1. Fakta Lokasi
    • Seperti di post sebelumnya, orang-orang tidak tahu bahwa Gedung Dispusip dan Perpustakaan Kota adalah tempat yang sama dan terbuka untuk umum. Aku dan Izzan sama-sama mengira ini adalah kantor dinas pas pertama kali lihat.
    • Proposal Solusi dari kita adalah pasang banner, lebih eyecatching lebih baik, setidaknya di depan Gedung Dispusip.
  2. Kurangnya Pengunjung Tetap
    • Ketika kita mengecek data, jumlah pengunjung tetap perpustakaan ini sedikit, dan meski jumlah visitor cenderung lebih banyak dari sebelumnya, kurangnya pengunjung konsisten tetap masalah.
    • Solusi usulan kita, sebenarnya masih belum runut, tapi kita berpikir itu ide baik untuk menambahkan Board Game, agar aktivitas di perpus tidak hanya baca buku, dan setelah riset dan melihat hal-hal yang perpustakaan di luar negeri punya, sepertinya area belajar grup, satu ruangan saja, akan membantu.
  3. Penyalahgunaan Komputer
    • Komputer masih digunakan untuk hal-hal tidak produktif, meskipun pihak perpus sudah mencoba memblokir, komputer masih cenderung digunakan untuk sosial media, dan game online.
    • Bu Neti, Aku dan Izzan, sepakat bahwa ini sudah cukup kritis, dan kita sebaiknya lakukan tindakan ekstrim. Izzan dan aku berpikir untuk membuat hanya 1 dari 4 komputer dengan akses internet, dan sisanya kita isi Ebook, dan matikan semua wifi yang terbuka untuk umum. Kimputer tersebut sebaiknya diberi tanda, atau tulisan, komputer khusus untuk baca EBook. Jika memungkinkan, meng-copy ebook tersebut juga bisa.
  4. Koleksi Buku Anak
    • Ini sudah pernah kubahas juga sebelumnya, dan aku berpikir bahwa buku-buku terlalu membosankan untuk anak-anak, dan buku cerita, yang menurut aku, Babah dan Bubi penting untuk anak-anak, kurang. Buku didominasi dengan buku pengetahuan, yang tidak semenarik buku cerita bagi anak-anak.
    • Revamp atau pilih ulang koleksi adalah ide bagus, dengan bantuan dari beberapa komunitas, dan foundation seperti Litara, pemilihan ulang buku cerita bisa jadi opsi. Aku, dan Bubi juga bisa bantu untuk menunjukkan contoh buku yang menurutku, dan Bubi, cocok untuk dibacakan ke anak-anak.

Sejauh ini, kita sebenarnya belum kepikiran hal yang lebih luas dari 4 masalah penting ini, jadi jika pembaca ada ide di bawah, silahkan comment dan berbagi ide, terima kasih.

 

Special Thanks To Izzan for helping me with Project Library
(Izzan adalah temanku sesama Homeschooler, mulai tahun ini dia akan kuliah di ITB, mungkin para pembaca ada yang pernah dengar atau baca tentang Izzan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *