Foresight Fallacy

Foresight Fallacy

Foresight Fallacy… Apa itu?

Sebenarnya, aku yakin, siapapun yang sudah pernah menonton sedikit serial dan/atau film Time Travel, atau AI, pernah mengerti, atau melihat teori unik ini.

Foresight Fallacy sendiri tercipta karena sifat manusia yang ada secara genetik. Tidak masalah apakah manusia itu kompetitif, santai, jahat, baik, atau bahkan megalomaniak… Semua manusia, secara spesies akan berkontribusi ke Foresight Fallacy.

Sebenarnya, Foresight Fallacy adalah hal yang amat sederhana, tetapi, banyak hal yang membuat kesederhanaan ini rusak, seperti tentunya, time travel sendiri yang pada dasarnya membuat orang-orang (terutama yang bukan penggiat science fiction) migraine tujuh galaksi.

Dan kupastikan, Foresight Fallacy adalah satu dari sedikit hal yang bisa memberikan warna ke spesies kita secara positif, jika dibandingkan dengan AI. Tentunya jika AI yang diciptakan tidak punya Human Drive, tapi, tentunya, siapa yang ingin AI dengan gaya berpikir seperti manusia?

Apa itu Foresight Fallacy?

Aku yakin semua orang pernah menonton suatu serial atau film dengan sedikit Foresight Fallacy.

Jadi, buatku yang baru belajar mengenai sifat manusia yang tidak bisa diprediksi itu, sebenarnya, buatku, Foresight Fallacy adalah alasan kenapa Season III dari The Flash adalah titik paling sampah serial tersebut.

Begini, akan kuberikan contoh mengenai kejadian dan human nature membingungkan ini… Dari serial tersebut…

Dalam 6 Bulan (waktu di serial) dari episode pertama season 3, Iris West-Allen, istri dari Barry Allen (The Flash) akan dibunuh oleh seorang makhluk yang berasal dari masa depan, dan bisa berlari lebih cepat daripada The Flash.

Manusia adalah makhluk yang memiliki drive, dan tentunya, meskipun Barry bukan lagi seorang manusia (he’s a metahuman 😉 ) ia tetap memiliki drive yang sama.

Jadi, dengan mengetahui pasti apa yang akan terjadi di masa depan, kita sebagai manusia akan berencana untuk mengubah apa yang kita ketahui secara pasti dan yang pasti tersebut, menjadi tidak pasti…

Skor rating The Flash turun dari 82 di Metacritic (which was good, or at least, decent) menjadi 64. Aku sih tetap nonton, meski aku tahu ujungnya, namanya Superhero, mereka akan menang. Plus pihak TV masih ada kontrak dengan pemeran Iris West-Allen untuk setidaknya 3 season lagi. Jadi, hampir dipastikan bahwa dia akan selamat, dan serial itu sudah mencapai titik… -_-”

Untungnya, season 4 cukup bagus. Meski villain utama dari season 4 terlalu overpowered, dan kemungkinan besar, bahkan pasukan Kryptonian pun masih kalah melawan dia…

EHEM, sorry, off topic.

Masih bingung kah?

Nah, sebenarnya, Foresight Fallacy dalam kasus di atas tampak bagus, dan tidak sesuai dengan istilah fallacy, yang berarti kegagalan. Jadi, sebenarnya, kenapa Foresight adalah hal yang buruk? Bukannya mengetahui masa depan berarti melihat kesuksesan, dan jika kita gagal di masa depan, kita bisa merubah diri agar sukses?

Sebenarnya, Foresight Fallacy bukan kegagalan dari manusia, melainkan kegagalan dari masa depan yang pasti itu, dan ini alasan utama mengapa menurutku, manusia tidak akan pernah digantikan oleh AI.

Sebagai orang yang tidak pro akan AI…

Kalau para nanobiologis berusaha untuk memastikan AI tidak bisa memasukkan tubuhnya ke dalam manusia, dan kalau para ilmuwan komputer memastikan AI tidak akan pernah tercipta, kurasa para psikolog, antropolog, dan filsuf akan berpikir bahwa, meski AI sudah ada, akan sangat sulit untuk melihat AI yang mempunyai drive untuk merubah sesuatu.

Kepastian dari Ketidakpastian

Satu hal yang kita bisa pastikan dari manusia sendiri adalah… karena manusia sangat-sangat… labil. Kita adalah makhluk yang pastinya akan membuat dan melakukan hal baru tiap harinya.

Sebagai spesies, kepastian yang manusia bisa dapatkan hanya dari tiadanya kepastian.

Sifat ketidakpastian manusia sendiri paling tercerminkan oleh pasar saham.

Kita tidak akan pernah tahu secara pasti bagaimana cara untuk memprediksi pasar saham, dan andaikan kita tahu caranya… Foresight Fallacy akan bermain.

Misalnya, sebuah AI yang bisa memprediksi kenaikan saham dengan tingkat akurasi 100% diciptakan dan ada secara gratis… That’s good! Freelancer yang main saham akan senang juga tentunya!

Dalam 24 jam launching, AI sudah digunakan oleh 5 juta orang…

Pada hari dimana AI sudah dipakai 5 juta orang, ada prediksi baru muncul… (Ini benar-benar asal, karena, sebenarnya, siapa yang tahu tentang manusia?)

  • Besok, harga saham dari klab sepakbola Juventus akan turun sebesar 12% dikarenakan pensiunnya Cristiano Ronaldo, dan perginya Paulo Dybala, Gonzalo Higuain, serta Andrea Barzagli. (semoga Google cukup up to date, karena aku bener-bener acak milih pemain dari list yang ada di google 😛 )
  • Besok, harga dari saham semua perusahaan minyak akan naik sebesar 100% dikarenakan, orang-orang makin menyukai minyak, dan entah mengapa, tidak ada enviromentalist yang sedang beraksi untuk menurunkan penggunaan minyak.
  • Dalam 8 jam, harga saham google akan turun 18% dikarenakan mereka lupa membayar pajak, dan akan menerima tuntutan hari ini juga, bisa berakhir bangkrut.

Berdasarkan prediksi ini, apa yang akan dilakukan orang yang bermain saham?

Jual semua saham yang dimiliki, terutama bagi yang memiliki saham dari Juventus, serta saham dari Google.. Segera beli saham minyak, selagi murah.

Dan disini, inilah saat ketidakpastian itu muncul…

  • Saham Juventus turun, dan bukan karena ditinggalkan beberapa pemain, melainkan karena AI bilang begitu.
  • Minyak? Naik! Sebelum esok hari, dia sudah naik, dikarenakan semakin sedikit orang mau menjual, dan banyak sekali yang menginginkannya.
  • Saham Google langsung dijual, dan ya, bisa saja tidak laku, jika betul mereka akan menerima tuntutan pajak dalam 8 jam, siapa yang ingin beli jika harganya mahal?

Jadi, berikutnnya, apa yang akan terjadi dari sini?

Human drive plays its part again.

Saham Juventus turun? Mungkin Ronaldo akan dibujuk untuk diam satu musim, dan Juventus akan beli beberapa pemain lagi, agar harga saham klub miliknya naik…

Minyak? Mungkin para “juragan” minyak puas dan bermalas-malasan, atau berhura-hura sampai uang habis, karena ia makin kaya… Mungkin semua pegawainya diajak liburan 2 minggu. Eh, pegawainya diajak liburan? Siapa yang kerja? Kualitas turun, harga anjlok dong?

Google? Mengetahui ia akan menerima tuntutan pajak, ia akan bersih-bersih dan bayar semua hutang perpajakannya sebelum ada tuntutan, dan harga saham google tetap stabil!

Menarik sekali ya manusia?

Jika ada hal yang pasti diprediksi oleh seseorang sebagai A, maka, yang terjadi malahan, B, dikarenakan kita akan melakukan A sebelum waktu prediksi A akan terjadi.

Kesimpulan.

Manusia adalah makhluk yang unik.

Kita memiliki kesadaran, kita memiliki pikiran, kita memiliki otak, dan paling penting, kita memiliki emosi.

Itulah intisari manusia yang sangat-sangat kompleks tetapi menarik ini.

Amat disayangkan bahwa kita sebagai manusia, sering lupa bahwa kita adalah makhluk yang tidak pasti, dan sangat… unik.

Antisipasi… Itulah alasan manusia tidak akan pernah digusur oleh Artificial intelligence, antisipasi manusia, dan emosi milik kita.

Sayangnya, terlalu banyak orang fokus ke emosi dan melupakan antisipasi, dan kelemahan itu, mungkin dimanfaatkan komputer untuk… ya, menggusur kita.

Sampai lain waktu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *