Category: Jaja

Podcast Astrologi Indonesia!

Podcast Astrologi Indonesia!

Aku bikin podcast! Podcast-nya berisi banyak banget hal tentang astrologi, termasuk horoskop, pengetahuan, dan seterusnya! Buka yuk di Spotify, tinggal klik link ini!

https://open.spotify.com/show/5MnxdZWVpN5mIgrfJCskVi

Semoga tertarik mendengar!

P.S.  untuk Natal Chart Readings, dan yang mau dibacain dan diramal kepribadiannya, konsultasi kari, jodoh, dan semacamnya mengguanakan astrologi, bisa kontak akun twitter aku (@arriadi_hidayat), atau komen saja di sini.

Menganalisa Virus Secara Sistematis.

Menganalisa Virus Secara Sistematis.

Walaupun umumnya orang-orang melihat penyakit, bakteri, atau virus secara kualitatif, virus-virus yang menjadi bahan omongan dunia selama tahun 2020 (terima kasih Corona) bisa dinilai secara efisien, praktis, dan mudah.

Pakar-pakar di bidang Epidemiologi dan Mikrobiologi umumnya memiliki sistem yang mengatur kriteria-kriteria sebuah virus, bakteri, atau jamur yang bisa menyebabkan penyakit, metode penularannya, dan semacamnya lagi.

Metode ini akan dijelaskan di bawah, dan aku bisa memberi testimoni (emangnya endorse-an selebgram ya…) bahwa cara analisa ini dapat digunakan hampir semua orang.

Penyortiran

Metode sortir dan sistemasi ini dikenal dengan rantai infeksi. Sebagian orang seharusnya sudah familier dengan istilah rantai infeksi gara-gara pandemi kampret yang masih berlangsung ini, namun, jarang sekali aku melihat liputan berita atau membaca artikel yang menggambarkan atau bahkan menuliskan rantai infeksi secara sistematis. Ada 6 hal yang perlu dirincikan.

Infectious Agent, Reservoir, Portals of Exit, Modes of Transmission, Portals of Entry, dan Susceptible Hosts.

  • Infectious Agents adalah jenis virus atau bakterinya sendiri, contoh, Corona Virus, Influenza A, E. Coli dan seterusnya.
    • Fungsi infectious agents adalah untuk memisahkan bakteri atau virus berdasarkan spesies.
  • Reservoir adalah spesies-spesies yang bisa menjadi inang untuk agen infeksi tersebut. Misalnya, ada virus yang hanya bisa menular kucing, ada virus yang hanya bisa menular manusia, ada virus yang bisa menular ayam, kelelawar, kelinci, dna manusia, dan seterusnya.
    • Reservoir berfungsi untuk isolasi pandemi. Seperti misalnya, ketika ada outbreak Influenza A, burung-burung dan unggas yang menjadi reservoir perlu dihadapi dengan lebih hati-hati, lebih medikal.
  • Portals of Exit adalah cara virus tersebut keluar dari inang. Ini alasan kita menggunakan masker saat pandemi covid-19, karena covid keluar dari saluran pernapasan.
    • Portals of Exit punya fungsi untuk menganalisa bagian mana yang perlu lebih disteril, jika sebuah penyakit keluar dari saluran pencernaan maka sistem urinoir dan toilet harus lebih diperhatikan, jika keluar dari air liur maka masker harus dikenakan, dan seterusnya.
  • Modes of Transmission adalah cara orang menerima virus tersebut. Contoh, dengan kontak udara, kontak langsung, atau misalnya kontak dengan jarum suntik, dan seterusnya.
    • Ini berbeda dengan portals of exit, karena portals of exit berfungsi untuk isolasi secara eksternal, cara kita untuk tidak menulari orang lain, sementara modes of transmission berfungsi untuk cara kita melindungi diri sendiri.
    • Ini alasan, menggunakan masker umumnya wajib, sementara face shield bisa bersifat opsional. Masker menghalangi portals of exit, sementara face shield menghalangi modes of transmission.
  • Portals of Entry adalah kebalikan Portals of Exit, tempat virusnya masuk, bukannya keluar.
    • Secara praktis, ini tidak ada fungsinya, namun ini bermanfaat secara medis.
    • Di kehidupan nyata, kalau aku mau jujur, jika virus sudah masuk ke portals of entry, it’s too late. Anda telah terinfeksi. Jika anda ingin tetap sehat, halangi modes of transmission, bukan portals of entry.
  • Susceptible Hosts adalah orang-orang atau spesies yang lebih mudah tertular.
    • In our covid case… Semua orang. Terutama yang… Sayangnya belum jelas 🙁

Contoh

Kita ambil contoh virus Influenza A, karena Covid belum benar-benar jelas rantai infeksinya, dan aku gak mau ambil resiko memberi kesalahan informasi.

Infectious Agent: Influenza A Virus
Reservoir: Manusia, Unggas
Portals of Exit: Saluran Pernapasan
Modes of Transmission: Sentuhan langsung atau dengan objek, Penghirupan virus
Portals of Entry: Saluran Pernapasan atau Mata
Susceptible Hosts: Siapapun, terutama jika mereka tertular darah orang lain (pernah menerima donor misalnya).

Nah, tiap kali ada jenis penyakit baru, keenam poin ini harus diisi seorang epidemiologis dan tenaga medis, agar mereka mampu mengisolasi dan mengamankan diri mereka dari penularan.

Kurasa, tidak ada salahnya semua orang mempelajari rantai infeksi virus, karena informasinya sangat-sangat praktis dan pragmatis, bisa dipelajari semua orang.

Kesimpulan.

Seandainya ada jenis virus lagi yang muncul entah dari mana, (seperti penyakit yang baru ditemukan beberapa minggu lalu, berasal dari babi di Tiongkok) tenaga medis, ilmuwan, dan masyarakat dapat menggunakan sistem yang cukup sederhana untuk memisah-misah dan menganalisa serta memisahkan satu jenis virus dengan jenis virus lain.

Metode ini mungkin terdengar pragmatis, praktis, atau menghilangkan sisi “indah” dari makhluk hidup, tetapi sejauh ini, belum ada metode yang lebih efisien dan mudah dimengerti yang aku ketahui untuk menganalisa dan membeda-bedakan satu jenis virus dengan virus lainnya.

Honestly, after the pandemic… Kurasa semua orang harus bisa mencatat semua penyakit-penyakit baru dengan metode ini. It’s especially simple.

IKLAN!

For a scientific and intelligent person, I admire astrology and the zodiac. Jadi, aku akan pasang iklan!

Aku bikin podcast tentang Zodiak di Spotify! Barangkali ada yang mau mendengarkan horoskop, kepribadian, atau analisa berdasarkan astrologi dengarkan podcast ini di spotify! Cukup klik link https://open.spotify.com/show/5MnxdZWVpN5mIgrfJCskVi

Barangkali juga ada yang ingin analisa tentang birth chart, atau kepribadian mereka berdasarkan Zodiak… Bisa kontak twitter, @arriadi_hidayat (tapi kalau ini bayar ya, denger podcast aja, gratis hehehe)

Nintendo DS, Reshiram, dan Kakek.

Nintendo DS, Reshiram, dan Kakek.

Kelamaan di rumah mengakibatkan seseorang melakukan beres-beres. Bahkan orang yang naturally cluttered dan gak suka beberes seperti aku.

Hasil beres-beres ini berujung ke aku menemukan mainan kecil, dulu bisa dipake tiap weekend… Sekarang udah jadi relik kali ya… sekarang juga di tokopedia harga barang second cuman 500 ribuan, yang baru sekitar 800 ribuan. Namanya Nintendo DS.

Dulu tuh inget banget, umurnya masih 9 tahun, jalan-jalan ke mall bareng Bubi (my mom) dan bareng Kakek (yang panggilannya Ayah, katanya gak kepengen ngerasa tua kalau dipanggil kakek, jadi semua cucu-cucu panggil aja Ayah)… 9-year-old-me memanfaatkan trik untuk dapet mainan itu, walaupun Bubi gak setuju sama sekali anak dikasih alat buat main game.

Ceritanya, Bubi lagi ke toilet, di lantai atas sebuah mall di Bandung -yang aku gak inget mall yang mana-… Aku sama Ayah (sekali lagi, aku tekankan Ayah=Kakek, kalau aku manggil Ayah aku, dipanggilnya Babah ya) jalan-jalan sambil menunggu, dan kita sampai di sebuah toko yang jualan tuh DS.

Waktunya modus!

  • 9 year old Azriel: Ayah, itu ada toko mainan
  • Ayah: Iya ya, mau ke situ?
  • 9 year old Azriel: *angguk-angguk*
  • Ayah: Mana yang kamu mau.
  • 9 year old Azriel’s head: itu kan yang temen2 aku punya! Bisa dipake buat main Pokemon!!!
  • 9 year old Azriel: *nunjuk ke Nintendo DS*
  • Ayah: Mas itu berapa?
  • 9 year old Azriel’s head: Pokemon, Pokemon, Pokemon, Pokemon, Pokemon, Pokemon *ulangi sampai mengisi 100 papan tulis*

10 menit kemudian, itu benda udah aku pegang, Nintendo DS, benda berlayar touchscreen yang statusnya udah kaya nemu emas setambang aja buat aku, harganya bahkan gak dilirik, warna ambil yang merah, gak usah pake kamera… Langsung nyalain, buka Pokemon Black.

Ceritanya gini… Temen-temen aku udah punya itu benda, semua yang punya… mereka bawa selama sekolah lagi jam kosong abis UAS beres. Aku juga ada Om (FYI lagi, walau statusnya dia Om, aku lebih tua setahun) yang punya itu.

Jadi ya, kakekku emang jadi korban modus anak 9 tahun itu… muahahahaha!!!!

Gak lama abis itu, Ibu aku nelpon dan nyamperin, liat anaknya lagi main DS baru..

Ya bingung dong? Aku baru tahu beberapa minggu yang lalu bahwa ternyata mereka berantem “Lho, itu kenapa Azriel dibeliin begituan?” dan Kakekku menjawab “Masa Ayah beliin mainan gitu aja buat cucu Ayah gak boleh.”

Aku butuh waktu 3 bulan (cuman main weekend, maklum, ternyata emaknya gak ridho anaknya dikasih maenan) buat namanin Pokemon Black dan di ujung, dapet tuh Reshiram… Pokemon Naga Api yang jadi maskot generasi V, bareng Zekrom, Naga Listrik.

Aku namatin Black pertama kali pake Reshiram, Samurott, Bisharp, Zoroark, Cofagrigus, dan Umm… Lupa euy. Fighting type aja. Siapa ya…

To this day, I still have that team. Bahkan aku punya pajangan Reshiram kusimpan di kamar. Cowo lain bilang “Gua dibangunin pacar.” aku bisa bilang “Aku dibangunin Reshiram…”

Fast forward 8 years… Aku udah namatin itu Pokemon White 5 kali, Platinum 2 kali, SoulSilver 1 kali, dan memorinya masih terngiang, jadi bagian dari identitas aku sampai sekarang, because even when you’re lonely, or sad… those creatures, they can cheer you up… (kecuali kalau ketemu Miltank-nya Whitney, tar stres yang ada… -Inside joke buat fan pokemon)

Liatin Pokemon aku lagi, yang dikumpulin bertahun-tahun lalu gak usah diurus… Sedih banget Ayah udah gak ada… Makasih ya Ayah, walau hitungannya cuman mainan, cuman baris-baris kode dan hasil karya grafis… Mereka udah jadi ‘teman’ aku, dan aku juga dapet temen beneran karenanya (duh dulu tuh kelas 4 SD di kelas cuman ngomongin Pokemon aja seharian) 🙂

Many things can be taken away. But the simple pleasures, those we think would last forever… they hurt the most.

Review Board Game: Aquatico

Review Board Game: Aquatico

Aku dapet Endorsement Board Game!

Oke, secara teknis bukan aku (Azriel), bukan dikakipelangi.com (secara resmi), bukan akun twitter milikku (@Arriadi_Hidayat, follow ya 😛 ). Tapi Ibuku melalui Instagram miliknya, @aribubiilala . Tinggal diklik link-nya. She has like, 2400 followers, itu mungkin jadi faktor bisa dapet board game gratis dari boardgame.id.

But, since I’m here anyway… Aku mau menulis review dari salah satu Board Game buatan anak bangsa paling bagus yang aku pernah mainkan. Specialthanks to Boardgame.id juga ya!

Objective of the Game!

Tujuan permainannya sangat sederhana. Pada akhir permainan, punya ekosistem terbaik yang bebas dari polusi, agar hewan-hewan mau tinggal di ekosistem milikmu. Permainannya tidak sesederhana dua kalimat itu, namun permainan ini cukup sederhana.

 

How To Play

Setup permainan secara detil bisa dilihat di peraturan board-game nya, namun ada 58 kartu, plus dua kartu Mola-Mola (kayak layanan streaming Liga Inggris) yang dikocok menjadi dua tumpukan. Syaratnya, kartu Mola-Mola hanya dikocok di 10 kartu terbawah masing-masing tumpukan.

Hasilnya seperti ini. Juga ada koin recovery yang ditata di pinggir kedua tumpukan.

Tiap orang juga dapat board untuk skoring masing-masing.

Way of the Game.

Tujuan permainannya -seperti disebut di atas- adalah membangun ekosistem. Ekosistemnya bisa dibangun dengan cara mengambil kartu yang sudah terbuka di atas tumpukan, dan menaruh kartu tersebut di ekosistem milikmu, atau ekosistem milik pemain lain.

Idealnya sampai semua pemain beres menjalankan giliran pertamanya… Tiap orang punya satu kartu ekosistem seperti ini.

Berdasarkan gambar ini, aku memiliki 2 poin di habitat sungai, dan 1 poin di terumbu karang.

Seiring permainan berjalan, ekosistem tiap orang bertambah.

Jika ingin mengambil kartu… Kartu harus ditumpuk di atas satu sisi kartu lain, dengan syarat poin sama, bentuk habitat sama, atau sama-sama mengandung racun. Ada kemungkinan kartu pertama yang kita ambil tertumpuk dengan banyak kartu lain, hingga tidak ada sisa.

Polusi.

Polusi adalah isu yang aku sudah seringkali bahas di blog ini. Mungkin gak sering deng, cuman beberapa. Tapi aku telah mengambil beberapa langkah konkrit untuk mengurangi polusi, di antaranya adalah tidak makan daging sapi! (read up on that later)

Jadi ketika masuk ke Aquatico dan ada polusi… Ada bagian dari diriku yang merasa hepi!


Lihat ini. Berdasarkan poin habitat, ada…

  • 3 dari sungai
  • 4 dari Laut Dalam
  • 4 dari Terumbu Karang
  • 1 dari Padang Lamun
  • 1 dari Danau
  • 1 dari Hutan Bakau.

Diversitasnya bagus kan? Tapi sayangnya ada racun di hutan bakau. Poin di Hutan Bakau dianggap Nol Besar. Mau seandainya ada 20 poin sekalipun, kalau ada sedikit bagian dari Hutan Bakau yang tercemar, poinnya jadi 0.

Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika kedua poin mengandung racun? Well, kita boleh kasih kartu ke pemain lain, yang ada di sebelah kanan dan kiri. Untungnya, racun bisa disembuhkan, dengan cara melempar koin recovery.

Kalau koin recovery menghadap ke sisi hijau ketika dilempar, Great Job! Upaya pembersihan habitatmu sukses!

Kalau menghadap sisi abu. Silahkan biarkan pemain di sebelahmu jalan dan mohon sabar karena bulan Ramadhan sudah mau tiba. Jangan marah-marah karena anda tidak bisa melempar koin dengan benar. (No, seriously, jangan. Aku kemarin kalah cuman karena gagal ngelempar koin konservasi)

FAQ:

Kalau memang ngilangin racun itu sulit, gimana dong? Jangan sampe ada racunnya…
Kalau aku nggak bisa lempar koin sampe dapet hijau gimana? Nonton video di Youtube cara curangin coin toss.
Kalau aku cuman dapet racun karena dikasih dari orang sebelah gimana? Main sama orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin.
Kalau gak ada orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin? Cari teman main board game lain.

Anyway, seandainya anda kebanyakan dikasih racun, ingat bahwa semua kartu racun datang dengan habitat lain yang juga ada poinnya. So, think positive!

Permainan berlangsung terus hingga ada kartu Mola-Mola terbuka di atas tumpukan…

Mola-Mola.

Mula-mula… Player board yang ada di atas tadi (gambarnya kayak pulau itu lho) kosong. Tetapi sesudah satu kartu Mola-Mola keluar… Poin tiap orang di masing-masing habitat dihitung, dan orang dengan poin terbanyak di satu habitat mendapatkan satu hewan, dan hewannya di pasang di pulau si pemain.

Pemain berakhir hingga kedua Mola-Mola keluar, dan pemain dengan poin terbanyak menang. Satu hewan bernilai satu poin, tetapi jika memiliki dua hewan yang sama (seperti misalnya ada dua Bekantan di contoh milikku) ada satu poin ekstra!

Thoughts…

  • Artwork-nya bagus!
  • Banyak playstyle untuk menang
  • No game feels the same
  • Mungkin agak menyebalkan ketika sedang recovery racun.
    • Oke, sejujurnya ini part of the moral message. Lebih gampang menjaga habitat daripada memperbaiki yang udah terpolusi.
  • Edukasional!
  • Permainan ini walau lebih seru kalau mainnya banyakan, tetap bisa seru kalau mainnya hanya berdua, gak kaya beberapa board game yang kudu bertiga atau lebih kalau mau seru.
  • P.S. walau di peraturan resmi bilang kita hanya boleh membagi ekosistem kartu di sebelah kanan dan/atau kiri kita… Aku mengambil versi yang lebih sulit sedikit jadi tidak ada restriksi berdasarkan tempat duduk, agar semua orang bisa saling menjahati ekosistem saingannya. (I don’t recommend this)

Difficulty Meter:

Menurutku, ini board game introductory yang bagus untuk keluarga yang belum pernah main board game modern sebelumnya (Monopoly gak dihitung sebagai board game modern, ular tangga, catur, ludo, halma, semuanya juga GAK)

Jadi di Difficulty Meter… 3 dari 10

Fun-o-Meter

It’s really. really. really. fun.

Kesederhanaannya memberikan poin tambahan untuk keseruannya…

Jadi di Fun-o-Meter… 8 dari 10

Kesimpulan

Jika tertarik memesan… Silahkan klik ini.

Aquatico: Jangan Sampai Ekosistem Air di Indonesia Tercemar [Katalog]

This is a very good board game, dan kalau sudah mulai bosan di rumah, ini termasuk salah satu board game yang cukup sederhana untuk bisa dimainkan orang-orang yang belum pernah main board game sebelumnya. (keluarga kami cukup hardcore. Keluarga dikakipelangi bisa main Scythe tiap hari, dan kalau orang pernah main board game, pasti kebayang level board game yang kami mainkan)

Have a nice day!

P.S. While you’re here… Ini beberapa board game related stuff lainnya.

Codenames: Duet

Hand of The King

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Mempelajari Astrologi… Twelve Houses

Mempelajari Astrologi… Twelve Houses

Hari ini adalah anniversary 1 minggu dari hari pertama aku membaca buku astrologi (for the record, aku menghabiskan waktu yang sangat-sangat lama tiap harinya, akibat gak ada kerjaan pas di rumah).

Mungkin istilah dan nama-nama Zodiac Sign sudah tidak asing lagi bagi orang-orang. Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagittarius, Capricorn, Aquarius dan terakhir Pisces. Orang-orang juga biasanya sudah dengan umum mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai “Aku Libra, Aku Virgo” dan seterusnya.

Tetapi ilmu Astrologi gak berhenti di situ. Perjalanan masih panjang nak.

Artikel ini merupakan artikel yang merupakan bagian dari 3 serial yang membahas aspek-aspek paling dasar dari sebuah chart, yaitu cara melakukan interpretasi akan tiap House, Signs, dan Planets.

Hari ini… Kita bahas kemampuan interpretasi dulu, keduabelas Houses dan menyelipkan sedikit tentang aspek tiap planet, atau zodiac sign. Aspek tiap planet dan zodiac sign akan dilakukan besok dan lusa.

Oh iya… Ini akan membantu, seandainya lupa simbol.

Twelve Houses

Kalau astrologi merupakan seorang manusia… Pasti tajir. Karena rumahnya ada dua belas.

Secara teknis, tiap orang punya 12 rumah dalam chart astrologi-nya. Sebelum aku ngomongin ilmu abstrak ini, biar gak terlalu bingung… Ini chart punyaku.

Ini mungkin membingungkan. Pesan dari aku, cukup lihat 12 simbol zodiak yang ada di pinggir lingkaran.

Mulai dari simbol yang berada di garis AC. Kalau gak tahu garis AC di mana, cari aja yang Sagittarius. Di punyaku, garis AC terletak di Sagittarius, berarti Rumah pertamaku dikendalikan Sagittarius dan planet-planet yang mengendalikan Sagittarius. Dalam chart punyaku… Pluto. Untuk rumah berikutnya lihat ke bawah, berputar 360 derajat berlawanan dari arah jarum jam ke simbol berikutnya, sampai kembali ke Sagittarius. Hasilnya seperti ini.

House 1: Sagittarius
House 2: Capricorn
House 3: Aquarius
House 4: Pisces
House 5: Aries
House 6: Taurus
House 7: Gemini
House 8: Cancer
House 9: Leo
House 10: Virgo
House 11: Libra
House 12: Scorpio

Tiap rumah dipengaruhi simbol-simbol tersebut, beserta planet-planet (more on that di bawah) yang mendarat di simbol tersebut. Nah, secara tradisional, aku seorang Libra, dan placement House ini TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan tanggal lahir. Hubungannya dengan jam lahir.

Zodiak orang secara tradisional (you know orang-orang yang bilang “I’m a capricorn” dan seterusnya) di sini menjadi aspek Sun Sign, dan Sun Sign aku memang jatuh di Libra.

Representasi Masing-Masing House

  • First House: House pertama juga dikenal sebagai House of the Ruler. Menjadi Ascendant/Rising Sign, mempengaruhi seluruh chart dan bacaan astrologi secara drastis.
  • Second House: House of Materials. Merepresentasikan cara orang melihat harta benda, beserta mengumpulkannya.
  • Third House: House of Knowledge. Merepresentasikan cara orang melihat dan memperoleh ilmu pengetahuan.
  • Fourth House: House of Family. Merepresentasikan cara seseorang melihat keluarganya, rumah tangga-nya, dan kehidupannya secara internal.
  • Fifth House: House of Security. Mempengaruhi gaya seseorang membawakan image akan dirinya di depan orang lain.
  • Sixth House: House of Service. Mempengaruhi cara dan dorongan seseorang dalam melaksanakan tugas dan berkontribusi pada masyarakat.
  • Seventh House: House of Relationships. Mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
  • Eighth House: House of Tragedy. Mempengaruhi cara seseorang dipengaruhi oleh kepribadian atau kejadian lain.
  • Ninth House: House of Development. Mempengaruhi cara seseorang mendorong dirinya sendiri untuk mempelajari hal-hal baru secara personal.
  • Tenth House: House of Accomplishments. Mempengaruhi cara seseorang dan usahanya dalam mencapai suatu tujuan.
  • Eleventh House: House of Hopes. Mempengaruhi aspirasi seseorang dalam sudut pandang achievement dunia nyata.
  • Twelfth House: House of the Soul. Mempengaruhi cara seseorang tumbuh sebagai pribadi, dan tumbuh secara emosional.

FYI definisi tiap House tidak jelas, nama-namanya pun sengaja dibuat vague. Tiap orang yang membaca astrologi umumnya bisa dan akan melakukan interpretasinya masing-masing. Ini interpretasi utama punyaku, berdasarkan 4 sumber dari Internet dan 6 buku berbeda.

Tiap House dipengaruhi oleh setidaknya satu zodiac sign, dan bisa dipengaruhi suatu planet juga. Kembali ke punyaku.

Di sini bisa dilihat bahwa simbol Libra (ada di kiri atas lingkaran) berisi 3 planet. Berarti house ke sebelas aku dipengaruhi oleh Simbol Libra, dan ketiga planet tersebut. Peran beserta simbol tiap planet akan dijelaskan besok, ini hanya interpretasi sederhana dari cara melihat sebuah chart astrologi.

Nah, sekarang kembali ke 12 houses, akan aku jelaskan lebih detil.

Twelve Houses. Pt. 2

Dalam sebuah chart ideal (dengan kata lain sebuah chart sempurna), ini isi tiap house. Umumnya tiap house diasosiasikan dengan satu planet (tapi ada satu planet mengendalikan dua house di saat bersamaan), dan satu simbol zodiak.

Mencapai Chart Ideal ini tidak mungkin.

  1. First House: Simbol Ideal, Aries. Planet Ideal, Mars.
  2. Second House: Simbol Ideal, Taurus. Planet Ideal, Venus.
  3. Third House: Simbol Ideal, Gemini. Planet Ideal, Merkurius.
  4. Fourth House: Simbol Ideal, Cancer. Planet Ideal, Moon.
  5. Fifth House: Simbol Ideal, Leo. Planet Ideal, Sun
  6. Sixth House: Simbol Ideal: Virgo. Planet Ideal, Merkurius.
  7. Seventh House: Simbol Ideal: Libra. Planet Ideal, Venus.
  8. Eighth House: Simbol Ideal: Scorpio. Planet Ideal, Pluto.
  9. Ninth House: Simbol Ideal: Sagittarius. Planet Ideal, Jupiter.
  10. Tenth House: Simbol Ideal: Capricorn. Planet Ideal, Saturnus.
  11. Eleventh House: Simbol Ideal: Aquarius. Planet Ideal, Uranus.
  12. Twelfth House: Simbol Ideal: Pisces. Planet Ideal, Neptunus.

Tiap simbol berputar dan berpikir dalam cara yang mirip dengan house yang dikendalikan, begitu juga dengan planet idealnya. Ini bisa dilihat dengan orang yang Libra umumnya dikenal Plin Plan, orang Leo yang umumnya dikenal artistik, dan seterusnya, semuanya menempel pada deskripsi dan representasi masing-masing house.

Bisa dilihat lagi di chart punyaku, bahwa ada house yang dipengaruhi oleh 3 planet sekaligus, seperti house ke 11, ada juga house yang dipengaruhi 2 planet sekaligus seperti house 3 dan 7, dan juga ada house kosong seperti house 6. Jika sebuah house kosong, umumnya akan ada rasa hampa atau semacam sifat pasif dari orang tersebut menuju domain yang house tersebut kendalikan, dan itu sama pentingnya dengan house yang ada 1/2 planet.

Kesimpulan.

Interpretasi chart secara umum berhenti di sini…

Sampai Besok.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Outbreak. Ugh.

Aku sih sebenernya cukup seneng dengan cara pemerintah kita bertindak, walau memang sedikit terlambat, tetapi isu terbesar dari outbreak ini adalah… BOSAN!

Terutama karena aku kesepian gak ada pacar… EHEM… Nevermind.

Jadi, ini reading list buku-buku yang telah dibaca, akan dibaca, atau sedang dibaca olehku, dipisahkan berdasarkan genre. Bisa dicontek tentunya, bacaan di sini cocok jika orang-orang menyukai ilmu-ilmu trivial yang tidak merubah kehidupan sehari-hari seperti aku, baik hal tersebut berkualitas dan ilmiah seperti misalnya sains, atau hal yang bersifat… receh. Seperti stand up comedy, atau taktik sepakbola… Bacaan di sini cenderung ringan, tetapi juga ada yang berat. Gado-gado banget pokoknya!

Disclaimer: Sejumlah buku di sini pernah dibaca sebelumnya, tetapi dibaca lagi karena aku bosan.

BERAT!

Kata kunci untuk buku-buku di genre ini adalah… Berat.

Jika anda ingin mengisi hari social distancing secara berkualitas, atau ingin mempelajari hal yang bermanfaat, tetapi -sebagian besar buku di sini..- tidak merubah kehidupan sehari-hari juga, buku yang kumasukkan dalam “Berat!” ini paling cocok.

SPOTLIGHT:

Digital Minimalism – Cal Newport

Waktu pandemi ini menjadi waktu yang paling cocok untuk mengevaluasi beberapa keputusan dan ritme hidup karena sebagian orang sedang mereset gaya dan pola hidup mereka, bumi juga sedang cleansing dengan pengurangan aktivitas.

Digital Minimalism buku yang cocok untuk dibaca karena Newport mengarahkan pembaca untuk lebih produktif dan pintar menggunakan internet dan social distancing waktu yang paling pas untuk mengevaluasi kebiasaan digital tiap orang.

Telah Dibaca

  • Winners Take All – Anand Giridharadas
    • Buku yang mengupas kapitalisme dan mengekspos filantropisme yang ternyata hanya dimanfaatkan untuk menutupi kejahatan yang dilakukan di balik layar oleh perusahaan besar.
  • Briefer History of Time – Stephen Hawking
    • Menjelaskan cara alam semesta kita bekerja dengan cara yang elegan dan humoris. Screams out Stephen Hawking, funny and smart.
  • Infinite Game – Simon Sinek
    • Buku bisnis/sosiologi yang membahas mindset dan cara manusia bisa menumbuhkan beserta meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Good read to increase productivity!

Sedang Dibaca

  • Meditations – Marcus Aurelius
    • Filsafat beserta self-help disatukan dalam satu buku. Good read, tapi aku mau menjamin bahwa pembaca pasti bingung karena mayoritas menggunakan translasi Shakespearean.
  • Start With Why – Simon Sinek
    • Buku ini belum beres-beres dari akhir 2019 sejak aku masukkin dalam Kindle-ku… Tetapi dia menjelaskan cara manusia bisa menjadi pekerja lebih optimal.

Akan Dibaca

Gak ada. Maaf, buku berat ini bermanfaat, tetapi, aku mending baca buku ringan. Bye!

Sepakbola

Gak ada bola? Mencari hiburan tapi udah nonton semua final liga champions dari 2000-2019? Baca buku sepakbola gimana?

SPOTLIGHT:

The Mixer – Michael Cox

Buku yang satu ini mengupas dengan pintar dan rinci tiap musim Liga Inggris dan tiap evolusi taktik atau fisik yang diberikan pemain dan pelatih dari tahun 1992-2017. Great read jika ingin menonton pertandingan bola dari sudut pandang yang baru, dan lebih taktis.

The Mixer memiliki evaluasi taktik dari adanya kiper yang intelijen berupa Peter Schmeichel, sepakbola inggris yang dimainkan Sam Allardyce dan Tony Pulis yang penuh kontak fisik, beserta taktik modern dari Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Jürgen Klopp.

Telah Dibaca

  • Zonal Marking – Michael Cox
    • Michael Cox yang menulis The Mixer menuliskan buku yang lebih modern dan bersifat kontinental, melihat sepakbola di Eropa. Membahas sepakbola dari 1992-2018, dan memasukkan satu negara berdasarkan era dominasinya. Menarik, tetapi lebih rumit dari The Mixer.
  • Barcelona Legacy – Jonathan Wilson
    • Wilson membahas Sepakbola Cruyffian dan Post-Cruyffian di buku ini. Membahas karir Cruyff sebagai pelatih, serta persaingan berat antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Bagus jika suka sepakbola Belanda atau Spanyol yang mementingkan penguasaan bola. Great book, but personally… aku lebih suka sepakbola Jerman yang bergelut antara ruang dan energi.

Sedang Dibaca

  • Das Reboot – Raphael Honigstein
    • Timnas Jerman dibahas dalam, luar, taktik, fisik, mental oleh Honigstein. Menarik jika menyukai tema pressing atau sepakbola energetik dan efisien yang memenangkan piala dunia.
    • Honigstein juga menulis Bring The Noise yang membahas karir Jürgen Klopp, buku itu juga menarik.

Akan Dibaca

  • Pogba, Mbappe, Griezmann.
    • Buku tentang superstar sepakbola Prancis yang memenangkan Piala Dunia 2018.
  • The Club
    • Buku tentang cara Liga Inggris mendapatkan dominasinya dari aspek finansial. Sudah pernah dibaca, ingin dibaca lagi tapi belum menemukan waktu…

Pop Culture.

Mulai dari komedi, konsumerisme, kapitalisme, hingga perfilman, aku satukan jadi satu genre… Pop Culture.

SPOTLIGHT:

SPENT – Geoffrey Miller

Buku ini bersifat satiris/investigatif, membahas dan mempertanyakan… Manusia, sebagai makhluk yang konsumtif… apakah manusia bahagia? Walau buku ini mungkin tampak berat, gaya bahasa yang digunakan, beserta hal-hal yang dibahas cenderung menempel ke Pop Culture kebanding hal-hal yang BERAT.

Buku ini kuberi spotlight karena… well, it deserves it, terutama mengingat bahwa kita sedang dalam fase pengurangan konsumsi, introspeksi penting sepertinya dibutuhkan, dan Spent bisa menawarkan introspeksi tersebut.

Telah Dibaca

  • Mastering Stand-Up – Stephen Rosenfield
    • Buku yang mengajarkan dengan definitif dan praktis mengenai teknik-teknik Komedi. Menarik bahkan jika anda tidak punya niatan menulis atau menampilkan komedi.
  • Seinlanguage – Jerry Seinfeld
    • Just a bunch of jokes. Hilarious on paper.
  • Should We Eat Meat? – Vaclav Smil
    • Bukunya secara harfiah membahas (memang sih, secara ilmiah, tapi sifat dan genre-nya agak pop culture untukku) tentang alasan manusia makan daging…

Sedang Dibaca

Gak ada… Belum ada yang masih setengah jalan dari genre pop-culture, begitu nemu, langsung ditelan habis dalam 2 malam… Hehe.

Akan Dibaca

Banyak banget, terutama karena Ebook-nya susah dicari… Top 3-nya…

  • Live From New York – Tom Shales
    • Buku tentang Saturday Night Live. Should be fun…
  • Modern Romance – Aziz Ansari
    • Satir/curhat tanpa sensor dari Aziz Ansari mengenai romansa dan Pop Culture
  • Everything Bad is Good For You -Steven Johnson
    • Membahas Pop Culture secara tidak spesifik, dan lebih banyak membahas dari sudut pandang dampak. I’m definitely in!

Masih banyak lagi, terutama yang bertema komedi, musik, atau teater. Mulai dari sejarah hip-hop, hingga teknik teater udah ada di daftar pencarian aku… Tapi gak nemu-nemu… HIKS!

Fiksi dan Sastra Klasik

Satu bab khusus untuk karya fiksi dan sastra-sastra klasik…

SPOTLIGHT:

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Sebuah karya yang membahas kehidupan masyarakat Jawa di era kolonialisme, serta mengungkit romansa, pertemanan, politik, keluarga, dan buku dengan banyak pesan penting dan makna tersirat dari Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu karya sastra Indonesia terbaik.

Telah Dibaca

  • Heroes Of Olympus Series – Rick Riordan
    • No Contest. Terlalu epik untuk dilewatkan. Udah baca 200 kali kayanya… Gak bosen-bosen
  • Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
    • Baru nemu ebook-nya tahun ini, jadi langsung dibaca! Great follow up, gak ngira Annelies bakalan… Oops, spoiler. 😛
  • H.I.V.E. – Mark Walden
    • Cukup fun, not a bad book, memang sih, agak terlalu ringan dan gayanya sebenernya kekanak-kanakan, but it’s a good time filler

Sedang Dibaca

  • Max Havelaar – Multatuli
    • Gak beres-beres. Great book. Seperti Bumi Manusia, lebih bersifat ekonomi/politik kebanding romansa-keluarga, jadi lebih berat.
  • Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer
    • Gak beres-beres juga, kedistraksi buku lain. Should finish this ASAP.

Akan Dibaca

  • Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer
    • Mencari ebook… masih kesulitan
  • Aru Shah and the Tree of Wishes – Roshani Chokshi
    • Gak sabar, tinggal 7 hari lagi, semoga perilisan bukunya gak ditunda…
  • All The Wrong Questions – Lemony Snicket
    • Kesulitan menemukan Ebook, tapi lagi berusaha keras nyari.

That’s All!

Tertarik? Subscribe ke newsletter, buku baru akan ditambahkan tiap minggu, dan daftarnya akan tambah panjang, dengan ulasan singkat juga.

Begitu outbreak beres, reading list ini akan aku pindahkan ke page baru…

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Album Debut Lauv telah keluar selama 2 minggu. Artikel ini, bisa dibilang… Terlambat parah.

Tetapi, aku sudah mendengarkan hampir semua lagu dari album ~how I’m feeling~ puluhan kali, dan aku sudah siap menuliskannya menjadi sebuah artikel.

Jadi, ini ranking pribadi mengenai 10 lagu terbaik dari Lauv, yang keluar di album ~how I’m feeling~, berbeda dengan artikelku tentang Lauv yang sebelumnya, membahas tentang lagu-lagu terbaiknya secara umum, artikel ini bersifat lebih spesifik ke albumnya. P.S. Lagu yang masuk di artikel sebelumnya belum tentu masuk di artikel yang ini.

#10. Canada (feat. Alessia Cara)

Bagi orang California seperti Lauv, ada lelucon di mana orang yang hidupnya lagi kesulitan akan mempertimbangkan pindah ke Kanada. Lagu ini menangkap secara sedih, humoris, serta realistis untuk orang-orang yang mempertimbangkan hal tersebut. Lagu ini juga dinyanyikan dan dibuat bersama penyanyi asal Kanada, Alessia Cara.

Selain itu, Lauv memilih menggunakan warna kuning karena aura lagu ini sangat positif!

#9. Julia

Lagu ini ditujukan bagi mantan Lauv, Julia Michaels. Sangat subtle penamaannya… Thanks Lauv.

Lagunya bersifat sedih, dan liriknya menandakan penyesalan, aku sih, seneng aja karena Lauv tampak dan terdengar bahwa dia sedang depresi. P.S. ia menggunakan wig dan baju biru agar tampak seperti Hopeless Romantic.

#8. Feelings

Feelings mengisahkan tentang seseorang yang memiliki kesulitan membaca perasaan orang lain, baik secara romantis ataupun sosial. Oke, soundtrack of my life!!!

Selain itu, rekamannya juga lucu karena tampak seperti difilmkan dengan kamera jadul, atau smartphone merek Cina.

#7. For Now

For Now adalah lagu yang mengisahkan tentang kesulitannya menghadapi long distance relationship. Lagu ini tidak “ngena” secara personal, ataupun lucu, tidak seperti lagu lainnya, tetapi lirik yang dituliskan sangat pintar, dan Lauv juga sedikit menyindir penggunaan Smartphone, yang hanya menambahkan bonus poin bagiku!

Fun Fact, lagu ini sering dimainkan Lauv di konser-konser sebelum dikeluarkan secara resmi tanggal 6 Maret kemarin.

#6. Tattoos Together

Maaf tidak menggunakan versi yang resmi dirilis Lauv. Tetapi ini versi clean, bebas dari kata kasar.

Tattoos Together menangkap sisi humoris Lauv yang lebih jarang dilihat daripada sisi depresi dan sedih yang ia sering tampilkan, mengisahkan sebuah hubungan yang cepat berkembang, dan berkomitmen untuk melakukan suatu hal bersama-sama, dalam kasus ini, membuat satu tato bersamaan.

Liriknya lucu, namun agak kasar, silahkan cek versi original di Youtube Channel Lauv tentunya!

#5. Sims

Menjelaskan lagu ini secara personal. Orang-orang terlalu takut akan membuat gerakan, dan sering membuat tindakan bodoh dan impulsif, yang membuat mereka melewatkan kesempatan baik yang seandainya dilakukan secara berbeda dan sederhana… Bisa berujung bahagia.

Soundtrack orang yang sering keceplosan hal-hal konyol!

#4. Who (feat. BTS)

Tidak. Hadirnya Jung Kook dan Jimin dari BTS tidak menjadi faktor tambahan lagu ini dimasukkan dalam daftar ini.

Namun iya, range vokal Lauv dan kemampuannya menulis lirik, beserta sinkronisasinya dengan kedua vokalis lain membuat lagu ini sangat enak didengar secara khidmat dan serius.

#3. Modern Loneliness

Lagu ini ditulis Lauv tanpa sedikitpun makna cinta. Dan aku menyukainya karena itu. Modern Loneliness mengisahkan sosialisasi di era modern, beserta hadirnya sosmed yang menghilangkan hubungan realita di dunia.

Lauv merasa Modern Loneliness ditulis dengan baik secara lirik, sehingga ia membuat versi dengan subtitel lirik, dan liriknya ia terjemahkan dengan bahasa berbeda-beda. Satu bahasa, satu video. Bahasa Indonesia juga ada!

#2. i’m so tired

No, I’m not tired of this song.

Fun fact. Lauv membuat bridge khusus untuk versi akustik lagu ini.

“Somebody cover up my ears, Somebody save me from my heart, Somebody take me far from here, and rip the speakers out of my car. Cause I’m ready to love you, or I’m ready to lose you… But I can’t wait here any longer”

#1. Mean It

Masih nomor satu. Gak akan pernah kalah, gak akan pernah bosen buat aku.

Soundtrack orang yang sering di-PHP-in! (Not that it’s happened before, or it should be any of your business. Shoo, daripada ngepoin orang baca ke bawah)

Honorable Mentions

Invisible Things, Sad Forever, dan terakhir, I’m Lonely.

Baik I’m Lonely dan Sad Forever tergusur karena daftar ini bersifat lebih personal, alih-alih populer, dan kedua lagu tersebut tidak begitu “ngena” bagiku secara personal, walaupun mereka populer.

Invisible Things hanya kalah sedikit dengan Canada, karena Canada dibuat bersama Alessia Cara, dan itu menjadi poin tambahan bagiku. Aku menyukai Invisible Things secara partikuler karena menyindir budaya konsumtif di abad ke 21.

Review Singkat ~how i’m feeling~

Menangkap budaya modern dalam banyak sudut pandang, menawarkan banyak sekali sisi dari satu orang yang sama, baik itu sisi sedih, keras, jujur, humoris, atau pesimistik. Gambaran sempurna akan era sosial media di mana banyak orang menunjukkan satu aspek kepribadiannya dalam bingkai tertutup, walaupun nyatanya memiliki banyak lapisan kepribadian berbeda.

Oh, album ini juga dengan sempurna menyindir semua kebiasaan burukku, dengan pengecualian sosmed.

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Kenapa kamu di sini? Pergi…

***

***

***

Masih di sini?

Hidupmu bisa diluangkan untuk membaca hal lain. Seperti buku-buku yang akan kuberikan spoiler, atau serial Netflix yang juga akan rusak karena spoiler dari buku ini.

Jadi, pergi…

***

Jika anda memaksa, ingat bahwa sudah ada peringatan dariku.

Rata. Jujur. Tragis.

Kesulitan menemukan kata biasanya jadi faktor seseorang memotong-motong dan menyempitkan kata-kata yang digunakan dalam sebuah tulisan.

Aku mempersempit pemikiran dasarku atas buku karya Lemony Snicket ini ketiga kata tersebut.

Rata

Rata. Sebuah kata yang di sini berarti “Tidak banyak perubahan emosi.”

Snicket menuliskan ketigabelas buku ASOUE dengan gaya yang rata, dan sama seperti narrator di serial Netflix-nya, tanpa emosi sama sekali.

Hampir semua lelucon, frasa, kata-kata, dan kalimat yang diucapkan oleh narrator tidak diucapkan dengan sedikitpun emosi, dan dikatakan seperti sosiopat, dengan tujuan murni menyampaikan fakta tanpa menyelipkan opini.

Emosi pertama dikeluarkan Snicket sebagai narrator pada buku ketujuh, Vile Village, dan emosi yang dikeluarkan lebih cocok dikatakan sebagai deskripsi, bukannya tragedi.

Gaya penulisan rata yang unik ini memberikan dinamika unik untuk ASOUE, dan menempatkannya di daftar buku anak-anak yang menurutku wajib dibaca dan bisa dibaca siapapun, pada umur apapun.

Snicket membawa gaya Deadpan ke tingkat baru, mengenalkannya untuk anak-anak juga,

Jujur

Tidak sekalipun Snicket berusaha menutupi tragedi yang tebal dan terjadi setidaknya 5 kali pada tiap buku dengan cara sugarcoating -sebuah kata yang di sini berarti “membohongi anak-anak”- dan memberikan perspektif bahagia bagi pembaca.

Snicket memberikan fakta dengan cara yang rata tanpa berbohong sekalipun.

Snicket, walaupun, memberikan satu kali “kebohongan” atau mungkin menutupi fakta dengan cara yang menyedihkan ketika ia mengingatkan pada akhir cerita bahwa pada akhir hari, ia adalah orang yang mengalami tragedi terdalam, terberat, dan paling menyedihkan.

Sebagai tokoh yang canon dan juga Narrator, Snicket mengalami hidup yang sedih, dan ia kehilangan cinta sejatinya, yang juga merupakan tokoh canon.

Snicket berusaha menawarkan dunia yang jahat dan gelap ini dari sudut pandang seseorang yang sedang patah hati, dan ia menawarkan dunia dari satu-satunya sudut pandang yang benar… sudut pandang yang tragis.

Tragis

Kata yang satu ini pertama dikeluarkan oleh orang Yunani. Ia berarti “menyedihkan”

Dengan judul serial seperti “A Series of Unfortunate Events” secara logis sangat wajar jika cerita tersebut berakhir secara tragis, tetapi film satu ini dipenuhi oleh adegan dan kejadian tragis dari awal sampai akhir.

Snicket membuat orang-orang yang berpikir hidupnya sulit sedang menjalani hidup yang mudah tanpa harus sedikitpun berpikir bahwa ia sedang kesulitan, karena ketiga protagonis (Sunny, Klaus dan Violet) harus menjalani hidup yang berkali-kali lipat lebih sulit.

Walaupun tragis, buku ini tetap bisa menjadi bacaan penting untuk anak-anak karena sebenarnya buku ini ringan dan mudah dibaca, dengan penggunaan bahasa yang sederhana, namun elegan.

Definisi.

Gaya Deadpan yang Snicket berikan, baik di serial Netflix atau di ketigabelas buku yang ia tuliskan… tidak ada satu kali pun Snicket melewatkan gaya menulisnya yang sangat penuh definisi dan pintar.

Snicket menuliskan dengan bahasa yang rata karena ia cukup kompeten untuk memberikan hiburan sampingan bagi pembaca yang tua, serta informasi yang tidak penting tapi menarik untuk pembaca yang muda dengan menuliskan puluhan definisi dari kata-kata yang mungkin sulit dimengerti. Umumnya kalimatnya terjadi seperti ini.

  • Mr. Poe: Baudelaires. I’m sorry to say that your parents have perished in a terrible fire.
  • 3 Baudelaires: *Speechless…*
  • Mr. Poe: Perished means killed.
  • Klaus Baudelaire: We know what perished means.

Atau, jika itu narrator yang mengatakan… seperti ini…

“The three Baudelaire children hastily -a word which here means, “faster than a troupe of evil and horrible actors- ran away and gathered their belongings.”

Gaya penulisan yang unik ini menawarkan satu sideshow yang lucu, atau setidaknya menghibur bagi para pembaca, dan memberikan gaya penulisan Snicket yang sekarang sudah terkenal sebagai gaya penulisan yang rata, elegan, tetapi sederhana.

Why Should You Read ASOUE?

  • Buku ini berbeda.
    • ASOUE bukan buku di mana tokoh-tokoh mendapatkan happy ending sesudah diberi kesulitan beribu-ribu kali. Walaupun diberikan kesulitan ribuan kali, tokoh-tokoh tersebut hanya diberikan kesulitan di akhir buku.
  • Tragedi
    • Alasan ini cocok untuk orang-orang yang punya masalah dengan kehidupan mereka. Tragedi yang diberikan Snicket di buku ini dapat dipastikan membuat dirimu merasa lebih baik dengan hidupmu. Bagiku itu alasan yang cukup untuk membacanya.
  • Deadpan
    • Ini satu-satunya alasan aku membereskan ketigabelas buku ASOUE dan masih berusaha membereskan serial Netflixnya. Gaya Deadpan Lemony Snicket serta referensi sastranya yang intelijen dan jenaka memberikan aku alasan untuk melanjutkan serial Netflix-nya… Murni untuk melihat semua referensi yang Snicket pikirkan.

Why is this Book a Good Fit for Kids?

  • Realistis.
    • Mungkin ini satu-satunya alasan yang aku perlu berikan. ASOUE realistis, tidak seperti buku-buku lain. Ia mengingatkan anak-anak dengan gaya yang (sekali lagi) rata, bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal bahagia. Mungkin brutal, tetapi di antara sedikitnya hal-hal bahagia yang terjadi, Snicket menuliskan buku ini untuk anak-anak.
  • Tetap Imajinatif
    • Walau buku ini memiliki plot yang realistis, setting dan dunia yang Snicket berikan sangat-sangat imajinatif dan ia menceritakannya seperti buku fiksi, karena ASOUE memang fiksi. Anak-anak tidak perlu melewatkan sudut pandang karangan yang Snicket berikan, hanya karena plot-nya tragis dan realistis.

Notes.

Nama asli Lemony Snicket: Daniel Handler.

Aku berusaha keras menulis dengan deadpan. Tapi aku gak bisa.

Serial Netflix memiliki plot yang mirip, tetapi sampai ke plot tersebut dengan cara yang berbeda.

Projek Black Soldier Fly. Report #1

Projek Black Soldier Fly. Report #1

Udah hampir sebulan gak ada artikel, jadi langsung aja kita masuk ke proyek yang aku kerjakan untuk mengurangi kerepotan (sebuah kata yang disini berarti pekerjaan yang disuruh Ibuku) menyapu daun dan mendaur ulang sampah organik dengan Black Soldier Fly.

Mari mulai.

Apa itu Black Soldier Fly?

BSF (singkatan, aku akan menyebutnya seperti ini sekarang) adalah sebuah lalat yang terbilang bersih, tidak membawa penyakit, dan bentuk larvanya dapat dengan cepat serta mudah mendaur ulang atau memakan sampah organik.

Oh iya, nama latin Black Soldier Fly adalah Hermetia Illucens.

Larva BSF sendiri bisa memakan hampir semua sampah organik dengan pengecualian tulang, atau hal yang sudah mengandung bahan kimia seperti Formalin, dan Pestisida.

Ketika proses Metamorfosisnya berlangsung, telur, dan larva BSF akan makan yang sangat banyak, lalu berhenti makan ketika sudah menjadi Pupa, dan akhirnya berubah menjadi Lalat, kehilangan kemampuan untuk makan, lalu menjadi fresh graduate jomblo yang fokusnya hanya cari pasangan hidup, dan segera memiliki anak.

Semua itu dalam 44 hari.

Proyek ini.

Mari kita contreng beberapa hal sebelum masuk ke proyeknya.

Tujuan.

Daripada membuang sampah organik yang masih bisa dijadikan tanah, dan/atau bisa diberi makan kucing, untuk orang-orang yang sibuk (baca: malas, dan/atau pelupa, dan/atau punya manajemen waktu yang amat buruk) seperti aku, akan lebih mudah jika memelihara BSF untuk mendaur ulang sampah organik yang dihasilkan!

Iya, tujuan projek ini untuk mengurangi pekerjaan rumah.

Sebagai orang yang punya Ibu peduli akan alam (Baca: Hippie) selain harus memilah dan mendaur ulang sampah anorganik, sampah organik juga harus didaur ulang dengan cara dimasukkan dalam compost bag lalu ditumpuk daun sampai nanti jadi tanah.

Proyek BSF ini dimulai agar aku tidak harus repot menyapu daun dan harus mendaur ulang sampah organik.

Jika Azriel Arriadi-Hidayat punya slogan hidup, maka slogannya adalah “Save the earth. With the least amount of effort possible.” Atau dalam bahasa Indonesia. “Selamatkan Bumi. Dengan usaha seminim mungkin.”

Informasi didapat dari?

Terima kasih untuk @Baramoeda (cari di Google, Instagram, dan seterusnya) sudah menyelenggarakan workshop tentang BSF hari Minggu kemarin.

Progress.

Projek ini baru mulai, dan laporan pertama hanya akan membahas larva yang aku dapatkan dari kit Waste Warrior Workshop yang diselenggarakan hari Minggu kemarin.

Aku sedang membuat penangkap telur, dan masih banyak hal lagi yang perlu dibahas.

Laporan hari ini akan membahas 3 hari pertama aku mendapatkan larva BSF, apa yang diberi makan, sukses atau tidaknya, dan seterusnya.

What I like about BSF.

Dari workshop dan dari mengurus.

  • Mempermudah hidupku. (nomor dua kalau mau punya apa-apa, P.S. nomor satunya adalah bikin hepi atau gak)
  • Sebuah pelajaran ke Mikrobiologi dasar! Aku mau kuliah itu nanti!
  • Memberikan aku teman ngobrol yang gak mungkin ngejudge aku. (kiranya Kucing apa Guguk kali ya)
  • Hewan peliharaan yang sangat low maintenance (Menurut Bapak Ramadhani Putra, Ph. D. Larva BSF sangat happy-go-lucky. Kalau ada makanan, mereka makan, kalau gak ada, mereka tidur. Hidupnya sangat sederhana)

Disclaimer.

Aku tahu bahwa ada anggota keluarga aku yang takut akan cacing, jadi… Jangan baca artikel ini.

Stop sekarang.

Mari kita masuk ke artikelnya jika anda tidak takut cacing.

Day 1.

Oops wrong reference.

Seperti beberapa orang sudah tahu… aku tidak punya smartphone.

Jadi dengan sangat menyesal, aku tidak punya foto dari makanan pertama yang dimakan Larva BSF (yang aku perlu kasih nama). Hal yang sama berlaku untuk foto makanan kedua. Aku baru memfoto proyek ini ketika sudah hari ketiga di iPad milik ibuku.

Semoga kata-kata cukup untuk menjelaskan hari pertama dan kedua.

Pada hari pertama, aku langsung memindahkan cacing BSF ini ke wadah yang lebih dalam, agar mereka bisa makan dengan lebih puas dari mangkok yang awalnya diberikan tim workshop.

Ukuran wadahnya tidak melebihi batas 30 cm mereka mau mencari makan.

Makanan 1:

  • Makanan: Nasi Goreng beserta Sosis (karena ku gak makan daging sapi, cacing BSF dapat sosisnya!)
  • Jam diberikan: Sore. (note to self, kalau mau bikin laporan, catat jam dengan detil) kalau tidak salah 17.30

Makanan 2:

  • Makanan: Kentang busuk, Bawang Merah busuk.
  • Jam diberikan: Malam. Jam 19.50

Hasil:

Nasi Goreng dimakan sebagian, sosis tidak disentuh (mungkin mereka gak makan sapi kaya yang ngurus, atau mungkin itu pake pengawet?) Kentang dimakan secara perlahan (sudah ada lubang, tetapi ukuran kentangnta gede banget, kayanya butuh waktu), Bawang Merah sudah tidak bersisa.

Percakapan

Percakapan ini terjadi pada hari Minggu, pukul 20.00 dikatakan oleh seorang lelaki berumur 17 tahun yang jomblo, gak punya gebetan dan dipastikan gak ada kerjaan dikatakan ke sekitar 100 ekor larva yang lagi makan.

  • Aku: Kamu kok gak mau makan sih?
  • Larva: …
  • Aku: Cuman gerak-gerak doang.
  • Larva: *gerak-gerak*
  • Aku: Makan dong.
  • Larva: *Ada yang manjat tromel*
  • Aku: Jangan kabur. Kenapa kalian kabur?
  • Larva: *Masih manjat tromel*
  • Aku: Kok gitu sih, kalian dikasih makan Nasi Goreng gak mau? Nasi Gorengnya gak enak? Atau jangan-jangan pake pengawet atau vetsin? Kata Pak Rama kalian makan Nasi Padang juga mau… *mengintip ke bawahnya wadah*
  • Larva: *Ternyata lagi makan*
  • Aku: Oh… kalian ada yang makan? Aku gak liat.

Day 2.

Cek hasil kemarin.

Pagi.

Belum dimakan. Jumlah masih banyak. Aku khawatir, tetapi karena aku ada tryout UN, aku perlu pergi segera. Aku cuman bilang dadah sama Larva dan nyuruh mereka makan.

Siang.

Pulang ke rumah. Nasi goreng berkurang sedikit.

Udah. Sosis masih belum disentuh, Kentang gak makin kecil, bawang berkurang.

Aku jadi lebih khawatir karena kata Pak Rama… Mereka makannya banyak banget. Sengaja gak aku kasih apa-apa dulu.

Malam.

Malam aku makan Mie Kuah Jawa, jadi khusus aku sisain sepotong Mie, dan 2 potong tomat (karena aku gak doyan tomat) dengan harapan mereka makan.

Mereka aku tanyain, mungkin seleranya selera orang Jawa jadi harus pake kecap. Larva-larva tersebut gak jawab.

Day 3.

Hari ini.

Well.

Nomor satu harusnya gambarnya.

Seperti bisa dilihat. Masih ada kentang busuk, Mie sudah tidak ada, bawang merah masih ada tetapi jumlahnya berkurang, ada sosis yang gak disentuh, dan nasi goreng yang gak keliatan dari atas.

Jadi mari kita lihat dari bawah!

Mungkin gak terlalu jelas ya…

Tetapi secara visual, nasi goreng sudah tidak dalam bentuk nasi lagi dan sudah menjadi agak cair begitu. Itu bisa berarti dua hal.

Satu, Larva BSF melakukan tugasnya meski butuh waktu lama.

Dua… Bakteri melakukan tugasnya karena waktu sudah berjalan lama.

Semoga itu yang nomor satu.

Sejujurnya aku sangat khawatir pada larva BSF karena ada yang berusaha kabur lalu mati karena kejepit, dan juga ada yang gak gerak lagi di bawah.

But, honestly, I’m just hoping this works out…

Oh ya, kalau ada kabar baik secara visual, secara nasal… baunya repungent (repungent berarti jijik, dan sebaiknya gak dideketin… tapi tentunya kalian sudah tahu itu.)

Kesimpulan.

OKAY! Mungkin iya aku tidak melakukan ini untuk noble cause.

Tapi setidaknya aku mendekomposisi sampah-sampahku. HA!

Anyway akan segera dibuat penangkap telur (mungkin besok lusa atau hari jumat) agar larvanya didapat lagi, dan aku perlu bertanya ke penyelenggara workshop yang dikenal dengan nama Baramoeda apakah normal ada Pupa yang sudah mau kabur, dan mereka makannya begitu lambat?

Sampai lain waktu!

10 Lagu Terbaik dari LANY

10 Lagu Terbaik dari LANY

Band satu ini dikenal dengan nama LANY (bisa disebut L.A. N.Y. atau Leini, aku bingung.), tetapi biasanya orang-orang memberikan referensi A Hippie and Two Other Guys. Atau, Dua Lipa’s Ex and Two Other Guys. Iya, Hippie dan mantan Dua Lipa adalah orang yang sama, Paul Klein, alias vokalis.

Orang-orang mengenal Maroon 5 sebagai Adam Levine and 4 other dudes, jadi kurasa ini sedikit lebih baik.

LANY terkenal dengan gaya penulisan lagunya yang memang agak hippie, dan juga agak desperate… Berikut adalah 10 lagu yang menurutku paling menarik, enak, dan tentunya sesuai dengan gaya penulisan LANY.

#10. If You See Her

Paul Klein sebagai penulis lagu Indie lebih dikenal sebagai “Mantannya Dua Lipa” oleh orang-orang yang gak tahu dengan LANY dan/atau punya terlalu banyak waktu luang jadi malah baca Gossip daripada kerja. Jadi jangan terkejut kalau sekitar 8/10 lagu di sini… tentang Dua Lipa.

List kita dimulai dengan lagu yang satu ini. If You See Her.

It’s all about Dua, and it’s very sad. Yikes.

Liriknya paradoksil tetapi nyambung, dan penulisan liriknya menjadi alasan dia masuk ke daftar ini!

Just look at us. You’d never bet against our love.
Table for two. We got the kind of thing that lasts.

#9. Valentine’s Day

Valentine’s Day is coming! Tapi lagu yang satu ini tragis. LANY memberikan perspektif yang unik ke liburan (yang menurutku kapitalis dan tidak pernah perlu dirayakan) Amerika satu ini.

Oh iya, sama seperti lirik-lirik LANY yang lain dari Album Malibu Nights… Banyak ironi dan liriknya yang agak paradoksil. Tersirat di lagu bahwa dia mau move on tapi gak bisa… Lagunya sedih.

Think I just found out what to listen to this Valentine’s Day.. COUGH..

#8. Pink Skies

Lagu dari album kinda ini mungkin satu-satunya lagu yang sepenuhnya Happy di list kita hari ini.

Liriknya lucu, menarik, dan bahagia, beat-nya sangat upbeat, dan… ini bukti bahwa Paul Klein itu Hippie, dan ini menceritakan fase happy hubungannya dengan Dua Lipa. (Read that in Genius.com)

Thrift Store Fashion, Imperfect Tattoos.
Taking Showers, Minus Shampoo.

Ia membeli baju bekas untuk mencegah baju-baju di toko tersebut menjadi sampah. Ia mencorat coret tubuhnya dengan tato sama seperti pelukis mencorat coret kertas. Ia mandi tanpa sampo karena ia merasa kepalanya tidak perlu diberikan sampo, dan akan bersih dari minyak rambut naturalnya sendiri, asalkan dia cukur rambut sampai botak sering-sering. Oh dan dia orang California. (Also read these in Genius.com)

It doesn’t get any hippier than that.

#7. Thru These Tears.

Depresi? Cek. Album Malibu Nights? Ya… Masih

Malibu Nights adalah album LANY yang jelas paling sukses, dan seperti aku bilang, semua lagu ini ditulis untuk Dua Lipa. Thru These Tears adalah lagu yang masih punya identitas ingin move on tapi gak bisa yang sama dengan Valentine’s Day.

Video Klip-nya pun agak tragis, so you might wanna skip it. Oh, rambutnya yang botak di video klip sesuai dengan statement-nya di lagu pink skies bahwa dia tidak mandi dengan sampo ya, ia perlu cukur sampai botak sesekali.

In the end I’m gonna be alright…
But it might take a hundred sleepless nights
To make the memories of you disappear
But right now I can’t see nothing thru these tears

Ia yakin ia bisa move on, dan masih menjalani proses tersebut…

#6. Malibu Nights.

Tragis. Tragis. dan Tragis adalah 3 kata yang sempurna untuk menjelaskan lagu ini.

Lagu yang judulnya juga jadi judul album ini adalah lagu paling tragis yang mungkin dikeluarkan orang seperti Paul Klein.

Lagunya berkaitan erat dengan Substance Abuse, Depresi, dan… dia jelas galau (dalam konteks “indecisive”) tetapi galau yang Paul Klein rasakan berbeda dengan yang ada di lagu-lagu sebelumnya.

What do you do with a broken heart?

This song is just pure sorrow and melancholy.

#5. I Don’t Wanna Love You Anymore.

Oh LANY. Kenapa kamu harus membuat lagu breakup yang tragis tapi sempurna seperti ini. Kalau album Malibu Nights adalah sebuah buku cerita yang mulai dengan tragis, I Don’t Wanna Love You Anymore berada di bab kedua sesudah Malibu Nights sendiri.

Aku tidak bisa berkomentar banyak selain fakta bahwa Paul Klein langsung menyebut identitas Dua Lipa (referensi ke London, warna rambut, warna mata, dan seterusnya) berkali-kali di lagu ini.

From the start, I never thought, I’d say this before…
But I don’t wanna love you anymore.

#4. ILYSB

Hanya akan ada satu lagu lagi yang berasal dari album Malibu Nights, dan ILYSB tidak berasal dari album tersebut!

Lagu satu ini menceritakan tentang seorang Serial Killer. Yang jatuh cinta. Dengan Serial Killer lain.

Wait what? I thought this guy was a hippie, not Freddy Krueger! Anyway, ini lagu bestselling LANY di Youtube.

Oh my heart hurts so good…
I love you oh… so bad. so bad.

#3. Thick and Thin.

Lagu terakhir dari album Malibu Nights di daftar ini. (seriously, album itu mengambil 6 posisi… OMG)

Thick and Thin adalah salah satu lagu LANY favoritku, and he deserves a lot of credit for it!

Satu-satunya perbedaan dari lagu Malibu Nights yang lain (masih ada lirik paradoksil di bridge dan chorus, musiknya dan liriknya gak matching in a very good and fun way) adalah fakta bahwa dia mengaku dia bikin salah kali ini…

But was it really love if you could leave me for…
Something so innocent

But it don’t matter. It’s a very good song!

#2. Super Far

Hands down… Ini lagu favoritku. Tetapi dia tidak masuk ke nomor satu karena dia tidak sepenuhnya memenuhi gaya memusiknya LANY. Super Far menceritakan tentang Long Distance Relationship yang sedang gagal.

Paul Klein menceritakan clingy-nya dia pada hubungannya, meskipun dia tahu bahwa hubungan itu sudah toxic… Oh, tetapi tentunya… Ini LANY jadi paradoks musik dan lirik masih ada dong!

Waking up to nothing when you’re super far from home…

It’s better to be single rather than stuck in a toxic long distance relationship… Moral dari lagu ini.

#1. 13

Yes. You saw this right. 13

Sebuah lagu sederhana, to the point, sedih, dan galau. Screams out LANY all over. Otomatis juara dalam bukuku!

Liriknya juga terisi paradoks, terisi tragedi, terisi identitas… Dan dia menjadi juara karena dia punya sedikit dari segalanya! Great song, terdengar seperti prolog ke Malibu Nights meskipun tidak ada hubungannya sama sekali dengan album tersebut…

Where did we go wrong I thought we started out alright
Where did we go wrong I swear I knew we’d last to start

Bonus Track: Hericane.

Lagu yang satu ini gak bisa aku bilang “enak” atau semacamnya, karena aku sendiri gak suka sama Hericane. Tetapi, menyebut Hericane sebagai Honorable Mention tidak cocok karena lagu ini sering disertai penampilan tragis dan emosional oleh Paul Klein. Jadi, anggap saja ini lagu Nomor 11, lagu bonus!

Honorable Mentions

  • Run. Terlalu banyak konteks gossip di lagu itu, hampir masuk.
  • Taking Me Back. Hampir masuk, tetapi kalah dengan If You See Her karena kalah di bidang musik bagiku.
  • Mean It. Lagunya punya Lauv… sudah masuk daftar sebelumnya.

Post Script

Perlu diketahui bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang hubungan antara Paul Klein dan Dua Lipa (aku gak sekepo dan segak ada kerjaan itu orangnya) tapi aku hanya tahu bahwa… Mereka putus dan Paul langsung masuk ke depresi yang membuat dia menulis seluruh album Malibu Nights.

Post Script Script

Artikel top 10 Lauv aku mendapat jumlah views yang gak terlalu sedikit… I’m gonna make this a thing now. Mungkin dua minggu sekali aku akan cari satu musisi, dan BUM! Jadi satu artikel.

Sampai lain waktu!