Category: mitologi millennial

[ROAD TRIP]: Kisah Hidup Cheng Ho.

[ROAD TRIP]: Kisah Hidup Cheng Ho.

Hanya 2 lagi sisa tulisan road trip yang perlu dibuat olehku sebelum membuat post kesimpulan, meski aku tertarik untuk membuat satu tulisan ekstra karena kayanya aku belum cukup meliput mengenai subjek ini.

Artikel hari ini akan membahas kisah hidup laksamana Cheng Ho dan bagaimana ia bisa menjadi laksamana di lautan. Akan ada sedikit bercandaan ala dikakipelangi yang menyodorkan teknologi zaman sekarang di cerita sejarah, namun mayoritas konten akan faktual, dan lebih serius, karena ini memang akan membahas dari sudut pandang sejarah.

Aku sudah berencana menulis tentang Sam Poo Kong dimana aku pertama menemukan fakta-fakta serta cerita mengenai laksamana ternama ini, dan tulisan ekstra yang akan aku buat akan menceritakan lebih banyak tentang kisah perjalanan Cheng Ho ketika ia sudah berlayar. Namun untuk kali ini, kita akan ceritakan kisah hidupnya sebelum ia menjadi laksamana.

Muslim Mongol

Cheng Ho lahir di tempat yang tepat, namun juga salah di saat yang sama. Ia lahir di Kunyang, sebuah daerah yang kecil di Yunnan, pada tahun 1371.

Jika ia bukan seorang keturunan Mongol dan tidak lahir di Yunnan, pada tahun dimana kerajaan Mongolia sedang diserang berulang kali oleh Dinasti Ming, ia tidak akan pernah menjadi seorang laksamana. Tetapi, karena ia masih anak-anak (Kunyang jatuh ke tangan Dinasti Ming pada tahun 1381) ketika serangan tersebut terjadi, ia dibiarkan hidup.

Sampai menjadi laksamana, Cheng Ho menjalani hidupnya sebagai pengawal permaisuri Kekaisaran Ming. Ia telah dikebiri, dan harus hidup sebagai Eunuch (orang kasim) seumur hidupnya, atau, langsung mati saat itu juga.

Seperti sering dibahas oleh banyak orang, Cheng Ho merupakan seorang Muslim. Sayangnya, orang-orang juga suka melewatkan sedikit fakta mengenai keluarganya. Cheng Ho berada 5 generasi di bawah Gubernur Yunnan yang memang beragama Muslim, namun, yang orang-orang sering lewatkan, keluarga inti, atau keluarga dekatnya, tidak begitu religius.

Catatan menuliskan bahwa generasi terakhir yang melakukan Ibadah Haji adalah Gubernur Yunnan yang merupakan Great-Great-Great Grandfather-nya. Tidak juga banyak catatan bahwa keluarga inti Cheng Ho melakukan puasa, berkurban, atau semacamnya. Catatan terakhir keturunan langsung dari Cheng Ho yang melakukan ibadah-ibadah Islam seperti Berkurban, Puasa, dan Zakat hanyalah Kakeknya.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana ia bisa menjadi seseorang yang cukup religius? Ia memang mengetahui bahwa ia seorang Islam, tentunya keturunan dan keluarga yang ia dapatkan sudah memperjelas hal tersebut, namun, alasan ia menjadi pribadi yang taat akan agama belum pernah dijelaskan, karena meski ayahnya memegang gelar Haji yang diturunkan dari beberapa generasi sebelumnya, belum ditemukan catatan bahwa ia sudah melakukan pengembaraan ke Mekah.

Tentunya, kita bisa berasumsi bahwa ia dekat dengan Kakeknya selama 10 tahun pertama hidupnya, dan Dinasti Ming juga bukan dinasti yang memiliki masalah akan adanya perbedaan agama. Selain itu juga perlu diingat bahwa Ma He (nama asli Laksamana Cheng Ho) tidak pernah punya keterkaitan dengan keluarganya sesudah tempat tinggalnya diserang, mungkin Agama satu-satunya cara ia mengingat hal tersebut.

Catatan: Ma = Mohamed dalam bahasa Cina, He = Mulia dalam bahasa China. Fun Fact: Secara teknis, Ma He (Cheng Ho) dan Moh. Salah, memiliki arti nama yang salah. Mohamed yang Mulia. (Salah juga berarti mulia dalam bahasa arab)

Budak Ming

Budak muda yang dikebiri dengan nama Ma He kemudian diberikan ke seorang pangeran. Untuk seorang Budak, atau mungkin seorang manusia pada umumnya, ia cukup karismatik. Ma He memenangkan hati sang pangeran dengan candaannya dan aura fun yang ia miliki. Ia tidak pernah diberikan tugas budak, atau hanya sebatas jadi penjaga permaisuri, kepintaran, dan karisma yang ia miliki membuat Pangeran Zhu Di dari Yan mengangkatnya sebagai asisten pribadi miliknya.

Alih-alih dimanfaatkan sebagai budak konvensional, ia disuruh untuk mengikuti sekolah militer. Pangeran Zhu Di tahu ia akan membutuhkan bantuan seorang Mongol untuk menyerang kerajaan tersebut, jadi ia memutuskan untuk menunggu waktu beberapa tahun, sampai Ma He siap untuk membantunya.

Catatan: Bukan sebagai “asisten”, sebenarnya, tugas Ma He yang masih muda tersebut, adalah mengawal dan memberi nasihat akan kerajaan Mongol berdasarkan pengetahuannya ketika pangeran muda tersebut merencanakan serangan.

Zhu Di sendiri tidak terlalu tua. Ia pangeran muda yang berani, pintar, dan nekat untuk menyerang kerajaan Mongol. Pada usia 26 tahun, dengan bantuan Ma He yang masih berusia 16 tahun, ia menyerang pusat militer Mongolia, dan membuat jendral besar dari kerajaan Mongol, Naghachu, menyerah.

Naga Chu… Pft… Nama macam apa itu… Naga bersin… HAHAHA, pantesan kalah! Ehem, maaf.

Selama ia masih di Mongol, ia belum pernah mendapatkan catatan apapun mengenai agamanya, jadi untuk sekarang, masih jadi sedikit misteri bagaimana ia bisa menjadi pribadi yang religius.

