Favorite App…

Favorite App…

Sebagai seseorang yang ga pake sosial media… cuman make Line demi komunikasi dan merasa tidak butuh fitur timeline, ataupun stiker variatif (kecuali kalau liat temenku ngirim stiker Chibi Marvel Character, itu beda…), ga main game di HP, dan ga nonton Youtube… terkadang aku sering ditanyakan status millennialism (yes, this word is made up) sama teman-temanku.

Jadi ini sebenernya semacam note bahwa aku masih sangat reliant dan tidak jauh dari aplikasi, jadi… ya begitulah. So, artikel ini berfungsi untuk menuangkan pikiranku pada aplikasi yang paling sering kupakai.

Hope you’ll like it.

WhatsApp?

Jadi sebenernya ini aplikasi yang terbilang sering kupakai, dan ini juga sebuah app terdekat yang aku punya dengan IG, (yes, WA Status, that’s it) dan sebenernya ini kepake juga buat market stuff, dan lain-lain. Apart from that, aplikasi ini seperti SMS, tapi lebih murah, dan metode lain untuk melakukan videocall.

Selain itu ini membuat komunikasi dengan orang-orang menjadi cukup dengan beberapa keystroke. Aplikasi ini, seperti aplikasi messenger pada umumnya memperkecil jarak… also, ini juga kepake buat koordinasi, dan lain-lain kalau mau ngatur meeting point. Selain itu gak kaya Line, WhatsApp juga kepake buat notepad copas-an dengan sebuah grup yang kusebut Data Transfer. Kenapa di WA bisa melakukan hal kaya gitu? Well simpel sih, bikin aja grup dan invite family member terus diusir dan gunakan grup itu sendiri.

Apakah ini aplikasi favoritku tapi? Well no, although it’s a very must-have app, one that goes to the level of… “I can’t really imagine my life without it”, ini ga bisa dibilang favorite karena… yeah it’s an app someone basically must own… tapi ini juga fiturnya bisa digantikan aplikasi lain. Jadi… moving on…

WordPress?

Yeah aku make wordpress di HP. Itu penting sih, ada saat dimana ga bisa nulis dengan laptop, atau kepengen nulis di mobil, maka wordpress mobile adalah opsi yang rada kepake..

WordPress juga kepake banget buat temporal drafting ketika diluar rumah, hanya untuk menyiapkan beberapa tulisan untuk dipenuhi ketika sudah sampai rumah. Tapi…

Well, meski penting, wordpress juga ga bisa disebut aplikasi yang aku suka, karena sekali lagi, dia ada disini karena aku benar-benar membutuhkannya, tapi dia bersifat lebih sebagai… must, bukan karena want. Jadi ini sudah rendah kemungkinannya bisa menjadi suatu hal yang favorit. Karena ini bukan keinginan, tetapi keharusan.

Gojek?

AHHH Gojek apakah dirimu memenangkan tempat di hatiku sebagai app favorite? Sebelum di unveil, aku mau kupas dikit, dan ngasih pesan sponsor ke beberapa artikel lain yang gojek related di website ini…

Ada curhatan mengenai fakta bahwa kadang Gojek bisa jadi kurang reliable, dan juga ada curhatan dari driver gojeknya mengenai orang nyebelin… Tapi sebenernya… Yes, this app is one I really use a lot. Tapi sekali lagi apakah ini aplikasi favoritku?

Coba pikir ya… Tanpa Gojek, transport akan jauh lebih rese, lama atau mahal. Kaya taksi yang rese dan mahal, angkot yang rese dan lama, atau dianter yang rese, dan tidak efisien. Sebenernya sih Gojek sendiri sudah mempermudah hidupku sejak dia pertama keluar…

Aku udah make Gojek sejak dia masih punya lebih dikit dari 10 ribu downloads. Dan Uber bener-bener baru masuk Indonesia. Course, Gojek menjadi temanku sejak aku masih sekolah formal, karena dia nganter jemput aku meski kadang suka ga ontime. Selain itu, dia juga sangat berguna sesudah banyak ekspansi bisnis yang Gojek buat…

Pulang camping, tepar dan laper? Go-Food aja! Males beres-beres, kamar berantakan? Pesen Go Clean! Cape, punggung sakit, pengen diurut? Ada Go-Massage! Pengen ke bioskop dan ngecek jadwal tanpa harus make web CGV yang jelek? Ada Go-Tix! Mau pindahan? Go-Box!

