Flash Writing: Paper Programming

Flash Writing: Paper Programming

Seri Flash Writing ini adalah seri yang aku (Azriel) buat ketika aku butuh tulisan yang selesai dengan cepat… Aku yang sedang berusaha membuat satu post per hari, akan berusaha sebaik mungkin untuk mengisi blog ini dengan tulisan, bahkan di hari yang sedikit sibuk. Artikel Flash Writing ini relatif pendek (dibawah 750 kata). Regardless, konten di Flash Writing akan tetap menarik. Enjoy The Article!

Is it possible to program something… without… a computer?

Anyways… ini topik flash writing hari ini…

Code.org has a method…

Website belajar programming (for kids) terbesar di dunia saat ini, Code.org punya metode untuk belajar programming tanpa menggunakan komputer lho…

Code.org sendiri of course lebih banyak menyediakan course dengan komputer, tapi itu ga mau aku bahas sekarang, jadi… umm… staying on topic.

Code.org sendiri mengemas one hour course-nya dengan game yang cukup fun dan challenging untuk dimainkan anak-anak. Level kode-nya sendiri terbilang cukup mudah. Tapi, fungsi course ini semuanya cuman satu… Ngajarin anak cara komputer mikir.

So, sebenernya, kita ga harus beneran punya komputer buat pelajari cara komputer mikir sih, asalkan kita tahu cara si komputer sendiri itu mikir. Which, sebenernya, tahu cara komputer itu mikir ga terlalu susah… Yang susah itu mengkonversi thought process si komputer ke thought manusia. Makanya, programmer butuh logic yang kuat innately, karena struktur bahasa programming itu bisa dipelajarin kok.

So… How does a computer actually think?

Hampir semua PDF yang memberi anak-anak sample projek kode (yang menurutku bagus) punya ini.

Kalau orang gak tahu philosphical thought komputernya, bakalan rada susah jadi programmer sih…

Now, aku mau pake contoh aja ya, comparing Human thought and Computer processing… (ga bisa dibilang thought, since I believe in Descartes’ I Think Therefore I am… topik lain hari)

Human Thought

Aku haus –> Aku mau minum –> Aku minum

Aku ngantuk –> Aku mau tidur –> Aku tidur

Ada tugas yang perlu kukerjain –> Aku pikirin cara ngerjain tugasnya –> Aku kerjain tugasnya

Sebenernya “line”/step ke dua ga perlu, tapi itu harusnya udah cukup buat ngejelasin human thought

Computer Process

Kalau aku haus –> Cari air –> Ambil gelas –> Isi gelas –> Minum air dari gelas –> Taruh gelas di meja

If ngantuk = true –> Jalan ke kamar –> Cek, kamar kunci atau ga. (lanjut bawah)

If kunci = true –> Ambil kunci –> Buka kunci –> Buka pintu –> Naik ke kasur –> Tidur

If kunci = false –> Buka pintu –> Naik ke kasur –> Tidur

Kalau tugas mungkin lebih rese lagi jelasinnya, tapi intinya kebayang lah ya, kalau mau komputer bekerja dengan fungsional, maka harus jalanin step-by-step nya…In detail… Karena, kalau ada satu step aja yang kelewat, si komputer akan bingung menghadapi situasinya dan… umm… ya code malfunction. Bahkan, “kode” diatas belum lengkap, soalnya kondisi false-nya belum tercapai.

Dan, masih ada hal penting yang terlupakan… Kode-nya andaikan kelebihan satu tanda titik, atau even, satu tanda spasi, bakalan error…

Jadi kalau mau jadi programmer, ada 3 hal yang equally penting:

  • Innate Logic
  • Grit, dan niat untuk lanjut terus sampe bener
  • PAAAAAATIEEEENCE… (Menurutku, nomor 3 yang paling penting)

So… Paper Programming?

Staying on topic… jadi, kalau mau ngajarin anak programming, sebenernya ga usah susah-susah pake komputer segala, atau les… ada metode yang lebih simpel, albeit, belum tentu as effective, tapi kepake kok.

Coba minta adik/anaknya untuk sehari/sejam untuk mengerjakan sesuatu seperti komputer, either secara lisan atau ditulis. Kalau anaknya cukup kritis dan mungkin punya logic dan niatnya, and most importantly, sabar… Ada kemungkinan bisa breeze through programming yang lebih kompleks di komputer.

Jadi, kalau mau coba… bisa kan tanpa komputer juga?

In Conclusion…

Muhahaaaa… Muhahahah… Sebenernya, aku kepikiran nulis ini abis salah satu orangtua dari muridku di club programmingku bilang buat practice programming di rumahnya pake paper programming. Which, dengan knowledge-ku (yang ada, seadanya), on the subject, aku jadikan topik ini sebuah artikel…

Conclusionku apa? If you don’t start doing, there’s a chance you might not actually do it at all.

Jadi, daripada repot-repot beli and prep up computer demi anaknya nyoba programming, untuk ngetes tiga skill yang menurutku penting di programmer itu kan bisa pake pen and paper.

Regardless, hope you enjoyed reading! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *