Category: Webstories

Menonton Film / Membaca Naskah

Menonton Film / Membaca Naskah

Aku menemukan lebih dari seratus naskah film (semuanya dari luar negeri dan mayoritas berbahasa inggris) dari link ini.

Akan menjadi sebuah pengalaman menarik untuk menonton sebuah film, sambil membaca naskahnya. Walau itu mungkin sulit dilakukan jika naskah tidak dicetak dan menonton menggunakan streaming di laptop, alih-alih TV.

Artikel ini akan menuliskan sejumlah hal tentang naskah film, dan cara menginterpretasikan yang ada di naskha menjadi teks.

Masalah Media

Pertama-tama, menonton film sendiri meminta pembaca untuk melihat hal-hal lebih dari lapisan yang tampak saja, tidak seperti membaca buku atau teks. Tetapi, di saat yang sama, perasaan dan arahan dasar dari penulis naskah tidak sepenuhnya tergambar dari film.

Isu kedua, jika kita hanya membaca buku atau teks-nya saja… umm…

 

Sumber: https://www.wartaekonomi.co.id/read224647/literasi-indonesia-ranking-terbawah-kedua-di-dunia

You get my point.

Lucunya, berdasarkan artikel tersebut, kita BANYAK membaca, tetapi tidak mampu memahami bacaan yang dibaca. Tidak banyak yang dijelaskan tentang apa yang dibaca, but that’s not my point. Kita membaca sedikit terlalu cepat untuk dapat memahaminya. Bahkan mungkin beberapa pembaca hanya melakukan speedreading dari artikel ini dan tidak menyadari bahwa aku menuliskan kata speedreading ke orang yang lagi speedreading di sini.

Nah, sebenarnya, masih dalam konteks film, bagaimana cara kita membaca naskah dan menyerap makna dari film tersebut? Keduanya adalah media storytelling yang berbeda, dan adaptasi buku ke film telah menjadi isu yang cukup kontroversial dan telah menciptakan  sejumlah haters pada adaptasi filmnya.

UHUK! The Sun Is Also a Star, UHUK! Darkest Minds. UHUK! PERCY JACKSON MOVIES UHUK!

But, that’s where I’m supposed to come in.

The Movies!

Gak semua industri film yang akan mengadaptasikan buku bekerja seperti ini, gak semua film, -regardless of the source- bekerja seperti ini, tapi aku mau mengambil generalisasi.

Singkatnya… seorang penulis akan menulis naskah, seorang sutradara akan membaca naskah tersebut, dan mengarahkannya sesuai bayangan dirinya tentang apa yang terjadi di naskah dan bantuan si penulis. Tim produser melakukan evaluasi dan memberikan kata “Oke!” pada tiap bagian produksi.

Nah, tujuan utama (at least for me) membaca naskah sambil menonton filmnya adalah menyambungkan proses dari naskah yang ada ke film yang ditonton pada saat itu juga. Untuk mengetahui, secara mentah, apa yang dikajikan, dan apa yang dimatangkan pada tahapan-tahapan dan lapisan-lapisan di dalam naskah tersebut.

Karena seorang penulis tidak perlu mengadaptasikan teks ke film, mereka tidak melihatnya dari segi tindakan atau realita, mereka tinggal di ranah pikiran dan emosional, menggambarkan apa yang terjadi.

Jadi, apa yang terjadi dari teks hingga dapat diinterpretasikan oleh sutradara dan produser, serta dimainkan oleh aktor, itu semua berasal dari imajinasi seorang penulis naskah, namun tidak berada dalam kuasanya.

Adaptasi (intermezzo)

Sedikit out of topic. . . Tetapi karena adaptasi sempat disinggung, aku tulis aja sekalian.

Untuk membuat adaptasi yang bagus, kita perlu adaptasi dari dialog buku ke naskah yang sesuai, deskripsi di buku ke setting film yang sesuai, dan kejadian-kejadian di buku menjadi arahan dari sutradara yang sesuai. Satu aja bolong, bisa rusak. Hence, some book to movie adaptations suck, karena adanya bolong di salah satu hal tersebut.

Abstrak

Secara abstrak, apa tujuan seseorang meluangkan waktu dan memecah fokusnya untuk menonton film sambil membaca naskah?

Aku sendiri sebenarnya masih belum seratus persen mengerti tentang ini dari segi yang abstrak, tapi aku sudah bilang bahwa naskah adalah karya penulis, sementara film-nya sendiri adalah karya dari berbagai macam orang. Aku akan melakukan ini untuk mendapatkan interpretasi paling mentah dari sebuah film, dan aku rasa, tidak ada salahnya mencoba hibrida menonton/membaca ini.

Menganalisa Virus Secara Sistematis.

Menganalisa Virus Secara Sistematis.

Walaupun umumnya orang-orang melihat penyakit, bakteri, atau virus secara kualitatif, virus-virus yang menjadi bahan omongan dunia selama tahun 2020 (terima kasih Corona) bisa dinilai secara efisien, praktis, dan mudah.

Pakar-pakar di bidang Epidemiologi dan Mikrobiologi umumnya memiliki sistem yang mengatur kriteria-kriteria sebuah virus, bakteri, atau jamur yang bisa menyebabkan penyakit, metode penularannya, dan semacamnya lagi.

Metode ini akan dijelaskan di bawah, dan aku bisa memberi testimoni (emangnya endorse-an selebgram ya…) bahwa cara analisa ini dapat digunakan hampir semua orang.

Penyortiran

Metode sortir dan sistemasi ini dikenal dengan rantai infeksi. Sebagian orang seharusnya sudah familier dengan istilah rantai infeksi gara-gara pandemi kampret yang masih berlangsung ini, namun, jarang sekali aku melihat liputan berita atau membaca artikel yang menggambarkan atau bahkan menuliskan rantai infeksi secara sistematis. Ada 6 hal yang perlu dirincikan.

Infectious Agent, Reservoir, Portals of Exit, Modes of Transmission, Portals of Entry, dan Susceptible Hosts.

  • Infectious Agents adalah jenis virus atau bakterinya sendiri, contoh, Corona Virus, Influenza A, E. Coli dan seterusnya.
    • Fungsi infectious agents adalah untuk memisahkan bakteri atau virus berdasarkan spesies.
  • Reservoir adalah spesies-spesies yang bisa menjadi inang untuk agen infeksi tersebut. Misalnya, ada virus yang hanya bisa menular kucing, ada virus yang hanya bisa menular manusia, ada virus yang bisa menular ayam, kelelawar, kelinci, dna manusia, dan seterusnya.
    • Reservoir berfungsi untuk isolasi pandemi. Seperti misalnya, ketika ada outbreak Influenza A, burung-burung dan unggas yang menjadi reservoir perlu dihadapi dengan lebih hati-hati, lebih medikal.
  • Portals of Exit adalah cara virus tersebut keluar dari inang. Ini alasan kita menggunakan masker saat pandemi covid-19, karena covid keluar dari saluran pernapasan.
    • Portals of Exit punya fungsi untuk menganalisa bagian mana yang perlu lebih disteril, jika sebuah penyakit keluar dari saluran pencernaan maka sistem urinoir dan toilet harus lebih diperhatikan, jika keluar dari air liur maka masker harus dikenakan, dan seterusnya.
  • Modes of Transmission adalah cara orang menerima virus tersebut. Contoh, dengan kontak udara, kontak langsung, atau misalnya kontak dengan jarum suntik, dan seterusnya.
    • Ini berbeda dengan portals of exit, karena portals of exit berfungsi untuk isolasi secara eksternal, cara kita untuk tidak menulari orang lain, sementara modes of transmission berfungsi untuk cara kita melindungi diri sendiri.
    • Ini alasan, menggunakan masker umumnya wajib, sementara face shield bisa bersifat opsional. Masker menghalangi portals of exit, sementara face shield menghalangi modes of transmission.
  • Portals of Entry adalah kebalikan Portals of Exit, tempat virusnya masuk, bukannya keluar.
    • Secara praktis, ini tidak ada fungsinya, namun ini bermanfaat secara medis.
    • Di kehidupan nyata, kalau aku mau jujur, jika virus sudah masuk ke portals of entry, it’s too late. Anda telah terinfeksi. Jika anda ingin tetap sehat, halangi modes of transmission, bukan portals of entry.
  • Susceptible Hosts adalah orang-orang atau spesies yang lebih mudah tertular.
    • In our covid case… Semua orang. Terutama yang… Sayangnya belum jelas 🙁

Contoh

Kita ambil contoh virus Influenza A, karena Covid belum benar-benar jelas rantai infeksinya, dan aku gak mau ambil resiko memberi kesalahan informasi.

Infectious Agent: Influenza A Virus
Reservoir: Manusia, Unggas
Portals of Exit: Saluran Pernapasan
Modes of Transmission: Sentuhan langsung atau dengan objek, Penghirupan virus
Portals of Entry: Saluran Pernapasan atau Mata
Susceptible Hosts: Siapapun, terutama jika mereka tertular darah orang lain (pernah menerima donor misalnya).

Nah, tiap kali ada jenis penyakit baru, keenam poin ini harus diisi seorang epidemiologis dan tenaga medis, agar mereka mampu mengisolasi dan mengamankan diri mereka dari penularan.

Kurasa, tidak ada salahnya semua orang mempelajari rantai infeksi virus, karena informasinya sangat-sangat praktis dan pragmatis, bisa dipelajari semua orang.

Kesimpulan.

Seandainya ada jenis virus lagi yang muncul entah dari mana, (seperti penyakit yang baru ditemukan beberapa minggu lalu, berasal dari babi di Tiongkok) tenaga medis, ilmuwan, dan masyarakat dapat menggunakan sistem yang cukup sederhana untuk memisah-misah dan menganalisa serta memisahkan satu jenis virus dengan jenis virus lain.

Metode ini mungkin terdengar pragmatis, praktis, atau menghilangkan sisi “indah” dari makhluk hidup, tetapi sejauh ini, belum ada metode yang lebih efisien dan mudah dimengerti yang aku ketahui untuk menganalisa dan membeda-bedakan satu jenis virus dengan virus lainnya.

Honestly, after the pandemic… Kurasa semua orang harus bisa mencatat semua penyakit-penyakit baru dengan metode ini. It’s especially simple.

IKLAN!

For a scientific and intelligent person, I admire astrology and the zodiac. Jadi, aku akan pasang iklan!

Aku bikin podcast tentang Zodiak di Spotify! Barangkali ada yang mau mendengarkan horoskop, kepribadian, atau analisa berdasarkan astrologi dengarkan podcast ini di spotify! Cukup klik link https://open.spotify.com/show/5MnxdZWVpN5mIgrfJCskVi

Barangkali juga ada yang ingin analisa tentang birth chart, atau kepribadian mereka berdasarkan Zodiak… Bisa kontak twitter, @arriadi_hidayat (tapi kalau ini bayar ya, denger podcast aja, gratis hehehe)

Nintendo DS, Reshiram, dan Kakek.

Nintendo DS, Reshiram, dan Kakek.

Kelamaan di rumah mengakibatkan seseorang melakukan beres-beres. Bahkan orang yang naturally cluttered dan gak suka beberes seperti aku.

Hasil beres-beres ini berujung ke aku menemukan mainan kecil, dulu bisa dipake tiap weekend… Sekarang udah jadi relik kali ya… sekarang juga di tokopedia harga barang second cuman 500 ribuan, yang baru sekitar 800 ribuan. Namanya Nintendo DS.

Dulu tuh inget banget, umurnya masih 9 tahun, jalan-jalan ke mall bareng Bubi (my mom) dan bareng Kakek (yang panggilannya Ayah, katanya gak kepengen ngerasa tua kalau dipanggil kakek, jadi semua cucu-cucu panggil aja Ayah)… 9-year-old-me memanfaatkan trik untuk dapet mainan itu, walaupun Bubi gak setuju sama sekali anak dikasih alat buat main game.

Ceritanya, Bubi lagi ke toilet, di lantai atas sebuah mall di Bandung -yang aku gak inget mall yang mana-… Aku sama Ayah (sekali lagi, aku tekankan Ayah=Kakek, kalau aku manggil Ayah aku, dipanggilnya Babah ya) jalan-jalan sambil menunggu, dan kita sampai di sebuah toko yang jualan tuh DS.

Waktunya modus!

  • 9 year old Azriel: Ayah, itu ada toko mainan
  • Ayah: Iya ya, mau ke situ?
  • 9 year old Azriel: *angguk-angguk*
  • Ayah: Mana yang kamu mau.
  • 9 year old Azriel’s head: itu kan yang temen2 aku punya! Bisa dipake buat main Pokemon!!!
  • 9 year old Azriel: *nunjuk ke Nintendo DS*
  • Ayah: Mas itu berapa?
  • 9 year old Azriel’s head: Pokemon, Pokemon, Pokemon, Pokemon, Pokemon, Pokemon *ulangi sampai mengisi 100 papan tulis*

10 menit kemudian, itu benda udah aku pegang, Nintendo DS, benda berlayar touchscreen yang statusnya udah kaya nemu emas setambang aja buat aku, harganya bahkan gak dilirik, warna ambil yang merah, gak usah pake kamera… Langsung nyalain, buka Pokemon Black.

Ceritanya gini… Temen-temen aku udah punya itu benda, semua yang punya… mereka bawa selama sekolah lagi jam kosong abis UAS beres. Aku juga ada Om (FYI lagi, walau statusnya dia Om, aku lebih tua setahun) yang punya itu.

Jadi ya, kakekku emang jadi korban modus anak 9 tahun itu… muahahahaha!!!!

Gak lama abis itu, Ibu aku nelpon dan nyamperin, liat anaknya lagi main DS baru..

Ya bingung dong? Aku baru tahu beberapa minggu yang lalu bahwa ternyata mereka berantem “Lho, itu kenapa Azriel dibeliin begituan?” dan Kakekku menjawab “Masa Ayah beliin mainan gitu aja buat cucu Ayah gak boleh.”

Aku butuh waktu 3 bulan (cuman main weekend, maklum, ternyata emaknya gak ridho anaknya dikasih maenan) buat namanin Pokemon Black dan di ujung, dapet tuh Reshiram… Pokemon Naga Api yang jadi maskot generasi V, bareng Zekrom, Naga Listrik.

Aku namatin Black pertama kali pake Reshiram, Samurott, Bisharp, Zoroark, Cofagrigus, dan Umm… Lupa euy. Fighting type aja. Siapa ya…

To this day, I still have that team. Bahkan aku punya pajangan Reshiram kusimpan di kamar. Cowo lain bilang “Gua dibangunin pacar.” aku bisa bilang “Aku dibangunin Reshiram…”

Fast forward 8 years… Aku udah namatin itu Pokemon White 5 kali, Platinum 2 kali, SoulSilver 1 kali, dan memorinya masih terngiang, jadi bagian dari identitas aku sampai sekarang, because even when you’re lonely, or sad… those creatures, they can cheer you up… (kecuali kalau ketemu Miltank-nya Whitney, tar stres yang ada… -Inside joke buat fan pokemon)

Liatin Pokemon aku lagi, yang dikumpulin bertahun-tahun lalu gak usah diurus… Sedih banget Ayah udah gak ada… Makasih ya Ayah, walau hitungannya cuman mainan, cuman baris-baris kode dan hasil karya grafis… Mereka udah jadi ‘teman’ aku, dan aku juga dapet temen beneran karenanya (duh dulu tuh kelas 4 SD di kelas cuman ngomongin Pokemon aja seharian) 🙂

Many things can be taken away. But the simple pleasures, those we think would last forever… they hurt the most.

Review Board Game: Aquatico

Review Board Game: Aquatico

Aku dapet Endorsement Board Game!

Oke, secara teknis bukan aku (Azriel), bukan dikakipelangi.com (secara resmi), bukan akun twitter milikku (@Arriadi_Hidayat, follow ya 😛 ). Tapi Ibuku melalui Instagram miliknya, @aribubiilala . Tinggal diklik link-nya. She has like, 2400 followers, itu mungkin jadi faktor bisa dapet board game gratis dari boardgame.id.

But, since I’m here anyway… Aku mau menulis review dari salah satu Board Game buatan anak bangsa paling bagus yang aku pernah mainkan. Specialthanks to Boardgame.id juga ya!

Objective of the Game!

Tujuan permainannya sangat sederhana. Pada akhir permainan, punya ekosistem terbaik yang bebas dari polusi, agar hewan-hewan mau tinggal di ekosistem milikmu. Permainannya tidak sesederhana dua kalimat itu, namun permainan ini cukup sederhana.

 

How To Play

Setup permainan secara detil bisa dilihat di peraturan board-game nya, namun ada 58 kartu, plus dua kartu Mola-Mola (kayak layanan streaming Liga Inggris) yang dikocok menjadi dua tumpukan. Syaratnya, kartu Mola-Mola hanya dikocok di 10 kartu terbawah masing-masing tumpukan.

Hasilnya seperti ini. Juga ada koin recovery yang ditata di pinggir kedua tumpukan.

Tiap orang juga dapat board untuk skoring masing-masing.

Way of the Game.

Tujuan permainannya -seperti disebut di atas- adalah membangun ekosistem. Ekosistemnya bisa dibangun dengan cara mengambil kartu yang sudah terbuka di atas tumpukan, dan menaruh kartu tersebut di ekosistem milikmu, atau ekosistem milik pemain lain.

Idealnya sampai semua pemain beres menjalankan giliran pertamanya… Tiap orang punya satu kartu ekosistem seperti ini.

Berdasarkan gambar ini, aku memiliki 2 poin di habitat sungai, dan 1 poin di terumbu karang.

Seiring permainan berjalan, ekosistem tiap orang bertambah.

Jika ingin mengambil kartu… Kartu harus ditumpuk di atas satu sisi kartu lain, dengan syarat poin sama, bentuk habitat sama, atau sama-sama mengandung racun. Ada kemungkinan kartu pertama yang kita ambil tertumpuk dengan banyak kartu lain, hingga tidak ada sisa.

Polusi.

Polusi adalah isu yang aku sudah seringkali bahas di blog ini. Mungkin gak sering deng, cuman beberapa. Tapi aku telah mengambil beberapa langkah konkrit untuk mengurangi polusi, di antaranya adalah tidak makan daging sapi! (read up on that later)

Jadi ketika masuk ke Aquatico dan ada polusi… Ada bagian dari diriku yang merasa hepi!


Lihat ini. Berdasarkan poin habitat, ada…

  • 3 dari sungai
  • 4 dari Laut Dalam
  • 4 dari Terumbu Karang
  • 1 dari Padang Lamun
  • 1 dari Danau
  • 1 dari Hutan Bakau.

Diversitasnya bagus kan? Tapi sayangnya ada racun di hutan bakau. Poin di Hutan Bakau dianggap Nol Besar. Mau seandainya ada 20 poin sekalipun, kalau ada sedikit bagian dari Hutan Bakau yang tercemar, poinnya jadi 0.

Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika kedua poin mengandung racun? Well, kita boleh kasih kartu ke pemain lain, yang ada di sebelah kanan dan kiri. Untungnya, racun bisa disembuhkan, dengan cara melempar koin recovery.

Kalau koin recovery menghadap ke sisi hijau ketika dilempar, Great Job! Upaya pembersihan habitatmu sukses!

Kalau menghadap sisi abu. Silahkan biarkan pemain di sebelahmu jalan dan mohon sabar karena bulan Ramadhan sudah mau tiba. Jangan marah-marah karena anda tidak bisa melempar koin dengan benar. (No, seriously, jangan. Aku kemarin kalah cuman karena gagal ngelempar koin konservasi)

FAQ:

Kalau memang ngilangin racun itu sulit, gimana dong? Jangan sampe ada racunnya…
Kalau aku nggak bisa lempar koin sampe dapet hijau gimana? Nonton video di Youtube cara curangin coin toss.
Kalau aku cuman dapet racun karena dikasih dari orang sebelah gimana? Main sama orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin.
Kalau gak ada orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin? Cari teman main board game lain.

Anyway, seandainya anda kebanyakan dikasih racun, ingat bahwa semua kartu racun datang dengan habitat lain yang juga ada poinnya. So, think positive!

Permainan berlangsung terus hingga ada kartu Mola-Mola terbuka di atas tumpukan…

Mola-Mola.

Mula-mula… Player board yang ada di atas tadi (gambarnya kayak pulau itu lho) kosong. Tetapi sesudah satu kartu Mola-Mola keluar… Poin tiap orang di masing-masing habitat dihitung, dan orang dengan poin terbanyak di satu habitat mendapatkan satu hewan, dan hewannya di pasang di pulau si pemain.

Pemain berakhir hingga kedua Mola-Mola keluar, dan pemain dengan poin terbanyak menang. Satu hewan bernilai satu poin, tetapi jika memiliki dua hewan yang sama (seperti misalnya ada dua Bekantan di contoh milikku) ada satu poin ekstra!

Thoughts…

  • Artwork-nya bagus!
  • Banyak playstyle untuk menang
  • No game feels the same
  • Mungkin agak menyebalkan ketika sedang recovery racun.
    • Oke, sejujurnya ini part of the moral message. Lebih gampang menjaga habitat daripada memperbaiki yang udah terpolusi.
  • Edukasional!
  • Permainan ini walau lebih seru kalau mainnya banyakan, tetap bisa seru kalau mainnya hanya berdua, gak kaya beberapa board game yang kudu bertiga atau lebih kalau mau seru.
  • P.S. walau di peraturan resmi bilang kita hanya boleh membagi ekosistem kartu di sebelah kanan dan/atau kiri kita… Aku mengambil versi yang lebih sulit sedikit jadi tidak ada restriksi berdasarkan tempat duduk, agar semua orang bisa saling menjahati ekosistem saingannya. (I don’t recommend this)

Difficulty Meter:

Menurutku, ini board game introductory yang bagus untuk keluarga yang belum pernah main board game modern sebelumnya (Monopoly gak dihitung sebagai board game modern, ular tangga, catur, ludo, halma, semuanya juga GAK)

Jadi di Difficulty Meter… 3 dari 10

Fun-o-Meter

It’s really. really. really. fun.

Kesederhanaannya memberikan poin tambahan untuk keseruannya…

Jadi di Fun-o-Meter… 8 dari 10

Kesimpulan

Jika tertarik memesan… Silahkan klik ini.

Aquatico: Jangan Sampai Ekosistem Air di Indonesia Tercemar [Katalog]

This is a very good board game, dan kalau sudah mulai bosan di rumah, ini termasuk salah satu board game yang cukup sederhana untuk bisa dimainkan orang-orang yang belum pernah main board game sebelumnya. (keluarga kami cukup hardcore. Keluarga dikakipelangi bisa main Scythe tiap hari, dan kalau orang pernah main board game, pasti kebayang level board game yang kami mainkan)

Have a nice day!

P.S. While you’re here… Ini beberapa board game related stuff lainnya.

Codenames: Duet

Hand of The King

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Outbreak. Ugh.

Aku sih sebenernya cukup seneng dengan cara pemerintah kita bertindak, walau memang sedikit terlambat, tetapi isu terbesar dari outbreak ini adalah… BOSAN!

Terutama karena aku kesepian gak ada pacar… EHEM… Nevermind.

Jadi, ini reading list buku-buku yang telah dibaca, akan dibaca, atau sedang dibaca olehku, dipisahkan berdasarkan genre. Bisa dicontek tentunya, bacaan di sini cocok jika orang-orang menyukai ilmu-ilmu trivial yang tidak merubah kehidupan sehari-hari seperti aku, baik hal tersebut berkualitas dan ilmiah seperti misalnya sains, atau hal yang bersifat… receh. Seperti stand up comedy, atau taktik sepakbola… Bacaan di sini cenderung ringan, tetapi juga ada yang berat. Gado-gado banget pokoknya!

Disclaimer: Sejumlah buku di sini pernah dibaca sebelumnya, tetapi dibaca lagi karena aku bosan.

BERAT!

Kata kunci untuk buku-buku di genre ini adalah… Berat.

Jika anda ingin mengisi hari social distancing secara berkualitas, atau ingin mempelajari hal yang bermanfaat, tetapi -sebagian besar buku di sini..- tidak merubah kehidupan sehari-hari juga, buku yang kumasukkan dalam “Berat!” ini paling cocok.

SPOTLIGHT:

Digital Minimalism – Cal Newport

Waktu pandemi ini menjadi waktu yang paling cocok untuk mengevaluasi beberapa keputusan dan ritme hidup karena sebagian orang sedang mereset gaya dan pola hidup mereka, bumi juga sedang cleansing dengan pengurangan aktivitas.

Digital Minimalism buku yang cocok untuk dibaca karena Newport mengarahkan pembaca untuk lebih produktif dan pintar menggunakan internet dan social distancing waktu yang paling pas untuk mengevaluasi kebiasaan digital tiap orang.

Telah Dibaca

  • Winners Take All – Anand Giridharadas
    • Buku yang mengupas kapitalisme dan mengekspos filantropisme yang ternyata hanya dimanfaatkan untuk menutupi kejahatan yang dilakukan di balik layar oleh perusahaan besar.
  • Briefer History of Time – Stephen Hawking
    • Menjelaskan cara alam semesta kita bekerja dengan cara yang elegan dan humoris. Screams out Stephen Hawking, funny and smart.
  • Infinite Game – Simon Sinek
    • Buku bisnis/sosiologi yang membahas mindset dan cara manusia bisa menumbuhkan beserta meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Good read to increase productivity!

Sedang Dibaca

  • Meditations – Marcus Aurelius
    • Filsafat beserta self-help disatukan dalam satu buku. Good read, tapi aku mau menjamin bahwa pembaca pasti bingung karena mayoritas menggunakan translasi Shakespearean.
  • Start With Why – Simon Sinek
    • Buku ini belum beres-beres dari akhir 2019 sejak aku masukkin dalam Kindle-ku… Tetapi dia menjelaskan cara manusia bisa menjadi pekerja lebih optimal.

Akan Dibaca

Gak ada. Maaf, buku berat ini bermanfaat, tetapi, aku mending baca buku ringan. Bye!

Sepakbola

Gak ada bola? Mencari hiburan tapi udah nonton semua final liga champions dari 2000-2019? Baca buku sepakbola gimana?

SPOTLIGHT:

The Mixer – Michael Cox

Buku yang satu ini mengupas dengan pintar dan rinci tiap musim Liga Inggris dan tiap evolusi taktik atau fisik yang diberikan pemain dan pelatih dari tahun 1992-2017. Great read jika ingin menonton pertandingan bola dari sudut pandang yang baru, dan lebih taktis.

The Mixer memiliki evaluasi taktik dari adanya kiper yang intelijen berupa Peter Schmeichel, sepakbola inggris yang dimainkan Sam Allardyce dan Tony Pulis yang penuh kontak fisik, beserta taktik modern dari Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Jürgen Klopp.

Telah Dibaca

  • Zonal Marking – Michael Cox
    • Michael Cox yang menulis The Mixer menuliskan buku yang lebih modern dan bersifat kontinental, melihat sepakbola di Eropa. Membahas sepakbola dari 1992-2018, dan memasukkan satu negara berdasarkan era dominasinya. Menarik, tetapi lebih rumit dari The Mixer.
  • Barcelona Legacy – Jonathan Wilson
    • Wilson membahas Sepakbola Cruyffian dan Post-Cruyffian di buku ini. Membahas karir Cruyff sebagai pelatih, serta persaingan berat antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Bagus jika suka sepakbola Belanda atau Spanyol yang mementingkan penguasaan bola. Great book, but personally… aku lebih suka sepakbola Jerman yang bergelut antara ruang dan energi.

Sedang Dibaca

  • Das Reboot – Raphael Honigstein
    • Timnas Jerman dibahas dalam, luar, taktik, fisik, mental oleh Honigstein. Menarik jika menyukai tema pressing atau sepakbola energetik dan efisien yang memenangkan piala dunia.
    • Honigstein juga menulis Bring The Noise yang membahas karir Jürgen Klopp, buku itu juga menarik.

Akan Dibaca

  • Pogba, Mbappe, Griezmann.
    • Buku tentang superstar sepakbola Prancis yang memenangkan Piala Dunia 2018.
  • The Club
    • Buku tentang cara Liga Inggris mendapatkan dominasinya dari aspek finansial. Sudah pernah dibaca, ingin dibaca lagi tapi belum menemukan waktu…

Pop Culture.

Mulai dari komedi, konsumerisme, kapitalisme, hingga perfilman, aku satukan jadi satu genre… Pop Culture.

SPOTLIGHT:

SPENT – Geoffrey Miller

Buku ini bersifat satiris/investigatif, membahas dan mempertanyakan… Manusia, sebagai makhluk yang konsumtif… apakah manusia bahagia? Walau buku ini mungkin tampak berat, gaya bahasa yang digunakan, beserta hal-hal yang dibahas cenderung menempel ke Pop Culture kebanding hal-hal yang BERAT.

Buku ini kuberi spotlight karena… well, it deserves it, terutama mengingat bahwa kita sedang dalam fase pengurangan konsumsi, introspeksi penting sepertinya dibutuhkan, dan Spent bisa menawarkan introspeksi tersebut.

Telah Dibaca

  • Mastering Stand-Up – Stephen Rosenfield
    • Buku yang mengajarkan dengan definitif dan praktis mengenai teknik-teknik Komedi. Menarik bahkan jika anda tidak punya niatan menulis atau menampilkan komedi.
  • Seinlanguage – Jerry Seinfeld
    • Just a bunch of jokes. Hilarious on paper.
  • Should We Eat Meat? – Vaclav Smil
    • Bukunya secara harfiah membahas (memang sih, secara ilmiah, tapi sifat dan genre-nya agak pop culture untukku) tentang alasan manusia makan daging…

Sedang Dibaca

Gak ada… Belum ada yang masih setengah jalan dari genre pop-culture, begitu nemu, langsung ditelan habis dalam 2 malam… Hehe.

Akan Dibaca

Banyak banget, terutama karena Ebook-nya susah dicari… Top 3-nya…

  • Live From New York – Tom Shales
    • Buku tentang Saturday Night Live. Should be fun…
  • Modern Romance – Aziz Ansari
    • Satir/curhat tanpa sensor dari Aziz Ansari mengenai romansa dan Pop Culture
  • Everything Bad is Good For You -Steven Johnson
    • Membahas Pop Culture secara tidak spesifik, dan lebih banyak membahas dari sudut pandang dampak. I’m definitely in!

Masih banyak lagi, terutama yang bertema komedi, musik, atau teater. Mulai dari sejarah hip-hop, hingga teknik teater udah ada di daftar pencarian aku… Tapi gak nemu-nemu… HIKS!

Fiksi dan Sastra Klasik

Satu bab khusus untuk karya fiksi dan sastra-sastra klasik…

SPOTLIGHT:

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Sebuah karya yang membahas kehidupan masyarakat Jawa di era kolonialisme, serta mengungkit romansa, pertemanan, politik, keluarga, dan buku dengan banyak pesan penting dan makna tersirat dari Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu karya sastra Indonesia terbaik.

Telah Dibaca

  • Heroes Of Olympus Series – Rick Riordan
    • No Contest. Terlalu epik untuk dilewatkan. Udah baca 200 kali kayanya… Gak bosen-bosen
  • Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
    • Baru nemu ebook-nya tahun ini, jadi langsung dibaca! Great follow up, gak ngira Annelies bakalan… Oops, spoiler. 😛
  • H.I.V.E. – Mark Walden
    • Cukup fun, not a bad book, memang sih, agak terlalu ringan dan gayanya sebenernya kekanak-kanakan, but it’s a good time filler

Sedang Dibaca

  • Max Havelaar – Multatuli
    • Gak beres-beres. Great book. Seperti Bumi Manusia, lebih bersifat ekonomi/politik kebanding romansa-keluarga, jadi lebih berat.
  • Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer
    • Gak beres-beres juga, kedistraksi buku lain. Should finish this ASAP.

Akan Dibaca

  • Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer
    • Mencari ebook… masih kesulitan
  • Aru Shah and the Tree of Wishes – Roshani Chokshi
    • Gak sabar, tinggal 7 hari lagi, semoga perilisan bukunya gak ditunda…
  • All The Wrong Questions – Lemony Snicket
    • Kesulitan menemukan Ebook, tapi lagi berusaha keras nyari.

That’s All!

Tertarik? Subscribe ke newsletter, buku baru akan ditambahkan tiap minggu, dan daftarnya akan tambah panjang, dengan ulasan singkat juga.

Begitu outbreak beres, reading list ini akan aku pindahkan ke page baru…

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

This’ll take a LOT of time.

Seperti beberapa pembaca setia mungkin tahu. Aku, Azriel, sudah berada di tahun ketiga SMA, dan walau iya aku Homeschool… Tahun ini aku akan UNBK dan UTBK. Dalam waktu 3 tahun kemarin, dari masuknya siswa-siswa ke bangku kelas 10 SMA, jumlah perubahan yang dialami oleh angkatan SMA yang akan lulus 2019/20 cukup banyak.

Ini recap-nya.

UNBK.

Peminatan.

UNBK mengalami satu perubahan krusial di bawah menteri pendidikan Muhadjir Effendy.

Kita cukup memilih satu mata pelajaran saja untuk mapel IPA atau IPS, alih-alih harus mempelajari Biologi, Fisika, dan Kimia, kita cukup mempelajari Biologi dengan fokus, atau Fisika dan Kimia dengan fokus. Materinya diambil dari kelas 1 SD, hingga SMA, jadi memang bersifat lebih advanced.

Perubahan ini terjadi dari angkatan 2017/18, dan ini merubah gaya pelajaran UN menjadi lebih spesifik dan lebih dalam, alih-alih mengambil permukaan dari 3 sungai berbeda, UN yang dicetuskan Mendikbud Muhadjir Effendy meminta kita menyusuri satu sungai hingga beres.

Corona Virus.

Tahun ini, UNBK gak jadi karena adanya darurat Covid-19. Antara happy dan gak.

Belum ada surat pemberitahuan resmi, namun baik pemerintah, kemendikbud, ataupun Komisi DPR-X yang sudah yakin akan meniadakan UN untuk angkatan 2019/20.

Sebagai alternatif, nilai rapot jadi syarat kelulusan. Mungkin sifatnya tidak terstandarisasi, tetapi kita dlama keadaan darurat.

SMK yang telah menjalankan UNBK dianggap telah lulus jika nilainya mencukupi.

Untuk SD dan SMP, pemilihan SMP atau SMA favorit dilaksanakan berdasarkan nilai rapot dan/atau zonasi, walau belum ada keresmian dari pihak mendikbud.

Oke, aku pusing! Fokus UTBK aja lah.

Dari segi UNBK hanya dalam waktu 3 tahun, telah terjadi 2 perubahan. Belum menghitung ide-ide yang dicetuskan mendikbud Nadiem Makarim, yang mengatakan bahwa UN akan dihapuskan tahun depan.

Dari segi pendidikan saja… 3 tahun 2 perubahan itu… BANYAK. Belum menghitung potensi adanya 3 perubahan dalam 4 tahun.

UTBK

Dari mana aku mulai…..

Penurunan Kuota SNMPTN

Tiap tahun, kuota dari jalur nilai rapot yang dikenal dengan nama SNMPTN dikurangi sebesar 10% sejak 2017/18, dengan ide bahwa kuotanya akan dihapuskan secara permanen berdasarkan kekhawatiran pemalsuan nilai.

Tahun ini, SNMPTN hanya mencakup minimum 20% kuota, penurunan 10% dari tahun lalu, dengan jalur UTBK dan Ujian Saringan Mandiri mengisi sisa persentasenya.

SNMPTN minimum mengisi 20%, UTBK mengisi minimum 40%, dan ada kebebasan dari PTN untuk menentukan 40% sisanya, dan mengizinkan USM dengan kuota maksimal 30%.

Perubahan Bobot Nilai.

Bobot nilai SBMPTN telah dirubah sejak tahun lalu.

Alih-alih menjawab 1 soal dengan benar untuk mendapatkan nilai 4 poin, dan soal salah mengurangi 1 poin, sekarang tiap soal bernilai 1 poin + poin semua orang yang menjawab salah dibagi rata. Jadi, jika sebuah soal hanya bisa dijawab 1 dari 2 orang, soal tersebut bernilai 2 poin.

Selain itu, kita mendapatkan nilai sebelum penentuan jurusan. Dari nilai tersebut, orang-orang bisa memprediksi apakah nilai tersebut bisa digunakan untuk PTN favorit, atau apakah lebih baik jika kita bermain aman saja? Memilih PTN yang tidak begitu populer.

Perubahan Kurikulum

Sebelum tahun 2018/19. Soal-soal yang menanyakan Tes Potensi Skolastik suatu peserta didik bersifat matematis. Seperti logika matematik dasar, beserta soal-soal tes IQ.

Tahun ini, soal-soal bersifat reading comprehension dan lebih menempel dengan kecerdasan literasi kebanding kecerdasan matematis, tetapi juga disediakan satu bab untuk pengetahuan kuantitatif.

Perubahan Waktu

Waktu UTBK pra 2018/19. 3 jam. 160 soal.

Waktu UTBK yang digunakan sekarang…

  • 35 menit pertama untuk 20 soal bacaan dan analisa fakta
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal gramatikal Bahasa Indonesia
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal analisa makna teks
  • 35 menit berikutnya untuk 20 soal pengetahuan kuantitatif.
  • 80 menit sisa (20 menit masing-masing untuk jurusan IPA, 16 menit per mapel untuk jurusan IPS) untuk mata pelajaran sisa. Total waktu, 3 jam, 20 menit.

Perubahan ini ditujukan agar tiap mata pelajaran menggunakan waktu yang sama untuk analisa soal, dan peserta tidak bisa “tebang pilih” memilih soal-soal yang bersifat mudah saja, karena soal sulit memberikan poin yang lebih besar.

Format, dan Penjurusan.

Pada tahun 2018/19… UTBK dilaksanakan dua kali, dengan peserta mengambil nilai yang lebih tinggi. Walau tidak dikatakan secara eksplisit, diizinkan memilih dua peminatan berbeda, misal IPA sekali, IPS sekali, lalu memilih menggunakan nilai yang mana.

Pada akhir tahun 2019, LTMPT mengatakan bahwa UTBK cukup dilaksanakan sekali, tetapi boleh mengambil jurusan campuran, di mana siswa melaksanakan UTBK dengan soal IPA dan IPS di hari yang sama.

Oke. Dua kali, gapapa…

Lalu, pada awal tahun 2020, LTMPT mengatakan bahwa UTBK akan dilaksanakan dua kali, dan tetap mengizinkan pengambilan jurusan campuran.

Dalam waktu 9 bulan, April 2019 hingga Januari 2020, LTMPT merubah format dan penjurusan, serta menciptakan jurusan campuran baru, sampai 3 kali.

TIGA. KALI.

Ini menunjukkan seberapa plin plan pemerintahan dan lembaga pendidikan yang harus dihadapi pemerintahan 2019/20. Huh.

Kesimpulan.

Fokus UTBK.

Eh lupa.

Tanggalnya juga belum keluar…

Oh well, let’s make use of this time.

Feel free untuk baca-baca blog aku dan artikel lainnya ya!

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Album Debut Lauv telah keluar selama 2 minggu. Artikel ini, bisa dibilang… Terlambat parah.

Tetapi, aku sudah mendengarkan hampir semua lagu dari album ~how I’m feeling~ puluhan kali, dan aku sudah siap menuliskannya menjadi sebuah artikel.

Jadi, ini ranking pribadi mengenai 10 lagu terbaik dari Lauv, yang keluar di album ~how I’m feeling~, berbeda dengan artikelku tentang Lauv yang sebelumnya, membahas tentang lagu-lagu terbaiknya secara umum, artikel ini bersifat lebih spesifik ke albumnya. P.S. Lagu yang masuk di artikel sebelumnya belum tentu masuk di artikel yang ini.

#10. Canada (feat. Alessia Cara)

Bagi orang California seperti Lauv, ada lelucon di mana orang yang hidupnya lagi kesulitan akan mempertimbangkan pindah ke Kanada. Lagu ini menangkap secara sedih, humoris, serta realistis untuk orang-orang yang mempertimbangkan hal tersebut. Lagu ini juga dinyanyikan dan dibuat bersama penyanyi asal Kanada, Alessia Cara.

Selain itu, Lauv memilih menggunakan warna kuning karena aura lagu ini sangat positif!

#9. Julia

Lagu ini ditujukan bagi mantan Lauv, Julia Michaels. Sangat subtle penamaannya… Thanks Lauv.

Lagunya bersifat sedih, dan liriknya menandakan penyesalan, aku sih, seneng aja karena Lauv tampak dan terdengar bahwa dia sedang depresi. P.S. ia menggunakan wig dan baju biru agar tampak seperti Hopeless Romantic.

#8. Feelings

Feelings mengisahkan tentang seseorang yang memiliki kesulitan membaca perasaan orang lain, baik secara romantis ataupun sosial. Oke, soundtrack of my life!!!

Selain itu, rekamannya juga lucu karena tampak seperti difilmkan dengan kamera jadul, atau smartphone merek Cina.

#7. For Now

For Now adalah lagu yang mengisahkan tentang kesulitannya menghadapi long distance relationship. Lagu ini tidak “ngena” secara personal, ataupun lucu, tidak seperti lagu lainnya, tetapi lirik yang dituliskan sangat pintar, dan Lauv juga sedikit menyindir penggunaan Smartphone, yang hanya menambahkan bonus poin bagiku!

Fun Fact, lagu ini sering dimainkan Lauv di konser-konser sebelum dikeluarkan secara resmi tanggal 6 Maret kemarin.

#6. Tattoos Together

Maaf tidak menggunakan versi yang resmi dirilis Lauv. Tetapi ini versi clean, bebas dari kata kasar.

Tattoos Together menangkap sisi humoris Lauv yang lebih jarang dilihat daripada sisi depresi dan sedih yang ia sering tampilkan, mengisahkan sebuah hubungan yang cepat berkembang, dan berkomitmen untuk melakukan suatu hal bersama-sama, dalam kasus ini, membuat satu tato bersamaan.

Liriknya lucu, namun agak kasar, silahkan cek versi original di Youtube Channel Lauv tentunya!

#5. Sims

Menjelaskan lagu ini secara personal. Orang-orang terlalu takut akan membuat gerakan, dan sering membuat tindakan bodoh dan impulsif, yang membuat mereka melewatkan kesempatan baik yang seandainya dilakukan secara berbeda dan sederhana… Bisa berujung bahagia.

Soundtrack orang yang sering keceplosan hal-hal konyol!

#4. Who (feat. BTS)

Tidak. Hadirnya Jung Kook dan Jimin dari BTS tidak menjadi faktor tambahan lagu ini dimasukkan dalam daftar ini.

Namun iya, range vokal Lauv dan kemampuannya menulis lirik, beserta sinkronisasinya dengan kedua vokalis lain membuat lagu ini sangat enak didengar secara khidmat dan serius.

#3. Modern Loneliness

Lagu ini ditulis Lauv tanpa sedikitpun makna cinta. Dan aku menyukainya karena itu. Modern Loneliness mengisahkan sosialisasi di era modern, beserta hadirnya sosmed yang menghilangkan hubungan realita di dunia.

Lauv merasa Modern Loneliness ditulis dengan baik secara lirik, sehingga ia membuat versi dengan subtitel lirik, dan liriknya ia terjemahkan dengan bahasa berbeda-beda. Satu bahasa, satu video. Bahasa Indonesia juga ada!

#2. i’m so tired

No, I’m not tired of this song.

Fun fact. Lauv membuat bridge khusus untuk versi akustik lagu ini.

