Category: Review

Review Board Game: Aquatico

Review Board Game: Aquatico

Aku dapet Endorsement Board Game!

Oke, secara teknis bukan aku (Azriel), bukan dikakipelangi.com (secara resmi), bukan akun twitter milikku (@Arriadi_Hidayat, follow ya 😛 ). Tapi Ibuku melalui Instagram miliknya, @aribubiilala . Tinggal diklik link-nya. She has like, 2400 followers, itu mungkin jadi faktor bisa dapet board game gratis dari boardgame.id.

But, since I’m here anyway… Aku mau menulis review dari salah satu Board Game buatan anak bangsa paling bagus yang aku pernah mainkan. Specialthanks to Boardgame.id juga ya!

Objective of the Game!

Tujuan permainannya sangat sederhana. Pada akhir permainan, punya ekosistem terbaik yang bebas dari polusi, agar hewan-hewan mau tinggal di ekosistem milikmu. Permainannya tidak sesederhana dua kalimat itu, namun permainan ini cukup sederhana.

 

How To Play

Setup permainan secara detil bisa dilihat di peraturan board-game nya, namun ada 58 kartu, plus dua kartu Mola-Mola (kayak layanan streaming Liga Inggris) yang dikocok menjadi dua tumpukan. Syaratnya, kartu Mola-Mola hanya dikocok di 10 kartu terbawah masing-masing tumpukan.

Hasilnya seperti ini. Juga ada koin recovery yang ditata di pinggir kedua tumpukan.

Tiap orang juga dapat board untuk skoring masing-masing.

Way of the Game.

Tujuan permainannya -seperti disebut di atas- adalah membangun ekosistem. Ekosistemnya bisa dibangun dengan cara mengambil kartu yang sudah terbuka di atas tumpukan, dan menaruh kartu tersebut di ekosistem milikmu, atau ekosistem milik pemain lain.

Idealnya sampai semua pemain beres menjalankan giliran pertamanya… Tiap orang punya satu kartu ekosistem seperti ini.

Berdasarkan gambar ini, aku memiliki 2 poin di habitat sungai, dan 1 poin di terumbu karang.

Seiring permainan berjalan, ekosistem tiap orang bertambah.

Jika ingin mengambil kartu… Kartu harus ditumpuk di atas satu sisi kartu lain, dengan syarat poin sama, bentuk habitat sama, atau sama-sama mengandung racun. Ada kemungkinan kartu pertama yang kita ambil tertumpuk dengan banyak kartu lain, hingga tidak ada sisa.

Polusi.

Polusi adalah isu yang aku sudah seringkali bahas di blog ini. Mungkin gak sering deng, cuman beberapa. Tapi aku telah mengambil beberapa langkah konkrit untuk mengurangi polusi, di antaranya adalah tidak makan daging sapi! (read up on that later)

Jadi ketika masuk ke Aquatico dan ada polusi… Ada bagian dari diriku yang merasa hepi!


Lihat ini. Berdasarkan poin habitat, ada…

  • 3 dari sungai
  • 4 dari Laut Dalam
  • 4 dari Terumbu Karang
  • 1 dari Padang Lamun
  • 1 dari Danau
  • 1 dari Hutan Bakau.

Diversitasnya bagus kan? Tapi sayangnya ada racun di hutan bakau. Poin di Hutan Bakau dianggap Nol Besar. Mau seandainya ada 20 poin sekalipun, kalau ada sedikit bagian dari Hutan Bakau yang tercemar, poinnya jadi 0.

Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika kedua poin mengandung racun? Well, kita boleh kasih kartu ke pemain lain, yang ada di sebelah kanan dan kiri. Untungnya, racun bisa disembuhkan, dengan cara melempar koin recovery.

Kalau koin recovery menghadap ke sisi hijau ketika dilempar, Great Job! Upaya pembersihan habitatmu sukses!

Kalau menghadap sisi abu. Silahkan biarkan pemain di sebelahmu jalan dan mohon sabar karena bulan Ramadhan sudah mau tiba. Jangan marah-marah karena anda tidak bisa melempar koin dengan benar. (No, seriously, jangan. Aku kemarin kalah cuman karena gagal ngelempar koin konservasi)

FAQ:

Kalau memang ngilangin racun itu sulit, gimana dong? Jangan sampe ada racunnya…
Kalau aku nggak bisa lempar koin sampe dapet hijau gimana? Nonton video di Youtube cara curangin coin toss.
Kalau aku cuman dapet racun karena dikasih dari orang sebelah gimana? Main sama orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin.
Kalau gak ada orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin? Cari teman main board game lain.

Anyway, seandainya anda kebanyakan dikasih racun, ingat bahwa semua kartu racun datang dengan habitat lain yang juga ada poinnya. So, think positive!

Permainan berlangsung terus hingga ada kartu Mola-Mola terbuka di atas tumpukan…

Mola-Mola.

Mula-mula… Player board yang ada di atas tadi (gambarnya kayak pulau itu lho) kosong. Tetapi sesudah satu kartu Mola-Mola keluar… Poin tiap orang di masing-masing habitat dihitung, dan orang dengan poin terbanyak di satu habitat mendapatkan satu hewan, dan hewannya di pasang di pulau si pemain.

Pemain berakhir hingga kedua Mola-Mola keluar, dan pemain dengan poin terbanyak menang. Satu hewan bernilai satu poin, tetapi jika memiliki dua hewan yang sama (seperti misalnya ada dua Bekantan di contoh milikku) ada satu poin ekstra!

Thoughts…

  • Artwork-nya bagus!
  • Banyak playstyle untuk menang
  • No game feels the same
  • Mungkin agak menyebalkan ketika sedang recovery racun.
    • Oke, sejujurnya ini part of the moral message. Lebih gampang menjaga habitat daripada memperbaiki yang udah terpolusi.
  • Edukasional!
  • Permainan ini walau lebih seru kalau mainnya banyakan, tetap bisa seru kalau mainnya hanya berdua, gak kaya beberapa board game yang kudu bertiga atau lebih kalau mau seru.
  • P.S. walau di peraturan resmi bilang kita hanya boleh membagi ekosistem kartu di sebelah kanan dan/atau kiri kita… Aku mengambil versi yang lebih sulit sedikit jadi tidak ada restriksi berdasarkan tempat duduk, agar semua orang bisa saling menjahati ekosistem saingannya. (I don’t recommend this)

Difficulty Meter:

Menurutku, ini board game introductory yang bagus untuk keluarga yang belum pernah main board game modern sebelumnya (Monopoly gak dihitung sebagai board game modern, ular tangga, catur, ludo, halma, semuanya juga GAK)

Jadi di Difficulty Meter… 3 dari 10

Fun-o-Meter

It’s really. really. really. fun.

Kesederhanaannya memberikan poin tambahan untuk keseruannya…

Jadi di Fun-o-Meter… 8 dari 10

Kesimpulan

Jika tertarik memesan… Silahkan klik ini.

Aquatico: Jangan Sampai Ekosistem Air di Indonesia Tercemar [Katalog]

This is a very good board game, dan kalau sudah mulai bosan di rumah, ini termasuk salah satu board game yang cukup sederhana untuk bisa dimainkan orang-orang yang belum pernah main board game sebelumnya. (keluarga kami cukup hardcore. Keluarga dikakipelangi bisa main Scythe tiap hari, dan kalau orang pernah main board game, pasti kebayang level board game yang kami mainkan)

Have a nice day!

P.S. While you’re here… Ini beberapa board game related stuff lainnya.

Codenames: Duet

Hand of The King

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Kenapa kamu di sini? Pergi…

***

***

***

Masih di sini?

Hidupmu bisa diluangkan untuk membaca hal lain. Seperti buku-buku yang akan kuberikan spoiler, atau serial Netflix yang juga akan rusak karena spoiler dari buku ini.

Jadi, pergi…

***

Jika anda memaksa, ingat bahwa sudah ada peringatan dariku.

Rata. Jujur. Tragis.

Kesulitan menemukan kata biasanya jadi faktor seseorang memotong-motong dan menyempitkan kata-kata yang digunakan dalam sebuah tulisan.

Aku mempersempit pemikiran dasarku atas buku karya Lemony Snicket ini ketiga kata tersebut.

Rata

Rata. Sebuah kata yang di sini berarti “Tidak banyak perubahan emosi.”

Snicket menuliskan ketigabelas buku ASOUE dengan gaya yang rata, dan sama seperti narrator di serial Netflix-nya, tanpa emosi sama sekali.

Hampir semua lelucon, frasa, kata-kata, dan kalimat yang diucapkan oleh narrator tidak diucapkan dengan sedikitpun emosi, dan dikatakan seperti sosiopat, dengan tujuan murni menyampaikan fakta tanpa menyelipkan opini.

Emosi pertama dikeluarkan Snicket sebagai narrator pada buku ketujuh, Vile Village, dan emosi yang dikeluarkan lebih cocok dikatakan sebagai deskripsi, bukannya tragedi.

Gaya penulisan rata yang unik ini memberikan dinamika unik untuk ASOUE, dan menempatkannya di daftar buku anak-anak yang menurutku wajib dibaca dan bisa dibaca siapapun, pada umur apapun.

Snicket membawa gaya Deadpan ke tingkat baru, mengenalkannya untuk anak-anak juga,

Jujur

Tidak sekalipun Snicket berusaha menutupi tragedi yang tebal dan terjadi setidaknya 5 kali pada tiap buku dengan cara sugarcoating -sebuah kata yang di sini berarti “membohongi anak-anak”- dan memberikan perspektif bahagia bagi pembaca.

Snicket memberikan fakta dengan cara yang rata tanpa berbohong sekalipun.

Snicket, walaupun, memberikan satu kali “kebohongan” atau mungkin menutupi fakta dengan cara yang menyedihkan ketika ia mengingatkan pada akhir cerita bahwa pada akhir hari, ia adalah orang yang mengalami tragedi terdalam, terberat, dan paling menyedihkan.

Sebagai tokoh yang canon dan juga Narrator, Snicket mengalami hidup yang sedih, dan ia kehilangan cinta sejatinya, yang juga merupakan tokoh canon.

Snicket berusaha menawarkan dunia yang jahat dan gelap ini dari sudut pandang seseorang yang sedang patah hati, dan ia menawarkan dunia dari satu-satunya sudut pandang yang benar… sudut pandang yang tragis.

Tragis

Kata yang satu ini pertama dikeluarkan oleh orang Yunani. Ia berarti “menyedihkan”

Dengan judul serial seperti “A Series of Unfortunate Events” secara logis sangat wajar jika cerita tersebut berakhir secara tragis, tetapi film satu ini dipenuhi oleh adegan dan kejadian tragis dari awal sampai akhir.

Snicket membuat orang-orang yang berpikir hidupnya sulit sedang menjalani hidup yang mudah tanpa harus sedikitpun berpikir bahwa ia sedang kesulitan, karena ketiga protagonis (Sunny, Klaus dan Violet) harus menjalani hidup yang berkali-kali lipat lebih sulit.

Walaupun tragis, buku ini tetap bisa menjadi bacaan penting untuk anak-anak karena sebenarnya buku ini ringan dan mudah dibaca, dengan penggunaan bahasa yang sederhana, namun elegan.

Definisi.

Gaya Deadpan yang Snicket berikan, baik di serial Netflix atau di ketigabelas buku yang ia tuliskan… tidak ada satu kali pun Snicket melewatkan gaya menulisnya yang sangat penuh definisi dan pintar.

Snicket menuliskan dengan bahasa yang rata karena ia cukup kompeten untuk memberikan hiburan sampingan bagi pembaca yang tua, serta informasi yang tidak penting tapi menarik untuk pembaca yang muda dengan menuliskan puluhan definisi dari kata-kata yang mungkin sulit dimengerti. Umumnya kalimatnya terjadi seperti ini.

  • Mr. Poe: Baudelaires. I’m sorry to say that your parents have perished in a terrible fire.
  • 3 Baudelaires: *Speechless…*
  • Mr. Poe: Perished means killed.
  • Klaus Baudelaire: We know what perished means.

Atau, jika itu narrator yang mengatakan… seperti ini…

“The three Baudelaire children hastily -a word which here means, “faster than a troupe of evil and horrible actors- ran away and gathered their belongings.”

Gaya penulisan yang unik ini menawarkan satu sideshow yang lucu, atau setidaknya menghibur bagi para pembaca, dan memberikan gaya penulisan Snicket yang sekarang sudah terkenal sebagai gaya penulisan yang rata, elegan, tetapi sederhana.

Why Should You Read ASOUE?

  • Buku ini berbeda.
    • ASOUE bukan buku di mana tokoh-tokoh mendapatkan happy ending sesudah diberi kesulitan beribu-ribu kali. Walaupun diberikan kesulitan ribuan kali, tokoh-tokoh tersebut hanya diberikan kesulitan di akhir buku.
  • Tragedi
    • Alasan ini cocok untuk orang-orang yang punya masalah dengan kehidupan mereka. Tragedi yang diberikan Snicket di buku ini dapat dipastikan membuat dirimu merasa lebih baik dengan hidupmu. Bagiku itu alasan yang cukup untuk membacanya.
  • Deadpan
    • Ini satu-satunya alasan aku membereskan ketigabelas buku ASOUE dan masih berusaha membereskan serial Netflixnya. Gaya Deadpan Lemony Snicket serta referensi sastranya yang intelijen dan jenaka memberikan aku alasan untuk melanjutkan serial Netflix-nya… Murni untuk melihat semua referensi yang Snicket pikirkan.

Why is this Book a Good Fit for Kids?

  • Realistis.
    • Mungkin ini satu-satunya alasan yang aku perlu berikan. ASOUE realistis, tidak seperti buku-buku lain. Ia mengingatkan anak-anak dengan gaya yang (sekali lagi) rata, bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal bahagia. Mungkin brutal, tetapi di antara sedikitnya hal-hal bahagia yang terjadi, Snicket menuliskan buku ini untuk anak-anak.
  • Tetap Imajinatif
    • Walau buku ini memiliki plot yang realistis, setting dan dunia yang Snicket berikan sangat-sangat imajinatif dan ia menceritakannya seperti buku fiksi, karena ASOUE memang fiksi. Anak-anak tidak perlu melewatkan sudut pandang karangan yang Snicket berikan, hanya karena plot-nya tragis dan realistis.

Notes.

Nama asli Lemony Snicket: Daniel Handler.

Aku berusaha keras menulis dengan deadpan. Tapi aku gak bisa.

Serial Netflix memiliki plot yang mirip, tetapi sampai ke plot tersebut dengan cara yang berbeda.

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Sebagai orang yang suka bermain board game dan Kartu, salah satu isu terbesar yang aku hadapi adalah mencari permainan sederhana yang bisa dimainkan dengan seru, walau hanya ada dua orang.

Aku bisa saja memberikan rekomendasi permainan seperti Terraforming Mars atau Seven Wonders Duel namun itu bukan permainan yang cocok untuk semua orang. Tidak banyak orang punya keinginan untuk bermain permainan dengan peraturan agak njelimet seperti kedua permainan di atas.

Mungkin iya, Seven Wonders Duel adalah Board Game gampang, tetapi peraturan dan hal-hal yang dilakukan di permainan tersebut perlu pengalaman dan kemampuan di board game lain yang gak sedikit.

Ada banyak Board Game dua pemain yang udah aku bahas di Blog ini, diantaranya Codenames Duet, serta Hand of The King punya Game of Thrones. Jika anda memang menyukai Board Game, aku sarankan mainkan salah satu dari dua permainan tersebut untuk kencan, karena keduanya memang seru!

DISCLAIMER: Jangan percaya, aku belum pernah kencan sekalipun, sama siapapun… karena… aku orangnya kaya gini… coba atas resiko sendiri, jangan ngeluh kalau diputusin.

Review Hand of The King.

Review Codenames Duet.

Tanpa banyak basa-basi lagi, ayo kita masuk ke permainan kartu remi yang cocok untuk berdua!

SPEED

Permainan ini adalah permainan yang sanking sederhananya, adik aku yang berusia 5 tahun bisa memainkannya. Sederhana, tetapi sulit.

Tujuan Speed adalah menghabiskan kartu yang dibagikan secara sama rata untuk dua pemain dengan cara menyusun kartu tersebut sesuai urutan.

Genre: Competitive.

Cara Bermain

SETUP:

  • Kocok 52 kartu, ambil 10 kartu, taruh di tengah.
  • Bagi sisa kartu secara sama rata (21 kartu per orang). JANGAN LIHAT KARTU TERSEBUT.
  • Dari 10 kartu yang sudah ada di tengah, bagi jadi dua tumpukan (tumpukan ini akan aku sebut sebagai “cadangan”), masing-masing 5 kartu.
  • Ambil kartu paling atas dari tiap cadangan dan taruh secara tertutup.
  • Kocok sisa kartu masing-masing pemain, ambil 5 kartu.
  • Jika sudah siap bermain, buka kartu di tengah, permainan bisa dimulai.

Kartu harus tertata seperti ini…

FASE PERMAINAN:

  • Speed tidak punya giliran sama sekali. Seperti namanya bilang, siapapun yang bisa bergerak, dan yang bisa bergerak lebih cepat boleh memainkan kartu.
  • Ketika kartu tengah sudah dibuka, tiap pemain boleh mengeluarkan kartu yang 1 angka di bawah, atau 1 angka di atas kedua kartu tengah.
    • Contoh. Kartu tengah terbuka dan menunjukkan 6 Sekop, serta King Wajik. Pemain A punya 5 Hati, dan As Sekop di tangannya. Ia boleh mengeluarkan kartu-kartu tersebut di atas 6 sekop dan King Wajik, sesuai dengan temannya.
  • Jika kartu di tengah sudah berubah, lanjutkan permainan.
    • Contoh. 6 sekop tadi sudah ditumpuk 5 hati oleh Pemain A, Pemain B yang punya 4 Keriting bisa menumpuk 5 hati tersebut dengan 4 keriting. Permainan tetap berlanjut, dan tidak ada giliran.
  • Kamu harus selalu memegang 5 kartu di Speed. Kalau kartu kamu kurang, ambil dari tumpukan milikmu.
  • Simbol tidak berpengaruh di Speed, asalkan angka berhubungan, kartu bisa dikeluarkan.
  • Lanjutkan proses sampai kamu tidak bisa mengeluarkan kartu.
  • Ketika kedua pemain tidak bisa mengeluarkan kartu, dan masing-masing punya 5 kartu di tangan, buka masing-masing satu cadangan dari tiap tumpukan, lanjutkan permainan.
  • Permainan berakhir jika cadangan habis atau seseorang telah menghabiskan seluruh tumpukannya. Pemenangnya adalah orang dengan kartu paling sedikit.

Peraturannya sederhana, tapi aku jamin, bermainnya pasti rusuh. Belum kalau tahu-tahu bisa ngeluarin kartu yang sama, malah tabrakan, entar nentuin siapa yang dapetnya gimana dong?  😀

Kemps.

Permainan ini bisa dimainkan oleh 2, atau 4 orang (gak bisa 3). Tetapi Kemps umumnya dimainkan berdua, karena jika lebih, permainannya akan jadi sedikit aneh…

Kemps adalah permainan yang butuh poker face, karena tujuannya adalah mengumpulkan 4-of-a-kind, misalnya 4 ratu, 4 angka 2, 4 As, atau apapun itu. Nilai semua kartu sama.

Cara Bermain

SETUP:

  • Kocok 52 kartu, berikan 4 ke masing-masing pemain. Tiap pemain hanya boleh punya 4 kartu di tangannya.
  • Letakkan 4 kartu di tengah, posisinya terbuka (keempat kartu ini akan aku panggil kolam), tumpuk kartu sisanya di samping.
  • Permainan bisa dimulai, pastikan kamu berhadap-hadapan dengan lawanmu ya.

FASE PERMAINAN:

  • Tiap pemain mengambil kartu dari salah satu dari empat kartu tertata di atas. Sesudah mengambil kartu, ia harus membuang salah satu kartu dari tangannya. Taruh kartu terbuang secara terbuka di sebelah kolam, tidak bisa diambil atau digunakan..
  • Kolam harus selalu memiliki 4 kartu, jadi pemain yang mengambil kartu harus menaruh 1 kartu dari tumpukan ke kolam.
  • Tidak ada struktur giliran, dan sama seperti speed, bermainnya perlu cepet-cepetan.
  • Ketika kartu di kolam tidak dibutuhkan atau diinginkan siapa-siapa lagi, atau habis… Buang semua kartu dari kolam, ambil 4 kartu dari tumpukan, dan buat kolam baru.
  • Sesudah ada orang yang mendapatkan 4-of-a-kind, pemain tersebut boleh bilang Kemps, dan mendapatkan satu poin.
  • Sesudah ada four-of-a-kind, tiap pemain membuang kartu dan mengembalikan kartu buangan ke kolam. Bagi 4 kartu lagi.
  • Proses bisa diulangi sampai 4 poin, atau lebih, tergantung preferensi.

Sekali lagi, permainannya agak rusuh, tetapi biasanya kalau hanya berdua mending bermain yang ruush kebanding yang banyak mikir… Atau… Sebaliknya sih. Aku sih suka yang rusuh kalau cuman berdua 😛 .

Karma/Idiot

Permainan yang satu ini punya banyak nama, dan beberapa nama tersebut tidak bisa aku sebutkan di sini karena ini blog keluarga, dan aku akan dimarahi oleh Ibuku kalau aku menuliskan beberapa nama tersebut. Idiot merupakan salah satu nama yang agak ringannya. Aku, tetapi, menyebut permainan ini sebagai Karma.

Karma adalah salah satu origin ke Card Game sederhana seperti Uno, karena ada versi di mana tiap angka punya fungsinya masing-masing. Aku akan memberikan versi paling sederhana di mana kartu-kartu “aneh”-nya hanya ada 2.

Oh iya, walau salah satu namanya adalah Idiot, permainan ini butuh strategi paling banyak diantara ketiga permainan yang ada di sini.

Tujuannya adalah untuk menghabiskan seluruh kartu yang mereka miliki.

Cara Bermain

SETUP:

  • Bagikan 9 kartu ke setiap pemain.
  • Secara acak, tata 3 kartu secara tertutup, 3 kartu di atas kartu tertutup tersebut, dalam posisi terbuka, dan 3 ke tangan.
  • Kartu di tangan dan kartu terbuka boleh ditukar-tukar sebelum permainan dimulai.
  • Tumpuk sisanya di tengah. Permainan siap dimulai.

CATATAN:

FASE PERMAINAN:

  • Pemain pertama meletakkan kartu dengan nilai terendah di tangannya ke tengah (jujur ya, jangan tahu-tahu taroh As).
  • Kartu di tangan harus selalu ada tiga. Ketika sudah meletakkan kartu, ambil satu kartu lagi dari tumpukan.
  • Pemain berikutnya harus menaruh kartu dengan nilai yang sama ke tengah (aku akan sebut ini sebagai kolam), atau yang lebih besar. Nilai As paling tinggi.
  • Kalau punya dua kartu dengan nilai yang sama, silahkan mainkan di giliran yang sama, dan ambil kartu hingga kartu di tangan mencapai tiga.
    • Jika kebetulan kamu memainkan 5, lalu mengambil angka 5 dari tumpukan, silahkan mainkan 5 tersebut lagi.
  • Sukses memainkan 4 angka yang sama (misalnya memainkan 4 angka 7, atau 4 King dalam satu giliran) berarti kamu boleh membuang semua kartu di kolam ke luar permainan, dan tidak digunakan lagi. Ingat, tujuannya menghabiskan kartu di tangan.
  • Angka 2 dihitung sebagai Wild Card, boleh digunakan jadi angka apapun.
  • Angka 10 boleh langsung dikeluarkan kapanpun untuk membuang semua kartu di kolam.
  • Ulangi hingga tidak bisa.
  • Kalau pemain tidak bisa memberikan kartu dengan nilai sama atau nilai yang lebih besar, ambil seluruh isi kolam ke tangan.
    • Sesudah itu terjadi, pemain yang mengambil tumpukan kartu mengeluarkan kartu terendahnya ke kolam.
  • Jika kartu tumpukan sudah habis… Ambil semua kartu yang tadinya ada di depan kamu ke tangan.
  • Kartu yang tertutup boleh dikeluarkan sesudah kartu di tangan sudah habis. Tidak boleh dilihat, keluarkanlah secara acak. Jika hasil kartu tertutup tadi lebih rendah dari kartu di kolam, ambil seluruh isi kolam ke tangan.

Iya, peraturannya membingungkan. Tetapi jika anda ingin benar-benar berpikir… Mainkan Idiot.

Aneh ya…

Yap, tulisan hari ini sudah beres, semoga bisa dinikmati, dan selamat bermain!

IKLAN!

For a scientific and intelligent person, I admire astrology and the zodiac. Jadi, aku akan pasang iklan!

Aku bikin podcast tentang Zodiak di Spotify! Barangkali ada yang mau mendengarkan horoskop, kepribadian, atau analisa berdasarkan astrologi dengarkan podcast ini di spotify! Cukup klik link https://open.spotify.com/show/5MnxdZWVpN5mIgrfJCskVi

Barangkali juga ada yang ingin analisa tentang birth chart, atau kepribadian mereka berdasarkan Zodiak… Bisa kontak twitter, @arriadi_hidayat (tapi kalau ini bayar ya, denger podcast aja, gratis hehehe)

Terima kasih!

What do the Stranger Things Books Mean For The Show?

What do the Stranger Things Books Mean For The Show?

So… Today’s writing will be in English, in consideration of reaching more people, though I might consider a rewrite in Bahasa if there’s plenty of local traffic for the Hit Netflix Show.

All 3 books have been finished by yours truly… within 3 weeks of the third season’s release. (a bit slow by my standards, but still…)

This article contains spoilers for all three seasons, so watch those first if you want to read this article. Oh, and it also contains spoilers for all 3 books. Suspicious Minds, (narrated by Eleven’s Mother, her friends, and Dr. Martin Brenner) being the first, Darkness on The Edge of Town (narrated by Jim Hopper) being the second, and Runaway Max (narrated by none other than Maxine Mayfield) being the third.

This article is purposed to help those who don’t want to bother buying and/or reading the book but wants to know the plots revealed and the potential seeds for a story in the fourth season that are revealed in this book.

Enjoy!

Suspicious Minds.

Written by Gwenda Bond.

This book takes place at the year 1969 and 1970. It does not alternate in timeline, but it does have multiple characters narrating the story.

This book exploits and creates the most plotlines when compared to the other two books, being set way before the first season and before Eleven’s birth.

The main plotline explains how Dr. Martin Brenner experiments on a bunch of girls, mostly at college level, as he uses his tech and knowledge to create potential weapons. Among the three experimented girls (do note that they receive a decent sum of money and had no idea they had a sociopathic, insane doctor leading the experiments) are Gloria Flowers, Alice Johnson, and Terry Ives, who is El’s mother, and is now insane and deeply traumatized thanks to some of the events that occurred in this book. That Martin Brenner, what a nice guy!

It explains how Kali, also known as Eight, (made an appearance in season 2, when El ran away, you should already know that) managed to see Brenner’s lab in Hawkins as evil, and how she was kept in custody. Kali was also trained by Brenner, and she was mentioned by Terry when visited by Hopper and Joyce in the second season. So, that’s good news, Kali escaped.

Those three girls eventually gained some psychic/strange/mental powers, which includes peeking into the future, and Astral Projection, (the thing that El does to look for someone using a blindfold and static noise) it is also noted that these 3 girls played a role in El’s powers.

They peeked into the future at some points, and saw El. In the future, which caused them to assume that Brenner has a second child in captive. So, this naturally sparked their curiosity.

After receiving experiments, and forms of ways to activate mental powers, and also seeing how Kali is kept captive through face to face meetings in the lab and (DUH!) Astral Projection, they realized something’s wrong… (took them a while)

They obviously snuck around the lab in an attempt to cut themselves loose of Brenner’s experiments and free Kali, as they did this, they happened to meet some files. Files of a Project INDIGO and a Project Mk ULTRA. The project INDIGO involves 10 of Brenner’s subjects, from Project 1-10. Project Mk ULTRA however, was about administering electric shocks to the potent Alice Johnson in an attempt to trigger mental powers.

These Project INDIGO files aren’t revealed, because of something I like to call a Writer’s excuse… (you know, the story forces the protagonist to rush, while in reality the writers are trying to hide stuff for future plotlines, so only some are revealed, we writers like doing that, wink, wink)

There are no subject 11, at least not yet, and the girls assumed (correctly) that they saw a glimpse of the future. They got a look at Kali’s files, and encountered information that revealed Kali’s powers.

At the climax of the book, as well as the end, three important things happened. The girls cut loose of their bonds with Brenner, Alice Johnson fled to Canada with Terry Ives’s help. And lastly… Terry gave birth to Jane Ives (fathered by her Boyfriend, Andrew Rich, who died in Vietnam) AKA Eleven, who was taken by Brenner, and receives mental training, isolation, and abuse. Brenner is officially Father of the Year here.

Plotholes

The reveal of projects 9 and 10, maybe 1-7 as well, the return of Alice Johnson, and/or Gloria Flowers, as well as their psychic friend that helped, Ken. Also, the rest of Project Mk ULTRA being revealed. I would want that.

Darkness on the Edge of the Town.

Written by Adam Christopher.

I’ll just skip most of the story since they don’t really matter to the canon Stranger Things world. However, since Jim Hopper does die (unless he comes back, stupid cliffhangers!) in season 3, if you want to get some El and Hopper moments, and some more badass cop moments, read this book.

It has 3 narrators, Hopper, Lisa Sargeson, a psychic/psychologist, and Hopper’s partner, Rosaria Delgado. It’s timeline alternates when Hopper has some flashbacks, or when Eleven, who is hearing this story from Hopper at during Christmas, 1984, asks a question. Main timeline, year 1977.

It tells about Hopper’s exploits in New York City, when he still had his daughter Sara, and he and his wife, Diane, is together.

Point is. He tries to catch an insane serial killer + cult leader named Saint John. Saint John’s biggest plan is to destroy New York City, and Hopper stopped him.

During the way, he does meet a special agent, and his case was stopped by this special agent, but Hopper being Hopper kept pushing on, and… he was told to go undercover and pretend to be a… Runaway cult member.

He blew his cover during the Saint John Cult (name of this organization, Vipers) /Gang -because being a cult leader is not enough for the guy- so called Armageddon and he helped kill him when his partner was endangered.

Saint John happens to be a War Veteran who actually believed in the Day of The Serpent, or his version of Armageddon lead by Satan himself, and is not just using that story to inspire hope and fear to his followers.

It is a thrilling tale, and I do suggest you just read it. At certain points of the story, Hopper told El that Rosaria Delgado survived, and they had a happy-ish ending as partners, and Hopper also had a happy ending as a Father and Husband. Okay, at least… before Sara died, and… yeah, so, it was partially happy.

Come to think of it, Guy’s a lot like Hercules. A miserable dude with anger issues who loses his family and goes insane and more miserable as he tries to redeem himself.

Plotholes

The most obvious plothole to leak out of this book is the return of Rosaria Delgado in the wake of Hopper’s death. That is, if Hopper IS dead… I think it’s the only one that’s explicit here. Maybe some of the surviving gang members that befriended Hopper and helped him might also return… but… you know, I’m not taking any chances.

Runaway Max.

Written by Brenna Yovanoff

Apparently. This book is very short. And it is only narrated by Max.

It’s not even half the length in words to the other two books.

The book is a bit complicated to explain, it does alternate a bit in timeline, but it mostly revolves during the events of the second season of Stranger Things. It retells the story, but in Max’s point of view.

I’ll just tell you the key points.

  • Max’s father is a guy who makes Fake ID’s and also arranges sport bets. He lives in San Diego, and Max goes to her mother during the divorce.
  • Max might dislike Billy, but, apparently, he sees his stepbrother as a womanizing jerk who happened to protect him when needed, and is usually right when he makes a point. Kind of like Barney Stinson from HIMYM if you ask me…
  • Billy receives lots of torture and physical abuse from his dad. Thought you might want to know. Considering… He’s dead. And if you’re also confused why the heck did Max cry when he resented and disliked his stepbrother anyway.
  • Max tries to run away right before the incident that involves Steve, Dustin, and Lucas attempting to burn a demodog down. She doesn’t believe the existence and the stuff Lucas told her. So, it’s a good thing Lucas came just in time to show her proof.
  • Most of the book doesn’t have much to add to the story, but it does seem enticing to try and hear it from her Point of View.

Plotholes

The only important one is when Max ran away, and just before she did, Lucas came knocking down her window to prove his story regarding the Upside Down and the Demodogs.

So, enjoy, and I certainly hope you guys got helped by this article, and saved some reading time! Until next time!

 

Bumblebee: Seberapa Baguskah Film Ini?

Bumblebee: Seberapa Baguskah Film Ini?

Ya, Bumblebee bukan film yang aku harapkan untuk tonton sesegera mungkin sesudah film tersebut keluar. Tetapi bukan juga film yang aku tidak akan tonton. (aku hanya berpikir film ini pantas ditonton setelah ia mendapat 93% di Rotten Tomatoes, meski nilai IMDB-nya jelek)

Jadi, bagaimanapun juga, aku ingin membandingkan serta menilai, apakah Bumblebee merupakan film yang memang bagus? Atau ia hanya bagus karena di sebelah kanan dan kirinya, ada film yang jauh lebih buruk.

Boom, Boom, Boom, Dalam Angka

Terima kasih! Siapapun yang memutuskan untuk tidak memberikan Michael Bay peran sebagai sutradara di film ini. Jika Michael Bay menjadi sutradara, dan bukan sebatas produser, film ini akan menjadi film yang tidak akan kutonton sebagus apapun naskahnya, atau rating-nya, karena aku tahu, setiap 10 detik, akan ada sebuah BOOM! BOOM!

Bagaimanapun juga, keputusan terbaik dalam film ini ada di pemilihan sutradara. Not Michael Bay. Sepertinya itu satu-satunya solusi untuk menambal bolong-bolong yang ada pada rating film-film Transformers sebelumnya. Budget juga dipotong, dan berada di angka relatif kecil (terutama mengingat butuhnya helikopter untuk diledakkan, mobil, dan juga CGI), karena Michael Bay masih berperan sebagai produser, dan jika ada leeway budget terlalu banyak… Ya, akan ada Boom-boom di sana dan di sini, sehingga inti utama dari film akan mudah terlupakan.

Sejujurnya, menurutku pemotongan budget drastis ini adalah keputusan yang baik selama Michael Bay masih berada dan berperan dalam proses pembuatan film.

Sebagai perbandingan

  • Transformers, 57% Rotten Tomatoes, 147 Juta dollar Budget, 325 juta dollar box office, 208 ledakan.
  • Transformers 2, 19% Rotten Tomatoes, 207 juta dollar Budget, 618 juta dollar box office, 276 ledakan.
  • Transformers 3, 28% Rotten Tomatoes, 196 juta dollar Budget, 1.123 juta dollar box office, dan… Wait for it… 357 ledakan.
  • Bumblebee, pada sisi lain. 93% Rotten Tomatoes, 100 juta dollar Budget, 305 juta dollar Box Office (and still kind of growing), dan hanya 93 ledakan.

Jadi, semakin banyak ledakan, semakin banyak penghasilan, dan semakin jelek rating. Oke, film ketiga merupakan sedikit pengecualian. Tetapi rating 28% tetap sampah.

Spinoff ini bermanfaat untuk merubah stigma orang-orang pada franchise film yang mendekati mati untuk orang-orang yang memang suka film dan tidak hanya menontonnya demi menonton film tersebut.

Naskah

Oke, aku bukan orang yang 100% menyukai naskah Bumblebee, tetapi… Jika kita membandingkan naskah film tersebut dengan film Transformers lainnya, aku tidak bisa berkata-kata lebih lanjut. Dasarnya, tidak ada opsi yang lebih baik untuk gaya penulisan naskah yang dilakukan oleh Bumblebee.

Gaya ini juga perlu diikuti oleh film Transformers lainnya.

Kasarnya, aku cukup menuliskan pros and cons-nya saja.

Pros:

  • Naskah ini tidak dihina oleh penulisnnya sendiri, ataupun sutradaranya
    • Bay pernah menghina karakter ciptaannya secara terbuka dalam interview mengenai film Transformers yang keempat
  • Naskah ini punya jalan cerita yang jelas, dan tiap adegannya berkorelasi
  • Banyak lelucon dan pesan-pesan yang bermakna. Lucu disini bukan karena kejadian konyol seperti seorang satpam yang menyetrum dirinya sendiri pada film kedua (aku tidak ingat film keberapa, namun tetap, itu terjadi).
  • Referensi pop culture yang cukup bagus.
  • Film ini slow-paced. Tolong, lakukan ini lagi, setidaknya kesempatan merusak film action slow pace tidak semudah merusak film fast paced. Korelasi akan jauh lebih mudah jika film beralur dengan lambat.

Cons:

  • Mungkin sedikit terlalu banyak referensi yang dilemparkan mengenai zaman si film itu sendiri. Feel bahwa kejadian film ini terjadi pada tahun 80-an hanya terasa dari referensi di naskah, dan sedikit kurang di penyutradaraan.

Adegan Action

Yeay. Adegan action di film ini jauh dari sampah. Tidak ada lagi seorang manusia yang melakukan tindakan bodoh dan secara magis membunuh robot raksasa. Tidak ada lagi boom-boom yang merusak arus film dan adegan tersebut karena ledakan ditembak dari 5 sudut berbeda.

Kembali lagi ke Pros and Cons.

Pros:

  • Akhirnya, adegan action mempunyai makna, dan masih masuk akal.
  • Adegan action tidak membosankan.
  • Tidak ada banyak ledakan! 😀

Cons:

  • Tidak ada banyak ledakan… 🙁
    • Nggak, sih, sebenarnya satu-satunya hal yang membuatku merasa senang ketika ada banyak ledakan, adalah tertawa ketika ledakan tersebut begitu lebay dan ditembak dari 5 sudut berbeda. Ini memberikan aku komedi di naskah yang begitu serius tapi garing.

Setting dan Tokoh-Tokoh

Aku belum lama membaca beberapa orang menolak film-film Michael Bay karena tokoh-tokoh di film tersebut dibuat sesuai dengan stereotip, tetapi di frame dari sudut pandang negatif.

Hence, adanya cewek yang di oversexualize, hippie yang hobinya mabuk melulu, rich bad guy yang tahu-tahu jadi baik, atau rich bad guy yang tahu-tahu mati karena melakukan hal bodoh. Oh iya, jangan buat aku masuk ke ilmuwan yang selalu gila dan kekeuh ke seorang jendral yang gak pernah mau mendengar, atau tokoh utama yang dulunya screw-up lalu jadi menemukan jati diri karena… Yeah, you get me already.

Meskipun aku tidak sepenuhnya setuju ke membuat tokoh yang 100% berlawanan dengan stereotip, atau dengan tujuan empowerment demi mengikuti sebuah gerakan, perubahan kecil ini enak dilihat.

Setting juga cukup cocok, meski ada sedikit keluhan mengenai naskah tadi.

Pros:

  • Tokoh yang kuat, dan tidak sepenuhnya mengikuti stereotip.
  • Persahabatan dan pembuatan karakter yang sesuai, termasuk perubahan jati diri dalam karakter.
  • Setting 80-an dengan bantuan musik, sebenarnya cukup menyenangkan.
  • Tokoh tidak akan dihina atau dijadikan bahan bercandaan oleh penciptanya lagi. Phew.

Cons:

  • Melihat Michael Bay menerima interview dan menghina tokoh ciptaannya sendiri. Aku tidak akan pernah melihat ini lagi. 🙁 NOOOOOOO!

Kesimpulan

Untuk menyimpulkan, apakah Bumblebee sebagus itu?

Sejujurnya, kurasa rating di atas 90% pada Rotten Tomatoes, seperti yang didapat Wonder Woman, atau film-film yang telah menjadi classic tidak pantas diberikan untuk Bumblebee.

Namun, sekali lagi, film ini adalah franchise Transformers, dan perubahan drastis yang perlu kita ingat, film ini fokus ke persahabatan bukan ledakan dan tonjok-tonjokan, disutradrai oleh Travis Knight, standar harapan kita bagi film akan jelas turun. Kurasa, wajar jika ia mendapat rating tinggi.

Namun, jika Bumblebee keluar duluan, dan bukan spinoff atau last resort untuk mengganti serta memberikan film Transformers sudut pandang cerita, kurasa ia akan hanya mendapat nilai yang mirip-mirip dengan Aquaman.

Sampai lain waktu! Don’t end this movie in a bang.

Post Script.

Michael Bay mungkin sedang membuat surat, atau sedang memulai rapat. Alasan rapat? Oh iya, kurangnya ledakan mengurangi uang yang dihasilkan film ini!

Apakah Hukum Murphy Merupakan Efek Psikologis?

Apakah Hukum Murphy Merupakan Efek Psikologis?

Who’s Murphy?

Nggak, serius, Murphy yang menciptakan Murphy’s Law, siapa dia?

Oke, meski sebenarnya banyak versi ke siapa yang menciptakan Murphy’s Law, aku ingin berpikir saja bahwa ada sedikit ironi bahwa pencipta hukum ini belum memastikan semua kondisi agar dia satu-satunya orang yang diingat sebagai pencipta Murphy’s Law.

Ya, bagaimanapun juga, aku ingin membahas sedikit banyak mengenai Murphy’s Law, karena terkadang, aku merasa bahwa efek dari Murphy’s Law ini lebih cenderung psikologis kebanding aktual. Seperti banyak hal di dunia ini (seperti perasaan nyaman, kasihan, dan dunia ekonomi sendiri), hukum Murphy hanyalah fiksi belaka yang diciptakan oleh otak manusia. Tentunya, otak kita yang begitu pintar ini mesti memiliki kelemahan, karena otak kita… sangat, sangat mudah ditipu.

Jadi, selamat menikmati!

Hukum Murphy?

“If something can go wrong, it will.”

Pada umumnya, ada 3 jenis interpretasi pada kalimat tersebut.

  1. Jika anda tidak memastikan sesuatu bisa berjalan dengan mulus sampai 100%, seberapa kecil kemungkinan ada kesalahan, maka kesalahan itu akan terjadi.
  2. Jika kalian sedang membuat kesalahan, itu akan muncul pada hari dan momen terburuk.
  3. Semua kesalahan yang mungkin terjadi, akan terjadi. (ini mungkin interpretasi paling harfiah, tapi, maknanya sedikit lebih dalam dari itu kok)

Interpretasinya tidak pernah diberikan istilah yang lebih mendalam atau jelas, tetapi aku akan memberi nama agar aku tidak menggunakan istilah interpretasi pertama, kedua, atau ketiga…

Interpretasi pertama akan kujelaskan dengan istilah Interpretasi Insinyur, nomor dua akan kusebutkan dengan istilah interpretasi keberuntungan, dan yang ketiga akan kusebut dengan interpretasi harfiah.

Oh iya, jika anda sudah mengerti, silahkan scroll ke bawah dan baca 300++ kata mengenai judul di atas, tetapi, jika masih ingin penjelasan akan interpretasi yang akan aku gunakan, jangan di skip ya 😉

Hari ini, aku akan menggunakan interpretasi keberuntungan…

Faktor Hoki

Apakah anda pernah berpikir bahwa anda sedang apes? Baru kemarin ada sedikit momen yang cocok dengan interpretasi kedua, dan terkadang, aku ingin berpikir mengenai faktor psikologis-nya…

Sebagai contoh…

“Sekarang pukul 10.20, kita perlu berangkat dari rumah pada pukul 10.45 sesudah memasak bekal. Jika tidak ada kesalahan apapun yang terjadi, makanan sudah akan siap pada 10.40. Sayangnya, gas di kompor habis. Ini berarti kita harus meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk mengganti gas dan memastikan api di gas masih nyala. Gas pun diganti, dan waktu kita telah terbuang 10 menit.”

Berikutnya… Contoh-contoh yang ada dibawah ini lebih bisa diprediksi, tetapi sama-sama “apes”

“Aku terlambat masuk sekolah untuk pertama kalinya dalam satu tahun, saat berlari ke kelas, kebetulan, ada kepala sekolah yang memotong jalurku . Alhasil, aku dihukum dan mendapat 2 tugas ekstra sebagai hukuman.”

“Aku ingin pergi makan sate. Karena susah mendapat parkir, seorang pemesan yang membawa satenya pulang memesan 100 tusuk sebelum aku mendapat tempat duduk. Aku perlu menunggu 100 tusuk sate dimasak sebelum porsi punyaku dibuat.”

Intinya, banyak hal dapat terjadi pada momen apapun, namun, kita selalu melihat hal terburuk, dan mencari alasan untuk mengalihkan pikiran kita dari kabar buruk yang kita dapatkan. Kita mencari hal buruk agar kita bisa menjadi korban dan membuat diri kita merasa lebih baik.

Ya, alasan aku berasumsi bahwa momen-momen Hukum Murphy terkesan psikologis, lebih karena cara kita melihat suatu kejadian. Seperti sering dibahas oleh beberapa psikolog ternama, kita perlu 6 hal baik dalam 1 ingatan untuk menghapuskan 1 hal buruk dalam 1 ingatan. Tentunya, ini alasan perasaan puas susah didapatkan sesudah kita menghadapi satu kesalahan.

Psikologi Kesalahan

Tidak ada yang suka disalahkan untuk sesuatu. Terutama jika perasaan bersalah dan ditunjuk-tunjuk oleh orang itu mulai membuatmu merasa malu, atau membuatmu merasa lebih berantakan lagi dari seharusnya.

Ketika ada hal buruk terjadi, insting natural manusia adalah untuk menunjukkan jarinya pada orang lain, atau pada suatu pihak ketiga untuk menghilangkan ketidaknyamanan itu.

Anda perlu menunggu lebih lama untuk sate? UGH! Aku merasa kesal! Aku harus memberikan ketenangan pada kekesalanku. Oh iya, gara-gara tadi ada orang take-away 100 porsi tuh. HEUH! Sebel deh.

Huuu, aku gak pernah telat. Tetapi gara-gara aku telat pas kepala sekolah lagi lewat, aku jadi kena ekstra tugas deh. KESEL!

Yah, aku telat. Gas-nya abis sih! Tau gasnya abis kan masaknya lebih cepet!

Bagaimanapun seseorang ingin mengeluh, insting manusia untuk menenangkan diri mereka adalah mencari pihak ketiga (memang ada yang mencari orang lain untuk langsung disalahkan, tapi ini tidak umum dan sangat tidak sehat) untuk disalahkan agar ia dapat melepaskan diri dari tanggung jawab yang dibebankan oleh rasa bersalah dalam dirinya sendiri.

Nah, ini alasan aku melihat Murphy’s Law sebagai hal psikologis.

Orang yang tidak punya ketenangan dan pengendalian diri yang benar-benar baik hanya akan menenangkan diri mereka dengan menyalahkan orang lain dan melewatkan inti permasalah serta fakta-fakta yang sebenarnya ada di depan mata mereka.

Pada kasus keterlambatan tadi, mungkin memang tiap pagi, pada jam yang sama, kepala sekolah sedang lewat untuk memberikan berkas-berkas ke guru-guru lain.

Pada kasus gas, nyatanya gas kompor selalu diganti tiap bulannya, dan karena tidak ada yang memberikan jadwal atau rekapan gas yang jelas, gas perlu diganti secara tiba-tiba dan itu membuatmu merasa kaget mengingat momennya begitu tidak pas.

Pada kasus sate… Mungkin memang tiap Sabtu siang orang itu membeli 100 tusuk sate karena teman-temannya ingin datang, tetapi, anda tidak menyadari itu karena anda biasanya datang lebih cepat darinya.

Detil-detil kecil dan ringan ini sering dilewatkan orang-orang, karena mereka terlalu sibuk merasa kasihan pada diri mereka dan mengeluh. Orang-orang pada umumnya tidak akan melihat hal yang dapat diperbaiki, dan mereka melihatnya sebagai kejadian yang hanya terjadi sesekali, dan melupakannya begitu saja.

Ketenangan dan kepuasan yang didapat dari menyalahkan pihak ketiga, (dalam kasus ini, pihak ketiga yang paling sering kena tuduhan orang lain adalah keberuntungan) membuat orang-orang melupakan realita, serta fakta yang sedang mereka alami.

Jadi, untuk menjawab pertanyaanmu, apakah hukum Murphy yang diinterpretasi seperti ini nyata? Ataukah itu hanya placebo untuk memberikan rasa tenang ketika kita sedang kesal akan sesuatu?

The Ultimate Placebo

Psikologi dan manusia sendiri dipenuhi oleh banyak hal-hal konyol dan tidak nyata.

Kita sangat mudah untuk ditipu orang dan terkadang, kita terbawa perasaan sehingga melupakan kenyataan yang sebenarnya ada.

Mungkin memang betul kita pintar, kita adalah spesies yang sangat pintar… Tapi, sayangnya, kita begitu emosional dan mudah ditipu, sehingga lebih dari setengah otak kita diisi oleh proses otomatis yang dibuat untuk menenangkan emosi-emosi yang kita miliki.

Pada akhirnya, daripada menyalahkan orang lain demi ketenangan jarak pendek, hal terbaik yang seorang manusia bisa lakukan adalah mencari solusi agar anda tidak perlu merasa tidak tenang untuk waktu yang terlalu banyak. Solusi jangka panjang lebih susah didapatkan, tetapi mendapatkannya memberikan kepuasan yang utuh, dan nyata. Kepuasan tersebut bukanlah placebo, karena anda telah sukses mendapatkannya tanpa perlu meyakinkan diri anda berkali-kali, kepuasan itu memang sudah ada di dalam diri kalian.

Review Film: Keluarga Cemara

Review Film: Keluarga Cemara

Oke, review film ini mungkin memberikan kesan negatif.

Sebelum masuk ke review filmnya, tolong baca dari awal sampai akhir, karena aku akan membagi review ini ke dua bagian, yaitu konten (isi) dan konteks (pesan).

Selamat menikmati.

Oh iya, spoiler, review film ini akan mengandung spoiler sekitar 20-30 menit pertama film, serta sedikit dari kesimpulan. Jangan baca jika tidak ingin kena spoiler.

Konten

Hmm, bagaimana caraku mulai ya. Konten dari film ini akan cenderung negatif, jadi, mohon maaf.

Konten dari keluarga cemara sedikit kurang berat dan memiliki dua atau tiga momen yang meleset dan memberikan sedikit pesan yang tidak sepenuhnya masuk akal untuk semua penonton.

Kemampuan Tokoh

Pada awal film, digambarkan sosok Abah (Ringgo Agus Rahman) yang sepertinya sibuk melulu, dan selalu melewatkan momen-momen yang diminta keluarganya untuk ia hadiri. Berikutnya ada sedikit adegan melihat rekapan finansial perusahaan dimana si Abah ini bekerja. Wah, perusahaan ini rugi 4.5 Milyar – an. Berikutnya juga ada gerebekan dari tukang yang sedang membuat rumah.

Dan wush, disitu mungkin kepeleset pertama kali dari penggambaran kemampuan tokoh dan juga seberapa fiktif dan “cemen” film ini. (tolong, tetap baca ya, aku akan memberikan bagian baik di bawah). Perusahaan pada kenyataannya, (meski skalanya tidak dijelaskan, tapi tetap, pada kenyataannya) akan melakukan rekap finansial secara rutin. Perusahaan yang sehat (dan tentunya, perusahaan yang membiayai Abah sebuah mobil, rumah, dan juga keluarga yang ia miliki sekarang) tidak mungkin tiba-tiba mengirim rekap finansial ketika rugi dari perusahaan tersebut sudah begitu besar.

Seenggak-enggaknya, rekapan finansial di perusahaan yang cermat akan dikirimkan dalam kondisi rugi 1 Milyar, atau 1.5 Milyar, dan jika angkanya masih berada di kisaran itu, kerusakan dan kerugian berikutnya dapat dihindari. Mungkin dengan menjual tanah lah, membayar serta mengganti beberapa pekerja lah, atau mungkin memotong gaji perusahaan langsung secara utuh.

Ya, bagaimanapun juga ini memang fiksi, dan meski ia memberikan kesan melebih-lebihkan, kejadian awal akan kuterima sedikit.

Berikutnya, ada Kang Fajar yang hanya tampil di adegan pertama.

Kang Fajar ini sepertinya melakukan pinjaman dengan jaminan rumah milik saudaranya, dan yah, rumah milik Abah dan keluarga digerebek dan disita pada hari ulang tahun Euis (Zara JKT48), anak Abah paling tua. Aku masih bisa sedikit mengerti kejadian seperti ini, meski kejadian tidak sengaja ini membuatku merasa tidak nyaman, aku tidak terlalu keberatan…

Sebenarnya jika Abah cukup pintar, ia tidak akan mendapatkan rumahnya disita karena adik Iparnya menipu dirinya, tetapi, ya, aku akan mengabaikan fakta tersebut. Kita bisa ditipu semua orang mau secermat apapun kita sebenarnya.

🙁

Menerima keadaan…

Oke, aku merasa sedikit sedih, tapi disaat yang sama, aku merasa bahwa kepercayaan dan kemampuan keluarga ini menerima begitu saja bahwa rumah miliknya disita terkesan absurd. Keesokan harinya, ia melakukan hal baik dan bertanggung jawab dengan membayar tukang pada projek gagal miliknya.

Abah pindah ke rumah milik almarhum Ayahnya, dan dari situ, ia mendapat makanan dari beberapa tetangga dan warga kampung yang terbantu oleh Ayahnya ketika warga tersebut masih (dalam kata-kata mereka sendiri) ‘Susah’ .

Oke, sesudah mendapat bantuan serta pinjaman dari Loan Woman Ceu Salma (tokoh ini sangat membantu cerita dan memberikan hidup pada sisi hati film ini, akan dibahas lebih lanjut), Abah yang dulunya adalah pekerja keras, serta menghasilkan uang yang tidak sedikit, mencari pekerjaan di beberapa perusahaan, dan meski ia ditolak karena usia, ia tetap berusaha keras untuk mencari.

Tapi, berikutnya, pilihan pekerjaan miliknya membuatku geleng-geleng kepala (meski hatiku berkata untuk kasihan), ia menjadi tukang. Like, What? Maksudku, jika ia memang sudah punya network teman dan bisnis yang cukup luas ketika bekerja di Jakarta, dan cukup banyak menghasilkan uang selama berbisnis properti, kenapa ia harus menjadi tukang?

Oke, ada satu projek gagal, kan bukan berarti dunia sudah beres dan membuangmu ke tempat sampah dimana kamu tidak bisa menjadi apapun yang berharga lagi? Aku sih merasa tidak nyaman setelah melihat pebisnis properti menjadi tukang karena ia merasa terpaksa. Jika ia cukup semangat, Abah seharusnya bisa melakukan hal lain selain menjadi tukang, ia terlalu mudah menyerah pada keadaan.

Berikutnya, untuk membantu finansial, Ibu dari keluarga tersebut memutuskan untuk berjualan kerupuk dengan investasi dari Ceu Salma (entrewoman, yang dimainkan penyiar radio Asri Welas). Euis membantu Emak (Nirina Zubir) berjualan kerupuk (Gendar? Aku lupa jenis kerupuknya apa, tapi, kerupuk).

Nantinya Abah dan Emak berusaha lebih banyak sih, ia tidak hanya menjadi Tukang namun aku tidak ingin memberi spoiler…

Komedi yang Baik

Hah, akhirnya! Hal positif!

Keluarga Cemara, meski membuat sedikit banyak blunder di sana dan di sini, tetaplah tontonan menarik.

Tokoh Ceu Salma, teman-teman Euis di sekolah, dan tingkah laku anak paling kecil dari keluarga ini, Ara (Widuri Putri), juga sangat menarik untuk ditonton.

Mayoritas adegan bisa membuatmu tertawa atau tersentuh jika anda ingin membuang pikiran logis anda selama adegan tersebut, karena tentunya, anda tidak bisa hanya memikirkan terus menerus.

Ceu Salma yang modelnya nyeleneh tetapi pintar ini memberikan warna yang baik karena tokohnya cukup memorable dan mudah membuatmu merasa senang, apalagi tertawa. Ceu Salma bisa membuatmu tertawa hanya dengan berbicara sedikit. Oh iya, pendengar Delta FM juga harusnya tahu siapa Asri Welas ini.

Teman-teman Euis juga menunjukkan kekompakan, dan, ya… tonton saja sendiri, lucu banget sebenarnya beberapa tingkah lakunya. Terutama jika anda berpura-pura jadi anak SMP, adegan-adegan di sekolah Euis cukup lucu dan bisa dinikmati.

Terakhir, Ara. Wah, tingkah laku anak ini adalah tingkah laku lucu dan nyindir orangtua yang bagus. Ia ada sebagai simbolisasi kebahagiaan di film ini, dan Ara juga ada berperan sebagai simbol bahwa kita bisa bahagia kapanpun kita mau, baik itu sedang punya uang, atau sedang susah, bagaimanapun juga, Ara adalah simbol yang baik untuk kebahagiaan.

Oh iya, Ara juga contoh anak aktif yang tidak diberikan gadget terlalu banyak karena ia suka main di luar dan selalu bahagia. Jangan berikan gadget bagi anak-anak anda ya 😉

Kesimpulan Film

Aku bisa membahas (atau mungkin mengeluh) cukup banyak tentang ini, tetapi, tokoh-tokoh di film Keluarga Cemara ini ADUH! Mereka terlalu mudah menyerah pada situasi.

Penutupan film juga menunjukkan bahwa mereka masih menyerah, tetapi bahagia dengan keluarga. Aku menyukai fakta bahwa keluarga cemara ini mendapat semi-happy ending dengan keluarga yang masih bahagia dan senang, namun, tidak ada perubahan krusial dari tokoh, selain perilaku mereka pada satu sama lain dalam keluarga. Itu mengecewakan sebenarnya.

Konklusi film bisa lebih baik jika mereka berubah dan rela melakukan sesuatu untuk merubah nasib mereka dengan usaha yang cukup… Karena sebenarnya mereka bisa melakukan itu. Abah sudah jelas, dulunya ia pebisnis properti. Sepanjang film, Emak juga digambarkan jago memasak. Euis juga punya kemampuan berbahasa Inggris yang baik, cukup baik untuk memberikan les pada teman-teman sekolahnya yang kesulitan mempelajari bahasa tersebut.

Konteks

Pesan dari film keluarga cemara dapat mudah dimasukkan menjadi 3 pointer pendek. Setidaknya, 3 pointer ini adalah pesan-pesan yang aku bisa tangkap. Jika ada perbedaan, silahkan berikan komentar yaaaa 😀 .

Kebahagiaan

Jika Ara adalah simbol untuk kebahagiaan, nyatanya, kita tidak perlu mencari-cari kebahagiaan kemana-mana, dan juga, kita bisa bahagia kapanpun. Baik itu sedang susah, atau tidak. Ingat, kita tidak harus susah untuk menjadi bahagia, dan tolong jangan tangkap pesan bahwa kita hanya bisa bahagia ketika sedang tidak punya apa-apa, juga jangan tangkap pesan bahwa kita hanya bisa bahagia jika kita punya suatu benda…

Kebahagiaan adalah perasaan yang didapatkan tanpa ada hubungannya dengan materi yang kita miliki. Kita bisa merasakannya kapanpun.

Aku perlu menjelaskannya sedikit panjang lebar, tapi, tolong jangan tangkap pesan yang salah ya 🙂

Kebersamaan

Ah, sekali lagi.

Pesan dari film ini berhubungan dengan kedekatan anda dengan keluarga. Ia membuatmu bertanya, apakah aku sudah cukup dekat dengan keluarga? Atau belum? Nah, coba tanyakan lagi sesudah menonton film ini.

Tentunya, film ini menjadi pengingat yang lebih baik kebanding jika anda kehilangan suatu hal yang penting kan?

Menjadi Orangtua

Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan ada banyak cara.

Meski aku kurang setuju dengan metode Abah dan Emak untuk langsung menerima dan menyerah pada keadaan, aku setuju dengan cukup solid bahwa mereka adalah orangtua yang baik. Mereka tahu kapan mereka perlu lembut dan bersabar, mereka tahu kapan untuk tidak terlalu bertanya secara agresif, dan mereka juga tahu kapan untuk menjadi sedikit lebih keras.

Coba deh, pikirkan kembali, apakah anda terlalu keras? atau, apakah anda terlalu lembek sebagai orangtua?

Selamat berkontemplasi.

Kesimpulan

Dalam Rating… 6/10

Pesan-pesan yang bagus dan cerita sedih yang mengharukan jika kita ingin melihatnya dari sudut pandang perasaan saja. Namun, sayangnya, terlalu banyak blunder logis dan menyerah dari tokoh-tokoh utama yang membuatku tidak bisa memberikan nilai lebih tinggi lagi.

Tetap perlu ditonton kok, film-nya bagus, pesannya, bagus, hanya saja, kesalahan dan kurang kuatnya drive tokoh yang mengurangi 3 poin dari rating yang ia pantas dapatkan tanpa blunder-blunder tersebut.

Sampai lain waktu!

[Road Trip]: Ganjar Pranowo

[Road Trip]: Ganjar Pranowo

Oke, jadi ini adalah daftar dari sedikit hal yang seseorang mungkin duga akan lihat di Jateng, atau di tiap kota yang dikunjungi, dan karena sedikit kemalasan menulis panjang, artikel pendek hari ini akan meliput gubernur Jateng dan kenapa aku merasa sedikit bingung padanya selama Road Trip ke Jateng…

Bagaimanapun juga, artikel hari ini tidak akan menembus batas 800 kata, tetapi bukan berarti artikel ini tidak bisa dinikmati bukan? Jadi nikmati saja!

Sebelum Kisah Dimulai

Ingatanku pada gubernur asal Jateng ini tidak begitu banyak. Meski Jawa Tengah adalah provinsi tetangga dari Jawa Barat, aku tidak memiliki atau mengikuti Ganjar Pranowo begitu banyak sampai sekali ia muncul di Televisi dan aku jadi mengetahui bahwa dia memang ada.

Sebenarnya aku pertama kali mendapat kabar tentang keberadaannya ketika ia muncul di Mata Najwa (aku dan keluarga tidak mengikuti media Indonesia begitu banyak, apalagi media yang berasal dari televisi), waktu itu, kedua orangtuaku ingin melihat Ridwan Kamil (dulu ia masih menjadi walikota, dan Ganjar masih berada di periode pertamanya) di acara tersebut.

Dan, ia sedang berdampingan dengan Ganjar Pranowo dan menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari Najwa Shihab. Topiknya memang mengenai pemimpin masa kini, dan usia Ganjar serta RK masih berada di kisaran 40 tahun ++ .

Aku mengetahui keberadaannya dan sedikit banyak hal yang ia lakukan untuk Jawa Tengah. Berikutnya aku mendapat dan membaca berita tentangnya saat pemilu. Debatnya berlangsung sedikit konyol dengan sedikit pertanyaan dari lawan calon gubernurnya berada di titik yang terlalu agresif bagiku, dan juga mengingat beberapa blunder kecil yang ia buat sebelum pemilu, nama Ganjar Pranowo masih ada kesan yang cukup besar di kepalaku.

Aku tidak mengikuti hal-hal yang ia lakukan sesudah debat tersebut dan fakta ia memenangkan survey dengan persentase 85-92%, tetapi memenangkan pemilu hanya dengan hasil pemilihan sedikit di bawah 64% karena puisi kontroversial yang ia baca. Ya, bagaimanapun juga, kinerja Ganjar masih memenangkan hati warga Jateng, tetapi perubahan nilai tersebut cukup besar untuk membuatku tertarik. (Eh, sebenarnya perbandingan survey antar Sudrajat Syaikhu dan RK-UU dengan Quick Count juga cukup besar sih)

Spanduk? Spanduk? DIMANA SPANDUK!

Berikutnya, namanya masuk lagi ke kepalaku ketika Road Trip ke provinsi Kandang Banteng (ya, bercandaan politiknya seperti itu), namun, namanya masuk dan membuatku berpikir beberapa kali… Ganjar Pranowo itu, Gubernur Jateng kan? Bukan Gubernur Jatim? Hmm? Mana yang benar ya?

Pemikiran ini terjadi… Karena saat aku pergi ke Demak, Tegal, Jepara, dan Semarang, aku kesusahan (like, sangat susah) untuk menemukan spanduk dengan fotonya + wakilnya.

Awalnya aku berpikir ketika ada di Tegal (oh, yang memiliki Eiger, Toko Yogya, Brownies Amanda, Tas Elizabeth, dan tukang martabak di jalanannya. Kota ini membuatku berpikir… “Mungkin kota ini hanya kekurangan tukang Batagor untuk menjadi Bandung van Jateng”) bahwa politikus serta pemimpin-pemimpin asal Jateng tidak suka memamerkan muka mereka, karena hanya ada 1 foto walikota + wakil walikota Tegal selama kita berada di sana.

Tapi, sesampainya di Semarang, aku berpikir kembali…

Tiap ada Halte Bis, ada kantor pemerintahan, aku dengan mudah menemukan foto Walikota + Wakil Walikota Semarang. Tapi, kenapa, oh kenapa… Tidak ada foto Ganjar Pranowo. (dan kita melewati kantor Gubernur Jateng)

Tidak lama, di Semarang, keluarga kami pergi lagi ke Demak, dan Jepara. Di kedua kabupaten tersebut, ada setidaknya 2, atau 3 foto Bupati + wakilnya. Tetapi, sekali lagi, tidak ada foto Ganjar Pranowo. Kenapa begitu sulit untuk menemukan satu saja…

Akhirnya, aku yang penasaran jadi lebih awas sepanjang road trip. Lirik kanan dan kiri untuk spanduk atau banner yang memiliki foto Ganjar Pranowo… Mungkin ia orang yang modest dan rendah hati, tidak ingin memberikan dan memasang terlalu banyak foto dirinya atau wakilnya.

Tetapi sebagai orang asal Jawa Barat yang mendapat Gubernur-gubernur dengan kinerja baik dalam sosok-sosok Ahmad Heryawan, Ridwan Kamil, UU Ruzhanul Ulum, dan bahkan PJ sementara Jabar, Moch. Iriawan, sering memasang spanduk dengan fotonya. Jadi, ketidakadaan foto Ganjar membuatku bingung.

Untungnya, aku menemukan 2 spanduk dengan foto Ganjar Pranowo pada hari berikutnya kita di Semarang… 1 berada di Kantornya, jadi aku sebenarnya tidak ingin menghitung, (tetapi, ya sudahlah), dan satu lagi, pada hari terakhir kita di Semarang… ADA SEBUAH FOTO! Di luar kantor Pajak untuk mempromosikan membayar pajak.

Tempat keduanya termasuk tempat yang masih absurd bagiku, karena tidak ada Selamat Natal atau Selamat Tahun Baru, tetapi, aku bisa menerimanya. Setidaknya sekarang aku yakin pada ingatanku, dan rela mencari foto seorang Politikus hanya karena aku berpikir untuk mengisi kebosanan tiap kali di jalan.

Kesimpulan

Ini adalah permainan seru untuk dilakukan saat Road Trip ke Provinsi lain.

Pilih sebuah kota/kabupaten, pastikan tiap anggota road trip juga punya kota dan kabupatennya masing-masing. Selama anda berkeliling di provinsi tersebut, cobalah untuk menghitung adanya berapa spanduk pemimpin dari kota/kabupaten tersebut. Pemilih kota terbanyak dianggap sebagai pemenang!

Atau, pilihlah seluruh provinsi dan berharap nasib anda tidak seperti saya yang berusaha keras mencari spanduk Ganjar.

Sampai lain waktu!

[Road Trip] Eps. 1. Preparasi Perjalanan

[Road Trip] Eps. 1. Preparasi Perjalanan

Ini adalah sebuah serial yang mengupas road trip keluarga ke Jawa Tengah. Akan ada 10 episode, kurang lebih 1 episode per hari, + 2 episode untuk preparasi dan juga evaluasi. Berikut adalah sedikit tips dariku sesudah melihat persiapan dan akhirnya kembali pulang dari Jateng (yang hanya memasang 1 banner dari Gubernur mereka, Ganjar Pranowo, setidaknya di 4 kota/kabupaten yang aku datangi), dan apa yang bisa kita lakukan, sesuai dengan buku Scarcity: Why Having Too Little Means So Much, dan akan isu-isu kecil seperti packing dan planning yang seseorang akan hadapi jika mereka ingin melakukan road trip.

Selamat menikmati episode pertama!

Scarcity Trip

Catatan: Tidak ada satupun kata di Bahasa Indonesia yang cocok untuk menjelaskan Scarcity dalam konteks yang aku inginkan. Jadi, mohon maaf karena aku akan menggunakan istilah Scarcity alih-alih menggunakan Bahasa Indonesia.

Scarcity. Semakin sedikit benda yang kita punya, maka semakin bernilai benda tersebut. Kasarnya, itu yang membuat seseorang menilai, memilah, dan memilih benda yang akan dibawa dalam sebuah road trip.

Ketika packing dan bersiap untuk sebuah perjalanan, ada 4 hal yang perlu anda perhatikan. Karena pada suatu titik, anda akan kehabisan salah satu dari 4 sumber daya yang mungkin dirasa penting ini.

  1. Space…
  2. Pace…
  3. Attire…
  4. Money…

Atau… SPAM! Shoot, that doesn’t sound right.

EHEM, ralat.

  1. Money
  2. Attire
  3. Pace
  4. Space

Atau, MAPS! Nah, kan enak.

Jika anda sedang kekurangan salah satu dari 4 sumber daya ini, mungkin sudah waktunya anda menghemat. Jika anda sudah kehabisan salah satu dari sumber daya ini, sebaiknya anda pulang, dan hentikan perjalanan, karena sebenarnya anda sudah telat.

Atau, anda bisa membuat rencana agar anda tidak kehabisan, dan pulang sesuai jadwal! Tetapi, sayangnya, tidak semua orang bisa membuat atau mengikuti rencana, dan seandainya tidak ada rencana yang dibuat, maka ini hal yang perlu anda lakukan untuk mencermati sumber-sumber daya di atas…

Money

Oke, ini mungkin hal yang paling sulit untuk diukur karena kemampuan finansial tiap orang berbeda, dan terkadang ada orang atau keluarga yang memaksakan untuk liburan meskipun kemampuan finansial mereka tidak mencukupi, alhasil mereka menghemat dan takut untuk mengeluarkan terlalu banyak uang, sehingga perjalanannya tidak dapat mereka menikmati.

Sebelum anda berangkat, atau sebelum anda bahkan berpikir untuk melakukan liburan, pastikan finansial keluarga anda cukup, serta anda yakin bahwa anda bisa bertahan selama anda sedang berlibur. Jika anda memaksakan liburan, akan lebih baik demi kewarasan dan kesabaran tiap orang untuk tidak memaksakan berlibur.

Tentunya, definisi cukup tiap orang berbeda, jadi sesuaikan dengan ekspektasi masing-masing.

How To Plan.

Jika anda bukan orang yang suka berencana terlalu panjang, setidaknya, uang adalah hal yang perlu anda perhatikan. Kita tidak ingin berlibur jika tidak ada cukup uang untuk melakukan hal-hal yang anda inginkan bukan? Anda ingin membeli batagor sepuasnya di Bandung, dan anda ingin mencoba semua Lunpia yang ada di Semarang? Silahkan, hanya saja, akan lebih bijak jika anda tidak mengambil jatah finansial di luar perencanaan awal anda.

Sebenarnya, merencanakan budget untuk uang yang akan dihabiskan saat berlibur tidak sulit. Semua orang dapat dengan mudah bilang bahwa mereka hanya akan menghabiskan sejumlah uang tiap harinya, tetapi… Mereka tidak dapat menahan diri dan… WUUSH! Dua kali lipat uang dari rencana awal dihabiskan.

Jadi, perencanaan yang anda dapat lakukan dengan uang cukup sederhana… Pengendalian diri.

Money Scarcity

Apa yang anda dapat, serta perlu lakukan jika anda sedang melewati fase berlibur dimana anggaran pembelanjaan anda bersisa ke 20% terakhir, atau mungkin, lebih sedikit? Tipsnya cukup sederhana.

  • Turunkan kelas, turunkan ekspektasi.
    • Terkadang, ada beberapa orang yang memaksakan diri mereka untuk makan dengan anggaran yang sama seperti yang mereka miliki ketika 80% dari anggaran mereka masih tersisa. Ini sulit untuk dilakukan jika anggarannya tersisa sedikit, jadi hal terbaik dan terefisien yang seseorang bisa lakukan adalah menurunkan pengeluaran anda. Tidak apa-apa kok untuk tidur di hotel yang tidak sesuai dengan ekspektasi anda jika hanya untuk semalam 😉 .
  • Berhenti untuk berpikir.
    • Kasarnya. Jangan membeli hal-hal yang anda tidak perlukan. Sebelum membeli sesuatu, atau memilih tempat makan, berhenti untuk sejenak, berpikir. Apakah saya benar-benar membutuhkan ini? Apakah saya perlu membeli ini? Kenapa saya perlu membeli ini? Silahkan berkontemplasi dan pikirkan. Jika anda memang menilai bahwa anda perlu mengeluarkan uang untuk hal tersebut, lakukan saja.
  • Modis = Modal Diskon, Atau, Modal Gratis
    • Ya, dengan Traveloka, Trivago, atau AirBNB kita bisa mendapatkan promosi dan menghemat uang. Ini bermanfaat tentunya 😉
  • Sisakan uang untuk pulang.
    • Ya, berlibur termasuk pulang pergi. Jangan lupa jika anda masih harus lewat tol untuk pulang, atau membeli tiket kereta, itu juga mengonsumsi sepeser dari anggaran anda.
    • Oh iya. Jika anda cukup pintar, anda bisa melewati jalur alternatif dan membayar lebih sedikit daripada jika anda melewati tol. Tapi ya, jangan lupa, jika jalur alternatif tersebut berarti anda harus melewati 2 jam ekstra karena macet, maka itu resiko yang perlu diambil.

Benefits of Money.

Uang dapat anda manfaatkan untuk memperbaharui beberapa sumber daya lain yang anda butuhkan. Jika anda memang tidak sedang dalam kondisi kekurangan uang, anda dapat memanfaatkannya untuk jasa Laundry dan mendapatkan kembali pakaian. Anda juga bisa mengirimkan barang yang anda tidak perlukan lagi untuk mendapatkan ruang kembali. Tentunya, jika digunakan dengan bijak, anda tidak akan merasa kekurangan uang, alih-alih, anda akan merasa mendapat pakaian lebih, ruang lebih, dan mungkin, waktu lebih.

Attire

Attire, atau… Baju.

Ya, ini sedikit menarik. Tidak seperti Uang, Baju justru menyedot beberapa sumber daya lain yang kita miliki. Jadi, membahasnya akan menjadi hal yang menarik tentunya.

Baju secara tidak langsung mengukur waktu kita bisa berlibur, dan baju juga mengurangi ruang yang kita miliki di mobil, jadi, kita perlu membawa baju dengan bijak.

How To Plan

Sesuaikan jumlah baju dengan hari anda sudah yakin akan pergi. Semakin luas mobil atau alat transportasi anda, semakin mudah anda dapat merencanakan baju-baju yang anda akan bawa. Jika anda cukup pintar dengan manajemen ruang anda, dan mampu melakukan packing gulung, di mobil yang cukup luas, maka anda bisa menciptakan sedikit atau banyak room for comfort. Ruang untuk kenyamanan anda ini, dapat mencegah adanya kekurangan baju.

Attire Scarcity

Oke, anda masih ada 3 hari lagi untuk berlibur, tetapi, baju anda tersisa ke 1 stel baju pergi, dan 1 stel baju tidur. Apa yang anda bisa lakukan?

  • Pakai dua kali.
    • Oke, ini terkesan menjijikan bagi beberapa orang, tetapi menggunakan baju dua kali adalah hal yang bijak, terutama bagi baju tidur. Percaya padaku, baju tidur anda tidak akan kotor dalam satu malam, jadi menggunakan satu baju tidur untuk dua malam adalah ide yang baik untuk menghemat. Tidak sepenuhnya disarankan untuk baju pergi meski bisa dilakukan ketika sudah mepet banget.
  • Manfaatkan Laundry.
    • Manajemen waktu, taruh barang ke Laundry, dan ambil pada pagi berikutnya. Gunakan jasa express jika anda sedang buru-buru tentunya. Baju kembali bisa dipakai!
  • Tidur dengan baju pergi.
    • Tepat sebelum anda tidur, gunakan baju pergi sebelum masuk kasur. Pergi dengan baju itu esok paginya, dan anda dapat menghemat satu stel baju!
  • Beli baju.
    • Bukan saran terbaik karena ini mengambil ruang yang berharga, serta uang yang juga berharga, tetapi ini bisa dimanfaatkan juga tentunya.

Benefits of Attire

Semakin banyak baju yang anda miliki, semakin besar kemungkinan anda bisa memperpanjang liburan anda di luar rencana. Tetapi, perhatikan sumber daya yang lain juga ya 😉

Pace

 

Pace, alias waktu. Waktu membatasi beberapa orang, terutama yang bekerja. Jika anda sudah menyisakan satu hari untuk beristirahat, anda dapat beristirahat pada hari tersebut, tetapi, ternyata, satu hari sesudahnya adalah hari kerja, dan anda ingin berlibur satu hari lebih lama! Ya, hari istirahat anda dapat diambil. Sayangnya, hari kerja anda… tidak dapat diambil. 🙁

Jadi, bagaimana cara melawan waktu?

How To Plan

Ini ironis. Anda akan merencanakan sesuatu berdasarkan energi atau waktu yang anda miliki. Sayangnya, anda tidak bisa mendapatkan gambaran yang bagus mengenai waktu itu sendiri, jika anda tidak punya rencana. Untuk merencanakan sesuatu dan mendapatkan waktu terbanyak, pilihlah saat anda tidak memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan, dan ciptakan “slack” atau room-for-comfort agar anda tidak terpepet ketika ingin pulang.

Time Scarcity

Dalam waktu 13 jam anda sudah harus berada di kantor. Google Maps memberikan anda jalan tol dan perjalanan tersebut akan memakan waktu 4 jam 30 menit. Kemungkinan, anda harus memotong jam tidur, apa yang anda bisa lakukan?

  • Rute/Transportasi alternatif
    • Anda bisa menghemat waktu 90 menitan jika anda melewati Subang dari Cirebon ke Bandung. Jika anda pintar dan mau berpikir untuk sebentar, anda bisa menemukan rute alternatif dan menghemat sedikit waktu.
  • CEGAH ADANYA TIME SCARCITY
    • Jika anda sedang dalam krisis waktu, memang tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali memotong jam tidur, atau berburu-buru, atau mencari rute alternatif. Jadi, hal terbaik yang anda bisa lakukan adalah mencegah adanya time scarcity dengan planning yang baik. Sejujurnya, dengan tidak memiliki room-for-comfort dan lebih awas dalam perencanaan, itu sepertinya satu-satunya cara untuk mengatasi time scarcity.
    • Once you’re in it, you’re doomed. 😀

Benefits of Time

Space

Space. The final frontier. These are the vacations of the starship Enterprise. Its five-week mission: to explore strange new cities, to seek out new places and new tourist destinations, to boldly go where no man has gone before.

EHEM! Bukan Space luar angkasa bro. Space = Ruang.

Ini adalah hal terakhir yang akan aku bahas, dan… Ini dapat dicegah dengan mudah juga.

How To Plan

Pack light.

*thumbs up*

Serius sih, perencanaan dan manajemen ruang yang bagus, seperti menyisakan satu tas khusus untuk baju kotor, atau satu tas khusus untuk barang belanjaan adalah contoh manajemen ruang yang efektif.

Manajemen ruang terbaik dapat dilakukan dengan menyediakan satu tas, atau tempat khusus untuk benda-benda seperti baju kotor, barang belanjaan, serta hal-hal yang diperlukan secara darurat.

Space Scarcity

HAH! Anda butuh ruang di bagasi?

  • Stop. Beli. Hal. Yang. Anda. Tidak. Butuhkan.
    • Sama seperti uang, jangan beli hal yang anda tidak butuhkan. Anda harus mau berkompromi sesekali, jangan beli sesuatu sampai anda yakin anda membutuhkannya.
  • Kirim barang ke rumah.
    • 🙂 Manfaatkan JNE, atau TIKI, dan kirim barang milik anda ke rumah anda sendiri. Masalah anda akan selesai. Ada ruang yang dibebaskan, dan anda bisa memasukkan lebih banyak barang dalam bagasi!

Kesimpulan

Tanganku lelah, dan sekarang aku perlu menikmati time room-for-comfort yang sudah aku ciptakan.

Cheerios!

Transisi Berita Padat

Transisi Berita Padat

Karena aku sedang mengikuti klub jurnalistik di Museum Konferensi Asia Afrika, aku memutuskan untuk menulis suatu artikel karena ini ditugaskan untuk menulis suatu artikel dengan gaya seperti Hard News (berita padat), berarti memiliki batas maksimal 8 paragraf (meski aku pembaca Tirto.id) dan 300 kata,

Semoga ilmuku menulis berita singkat seperti ini menjadi lebih baik, karena aku kesusahan menulis artikel pendek… Maklum, aku membaca portal berita dimana Hard news-nya saja setidaknya 12 paragraf.

Oh, dan iya, aku menulis berita padat mengenai berita padat, dan tolong jangan hitung paragraf sampai bagian “Selamat menikmati” di bawah ini.

Selamat menikmati.

Transisi Berita Padat

Warga-warga pada abad ke 21 memiliki kesulitan untuk melepaskan diri dari arus media yang begitu cepat, dan juga adanya banyak jenis berita. Tiap jenis memiliki target dan keuntungannya masing-masing.

Arus informasi yang begitu cepat ini membuat minat dan keinginan untuk membaca berita singkat yang dapat menjelaskan intinya dalam 3-4 paragraf pertama, beserta informasi suplemen dalam paragraf-paragraf berikutnya.

Wartawan serta penulis berita sudah membiasakan diri untuk mempercepat perpindahan informasi, dan bisa memberikan berita 10 menit sesudah kejadian. Dalam 10 menit itu, seorang wartawan handal sudah bisa memberikan informasi dengan gaya penulisan yang padat, singkat, dan tepat, serta memberikan informasi yang dicari oleh para konsumen berita.

Untuk mencapai informasi yang ditujukan oleh pembaca, wartawan biasanya memasukkan rumus penulisan sederhana yaitu 5W1H dalam 4 paragraf pertama. Efisiennya penulisan dan alokasi informasi ini membuat pembaca dapat menghemat banyak waktu untuk menyerap informasi.

Berita padat biasanya ditulis dengan tujuan memberikan informasi tanpa banyak membuang waktu pembaca. Tentunya, berita seperti ini paling cocok untuk diteripkan pada media internet yang memanfaatkan keterhubungan antar gawai atau benda elektronik sebagai portal menyampaikan informasi.

Dalam cepatnya arus informasi pada abad ke 21 ini, berita padat makin sering ditulis untuk mengisi dan memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai suatu kejadian atau informasi.

Selain efisiensi waktu dan mudahnnya menyerap informasi, berita padat menjadi jenis berita yang paling diminati oleh pembaca karena cepatnya berita mengenai suatu kejadian dapat sampai pada pembaca, yang sekali lagi, sesuai dengan tema efisiensi dan cepatnya arus informasi mengalir.

Meski banyak dicari serta dibaca pada pagi hari, berita padat memiliki satu kelemahan krusial karena tidak dapat menyampaikan seluruh informasi yang ada, dan bagi pembaca yang kurang cermat, membaca berita padat yang salah bisa berarti anda telah ditangkap gaya penulisan wartawan untuk berpikir dalam sudut pandang yang sama dengannya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita membaca berita padat dengan lebih hati-hati serta teliti, terutama dengan derasnya aliran informasi yang sedang kita alami.

Kesimpulan

Menulis dengan batasan kata sedikit lebih susah tanpa adanya batasan kata.

Aku salut dengan wartawan yang bisa menangkap informasi dalam jumlah paragraf yang sedikit, biasanya di bawah 6 malah…

Ku sepertinya perlu belajar banyak dalam menulis berita padat, karena memang perlu latihan untuk menghemat kata dan membuat tulisan kita makin efisien…

Sekian hari ini, sampai lain waktu!