Perebutan Takhta

Sejujurnya, tidak seratus persen kehidupan Cheng Ho dipenuhi dengan hal-hal baik. Bagian dari cerita ini mungkin bagian kehidupan miliknya yang paling dipenuhi dengan tindakan buruk.

Ma He muda diberikan tugas terakhir. Sebuah tantangan. Ia diminta membantu Zhu Di merebut takhta dan mengambil posisi sebagai maha kaisar Dinasti Ming. Metode yang dilakukan dan direncanakan Zhu Di dipenuhi dengan pembunuhan, penggeseran, serta fitnah-fitnah untuk memecah kerajaan utama.

Cheng Ho, yang masih merupakan Kasim tingkat menengah, belum punya hak untuk mengubah ide dan metode dari Zhu Di, ia pun belum bisa menolak untuk membantu Zhu Di.

Jadi, apa yang ia lakukan? Ia melakukan hal-hal keji tersebut, hingga Zhu Di menjadi Raja.

Untungnya, Zhu Di memberikan Ma He hadiah. Ia menaikkan pangkatnya sebagai Mahakasim. Tingkat Mahakasim ini, sebenarnya baru diciptakan di tahun yang sama Zhu Di naik takhta. Dalam pikiranku, tujuan tingkat Mahakasim ini dibuat oleh Zhu Di untuk menutup malu-nya jika ia mengangkat seorang Kasim yang dulunya warga Yunnan sebagai laksamana.

Ya, pada dasarnya, Mahakasim = Laksamana / Penasehat versi orang Kasim. Hak yang didapat seorang mahakasim sama persis dengan hak seorang menteri, laksamana, ataupun penasehat. Oke, ada satu hak yang tidak dimiliki, tapi kurasa aku tidak perlu membahasnya.

Dengan adanya gelar Mahakasim ini, Zhu Di memberikan Ma He nama baru. Ia sekarang dikenal dengan Zheng He.

The Treasure Fleet

Tahun 1403, Zheng He diberikan tugas untuk mengawasi pembangunan kapal.

Menurut beberapa cerita, Zheng He sejak kecil selalu memiliki perasaan wah ketika melihat kapal. Ia merasa begitu terpesona tiap melihat kapal megah dan besar melewati air, jadi, secara alamiah, ia dapat mempelajari cara kerja dan cara pembangunan kapal dengan begitu cepat.

Ia menggunakan teknologi paling maju, tentunya modal Dinasti Ming tidak begitu mudah habis. Kapal-kapal buatannya, sebanyak 400 kapal memiliki sistem cloud untuk mencatat barang dagangan secara otomatis, menggunakan sistem autopilot, dan tentunya, memiliki sangat-sangat banyak barang dagangan.

Kasarnya, kapal yang dibuatkan untuk Zheng He, adalah kapal yang paling canggih.

2 tahun kemudian, sesudah projek itu beres…

Zhu Di meminta Zheng He, yang memang mengawasi projek tersebut, untuk menjadi ambassador, serta laksamana utama dari perjalanan tersebut. Investasi long-term ini tentunya akan memberikan cukup banyak uang bagi Zhu Di, namun…

Bersambung

Kesimpulan

Aku belum bisa menyimpulkan apa-apa karena cerita ini belum beres.

Namun, kesimpulan hari ini akan diubah dengan beberapa spoiler kecil.

  1. Seperti diketahui banyak orang. Zheng He meninggal di jalan. Ia berangkat pada usia 34, dan meninggal pada usia 60.
  2. Zheng He disebut Cheng Ho oleh orang Indonesia untuk mempermudah.
  3. Ia berkeliling ke seluruh dunia, tentunya.
Mitologi Millennial: Legenda Situ Bagendit

Mitologi Millennial: Legenda Situ Bagendit

Mitologi Millennial kali ini berada dalam kisaran Cerita Daerah… Aku memutuskan untuk menampilkan cerita Legenda Situ Bagendit…

Seperti biasa, mitologi millennial adalah sebuah cerita daerah, ataupun mitologi yang dikonversi agar bisa dinikmati para millennial.

Selamat menikmati!

DISCLAIMER: Harap catat bahwa cerita ini sebagian besar ditulis ulang, dan jika ada teknologi yang belum ada di zaman itu, bayangkan saja apa yang aslinya dilakukan oleh orang-orang di zaman itu. Serta ada beberapa versi dari cerita Situ Bagendit ini, harap ketahui bahwa ini tidak pasti, namanya juga mitologi

Senang Ditinggal Suami…

Hiduplah seorang Janda di Jawa Barat. Lokasinya dimana mungkin pembaca bertanya? Entahlah, coba aja pake Google Maps cari sendiri. Tinggallah seorang istri, yang aku pastikan sebagai cewe cantik, karena ia memiliki suami kaya raya… Dengan nama Nyai Endit.

Suaminya seorang pengusaha beras, dengan lumbung padi yang besar, tapi mungkin di malam hari suaminya juga merupakan seorang Daytrader, dan bermain saham. Rumahnya sih katanya mewah, tapi seperti desain orang kaya pada umumnya, lebay, dan malah jadi nora.

Tidak lama sebelum mulainya cerita ini, Nyai Endit ini ditinggal suaminya yang meninggal.

Sesudah (pura-pura) sedih dan mengubur serta mendoakan suaminya, Nyai Endit membuat sebuah pesta. Kenapa? Tentu saja! Suaminya yang biasanya tidak memberikan uang jajan terlalu banyak buat belanja tas di mall desa, dan juga benda-benda lucu tapi tidak diperlukan di Tokopedia dan Shopee… akhirnya tidak ada! Uang yang biasa dipakai untuk beli saham, dan juga lahan padi bisa dipakai berfoya-foya!

Apa yang seharusnya membuatnya sedih?

(Catatan Penulis: Meski tidak dijelaskan, aku punya firasat Nyai Endit ini istri muda dan satu-satunya istri mendiang suaminya…)

Selain fakta bahwa suaminya kaya, suaminya juga memiliki preman… (WAH! Jangan-jangan… suami Nyai Endit ini Mafia Sunda!) Sebenarnya bukan preman juga sih, tepatnya bodyguard…

Sesudah kegirangan ditinggal suami tetapi, bodyguard ini betul dijadikan preman!

Masa Kejayaan Mafia Endit

Hari-hari menjadi gelap. Para Petani yang bekerja di lahan padi milik Godmother Nyai Endit ini terpaksa membayar pajak mahal, dan hanya bisa mendapat laba yang hanya sepeser kecil dari hasil penjualan padi miliknya. Hal yang sama terjadi, dengan amat disayangkan untuk para “pedagang” saham. Software bertukar saham yang tadinya gratis, sekarang berbayar! Mengapa mereka tidak bisa mengikuti jejak WhatsApp saja? Yang tadinya berbayar jadi gratis!’

Apa saja yang ia lakukan pada warga-warga, dan bagaimana ia menyiksa mereka? Mungkin itu ditanyakan, jadi…

  • Petani yang bekerja di lahannya harus membayar pajak ke dirinya, serta hanya diberikan sepeser hasil penjualan
  • Pedagang saham yang menggunakan software gratis buatan suaminya harus membayar.
  • Supir Gojek (ehem, dan Grab tentunya) semua dipaksa kerja keras, dan jika target poin nya tidak terpenuhi, maka ia tidak dibayar oleh Nyai Endit yang meminjamkan motor dan HP untuk menarik order.
  • Warung-warung pinggir jalan harus memberikan sebagian makanannya untuk Nyai Endit jika tidak ingin dipalak, dan masih banyak lagi…

Ini tentunya diprotes oleh warga-warga… Down With Godmother! Tetapi, disinilah dimana para preman berfungsi. Seperti yang dilakukan crime lord pada umumnya, wajib ada 2-4 orang preman, atau orang kuat yang bisa mengusir dan membunuh siapapun yang berusaha untuk protes dari kejahatan yang ia buat.

Jadi, jika ada yang protes dan meminta upah lebih besar, atau meminta pajaknya dipotong, atau bahkan berusaha mencari crack untuk software saham! Langsung diketok (baca, didobrak) pintunya oleh para preman. Biasanya mereka dipalak, terkadang kepalanya digetok, dan jika kejahatan yang mereka lakukan adalah crack software saham, komputer mereka dirusak.

JENG JENG JENG!

Tetapi, selama seluruh desa tak bernama itu melarat, apa yang dilakukan oleh Nyai Endit?

Marie Antoinette Sunda

Jadi, tentunya, sebagai seseorang yang terlalu kaya dan memiliki tentara sendiri, sebenarnya, mastermind dan orang kejamnya sendiri bersenang-senang. Setiap hari, layaknya Marie Antoinette (dia ratu Prancis yang kepalanya dipenggal di umum ketika semua warga Prancis masuk ke rumahnya dan teriak… VIVE LA REVOLUTION!) ketika ia masih hidup, ia berpesta pora.

Mungkin kalau Marie Antoinette doyan kue, kalau Nyai Endit lebih doyan Goyobod, Oncom atau Batagor lah, layaknya orang Sunda.

Tiap hari, warga yang kelaparan kerjaannya hanya mupeng aja di depan rumahnya. Ketika orang-orang yang ikut Mafia Nyai Endit, punya makanan enak, dimasak chef dengan bintang Michelin (oke, sebenernya ini dilebihkan, aku tidak punya lelucon untuk ini, peace out), mereka hanya makan nasi putih pake kecap. Itu pun kadang nasinya gajih…

Namun, pada suatu hari ada dua pemuda yang baru saja pindah ke sini, dan mereka langsung kelihatan punya niatan untuk mengubah kondisi ini, dengan menggulingkan Godmother Nyai Endit…

Revolusi!

Aku sebagai penulis yakin 100% bahwa ini sangat-sangat mirip dengan Suicide Bombing, tetapi sepertinya zaman dahulu kala belum ada konsep terrorrisme, jadi aku tidak punya komentar yang lebih banyak…

Kedua pemuda itu menghilang keesokan harinya, dan mereka kembali bersama Kakek-kakek, yang langsung datang ke rumah Nyai Endit. Mereka sudah punya rencana untuk merusak Crime Empire milik Nyai Endit.

Awalnya, Nyai Endit ingin langsung menyuruh para preman untuk membunuhnya, tetapi ia tidak terlalu keberatan, dan sesekali ia ingin menjadi orang sedikit baik. Jadi, Nyai Endit yang tidak pernah melihat orang ini sebelumnya berasumsi ia pengemis, dan ia berjalan bertatih-tatih dengan tas Louis Vuitton-nya, dan dengan sepatu high heel Gucci miliknya.

Sesampai di pintu, ia ditanyakan sedikit oleh Kakek itu, dalam percakapan seperti ini… Ternyata Kakek ini lebih cocok disebut sebagai seorang Sage, kaya Master Kura-Kura di Dragon Ball kebanding disebut seorang pengemis.

  • Kakek: Punten Teh, ari, ini kok warganya pada lapar begini ya?
  • Nyai Endit: Mereka kurang kerja Kang…
  • Kakek: Oh begitu toh… Katanya mereka sudah lelah, supir gojek udah narik 28, tapi karena belum 30 gak dikasih bonusnya sama Teteh, terus petaninya juga pada capek nyangkul seharian.
  • Nyai Endit: Memangnya kenapa Kang kalau mereka kurang kerja? Ini kan desa saya!
  • Kakek: Ari Teteh, Geulis, tapi meuni… jutek nya…
  • Nyai Endit: Pergi aja sana Kang, sebelum diusir Preman…
  • Kakek: Justru Teh, saya mau ngasih hadiah… Saya taro aja ya di tanah sebelah situ…
  • Nyai Endit: Hah?
  • Kakek: Kalau ditarik tuh tongkat entar keluar emas ya… Mau kan? Daripada lama ngeles sama saya, udah lah, itu hadiah untuk Teteh.

  • Nyai Endit: Makasih Kang yang saya belum pernah ketemu…

Kakek itu pun menaruh tongkatnya di halaman rumah Nyai Endit.

Ia menyuruh semua Premannya mencoba untuk melepas tongkat itu dari tanah, tetapi tidak ada yang bisa melepas tongkat di tanah itu. Sayangnya tidak ada preman yang bisa melakukan itu, jadi, Nyai Endit pun melakukannya sendiri…

Dan bomnya meledak…

Jadi, bom itu meledak. Sudah, sesederhana itu.

Tongkat itu meluarkan muntahan air yang sangat-sangat cepat, langsung menenggelamkan seluruh warga di desa tersebut. Hanya si kakek yang berhasil kabur. Kakek itu sepertinya guru untuk kedua pemuda yang hanya memanggilnya kesini, tetapi bahkan ia lupa mengajak muridnya pergi.

Air itu pun menenggelamkan seluruh desa, dan ya… termasuk warga-warga disitu. Layaknya seorang dewa, sang sage kaya kura-kura di Dragon Ball itu menghancurkan seluruh desa demi menghancurkan sebuah crime dynasty.

Sedikit kejam menurutku.

Ya setidaknya korban-korban itu, terutama yang kurang ajar punya banyak waktu untuk…

Oh iya, air ini disebut Situ Bagendit, dan sekarang katanya memiliki warna bergemilau jika terkena matahari. Aku sendiri tidak mengerti bagaimana semua sepatu, tas, tiara, cincin, entah apa hal yang orang kebanyakan duit punya untuk bisa tidak rusak selama itu, tetapi ya… namanya mitologi 🙂

Nikmati sajah!

Kesimpulan…

Aku bingung.

Dari banyaknya sumber aku membaca Situ Bagendit, semuanya selalu berujung ke desa ini hancur demi menaklukkan si Nyai Endit ini yang kejam…

Apakah tidak ada cara lain untuk meluruskan keadilan yang tidak adil ini? Pada dasarnya, sebenarnya Sage tak bernama ini teroris. Ia percaya ada suatu ketidakadilan dan kediktatoran dalam sistem pemerintahan ini, tetapi… hah…

Kenapa mesti diakhiri dengan cara yang kejam?

Sampai lain waktu!

Mitologi Millennial: Perang Troya Pt. 1

Mitologi Millennial: Perang Troya Pt. 1

Untuk mitologi millennial hari ini, aku mau membahas Perang Troya, tetapi lebih ke… prolog dari Perang Troya. Untuk part 2 dan part 3 nya akan membahas Iliad dan Odyssey.

Tetapi… Aku belum pernah baca Iliad… (jadi kemungkinan tunggu bulan depan buat part 2 nya biar aku bisa habisin dulu tuh Iliad).

Tetapi tentunya, tetap dalam tema Mitologi Millennial, yaitu… sebuah mitologi yang tadinya berat dan ditulis ulang menjadi cerita yang lebih ringan, lucu dan mampu dibaca millennial dengan santai.

Bagaimanapun juga, daripada lama basa-basi, mari kita ceritakan prolog Perang Troya secara santai dan lucu!

Tidak Diundang

Alkisah, Thetis (seorang Nymph laut) dan Peleus (pahlawan paling kece di zamannya dengan penonton di Youtube paling banyak kalau dia sedang streaming melawan monster. Peleus juga merupakan seorang Raja dari Thessalia), mengundang seluruh dewa dan dewi Olympus untuk menyaksikan pernikahannya.

Tentunya Peleus perlu menunjukkan rasa terima kasih atas bantuan para Dewa Dewi di setiap misinya, dan untuk Thetis, ia justru “merawat” para dewa lebih sering dari diberkati. Thetis itu mantannya Zeus (iya, Peleus harus mengundang mantan dari Istrinya), ibu angkatnya Hephaestus, dan juga… jasa merawat laut Poseidon… ceritanya panjang…

Tetapi tetap saja, Peleus tetap harus mengundang para dewa-dewi ke pernikahannya.

Oh, tetapi sayang sekali… Peleus sedikit sebal dengan seorang Dewi. Namanya, Eris. Kenapa dia sebal sama Eris? Eris adalah seorang dewi yang mengurus kekacauan, rivalritas, dan juga konflik. Kalau ada Eris, siap-siap ada kekacauan yang akan datang bersamanya!

Jadi tentunya, Eris ini super menyenangkan di sebuah pesta. (sejujurnya dewi Athena dan perilakunya yang sok tahu juga pasti menyenangkan, tetapi Athena membantu Peleus, jadi gak bisa gak diundang). Eris tidak diundang…

Sesudah tanggal pernikahannya keluar, dan seluruh Dewa Dewi, bukan hanya Dewa Dewi Olympus, tetapi SEMUA Dewa Dewi. Ini termasuk Dewa Mimpi, Dewa Tidur, Dewi Kemenangan, Dewi balas dendam, dst. Hanya Eris yang tidak diundang.

Tentunya Thetis tidak setuju… Ia merasa semua dewi dan dewa berhak diundang sebagaimanapun menyebalkan dewa atau dewi tersebut.

  • Thetis: Yang, kamu kenapa gak mau ngundang Eris?
  • Peleus: Alah… Yang, kamu kan tahu sendiri aku hampir gak pulang gara-gara Eris. Dia iseng amat bikin perang di kerajaan kita.
  • Thetis: Tapi kan, kita mesti adil, kalau entar Eris marah gimana? Tahu sendiri kan Eris itu bisa bikin Zeus gila…
  • Peleus: Iya, makanya, kalau dia bisa bikin rajanya dewa gila, kenapa perlu kita undang dia?
  • Thetis: Entar marah loh Yang…
  • Peleus: Udahlah, yang… minimal kan dewa dewi yang bisa menghancurkan Thessalia dalam hitungan detik udah diundang.
  • Thetis: Pokoknya kalau entar Eris sampai marah… AWAS YA!
  • Peleus: Iya iya…

Mengingat para laki-laki jarang mengingat apa yang cewenya berusaha kasih tahu, tentunya ini tidak akan berakhir baik…

Mengetahui bahwa dia tidak diundang, Eris merencanakan sebuah “prank” yang punya potensi untuk mengacaukan seluruh pesta pernikahan tersebut…

Apel Emas…

Eris membuat sebuah Apel yang dilapisi dengan emas. Apple of Discord. Apel itu membuat siapapun yang menyentuhnya kehilangan kontrol, serta menginginkan apel itu tanpa mempedulikan hal lain. Apel ini sangat-sangat kuat sampai dewa-dewi terkuat begitu menyentuhnya bisa sampai kehilangan kontrol.

Eris juga menuliskan sedikit tulisan di apel itu. “To the Fairest”. (untuk yang tercantik/ganteng). Dan itu… wah, itu benar-benar bisa memicu kekacauan. Mengingat seberapa kompetitifnya para dewi-dewi olympus, ini bisa mengakibatkan… perang.

Tetapi, Eris mesti membuat sebuah rencana yang matang untuk mengantar apel ini.

Awalnya Eris ingin menggunakan aplikasi Drago-Jek, dengan fitur Drago-Send. Tetapi ia takut naga atau mamang Drago-jek nya menginginkan apel itu sebelum sampai. Belum lagi, bagaimana jika si naga memakan si apel?

Alasan utama fitur Drago-Food belum diluncurkan secara resmi dikarenakan setiap kali simulasi pengiriman, makanan yang semestinya untuk klien dimakan naga di jalan. Jadi, sepertinya Drago-Send bukan opsi.

Bukan hanya itu, Drago-Send juga tidak bisa mengirimkan makanan, jadi di zaman para Dewa Dewi Yunani, bisnis katering harus memiliki kurir karena larangan mengirimkan makanan melalui Drago-Send.

Eris pun mungkin juga kepikiran untuk merubah dirinya menjadi seorang tamu, tetapi itu kurang… efektif. Atau mungkin membuat itu sebagai hadiah? Jika itu sebagai hadiah pernikahan sebenarnya mungkin saja bekerja, tetapi… itu terlalu halus dan kurang mengagetkan.

Apa opsi lain? Tentunya Eris menginginkan metode yang WAH dan juga tepat di tengah kerumunan. Jadi, apa yang ia lakukan?

Eris teleportasi ke tengah acara itu (terbang di atap-atap tentunya), melempar apelnya, dan juga kabur, langsung keluar dan pergi dari situasi itu, dan melihat seberapa mengagetkannya kejutan miliknya itu…

Rebutan Deh…

Selamat Eris! Seluruh Dewa Dewi Olympus kaget!

Siapapun yang mengambil Apel itu cukup pintar untuk membacakan tulisannya keras-keras. “TO THE FAIREST”.

Mendengar itu, 3 dewi olympus yang paling kompetitif langsung bilang! OH PASTI ITU BUAT AKU!

Dewi ini adalah Hera, Ratu para Dewa, istri Zeus, dan juga Dewi pernikahan. Athena, Dewi perang dan kebijaksanaan, serta Aphrodite, Dewi cinta dan kecantikan…

Tentunya ini langsung membuat seluruh suasana pesta jadi tegang. Terakhir kali Dewi-dewi ini rebutan sesuatu, sampai-sampai sebuah kota di Yunani hancur… Jadi, tentunya, Peleus membuat kesalahan yang tidak akan dimaafkan Thetis… Ia tidak mengundang dewi yang membuat dewi lainnya berantem!

Dalam hati Thetis bilang, “Kan udah kubilang juga apa!”. Tetapi sebagai wanita yang sabar, Thetis memutuskan untuk menenangkan rombongan yang tegang tersebut.

Namun, mengingat dewi-dewi ini tidak bisa dikontrol, inilah yang terjadi.

  • Thetis: Tolong tenang semuanya!
  • Hera: WAH! APEL ITU UNTUK YANG PALING CANTIK? BUAT AKU YA!
  • Athena: Hmph, aku yakin apel itu seharusnya untukku.
  • Aphrodite: Minggir, Dewi kecantikan itu aku!
  • Thetis: (berbisik). KAN KUBILANG JUGA APA!
  • Peleus: Yang, maafin ya…

Sementara itu, ketiga Dewi itu masih berebut apel emas dan seluruh penonton menjadi takut… Jika buruk menjadi terburuk, mereka akan mati saat itu juga! Jadi, ya… Sebagai Raja, Zeus berpikir dengan cepat. Kurang lebih ini yang dia pikirkan.

“OKE… Jadi, aku harus mencari cara untuk membuat mereka tenang. Cari orang untuk menjadi juri! Eh, bentar, kenapa gak aku aja yang jadi juri? JANGAN DENG! Sebagai anak favoritku, entar Athena baper kalau aku gak milih dia. Sebagai istriku, Hera juga pasti marah. Kalau Aphrodite gak kupilih, tar aku disuruh jatuh cinta sama cewe manusia lagi dan dimarahin Hera… jadi aku gak boleh jadi juri.”

“EH! BENTAR DULU! Kita pilih manusia saja! Seorang pangeran. Kita cari Pangeran yang ganteng, dan kita suruh Hermes antar dewi itu bertiga ke pangeran yang dipilih. Tapi gimana cari Pangeran-nya? IG? LinkedIN? Hmmm…”

“IG aja deh… #pangeran. Nah ketemu kan! Pangeran Paris! Oke, kita harus kontak Hermes.”

Zeus pun beralih dari IG ke WA dan mengkontak Hermes…

  • Zeus: OY, Hermes, ini sebelum sekota meledak itu cewe bertiga berantem cepet…
  • Hermes: Cepet?
  • Hermes: Cepet apa bos? Kabur?
  • Hermes: Kalau kabur sih dari tadi kepengen…
  • Zeus: JANGAN! Aih kamu.
  • Zeus: Cari Pangeran Paris dari Troya.
  • Hermes: Terus?
  • Zeus: Suruh Paris tentuin siapa yang paling cantik diantara mereka bertiga.
  • Hermes: Gak kasian? Tar dia dimarahin sama 2 dewi yang dia gak pilih
  • Zeus: Daripada kamu… Kamu mau menghabiskan sisa hidupmu gak bisa jatuh cinta lagi? Atau gak dikasih akses ke kota Athens? Atau gak boleh menikah?
  • Hermes: Oke, opsi bagus, mending manusia aja ya yang dimarahin sama Ibu-ibu.
  • Zeus: Sekarang, cepet!
  • Hermes: Pake Drago-jek?
  • Zeus: -_-” Gak lah! Pake sepatu bersayapmu!
  • Hermes: SIP!

Dan sekitar 5 menit kemudian…

Paris di Troya

Paris bingung. Ia hanya diam di bawah pohon ketika tiba-tiba Hermes terbang entah darimana. Percakapan ini pun terjadi.

  • Hermes: Hai Paris
  • Paris: Err… kamu Hermes ya?
  • Hermes: Iya, gak ngeh dari sepatunya? Tongkatnya?
  • Paris: Ngeh kok… Kenapa?
  • Hermes: HEHE… Ini Apel emas, berikan ke salah satu dari tiga dewi ini yang menurutmu paling cantik…
  • Paris:  Ha?

Lalu, Hermes menghilang entah kemana, tertawa di gedung resepsi pernikahan Thetis dan Peleus bersama Zeus. Sayangnya Paris disambut 3 dewi lainnya. Athena, Aphrodite, dan Hera…

Mereka membujuk Paris dengan kemampuan dan sihir mereka masing-masing.

  • Hera: SST… Paris, pilih aku! Aku bisa membuatmu raja dari setengah dari dunia. Kamu akan menjadi pahlawan Yunani paling terkenal. Nama Paris tidak akan pernah dilupakan. (Catatan Penulis: Paris itu nama kota di Prancis, siapa yang lupa?)
  • Paris: Err…
  • Athena: Hmm… Pilih aku saja. Jika kamu memilihku, aku akan membuatmu menang semua pertarungan yang akan kamu hadapi. Sebagai prajurit, pasukanmu takkan pernah kalah sekalipun. Kamu akan diingat sebagai panglima perang terbaik Yunani…
  • Paris: Err…
  • Aphrodite: Ahah… Pilih aku. Aku akan membuat wanita tercantik di bumi ini untuk jatuh cinta dengan dirimu. Namanya, Helen. Seorang Ratu, istri dari Raja Menelaus, berambut merah…
  • Narrator: Paris sudah kehilangan kesadaran di WANITA TERCANTIK. Sebagai Pangeran yang umurnya masih 21-an, ia tentunya sangat tertarik dengan Helen ini.
  • Paris: Seberapa cantik Helen ini?

Aphrodite menyodorkan HP-nya dengan akun Instagram Helen terbuka… “Ia secantik diriku.” tuturnya.

Paris memutuskan.

Paris tidak bingung. Dalam sebuah kedipan mata, ia membulatkan tekadnya, dan memberikan apelnya kepada Aphrodite.

Kedua dewi lainnya tentunya sudah menyiapkan rencana untuk “mengutuk” Paris… Tetapi untuk sekarang, Helen sudah mulai mencari Paris di sosmed, dan ia sudah jatuh cinta pada pangeran muda tampan dan gagah itu.

Jadi, mari kita ulangi kalimat Aphrodite yang menjelaskan Helen. Namanya, Helen. Seorang Ratu, istri dari Raja Menelaus, berambut merah…

Menelaus ini seorang raja. Raja dari kerajaan besar bernama… Sparta! Jadi, tentunya, seperti remaja laki-laki atau pra dewasa pada umumnya. Paris melakukan hal bodoh demi seorang cewe!

Sesudah jatuh cinta dan seringkali kontak-kontakan, Helen telah setuju untuk “diculik” oleh Paris! Kira-kira reaksi Menelaus ini bagaimana? Nah, ini sebenarnya part 2. Tetapi, sebelum menyimpulkan artikel hari ini…

Siapa Helen?

Helen of Troy, atau Helen of Sparta adalah seorang demigod, yang dibilang sebagai anak dari Zeus. Tetapi diantara banyaknya versi, ada yang bilang bahwa Ibu Helen seorang Dewi. Nemesis, Dewi balas dendam. Tentunya juga ada versi dimana Helen seorang demigod dengan ibu yang cantik, dan membuat Zeus tertarik.

Aku sendiri lebih yakin bahwa Ibu dari Helen adalah seorang Manusia.

Helen juga memiliki sebuah pisau yang berfungsi sebagai cermin dengan nama Katoptris.

Bersambung…

Keesokan hari. Menelaus terbangun tanpa Istrinya tercinta di sisinya. Dengan marah, ia mengumumkan ke seluruh Sparta ke siapa yang mungkin telah menculik Helen. Kabarnya telah dipastikan dari para warga, Helen telah pergi bersama seorang Pangeran muda, tampan dan gagah dari Troya.

“BERANINYA DIA! AGAMEMNON!”

Agamemnon adalah seorang jendral, adik dari Menelaus… Ia menanyakan ke Menelaus, “Apa yang bisa kulakukan raja?”. “Helen telah diculik… Oleh seorang pangeran belagu dari Troya.” jawabnya dengan kesal. “Apa kita perlu mengajak perang?” tanyanya, dengan harapan ia bisa terus memperbaharui ilmu peperangannya.

“Tentu saja. Troya sekarang telah menjadi musuh seluruh Yunani! Ajak semua kerajaan untuk mengirimkan pasukan!” Perintah sang raja.

“Troya akan runtuh…” Bisik sang jendral dengan determinasi yang membara…

Mitologi Millennial: Loki, dan “keusilannya”

Mitologi Millennial: Loki, dan “keusilannya”

Jadi ya, harus diakui… Loki di film marvel itu beda lumayan jauh sama Loki di dunia nyata, dan sejujurnya, Loki di mitologi Nordik itu jauh lebih usil, dan lebih sering dimaafkan, serta mengkhianati dewa Norse lainnya.

Oh, dan aku yakin aku belum pernah bilang bahwa Laufey yang menjadi ayahnya Loki di MCU, itu justru ibunya di dunia mitologi. Dan iya, Thanos itu anaknya Alars (situs ini dapat 3 kali google search “Apakah benar Thanos itu anak dari Alars?). Sebelum masuk ke artikel, Alars itu seorang Titan yang satu spesies dengan ayahnya Peter Quill, alias para celestials.

Oke, tunggakan search engine kesini udah beres, masuk saja ke artikelnya.

Pengenalan…

Tokoh utama dari serial “Usil ala Dewa” tayangan Asgard yang sayangnya dicancel pas season pertama ini adalah Loki. Setiap hari, Loki siap menggunakan kemampuannya untuk berubah bentuk, alias shapeshifting, dan juga menggunakan “silver tongue” atau karisma-nya untuk mempersuasi orang-orang serta membuat dewa lain di Valhalla, alias para Aesir, kesal.

Loki sendiri merupakan seorang raksasa yang dapat merubah bentuknya menjadi Aesir, dan tidak sebesar raksasa lagi.

Selain itu, tokoh-tokoh yang Loki jahili temasuk:

  • Thor: Dewa Petir, dimainkan oleh Chris Hemsworth
  • Odin: Allfather, alias presiden serta raja dari Asgard
  • Sif: Istri dari Thor, rambut mirip Rapunzel
  • Heimdall: Direktor Jendral Imigrasi dari Asgard, yang membuka tutup Bifrost. Alias bandara (jembatan sebenarnya) yang menyambung ke 8 dunia lainnya.
  • Dan masih banyak lagi!

Budget untuk serial ini per episode adalah:

  • 100.000 US Dollar untuk Loki dan prank miliknya. (uang tersebut BELUM termasuk uang untuk membebaskannya jika Loki dihukum oleh Odin)
  • 2.000 US Dollar untuk menyumbang ke proses menghidupkan lagi Kambing Raksasa di Valhalla yang tiap malamnya dipotong untuk dijadikan makanan bagi para cameraman, serta orang-orang di backstage.
  • Sebuah tanduk (replika dari Gjallarhorn miliknya, penanda Ragnarok akan mulai) seharga 500-1000 US dollar untuk membuat Heimdall senang dan mau membuka Bifrost. (Suapan ini baru dimulai di Eps. 2)

Usil ala Dewa Eps. 1: Potong Rambut!

Jadi, keusilan Loki berawal mula dari Loki yang merubah wujudnya menjadi seorang raksasa lain dan menghampiri Thor… yang tidur. Thor ini kayanya lelah, cukup jelas fakta bahwa dia lelah ini, dia baru saja seharian memancing ikan dengan palu! Gimana gak capek.

Pada episode satu ini, Loki juga memanggil raksasa lainnya dari Jotunheim (negeri para raksasa) menggunakan broadcast WhatsApp…

DICARI: Raksasa Super Kuat! Untuk mengusili Thor yang lagi mancing di sungai Jotunheim!  Kuota Maks. 10 orang, dicari segera! Jika minat harap kontak ************

Nomornya disensor…

Tentunya, semua raksasa akan langsung berbinar-binar matanya sesudah membaca “Mengusili Thor”. Jadi, sesudah 30 detik dari mengirim pesan itu, Loki langsung mendapatkan 30 raksasa, untuk mau mengusili Thor…

Apa yang ia lakukan? Oh, tahu Mjolnir? Mjolnir itu BISA diangkat sama 10 raksasa, karena sebenarnya gak berat-berat amat kok. Jadi, Loki dan pasukan 30 raksasanya itu mengangkat Mjolnir serta melemparnya ke Midgard, alias Bumi.

Nah, dengan palu ini gak ada, Thor pun panik, dan tentunya juga rada malu… Kok bisa sih, Thor yang maha kuat ini kecolongan palunya gara-gara ketiduran dalam gua?

Jadi, Loki yang udah tahu tentang ini merencanakan sesuatu… Dia mulai dari memberikan Thor sebuah telepon… “Temui aku di rumahmu, sekarang juga…”

Sesudah mereka ketemuan di rumah dan ngopi, dan segala macem, Loki pun tahu bahwa Thor itu super malu dan kesel karena palunya hilang, tapi kalau ada satu orangpun yang tahu itu maka… yak, yang ada Thor nya makin malu.

Loki pun membuat perjanjian dengan Thor, (tentunya, episode ini direkam dengan kamera tersembunyi), ia akan menemukan palunya Thor, selama ia diberi jalan… Untuk jalannya ini, dibutuhkan suatu benda yang rada panjang. Loki pun meminta Thor untuk menggunakan rambut istrinya agar dia bisa turun ke Midgard dan mencarinya…

Istrinya Thor, Sif itu punya rambut yang sangaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttt panjang… Oke ini panjang dan memusingkan, tapi rambutnya Sif itu cukup panjang untuk mencapai dari Asgard ke Bumi.

Sayangnya teknologi GPS atau tracking device belum terlalu canggih di Asgard, jadi mesti dicari secara manual. Tetapi, untungnya Loki mau membantu… dan sesudah ia turun dengan “harness” yang dibuat dari rambut panjang itu, Loki mulai mencari… dan…

Akhirnya, ketemu juga kan! HURRAH! (bagian ini tidak direkam, karena nyarinya lama), sesudah Mjolnir ditemukan… Loki segera menelpon Thor!

Thor pun segera turun ke Midgard dan mengambil palunya tersayang. Sesudah ketemu, atas perjanjian awal, Loki pun naik lagi tanpa bantuan bifrost menggunakan rambutnya Sif. Thor justru lewat bifrost…

Tapi err… Loki pun memotong rambutnya Sif saat dia naik lagi…

Dan dari episode “Usil ala Dewa” ini, Odin kepikiran untuk membuat serial lagi… “Law and Order: Asgard”. Karena tentunya, tindakan usil ini perlu ditindaki!

Law and Order: Asgard.

Dengan muka kesal tetapi masih tersenyum usil, Loki berjalan sambil dilihat oleh ratusan dewa Asgard lainnya. Ia mungkin sedikit terlalu usil, tetapi tentunya dia menikmati setiap detik keusilannya itu.

Saat ia dipanggil oleh Odin, ia pun mengakui semua tuntutannya Thor dan Sif. Thor sendiri sebenarnya kepengen banget nabok dan melempar muka Loki pake Mjolnir sampai muterin 9 dunia… Tapi sayangnya, peraturan nomor 1 di Asgard, “TIDAK ADA MEMBUNUH!”.

Jadi, Odin pun menjatuhkan hukuman ke Loki yang disetujui Thor dan Sif… Ia harus mengganti rambut Sif… Dan sayangnya budget episode 1 sudah habis lumayan banyak. Penggantian manual harus dilakukan, dalam batas waktu tertentu, atau Loki akan diusir dari Asgard.

Tentunya, Loki sendiri gak kepengen diusir dari Asgard… Jadi, ia langsung menyuap Heimdall untuk pergi ke Nidavellir… Tempat para Dwarf, atau kurcaci! Kurcaci ini sangat pintar dalam membuat hal.

Loki pun membujuk semua kurcaci ini dengan karisma-nya. Ia memberikan janji yang nyata, tapi dengan gaya lebay, ia juga membujuk semua kurcaci yang sebel sama Odin dengan membawakan kaos #RagnarokgantiAllfather, selain itu… Ia juga menceritakan ke Kurcaci itu, lengkap dengan video bahwa palunya Thor itu sempet kecolongan.

Sambil ngakak ngakak dan ngakak, Loki sukses membujuk para Kurcaci itu untuk membuat sebuah topi (atau sebenernya sih wig) dengan emas cair. Sesudah dia sukses dan mengambil rambut emas itu secara gratis, cuman dengan bilang bahwa, ia akan menggulingkan Allfather pas Ragnarok.

Sif pun senang, kenapa gak lagian?

Tapi, tentunya, ini baru 1 dari banyaknya episode keusilannya Loki… Artikel ini hanya akan membahas 3 dari banyaknya keusilan dia di season serial ini yang akhirnya di cancel.

Usil ala Dewa Eps. 2: Comot Senjata!

Hari itu dimulai dengan kebosanan.

Loki memulai harinya dengan jalan-jalan ke Jotunheim dan tiba-tiba, dia lagi ketemu Raksasa bernama Thiazi yang sedang memesan Dra-Gojek, atau Ojek Naga Online. Thiazi ini sebelum mendapatkan Dra-gojeknya bertemu dengan Loki, yang karena seperti biasa, USIL! Ia berusaha mencopet Thiazi. Karena sepertinya Thiazi ini punya tombak es yang Loki pengen ambil.

Aduh Loki…

Nasibnya, Thiazi menangkap Loki dan, mengutuknya, memberinya opsi untuk memberikannya Dewi Idun, yang katanya sih cantik, atau untuk mati.

Nah, sepertinya, kalau Loki ketahuan syuting serial Usil ala Dewa dan kena masalah lagi gara-gara itu… dia mungkin bisa dikutuk lagi. Jadi, tentunya Loki memutuskan untuk off-script dan merubah episodenya menjadi penculikan dewi Idun.

Tentunya, Loki yang punya banyak sihir itu cuman membuat Idun tertidur terus mengirimnya ke istananya Thiazi, di Niflheim. Thiazi adalah raksasa es ya…

Sehari kemudian, sesudah episode itu keluar… Tidak ada yang terkejut karena Idun hilang… Dan, seperti biasa, Odin memanggil Loki untuk “Law and Order” lagi. Kali ini, ia harus menyelamatkan Idun… Tetapi sepertinya, Loki ini masih kekeuh, untuk mau nyomot senjata es-nya Thiazi.

Aku sendiri sih yakin dia sebenarnya nayangin episode ini biar dia dikasih izin untuk ke istana milik Thiazi. Sesudah dia ke istana es itu dengan sepengetahuan dewa, tidak akan banyak yang komplen bahwa dia nyolong senjata.

Jadi, kali ini ia berubah menjadi seorang elang yang membawa obor ke Niflheim… Yap, tentunya ia tinggal membunuh Thiazi dengan cara melempar obornya… dan membakar istananya. Sambil istana milik Thiazi ini lumer Loki sempat menyelamatkan Idun, dan juga mencomot senjata es ini.

YEAY! Happy ending!

Eh belum lho… Jadi, Thiazi ini punya seorang anak (putri pasnya) yang baru saja shopping alat untuk berburu, serta tentunya banyak hal agar ia bisa berburu dengan cantik. Namanya Skadi… Skadi pun pulang belanja dengan kaget, kenapa es-nya pada lumer! Perasaan menurut ramalan besar Odin sesudah Ragnarok adalah Global Warming nya masih lama deh.

Skadi panik! Jadi, ia ke Asgard. Dan ia meminta kompensasi atas kematian ayahnya!

Ada yang menawarkan voucher belanja, ada yang menawarkan makeup, ada yang menawarkan tiket nonton konser boyband di zaman Asgard, bahkan Loki pun berusaha membuat Skadi tertawa. Tapi Skadi sebel dan gak mau… Jadi, Odin menawarkan saja, sebagai kompensasi kamu boleh milih seorang dewa, berdasarkan kakinya saja tapi… untuk kamu nikahi.

Sebenernya Skadi ngarep milih kalau bukan Baldr, yang cakep banget, atau Bragi, yang merupakan bagian dari boyband “The Sons of Odin” karena semuanya merupakan anak Odin… Tapi Skadi milih kaki dari… (oh ini serius ya, dipilihnya mesti kakinya saja) Njord.

Njord itu dewa memancing… Ketika kamu diberi kesempatan untuk menikahi model (Baldr), menikahi penyanyi (Bragi), menikahi tentara (Tyr), menikahi komedian (Loki), menikahi dewa terkuat (Thor), kamu dapet… nelayan…

Ya, jadi mereka pisah sesudah 2 minggu menikah…

Happy ending? Gak si…

Usil ala Dewa: Eps. 8, Finale!

Inilah episode terakhir Usil ala Dewa sebelum serialnya dicancel.

Jadi, di artikel ini…

Aku bercerita bahwa Loki membunuh Baldr, yang merupakan dewa cahaya, alias model cowo tadi… Dan sebenarnya, sebagai bagian dari ramalan Ragnarok, Loki harus dipenjara dulu. Alasan Loki tidak ditangkap-tangkap, meski udah usil 8 kali… Karena selama tindakannya gak parah-parah amat, Loki gak bakalan dipenjara dan bisa kabur dari penjara itu.

Kalau Loki dipenjara, ia bisa kabur, kalau ia kabur, ia bisa memulai Ragnarok… Jadi selama usilnya tidak melewati batas peraturan nomor 1 dari kode para Dewa, Loki gak bakal dipenjara. Paling disuruh bersihin kekacauannya. Tetapi kalau udah sampai mati kan gak bisa dibersihin lagi tuh… baru Loki dipenjara.

Meski Loki udah usil cukup sering, dimulai dari membuat kekacauan dan membuat 7 dari 9 dunia makin benci Odin, menyebar #RagnarokgantiAllfather, dan tentunya, menculik, mencuri, sampai menjual barang yang bukan miliknya, Loki masih sangat berguna…

Ia menciptakan Mjolnir milik Thor, ia pernah memanfaatkan mayat dewa untuk membuat dewa lain makin kuat, dan juga banyak lagi. Sampai kejadian ini, keusilan Loki masih diterima, karena terimalah suatu fakta… Dalam dunia ini, kita butuh komedian!

Tapi tentunya ia membunuh Baldr. Jadi dia dipenjara, serta serial Usil ala Dewa ini dibatalkan. Dan sayangnya, gara-gara tingkat kejahatan di Asgard turun, Law and Order: Asgard juga… dibatalkan dan dihentikan syutingnya.

Kesimpulan

Semua orang ada gunanya!

Meski kadang orang itu nyebelin… Udah segitu aja sebenernya

Sampai lain waktu 🙂