Yeah one app basically solves every single problem… tapi sekali lagi, apakah ini aplikasi favoritku? Sebenernya aku rada bingung… pas awalnya aku nulis ini aku kepikiran, pasti, oh pasti Gojek yang menang, tapi aku kepikiran hal lain… apa ya, yang kira-kira bisa take the cake selain Gojek? Dengan seringnya aku nulis Gojek disini aku yakin sih, pasti pada akhirnya… orang-orang bisa memprediksi bakalan dimenangin Gojek… tapi…

Ada contender lain, karena sekali lagi, Gojek semacam… must have, bukan want. Untungnya buat orang kaya aku (yang kemungkinan ga bakalan bisa naik motor atau mobil) sangat-sangat kepake. Tapi aplikasi contender ini bersifat want bukan must have, jadi… ya baca aja deh.

Music?

Ini aplikasi underrated buat beberapa orang… karena sebenernya ga semua orang make aplikasi musik yang default. Honestly dikit banget orang yang bother buat download (okay, kadang download secara “illegal”, tapi tetep, download) musik, karena adanya Spotify, dan Joox yang ga makan data di HP, tapi makan kuota, yang sebenernya ga ngaruh kalau ada Wi-fi, tapi ya begitulah.

Musik ini sebenernya udah sering banget jadi temenku ngerjain chore atau nulis, dan sebenernya aplikasi yang kupake itu aplikasi musik yang default dan dari sananya udah ada lho… Tetep sih, life without music is bland. Jadi dengan “warna” dan sensasi yang bisa didengerin melalui kuping-ku itu, indah, dan memberi kesenangan terbaru ke hari-hariku.

Alhasil, hidup terasa lebih colorful gara-gara adanya musik ini. Yeah mungkin terdengar lebay, tapi intinya sih begitu.

Mungkin kalau iseng dan gabut ga ada ide tulisan aku mau nulis jenis lagu yang aku dengerin, tapi sebenernya, aplikasi yang bersifat want, dan bukan must have ini pada akhirnya akan menjadi aplikasi must have jika si penikmat (dalam tingkat ekstrim, pencandu) musik memang merasa butuh musik seperti seorang anak membutuhkan ibu-nya.

In Conclusion

DUA KONKLUSI PENTING!

Satu… Iya aku “butuh” dan pada akhirnya rely ke HP sama seperti millennial pada umumnya, namun aku tidak overuse dan procrastinate kegunaannya. Dengan exception kalau ada temen ngajak ngobrol… itu, kadang jadi lupa waktu 🙁 .

Jadi iya, aku millennial dan kadang emang aneh kalau aku ga make sosmed, atau ga nonton youtube, tapi ya begitulah, rada susah convince orang hal-hal umum itu.

Kedua adalah… Tidak harus selalu ada pemenang :V aku tahu sih, ini sebuah kesimpulan yang rada lame… tapi aku ga mau dan ga bakalan memberikan pemenang, karena sejujurnya kalau aku disuruh memilih hidup tanpa Gojek atau musik, aku bener-bener bingung. Tapi dalam dunia yang tidak ideal ini… tidak selalu ada pemenang dan tidak harus ada yang terbaik. Semua orang itu spesial, dan mencolok di dunia ini…

Semoga kesimpulan itu bisa memberikan makna baru pada hidupmu, berhentilah membanding-bandingkan orang, karena semua hal ada gunanya kok. Yang salah adalah jika kita overuse kegunaan itu…

Until tomorrow!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *