Category: Webstories

Review Board Game: Aquatico

Review Board Game: Aquatico

Aku dapet Endorsement Board Game!

Oke, secara teknis bukan aku (Azriel), bukan dikakipelangi.com (secara resmi), bukan akun twitter milikku (@Arriadi_Hidayat, follow ya 😛 ). Tapi Ibuku melalui Instagram miliknya, @aribubiilala . Tinggal diklik link-nya. She has like, 2400 followers, itu mungkin jadi faktor bisa dapet board game gratis dari boardgame.id.

But, since I’m here anyway… Aku mau menulis review dari salah satu Board Game buatan anak bangsa paling bagus yang aku pernah mainkan. Specialthanks to Boardgame.id juga ya!

Objective of the Game!

Tujuan permainannya sangat sederhana. Pada akhir permainan, punya ekosistem terbaik yang bebas dari polusi, agar hewan-hewan mau tinggal di ekosistem milikmu. Permainannya tidak sesederhana dua kalimat itu, namun permainan ini cukup sederhana.

 

How To Play

Setup permainan secara detil bisa dilihat di peraturan board-game nya, namun ada 58 kartu, plus dua kartu Mola-Mola (kayak layanan streaming Liga Inggris) yang dikocok menjadi dua tumpukan. Syaratnya, kartu Mola-Mola hanya dikocok di 10 kartu terbawah masing-masing tumpukan.

Hasilnya seperti ini. Juga ada koin recovery yang ditata di pinggir kedua tumpukan.

Tiap orang juga dapat board untuk skoring masing-masing.

Way of the Game.

Tujuan permainannya -seperti disebut di atas- adalah membangun ekosistem. Ekosistemnya bisa dibangun dengan cara mengambil kartu yang sudah terbuka di atas tumpukan, dan menaruh kartu tersebut di ekosistem milikmu, atau ekosistem milik pemain lain.

Idealnya sampai semua pemain beres menjalankan giliran pertamanya… Tiap orang punya satu kartu ekosistem seperti ini.

Berdasarkan gambar ini, aku memiliki 2 poin di habitat sungai, dan 1 poin di terumbu karang.

Seiring permainan berjalan, ekosistem tiap orang bertambah.

Jika ingin mengambil kartu… Kartu harus ditumpuk di atas satu sisi kartu lain, dengan syarat poin sama, bentuk habitat sama, atau sama-sama mengandung racun. Ada kemungkinan kartu pertama yang kita ambil tertumpuk dengan banyak kartu lain, hingga tidak ada sisa.

Polusi.

Polusi adalah isu yang aku sudah seringkali bahas di blog ini. Mungkin gak sering deng, cuman beberapa. Tapi aku telah mengambil beberapa langkah konkrit untuk mengurangi polusi, di antaranya adalah tidak makan daging sapi! (read up on that later)

Jadi ketika masuk ke Aquatico dan ada polusi… Ada bagian dari diriku yang merasa hepi!


Lihat ini. Berdasarkan poin habitat, ada…

  • 3 dari sungai
  • 4 dari Laut Dalam
  • 4 dari Terumbu Karang
  • 1 dari Padang Lamun
  • 1 dari Danau
  • 1 dari Hutan Bakau.

Diversitasnya bagus kan? Tapi sayangnya ada racun di hutan bakau. Poin di Hutan Bakau dianggap Nol Besar. Mau seandainya ada 20 poin sekalipun, kalau ada sedikit bagian dari Hutan Bakau yang tercemar, poinnya jadi 0.

Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika kedua poin mengandung racun? Well, kita boleh kasih kartu ke pemain lain, yang ada di sebelah kanan dan kiri. Untungnya, racun bisa disembuhkan, dengan cara melempar koin recovery.

Kalau koin recovery menghadap ke sisi hijau ketika dilempar, Great Job! Upaya pembersihan habitatmu sukses!

Kalau menghadap sisi abu. Silahkan biarkan pemain di sebelahmu jalan dan mohon sabar karena bulan Ramadhan sudah mau tiba. Jangan marah-marah karena anda tidak bisa melempar koin dengan benar. (No, seriously, jangan. Aku kemarin kalah cuman karena gagal ngelempar koin konservasi)

FAQ:

Kalau memang ngilangin racun itu sulit, gimana dong? Jangan sampe ada racunnya…
Kalau aku nggak bisa lempar koin sampe dapet hijau gimana? Nonton video di Youtube cara curangin coin toss.
Kalau aku cuman dapet racun karena dikasih dari orang sebelah gimana? Main sama orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin.
Kalau gak ada orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin? Cari teman main board game lain.

Anyway, seandainya anda kebanyakan dikasih racun, ingat bahwa semua kartu racun datang dengan habitat lain yang juga ada poinnya. So, think positive!

Permainan berlangsung terus hingga ada kartu Mola-Mola terbuka di atas tumpukan…

Mola-Mola.

Mula-mula… Player board yang ada di atas tadi (gambarnya kayak pulau itu lho) kosong. Tetapi sesudah satu kartu Mola-Mola keluar… Poin tiap orang di masing-masing habitat dihitung, dan orang dengan poin terbanyak di satu habitat mendapatkan satu hewan, dan hewannya di pasang di pulau si pemain.

Pemain berakhir hingga kedua Mola-Mola keluar, dan pemain dengan poin terbanyak menang. Satu hewan bernilai satu poin, tetapi jika memiliki dua hewan yang sama (seperti misalnya ada dua Bekantan di contoh milikku) ada satu poin ekstra!

Thoughts…

  • Artwork-nya bagus!
  • Banyak playstyle untuk menang
  • No game feels the same
  • Mungkin agak menyebalkan ketika sedang recovery racun.
    • Oke, sejujurnya ini part of the moral message. Lebih gampang menjaga habitat daripada memperbaiki yang udah terpolusi.
  • Edukasional!
  • Permainan ini walau lebih seru kalau mainnya banyakan, tetap bisa seru kalau mainnya hanya berdua, gak kaya beberapa board game yang kudu bertiga atau lebih kalau mau seru.
  • P.S. walau di peraturan resmi bilang kita hanya boleh membagi ekosistem kartu di sebelah kanan dan/atau kiri kita… Aku mengambil versi yang lebih sulit sedikit jadi tidak ada restriksi berdasarkan tempat duduk, agar semua orang bisa saling menjahati ekosistem saingannya. (I don’t recommend this)

Difficulty Meter:

Menurutku, ini board game introductory yang bagus untuk keluarga yang belum pernah main board game modern sebelumnya (Monopoly gak dihitung sebagai board game modern, ular tangga, catur, ludo, halma, semuanya juga GAK)

Jadi di Difficulty Meter… 3 dari 10

Fun-o-Meter

It’s really. really. really. fun.

Kesederhanaannya memberikan poin tambahan untuk keseruannya…

Jadi di Fun-o-Meter… 8 dari 10

Kesimpulan

Jika tertarik memesan… Silahkan klik ini.

Aquatico: Jangan Sampai Ekosistem Air di Indonesia Tercemar [Katalog]

This is a very good board game, dan kalau sudah mulai bosan di rumah, ini termasuk salah satu board game yang cukup sederhana untuk bisa dimainkan orang-orang yang belum pernah main board game sebelumnya. (keluarga kami cukup hardcore. Keluarga dikakipelangi bisa main Scythe tiap hari, dan kalau orang pernah main board game, pasti kebayang level board game yang kami mainkan)

Have a nice day!

P.S. While you’re here… Ini beberapa board game related stuff lainnya.

Codenames: Duet

Hand of The King

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Outbreak. Ugh.

Aku sih sebenernya cukup seneng dengan cara pemerintah kita bertindak, walau memang sedikit terlambat, tetapi isu terbesar dari outbreak ini adalah… BOSAN!

Terutama karena aku kesepian gak ada pacar… EHEM… Nevermind.

Jadi, ini reading list buku-buku yang telah dibaca, akan dibaca, atau sedang dibaca olehku, dipisahkan berdasarkan genre. Bisa dicontek tentunya, bacaan di sini cocok jika orang-orang menyukai ilmu-ilmu trivial yang tidak merubah kehidupan sehari-hari seperti aku, baik hal tersebut berkualitas dan ilmiah seperti misalnya sains, atau hal yang bersifat… receh. Seperti stand up comedy, atau taktik sepakbola… Bacaan di sini cenderung ringan, tetapi juga ada yang berat. Gado-gado banget pokoknya!

Disclaimer: Sejumlah buku di sini pernah dibaca sebelumnya, tetapi dibaca lagi karena aku bosan.

BERAT!

Kata kunci untuk buku-buku di genre ini adalah… Berat.

Jika anda ingin mengisi hari social distancing secara berkualitas, atau ingin mempelajari hal yang bermanfaat, tetapi -sebagian besar buku di sini..- tidak merubah kehidupan sehari-hari juga, buku yang kumasukkan dalam “Berat!” ini paling cocok.

SPOTLIGHT:

Digital Minimalism – Cal Newport

Waktu pandemi ini menjadi waktu yang paling cocok untuk mengevaluasi beberapa keputusan dan ritme hidup karena sebagian orang sedang mereset gaya dan pola hidup mereka, bumi juga sedang cleansing dengan pengurangan aktivitas.

Digital Minimalism buku yang cocok untuk dibaca karena Newport mengarahkan pembaca untuk lebih produktif dan pintar menggunakan internet dan social distancing waktu yang paling pas untuk mengevaluasi kebiasaan digital tiap orang.

Telah Dibaca

  • Winners Take All – Anand Giridharadas
    • Buku yang mengupas kapitalisme dan mengekspos filantropisme yang ternyata hanya dimanfaatkan untuk menutupi kejahatan yang dilakukan di balik layar oleh perusahaan besar.
  • Briefer History of Time – Stephen Hawking
    • Menjelaskan cara alam semesta kita bekerja dengan cara yang elegan dan humoris. Screams out Stephen Hawking, funny and smart.
  • Infinite Game – Simon Sinek
    • Buku bisnis/sosiologi yang membahas mindset dan cara manusia bisa menumbuhkan beserta meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Good read to increase productivity!

Sedang Dibaca

  • Meditations – Marcus Aurelius
    • Filsafat beserta self-help disatukan dalam satu buku. Good read, tapi aku mau menjamin bahwa pembaca pasti bingung karena mayoritas menggunakan translasi Shakespearean.
  • Start With Why – Simon Sinek
    • Buku ini belum beres-beres dari akhir 2019 sejak aku masukkin dalam Kindle-ku… Tetapi dia menjelaskan cara manusia bisa menjadi pekerja lebih optimal.

Akan Dibaca

Gak ada. Maaf, buku berat ini bermanfaat, tetapi, aku mending baca buku ringan. Bye!

Sepakbola

Gak ada bola? Mencari hiburan tapi udah nonton semua final liga champions dari 2000-2019? Baca buku sepakbola gimana?

SPOTLIGHT:

The Mixer – Michael Cox

Buku yang satu ini mengupas dengan pintar dan rinci tiap musim Liga Inggris dan tiap evolusi taktik atau fisik yang diberikan pemain dan pelatih dari tahun 1992-2017. Great read jika ingin menonton pertandingan bola dari sudut pandang yang baru, dan lebih taktis.

The Mixer memiliki evaluasi taktik dari adanya kiper yang intelijen berupa Peter Schmeichel, sepakbola inggris yang dimainkan Sam Allardyce dan Tony Pulis yang penuh kontak fisik, beserta taktik modern dari Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Jürgen Klopp.

Telah Dibaca

  • Zonal Marking – Michael Cox
    • Michael Cox yang menulis The Mixer menuliskan buku yang lebih modern dan bersifat kontinental, melihat sepakbola di Eropa. Membahas sepakbola dari 1992-2018, dan memasukkan satu negara berdasarkan era dominasinya. Menarik, tetapi lebih rumit dari The Mixer.
  • Barcelona Legacy – Jonathan Wilson
    • Wilson membahas Sepakbola Cruyffian dan Post-Cruyffian di buku ini. Membahas karir Cruyff sebagai pelatih, serta persaingan berat antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Bagus jika suka sepakbola Belanda atau Spanyol yang mementingkan penguasaan bola. Great book, but personally… aku lebih suka sepakbola Jerman yang bergelut antara ruang dan energi.

Sedang Dibaca

  • Das Reboot – Raphael Honigstein
    • Timnas Jerman dibahas dalam, luar, taktik, fisik, mental oleh Honigstein. Menarik jika menyukai tema pressing atau sepakbola energetik dan efisien yang memenangkan piala dunia.
    • Honigstein juga menulis Bring The Noise yang membahas karir Jürgen Klopp, buku itu juga menarik.

Akan Dibaca

  • Pogba, Mbappe, Griezmann.
    • Buku tentang superstar sepakbola Prancis yang memenangkan Piala Dunia 2018.
  • The Club
    • Buku tentang cara Liga Inggris mendapatkan dominasinya dari aspek finansial. Sudah pernah dibaca, ingin dibaca lagi tapi belum menemukan waktu…

Pop Culture.

Mulai dari komedi, konsumerisme, kapitalisme, hingga perfilman, aku satukan jadi satu genre… Pop Culture.

SPOTLIGHT:

SPENT – Geoffrey Miller

Buku ini bersifat satiris/investigatif, membahas dan mempertanyakan… Manusia, sebagai makhluk yang konsumtif… apakah manusia bahagia? Walau buku ini mungkin tampak berat, gaya bahasa yang digunakan, beserta hal-hal yang dibahas cenderung menempel ke Pop Culture kebanding hal-hal yang BERAT.

Buku ini kuberi spotlight karena… well, it deserves it, terutama mengingat bahwa kita sedang dalam fase pengurangan konsumsi, introspeksi penting sepertinya dibutuhkan, dan Spent bisa menawarkan introspeksi tersebut.

Telah Dibaca

  • Mastering Stand-Up – Stephen Rosenfield
    • Buku yang mengajarkan dengan definitif dan praktis mengenai teknik-teknik Komedi. Menarik bahkan jika anda tidak punya niatan menulis atau menampilkan komedi.
  • Seinlanguage – Jerry Seinfeld
    • Just a bunch of jokes. Hilarious on paper.
  • Should We Eat Meat? – Vaclav Smil
    • Bukunya secara harfiah membahas (memang sih, secara ilmiah, tapi sifat dan genre-nya agak pop culture untukku) tentang alasan manusia makan daging…

Sedang Dibaca

Gak ada… Belum ada yang masih setengah jalan dari genre pop-culture, begitu nemu, langsung ditelan habis dalam 2 malam… Hehe.

Akan Dibaca

Banyak banget, terutama karena Ebook-nya susah dicari… Top 3-nya…

  • Live From New York – Tom Shales
    • Buku tentang Saturday Night Live. Should be fun…
  • Modern Romance – Aziz Ansari
    • Satir/curhat tanpa sensor dari Aziz Ansari mengenai romansa dan Pop Culture
  • Everything Bad is Good For You -Steven Johnson
    • Membahas Pop Culture secara tidak spesifik, dan lebih banyak membahas dari sudut pandang dampak. I’m definitely in!

Masih banyak lagi, terutama yang bertema komedi, musik, atau teater. Mulai dari sejarah hip-hop, hingga teknik teater udah ada di daftar pencarian aku… Tapi gak nemu-nemu… HIKS!

Fiksi dan Sastra Klasik

Satu bab khusus untuk karya fiksi dan sastra-sastra klasik…

SPOTLIGHT:

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Sebuah karya yang membahas kehidupan masyarakat Jawa di era kolonialisme, serta mengungkit romansa, pertemanan, politik, keluarga, dan buku dengan banyak pesan penting dan makna tersirat dari Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu karya sastra Indonesia terbaik.

Telah Dibaca

  • Heroes Of Olympus Series – Rick Riordan
    • No Contest. Terlalu epik untuk dilewatkan. Udah baca 200 kali kayanya… Gak bosen-bosen
  • Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
    • Baru nemu ebook-nya tahun ini, jadi langsung dibaca! Great follow up, gak ngira Annelies bakalan… Oops, spoiler. 😛
  • H.I.V.E. – Mark Walden
    • Cukup fun, not a bad book, memang sih, agak terlalu ringan dan gayanya sebenernya kekanak-kanakan, but it’s a good time filler

Sedang Dibaca

  • Max Havelaar – Multatuli
    • Gak beres-beres. Great book. Seperti Bumi Manusia, lebih bersifat ekonomi/politik kebanding romansa-keluarga, jadi lebih berat.
  • Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer
    • Gak beres-beres juga, kedistraksi buku lain. Should finish this ASAP.

Akan Dibaca

  • Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer
    • Mencari ebook… masih kesulitan
  • Aru Shah and the Tree of Wishes – Roshani Chokshi
    • Gak sabar, tinggal 7 hari lagi, semoga perilisan bukunya gak ditunda…
  • All The Wrong Questions – Lemony Snicket
    • Kesulitan menemukan Ebook, tapi lagi berusaha keras nyari.

That’s All!

Tertarik? Subscribe ke newsletter, buku baru akan ditambahkan tiap minggu, dan daftarnya akan tambah panjang, dengan ulasan singkat juga.

Begitu outbreak beres, reading list ini akan aku pindahkan ke page baru…

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

This’ll take a LOT of time.

Seperti beberapa pembaca setia mungkin tahu. Aku, Azriel, sudah berada di tahun ketiga SMA, dan walau iya aku Homeschool… Tahun ini aku akan UNBK dan UTBK. Dalam waktu 3 tahun kemarin, dari masuknya siswa-siswa ke bangku kelas 10 SMA, jumlah perubahan yang dialami oleh angkatan SMA yang akan lulus 2019/20 cukup banyak.

Ini recap-nya.

UNBK.

Peminatan.

UNBK mengalami satu perubahan krusial di bawah menteri pendidikan Muhadjir Effendy.

Kita cukup memilih satu mata pelajaran saja untuk mapel IPA atau IPS, alih-alih harus mempelajari Biologi, Fisika, dan Kimia, kita cukup mempelajari Biologi dengan fokus, atau Fisika dan Kimia dengan fokus. Materinya diambil dari kelas 1 SD, hingga SMA, jadi memang bersifat lebih advanced.

Perubahan ini terjadi dari angkatan 2017/18, dan ini merubah gaya pelajaran UN menjadi lebih spesifik dan lebih dalam, alih-alih mengambil permukaan dari 3 sungai berbeda, UN yang dicetuskan Mendikbud Muhadjir Effendy meminta kita menyusuri satu sungai hingga beres.

Corona Virus.

Tahun ini, UNBK gak jadi karena adanya darurat Covid-19. Antara happy dan gak.

Belum ada surat pemberitahuan resmi, namun baik pemerintah, kemendikbud, ataupun Komisi DPR-X yang sudah yakin akan meniadakan UN untuk angkatan 2019/20.

Sebagai alternatif, nilai rapot jadi syarat kelulusan. Mungkin sifatnya tidak terstandarisasi, tetapi kita dlama keadaan darurat.

SMK yang telah menjalankan UNBK dianggap telah lulus jika nilainya mencukupi.

Untuk SD dan SMP, pemilihan SMP atau SMA favorit dilaksanakan berdasarkan nilai rapot dan/atau zonasi, walau belum ada keresmian dari pihak mendikbud.

Oke, aku pusing! Fokus UTBK aja lah.

Dari segi UNBK hanya dalam waktu 3 tahun, telah terjadi 2 perubahan. Belum menghitung ide-ide yang dicetuskan mendikbud Nadiem Makarim, yang mengatakan bahwa UN akan dihapuskan tahun depan.

Dari segi pendidikan saja… 3 tahun 2 perubahan itu… BANYAK. Belum menghitung potensi adanya 3 perubahan dalam 4 tahun.

UTBK

Dari mana aku mulai…..

Penurunan Kuota SNMPTN

Tiap tahun, kuota dari jalur nilai rapot yang dikenal dengan nama SNMPTN dikurangi sebesar 10% sejak 2017/18, dengan ide bahwa kuotanya akan dihapuskan secara permanen berdasarkan kekhawatiran pemalsuan nilai.

Tahun ini, SNMPTN hanya mencakup minimum 20% kuota, penurunan 10% dari tahun lalu, dengan jalur UTBK dan Ujian Saringan Mandiri mengisi sisa persentasenya.

SNMPTN minimum mengisi 20%, UTBK mengisi minimum 40%, dan ada kebebasan dari PTN untuk menentukan 40% sisanya, dan mengizinkan USM dengan kuota maksimal 30%.

Perubahan Bobot Nilai.

Bobot nilai SBMPTN telah dirubah sejak tahun lalu.

Alih-alih menjawab 1 soal dengan benar untuk mendapatkan nilai 4 poin, dan soal salah mengurangi 1 poin, sekarang tiap soal bernilai 1 poin + poin semua orang yang menjawab salah dibagi rata. Jadi, jika sebuah soal hanya bisa dijawab 1 dari 2 orang, soal tersebut bernilai 2 poin.

Selain itu, kita mendapatkan nilai sebelum penentuan jurusan. Dari nilai tersebut, orang-orang bisa memprediksi apakah nilai tersebut bisa digunakan untuk PTN favorit, atau apakah lebih baik jika kita bermain aman saja? Memilih PTN yang tidak begitu populer.

Perubahan Kurikulum

Sebelum tahun 2018/19. Soal-soal yang menanyakan Tes Potensi Skolastik suatu peserta didik bersifat matematis. Seperti logika matematik dasar, beserta soal-soal tes IQ.

Tahun ini, soal-soal bersifat reading comprehension dan lebih menempel dengan kecerdasan literasi kebanding kecerdasan matematis, tetapi juga disediakan satu bab untuk pengetahuan kuantitatif.

Perubahan Waktu

Waktu UTBK pra 2018/19. 3 jam. 160 soal.

Waktu UTBK yang digunakan sekarang…

  • 35 menit pertama untuk 20 soal bacaan dan analisa fakta
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal gramatikal Bahasa Indonesia
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal analisa makna teks
  • 35 menit berikutnya untuk 20 soal pengetahuan kuantitatif.
  • 80 menit sisa (20 menit masing-masing untuk jurusan IPA, 16 menit per mapel untuk jurusan IPS) untuk mata pelajaran sisa. Total waktu, 3 jam, 20 menit.

Perubahan ini ditujukan agar tiap mata pelajaran menggunakan waktu yang sama untuk analisa soal, dan peserta tidak bisa “tebang pilih” memilih soal-soal yang bersifat mudah saja, karena soal sulit memberikan poin yang lebih besar.

Format, dan Penjurusan.

Pada tahun 2018/19… UTBK dilaksanakan dua kali, dengan peserta mengambil nilai yang lebih tinggi. Walau tidak dikatakan secara eksplisit, diizinkan memilih dua peminatan berbeda, misal IPA sekali, IPS sekali, lalu memilih menggunakan nilai yang mana.

Pada akhir tahun 2019, LTMPT mengatakan bahwa UTBK cukup dilaksanakan sekali, tetapi boleh mengambil jurusan campuran, di mana siswa melaksanakan UTBK dengan soal IPA dan IPS di hari yang sama.

Oke. Dua kali, gapapa…

Lalu, pada awal tahun 2020, LTMPT mengatakan bahwa UTBK akan dilaksanakan dua kali, dan tetap mengizinkan pengambilan jurusan campuran.

Dalam waktu 9 bulan, April 2019 hingga Januari 2020, LTMPT merubah format dan penjurusan, serta menciptakan jurusan campuran baru, sampai 3 kali.

TIGA. KALI.

Ini menunjukkan seberapa plin plan pemerintahan dan lembaga pendidikan yang harus dihadapi pemerintahan 2019/20. Huh.

Kesimpulan.

Fokus UTBK.

Eh lupa.

Tanggalnya juga belum keluar…

Oh well, let’s make use of this time.

Feel free untuk baca-baca blog aku dan artikel lainnya ya!

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Album Debut Lauv telah keluar selama 2 minggu. Artikel ini, bisa dibilang… Terlambat parah.

Tetapi, aku sudah mendengarkan hampir semua lagu dari album ~how I’m feeling~ puluhan kali, dan aku sudah siap menuliskannya menjadi sebuah artikel.

Jadi, ini ranking pribadi mengenai 10 lagu terbaik dari Lauv, yang keluar di album ~how I’m feeling~, berbeda dengan artikelku tentang Lauv yang sebelumnya, membahas tentang lagu-lagu terbaiknya secara umum, artikel ini bersifat lebih spesifik ke albumnya. P.S. Lagu yang masuk di artikel sebelumnya belum tentu masuk di artikel yang ini.

#10. Canada (feat. Alessia Cara)

Bagi orang California seperti Lauv, ada lelucon di mana orang yang hidupnya lagi kesulitan akan mempertimbangkan pindah ke Kanada. Lagu ini menangkap secara sedih, humoris, serta realistis untuk orang-orang yang mempertimbangkan hal tersebut. Lagu ini juga dinyanyikan dan dibuat bersama penyanyi asal Kanada, Alessia Cara.

Selain itu, Lauv memilih menggunakan warna kuning karena aura lagu ini sangat positif!

#9. Julia

Lagu ini ditujukan bagi mantan Lauv, Julia Michaels. Sangat subtle penamaannya… Thanks Lauv.

Lagunya bersifat sedih, dan liriknya menandakan penyesalan, aku sih, seneng aja karena Lauv tampak dan terdengar bahwa dia sedang depresi. P.S. ia menggunakan wig dan baju biru agar tampak seperti Hopeless Romantic.

#8. Feelings

Feelings mengisahkan tentang seseorang yang memiliki kesulitan membaca perasaan orang lain, baik secara romantis ataupun sosial. Oke, soundtrack of my life!!!

Selain itu, rekamannya juga lucu karena tampak seperti difilmkan dengan kamera jadul, atau smartphone merek Cina.

#7. For Now

For Now adalah lagu yang mengisahkan tentang kesulitannya menghadapi long distance relationship. Lagu ini tidak “ngena” secara personal, ataupun lucu, tidak seperti lagu lainnya, tetapi lirik yang dituliskan sangat pintar, dan Lauv juga sedikit menyindir penggunaan Smartphone, yang hanya menambahkan bonus poin bagiku!

Fun Fact, lagu ini sering dimainkan Lauv di konser-konser sebelum dikeluarkan secara resmi tanggal 6 Maret kemarin.

#6. Tattoos Together

Maaf tidak menggunakan versi yang resmi dirilis Lauv. Tetapi ini versi clean, bebas dari kata kasar.

Tattoos Together menangkap sisi humoris Lauv yang lebih jarang dilihat daripada sisi depresi dan sedih yang ia sering tampilkan, mengisahkan sebuah hubungan yang cepat berkembang, dan berkomitmen untuk melakukan suatu hal bersama-sama, dalam kasus ini, membuat satu tato bersamaan.

Liriknya lucu, namun agak kasar, silahkan cek versi original di Youtube Channel Lauv tentunya!

#5. Sims

Menjelaskan lagu ini secara personal. Orang-orang terlalu takut akan membuat gerakan, dan sering membuat tindakan bodoh dan impulsif, yang membuat mereka melewatkan kesempatan baik yang seandainya dilakukan secara berbeda dan sederhana… Bisa berujung bahagia.

Soundtrack orang yang sering keceplosan hal-hal konyol!

#4. Who (feat. BTS)

Tidak. Hadirnya Jung Kook dan Jimin dari BTS tidak menjadi faktor tambahan lagu ini dimasukkan dalam daftar ini.

Namun iya, range vokal Lauv dan kemampuannya menulis lirik, beserta sinkronisasinya dengan kedua vokalis lain membuat lagu ini sangat enak didengar secara khidmat dan serius.

#3. Modern Loneliness

Lagu ini ditulis Lauv tanpa sedikitpun makna cinta. Dan aku menyukainya karena itu. Modern Loneliness mengisahkan sosialisasi di era modern, beserta hadirnya sosmed yang menghilangkan hubungan realita di dunia.

Lauv merasa Modern Loneliness ditulis dengan baik secara lirik, sehingga ia membuat versi dengan subtitel lirik, dan liriknya ia terjemahkan dengan bahasa berbeda-beda. Satu bahasa, satu video. Bahasa Indonesia juga ada!

#2. i’m so tired

No, I’m not tired of this song.

Fun fact. Lauv membuat bridge khusus untuk versi akustik lagu ini.

“Somebody cover up my ears, Somebody save me from my heart, Somebody take me far from here, and rip the speakers out of my car. Cause I’m ready to love you, or I’m ready to lose you… But I can’t wait here any longer”

#1. Mean It

Masih nomor satu. Gak akan pernah kalah, gak akan pernah bosen buat aku.

Soundtrack orang yang sering di-PHP-in! (Not that it’s happened before, or it should be any of your business. Shoo, daripada ngepoin orang baca ke bawah)

Honorable Mentions

Invisible Things, Sad Forever, dan terakhir, I’m Lonely.

Baik I’m Lonely dan Sad Forever tergusur karena daftar ini bersifat lebih personal, alih-alih populer, dan kedua lagu tersebut tidak begitu “ngena” bagiku secara personal, walaupun mereka populer.

Invisible Things hanya kalah sedikit dengan Canada, karena Canada dibuat bersama Alessia Cara, dan itu menjadi poin tambahan bagiku. Aku menyukai Invisible Things secara partikuler karena menyindir budaya konsumtif di abad ke 21.

Review Singkat ~how i’m feeling~

Menangkap budaya modern dalam banyak sudut pandang, menawarkan banyak sekali sisi dari satu orang yang sama, baik itu sisi sedih, keras, jujur, humoris, atau pesimistik. Gambaran sempurna akan era sosial media di mana banyak orang menunjukkan satu aspek kepribadiannya dalam bingkai tertutup, walaupun nyatanya memiliki banyak lapisan kepribadian berbeda.

Oh, album ini juga dengan sempurna menyindir semua kebiasaan burukku, dengan pengecualian sosmed.

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Kenapa kamu di sini? Pergi…

***

***

***

Masih di sini?

Hidupmu bisa diluangkan untuk membaca hal lain. Seperti buku-buku yang akan kuberikan spoiler, atau serial Netflix yang juga akan rusak karena spoiler dari buku ini.

Jadi, pergi…

***

Jika anda memaksa, ingat bahwa sudah ada peringatan dariku.

Rata. Jujur. Tragis.

Kesulitan menemukan kata biasanya jadi faktor seseorang memotong-motong dan menyempitkan kata-kata yang digunakan dalam sebuah tulisan.

Aku mempersempit pemikiran dasarku atas buku karya Lemony Snicket ini ketiga kata tersebut.

Rata

Rata. Sebuah kata yang di sini berarti “Tidak banyak perubahan emosi.”

Snicket menuliskan ketigabelas buku ASOUE dengan gaya yang rata, dan sama seperti narrator di serial Netflix-nya, tanpa emosi sama sekali.

Hampir semua lelucon, frasa, kata-kata, dan kalimat yang diucapkan oleh narrator tidak diucapkan dengan sedikitpun emosi, dan dikatakan seperti sosiopat, dengan tujuan murni menyampaikan fakta tanpa menyelipkan opini.

Emosi pertama dikeluarkan Snicket sebagai narrator pada buku ketujuh, Vile Village, dan emosi yang dikeluarkan lebih cocok dikatakan sebagai deskripsi, bukannya tragedi.

Gaya penulisan rata yang unik ini memberikan dinamika unik untuk ASOUE, dan menempatkannya di daftar buku anak-anak yang menurutku wajib dibaca dan bisa dibaca siapapun, pada umur apapun.

Snicket membawa gaya Deadpan ke tingkat baru, mengenalkannya untuk anak-anak juga,

Jujur

Tidak sekalipun Snicket berusaha menutupi tragedi yang tebal dan terjadi setidaknya 5 kali pada tiap buku dengan cara sugarcoating -sebuah kata yang di sini berarti “membohongi anak-anak”- dan memberikan perspektif bahagia bagi pembaca.

Snicket memberikan fakta dengan cara yang rata tanpa berbohong sekalipun.

Snicket, walaupun, memberikan satu kali “kebohongan” atau mungkin menutupi fakta dengan cara yang menyedihkan ketika ia mengingatkan pada akhir cerita bahwa pada akhir hari, ia adalah orang yang mengalami tragedi terdalam, terberat, dan paling menyedihkan.

Sebagai tokoh yang canon dan juga Narrator, Snicket mengalami hidup yang sedih, dan ia kehilangan cinta sejatinya, yang juga merupakan tokoh canon.

Snicket berusaha menawarkan dunia yang jahat dan gelap ini dari sudut pandang seseorang yang sedang patah hati, dan ia menawarkan dunia dari satu-satunya sudut pandang yang benar… sudut pandang yang tragis.

Tragis

Kata yang satu ini pertama dikeluarkan oleh orang Yunani. Ia berarti “menyedihkan”

Dengan judul serial seperti “A Series of Unfortunate Events” secara logis sangat wajar jika cerita tersebut berakhir secara tragis, tetapi film satu ini dipenuhi oleh adegan dan kejadian tragis dari awal sampai akhir.

Snicket membuat orang-orang yang berpikir hidupnya sulit sedang menjalani hidup yang mudah tanpa harus sedikitpun berpikir bahwa ia sedang kesulitan, karena ketiga protagonis (Sunny, Klaus dan Violet) harus menjalani hidup yang berkali-kali lipat lebih sulit.

Walaupun tragis, buku ini tetap bisa menjadi bacaan penting untuk anak-anak karena sebenarnya buku ini ringan dan mudah dibaca, dengan penggunaan bahasa yang sederhana, namun elegan.

Definisi.

Gaya Deadpan yang Snicket berikan, baik di serial Netflix atau di ketigabelas buku yang ia tuliskan… tidak ada satu kali pun Snicket melewatkan gaya menulisnya yang sangat penuh definisi dan pintar.

Snicket menuliskan dengan bahasa yang rata karena ia cukup kompeten untuk memberikan hiburan sampingan bagi pembaca yang tua, serta informasi yang tidak penting tapi menarik untuk pembaca yang muda dengan menuliskan puluhan definisi dari kata-kata yang mungkin sulit dimengerti. Umumnya kalimatnya terjadi seperti ini.

  • Mr. Poe: Baudelaires. I’m sorry to say that your parents have perished in a terrible fire.
  • 3 Baudelaires: *Speechless…*
  • Mr. Poe: Perished means killed.
  • Klaus Baudelaire: We know what perished means.

Atau, jika itu narrator yang mengatakan… seperti ini…

“The three Baudelaire children hastily -a word which here means, “faster than a troupe of evil and horrible actors- ran away and gathered their belongings.”

Gaya penulisan yang unik ini menawarkan satu sideshow yang lucu, atau setidaknya menghibur bagi para pembaca, dan memberikan gaya penulisan Snicket yang sekarang sudah terkenal sebagai gaya penulisan yang rata, elegan, tetapi sederhana.

Why Should You Read ASOUE?

  • Buku ini berbeda.
    • ASOUE bukan buku di mana tokoh-tokoh mendapatkan happy ending sesudah diberi kesulitan beribu-ribu kali. Walaupun diberikan kesulitan ribuan kali, tokoh-tokoh tersebut hanya diberikan kesulitan di akhir buku.
  • Tragedi
    • Alasan ini cocok untuk orang-orang yang punya masalah dengan kehidupan mereka. Tragedi yang diberikan Snicket di buku ini dapat dipastikan membuat dirimu merasa lebih baik dengan hidupmu. Bagiku itu alasan yang cukup untuk membacanya.
  • Deadpan
    • Ini satu-satunya alasan aku membereskan ketigabelas buku ASOUE dan masih berusaha membereskan serial Netflixnya. Gaya Deadpan Lemony Snicket serta referensi sastranya yang intelijen dan jenaka memberikan aku alasan untuk melanjutkan serial Netflix-nya… Murni untuk melihat semua referensi yang Snicket pikirkan.

Why is this Book a Good Fit for Kids?

  • Realistis.
    • Mungkin ini satu-satunya alasan yang aku perlu berikan. ASOUE realistis, tidak seperti buku-buku lain. Ia mengingatkan anak-anak dengan gaya yang (sekali lagi) rata, bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal bahagia. Mungkin brutal, tetapi di antara sedikitnya hal-hal bahagia yang terjadi, Snicket menuliskan buku ini untuk anak-anak.
  • Tetap Imajinatif
    • Walau buku ini memiliki plot yang realistis, setting dan dunia yang Snicket berikan sangat-sangat imajinatif dan ia menceritakannya seperti buku fiksi, karena ASOUE memang fiksi. Anak-anak tidak perlu melewatkan sudut pandang karangan yang Snicket berikan, hanya karena plot-nya tragis dan realistis.

Notes.

Nama asli Lemony Snicket: Daniel Handler.

Aku berusaha keras menulis dengan deadpan. Tapi aku gak bisa.

Serial Netflix memiliki plot yang mirip, tetapi sampai ke plot tersebut dengan cara yang berbeda.

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Ini telat.

Iya. http://rickriordan.com/2019/12/notes-from-the-winter-solstice-meeting/

Ini mungkin salah satu hal paling penting bagiku pada akhir tahun 2019 kemarin (karena… akhir tahun kemarin agak membosankan. Liverpool vs Leicester penting, tapi gak sepenting ini). Tetapi tidak ada satupun artikel dariku yang membahasnya.

Uncle Rick membuat sebuah tweet masuk trending nomor 1 di dunia. Dengan #DisneyAdaptPercyJackson

Percaya padaku kalau aku bilang bahwa Percy dan teman-temannya dari seri Heroes of Olympus adalah hal yang sangat penting bagiku, jadi kayanya agak telat kalau aku baru mengeluarkan artikel ini tepat 1 bulan sesudah #DisneyAdaptPercyJackson trending.

Artikel ini tentang potensi adaptasi Percy Jackson yang akan dibuat Disney, dan alasan aku menunggu 1 bulan untuk itu, adalah menunggu segala konfirmasi dan segala tek-tok-an Uncle Rick dengan Disney, Fox, serta konfirmasi akan pembelian saham Fox oleh Disney.

Tepat 1 bulan kemudian, berita yang terkumpul cukup untuk membuat sebuah prediksi yang solid akan adaptasi Percy Jackson!

We Don’t Talk About Those Movies

Adaptasi film Percy Jackson sudah terjadi. Rick Riordan sudah berulang kali mengatakan opininya pada film itu. So, We don’t talk about those movies.

Oke, sedikit serius. Film tersebut hampir gak ada korelasi sama sekali dengan buku, dibuat terlalu tua, ceritanya terlalu maksa dengan hybrid rom-com dan teen wolf (serial CW) dan… Yikes.

Tapi-tapi!!! Gak. Kita gak akan omongin adaptasi gadungan buatan Fox.

Untungnya, adaptasi kali ini akan lebih realistis kalau dibuat dalam bentuk serial alih-alih film! Ceritanya bisa lebih slow, bisa lebih banyak ruang untuk bernafas, dan harusnya lebih bagus. Terutama mengingat ini Disney, dan bukan… You know, a right wing media group…

Rick Riordan membuat banyak sekali statement dan bercandaan (bahkan sebuah halaman FAQ) tentang reboot buatan Fox, dan aku yakin penyesalan terbesar Riordan adalah menjual hak cipta film tersebut. Ribuan kali menegosiasi ulang hanya berujung buruk, Fox gak mau menjualnya kembali.

Ada permintaan khusus dari fans.

Ada petisi.

Ada merchandise Camp Half-Blood yang ilegal.

Ada rumor dari Netflix untuk membeli hak cipta.

Ada fans memberikan ide untuk bake-sale.

Semuanya gak ngaruh.

Sampai… Ada Disney.

Disney, Fox dan Percy

Bertanya padaku… Disney adalah sebuah evil company. Serius.

Gambar ini dari No Film School dan ini… Jenius. WOW.

Aku gak berpikir sejauh “Evil Company” tetapi kedua orangtuaku berpikir seperti itu, dan pemikiranku yang awalnya mentok di “Perusahaan Dominan” berubah menjadi evil company.

Ketika sebuah perusahaan sudah mendominasi film anak-anak, Olahraga (melalui ESPN), Perfilman Remaja (Melalui Marvel), perfilman fanboy (melalui Lucasfilm), perfilman Ibu-ibu (melalui ABC, karena… You know, Grey’s Anatomy?) , dan merchandising semua hal tersebut… Mereka sudah pantas masuk daftar Evil Company.

Tetapi, kita masih mengonsumsi produk evil company, karena kita menikmatinya! (uhuk, MekDi, uhuk. Ef-Bi uhuk. Goggle. Uhuk! Nama hutan di Amerika Selatan. Uhuk! Maaf… aku lupa minum obat batuk…)

Disney’s pretty much building their own death star. But we don’t care.

Jadi, ketika meraka mengambil film non franchise dari 20th Century Fox. Sepertinya mereka sudah mendekati dominasi dunia. Karena dominasi dunia pada akhirnya akan jatuh ke tangan Disney (kecuali ada rebellion gak jelas atau Kylo Ren berubah pikiran kayak di Rise of Skywalker), let’s just jump into the wagon!

Disney. Mendominasi Dunia melalui Putri-Putri.

Karena Riordan tidak mungkin membeli 20th Century Fox, dan 20th Century Fox menolak dengan keras dan berulang akan tawaran-tawaran dari Rick Riordan plus Investor… Rick Riordan memulai strategi baru. Ia akan membujuk Disney!

Lagian, mendapatkan untung besar-besaran dari sesuatu yang sudah punya fanbase setia yang konsumtif dan kebanyakan duit adalah hal yang Disney belum lakukan, jadi… Oh wait.

Point taken.

Oke, tenang bro… tenang

Ini lebih parah dari yang aku kira…

Tentunya, tidak akan banyak tantangan kan?

WRONG!

Anastasia

Ketika berhadapan tentang film musical yang memiliki happy ending dan ada tuan putrinya, kita akan menghubungkannya ke Disney. Iya kan? Ke mana lagi coba?

Sayangnya, Anastasia ada.

Dan oh boy… Drama antara Disney dan 20th Century Fox baru mulai.

Ini poster filmnya. Cukup satu kali lihat, dan kalau anda gak lihat logo kecil di bawahnya…

Pasti anda mengira ini film disney. Iya kan? Coba kita bikin ceklis!

  • Istana di belakang? CHECK!
  • Penyihir jahat? Cek
  • Tuan putri agak naif, tapi pemberani? Check.
  • Makhluk peliharaan lucu untuk merchandising di bawah? Check.
  • Merchandise makhluk peliharaan lucu? gak ada… Ini doang sih.
  • Karakter supporting cowo yang sok tahu dan sok pemberani? CHECK!!!

How is this not a Disney Movie?

Film-nya bagus, tapi Disney ingin menunjukkan dunia bahwa rencana world domination mereka akan sukses. Mereka akan menembakkan Death Star ke Fox.

Hasilnya, selain liputan press buruk walau Anastasia sendiri film yang sangat bagus… serta tuntutan akan plagiarisme menciptakan sebuah tembok yang Disney ciptakan.

Fox gak berani menyentuh kartun-kartunan lagi, terutama kalau itu musical, dan ada tuan putri-nya.

Dramanya jelas banyak. You know, a couple of lawsuits… Fox akhirnya menyerah.

Lucu ya, kalau dituntut mereka nyerah, tapi kalau kekeuh soal liputan dengan narasumber pro Donald Trump dari Mars mereka gak peduli.

Aku bahkan belum bisa bilang bahwa drama antara Fox dan Disney sudah beres dengan pembeliannya.

Banyak sekali grey area yang Uncle Rick masih harus pecahkan…

The Issues.

Issue #1. Walaupun Fox sendiri dimiliki Disney, dan Disney mengambil keuntungan dari Fox, direksinya masih berjalan sendiri.

Issue #2. Fox masih kekeuh gak mau ngasih balik hak ciptanya. I mean, they’re dying and is owned by a company that kicked their butt several times… But, seriously.

Issue #3. Pembuatan filmnya sendiri.

Isu terbesar sebenarnya ada di perbedaan direksi. Walau suatu perusahaan dimiliki perusahaan lebih besar, perusahaan kecil tersebut masih bisa mengambil keputusan akan satu dan lain hal, dan sampai ada tekanan ekstra dari Disney (yang Riordan berusaha ciptakan…) kita belum bisa berharap akan adaptasi Percy Jackson.

Idealisme Adaptasiku.

Nico Di Angelo diperankan Noah Schnapp (Will Byers Stranger Things)

Sisanya gak penting, asal dibuat dengan bagus…

Oh iya, aku akan lebih senang kalau somehow… Adaptasi dimulai dari Heroes of Olympus, alih-alih Percy Jackson sendiri, karena timeline-nya jauh lebih gampang dimainkan, dan karakter akan mulai dari usia remaja, walau story-linenya masih childish…

 

Sampai lain waktu.

This better work Uncle Rick. We’re praying to the 11 remaining Olympians…

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

This is Lauv. His real name is Ari Staprans Laff. He’s a musician.

Dan dia akan datang ke Jakarta. (walau aku gak mungkin nonton konsernya, karena aku bukan jenis orang yang suka nonton konser) Sebelum kedatangan Lauv ke Jakarta, mari kita bahas sepuluh lagu terbaik Lauv menurut Dikakipelangi.com!

Terbaik di sini bukan berarti paling populer, tetapi ya… “terbaik” berdasarkan opini.

THIS ARTICLE IS NOT FOR KIDS.

Mengandung konten penyakit mental. Jika usiamu dibawah 12 tahun, jangan baca, artikel ini dan beberapa lagu di dalamnya agak berat sejujurnya.

#10. Superhero

Ini salah satu lagu paling sedih (setidaknya yang keluar di tahun 2010-an) yang pernah aku dengar. Aku orang yang punya imajinasi terlalu aktif dan ini seperti lagu yang akan aku setel dan dengar sendirian di kamar kalau salah satu anggota keluarga atau temanku “dipanggil”dan tidak akan balik lagi…

Dengan caranya, Lauv menjelaskan perasaannya dan pikirannya dalam sebuah lagu dan dia menekankan beberapa kali bahwa dia… Meredam emosi yang dia rasakan.

Lagunya sederhana dan tragis. Sangat Lauv.

#9. The Other

Seandainya aku tahu lagu ini dari tahun 2015 aku akan jadi salah satu orang pertama di Indonesia yang bisa bilang “Aku tahu Lauv dari sebelum I Like Me Better”

Sekali lagi. Tragis. Just… Yikes. Chorus lagu ini kurang lebih bilang bahwa pada hidupmu, akan ada titik di mana kamu harus menentukan antara menggunakan logika atau perasaan.

Salah satu tidak bisa dipakai. Lagunya sekali lagi, sederhana, tetapi bermakna. Sangat Lauv.

Lagu ini sangat underrated, jadi, kuberi saran untuk mulai mendengarnya.

#8. Sad Forever

Lagu ini alasan aku bilang bahwa jika usia anda dibawah 12 tahun, jangan baca artikel ini. (atau jangan punya HP. lebih bagus justru)

Lauv menulis lagu ini di perjalanan ke sebuah tur ketika dia sedang punya masalah dengan hidupnya dan ia tidak ingin menghadapi masalah tersebut dengan langsung. Seperti semua musisi bagus, masalah dijadikan seni!

Lauv membawakan lagu ini tanpa dicoba sebelumnya ketika sedang tour dan lagu ini meledak! Sad Forever merupakan salah satu lagu Lauv yang bukan lagu cinta (bonus poin bagiku) tetapi tetap saja galau! (bonus poin lagi dariku!)

Sesudah lagu ini keluar, Lauv menjadi advokat kuat akan kesehatan mental.

#7. Chasing Fire

Aku sedikit kesulitan menentukan tempat lagu yang satu ini. Secara pribadi, ini lagu nomor dua favoritku dari Lauv karena lagunya upbeat dan tidak terlalu galau. Tetapi, sayangnya, ini kurang populer (dan juga underrated seperti 4 lagu lainnya) dan tidak sepenuhnya terasa seperti lagu Lauv.

Bagiku, identitas Lauv adalah cowok galau (seperti Kylo Ren) yang sejujurnya gak tahu mau ngapain tetapi punya pendirian dan identitas yang kuat. Salah satu alasan aku bisa relate sama Lauv karena dia musisi paling galau dalam opiniku. Aku suka itu!

Chasing Fire memberikan representasi dan identitas Lauv yang galau tadi… dengan caranya sendiri.

#6. Getting Over You

I just love this song. Lagu ini representasi paling sempurna dari identitas Lauv sebagai musisi bagiku.

Musiknya upbeat, dan liriknya agak similer secara makna dengan The Man Who Can’t Be Moved milik The Script. (lagu the script lebih ekstrim, tetapi intinya sama-sama gak bisa move on)

Ku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Hanya… WOW. He wrote that.

(untuk memperparah, Lagu ini gak terlalu populer. Come on guys. Give them the views it deserves)

#5. Sims

Lagu ini sempurna untuk Gen Z karena 3 hal.

  1. Galau dan penuh dengan penyesalan. Alasan Kylo Ren adalah villan Star Wars. (gak, seriusan. Kylo dan Lauv sangat mirip sebenarnya, pikirin deh)
  2. Ada referensi ke sebuah video game. Gak kurang Gen Z apanya?
  3. Sesuai dengan masalah ekonomi di masa depan. (We could build a house and plant some flowers and have kids. Di Sims, semua itu bisa dilakukan dengan minim duit. Sekarang mau punya anak aja biasanya udah nyiapin duit buat sekolah dari kapan tahu.)

Aku harus menjelaskan lagu ini dengan kata yang sedikit karena banyak sekali simbolisme yang tersirat di lagu ini, dan sejujurnya… aku tidak sanggup. Just listen to the song. Hurrah.

#4. I’m Lonely

Ini versi clean ya.

Siapapun yang suka dengerin Lauv dan tinggal di Indonesia pasti tahu lagu ini.

Worldwide atau di Asia lagu ini gak populer. Chart spotify Asia atau Apple Music hanya memberi angka jelek untuk lagu ini, tapi di Indonesia (dan hanya Indonesia saja) respons dari pendengarnya sangat bagus. Liriknya sederhana. Karena gak pake kata kasar, sebenarnya liriknya menceritakan orang yang kesepian. Anne-Marie juga menambahkan depth baru untuk lagu yang sederhana ini.

Mengingat lagu ini populer, aku jadi agak gak yakin Indonesia itu bangsa yang seneng bersosialisasi karena banyak teman-temanku merasa lagu ini representasi yang bagus untuk kehidupan sehari-harinya.

Makes you think eh?

#3. I’m So Tired

Kolaborasi yang sempurna. Lauv dan Troye.

Sebagai orang yang suka musik dan kadang suka gak jelas mood-nya. Ini lagu galau yang sempurna!

Kadang ada hari di mana aku gak pengen dengerin lagu, apalagi love song (mayoritas lagu yang aku dengerin love song soalnya, seperti kebanyakan orang) hmm hmm.

Lagu ini membantuku dalam 2 cara.

  1. Aku jadi tahu 3 lagu baru yang dinyanyikan Troye Sivan di liriknya (Buzzcut Season, Hurts Like Heaven, Lost in The Sound)
  2. Ini lagu sempurna untuk mengisi waktu kalau aku lagi bosen sama love song (which does make me sick sometimes).

I’m tired of Love songs. but not of Lauv songs. 😉

#2. I Like Me Better

Sebagai penyanyi yang membawa dirinya sebagai orang yang galau dan selalu… doubtful.

Aku rasa agak ironis bahwa greatest hit Lauv (yang bagiku hanya nomor dua) bukan lagu galau.

Tapi, aku tahu akan keberadaan Lauv dari I Like Me Better dan lagu ini timeless. 218 juta view dan masih bertambah.

#1. Mean It

Pada suatu hari aku mencari tentang opini orang mengenai musik di sebuah tempat yang dikenal sebagai Reddit.

Aku menemukan orang berkata. “Lauv and Paul Klein. Two guys who are broken hearted and don’t really know what they are doing. But is doing a great job anyway.”

Ini penjelasan sempurna dari lagu ini!

Kolaborasi yang ditunggu fans dari kapan tahu (keduanya hippie, keduanya peduli akan kesehatan mental, dan keduanya memulai namanya dari La, what more can you ask? Terutama kalau kamu orang California.) ini akhirnya terwujud pada akhir tahun 2019!

Lagunya sendiri tentang seseorang yang dimanipulasi cewek dan sering banget di PHP-in karena cewe-nya sangat-sangat sanguine atau plin plan, satu hari deket dan sayang, besoknya gak jelas, dan seterusnya.

Mario Pratama, seorang penyiar Prambors mengatakan ini soundtrack love-life nya dia…

Aku merasa kalau aku punya love life (which I don’t, and I’m happy about… dan seandainya aku punya, aku gak akan cerita karena A. orangtuaku baca artikel ini, aku gak mau diketawain, karena pasti aku terlalu cemen buat standar kedua orangtuaku… Ups, curcol. Dan B. Internet privacy) ini akan jadi lagu yang sempurna bagiku!

Aku sudah tahu akan Lauv dan LANY sebelum kolaborasi ini, jadi kolaborasi ini ketika terjadi terasa seperti salah satu permintaan dari Jin Aladdinku terkabul!

Honorable Mentions

There’s No Way ft Julia Michaels. Buatku sedikit overrated, tetapi lagunya enakeun sih. Aku kurang suka dengan Julia Michaels dan musiknya, jadi gak masuk list.

Never Not. Tragis. Aku suka lagu tragis!

Changes. Baru keluar 2020, belum sepenuhnya yakin.

Tattoos Together. Baru keluar tadi pagi! Belum sepenuhnya yakin.

Feelings. Lagu yang hopeful dan enak. Tetapi tidak terasa seperti lagu Lauv. Sayang sekali gak masuk daftar. (kurang galau)

Sampai lain waktu!

Post Script

Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penting bagiku karena aku akan mulai kuliah tahun ini. Sebelum kuliah, aku mau mulai membahas tentang musik karena ternyata dunia musik di Indonesia besar, tetapi belum banyak blog (selain lirik + terjemahan) yang membahas itu.

Lauv juga mendapatkan banyak viewer di Indonesia, dan sebagai orang yang sudah menyukai musiknya Lauv dari zaman I Like Me Better keluar, kurasa Lauv adalah artis yang paling sesuai untuk artikel musik debutku!

Semoga anda menikmatinya!

Recap Di Kaki Pelangi Tahun 2019…

Recap Di Kaki Pelangi Tahun 2019…

Sejujurnya, aku membuat ini untuk diriku sendiri karena aku suka statistik dan aku suka membandingkan hal-hal. Tapi kayanya tidak ada salahnya kalau aku posting. Tulisan hari ini tentang views dan statistika blog satu ini selama 1 tahun ke belakang!

Total Views!

42.243 Viewer selama tahun 2019.

Nggak jelek. Coba aku lebih sering posting pas bulan Mei dan April… Huh…

Favorite Articles!

Home Page. 25.193 View.

Oke, oke, gak dihitung, karena orang yang buka homepage berarti gak buka lebih dalem lagi, tapi ya, anda mengerti maksudku. Semua orang yang baca artikel-artikelku pasti ke homepage juga, jadi… Don’t judge. Ini top 5 artikel pada tahun 2019…

Artikel favorit tidak lain dari artikel Wakanda Forever. Mencapai 4750 views. Bukan angka yang jelek untungnya! Hurrah!

Artikel tersebut mendapat viewer yang cukup banyak dan konsisten, karena artikel itu, aku mencapai rekor 675 viewer dalam satu hari (pada tahun 2018), semuanya dari Google. Sesudah hype dua minggu dari artikel tersebut, viewer-nya agak turun, tetapi tiap minggunya masih menghasilkan setidaknya 10 view.

Berikutnya disusul dengan artikel Marvel lainnya. Membahas Vibranium dan Adamantium. Tentunya juga populer. 2173 views. Bukan angka yang jelek, mendapat sekitar 50 view per bulan, dan ketika hype film marvel baru keluar, angkanya bisa naik hingga 500 view pada bulan tersebut.

Artikel ketiga paling populer masih artikel Avengers… (Sejujurnya, apa sih yang orang-orang baca di Internet hari gini…) 2079 views. Teori-teori yang aku kompilasi dari Reddit (dengan VPN) dan Quora mengenai Avengers End Game. Lucunya banyak orang nyasar mencari tentang daftar orang-orang yang menjadi debu di Infinity War, tapi… Post aku paling atas di Google, walaupun isinya hanya fan theory saja. Ya sudahlah.

Artikel keempat adalah artikel paling bermakna di antara semuanya… Membahas MBTI dan temperamen ala Galen (seorang filsuf Yunani). Tulisan ini banyak error dan blundernya sejujurnya, tetapi aku tidak dapat satupun komen dari 1073 orang yang masuk ke artikel ini. Aku perlu menulis ulang beberapa bagian sesudah baca lebih lanjut tentang keduanya.

Lalu artikel kelima… Gegenpressing. Danke Mr. Klopp. Tulisan sepakbola paling populerku yang menjadi poros permainan Jerman selama 4 tahun, serta poros permainan Liverpool ketika menjuarai Liga Champions ini menjadi artikel nomor 5 paling populer, dengan 660 views.

Honourable Mentions

Star Wars, dan alasan dimulai di episode ke IV bukannya I. 100 dari 500 views yang didapatkan baru nongol ketika Rise of Skywalker masuk ke bioskop.

PT Barnum. Artikel ini telat karena baru keluar SESUDAH Greatest Showman, 400-an views.

Serta Late Post-ku ke sebuah Law Firm di Jakarta! Tiap kali ada yang googling “Visit HHP Law Firm” artikelku nongol di paling atas. 385 views.

Peak Season?

Tentunya… April dan Mei adalah saat End Game keluar di Bioskop. 16000 views hanya dalam 2 bulan tersebut.

Walaupun aku tidak mengeluarkan SATU PUN TULISAN! Selama April atau Mei. (COBA NGELUARIN!!! NYESEL!!!)

Dari peak saat Mei. Juni melihat penurunan ke 4000 views, dan sekarang aku nyangkut di 1000-3000 views. Untungnya, Star Wars menaikkan viewer di Bulan Desember dengan cukup baik, jadi hore!

Pesan moral. Jangan terlalu terdistraksi sama tulisan buku kalau anda masih punya blog… Huhuhuhu…

Sumber Penemu Artikel?

Ini agak obvious kayanya sih, tapi tetep perlu kutulis.

Google memberikan diriku 35.000 views. Dari 42.000.

7000 lainnya berasal dari orang yang langsung masuk ke tulisan via link, mengklik artikel lain atau masuk ke homepage, atau dari WordPress reader. Selain itu juga ada beberapa dari Instagram milik Bubi.

Menutup Tahun.

Post terakhir tahun 2019 ini akan ditandai dengan pengingat untuk diriku sendiri…

Tulis lebih banyak tentang hal yang gak penting tapi menyenangkan… Orang-orang suka fakta yang gak jelas ternyata… Huhuhu… Tulisan Filsafat mana laku…

Kalender Gregorian dan Pemberian Tahun.

Kalender Gregorian dan Pemberian Tahun.

Mari kita bahas tentang kalender sebelum pergantian tahun!

Sejujurnya…

Bicara tentang kalender secara detil bisa memberikan migraine sebanyak bicara tentang… Oke, kita anggap saja bicara tentang taktik sepakbola dari piala dunia pertama sampai sekarang.

Untuk memberikan perspektif. Dalam 2020++ tahun tercatatnya bumi ini mengitari matahari, kita sudah berganti tahun 2020 kali (thanks, captain obvious) tetapi dalam 2020 tahun yang sama, jenis kalender yang manusia gunakan sudah berubah 3 kali.

Oke, kamu akan berkomentar “Tapi Azriel, kita tiap tahun ganti kalender, aku sekarang berumur 40 tahun dan sudah mulai mengganti kalender di rumahku sejak kuliah berarti aku sudah ganti kalender 22 kali.” Maksudku bukan mengganti kalender, karena kita ganti kalender juga tiap tahun ya… Maksudku jenis kalender.

Mari kita catat!

Julius Caesar

Darimana aku mulai tentang orang ini.

Untuk pembaca rutin Dikakipelangi.com . Pasti tahu seberapa cintanya aku sama Jendral Romawi yang satu ini, yang gak mau ngaku raja dan hanya sebagai kaisar tetapi ujung-ujungnya dibunuh sama teman-temannya sendiri.

Walau Caesar punya banyak kualitas positif, ia tidak rendah hati sama sekali.

Kalender tahun 0001 Masehi dimulai oleh Julius Caesar tentunya, dan ia mengganti kalender sebelumnya dengan gaya yang sangat-sangat egois.

Januari 1 adalah tanggal lahir Janus. Dewa Bermuka dua yang menandakan masa lalu dan masa depan, dewa transisi. Nama Januari sendiri diambil dari Janus.

Pada 47 B.C. (kalender masehi belum dimulai) Caesar merubah gaya penanggalan kalender dari Ab Urbe Condita (709 AUC) menjadi gaya penanggalan sekarang. Ia mengulangi kalender dari 0 lagi.

Saat melakukan ini, ia merubah urutan bulan jadi…

  • Januari
  • Februari
  • Maret
  • April
  • Mei
  • Juni
    • Juli
  • September
  • Oktober
  • November
  • Desember
  • Latin untuk bulan keduabelas.

Ada 12 bulan, tetapi ia menggeser september (latin untuk bulan ketujuh) menjadi bulan kedelapan. Bulan ketujuh ia beri nama Juli untuk Julius.

Ia memberikan satu bulan khusus untuknya.

Kalender ini didesain dan dihitung pas oleh ilmuwan-ilmuwan punya Pacarnya Julius Caesar di Alexandria. (Iya, betul… Cleopatra)

Oh, tapi sayangnya, hitungannya gak pas. Tahun Kabisat (seperti 2020, di mana Februari punya 29 hari, bukan 28) dicatat tiap 3 tahun, dan bukan 4…. Ugh, pusing deh.

Intermezzo Ab Urbe Condita adalah sistem penanggalan Romawi kuno, dimulai dari terbentuknya Romawi sebagai kerajaan.

Seharusnya, ini menjadi penanggalan masehi yang original. Dan ini berarti bahwa sekarang kita tidak berada di tahun 2020 tetapi justru di tahun 2067.  Namun, ada hal terjadi.

Augustus Caesar

So. 3 tahun sesudah pengulangan tanggal dari Ab Urbe Condita menjadi masehi… Caesar mati.

Like… Ditusuk di semua bagian yang kamu gak mau orang sentuh dan/atau tusuk.

Brutal, tapi ya, dunia sudah move on.

Berikutnya ada orang ini!

Octavian atau Augustus Caesar, terserah mau panggil dia siapa.

Ia juga sama seperti Kakek-nya (Julius Caesar) pintar, bijaksana, dominan, ganteng, blablabla… Oh iya, juga gak rendah hati.

44 tahun sesudah kematian dari Kakeknya, Augustus Caesar ingin merubah sesuatu.

Ia tahu bahwa 40 tahun sebelum ini ia pernah memenangkan perang dengan anggota dewan segitiga (atau juga diketahui dengan triumvirate) sebagai metode pencegahan perang saudara antara 3 jendral terkuat di Romawi…

Ceritanya panjang, tetapi Romawi dibagi tiga. Augustus dapet sepertiga, Mark Antony dapet sepertiga, Lepidus dapet sepertiga. Augustus ngalahin Mark Antony yang lebih kuat dari Lepidus, dan dapet dua per tiga kekuasaan, Lepidus takut dan kabur, ngasih kekuasaannya ke Augustus.

Sebelum pergi dari takhtanya, Augustus Caesar melakukan satu hal lagi. Ia memulai kalender masehi, dan ia meminta tanggal ia menjadi kaisar romawi sebagai bulan khusus, dinamakan atas dirinya sendiri.

Ini menciptakan sistem 12 bulan yang kita ketahui sekarang.

Dengan cara menyelipkan bulan Agustus diantara Juli dan September ia meminta penanggalan kakeknya dirubah, dan diulangi dari awal karena ada kesalahan teknis akan hadirnya tahun kabisat per tiga tahun yang Caesar buat tadi…

Selain itu, ini sistem pertama yang memasukkan tahun kabisat untuk mencatat 1/4 ekstra hari di mana bumi berevolusi mengitari matahari.

Intermezzo. Untuk yang belum tahu tanggal 25 Desember adalah natal… Itu ada cerita agak panjang dengan penambahan bulan punya Augustus kali ini. Selain lahirnya Janus pada 1 Januari, Yesus Kristus, atau Nabi Isa A.S. juga lahir di tanggal 1 Januari. Namun perubahan tanggal Romawi tidak diikuti oleh Agama Katolik yang masih minor waktu itu, dan 1 Januari tersebut pindah ke 25 Desember sebagai efek samping perubahan penanggalan.

Gregorian Calendar

Paus Gregory bertanggung jawab menggeser kalender untuk ketiga kalinya.

Ada beberapa versi cerita yang bilang bahwa Paus Gregory hanya mengklaim Kalender Gregorian yang kita gunakan sekarang, dan aslinya seorang pustakawan yang kerja di Itali yang memberikan dia ide ini, tetapi, ini versinya lebih rumit, dan aku akan gunakan versi yang umum saja.

Awalnya, Paus Gregory yang tahu tentang pertanian khawatir akan penanggalan paskah yang salah karena ia yakin paskah telah geser satu hari dan titik balik musim semi tidak sesuai dengan perayaan paskah pada tahun itu.

Jadi, pada September tahun 1582, Paus Gregory bertindak. Kurang lebih Paus Gregory yakin akan penanggalan yang salah, dan ia mengeluh pada ahli astronominya. Sesudah dihitung, ternyata ada 12 menit revolusi Bumi yang tidak dihitung oleh kalender Augustus Caesar yang masih dipakai sampai tahun 1599.

Revolusi Bumi tersebut akhirnya dibenarkan dan mulai tahun 1600, tahun yang berakhir dengan 00 tidak akan dihitung sebagai tahun kabisat kecuali angka tersebut bisa dibagi dengan 400. Berarti, tahun 1700, 1800, 1900, dan 2100 bukan tahun Kabisat.

Kalender ini disetujui semua orang dan penanggalan Paskah kembali benar lagi, dan Paus Gregory memberi nama kalender ini Kalender Gregorian, atas dirinya sendiri.

Sampai hari ini, kita masih bisa menggunakan Kalender Gregorian secara akurat. Sampai tahun 4909 tentunya, karena revolusi bumi ini ternyata bukan 365 hari, 6 jam dan 12 menit. Tapi juga ada 26 detik. . . . .

Yup, untungnya kita gak perlu kalender lagi.

Kecuali anda membaca ini dari masa depan (tahun 5000) dan Internet masih legal… Anda tenang saja, kita masih bisa menggunakan kalender Gregorian sebelum bumi berevolusi satu hari lebih banyak dari seharusnya!

Meningkatkan Produktivitas ala Cal Newport

Meningkatkan Produktivitas ala Cal Newport

Weekend kemarin diisi dengan baca buku! Buku terbaru yang kubaca ditulis oleh Cal Newport, subyeknya tentang Deep Work. Aku belum punya translasi yang cocok, jadi aku akan menggunakan istilah yang Newport sendiri berikan di buku dengan judul yang sama…

Selamat menikmati.

Deep Work.

Bayangkan anda sedang bermeditasi.

Anda fokus ke satu hal, dan satu hal saja yang anda berpikir. Mungkin itu cara anda bernafas, cara anda duduk, warna terakhir yang dilihat sebelum menutup mata, suara air yang mengalir di sungai dekat rumah anda.

Sepertinya di era informasi dan serba cepat ini tidak mungkin bisa bermeditasi didekat smartphone ya… Belum apa-apa terdengar suara notifikasi dari WhatsApp, atau dari Instagram, atau apapun itu…

Walau iya, terdengar agak idealis (“Sungai dekat rumah anda” karena siapa yang punya sungai dekat rumah mereka? No offense ke orang-orang yang tinggal dekat Sungai Cikapundung) Keharmonisan dari bekerja atau sekedar fokus ke satu hal tidak bisa dicapai lagi oleh manusia…

Deep Work berfungsi similer ke meditasi. Fokus ke satu hal bebas dari distraksi, melawan adanya distraksi, dan berada di satu titik tengah yang harmonis…

Deep Work adalah cara bekerja yang tenang, tanpa distraksi, dan penuh dengan menahan godaan.

Cal Newport menjelaskan Deep Work sebagai “High quality working without any distractions.” dan sebenarnya memang sesederhana itu.

Dengan makin banyak hadirnya distraksi (entah itu WhatsApp group atau Facebook atau apapun) Newport percaya bahwa ini mengurangi kualitas pekerjaan orang-orang. Pekerjaan orang-orang dan hal-hal yang mereka produksi jadi berkurang dalam aspek kualitas, dan dalam aspek makna.

Pekerjaan kehilangan makna, dan ini mempengaruhi manusia dalam banyak aspek yang aku anggap berhubungan dengan kebahagiaan, walau Newport tidak membahasnya secara eksplisit.

Perlu dicatat tapi, Deep Work sendiri tidak mempengaruhi kuantitas hal-hal yang dikerjakan, tetapi hanya kualitasnya saja. Seseorang bisa saja melakukan pekerjaan dengan kualitas rendah tetapi tetap saja mengerjakannya dengan cepat dan efisien sehingga kuantitasnya tetap tercapai.

Mungkin terdengar agak Purist, agak idealis, dan mirip seperti hal yang anda mungkin baca di buku tentang Yoga, tetapi Deep Work memang langsung berhubungan dengan meditasi, karena banyak aspek dari meditasi menempel dengan Deep Work.

Mari kita bahas cara melakukan deep work.

Menahan Godaan

Puasa.

Indonesia memiliki budaya yang sangat unik di bulan Ramadhan. Rotasi bumi seolah-olah berubah. Hari-hari bergulir tetap sama, tetapi jam malam dan paginya berubah. Kantor pulang lebih cepat, kita bisa bangun dari pukul 3 pagi dan tidak tidur lagi sampai jam 9 malam.

Tujuan dari Ibadah Shaum sendiri di Bulan Ramadhan bukan untuk menahan lapar, tetapi untuk menahan godaan… Aspek terpenting dari ibadah ini ada di fakta bahwa anda akan tergoda pada hal-hal yang tidak penting, dan anda harus bisa menahan diri.

Walau iya terkadang ada ironi di fakta bahwa seseorang yang sedang berpuasa, alias harus menahan godaan bisa saja tetap kalap dalam beli baju karena ada THR dan semacamnya… bahasan kita tidak tentang itu hari ini.

Kata kunci hari ini bukan godaan. Tetapi kata kuncinya adalah “menahan”.

Untuk menahan diri dari melakukan sesuatu perlu ada usaha sadar dari diri kita untuk melakukan sesuatu. Perlu ada willpower yang terlibat dalam memberikan usaha tersebut, dan willpower itu mungkin saja habis… mungkin masih ada sisanya. Tetapi usaha berasal dari willpower yang perlu disalurkan.

Salah satu peraturan Deep Work yang Cal Newport berikan adalah “Embrace Boredom” alias “Nikmati Kebosanan.” Ketika membahas peraturan tersebut Newport bilang bahwa terkadang isu seseorang bukanlah tidak memiliki distraksi, tetapi justru kemampuan orang tersebut menahan diri dari distraksi tersebut.

Newport bahkan agak-agak nyantai untuk urusan distraksi ketika sedang tidak bekerja. Ia bilang “Jika internet memainkan peran penting dalam hiburan ketika malam hari sebelum tidur, itu tidak apa-apa.” Jadi jangan khawatir, mau menerapkan Deep Work bukan berarti anda harus pergi dari semua grup WhatsApp anda atau berhenti menggunakan Netflix.

Newport meminta anda untuk tidak terlalu sering melakukan transisi dari Fokus bekerja ke melakukan distraksi. Waktunya kerja adalah saat untuk bekerja, dan waktunya bersenang-senang adalah waktunya bersenang-senang. Masalahnya jika seseorang ingin bertransisi dari Fokus ke Distraksi, butuh waktu untuk Fokus tersebut bisa terkumpul ke titik yang dalam.

Oke, jadi Netflix, WhatsApp semua aman. Bagaimana dengan sosmed?

Quit Social Media.

Rule #3 dari Deep Work.

QUIT SOCIAL MEDIA.

Yeah. Social Media is not fine.

Newport percaya bahwa Sosmed adalah sumber distraksi (that’s obvious) yang tidak ada maknanya (that’s also obvious) dan bahkan jika kita bisa mempelajari sesuatu dari situ (kapan sih kita benar-benar bisa?) tidak ada inti yang bermakna karena siapapun bisa menuliskan apapun di dalamnya.

Selain fakta bahwa sosmed memiliki banyak konten tidak bermakna dan dibatasi dalam bingkai yang orang-orang ingin tunjukkan… Sosial media juga melakukan banyak hal yang mendefinisikan gaya hidup orang-orang di abad ke 21 sampai titik ketiadaan dari opini.

Ini subyek untuk lain waktu tentunya… Namun distraksi yang Newport tuliskan lebih sesuai jika disamakan dengan distraksi “penting”. Bahkan hal-hal yang penting bisa saja gak punya makna. Seperti misalnya membalas Email… Membalas email penting, tetapi minim makna.

Sosial Media tidak memberikan distraksi “penting”.

Newport ingin orang-orang untuk steril dari distraksi tidak penting, dan menyortir distraksi yang penting.

Kesimpulan

Oke, dua peraturan penting dari Deep Work sudah kutuliskan. Menurutku dua peraturan ini (Quit Social Media, Embrace Boredom… dari total 4 peraturan) yang paling penting, dan kurasa kedua peraturan ini cukup untuk memulai deep work.

Newport menginginkan orang-orang untuk lebih efisien dari semestinya ketika melakukan deep work.

Ia meminta kerapihan… Dan aku agak-agak bingung cara menerapkannya.

Newport memberikan referensi yang cukup banyak tentang orang-orang yang super ekstrim dalam mengatur efisiensinya… Seperti seorang Professor yang gak punya email dan mempunya asisten khusus untuk menerima snail mail dan menyortir hal yang urgent.

Kalau menanyakan aku, bagaimana cara menambah efisiensi dalam hari-hari anda dan melakukan Deep Work?

Stop right there.

Deep Work bukan untuk semua orang. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan lebih banyak shallow work dan berbasis kuantitas kebanding kualitas. Ada beberapa pekerjaan yang bergantung 100% pada urgensi email dan tidak bisa bergantung pada “Imajinasi akan Dunia” yang dilakukan filsuf-filsuf macam Socrates, Descartes, dan Immanuel Kant.

Jadi, sebelum loncat ke kesimpulan dan menentukan apakah anda bisa melakukan Deep Work atau tidak…

Putuskan dulu. Apakah anda ingin mencapai makna, atau anda ingin pekerjaan tersebut beres?

Terkadang pekerjaan dangkal sudah cukup.

Appendix.

Ironisnya tulisan tentang Deep Work hari ini ditulis dalam kondisi yang sangat shallow dan penuh distraksi.

Sambil menulis tulisan ini, aku dipotong karena membuatkan roti bakar untuk snack sore, mendengar Ibuku dan Adikku bermain Karma dan memastikan peraturannya berjalan dengan lancar, serta mengganti galon.

Mohon maaf kalau tulisannya kurang bermakna, dan sampai lain waktu!