“Somebody cover up my ears, Somebody save me from my heart, Somebody take me far from here, and rip the speakers out of my car. Cause I’m ready to love you, or I’m ready to lose you… But I can’t wait here any longer”

#1. Mean It

Masih nomor satu. Gak akan pernah kalah, gak akan pernah bosen buat aku.

Soundtrack orang yang sering di-PHP-in! (Not that it’s happened before, or it should be any of your business. Shoo, daripada ngepoin orang baca ke bawah)

Honorable Mentions

Invisible Things, Sad Forever, dan terakhir, I’m Lonely.

Baik I’m Lonely dan Sad Forever tergusur karena daftar ini bersifat lebih personal, alih-alih populer, dan kedua lagu tersebut tidak begitu “ngena” bagiku secara personal, walaupun mereka populer.

Invisible Things hanya kalah sedikit dengan Canada, karena Canada dibuat bersama Alessia Cara, dan itu menjadi poin tambahan bagiku. Aku menyukai Invisible Things secara partikuler karena menyindir budaya konsumtif di abad ke 21.

Review Singkat ~how i’m feeling~

Menangkap budaya modern dalam banyak sudut pandang, menawarkan banyak sekali sisi dari satu orang yang sama, baik itu sisi sedih, keras, jujur, humoris, atau pesimistik. Gambaran sempurna akan era sosial media di mana banyak orang menunjukkan satu aspek kepribadiannya dalam bingkai tertutup, walaupun nyatanya memiliki banyak lapisan kepribadian berbeda.

Oh, album ini juga dengan sempurna menyindir semua kebiasaan burukku, dengan pengecualian sosmed.

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Kenapa kamu di sini? Pergi…

***

***

***

Masih di sini?

Hidupmu bisa diluangkan untuk membaca hal lain. Seperti buku-buku yang akan kuberikan spoiler, atau serial Netflix yang juga akan rusak karena spoiler dari buku ini.

Jadi, pergi…

***

Jika anda memaksa, ingat bahwa sudah ada peringatan dariku.

Rata. Jujur. Tragis.

Kesulitan menemukan kata biasanya jadi faktor seseorang memotong-motong dan menyempitkan kata-kata yang digunakan dalam sebuah tulisan.

Aku mempersempit pemikiran dasarku atas buku karya Lemony Snicket ini ketiga kata tersebut.

Rata

Rata. Sebuah kata yang di sini berarti “Tidak banyak perubahan emosi.”

Snicket menuliskan ketigabelas buku ASOUE dengan gaya yang rata, dan sama seperti narrator di serial Netflix-nya, tanpa emosi sama sekali.

Hampir semua lelucon, frasa, kata-kata, dan kalimat yang diucapkan oleh narrator tidak diucapkan dengan sedikitpun emosi, dan dikatakan seperti sosiopat, dengan tujuan murni menyampaikan fakta tanpa menyelipkan opini.

Emosi pertama dikeluarkan Snicket sebagai narrator pada buku ketujuh, Vile Village, dan emosi yang dikeluarkan lebih cocok dikatakan sebagai deskripsi, bukannya tragedi.

Gaya penulisan rata yang unik ini memberikan dinamika unik untuk ASOUE, dan menempatkannya di daftar buku anak-anak yang menurutku wajib dibaca dan bisa dibaca siapapun, pada umur apapun.

Snicket membawa gaya Deadpan ke tingkat baru, mengenalkannya untuk anak-anak juga,

Jujur

Tidak sekalipun Snicket berusaha menutupi tragedi yang tebal dan terjadi setidaknya 5 kali pada tiap buku dengan cara sugarcoating -sebuah kata yang di sini berarti “membohongi anak-anak”- dan memberikan perspektif bahagia bagi pembaca.

Snicket memberikan fakta dengan cara yang rata tanpa berbohong sekalipun.

Snicket, walaupun, memberikan satu kali “kebohongan” atau mungkin menutupi fakta dengan cara yang menyedihkan ketika ia mengingatkan pada akhir cerita bahwa pada akhir hari, ia adalah orang yang mengalami tragedi terdalam, terberat, dan paling menyedihkan.

Sebagai tokoh yang canon dan juga Narrator, Snicket mengalami hidup yang sedih, dan ia kehilangan cinta sejatinya, yang juga merupakan tokoh canon.

Snicket berusaha menawarkan dunia yang jahat dan gelap ini dari sudut pandang seseorang yang sedang patah hati, dan ia menawarkan dunia dari satu-satunya sudut pandang yang benar… sudut pandang yang tragis.

Tragis

Kata yang satu ini pertama dikeluarkan oleh orang Yunani. Ia berarti “menyedihkan”

Dengan judul serial seperti “A Series of Unfortunate Events” secara logis sangat wajar jika cerita tersebut berakhir secara tragis, tetapi film satu ini dipenuhi oleh adegan dan kejadian tragis dari awal sampai akhir.

Snicket membuat orang-orang yang berpikir hidupnya sulit sedang menjalani hidup yang mudah tanpa harus sedikitpun berpikir bahwa ia sedang kesulitan, karena ketiga protagonis (Sunny, Klaus dan Violet) harus menjalani hidup yang berkali-kali lipat lebih sulit.

Walaupun tragis, buku ini tetap bisa menjadi bacaan penting untuk anak-anak karena sebenarnya buku ini ringan dan mudah dibaca, dengan penggunaan bahasa yang sederhana, namun elegan.

Definisi.

Gaya Deadpan yang Snicket berikan, baik di serial Netflix atau di ketigabelas buku yang ia tuliskan… tidak ada satu kali pun Snicket melewatkan gaya menulisnya yang sangat penuh definisi dan pintar.

Snicket menuliskan dengan bahasa yang rata karena ia cukup kompeten untuk memberikan hiburan sampingan bagi pembaca yang tua, serta informasi yang tidak penting tapi menarik untuk pembaca yang muda dengan menuliskan puluhan definisi dari kata-kata yang mungkin sulit dimengerti. Umumnya kalimatnya terjadi seperti ini.

  • Mr. Poe: Baudelaires. I’m sorry to say that your parents have perished in a terrible fire.
  • 3 Baudelaires: *Speechless…*
  • Mr. Poe: Perished means killed.
  • Klaus Baudelaire: We know what perished means.

Atau, jika itu narrator yang mengatakan… seperti ini…

“The three Baudelaire children hastily -a word which here means, “faster than a troupe of evil and horrible actors- ran away and gathered their belongings.”

Gaya penulisan yang unik ini menawarkan satu sideshow yang lucu, atau setidaknya menghibur bagi para pembaca, dan memberikan gaya penulisan Snicket yang sekarang sudah terkenal sebagai gaya penulisan yang rata, elegan, tetapi sederhana.

Why Should You Read ASOUE?

  • Buku ini berbeda.
    • ASOUE bukan buku di mana tokoh-tokoh mendapatkan happy ending sesudah diberi kesulitan beribu-ribu kali. Walaupun diberikan kesulitan ribuan kali, tokoh-tokoh tersebut hanya diberikan kesulitan di akhir buku.
  • Tragedi
    • Alasan ini cocok untuk orang-orang yang punya masalah dengan kehidupan mereka. Tragedi yang diberikan Snicket di buku ini dapat dipastikan membuat dirimu merasa lebih baik dengan hidupmu. Bagiku itu alasan yang cukup untuk membacanya.
  • Deadpan
    • Ini satu-satunya alasan aku membereskan ketigabelas buku ASOUE dan masih berusaha membereskan serial Netflixnya. Gaya Deadpan Lemony Snicket serta referensi sastranya yang intelijen dan jenaka memberikan aku alasan untuk melanjutkan serial Netflix-nya… Murni untuk melihat semua referensi yang Snicket pikirkan.

Why is this Book a Good Fit for Kids?

  • Realistis.
    • Mungkin ini satu-satunya alasan yang aku perlu berikan. ASOUE realistis, tidak seperti buku-buku lain. Ia mengingatkan anak-anak dengan gaya yang (sekali lagi) rata, bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal bahagia. Mungkin brutal, tetapi di antara sedikitnya hal-hal bahagia yang terjadi, Snicket menuliskan buku ini untuk anak-anak.
  • Tetap Imajinatif
    • Walau buku ini memiliki plot yang realistis, setting dan dunia yang Snicket berikan sangat-sangat imajinatif dan ia menceritakannya seperti buku fiksi, karena ASOUE memang fiksi. Anak-anak tidak perlu melewatkan sudut pandang karangan yang Snicket berikan, hanya karena plot-nya tragis dan realistis.

Notes.

Nama asli Lemony Snicket: Daniel Handler.

Aku berusaha keras menulis dengan deadpan. Tapi aku gak bisa.

Serial Netflix memiliki plot yang mirip, tetapi sampai ke plot tersebut dengan cara yang berbeda.

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Ini telat.

Iya. http://rickriordan.com/2019/12/notes-from-the-winter-solstice-meeting/

Ini mungkin salah satu hal paling penting bagiku pada akhir tahun 2019 kemarin (karena… akhir tahun kemarin agak membosankan. Liverpool vs Leicester penting, tapi gak sepenting ini). Tetapi tidak ada satupun artikel dariku yang membahasnya.

Uncle Rick membuat sebuah tweet masuk trending nomor 1 di dunia. Dengan #DisneyAdaptPercyJackson

Percaya padaku kalau aku bilang bahwa Percy dan teman-temannya dari seri Heroes of Olympus adalah hal yang sangat penting bagiku, jadi kayanya agak telat kalau aku baru mengeluarkan artikel ini tepat 1 bulan sesudah #DisneyAdaptPercyJackson trending.

Artikel ini tentang potensi adaptasi Percy Jackson yang akan dibuat Disney, dan alasan aku menunggu 1 bulan untuk itu, adalah menunggu segala konfirmasi dan segala tek-tok-an Uncle Rick dengan Disney, Fox, serta konfirmasi akan pembelian saham Fox oleh Disney.

Tepat 1 bulan kemudian, berita yang terkumpul cukup untuk membuat sebuah prediksi yang solid akan adaptasi Percy Jackson!

We Don’t Talk About Those Movies

Adaptasi film Percy Jackson sudah terjadi. Rick Riordan sudah berulang kali mengatakan opininya pada film itu. So, We don’t talk about those movies.

Oke, sedikit serius. Film tersebut hampir gak ada korelasi sama sekali dengan buku, dibuat terlalu tua, ceritanya terlalu maksa dengan hybrid rom-com dan teen wolf (serial CW) dan… Yikes.

Tapi-tapi!!! Gak. Kita gak akan omongin adaptasi gadungan buatan Fox.

Untungnya, adaptasi kali ini akan lebih realistis kalau dibuat dalam bentuk serial alih-alih film! Ceritanya bisa lebih slow, bisa lebih banyak ruang untuk bernafas, dan harusnya lebih bagus. Terutama mengingat ini Disney, dan bukan… You know, a right wing media group…

Rick Riordan membuat banyak sekali statement dan bercandaan (bahkan sebuah halaman FAQ) tentang reboot buatan Fox, dan aku yakin penyesalan terbesar Riordan adalah menjual hak cipta film tersebut. Ribuan kali menegosiasi ulang hanya berujung buruk, Fox gak mau menjualnya kembali.

Ada permintaan khusus dari fans.

Ada petisi.

Ada merchandise Camp Half-Blood yang ilegal.

Ada rumor dari Netflix untuk membeli hak cipta.

Ada fans memberikan ide untuk bake-sale.

Semuanya gak ngaruh.

Sampai… Ada Disney.

Disney, Fox dan Percy

Bertanya padaku… Disney adalah sebuah evil company. Serius.

Gambar ini dari No Film School dan ini… Jenius. WOW.

Aku gak berpikir sejauh “Evil Company” tetapi kedua orangtuaku berpikir seperti itu, dan pemikiranku yang awalnya mentok di “Perusahaan Dominan” berubah menjadi evil company.

Ketika sebuah perusahaan sudah mendominasi film anak-anak, Olahraga (melalui ESPN), Perfilman Remaja (Melalui Marvel), perfilman fanboy (melalui Lucasfilm), perfilman Ibu-ibu (melalui ABC, karena… You know, Grey’s Anatomy?) , dan merchandising semua hal tersebut… Mereka sudah pantas masuk daftar Evil Company.

Tetapi, kita masih mengonsumsi produk evil company, karena kita menikmatinya! (uhuk, MekDi, uhuk. Ef-Bi uhuk. Goggle. Uhuk! Nama hutan di Amerika Selatan. Uhuk! Maaf… aku lupa minum obat batuk…)

Disney’s pretty much building their own death star. But we don’t care.

Jadi, ketika meraka mengambil film non franchise dari 20th Century Fox. Sepertinya mereka sudah mendekati dominasi dunia. Karena dominasi dunia pada akhirnya akan jatuh ke tangan Disney (kecuali ada rebellion gak jelas atau Kylo Ren berubah pikiran kayak di Rise of Skywalker), let’s just jump into the wagon!

Disney. Mendominasi Dunia melalui Putri-Putri.

Karena Riordan tidak mungkin membeli 20th Century Fox, dan 20th Century Fox menolak dengan keras dan berulang akan tawaran-tawaran dari Rick Riordan plus Investor… Rick Riordan memulai strategi baru. Ia akan membujuk Disney!

Lagian, mendapatkan untung besar-besaran dari sesuatu yang sudah punya fanbase setia yang konsumtif dan kebanyakan duit adalah hal yang Disney belum lakukan, jadi… Oh wait.

Point taken.

Oke, tenang bro… tenang

Ini lebih parah dari yang aku kira…

Tentunya, tidak akan banyak tantangan kan?

WRONG!

Anastasia

Ketika berhadapan tentang film musical yang memiliki happy ending dan ada tuan putrinya, kita akan menghubungkannya ke Disney. Iya kan? Ke mana lagi coba?

Sayangnya, Anastasia ada.

Dan oh boy… Drama antara Disney dan 20th Century Fox baru mulai.

Ini poster filmnya. Cukup satu kali lihat, dan kalau anda gak lihat logo kecil di bawahnya…

Pasti anda mengira ini film disney. Iya kan? Coba kita bikin ceklis!

  • Istana di belakang? CHECK!
  • Penyihir jahat? Cek
  • Tuan putri agak naif, tapi pemberani? Check.
  • Makhluk peliharaan lucu untuk merchandising di bawah? Check.
  • Merchandise makhluk peliharaan lucu? gak ada… Ini doang sih.
  • Karakter supporting cowo yang sok tahu dan sok pemberani? CHECK!!!

How is this not a Disney Movie?

Film-nya bagus, tapi Disney ingin menunjukkan dunia bahwa rencana world domination mereka akan sukses. Mereka akan menembakkan Death Star ke Fox.

Hasilnya, selain liputan press buruk walau Anastasia sendiri film yang sangat bagus… serta tuntutan akan plagiarisme menciptakan sebuah tembok yang Disney ciptakan.

Fox gak berani menyentuh kartun-kartunan lagi, terutama kalau itu musical, dan ada tuan putri-nya.

Dramanya jelas banyak. You know, a couple of lawsuits… Fox akhirnya menyerah.

Lucu ya, kalau dituntut mereka nyerah, tapi kalau kekeuh soal liputan dengan narasumber pro Donald Trump dari Mars mereka gak peduli.

Aku bahkan belum bisa bilang bahwa drama antara Fox dan Disney sudah beres dengan pembeliannya.

Banyak sekali grey area yang Uncle Rick masih harus pecahkan…

The Issues.

Issue #1. Walaupun Fox sendiri dimiliki Disney, dan Disney mengambil keuntungan dari Fox, direksinya masih berjalan sendiri.

Issue #2. Fox masih kekeuh gak mau ngasih balik hak ciptanya. I mean, they’re dying and is owned by a company that kicked their butt several times… But, seriously.

Issue #3. Pembuatan filmnya sendiri.

Isu terbesar sebenarnya ada di perbedaan direksi. Walau suatu perusahaan dimiliki perusahaan lebih besar, perusahaan kecil tersebut masih bisa mengambil keputusan akan satu dan lain hal, dan sampai ada tekanan ekstra dari Disney (yang Riordan berusaha ciptakan…) kita belum bisa berharap akan adaptasi Percy Jackson.

Idealisme Adaptasiku.

Nico Di Angelo diperankan Noah Schnapp (Will Byers Stranger Things)

Sisanya gak penting, asal dibuat dengan bagus…

Oh iya, aku akan lebih senang kalau somehow… Adaptasi dimulai dari Heroes of Olympus, alih-alih Percy Jackson sendiri, karena timeline-nya jauh lebih gampang dimainkan, dan karakter akan mulai dari usia remaja, walau story-linenya masih childish…

 

Sampai lain waktu.

This better work Uncle Rick. We’re praying to the 11 remaining Olympians…

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

This is Lauv. His real name is Ari Staprans Laff. He’s a musician.

Dan dia akan datang ke Jakarta. (walau aku gak mungkin nonton konsernya, karena aku bukan jenis orang yang suka nonton konser) Sebelum kedatangan Lauv ke Jakarta, mari kita bahas sepuluh lagu terbaik Lauv menurut Dikakipelangi.com!

Terbaik di sini bukan berarti paling populer, tetapi ya… “terbaik” berdasarkan opini.

THIS ARTICLE IS NOT FOR KIDS.

Mengandung konten penyakit mental. Jika usiamu dibawah 12 tahun, jangan baca, artikel ini dan beberapa lagu di dalamnya agak berat sejujurnya.

#10. Superhero

Ini salah satu lagu paling sedih (setidaknya yang keluar di tahun 2010-an) yang pernah aku dengar. Aku orang yang punya imajinasi terlalu aktif dan ini seperti lagu yang akan aku setel dan dengar sendirian di kamar kalau salah satu anggota keluarga atau temanku “dipanggil”dan tidak akan balik lagi…

Dengan caranya, Lauv menjelaskan perasaannya dan pikirannya dalam sebuah lagu dan dia menekankan beberapa kali bahwa dia… Meredam emosi yang dia rasakan.

Lagunya sederhana dan tragis. Sangat Lauv.

#9. The Other

Seandainya aku tahu lagu ini dari tahun 2015 aku akan jadi salah satu orang pertama di Indonesia yang bisa bilang “Aku tahu Lauv dari sebelum I Like Me Better”

Sekali lagi. Tragis. Just… Yikes. Chorus lagu ini kurang lebih bilang bahwa pada hidupmu, akan ada titik di mana kamu harus menentukan antara menggunakan logika atau perasaan.

Salah satu tidak bisa dipakai. Lagunya sekali lagi, sederhana, tetapi bermakna. Sangat Lauv.

Lagu ini sangat underrated, jadi, kuberi saran untuk mulai mendengarnya.

#8. Sad Forever

Lagu ini alasan aku bilang bahwa jika usia anda dibawah 12 tahun, jangan baca artikel ini. (atau jangan punya HP. lebih bagus justru)

Lauv menulis lagu ini di perjalanan ke sebuah tur ketika dia sedang punya masalah dengan hidupnya dan ia tidak ingin menghadapi masalah tersebut dengan langsung. Seperti semua musisi bagus, masalah dijadikan seni!

Lauv membawakan lagu ini tanpa dicoba sebelumnya ketika sedang tour dan lagu ini meledak! Sad Forever merupakan salah satu lagu Lauv yang bukan lagu cinta (bonus poin bagiku) tetapi tetap saja galau! (bonus poin lagi dariku!)

Sesudah lagu ini keluar, Lauv menjadi advokat kuat akan kesehatan mental.

#7. Chasing Fire

Aku sedikit kesulitan menentukan tempat lagu yang satu ini. Secara pribadi, ini lagu nomor dua favoritku dari Lauv karena lagunya upbeat dan tidak terlalu galau. Tetapi, sayangnya, ini kurang populer (dan juga underrated seperti 4 lagu lainnya) dan tidak sepenuhnya terasa seperti lagu Lauv.

Bagiku, identitas Lauv adalah cowok galau (seperti Kylo Ren) yang sejujurnya gak tahu mau ngapain tetapi punya pendirian dan identitas yang kuat. Salah satu alasan aku bisa relate sama Lauv karena dia musisi paling galau dalam opiniku. Aku suka itu!

Chasing Fire memberikan representasi dan identitas Lauv yang galau tadi… dengan caranya sendiri.

#6. Getting Over You

I just love this song. Lagu ini representasi paling sempurna dari identitas Lauv sebagai musisi bagiku.

Musiknya upbeat, dan liriknya agak similer secara makna dengan The Man Who Can’t Be Moved milik The Script. (lagu the script lebih ekstrim, tetapi intinya sama-sama gak bisa move on)

Ku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Hanya… WOW. He wrote that.

(untuk memperparah, Lagu ini gak terlalu populer. Come on guys. Give them the views it deserves)

#5. Sims

Lagu ini sempurna untuk Gen Z karena 3 hal.

  1. Galau dan penuh dengan penyesalan. Alasan Kylo Ren adalah villan Star Wars. (gak, seriusan. Kylo dan Lauv sangat mirip sebenarnya, pikirin deh)
  2. Ada referensi ke sebuah video game. Gak kurang Gen Z apanya?
  3. Sesuai dengan masalah ekonomi di masa depan. (We could build a house and plant some flowers and have kids. Di Sims, semua itu bisa dilakukan dengan minim duit. Sekarang mau punya anak aja biasanya udah nyiapin duit buat sekolah dari kapan tahu.)

Aku harus menjelaskan lagu ini dengan kata yang sedikit karena banyak sekali simbolisme yang tersirat di lagu ini, dan sejujurnya… aku tidak sanggup. Just listen to the song. Hurrah.

#4. I’m Lonely

Ini versi clean ya.

Siapapun yang suka dengerin Lauv dan tinggal di Indonesia pasti tahu lagu ini.

Worldwide atau di Asia lagu ini gak populer. Chart spotify Asia atau Apple Music hanya memberi angka jelek untuk lagu ini, tapi di Indonesia (dan hanya Indonesia saja) respons dari pendengarnya sangat bagus. Liriknya sederhana. Karena gak pake kata kasar, sebenarnya liriknya menceritakan orang yang kesepian. Anne-Marie juga menambahkan depth baru untuk lagu yang sederhana ini.

Mengingat lagu ini populer, aku jadi agak gak yakin Indonesia itu bangsa yang seneng bersosialisasi karena banyak teman-temanku merasa lagu ini representasi yang bagus untuk kehidupan sehari-harinya.

Makes you think eh?

#3. I’m So Tired

Kolaborasi yang sempurna. Lauv dan Troye.

Sebagai orang yang suka musik dan kadang suka gak jelas mood-nya. Ini lagu galau yang sempurna!

Kadang ada hari di mana aku gak pengen dengerin lagu, apalagi love song (mayoritas lagu yang aku dengerin love song soalnya, seperti kebanyakan orang) hmm hmm.

Lagu ini membantuku dalam 2 cara.

  1. Aku jadi tahu 3 lagu baru yang dinyanyikan Troye Sivan di liriknya (Buzzcut Season, Hurts Like Heaven, Lost in The Sound)
  2. Ini lagu sempurna untuk mengisi waktu kalau aku lagi bosen sama love song (which does make me sick sometimes).

I’m tired of Love songs. but not of Lauv songs. 😉

#2. I Like Me Better

Sebagai penyanyi yang membawa dirinya sebagai orang yang galau dan selalu… doubtful.

Aku rasa agak ironis bahwa greatest hit Lauv (yang bagiku hanya nomor dua) bukan lagu galau.

Tapi, aku tahu akan keberadaan Lauv dari I Like Me Better dan lagu ini timeless. 218 juta view dan masih bertambah.

#1. Mean It

Pada suatu hari aku mencari tentang opini orang mengenai musik di sebuah tempat yang dikenal sebagai Reddit.

Aku menemukan orang berkata. “Lauv and Paul Klein. Two guys who are broken hearted and don’t really know what they are doing. But is doing a great job anyway.”

Ini penjelasan sempurna dari lagu ini!

Kolaborasi yang ditunggu fans dari kapan tahu (keduanya hippie, keduanya peduli akan kesehatan mental, dan keduanya memulai namanya dari La, what more can you ask? Terutama kalau kamu orang California.) ini akhirnya terwujud pada akhir tahun 2019!

Lagunya sendiri tentang seseorang yang dimanipulasi cewek dan sering banget di PHP-in karena cewe-nya sangat-sangat sanguine atau plin plan, satu hari deket dan sayang, besoknya gak jelas, dan seterusnya.

Mario Pratama, seorang penyiar Prambors mengatakan ini soundtrack love-life nya dia…

Aku merasa kalau aku punya love life (which I don’t, and I’m happy about… dan seandainya aku punya, aku gak akan cerita karena A. orangtuaku baca artikel ini, aku gak mau diketawain, karena pasti aku terlalu cemen buat standar kedua orangtuaku… Ups, curcol. Dan B. Internet privacy) ini akan jadi lagu yang sempurna bagiku!

Aku sudah tahu akan Lauv dan LANY sebelum kolaborasi ini, jadi kolaborasi ini ketika terjadi terasa seperti salah satu permintaan dari Jin Aladdinku terkabul!

Honorable Mentions

There’s No Way ft Julia Michaels. Buatku sedikit overrated, tetapi lagunya enakeun sih. Aku kurang suka dengan Julia Michaels dan musiknya, jadi gak masuk list.

Never Not. Tragis. Aku suka lagu tragis!

Changes. Baru keluar 2020, belum sepenuhnya yakin.

Tattoos Together. Baru keluar tadi pagi! Belum sepenuhnya yakin.

Feelings. Lagu yang hopeful dan enak. Tetapi tidak terasa seperti lagu Lauv. Sayang sekali gak masuk daftar. (kurang galau)

Sampai lain waktu!

Post Script

Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penting bagiku karena aku akan mulai kuliah tahun ini. Sebelum kuliah, aku mau mulai membahas tentang musik karena ternyata dunia musik di Indonesia besar, tetapi belum banyak blog (selain lirik + terjemahan) yang membahas itu.

Lauv juga mendapatkan banyak viewer di Indonesia, dan sebagai orang yang sudah menyukai musiknya Lauv dari zaman I Like Me Better keluar, kurasa Lauv adalah artis yang paling sesuai untuk artikel musik debutku!

Semoga anda menikmatinya!