Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Ini telat.

Iya. http://rickriordan.com/2019/12/notes-from-the-winter-solstice-meeting/

Ini mungkin salah satu hal paling penting bagiku pada akhir tahun 2019 kemarin (karena… akhir tahun kemarin agak membosankan. Liverpool vs Leicester penting, tapi gak sepenting ini). Tetapi tidak ada satupun artikel dariku yang membahasnya.

Uncle Rick membuat sebuah tweet masuk trending nomor 1 di dunia. Dengan #DisneyAdaptPercyJackson

Percaya padaku kalau aku bilang bahwa Percy dan teman-temannya dari seri Heroes of Olympus adalah hal yang sangat penting bagiku, jadi kayanya agak telat kalau aku baru mengeluarkan artikel ini tepat 1 bulan sesudah #DisneyAdaptPercyJackson trending.

Artikel ini tentang potensi adaptasi Percy Jackson yang akan dibuat Disney, dan alasan aku menunggu 1 bulan untuk itu, adalah menunggu segala konfirmasi dan segala tek-tok-an Uncle Rick dengan Disney, Fox, serta konfirmasi akan pembelian saham Fox oleh Disney.

Tepat 1 bulan kemudian, berita yang terkumpul cukup untuk membuat sebuah prediksi yang solid akan adaptasi Percy Jackson!

We Don’t Talk About Those Movies

Adaptasi film Percy Jackson sudah terjadi. Rick Riordan sudah berulang kali mengatakan opininya pada film itu. So, We don’t talk about those movies.

Oke, sedikit serius. Film tersebut hampir gak ada korelasi sama sekali dengan buku, dibuat terlalu tua, ceritanya terlalu maksa dengan hybrid rom-com dan teen wolf (serial CW) dan… Yikes.

Tapi-tapi!!! Gak. Kita gak akan omongin adaptasi gadungan buatan Fox.

Untungnya, adaptasi kali ini akan lebih realistis kalau dibuat dalam bentuk serial alih-alih film! Ceritanya bisa lebih slow, bisa lebih banyak ruang untuk bernafas, dan harusnya lebih bagus. Terutama mengingat ini Disney, dan bukan… You know, a right wing media group…

Rick Riordan membuat banyak sekali statement dan bercandaan (bahkan sebuah halaman FAQ) tentang reboot buatan Fox, dan aku yakin penyesalan terbesar Riordan adalah menjual hak cipta film tersebut. Ribuan kali menegosiasi ulang hanya berujung buruk, Fox gak mau menjualnya kembali.

Ada permintaan khusus dari fans.

Ada petisi.

Ada merchandise Camp Half-Blood yang ilegal.

Ada rumor dari Netflix untuk membeli hak cipta.

Ada fans memberikan ide untuk bake-sale.

Semuanya gak ngaruh.

Sampai… Ada Disney.

Disney, Fox dan Percy

Bertanya padaku… Disney adalah sebuah evil company. Serius.

Gambar ini dari No Film School dan ini… Jenius. WOW.

Aku gak berpikir sejauh “Evil Company” tetapi kedua orangtuaku berpikir seperti itu, dan pemikiranku yang awalnya mentok di “Perusahaan Dominan” berubah menjadi evil company.

Ketika sebuah perusahaan sudah mendominasi film anak-anak, Olahraga (melalui ESPN), Perfilman Remaja (Melalui Marvel), perfilman fanboy (melalui Lucasfilm), perfilman Ibu-ibu (melalui ABC, karena… You know, Grey’s Anatomy?) , dan merchandising semua hal tersebut… Mereka sudah pantas masuk daftar Evil Company.

Tetapi, kita masih mengonsumsi produk evil company, karena kita menikmatinya! (uhuk, MekDi, uhuk. Ef-Bi uhuk. Goggle. Uhuk! Nama hutan di Amerika Selatan. Uhuk! Maaf… aku lupa minum obat batuk…)

Disney’s pretty much building their own death star. But we don’t care.

Jadi, ketika meraka mengambil film non franchise dari 20th Century Fox. Sepertinya mereka sudah mendekati dominasi dunia. Karena dominasi dunia pada akhirnya akan jatuh ke tangan Disney (kecuali ada rebellion gak jelas atau Kylo Ren berubah pikiran kayak di Rise of Skywalker), let’s just jump into the wagon!

Disney. Mendominasi Dunia melalui Putri-Putri.

Karena Riordan tidak mungkin membeli 20th Century Fox, dan 20th Century Fox menolak dengan keras dan berulang akan tawaran-tawaran dari Rick Riordan plus Investor… Rick Riordan memulai strategi baru. Ia akan membujuk Disney!

Lagian, mendapatkan untung besar-besaran dari sesuatu yang sudah punya fanbase setia yang konsumtif dan kebanyakan duit adalah hal yang Disney belum lakukan, jadi… Oh wait.

Point taken.

Oke, tenang bro… tenang

Ini lebih parah dari yang aku kira…

Tentunya, tidak akan banyak tantangan kan?

WRONG!

Anastasia

Ketika berhadapan tentang film musical yang memiliki happy ending dan ada tuan putrinya, kita akan menghubungkannya ke Disney. Iya kan? Ke mana lagi coba?

Sayangnya, Anastasia ada.

Dan oh boy… Drama antara Disney dan 20th Century Fox baru mulai.

Ini poster filmnya. Cukup satu kali lihat, dan kalau anda gak lihat logo kecil di bawahnya…

Pasti anda mengira ini film disney. Iya kan? Coba kita bikin ceklis!

  • Istana di belakang? CHECK!
  • Penyihir jahat? Cek
  • Tuan putri agak naif, tapi pemberani? Check.
  • Makhluk peliharaan lucu untuk merchandising di bawah? Check.
  • Merchandise makhluk peliharaan lucu? gak ada… Ini doang sih.
  • Karakter supporting cowo yang sok tahu dan sok pemberani? CHECK!!!

How is this not a Disney Movie?

Film-nya bagus, tapi Disney ingin menunjukkan dunia bahwa rencana world domination mereka akan sukses. Mereka akan menembakkan Death Star ke Fox.

Hasilnya, selain liputan press buruk walau Anastasia sendiri film yang sangat bagus… serta tuntutan akan plagiarisme menciptakan sebuah tembok yang Disney ciptakan.

Fox gak berani menyentuh kartun-kartunan lagi, terutama kalau itu musical, dan ada tuan putri-nya.

Dramanya jelas banyak. You know, a couple of lawsuits… Fox akhirnya menyerah.

Lucu ya, kalau dituntut mereka nyerah, tapi kalau kekeuh soal liputan dengan narasumber pro Donald Trump dari Mars mereka gak peduli.

Aku bahkan belum bisa bilang bahwa drama antara Fox dan Disney sudah beres dengan pembeliannya.

Banyak sekali grey area yang Uncle Rick masih harus pecahkan…

The Issues.

Issue #1. Walaupun Fox sendiri dimiliki Disney, dan Disney mengambil keuntungan dari Fox, direksinya masih berjalan sendiri.

Issue #2. Fox masih kekeuh gak mau ngasih balik hak ciptanya. I mean, they’re dying and is owned by a company that kicked their butt several times… But, seriously.

Issue #3. Pembuatan filmnya sendiri.

Isu terbesar sebenarnya ada di perbedaan direksi. Walau suatu perusahaan dimiliki perusahaan lebih besar, perusahaan kecil tersebut masih bisa mengambil keputusan akan satu dan lain hal, dan sampai ada tekanan ekstra dari Disney (yang Riordan berusaha ciptakan…) kita belum bisa berharap akan adaptasi Percy Jackson.

Idealisme Adaptasiku.

Nico Di Angelo diperankan Noah Schnapp (Will Byers Stranger Things)

Sisanya gak penting, asal dibuat dengan bagus…

Oh iya, aku akan lebih senang kalau somehow… Adaptasi dimulai dari Heroes of Olympus, alih-alih Percy Jackson sendiri, karena timeline-nya jauh lebih gampang dimainkan, dan karakter akan mulai dari usia remaja, walau story-linenya masih childish…

 

Sampai lain waktu.

This better work Uncle Rick. We’re praying to the 11 remaining Olympians…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *