Jaja’s Library Improvements 1.0

Jaja’s Library Improvements 1.0

Halo lagi…

Untuk yang belum tahu, Jaja itu Duta Baca-nya Perpus Kota Bandung

Mungkin sih tampaknya cuma gelar sementara atau semacamnya, tapi aku jadi Duta Baca tidak sebatas satu hari pas ada pekan literasi aja.

Aku Diangkat Jadi Duta Baca Secara Resmi

Setiap Senin, aku selalu datang ke Perpus kota dan bertemu Bu Neti (Neti Supriati S.H.,M.Si. (Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung). Aku mengusulkan dan akhirnya diberi projek oleh Bu Neti untuk aku beri saran dan kerjakan.

Sebelum aku resmi diangkat jadi Duta Baca, aku sudah mulai pergi ke Perpus dan memberikan saran-saran untuk terus improve perpus kota Bandung.

Beberapa saranku ke Bu Neti, sebelum aku resmi jadi Duta Baca:

  • Pindahkan lokasi Perpustakaan Anak, dan pisahkan komputer dengan buku, agar tidak di ruangan yang sama
    • Ini sudah dilakukan, jika sekarang reader ke Perpus Kota yang letaknya di Jl. Seram, sekarang anak-anak diberikan 2 ruangan, satu ruang baca, satu ruang main, dan ruang komputer yang terpisah dari ruang baca, agar anak-anak bisa lebih fokus saat membaca.
  • Ruangan komputer dewasa jangan ditaruh di area tertutup.
    • Ini juga sudah, sekarang ruang komputer dewasa lebih terlihat, hanya ada 5 komputer, dari yang dulunya 10, dan tidak senyaman dulu, yang dibuat lebih nyaman adalah Perpustakaannya.
  • Blokir website Sosmed
    • Ini sebenarnya sudah dilakukan, tetapi tidak digunakan dengan web blocker yang optimal, jadi pengguna yang pintar masih bisa menembus web blocker ini. Kata Bu Neti, kalau pusing, coba Azriel aja yang lakukan sendiri, jadi next visit, aku akan coba install Web Blocker.
  • Pasang Banner Perpustakaan Kota
    • Yaaaah. Sayangnya ini belum dilakukan, padahal aku dulu mengira Perpustakaan Kota tidak di sini, aku kira ini hanya kantor dinas. Meski tempatnya Strategis, orang-orang jadi kurang tahu ini tempat yang terbuka untuk umum, dan adalah perpus. Bu Neti bilang sudah ada sign yang bilang ini Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, padahal belum ada sign Perpustakaan Kota, padahal kan, lebih penting perpustakaan kota ya…
  • Revamp Koleksi Buku Anak
    • Menurut Bubi, koleksi Buku Anak di sini, kurang menarik, jadi aku sebenarnya lagi berusaha convince Bu Neti, untuk merubah sebagian koleksi buku anak, kalau perlu, Bubi bisa membantu milih bukunya, tapi menurutku, ini bukan prioritas sih…

Aku salut sama Ibu Neti, beliau terbuka atas saran-saran, meskipun datangnya dari anak remaja seperti, ketika aku kemarin datang, meski Ibu Neti lagi sakit (cepat sembuh ya Bu), aku melihat banyak Bapak-Bapak lagi mengatur posisi buku dan menyamakannya dengan katalog. Berarti, Bu Neti serius mengerjakan tugasnya untuk membuat perpustakaan tempat yang diminati umum, wahhh,

Terimakasih atas perbaikan ke arah yang lebih baik secara terus menerus ya bu 🙂

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *