Dari cerita jadi buku (di kaki pelangi) 

Dari cerita jadi buku (di kaki pelangi) 

Makasih banget buat sahabat kesayangan di cerita blw yang kasih ide nulis ini..

Cerita di kaki pelangi adalah cerita yang sudah sering diceritakan oleh Babah kepada Neneng. Ceritanya adalah tentang bagaimana Neneng “ditemukan”, dan ya ceritanya memang cerita khayalan bukan beneran.

Babah menceritakan pada Neneng bahwa Babah menemukan Neneng di kaki pelangi, disana Babah bertemu dengan makhluk ajaib yg menawarkan Babah keranjang atau kendi berisi emas. Babah memilih keranjang, yang ternyata berisi bayi manis yaitu Neneng.

Nah, mendekati ulang tahun Neneng yang ketiga, Babah dan Bubi mendapatkan ide untuk memberikan kado istimewa untuk Neneng yaitu buku berdasarkan cerita yang sudah sering Babah ceritakan pada Neneng.

Bubi yang bergerilya, dimulai dengan menemukan ilustrator yang tepat. Tepat karya juga tepat harga hehehee. Awalnya Bubi berkhayal ingin sekali digambari oleh Kak Haikal (ilustrator buku kesukaan bubi yaitu Aku Suka Caramu), tapi ternyata fee kak Haikal ini mencapai 800rb/lembar A4 yang artinya kalau buku nya 12halaman berarti 12×800 😱 wow.. Budget kami ga cukup utk itu. Kemudian kak Chike Tania (ilutsrator untuk buku Jana Tak Mau Tidur dan pengarang serta ilustrator untuk Snuggy and Snarl) ternyata kak Chike sibuk sekali sehingga ga memungkinkan untuk menyelesaikan ilustrasi buku dengan waktu yang mepet.

Kala Bubi mulai bingung menemukan ilustrator, Bubi memberanikan diri bertanya pada Tancha (founder of Pustakalana Children’s Library) dan tepat sekali karena Tancha merekomendasikan ka Tika mahasiswa fsrd ITB yang juga menggambar mural di Pustakalana. Tancha memberikan kontak ka Tika dan Bubi melakukan komunikasi pertama, menginformasikan apa yang dibutuhkan serta tenggat waktunya, Bubi juga membisikkan bahwa budget sangat terbatas dan bertanya berapa kira-kira jasa yang diharaplan oleh Ka Tika.

Senang sekali ketika semuanya cocok. Dimulailah proses gambar. Bubi memberikan deskripsi berupa uraian cerita yang akan disampaikan serta karena budget mepet menegosiasikan gambar apa saja yang dituangkan menjadi ilustrasi, dengan fee Rp.100.000/gambar.

Disepakati lah untuk dibuat 6 gambar utama, yaitu:

  • Babah berjalan (dengan pemandangan kota)
  • Babah masuk ke hutan khayalan
  • Babah melihat kaki pelangi
  • Babah bertemu makhluk ajaib
  • Babah memilih keranjang
  • Babah membacakan buku

Semua ini dibuatkan oleh Ka Tika. Beberapa kali ada masukan dari Babah dan Bubi, contohnya penambahan karakter tupai yang menemani Babah berjalan-jalan.

Setelah ilustrasi, Bubi menginformasikan teks yang akan dimasukkan kedalam setiap gambar. Pada kesempatan ini Bubi meminta masukan dari ibu Sofie (salah seorang penggagas Litara, children book publisher) dan memang Bubi menyadari bahwa cerita sangat melompat. Namun, karena keterbatasan waktu, tidak mungkin menambahkan halaman baru (yang berarti ilustrasi baru).

Mepet sekali dengan deadline, akhirnya ilustrasi selesai, sebanyak 8 gambar termasuk cover dan 1gambar bonus yaitu gambar Neneng sedang berlari. Selanjutnya, Bubi menyelesaikan sendiri untuk hasil akhirnya, dengan menyisipkan lembaran narasi (yang seolah dibacakan oleh narator, pihak ketiga) untuk menjadi jembatan dari ilustrasi cerita (yang diceritakan dari sudut pandang Babah, orang pertama).

Setelah selesai proses melelahkan printing pun dimulai. Ketika Bubi bertanya pada jasa printing, angka yg disebutkan ternyata sangat tinggi, mencapai Rp.4000/lbr. Sehingga diputuskanlah untuk print dirumah saja. Dan Bubi sendiri yang menjadi operator printing ini. Kertas yang digunakan adalah kertas HVS A4 100gr (harganya sekitar 65rb/rim) dan di print menggunakan printer Epson L365. Jumlah cetakan pertama ini hanya sebanyak 50buah saja, itupun setiap malam Bubi ngeprint dari saat Neneng tidur hingga jam12malam, dan baru selesai setelah hari ke4.

Selanjutnya semua kertas hasil print dibawa ke jasa printing untuk mencetak cover dan proses jilid. Harga cetak cover adalah 6rb/lbr dan jilid 4rb/lbr nya. Saat ke jasa printing ini Bubi memutuskan untuk membuat 2 buku yang di print di kertas art paper glossy dan dijilid hardcover. 2buku ini untuk ka Tika sebagai ucapan terimakasih dan untuk koleksi kami dirumah. Jasa printingnya 85rb/buku.

Kurang lebih seperti itu proses kami mencetak buku ala ala untuk kado ulang tahun Neneng yang ketiga. Kemungkinan ini akan dijadikan kegiatan rutin, tahun depan Neneng juga akan mendapatkan kado buku, ceritanya pun sedang dalam proses diskusi antara Babah,  Bubi, Jaja (dan Neneng).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *