Dear Museum Asia Afrika

Dear Museum Asia Afrika

Pernahkah anda merasa bahwa suatu hak milik anda direbut begitu saja? Sejujurnya aku merasakan itu hari ini… Tetapi, ya mau bagaimana lagi…

Jadi begini, ada acara dengan Ibu Menteri Luar Negeri kita, Retno L.P. Marsudi. Dan, oke… bentar dulu…

Catatan: Aku seorang Remaja, aku bisa dan akan merasa moody. Iya, bahkan remaja sesabar, sepintar, sekeren dan seganteng aku *Pembaca mau muntah* bisa merasa moody… Tolong tahu bahwa aku curhat, dan sekali lagi iya… aku curhat.

Jadi begini, jika remaja pada umumnya merasa galau kalau diputusin pacar, ditolak, di unfollow orang, di… apa aja sih? Umm… Itu lah ya.

Inilah cerita yang membuat aku sendiri, Azriel Muhammad… Galau.

SMKAA

Ah, SMKAA, sering sekali namanya kusebut, sering sekali aku berusaha kujelaskan (meski rada gagal, tapi tetep, ada usaha), dan juga sering sekali aku datangi acaranya. Aku belum pernah sekalipun kelewatan satu acara dari Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika ini. Hari ini kebetulan, ada acara dengan skala yang sangat besar, serta juga… melibatkan pihak atasan, dan juga pihak eksternal.

Hari ini, Ibu Menteri Luar Negeri kita, Retno Marsudi, diundang ke Gedung Merdeka, untuk memberikan talkshow 90 menit.

Mengenal aku, dan membaca tulisanku, aku niat, dan antusias pakai… BANGET! Aku datang jam 7.04, dan begitu sampai, aku langsung menaruh tasku di barisan depan, tepat di tengah. Aku belum mengambil foto, belum apa-apa, tetapi ya, aku sudah tek kursi paling depan.

Nah, sekarang ganti chapter.

Pendaftaran, Registrasi, Persiapan…

Entahlah, aku mulai kehilangan kontrol dan merasa sedikit kesal ketika menulis ini…

Jadi begini, pukul 8.00, pendaftaran telah dibuka. Aku langsung mendaftar dan menggunakan kaos, serta kembali ke kursiku, dengan ketakutan bahwa ada yang mungkin mau mengambil tempatku di tengah ini.

Sekitar 15-20 menit kemudian, orang-orang berdatangan. Dengan bantuan Usher Frontman (atau, apalah namanya), peserta dipandu dan diminta untuk duduk paling depan… Dan ini adalah momen yang cocok untuk flashback…

Flashback

(EHEM, tulisan ini tidak punya alur karena dia curhatan, bukan liputan)

Beberapa hari sebelumnya, Kakak Nimrod A. Aria, Koordinator Eksekutif dari SMKAA, pada dasarnya orang in charge paling atas dalam SMKAA, sudah bilang bahwa ini acara SMKAA, dan bukan ditujukan untuk umum, kecuali ada sisa kuota pada H-1. Nah, akan ada Usher frontman untuk mengatur kursi agar anggota SMKAA duduk paling depan.

Aku mah gak usah disuruh udah duduk di depan.

Sayangnya, kuota SMKAA tidak terpenuhi, hanya ada 70-an dari 200 batas… Sehingga, sisa kuota pun ditujukan untuk umum, dan pendaftaran dibuka…

Real Time.

HEUH… Tentunya, meski anggota SMKAA juga, tetap saja, ada yang namanya malu dan takut salah ini salah itu. Jadi, barisan depan terisi, dan hampir semua orang di barisan paling depan adalah peserta umum, mungkin ada andil salah di Usher dan juga panitia yang dari Kemenlu dan asal menyuruh orang untuk duduk di depan.

Aku belum keberatan, tentunya ketika anggota SMKAA sendiri diberikan kesempatan untuk duduk di depan, tetapi malu lah, atau apa lah.

Secara keseluruhan, diantara 25-an kursi yang berada di depan, 6 disisakan untuk pejabat Kemenlu, 3 (termasuk aku) disisakan untuk SMKAA, 6 untuk Paskibra dan Pramuka yang diundang, 10 sisanya diisi oleh tamu umum. Mahasiswa ITB, dan Unpad mengambil mayoritas.

Stroke of Bad Luck

Jadi begini, ingat, Kak Nimrod Aria yang aku sebut di atas? Belum ada yang tek kursi untuk Kak Aria… Sehingga, 3 anggota SMKAA yang berada di depan digusur, dan diminta untuk kembali ke belakang…

Ketiga anggota tersebut, sepengetahuanku digantikan oleh Kang Adew Habsta dan Kang Dani, keduanya adalah founder SMKAA.

Kursiku tetapi, digantikan oleh Kak Aria.

Awalnya, juga akan digusur peserta dari umum alih-alih peserta SMKAA, tetapi semua kakak-kakak kuliahan dari umum, menolak dan bilang bahwa mereka datang cepat, dan disuruh untuk duduk di depan. Aku, dan anggota SMKAA yang lain, diminta untuk mundur ke belakang dengan alasan…

“Ini bertiga sama-sama penting lho, ada 2 founder SMKAA, dan koordinator eksekutif-nya. Mundur ya? Sesama SMKAA…”

Jadi, umm, aku kesal.

Resolution…

Tentunya, aku bukan model orang yang mau dan tidak keberatan mengalah dan digusur ke barisan belakang… Aku jadi, tetap membiarkan kursiku diambil, tetapi aku berdiri di sisi pinggir…

Kurang lebih aku berdiri di sebelah situ.

Dan iya, aku berdiri di situ selama 90 menit++

Tetapi, pada akhirnya, panitia juga tahu aku bukan orang submisif, dan panitia juga tahu bahwa aku masih tidak ridho kursi aku diambil orang, dan aku diberikan kursi panitia di pinggir. Eh, aku gak bisa dan gak boleh bertanya, aku dihitung panitia, dan tujuan aku datang ke sini jadi terpotong setengah.

Ha, ya sudahlah, namanya juga nasib, setidaknya mendengar Bu Retno berbicara sudah cukup membuatku happy.

Tulisan A Day With Bu Menlu akan keluar esok malam, aku hanya menulis ini demi mengeluarkan amarah yang masih terpendam.

Iya, aku akan share ini dengan teman-teman di SMKAA, dan semoga masalah ini takkan terjadi lagi di lain waktu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *