Flash Writing: Irreversible Mistakes

Flash Writing: Irreversible Mistakes

Seri Flash Writing ini adalah seri yang aku (Azriel) buat ketika aku butuh tulisan yang selesai dengan cepat… Aku yang sedang berusaha membuat satu post per hari, akan berusaha sebaik mungkin untuk mengisi blog ini dengan tulisan, bahkan di hari yang sedikit sibuk. Artikel Flash Writing ini relatif pendek (dibawah 750 kata). Regardless, konten di Flash Writing akan tetap menarik. Enjoy The Article!

Waw…. terkadang ada saat aku berharap bisa memencet tombol Ctrl-Z dan undo beberapa hal yang… basically stupid yang aku pernah lakukan sebelumnya. I mean, most mistakes are irreversible, what can I do about it… Tapi, andaikan ada time machine, atau possibility untuk mengulang hidup kita di dimensi lain, apa yang mungkin terjadi… Bagaimana kalau semua kesalahan yang kita buat, yang irreversible itu, jadi… reversible? What could happen to both, the physical world, and the philosophical thought of humans.

Time Machine

Okay, to be fair, aku ga mau bahas mengulang hidup di dimensi lain, karena itu kompleks. Star Trek Discovery masuk ke topik itu untuk 3 episode, dan to be fair, masih ada hal ga jelas, karena ada #plottwist di serial itu… Jadi, aku mau bahas possibility time machine yang bisa diakses semua orang untuk melakukan Ctrl-Z di semua mistake yang pernah mereka lakukan.

It’s a bad thing. Meski ada kemungkinan bahwa Time Machine bisa saja jadi sesuatu yang real, tapi Time Machine sendiri, itu a bad, terrible, idea. Lebih parah daripada introduction Youtube ke anak-anak… since… okay let’s discuss that.

Imagine, bahwa aku orang. (sorry, this gives a chance that I’m not human… and apparently, I am human) Dan aku melakukan kesalahan bodoh. Terus aku pencet Ctrl-Z for the sake of undoing the mistake. Yeah, kasih contoh aja deh. Misalnya, aku cukup clumsy untuk mencuci baju putih dan warna, disatuin.

Well, pas beres, warna dari baju warnanya luntur ke yang putih. And umm, yeah that’s pretty stupid, but… eh, bisa di undo tanpa konsekuensi. Tinggal ulangin lagi deh. Kalaupun aku ga sengaja ngotorin lagi, maka ya tinggal undo lagi. A life without mistakes is one that never improves.

Nah, tapi ini buat sesuatu yang bersifat personal dan… ada hasil yang real dari kesalahannya. Jadi meskipun kita udah undo seringkali, eventually we’ll learn. Tapi ga ada baju yang luntur doang. Sama kaya mecahin gelas, tinggal di undo dan gelasnya normal lagi. Mau seberapa clumsy kita masih akan indirectly learn stuff.

Bayangin kalau… Kita membuat orang lain merasa tidak nyaman… until the person basically dislikes us. Sure, kita tinggal undo, dan konsekuensi-nya ga bakal pop up.

Unfortunately, kita ga bakal tahu hal apa yang membuat merasa orang tidak nyaman sampai orangnya sebel. Kalau kita tahu orangnya kesal sama kita, baru kita undo. Tapi, aku yakin, kita ga bakalan grow as a person, karena, kalau kita bisa reverse every mistake we do, yaaaaa…. buat apa peduli alasan orang lain ga suka kita. Pas orang lain mulai ga suka kan tinggal di reverse.

So, no, time machines are a bad idea… Because people will never learn from their mistakes, and they would nor should they ever care about making a mistake.

Physics?

Do not read this part if you don’t want to be confused

Ya, kalau semua orang reverse semua mistake mereka, maka… ummmm… well, time machine itu rely ke create sebuah alternative timeline. Begitu kita balik ke sebelum kita menciptakan mistake, timeline alternative akan tercipta. Di timeline itu, ada set of events baru, dan hasilnya bakalan ada banyak alternate timeline.

Now, kalau setiap hari ada 10000++ alternate timeline tercipta, (one for every mistake made) Space-time Continuum akan robek, dan basically, this universe will fall apart. Karena waktunya terlalu berat. Ruang-waktu akan robek kalau banyak hal yang melewatinya dalam satu waktu yang bebas.

Bukan cuma itu, kalau satu event merobek si kain space-time ini… robekannya bakalan affect events lain…

So, basically, kita ngerobek kain berkali-kali, sampai benar-benar pecah, dan rusak. Masalahnya, kain itu dimensi kita. Jadi, janganlah gunakan time machine, side effects-nya terlalu banyak, high risk low reward… Don’t do it.

In Conclusion

Let’s not repeat the same mistake twice.

Making a mistake is a common thing to do. The difference between people who are smart and who are… not so smart… are those who never learn from their mistakes. If you don’t learn from your mistakes, that’s a bad news, since, you would never grow as a person.

Regardless, kalau kita belajar dari kesalahan, kita ga perlu time machine kok… Hope you enjoyed this article….

Also, sorry to everyone I’ve ever pissed off, or annoyed, I’ll try my best to not repeat the same mistake twice.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *